1 of 12

Mukaddimah

  • NU didirikan atas dasar kesadaran bahwa setiap manusia hanya bisa memenuhi kebutuhannya bila bersedia untuk hidup bermasyarakat

  • NU sebagai Jam’iyyah Diniyyah Islamiyah adalah wadah bagi para ulama dan pengikut-pengikutnya yang didirikan pada tanggal 16 Rajab 1344 H atau 31 Januari 1926 M

2 of 12

Pengertian

  • Khittah NU adalah landasan berfikir, bersikap dan bertindak warga NU yang harus dicerminkan dengan tingkah laku perseorangan maupun organisasi serta dalam proses pengambilan keputusan
  • Landasan yang dimaksud adalah faham Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah yang diterapkan menurut kondisi kemasyarakatan di Indonesia

3 of 12

Dasar faham keagamaan NU

  • Al-Qur’an
  • Al-Hadits
  • Al-Ijma’
  • Al-Qiyas

  • NU mengikuti faham Ahlussunnah Wal Jama’ah dan menggunakan jalan pendekatan madzhab,yaitu :
  • 1. Aqidah, mengikuti Imam Abul Hasan Al- Asy’ari dan Imam Abu Manshur Al-Maturidi
  • 2. Fiqh, mengikuti salah satu dari empat madzhab (Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hanbali)
  • 3. Tasawuf/akhlak, mengikuti Imam Al Junaid Al Baghdadi dan Imam Ghazali

4 of 12

Sikap kemasyarakatan NU

  • 1. Tawasuth (moderat) dan I’tidal
  • 2. Tasamuh (toleransi)
  • 3. Tawazun
  • 4. Amar ma’ruf nahi munkar

5 of 12

Perilaku yang dibentuk oleh dasar keagamaan dan sikap kemasyarakatan

  • 1. Menjunjung tinggi nilai-nilai dan norma- norma ajaran Islam
  • 2. Mendahulukan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi
  • 3. Menjunjung tinggi sifat keikhlasan dalam berkhidmah dan berjuang
  • 4. Menjunjung tinggi persaudaraan (ukhuwah), persatuan (ittihad) dan kasih mengasihi
  • 5. Meluhurkan kemuliaan moral dan kejujuran dalam berfikir, bersikap dan bertindak

6 of 12

  • 6. Menjunjung tinggi kesetiaan kepada agama, bangsa dan negara
  • 7. Menjunjung tinggi nilai amal, kerja dan prestasi sebagai bagian dari ibadah kepada Allah SWT
  • 8. Menjunjung tinggi ilmu pengetahuan dan ahli-ahlinya
  • 9. Selalu siap untuk menyesuaikan diri dengan setiap perubahan yang membawa manfaat bagi kemaslahatan manusia
  • 10. Menjunjung tinggi kepeloporan dalam usaha mendorong dan mempercepat perkembangan masyarakat
  • 11. Menjunjung tinggi kebersamaan di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara

7 of 12

Ikhtiar-ikhtiar yang dilakukan NU

  • 1. Peningkatan silaturahim dan komunikasi antar ulama
  • 2. Peningkatan kegiatan di bidang keilmuan, pengkajian dan pendidikan
  • 3. Peningkatan kegiatan penyiaran agama Islam, pembangunan sarana peribadatan dan pelayanan sosial
  • 4. Peningkatan taraf dan kualitas hidup masyarakat melalui kegiatan yang terarah

8 of 12

Fungsi organisasi dan kepemimpinan ulama di dalamnya

Dalam rangka melaksanakan ikhtiar-ikhtiarnya NU membentuk organisasi yang mempunyai struktur dan berfungsi sebagai alat untuk melakukan koordinasi bagi tercapainya tujuan-tujuan yang telah ditentukan, baik tujuan yang bersifat keagamaan maupun kemasyarakatan

9 of 12

Ulama sebagai mata rantai pembawa faham Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah selalu ditempatkan sebagai pengelola, pengendali, pengawas dan pembimbing utama jalannya organisasi

10 of 12

NU dan kehidupan berbangsa

Sebagai organisasi kemasyarakatan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari keseluruhan bangsa Indonesia, NU senantiasa menempatkan diri dengan perjuangan nasional bangsa Indonesia

11 of 12

Khatimah

Khittah NU ini merupakan landasan dan patokan dasar yang hanya akan memperoleh dan mencapai cita-cita, jika pemimpin dan warganya benar-benar meresapi dan mengamalkan khittah NU ini

12 of 12

Isi Khittah

  • 1. Mukaddimah
  • 2. Pengertian
  • 3. Dasar faham keagamaan NU
  • 4. Sikap kemasyarakatan NU
  • 5. Perilaku yang dibentuk atas dasar faham

keagamaan dan sikap kemasyarakatan NU

  • 6. Ikhtiar –ikhtiar yang dilakukan NU
  • 7. Fungsi organisasi dan kepemimpinan ulama
  • 8. NU dan kehidupan berbangsa
  • 9. Khatimah