1 of 321

Pengantar Modul

#AyoBahagia

Dukungan Kesehatan Mental dan Psikososial

2 of 321

#AyoBahagia

Latar Belakang

  • Kesehatan mental merupakan isu yang sangat penting selama pandemi dan pasca pandemi. Sejumlah studi menunjukkan bahwa pandemi COVID-19 meningkatkan tekanan mental, depresi, kecemasan di masyarakat, baik orang dewasa, remaja dan anak-anak.
  • Studi yang dilakukan oleh UNICEF (2022) menunjukan bahwa 1 dari 7 remaja mengalami masalah kesehatan mental selama pandemi dan anak-anak berpotensi mengalami dampak jangka terutama terhadap kesehatan mental mereka

3 of 321

#AyoBahagia

Latar Belakang

  • Banyak remaja mengalami kebosanan, kecemasan, ketakutan, kesulitan belajar, dan depresi akibat pandemi yang berkepanjangan.
  • World Health Organization (WHO) melalui Global School-based Student Health (GSHS) pada tahun 2015 melaporkan, 1 dari 20 remaja di Indonesia punya keinginan bunuh diri.
  • Yayasan Indonesia Mengabdi, mitra UNICEF pada tahun 2021 telah mengimplementasikan program DKMP bagi 35 siswa SD kelas tinggi di Makassar dan 35 siswa SD di Bone. Hasilnya menunjukan bahwa program DKMP efektif untuk meningkatkan kesehatan mental dan kesejahteraan sosial siswa sekolah dasar di Makassar dan Bone. Program DKMP juga telah di replikasi di siswa SD di Papua

4 of 321

#AyoBahagia

Latar Belakang

  • Studi yang dilakukan Yayasan Indonesia Mengabdi (YIM, 2022) pada siswa SMP dan SMA/SMK di kota Makassar terkait masalah yang dihadapi siswa selama pandemi menunjukan bahwa sebanyak 72 % siswa sulit mengelola emosinya, 75% siswa mengalami stres dan sering menyalahkan diri sendiri, 1% kecenderungan ingin bunuh diri, 39 % siswa tidak memiliki teman cerita ketika mempunyai masalah, dan 61% siswa mengalami kesulitan belajar (sulit bagi waktu) selama pandemi

5 of 321

Apa itu DKMP?

#AyoBahagia

Segala bentuk dukungan awal yang diberikan baik dari pihak setempat (sekolah) maupun dari pihak luar yang bertujuan untuk menjaga atau mempromosikan kesejahteraan psikososial dan/atau mencegah atau mengatasi gangguan psikologis atau kesehatan mental pada anak sehingga remaja dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

6 of 321

Tujuan

#AyoBahagia

  • Tujuan Umum: Meningkatkan kesehatan mental dan kesejahteraan psikososial remaja. Kesejahteraan psikososial yang dimaksud meliputi aspek fisik, psikologis, koginitif, emosional, sosial dan spriritual yang akan mempengaruhi kemampuan anak untuk tumbuh belajar dan berkembang untuk memaksimalkan potensinya.
  • Tujuan khusus: mendukung untuk stimulasi pengembangan aspek belajar, karakter dan keterampilan remaja, mengembangkan kegiatan menyenangkan pada remaja yang fokus mempromosikan kesehatan mental dan kesejahteraan psikososial, dan memastikan lingkungan yang aman dan terpelihara bagi remaja di sekolah dan lingkungan sekitarnya

 

7 of 321

Sasaran Program DKMP

#AyoBahagia

Program DKMP diperuntukkan bagi guru SMP/SMA/SMK. Modul ini dikembangkan, diujicoba dan digunakan bagi guru SMP/SMA/SMK melalui program DKMP. Penerima manfaat utama dari profram ini adalah adalah siswa SMP/SMA/SMK usia 13-18 tahun.

.

8 of 321

Domain Keterampilan yang ingin dicapai

#AyoBahagia

  • Regulasi emosi
  • Mengelola stres
  • Keterampilan problem solving
  • Keterampilan Interpersonal
  • Perilaku asertif
  • Kecakapan hidup

9 of 321

#AyoBahagia

Pendekatan yang digunakan

  • Didaktik: metode pembelajaran langsung, dimana guru menyampaikan informasi secara langsung pada siswa dengan berfokus pada tujuan yang ingin dicapai dan menekankan terhadap penguasaan konsep.
  • Dialog Socrates: metode pembelajatan aktif berpusat pada siswa, dimana terjadi proses diskusi, dialog guru dan siswa, agar siswa memperoleh pemahaman sesuai topik yang diajarkan sehingga belajar akan bermakna bagi siswa
  • Experiental Learning: sebuah model pembelajaran berpusat pada anak dimana anak bukan hanya mendengarkan penjelasan guru melainkan dapat mensimulasikan situasi kehidupan nyata. Dalam experiential learning siswa terlibat fisiknya, pikirannya, perasaannya, dan tindakannya secara utuh sehingga menghasilkan sebuah pengalaman belajar (Kolb, 2014).

10 of 321

#AyoBahagia

Karakteristik Guru DKMP

  1. Berpenampilan menyenangkan, adil dan tidak memihak.
  2. Bersikap ramah dan disenangi oleh siswa
  3. Berperilaku konsisten dan menjadi teladan bagi siswa
  4. Bersikap fleksibel
  5. Menggunakan penghargaan dan pujian.
  6. Memiliki rasa humor.
  7. Menjadi teman bagi siswa

11 of 321

#AyoBahagia

Dukungan Psikologis Awal pada Modul DKMP

  • Mengenali dan memberikan perhatian (look)
  • Mendengarkan (listen)
  • Menghubungkan dengan layanan (link)

12 of 321

#AyoBahagia

Isi Modul

1. Bagian pendahuluan modul

2. Modul aktivitas guru (informasi bagi guru), meliputi:

  • Topik 1: Kebijakan perlindungan anak dan disiplin positif
  • Topik 2: Mekanisme rujukan kasus

3. Modul aktivitas siswa:

  • Topik 1: Aku dan diriku
  • Topik 2: Kegiatan Keseharianku
  • Topik 3: Memahami Perilaku Kekerasan
  • Topik 4: Memahami Perilaku Perundungan
  • Topik 5: Teman cerita
  • Topik 6: Aman bermedia sosial
  • Topik 7: Mengidentifikasi dan menangani stres pada remaja
  • Topik 8: Narkoba dan alkohol
  • Topik 9: Menjadi pribadi Tangguh (resiliensi)
  • Topik 10: Berbagi kebahagiaan

13 of 321

#AyoBahagia

Terima Kasih

14 of 321

Modul Aktivitas Guru

Topik 1

Disipin Positif

#AyoBahagia

Dukungan Kesehatan Mental dan Psikososial

15 of 321

#AyoBahagia

Penerapan Disiplin Positif Bagi Siswa SMP/SMA/SMK

  • Dalam pembelajaran di SMP/SMA/SMK banyak ditemukan siswa yang mengalami berbagai masalah (emosi dan perilaku) baik di kelas maupun di sekolah pada umumnya.
  • Tidak jarang terkadang guru bingung dalam penanganan anak-anak yang bermasalah tersebut termasuk mekanisme penanganannya.
  • Oleh karena itu penting bagi guru memahami alternatif lain dalam penanganan perilaku bermasalah anak di sekolah

16 of 321

#AyoBahagia

Apa itu Perilaku Bemasalah (Misbehave)?

  • Perilaku bermasalah merupakan perilaku yang tidak tepat/pantas yang dilakukan anak/siswa yang tidak sesuai dengan aturan atau norma sekolah.
  • Perilaku bermasalah merupakan perilaku sosial anak/siswa yang dinilai tidak sesuai/tepat pada suatu situasi tertentu dimana perilaku tersebut muncul sehingga mengganggu proses pembelajarannya.
  • Dalam penanganan siswa-siswa yang melakukan perilaku yang tidak tepat terkadang guru menerapkan hukuman pada siswa. Cara ini dianggap cara yang paling tepat agar anak tidak mengulangi kesalahannya.

17 of 321

#AyoBahagia

Hukuman VS Disiplin Positif

  • Hukuman: tindakan atau perilaku yang dilakukan seseorang yang tujuannya adalah agar anak berperilaku lebih baik di masa yang akan datang (efek jera).Hukuman akan memberikan dampak negatif pada anak dan anak mempengaruhi kesehatan mentalnya
  • Disiplin positif: sebuah cara atau program yang dirancang untuk mengajarkan peserta didik agar bertanggung jawab atas apa yang dilakukan dan menghargai anggota di komunitas mereka (sekolah).

18 of 321

#AyoBahagia

Tujuan Disiplin Positif

Anak/siswa memahami perilakunya, berinisiatif dan bertanggungjawab atas apa yang dilakukan, serta menghargai diri sendiri dan juga orang lain. Disiplin positif menanamkan proses pemikiran dan berperilaku positif sepanjang masa

Kesehatan Mental Anak Terjaga

19 of 321

#AyoBahagia

Prinsip-prinsip Disiplin Positif

1: Saling menghormati

2: mengidentifikasi penyebab perilaku tidak sesuai

3: Partisipatori

5: Proaktif

4: Fokus pada kekuatan peserta didik

20 of 321

Situasi: Anak mengotori meja dengan sengaja

  • Related (Berhubungan dengan kesalahan)
    • Konsekuensi logis: membersihkan meja yang sudah dikotori
    • Hukuman yang tidak tepat: berdiri di depan kelas
  • Respectful (menghormati anak)
    • Konsekuensi logis: tidak membentak anak
    • Hukuman yang tidak tepat: membentak anak dan langsung menyalahkan
  • Reasonable (logis)
    • Konsekuensi logis: yang dibersihkan hanya meja yang dikotori
    • Hukuman yang tidak: membersihkan semua meja
  • Dialogis
    • Konsekuensi logis: berdiskusi dengan anak mengapa ia melakukan hal itu, berempati, dan mengajak anak untuk melihat apa dampaknya
    • Hukuman yang tidak tepat: langsung memberikan perintah pada anak untuk membersihkan meja

#AyoBahagia

Contoh penerapan disiplin positif

21 of 321

“Seringkali cara orang dewasa dalam memberikan hukuman tidak tepat (tidak logis) sehingga berdampak negatif pada peserta didik seperti rasa malu, bersalah, dan dapat meningkatkan perilaku agresif.

Menerapkan prinsip-prinsip disiplin positif akan membantu anak dalam mengembangkan perilaku positifnya, menjalin komunikasi, saling menghargai satu sama lain, menghargai hak, bertanggung jawab pada perilakunya sehari-hari, dan dalam budaya seperti ini, orang dewasa akan menjadi sosok yang diteladani”

#AyoBahagia

Pesan Penting

22 of 321

Salah satu cara Allah SWT menerapkan prinsip disiplin positif kepada anak didik adalah dengan berusaha memahami tingkah lakunya sendiri dan bertanggungjawab atas apa yang mereka pilih. Hal tersebut dapat membantu mereka mengembangkan perilaku positif sebagai bagian dari gaya hidup mereka. Karena itu, para pendidik perlu memberikan penghargaan (reward) atas kinerja mereka. Sebaliknya, jika ingin memeberikan hukuman hendaknya hukuman tersebut logis dan tepat. Kedua bentuk perlakuan tersebut dapat memberikan dampak positif kepada peserta didik disepanjang hidupnya. Allah SWT berfirman dalam Q.S. al-Zalzalah [99]: 7 dan 8

#AyoBahagia

فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ. وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ.

“Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar zarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.

23 of 321

Selain itu, Allah SWT juga mendorong agar para pendidik menanamkan proses berfikir dan perilaku positif sedari kecil kepada peserta didik untuk menghargai dirinya dan lingkungannya sehingga selalu termotivasi untuk berperilaku positif dan berbuat baik kepada orang lain sepanjang hayat mereka. Hal tersebut membantu peserta didik dalam mengembangkan kecakapan bergaul atau kemampuan berkomunikasi. Allah SWT berfirman dalam QS. Qashash [28]: 84:

#AyoBahagia

“Barangsiapa datang dengan (membawa) kebaikan, maka dia akan mendapat (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barang siapa datang dengan (membawa) kejahatan, maka orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu hanya diberi balasan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan.”

مَنۡ جَآءَ بِالۡحَسَنَةِ فَلَهٗ خَيۡرٌ مِّنۡهَا‌ وَمَنۡ جَآءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجۡزَى الَّذِيۡنَ عَمِلُوا السَّيِّاٰتِ اِلَّا مَا كَانُوۡا يَعۡمَلُوۡنَ

24 of 321

#AyoBahagia

Terima Kasih

25 of 321

Kebijakan Perlindungan Anak

Modul Aktivitas Guru

Topik 1

#AyoBahagia

Dukungan Kesehatan Mental dan Psikososial

26 of 321

#AyoBahagia

Definisi Anak

Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun termasuk anak dalam kandungan

  • UU No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak
  • UU No.35 tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Perlindungan Anak

27 of 321

#AyoBahagia

Kebijakan Perlindungan Anak

Kebijakan Perlindungan Anak memberikan kerangka kerja tentang prinsip, standar, pedoman tentang perlindungan dan pencegahan perlakuan salah terhadap anak ketika kita berinteraksi

28 of 321

#AyoBahagia

Tujuan Kebijakan Perlindungan Anak

  • Mempertegas kepada semua orang bahwa anak-anak harus dilindungi.
  • Menyediakan pedoman yang tepat agar anak-anak terlindungi.
  • Mendukung dalam mencegah kekerasan dan membangun lingkungan yang aman dan positif untuk anak-anak.
  • Membantu melindungi anak-anak dari pelaku kejahatan terhadap anak

29 of 321

Prinsip-Prinsip Hak Anak

#AyoBahagia

30 of 321

#AyoBahagia

Islam sangat menekankan perlindungan terhadap hak-hak anak, termasuk hak hidup, hak atas harta, dan hak atas perawatan yang baik. Orang dewasa, termasuk orangtua dan wali, bertanggung jawab sepenuhnya untuk melindungi hak-hak anak-anak dan memberikan perhatian yang layak kepada mereka. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Umar, Nabi SAW bersabda:

أَلاَ كُلُّكُمْ رَاعٍ، وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، فَالإِمَامُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهْوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهْوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى أَهْلِ بَيْتِ زَوْجِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ، وَعَبْدُ الرَّجُلِ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهْوَ مَسْئُولٌ عَنْهُ، أَلاَ فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ.‏

 

"Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang yang dipimpinnya. Seorang laki-laki adalah pemimpin dalam keluarganya dan dia akan ditanya tentang yang dipimpinnya. Seorang perempuan adalah pemimpin di rumah suaminya dan dia akan ditanya tentang yang dipimpinnya. Seorang budak adalah pemimpin atas harta tuannya dan dia akan ditanya tentang yang dipimpinnya. Karena itu, setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang yang dipimpinnya."

31 of 321

#AyoBahagia

Etika Berinteraksi dengan Anak

32 of 321

Etika Berinteraksi dengan Anak

#AyoBahagia

  1. Menghormati anak sebagai individu
  2. Tidak merugikan dan berbuat baik
  3. Keadilan
  4. Kepentingan Terbaik bagi anak
  5. Kesukarelaan
  6. Menghargai kerahasiaan dan privasi
  7. Menghargai hak anak untuk didengarkan

33 of 321

Hal-hal yang Perlu diperhatikan Fasilitator Anak

#AyoBahagia

  1. Mengenal siswa dengan baik, meliputi tugas perkembangannya, karakteristiknya, pengalamannya, dan keadaan siswa di antara kelompok pertemanan sebaya di sekolah
  2. Sebagai role model yang senantiasa menjaga protokol kesehatan
  3. Menunjukkan fleksibilitas, keterbukaan, dan sikap positif kepada duta kebaikan
  4. Menunjukkan kemampuan berkomunikasi yang baik dengan mendorong diskusi yang baik (misalnya: menggunakan pertanyaan terbuka, mendengarkan dengan empati, dan asertif)

34 of 321

#AyoBahagia

Hal-hal yang Perlu diperhatikan Fasilitator Anak

  1. Menunjukkan kemampuan interpersonal dan manajemen kelompok yang baik
  2. Memiliki kemampuan untuk menghargai keberagaman
  3. Mendorong keterlibatan dan partisipasi aktif dari seluruh duta kebaikan yang terpilih
  4. Menjamin keamanan dan kenyamanan peserta dengan menghargai pendapat, tidak menggunakan kekerasan, tidak memaksa, dan lain-lain.
  5. Mendorong anak untuk berbagi kebaikan dan kebahagiaan dengan komunitas di sekolahnya
  6. Memastikan bahwa anak-anak nyaman dan bahagia selama sesi kegiatan

35 of 321

#AyoBahagia

Hal Yang Tidak Boleh dan Harus dilakukan Fasilitator

  1. Menggunakan kekerasan untuk mendisiplinkan anak.
  2. Mengancam anak dengan kekerasan.
  3. Menyuruh anak untuk melakukan kegiatan berbahaya bagi dirinya atau orang lain.
  4. Terlibat dalam perilaku anak-anak yang tidak aman, atau melawan hukum.
  5. Berperilaku atau menggunakan Bahasa yang bernada seksual
  6. Mempermalukan, merendahkan atau melakukan kekerasan emosional lainnya kepada anak.
  7. Menggunakan kata-kata kasar dan menyarankan hal yang tidak pantas kepada anak

  1. Meminta izin kepada orangtua/wali agar anak diikutkan dalam kegiatan
  2. Mengingatkan anak agar membiasakan hidup sehat
  3. Mengkondisikan lingkungan yang aman dan nyaman pada saat berinteraksi dengan anak
  4. Memperlakukan anak secara setara tanpa membeda-bedakan
  5. Mendorong anak-anak untuk menyampaikan pendapatnya dan kekhawatirannya
  6. Menghormati privasi anak dan menjaga rahasia
  7. Menghormati pilihan anak dalam berpartisipasi di kegiatan
  8. Menyiapkan rujukan jika anak membutuhkan layanan penanganan lanjutan

36 of 321

#AyoBahagia

Terima Kasih

37 of 321

Mekanisme Penanganan dan Rujukan Kasus

Modul Aktivitas Guru

Topik 2

#AyoBahagia

Dukungan Kesehatan Mental dan Psikososial

38 of 321

#AyoBahagia

Mengapa Kita Mempelajari Materi ini?

Pendahuluan

  • Berbagai layanan sosial telah disediakan oleh pemerintah untuk membantu anak dalam pemenuhan hak dasarnya.
  • Terdapat berbagai kasus yang dialami atau berpotensi dialami oleh anak, seperti korban kekerasan, putus sekolah, anak yang dipekerjakan, dan beberapa kasus lainnya
  • Beberapa orang tua memilih untuk tidak melaporkan kasus tersebut kepada pihak-pihak penyedia layanan
  • Salah satu peran sekolah yang dapat dilakukan ketika terdapat siswa yang mengalami masalah psikologis atau masalah lain terkait kebutuhan dasar anak adalah memberikan pertolongan pertama psikologis (Psychological First Aid).

39 of 321

Tujuan Kegiatan

  1. Guru memahami mengenai konsep Psychological First Aid (PFA) atau pertolongan pertama psikologis dalam menangani kasus anak di sekolah.
  2. Guru memahami jenis layanan-layanan sosial yang dapat diakses oleh anak, keluarga, dan pihak sekolah.
  3. Guru dapat mengembangkan mekanisme rujukan kasus anak berbasis sekolah

#AyoBahagia

40 of 321

#AyoBahagia

Alur Kegiatan

Fasilitator menyampaikan pentingnya topik ini dan tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini

Fasilitator menanyakan kepada guru mengenai bagaimana guru menangani kasus anak

 

 

 

Aktivitas 1

Pelayanan Sosial Anak

 

Aktivitas 2

Pertolongan Pertama Psikologis

 

Aktivitas 3

Mekanisme penanangan dan rujukan kasus anak berbasis sekolah

 

 

 

Fasilitator melakukan refleksi terkait hal yang menarik dari sesi ini

Fasilitator memberikan simpulan dan penguatan tentang materi yang telah diberikan

 

PENDAHULUAN

(10 Menit)

KEGIATAN INTI

(55 Menit)

 

PENGUATAN

(5 Menit)

 

41 of 321

#AyoBahagia

Apersepsi

    • Apakah bapak/ibu guru mengetahui layanan sosial yang dapat diakses oleh sekolah dan siswa ketika siswa membutuhkan pendampingan terkait masalah yang dialami?
    • Bagaimana biasanya guru menangani ketika terdapat siswa yang mengalami permasalahan psikologis atau permasalahan lainnya terkait kebutuhan dasar anak?

42 of 321

#AyoBahagia

Aktivitas 1

Kartu Tim Penanganan Kasus

Aktivitas ini bertujuan untuk menjelaskan berbagai profesi atau tim penanganan kasus yang nantinya berpotensi bekerjasama dengan sekolah

43 of 321

#AyoBahagia

  1. Guru dibagi menjadi beberapa kelompok dimana setiap kelompok terdiri atas 3-5 orang.
  2. Setiap kelompok akan mendapatkan 2 kartu tim penanganan kasus 1) peran atau profesi yang berkaitan dengan penanganan kasus anak, 2) fungsi dan tugas profesi yang berkaitan dengan penanganan kasus anak
  3. Setiap kelompok bertugas untuk memasankan peran dari profesi tersebut sesuai dengan tugasnya masing-masing.

Tahap Pelaksanaan

Profesi

Fungsi dan Tugas

44 of 321

#AyoBahagia

45 of 321

#AyoBahagia

  1. Setelah setiap kelompok mengidentifikasi peran dan tugas dari masing-masing profesi tersebut, mereka akan membagi kartu tim penanganan kasus tersebut menjadi dua kelompok yakni Tim Pendamping dan Tim Rujukan. Namun sebelumnya, guru harus memahami apa itu tim pendamping dan tim rujukan.

Tim Pendamping

Tim Rujukan

46 of 321

#AyoBahagia

Pesan Penting

Terdapat beberapa jenis layanan sosial yang dapat diakses oleh anak, keluarga, dan pihak sekolah. Layanan tersebut akan membantu dan mendampingi anak untuk mengatasi masalah yang dialami baik itu terkait permasalahan psikologis ataupun masalah lain yang berkaitan dengan pemenuhan hak anaknya

47 of 321

#AyoBahagia

Aktivitas 2

Dukungan Psikologis Awal (DPA)

Aktivitas ini bertujuan untuk memberikan pemahaman guru mengenai konsep dukungan psikologis awal, dan bagaimana memberikan DPA kepada siswa yang membutuhkan

48 of 321

#AyoBahagia

Dukungan Psikologis Awal (DPA) dapat didefenisikan sebagai sebuah respon atau dukungan psikologis yang diberikan kepada seseorang yang memerlukan bantuan karena mengalami masalah psikologis ataupun masalah lainnya. DPA bertujuan untuk membantu seseorang mengelola situasi yang sedang dihadapi dan membuat keputusan yang tepat berdasarkan informasi yang dimiliki

Materi DPA

Apa itu DPA?

Hal yang penting dipahami dalam hal ini adalah bahwa pemberian DPA sebaiknya dilakukan sesegara mungkin agar kiranya dampak yang dirasakan oleh orang yang membutuhkan DPA dapat diminimalisir atau diatasi segera mungkin

Kapan harus memberikan DPA?

49 of 321

#AyoBahagia

Apa yang Perlu Dilakukan?

  • Membantu orang-orang untuk mendapatkan akses terhadap kebutuhan dasar seperti makanan, minuman, informasi, dan kebutuhan dasar lainnya
  • Menjadi pendengar yang baik, namun tidak memaksa seseorang untuk berbicara untuk menceritakan masalahnya
  • Menghibur dan membantu mereka agar merasa tetap tenang;
  • Membantu orang-orang untuk terhubung pada penyedia informasi, layanan sosial, dan layanan- layanan lainnya
  • Melindungi orang-orang dari bahaya yang lebih lanjut, yang berpotensi akan terjadi

50 of 321

#AyoBahagia

Pernyataan yang salah Mengenai DPA

  • DPA yang hanya bisa dilakukan oleh tenaga professional seperti psikolog, konselor, dan tenaga professional lainnya.
  • DPA menuntut informasi yang detail tentang kejadian krisis yang dialami seseorang.
  • DPA menuntut orang untuk menganalisis apa yang telah terjadi pada mereka, menjelaskan kejadian sesuai dengan urutan waktu dan kejadian.
  • DPA menuntut agar masalah yang dialami oleh penyintas dapat diselesaikan pada saat itu juga.

51 of 321

Prinsip Dasar

Hal yang perlu diperhatikan

Lihat (Look)

Situasi saat ini

Siapa yang mencari bantuan

Apa saja resiko yang dihadapi klien/penyintas

Kebutuhan dari orang yang terdampak

Reaksi emosi yang wajar muncul

Dengarkan (Listen)

Memulai percakapan

Pemberi Layanan memperkenalkan diri

Memberikan perhatian dan mendengarkan secara aktif

Menerima perasaan atau emosi

Menenangkan seseorang yang ada dalam situasi distres

Menanyakan mengenai kebutuhan dan keprihatinan

Membantu menemukan solusi akan kebutuhan dan permasalahan

Hubungkan (Link)

Mengakses informasi

Menghubungkan dengan orang tercinta dan dukungan sosial

Menangani masalah praktis

Mengakses layanan dan bantuan lain

#AyoBahagia

Prinsip DPA

52 of 321

#AyoBahagia

3 Aspek Dasar dalam DPA

Safety

Dignity

Rights

53 of 321

#AyoBahagia

  1. Fasilitator kembali menekankan bahwa tiga hal mendasar mengenai standar operasi DPA adalah lihat, dengar, dan hubungkan. Untuk memberikan pemahaman yang lebih mengenai 3 hal mendasar dalam DPA, maka fasilitator membagi peserta menjadi beberapa kelompok dimana setiap kelompok terdiri atas 4-5 orang.
  2. Setiap kelompok akan mendapatkan 1 contoh kasus anak yang perlu diberikan penanganan awal.
  3. Fasilitator membagikan lembar kerja “Dukungan Psikologis Awal” kepada setiap kelompok.
  4. Setiap kelompok diinstruksikan untuk menuliskan dan menjelaskan apa saja yang perlu dilakukan dan apa saja hal yang perlu diperhatikan di setiap tahap DPA yang telah dijelaskan sebelumnya (Lihat, Dengar, dan Hubungkan) sesuai dengan kasus yang diperoleh.

Tahap Pelaksanaan

54 of 321

#AyoBahagia

LIHAT

DENGAR

HUBUNGKAN

Lembar Kerja “Dukungan Psikologis Awal

55 of 321

#AyoBahagia

56 of 321

#AyoBahagia

57 of 321

#AyoBahagia

58 of 321

#AyoBahagia

Aktivitas 3

Mekanisme Penanganan dan Rujukan Kasus Anak

Aktivitas ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai pentingnya mekanisme penanganan dan rujukan kasus anak, serta bagaimana mengembangkan mekanisme penanganan dan rujukan kasus tersebut

59 of 321

#AyoBahagia

Tahap Pelaksanaan

  1. Guru dibagi menjadi beberapa kelompok dimana setiap kelompok terdiri atas 3-5 orang.
  2. Fasilitator membagikan lembar kerja penanganan dan rujukan kasus anak dan menjelaskan pengisian lembar kerja tersebut.
  3. Setelah guru melengkapi lembar kerja tersebut, ffasilitator menginstruksikan guru membuat mekanisme penanganan dan rujukan kasus berdasarkan data pada hasil lembar kerja penanganan dan rujukan kasus.
  4. Fasilitator menjelaskan contoh mekanisme penanganan dan rujukan kasus berbasis sekolah (Mekanisme Terlampir).
  5. Fasilitator mempersilahkan perwakilan beberapa kelompok untuk mempersentasikan hasil diskusi kelompoknnya

60 of 321

#AyoBahagia

No

Potensi Kasus

Siapa yang menangani

Bentuk Penanganan awal dari Sekolah

Rujukan Kasus Ditujukan untuk

1

Siswa mengalami gangguan kesehatan

Guru Mata Pelajaran dan Guru Kelas

Guru mengamati kondisi siswa dan mencari tahu kondisi yang dirasakan oleh siswa, dan mengambil keputusan apakah perlu dilakukan rujukan atau tidak.

Dinas Kesehatan (Puskesmas Terdekat)

2

3

………………..

 

………………..

………………..

4

…………………

 

…………………

…………………

5

………………..

 

………………..

………………..

6

………………..

 

…………………

…………………

7

…………………

 

………………..

………………..

8

………………..

 

…………………

…………………

9

………………..

 

………………..

………………..

10

…………………

 

…………………

…………………

Lembar kerja penanganan dan rujukan kasus anak

61 of 321

#AyoBahagia

    • Guru dalam hal ini sekolah termasuk sebagai tim pendamping dalam hal penanganan dan rujukan kasus anak. Maka dari itu peran sekolah dalam hal ini guru sangat penting dalam mendampingi anak dalam hal ini siswa yang memiliki kasus
    • Sekolah dapat mempunyai peran sebagai penghubung antara anak atau keluarga dengan penyedia layanan social yang dapat diakses oleh anak dan keluarga.
    • Sekolah sebaiknya mempunyai mekanisme yang jelas dalam menangani dan merujuk kasus anak, agar proses tersebut dapat dilakukan secara konsisten dan sesuai dengan aturan yang telah disepakati oleh pihak sekolah

Apa yang telah Dipelajari dari Sesi ini?

62 of 321

Modul Aktivitas Siswa

Topik 1

Aku dan Diriku

#AyoBahagia

Dukungan Kesehatan Mental dan Psikososial

63 of 321

#AyoBahagia

Mengapa Kita Mempelajari Materi ini?

Pendahuluan

  • Selama pandemi ini tanpa disadari kita sering mengabaikan yang namanya kesehatan mental, walaupun faktor eksternal juga berpengaruh, tetapi faktor internal memegang peran yang sangat penting
  • Apa itu yang di maksud faktor internal dan mengapa itu penting di kokohkan bagi kesehatan remaja? Faktor internal tersebut adalah mengenal diri sendiri.
  • Dengan mengenal diri sendiri siswa akan mampu mengenali kelebihan dan kekurangannya, dapat mengelola emosi positifnya, menjadi lebih percaya diri, memiliki keterampilan asertif, tahu tujuan hidupnya serta dapat mengambil keputusannya sendiri secara mandiri.

64 of 321

#AyoBahagia

QS. Āli ‘Imrān [3]: 135

 

وَالَّذِيْنَ اِذَا فَعَلُوْا فَاحِشَةً اَوْ ظَلَمُوْٓا اَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللّٰهَ فَاسْتَغْفَرُوْا لِذُنُوْبِهِمْۗ وَمَنْ يَّغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلَّا اللّٰهُ ۗ وَلَمْ يُصِرُّوْا عَلٰى مَا فَعَلُوْا وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ

 

Demikian (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri,) mereka (segera) mengingat Allah lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya. Siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Mereka pun tidak meneruskan apa yang mereka kerjakan (perbuatan dosa itu) sedangkan mereka mengetahui(-nya).

65 of 321

#AyoBahagia

QS. al-Ḥasyr [59]: 18

 

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ

 

Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”

 

Kedua ayat di atas mendorong setiap orang untuk selalu melakukan muhasabah diri. Muhasabah diri bukan hanya memberi ruang bagi seseorang untuk mengenal kelebihan dan kekurangan dirinya tetapi juga membantu seseorang untuk fokus pada kekuatannya dan bukan kelemahannya. Ayat di atas menekankan pentingnya muhasabah diri atas apa yang terjadi dan fokus pada pencapaian hari esok dengan melibatkan pertimbangan niat dan hubungan dengan Allah

66 of 321

Tujuan Kegiatan

  1. Agar siswa dapat mengenal karakter dirinya
  2. Agar siswa dapat mengelola emosinya secara positif
  3. Agar siswa memiliki keterampilan komunikasi asertif

#AyoBahagia

67 of 321

#AyoBahagia

Alur Kegiatan

Fasilitator menyampaikan pentingnya topik ini dan tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini

Fasilitator menanyakan kepada guru mengenai bagaimana guru menangani kasus anak

 

 

 

Aktivitas 1

Mengenal Diriku

 

Aktivitas 2

Menggambar Ekspresif

 

Aktivitas 3

Bermain Peran

 

 

 

Fasilitator melakukan refleksi terkait hal yang menarik dari sesi ini

Fasilitator memberikan simpulan dan penguatan tentang materi yang telah diberikan

 

PENDAHULUAN

(10 Menit)

KEGIATAN INTI

(55 Menit)

 

PENGUATAN

(5 Menit)

 

68 of 321

#AyoBahagia

Apersepsi

Bagaimana perasaanmu hari ini?

Hal apa yang membuat mereka senang hari ini?

69 of 321

#AyoBahagia

Aktivitas 1

Mengenal Diriku

Aktivitas ini bertujuan untuk melatih anak agar dapat mengenal karakter dirinya, termasuk kekuatan dan kelemahannya.

70 of 321

#AyoBahagia

  1. Guru membagikan masing-masing satu kertas A4 dan spidol warna kepada siswa

  1. Guru menginstruksikan siswa untuk melipat kertas menjadi 4 bagian

Tahap Pelaksanaan

71 of 321

#AyoBahagia

Tahap Pelaksanaan

1

tuliskan nama dan menuliskan satu karakter yang khas pada dirinya dimulai dari huruf pertama nama panggilannya

72 of 321

#AyoBahagia

Tahap Pelaksanaan

Gambarkan dirimu dan sebutkan ciri-ciri fisik yang khas pada dirinya.

2

73 of 321

#AyoBahagia

Tahap Pelaksanaan

Gambarkan sesuatu yang menunjukkan kelebihanmu , boleh lebih dari 1

3

74 of 321

#AyoBahagia

Tahap Pelaksanaan

Gambarkan sesuatu yang menggambarkan kelemahan mereka dengan syarat mata tertutup. Boleh lebih dari 1

4

75 of 321

#AyoBahagia

Tahap Pelaksanaan

Beri kesempatan kepada beberapa siswa sebagai perwakilan untuk menjelaskan lembar aktivitas mengenal diri

76 of 321

#AyoBahagia

Pesan Penting

Mengenal diri merupakan cara terbaik untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan seseorang.

Dengan mengenal diri sendiri, hal ini akan membantu seseorang untuk lebih fokus terhadap kekuatan yang mereka miliki dan bukan pada kelemahannya. Mengenal diri juga dapat membentuk kepercayaan diri remaja dan mengoptimalkan potensinya.

77 of 321

#AyoBahagia

  • Mengenal diri: cara yang dapat dilakukan oleh remaja untuk mengenal kelebihan dan kekurangan yang mereka miliki.
  • Faktor-factor yang mempengaruhi penerimaan diri remaja: mengenal dan memahami diri, memiliki impian yang cukup realistis dimasa depan, tantangan dan ancaman dari lingkungan, sikap dan perilaku yang diterima dengan baik oleh lingkungan masyarakat, memliliki emosi yang cenderung stabil dalam menghadapi berbagai situasi hidup, tugas dan pencapaian yang telah diraih, penilaian terhadap diri sendiri serta bentuk pola asuh yang diterpakan orang tua terhadap anak.
  • Dengan mengenal diri, maka remaja akan lebih mudah dalam meyesuaikan diri dengan lingkungan. Selain itu dengan mengenal diri sendiri akan membuat remaja lebih bisa mengontrol segala perilaku dalam dirinya, maupun saat berhubungan dengan orang lain

Apa itu mengenal diri?

78 of 321

#AyoBahagia

Aktivitas 2

My Journal

Aktivitas ini bertujuan untuk membantu siswa mengelolah emosinya secara positif, sehingga dapat mengekspresifkan perasaannya dengan cara yang positif pula

79 of 321

#AyoBahagia

Info Guru

Journaling bisa dilakukan siswa kapan pun, terutama saat mereka sedang mengalami ketidakstabilan emosi. Menulis bisa menjadi cara paling aman untuk meluapkan emosi itu. Dalam menulis jurnal siswa bebas menuliskan apa pun yang ingin anda tulis. Jangan pedulikan struktur penulisannya, biarkan kata-kata yang tertulis mengalir begitu saja sesuai dengan ide dan perasaannya.Jangan pernah takut atau khawatir tentang salah ejaan, karena journaling adalah tentang menulis bebas.

.

80 of 321

#AyoBahagia

Tahap Pelaksanaan

  1. Guru menyampaikan bahwa pada aktivitas ini siswa akan sama-sama belajar mengekspresikan perasaan/ emosi melalui aktivitas “My Journal”.
  2. Guru membagikan kertas kraft brown dan pulpen kepada masing-masing siswa. Guru menampilkan beberapa topik berikut:
  3. Apa yang membuatmu bahagia saat ini?
  4. Apa yang menjadi impian kamu saat ini?
  5. Apa yang sedang kami pikirkan saat ini?
  6. Apa yang kamu rasakan saat ini?
  7. Apa yang membuatmu sedih saat ini?
  8. Apa yang kamu syukuri saat ini?
  9. Apa keinginanmu yang belum terwujud saat ini?
  10. Hal apa yang paling kamu takutkan saat ini?

81 of 321

#AyoBahagia

Tahap Pelaksanaan

3. Selanjutnya guru menginstruksikan siswa untuk memilih 3 pertanyaan yang ditampilkan pada layar yang paling dirasakan saat ini. Kemudian siswa diminta menjawab dengan bercerita di kertas kraft yang telah dibagikan.

4. Setelah selesai guru menginstruksikan siswa untuk mengkreasikan semenarik mungkin kertas jurnalnya.

5. Guru memberi kesempatan pada siswa jika ada yang ingin membacakan jurnalnya. Jika siswa tidak bersedia sebaiknya tidak dilakukan .

6. Guru mengapresiasi siswa karena telah aktif mengikuti aktivitas kedua yaitu my journal.

82 of 321

#AyoBahagia

Pesan Penting

Journaling adalah sebuah cara agar remaja dapat mengenali dan mengelola emosi dan perasaannya secara positif. Dengan mengelola emosi akan membantu remaja dalam menghadapi situasi yang memicu munculnya emosi, dan membantu remaja dalam menyesuaikan diri dengan orang lain.

 

.

83 of 321

#AyoBahagia

Aktivitas 3

Bermain Peran Perilaku Asertif

Aktivitas ini bertujuan agar siswa memiliki keterampilan komunikatif asertif

84 of 321

#AyoBahagia

Tahap Pelaksanaan

  1. Guru menyampaikan pada siswa bahwa pada aktivitas ini akan bersama-sama belajar asertif melalui kegiatan “bermain peran”

  1. Guru menyiapkan 4 kasus berikut:

85 of 321

#AyoBahagia

Tahap Pelaksanaan

Situasi 1

Rusmi dan nina adalah dua orang sahabat, suatu hari sepulang sekolah rusmi mengajak nian untuk nonton film bersama di bioskop. Namun, nina bingung karena keesekon harinya ia akan ulangan matemtaika dan telah membuat janji untuk belajar bersama dengan Sinta. Silahkan membuat skenario dan bermain peran untuk membantu nina memberikan respon penolakan yang harus diberikan kepada rusmi!

86 of 321

#AyoBahagia

Tahap Pelaksanaan

Situasi 2

Santi sudah berpacaran selama satu tahun dengan zoel, ulang tahun ke 17 santi, zoel mengajak santi untuk makan malam. Pada saat memberikan hadiah, zoel tiba-tiba meminta izin kepada sinta untuk cium pipinya. Silahkan membuat skenario dan bermain peran untuk membantu santi memberikan respon penolakan yang harus diberikan kepada zoel!

87 of 321

#AyoBahagia

Tahap Pelaksanaan

Situasi 3

Radit adalah anak yang sangat ramah terhadap teman-temannya, selain ramah radit anak yang jujur. Semalam ia selalu belajar dengan sungguh-sungguh karena hari ini ada ulangan bahasa indonesia. Pada saat ulangan tiba-tiba budi ingin menyontek jawaban Radit. Radit bingung karena disisi lain Radit ingin membantu Budi namun disisi lain Radit tau bahwa menyontek perbuatan yang tidak baik. Silahkan membuat skenario dan bermain peran untuk membantu Radit memberikan respon yang seharusnya kepada Budi!

88 of 321

#AyoBahagia

Tahap Pelaksanaan

Situasi 4

Mia bercita-cita menjadi pelukis dan ingin mengambil jurusan seni ketika kuliah, karena ia sangat gemar menggambar sejak kecil. Namun karena kedua orang tua mia adalah dokter, Mia selalu ditegaskan harus mengambil jurusan kedokteran ketika kuliah. Mia sangat bingung bagaimana menyampaian kepada orang tuanya bahwa ia ingin menjadi pelukis profesional dan tidak ingin menjadi dokter. Silahkan membuat skenario dan bermain peran untuk membantu Mia memberikan respon yang baik kepada orang tuanya!

89 of 321

#AyoBahagia

Tahap Pelaksanaan

  1. Guru membagi siswa menjadi empat kelompok, kemudian masing-masing kelompok menunjuk perwakilan untuk mengambil topik yang telah disediakn guru

  1. Selanjutnya masing-masing kelompok diberi 7-10 menit untuk mendiskusikan topiknya, kemudian membuat skenarionya

  1. Guru memberi kesempatan setiap siswa untuk perankan didepan kelas

  1. Guru memberikan apresiasi kepada siswa karena telah aktif berpartisipasi pada

90 of 321

#AyoBahagia

Info Untuk Guru

Tips memiliki keterampilan asertif bagi siswa. Agar remaja memiliki keterampilan asertif guru dapat melatihkan hal-hal berikut pada siswa :

  • Katakan tidak, tegas dan tenang tidak perlu mengatakan: “saya menyesal” atau “saya minta maaf”
  • Katakan tidak, diikuti dengan penjelasan mengenai apa yang anda inginkan atau apa yang ingin anda lakukan. Contoh: “ Saya tidak paham materi yang ibu jelaskan, bisakah ibu menjelaskan sekali lagi”.
  • Katakan tidak, kemudian jelaskan alasan anda! Bukan berisi permintaan maaf dan penjelasan yang bertele-tele .
  • Katakan tidak, kemudian beri beberapa pilihan . Misalnya: “Saya tidak bisa meminjamkan buku pelajaran biologi saat ini, akan tetapi saya bisa pinjamkan buku ini besok sesudah pulang sekolah”.
  • Katakan ya, kemudian beri alasan akan penolakan atau alternatif pemecahannya. Pendekatan ini sangat menarik. Misalnya: “Ya, saya dapat membantu anda mengetik tugas ini, tetapi tidak seluruh halaman...”.

 

91 of 321

#AyoBahagia

Pesan Penting

Keterampilan asertif berada diantara perilaku pasif dan agresif. Seseorang yang agresif cenderung menunjukkan sikap yang merugikan orang lain dengan sikap-sikap yang tidak sesuai seperti mempermalukan, dan menyerang orang lain.

Orang yang pasif adalah mereka yang tidak mampu mengekspresikan emosinya, yang pada akhirnya memicu orang lain memberikan respon yang tidak sesuai.

Sedangkan keterampilan asertif merupakan kemampuan individu untuk menyatakan apa adanya dengan tegas dengan mengekspresikan perasaannya untuk mendapatkan hak-haknya dan juga menjaga hak orang lain diantaranya, (1) memahami hak individu bersifat pribadi (2) melakukan sebuah usaha untuk mencapai kemampuan mengekspresikan emosi dan perasaannya.

92 of 321

#AyoBahagia

  1. Mengenal diri merupakan cara terbaik untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan seseorang. Dengan mengenal diri sendiri, hal ini akan membantu siswa untuk lebih fokus terhadap kekuatan yang mereka miliki dan bukan pada kelemahannya. Mengenal diri juga dapat membentuk kepercayaan diri remaja dan mengoptimalkan potensinya.

  1. Mengelola emosi akan membantu remaja dalam menghadapi situasi yang memicu munculnya emosi, dan membantu remaja dalam menyesuaikan diri dengan orang lain.

  1. Keterampilan asertif merupakan kemampuan individu untuk menyatakan apa yang dipikirkan dan dirasakan dengan tegas tanpa menyakiti perasaan orang lain.

Apa yang telah Dipelajari dari Sesi ini?

93 of 321

#AyoBahagia

Guru memberikan tantangan kepada siswa untuk membuat journaling dirumahnya untuk latihan mengekspesikan emosi perasaannya. Membuat jurnal dapat dikreasikan semenarik mungkin boleh di buku jurnal atau di aplikasi note atau aplikasi diary di handphonenya. Siswa boleh membaca kembali buku jurnalnya setelah dia selesai menulisnya.

Tantangan

94 of 321

Kegiatan Keseharianku

Modul Aktivitas Siswa

Topik 2

#AyoBahagia

Dukungan Kesehatan Mental dan Psikososial

95 of 321

#AyoBahagia

Mengapa Kita Mempelajari Materi ini?

Pendahuluan

  • Remaja usia 12 – 17 tahun umumnya memiliki kegiatan yang cukup padat dan bervariasi, mulati dari kegiatan di sekolah, olahraga, dan les-les tambahan
  • Aktivitas yang dilakukan remaja bukan hanya yang terkait dengan kegiatan sekilah saja, karena lingkaran pertemanan mereka menjadi lebih luas dan lebih bervariasi.
  • Remaja sudah mulai lebih mandiri, dan menggunakan waktu lebih banyak bersama teman-temannya

96 of 321

Tujuan Kegiatan

  1. Siswa mampu mengindentifikasi kegiatan-kegiatan yang dilakukannya sehari-hari, baik di rumah, di luar rumah, maupun di sekolah.
  2. Siswa mampu menuliskan tantangan-tantangan apa yang mereka rasakan dalam menjalankan aktivitas-aktivitas mereka sehari-hari.
  3. Siswa mampu mengidentikasi apa yang dapat mereka lakukan agar mereka dapat mengelola kegiatan-kegiatannya dengan baik.

#AyoBahagia

97 of 321

#AyoBahagia

Alur Kegiatan

Guru menyampaikan topik yang akan dipelajari pada modul ini, yaitu tentang Kegiatan Harianku

Guru menanyakan kepada siwa tentang aktivitas -aktivitas yang rutin mereka lakukan sehari-hari

 

 

 

Aktivitas 1

Identifikasi Kegiatan

 

Aktivitas 2

Dinding Curhat

 

 

Aktivitas 3

Rencana Perubahan

 

 

 

Guru menanyakan kembali apa yang telah dipelajari dari modul ini

Guru memberikan simpulan dan penguatan tentang materi yang telah dipelajari

 

PENDAHULUAN

(10 Menit)

KEGIATAN INTI

(55 Menit)

 

PENGUATAN

(5 Menit)

 

98 of 321

#AyoBahagia

Apersepsi

    • Kegiatan rutin apa yang biasa kalian lakukan di rumah, di sekolah dan di luar rumah?
    • Pernahkah kalian merasa tertekan, atau merasa kesulitan ketika aktivitas yang dilakukan sudah sangat padat?

99 of 321

#AyoBahagia

Aktivitas 1

Identifikasi Kegiatan

  1. Guru menyampaikan kepada siswa bahwa di Aktivitas 1 ini mereka diminta untuk mengidentifikasi aktivitas-aktivitas sehari-hari yang mereka lakukan.
  2. Guru menginstruksikan kepada siswa untuk bekerja secara individu dan menuliskan kegiatan-kegiatan yang rutin mereka lakukan sehari, di rumah, sekolah, dan di luar rumah.
  3. Setelah siswa selesai menuliskan aktivitas-aktivitas mereka, mintalah kepada siswa untuk saling memperlihatkan daftar kegiatan mereka ke siswa yang duduk di sampingnya
  • Les tambahan
  • Main musik
  • Nongkrong bersama teman-teman

100 of 321

#AyoBahagia

Aktivitas 1

Identifikasi Kegiatan

Waktu

Aktivitas

Pagi

05.00 – 12.00

Siang

12.00 – 16.00

Sore

16.00 – 18.00

Malam

18.00 – 21.00

101 of 321

  1. Guru menyampaikan kepada siswa untuk mengelompokkan kegiatan-kegiatan tersebut, mana yang merupakan kegiatan rutin yang sifatnya wajib, dan mana yang aktivitas di waktu luang yang menyenangkan buat mereka.
  2. Guru memastikan bahwa semua siswa telah menyelesaikan LK Identifikasi Kegiatan. Mintalah kepada beberapa siswa mempresentasikan hasil kerja mereka dan saling berbagi cerita tentang aktivitas-aktivitas yang menurut mereka menarik dan perlu dilakukan oleh remaja se-usia mereka.

#AyoBahagia

Aktivitas 1

Identifikasi Kegiatan

102 of 321

#AyoBahagia

Aktivitas 1

Identifikasi Kegiatan

Kegiatan Rutin yang Wajib

Kegiatan di Waktu Luang

103 of 321

  • Mintalah kepada beberapa siswa mempresentasikan hasil kerja mereka dan saling berbagi cerita tentang aktivitas-aktivitas yang menurut mereka menarik dan perlu dilakukan oleh remaja se-usia mereka.
  • Guru juga dapat meminta kepada siswa untuk menyebutkan aktivitas apa yang paling mereka sukai dan apa yang mereka tidak sukai.

#AyoBahagia

Aktivitas 1

Identifikasi Kegiatan

104 of 321

#AyoBahagia

Aktivitas 1

Identifikasi Kegiatan

Apa yang dipelajari:

Siswa perlu belajar untuk memilah antara kegiatan-kegiatan yang sifatnya rutin dan wajib dan kegiatan yang dilakukan di waktu luang. Keduanya sama pentingnya, namun perlu untuk dikelola dengan baik agar siswa tetap dapat menikmati semua aktivitasnya dengan senang.

105 of 321

  1. Guru menyampaikan kepada siswa bahwa dalam kehidupan sehari-hari, kadang-kadang kita berada dalam situasi dimana kita merasa bosan, jenuh, dan merasa tertekan dengan kegiatan-kegiatan kita sendiri. Misalnya, malas ke sekolah, atau tidak tahu kegiatan apa yang harus diprioritaskan.
  2. Guru meminta kepada siswa untuk menuliskan tantangan-tantangan yang mereka rasakan dan alami dalam aktivitas mereka sehari-hari, baik kegiatan wajib yang sifatnya rutin, maupun kegiatan yang dilakukan di waktu luang. Sampaikan kepada siswa bahwa mereka bisa menuliskan apa saja yang mereka rasakan dan alami.

#AyoBahagia

Aktivitas 2

Dinding Curhat

106 of 321

#AyoBahagia

Aktivitas 2

Dinding Curhat

  • Merasa Bosan
  • Malas beraktivtias
  • Mau tidur saja dan tidak melakukan apa-apa

107 of 321

Setelah selesai, Guru memandu diskusi tentang tantangan-tantangan tersebut. Beberapa poin yang dapat ditanyakan:

  1. Dalam situasi apa biasa tantangan tersebut biasanya muncul?
  2. Apa yang menyebabkan situasi tersebut terjadi?
  3. Biasanya apa yang siswa lakukan jika mengalami situasi yang tidak menyenangkan tersebut?

Berilah kesempatan kepada beberapa siswa untuk berbagi pengalamannya.

#AyoBahagia

Aktivitas 2

Dinding Curhat

108 of 321

#AyoBahagia

Apa yang dipelajari:

Siswa belajar bahwa mengalami situasi sulit dan tertekan adalah sesuatu yang wajar. Namun hal tersebut tidak boleh dibiarkan, mereka perlu memahami mengapa situasi tersebut, agar dapat mengantisipasi agar hal tersebut tidak terulang

Aktivitas 2

Dinding Curhat

109 of 321

  • Guru menyampaikan di Aktivitas 3 ini mereka akan membuat rencana perubahan. Rencana Perubahan adalah hal-hal yang perlu mereka lakukan agar apa yang terjadi di Aktivitas 2 dapat diminimalisir.
  • Guru dapat memberikan contoh perubahan-perubahan yang dapat dilakukan, misalnya: bangun tepat waktu, tidur lebih awal, mengurangi aktivitas di sore hari, atau sabtu – minggu digunakan untuk beristirahat di rumah.
  • Guru menginstruksikan kepada siswa untuk menuliskan rencana-rencana perubahan yang dapat mereka lakukan. Sampaikan kepada siswa bahwa rencana-rencana perubahan yang ditulis adalah yang terkait dengan tantangan-tantangan yang mereka rasakan dan alami di Aktivitas 2.
  • Guru meminta perwakilan 1 – 2 orang siswa untuk mempresentasikan LK mereka dan meminta tanggapan dari siswa lain. Mintalah siswa memberikan masukan jika mereka memiliki ide rencana perubahan yang berbeda.

#AyoBahagia

Aktivitas 3

Rencana Perubahan

110 of 321

#AyoBahagia

Aktivitas 3

Rencana Perubahan

Apa yang akan saya lakukan?

111 of 321

#AyoBahagia

Aktivitas 3

Rencana Perubahan

Apa yang dipelajari:

siswa perlu membuat perencanaan yang baik sebelum beraktivitas. Perubahan dan penyesuaian aktivitas berserta jadwalnya kadang-kadang perlu dilakukan agar mereka tetap dapat berkegiatan dalam kondisi sehat dan bahagia

112 of 321

#AyoBahagia

Sebagai agama paripurna, Islam mengajarkan pentingnya mempersiapkan perencanaan yang matang sebelum melakukan suatu aktifitas. Perencanaan yang matang akan memudahkan seseorang dalam mengeksekusi apa yang telah direncanakan. Allah berfirman dalam Q.S. al-Hasyr [59]: 18:

 

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ

 

Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”

113 of 321

#AyoBahagia

Ayat diA atas dikuatkan oleh sabda Nabi SAW yang menekankan pentingnya kesungguhan dalam merencanakan dan mengeksekusi suatu aktifitas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh al-Tabrani, Nabi SAW bersabda:

إن الله يحب إذا عمل أحدكم عملا أن يتقنه

“Sesungguhnya Allah menyukai suatu amal/kerjaan apabila dilakukan, dia bersungguh-sungguh dan memperhalusi amal/kerjaannya.”

 

114 of 321

#AyoBahagia

Salah satu contoh konkrit dari penting perencanaan dalam al-Qur’an adalah persiapan perang yang ditungkan dalam Q.S. al-Anfal [8]: 60:

 

وَاَعِدُّوْا لَهُمْ مَّا اسْتَطَعْتُمْ مِّنْ قُوَّةٍ وَّمِنْ رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُوْنَ بِهٖ عَدُوَّ اللّٰهِ وَعَدُوَّكُمْ وَاٰخَرِيْنَ مِنْ دُوْنِهِمْۚ لَا تَعْلَمُوْنَهُمْۚ اَللّٰهُ يَعْلَمُهُمْۗ وَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ شَيْءٍ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ يُوَفَّ اِلَيْكُمْ وَاَنْتُمْ لَا تُظْلَمُوْنَ

 

“Persiapkanlah untuk (menghadapi) mereka apa yang kamu mampu, berupa kekuatan (yang kamu miliki) dan pasukan berkuda. Dengannya (persiapan itu) kamu membuat gentar musuh Allah, musuh kamu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya, (tetapi) Allah mengetahuinya. Apa pun yang kamu infakkan di jalan Allah niscaya akan dibalas secara penuh kepadamu, sedangkan kamu tidak akan dizalimi.”

 

115 of 321

  • Guru menanyakan kepada siswa apa yang telah dipelajari dari sesi ini. Mintalah kepada siswa untuk menyebutkan kembali aktivitas yang telah mereka lakukan hari ini (misalnya: identifikasi kegiatan harian, tantangan dalam beraktivitas, dan rencana perubahan).
  • Mintalah kepada siswa untuk membuat Jadwal Harian dengan mempertimbangkan skala prioritas dan keseimbangan anatara kegiatan rutin yang sifatnya wajib dan kegiatan di waktu luang.
  • Sampaikan kepada siswa bahwa mereka juga memerlukan waktu untuk diri sendiri, baik itu untuk berisitrahat, berkumpul bersama keluarga, atau melakukan hal-hal yang mereka senangi.

#AyoBahagia

Penutup

116 of 321

Mengenal Perilaku Kekerasan

Modul Aktivitas Siswa

Topik 3

#AyoBahagia

Dukungan Kesehatan Mental dan Psikososial

117 of 321

Mengapa Kita Mempelajari Materi ini?

Pendahuluan

  • Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), menyatakan sepanjang tahun 2021 terdapat setidaknya 11.952 kekerasan anak yang tercatat oleh Sistem Informasi Online Perlindungan Anak (Simfoni), 58.6% merupakan kasus kekerasan seksual (sumber: Kompas Online).

118 of 321

Mengapa Kita Mempelajari Materi ini?

Pendahuluan

  • Survei yang dilakukan oleh International Center for Research on Woman (ICRW) menemukan bahwa 84% anak di Indonesia mengalami kekerasan di sekolah. Angka ini ternyata lebih tinggi dibandingkan Vietnam (79%). Nepal (79%), Kamboja (73%), dan Pakistan (43%) (sumber: Komisi Perlindungan Anak Indonesia, 2017)

119 of 321

Tujuan Kegiatan

  1. Siswa mampu menyebutkan dan memahami jenis-jenis kekerasan terhadap anak.
  2. Siswa mampu melakukan refleksi terkait perilaku siswa di sekolahnya yang berpotensi sebagai kekerasan di sekolah.
  3. Siwa mampu mengidentifikasi lokasi-lokasi terjadinya kekerasan terhadap anak di sekolah.
  4. Siswa memiliki gambaran bagaimana merespon jika terjadi kekerasan dan bagaimana mencegah terjadinya kekerasan di sekolah.

120 of 321

Alur Kegiatan

 Guru menyampaikan megapa topik ini penting untuk dipelajari, dan tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini

Guru menanyakan kepada guru bentuk-bentuk kekerasan yang mereka ketahui

 

 

Aktivitas 1

Memahami Kekerasan Terhadap anak

 

Aktivitas 2

Studi Kasus Kekerasan

 

Aktivitas 3

Denah Lokasi Kekerasan

 

PENDAHULUAN

(10 Menit)

KEGIATAN INTI

(55 Menit)

 

PENGUATAN

(5 Menit)

 

Guru melakukan refleksi terkait hal-hal yang telah dipelajari dari sesi ini

Guru memberikan simpulan dan penguatan tentang materi yang telah dipelajari

 

121 of 321

Dua kebijakan yang menjadi rujukan utama:

  • Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak
  • Permendikbud Nomor 82 tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Lingkunagn satuan Pendidikan

Aktivitas 1

Memahami Kekerasan terhadap Anak

122 of 321

Apersepsi

    • Siapa itu anak?
    • Apa itu kekerasan?

123 of 321

Menurut UU Perlindungan Anak:

  • Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan
  • Perlindungan Anak adalah kegiatan untuk menjamin dan melindungi Anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan beraprtisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi

Aktivitas 1

Memahami Kekerasan terhadap Anak

124 of 321

  • Kekerasan adalah setiap perbuatan terhadap anak yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, psikis, seksual, dan/atau penelantaraan, termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum (UU Perlindungan Anak)
  • Tindak Kekerasan adalah perilaku yang dilakukan secara fisik, psikis, seksual, dalam jaringan (daring), atau melalui buku ajar yang mencerminkan tindakan agresif dan penyerangan yang terjadi di lingkungan satuan pendidikan dan mengakibatkan ketakutan, trauma, kerusakan barang, luka/cedera, cacat, dan atau kematian (Permendikbud No. 82 tahun 2015)

Apa itu Kekerasan?

125 of 321

Islam sangat mengedepankan pentingnya memberikan perlindungan serta kasih sayang terhadap anak dan melarang melakukan kekerasan terhadap mereka. Hal itu disebabkan bentuk perlakuan terhadap anak sangat mempengaruhi perkembangan fisik dan mental mereka. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh al-Tirmizi dari Ibn Abbas, Nabi SAW bersabda:

 

‏ لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيرَنَا وَيُوَقِّرْ كَبِيرَنَا.‏"

 

Bukanlah termasuk golongan kami, orang yang tidak menyayangi anak kecil dan tidak menghormati orang yang dituakan diantara kami”.

126 of 321

Bahkan dalam QS. al-Isra' [17]: 31, Allah menegaskan kembali kecintaannya kepada anak-anak dengan menyiapkan dan memberikan rezki kepada mereka. Anak-anak memiliki hak hidup tumbuh berkembang secara optimal dan terhindar dari perilaku kekerasan. Karena itu, Allah SWT sangat melarang keras membunuh anak-anak sekalipun dengan alasan kemiskinan. Allah SWT berfirman:

 

وَلَا تَقْتُلُوْٓا اَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ اِمْلَاقٍۗ نَحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَاِيَّاكُمْۗ اِنَّ قَتْلَهُمْ كَانَ خِطْـًٔا كَبِيْرًا

 

Janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka dan (juga) kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka itu adalah suatu dosa yang besar.”

127 of 321

Potensi terjadinya kekerasan terhadap anak bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Atas dasar itu, Allah SWT memberikan hukuman keras terhadap setiap perilaku zalim yang diarahkan kepada anak sebagaimana perilaku merampas harta harta dan hak-hak anak yatim. Allah SWT berfirman dalam Q.S. al-Nisa’ [4]: 10:

 

اِنَّ الَّذِيْنَ يَأْكُلُوْنَ اَمْوَالَ الْيَتٰمٰى ظُلْمًا اِنَّمَا يَأْكُلُوْنَ فِيْ بُطُوْنِهِمْ نَارًا ۗ وَسَيَصْلَوْنَ سَعِيْرًا .

 

Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api dalam perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).”

128 of 321

Jenis-Jenis Kekerasan

Kekerasan Fisik

Kekerasan Psikis atau Emosional

Kekerasan Seksual

Eksploitasi Anak

Penelantaran Anak

129 of 321

  • Kekerasan fisik adalah kekerasan yang mengakibatkan cedera fisik, atau berpotensi terjadinya cedera fisik

Kekerasan Psikis atau Emosional adalah kekerasan yang mengakibatkan atau berpotensi terjadinya gangguan kesehatan atau perkembangan mental, spiritual, moral dan sosial terhadap anak.

130 of 321

Penelantaran anak adalah tidak tersedianya sumber daya yang layak yang dimiliki oleh keluarga atau pengasuh untuk tumbuh kembang anak pada aspek kesehatan, pendidikan, rumah, nutrisi,

Eksploitasi anak adalah pemanfaatan anak dalam pekerjaan atau aktivitas lain untuk keuntungan orang lain,

131 of 321

  • Kekerasan seksual adalah kegiatan melibatkan anak dalam kegiatan seksual, dan anak tidak memahami tentang hal tersebut.
  • Grooming adalah sebuah pendekatan yang dilakukan oleh pelaku kekerasan seksual dengan cara mempersiapkan anak untuk aktivitas seksual.
  • Pendekatan yang dilakukan adalah melalui hubungan pertemanan atau menjalin kedekatan secara emosional baik dengan anak, maupun dengan orang tua atau pengasuhnya.
  • Setelah terjadi kedekatan dan ada saling percaya, pelaku kekerasan seksual dapat dengan mudah melakukan tindakan kekerasan seksual karena anak sudah merasa aman dan nyaman bersama pelaku.

132 of 321

  1. Guru menyiapkan LK.1. Bentuk-bentuk Kekerasan
  2. Guru meminta siswa untuk bekerja secara berkelompok , setiap kelompok terdiri atas 3 orang.
  3. Guru memberikan instruksi kepada setiap kelompok untuk menuliskan bentuk-bentuk kekerasan yang pernah mereka lihat, amati, di lingkungan sekolah, rumah dan masyakarat.
  4. Guru meminta perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil kerja mereka/

Aktivitas 1 – Memahami Kekerasan

133 of 321

LK 1 Bentuk-bentuk Kekerasan

Jenis Kekerasan

Bentuk kekerasan

Kekerasan Fisik

  • Memukul
  • ……
  • ……

Kekerasan Psikis (Emosional)

  • Mengejek, mempermalukan
  • ………
  • ………..

 

Kekerasan Seksual

  • Pornografi
  • ………….
  • ………..

Eksploitasi

  • Mempekerjakan anak
  • ……………
  • ……………

Penelantaran

  • Mengabaikan kebutuhan anak dengan sengaja
  • ……………….
  • ………………..

134 of 321

Pesan Penting

Apa yang dipelajari:

Terdapat beberapa bentuk-bentuk kekerasan yang bisa dialami oleh siswa. Kekerasan tersebut bisa terjadi dimana saja dan kapan saja. Kekerasan biasaya dilakukan oleh orang terdekat sehingga kadang sangat sulit teridentifikasi

135 of 321

Dampak Kekerasan terhadap Anak

Gangguan Fisik

Gangguan Psikologis

Dampak Seksual

136 of 321

  1. Guru membagi siswa ke dalam 5 kelompok. Setiap kelompok akan mendiskusikan 1 kasus.
  2. Berdasarkan kasus yang mereka terima, Guru meminta mereka menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:
    1. Apa bentuk-bentuk kekerasan yang terjadi pada kasus tersebut?
    2. Siapa yang mengalami kekerasan?
    3. Apa yang sebaiknya dilakukan untuk mencegah terjadinya kekerasan tersebut?
    4. Apa yang seharusnya dilakukan jika menyaksikan dan mengetahui telah terjadi kekerasan terhadap anak?

Aktivitas 2

Studi Kasus Kekerasan

137 of 321

Aktivitas 2

Studi Kasus Kekerasan

Kasus 1

Fizah adalah seorang anak perempuan berusia 4 tahun. Ayah dan ibunya bekerja, dan setiap hari berangkat jam 06.00 pagi dan pulang setelah matahari terbenam. Supaya ada yang merawat Fizah, ayah dan ibunya sepakat untuk mencari penjaga anak yang dapat mengurusi kebutuhan Fizah sehari-hari. Namun ternyata, Fizah tidak dijaga dengan baik. Dalam sehari, dia sering hanya sekali minum susu, dan tidak disediakan makanan sehat untuk anak seusianya. Kejadian ini terjadi selama berbulan-bulan sampai Fizah jatuh sakit. Kata dokter, Fizah mengalami kekurangan gizi. Selain itu, ketika Fizah merengek meminta makanan kepada penjaganya, dia lebih sering mendapat bentakan dan disuguhi makanan secara kasar.

138 of 321

Aktivitas 2

Studi Kasus Kekerasan

Kasus 2

Sinta siswa kelas VII. Dia adalah anak yang ramah dan senang membantu temannya. Namun belakangan, Sinta kelihatan murung, dan lebih suka menyendiri. Ternyata ada kejadian tidak menyenangkan ketika Sinta mengerjakan tugas kelompok. Sinta lupa mengerjakan bagian yang menjadi tanggung jawabnya, hingga temanya-temannya marah dan tidak lagi menganggap dia sebagai bagian dari kelompok mereka. Sinta merasa sangat sedih dan merasa tidak lagi dipercaya oleh teman-temannya.

139 of 321

Aktivitas 2

Studi Kasus Kekerasan

Kasus 3

Rusman setiap sore mengikuti les privat yang difasilitasi oleh orang tuanya. Di rumahnya, les privat dilakukan di ruang belajar, atau di kamarnya, dan hanya ada Rusman dan guru lesnya di ruangan tersebut. Sebelum belajar, guru les ini ternyata selalu membuka video porno dan mengajak Rusman untuk menonton bersama. Awalnya, Rusman merasa tidak nyaman, namun karena sudah sering melakukannya, Rusman malah selalu meminta untuk diputarkan video porno dan berusaha mencari sendiri melalui handphone yang diberikan oleh orang tuanya.

140 of 321

Aktivitas 2

Studi Kasus Kekerasan

Kasus 4

Di salah satu pertigaan jalan di pusat kota, terdapat sekelompok anak yang bekerja sebagai pengemis dan sengaja didandan dengan pakaian sobek-sobek dan kotor. Mereka diminta untuk berada di pertigaan jalan tersebut pada jam-jam sibuk. Sehari-hari, sekelompok anak ini hanya dibekali air mineral 1 gelas dan sebungkus biskuit kecil. Di sore hari, anak-anak ini diminta untuk melakukan setoran uang yang mereka terima kepada oknum orang dewasa yang menugasi mereka. Jika tidak ada setoran, maka sanksi yang mereka terima adalah mereka tidak akan menerima makan malam dan harus puasa sampai keesokan harinya.

141 of 321

Aktivitas 2

Studi Kasus Kekerasan

Kasus 5

Fatur siswa kelas VII. Setiap pulang sekolah selalu mengeluh perutnya sakit. Setelah orang tuanya mencari tahu, ternyata Fatur tidak pernah makan bekal makanan yang dibawanya dari rumah. Setiap kali membuka bekalnya, teman-temannya langsung menertawakannya dan mengambil makanan yang dia bawa. Fatur tidak berani ke kantin sekolah untuk makan, karena untuk menuju ke kantin harus melalui koridor kelas VIII dan kelas IX, dan kursi di kantin biasanya dikuasai oleh kakak-kakak kelasnya yang selalu usil mengganggu. Fatur sudah pernah mengalaminya beberapa kali.

142 of 321

Pesan Penting

Apa yang dipelajari:

Pemahaman tentang kekerasan terhadap anak sangat penting untuk dipahami oleh kita semua. Pemahaman ini akan membantu untuk dapat mengidentifikasi awal jika terdapat teman kita yang mengalami kekerasan di rumah atau di sekolah. Kekerasan bisa saja terjadi tanpa kita sadari, yang bisa berakibat fatal terhadap proses tumbuh kembang siswa

143 of 321

  1. Guru mempersiapkan Gambar 1. Denah Sekolah dan Gambar 2. Denah Rumah di karton manila.
  2. Guru membagi siswa ke dalam 2 kelompok, kelompok Denah Sekolah dan kelompok Denah Rumah.
  3. Guru meminta kepada peserta untuk memberi tanda centang pada lokasi-lokasi di sekolah dan di rumah yang rentan terjadi kekerasan terhadap anak.
  4. Guru meminta kepada perwakilan masing-masing kelompok untuk mempresentasikan hasil kerjanya.

Aktivitas 3

Denah Lokasi Kekerasan

144 of 321

  1. Guru menanyakan kepada siswa apa yang sebaiknya dilakukan oleh siswa ketika sudah mengetahui bahwa lokasi tersebut rentan terjadi kekerasan?

Beberapa penjelasan yang dapat diberikan:

    • Pastikan ada yang menemani jika mau ke toilet, atau lokasi lain yang dianggap rentan
    • Ceritakan kepada guru jika mengalami atau melihat kekerasan di sekolah
    • Jangan berada di ruang tertutup jika hanya berdua dengan orang lain
    • Di rumah, jangan memasukkan orang yang tidak dikenal ke rumah
    • Pastikan pintu kamar terbuka jika ada orang lain di dalam kamar tersebut
    • Ceritakan kepada orang tua / keluarga jika merasa ada perilaku yang mencurigakan jika ada yang berkunjung ke rumah

Aktivitas 3

Denah Lokasi Kekerasan

145 of 321

Aktivitas 3

Denah Lokasi Kekerasan

146 of 321

Aktivitas 3

Denah Lokasi Kekerasan

147 of 321

Pesan Penting

Apa yang dipelajari:

Kekerasan bisa terjadi di mana saja. Baik di sekolah, maupun di rumah. Penting bagi guru dan orang tua untuk mengantisipasi terjadinya kekerasan terhadap anak.

148 of 321

  1. Guru menanyakan kepada siswa apa yang telah dipelajari dari modul ini. Tanyakan kembali bentuk-bentuk kekerasan yang telah dipelajari.
  2. Guru menyampaikan kepada siswa bahwa kita semua bisa berperan aktif terhadap pencegahan kekerasan terhadap anak. Tanyakanlah kepada siswa, apa yang bisa mereka lakukan untuk mencegah terjadinya kekerasan di lingkungan terdekat mereka.
  3. Guru memberikan tantangan kepada siswa untuk melakukan 1 langkah nyata untuk mencegah kekerasan di sekolah. Misalnya dengan melakukan kampanye atau sosialisasi anti kekerasan, atau dengan membuat hashtag (#anti kekerasan).
  4. Mintalah siswa untuk memposting langkah nyata tersebut melalui akun media sosial mereka (Instagram, facebook).

Penutup

149 of 321

Terima Kasih

150 of 321

Memahami Perilaku Perundungan

Modul Aktivitas Siswa

Topik 4

#AyoBahagia

Dukungan Kesehatan Mental dan Psikososial

151 of 321

Mengapa Kita Mempelajari Materi ini?

Pendahuluan

  • Guru menyampaikan kepada siswa bahwa di sesi ini mereka akan belajar tentang perilaku bullying.
  • Guru memulai dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan berikut:
  • Apakah kalian pernah mendengar istilah bullying?
  • Apa yang kalian pahami tentang bullying?
  • Perilaku-perilaku apa saja yang pernah kalian lihat yang menurut kalian adalah bully?
  • Guru menyampaikan tujuan topik ini

152 of 321

Tujuan Kegiatan

  1. Siswa memahami apa itu bullying, jenis-jenis bullying, dan dampak dari perilaku bullying.
  2. Siswa mampu mengidentifikasi penyebab perilaku bullying dan mampu menawarkan perilaku positif yang dapat dilakukan untuk mencegah bullying, terutama di sekolah.

153 of 321

Alur Kegiatan

Guru

menyampaikan pentingnya topik ini dan tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini

Guru

menanyakan kepada peserta terkait pemahaman awal mereka mengenai perilaku Bullying

 

 

 

Aktivitas 1

Mengenal Bullying

Aktivitas 2

Tebak Jenis Perundungan

Aktivitas 3

Lingkaran Bullying

 

 

 

Fasilitator

melakukan refleksi terkait hal yang menarik dari sesi ini

Fasilitator

memberikan simpulan dan penguatan tentang materi yang telah diberikan

 

PENDAHULUAN

(10 Menit)

KEGIATAN INTI

(55 Menit)

 

PENGUATAN

(5 Menit)

 

154 of 321

Apersepsi

  1. Apakah siswa pernah mendengar istilah bullying?
  2. Apa yang siswa pahami tentang bullying?
  3. Perilaku-perilaku apa saja yang pernah siswa lihat yang menurut siswa adalah bully?

155 of 321

Aktivitas 1

Mengenal Perilaku Bullying

Aktivitas ini bertujuan agar siswa memahami apa itu bullying, jenis-jenis bullying, dan dampak dari perilaku bullying.

156 of 321

Islam mengajarkan pentingnya nilai-nilai persaudaraan di kalangan umat Islam dengan menyangi saudaranya sebagaimana menyayangi dirinya sendiri. Dalam sebuah hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Musa r.a., Nabi SAW mendorong umat Islam untuk saling menguatkan antara satu dengan yang lain. Beliau bersabda:

 

الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا.

 

Sungguh (sebagian) mukmin kepada (sebagian) mukmin lainnya seperti bangunan, yang menguatkan sebagian dengan sebagian lainnya.”

157 of 321

Demikian juga hadis yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dari Abu Hurairah r.a., Nabi SAW bersabda:

 

الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يُسْلِمُهُ، وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ، وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرُبَاتِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ.

 

"Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim yang lain. Dia tidak boleh menzalimi saudaranya atau menyerahkan saudaranya kepada musuh. Barangsiapa yang menolong saudaranya dalam saat kesulitan, maka Allah akan menolongnya dalam saat kesulitan. Barangsiapa yang meringankan beban seorang Muslim, maka Allah akan meringankan baginya di dunia dan akhirat."

158 of 321

Atas dasar itu, Allah SWT dengan tegas melarang seseorang melakukan tindakan perundungan, baik dalam bentuk menghina, mengolok-olok, merendahkan, dan memanggil saudaranya dengan panggilan yang buruk. Allah SWT berfirman dalam QS al-Hujurat [49] : 11:

 

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّنْ قَوْمٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُوْنُوْا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاۤءٌ مِّنْ نِّسَاۤءٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّۚ وَلَا تَلْمِزُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوْا بِالْاَلْقَابِۗ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوْقُ بَعْدَ الْاِيْمَانِۚ وَمَنْ لَّمْ يَتُبْ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ 

 

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barangsiapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”

159 of 321

  1. Aktivitas pertama yang akan dilakukan di sesi ini adalah menonton video tentang “Mengenal Perilaku Bullying” (https://youtu.be/zSzRylzqsJQ)
  2. Instruksikan kepada siswa untuk menonton video dengan seksama. Sebelumnya, sampaikan bahwa video “Mengenal Perilaku Bullying” ini berisi informasi tentang:
  3. Apa itu bullying
  4. Macam-macam perilaku bullying
  5. Mengapa bullying terjadi.
  6. Dampak bullying
  7. Hal-hal yang perlu dilakukan jika bullying terjadi.

Tahap Pelaksanaan

160 of 321

3. Setelah video selesai, tanyakanlah kepada siswa apa yang sudah mereka pelajari tentang bullying berdasarkan video yang telah ditonton. Tanyakan kembali kepada siswa mengenai informasi-informasi yang disampaikan di video seperti yang dituliskan di poin nomor 2 di atas. Selanjutnya, berikanlah penjelasan tambahan berdasarkan bahan presentasi yang telah disiapkan.

4. Berikanlah kesempatan kepada siswa untuk bertanya jika terdapat hal-hal yang

kurang mereka pahami. Siswa juga dapat kita minta untuk bercerita tentang perilaku bullying yang pernah mereka lihat di sekolah.

161 of 321

Aktivitas 2

Tebak Jenis-jenis Bullying

Aktivitas ini bertujuan untuk siswa mampu mengidentifikasi penyebab perilaku bullying dan mampu menawarkan perilaku positif yang dapat dilakukan untuk mencegah bullying, terutama di sekolah.

162 of 321

  1. Siapkanlah 5 area di ruangan, dan tempelkan nama area denga tulisan: 1) Bullying Verbal, 2) Bullying Fisik, 3) Bullying Sosial, 4) Cyber Bullying, 5) Perilaku kekerasan tapi bukan Bullying.

  1. Bacakanlah satu per satu kasus yang yang telah disiapkan di materi ini. Setiap selesai 1 kasus, mintalah siswa untuk menentukan apakah kasus tersebut 1) Bullying Verbal, 2) Bullying Fisik, 3) Bullying Sosial, 4) Cyber Bullying, atau 5) Perilaku kekerasan tapi bukan Bullying, dengan cara berdiri di sekitar area yang dipilih.

Tahap Pelaksanaan

163 of 321

3. Berilah kesempatan kepada siswa untuk menjelaskan mengapa mereka memilih area tersebut. Hal tersebut akan membantu siswa untuk lebih memahami perbedaan setiap jenis perilaku bullying dan perbedaan bullying dan bentuk perilaku kekerasan lainnya.

4. Sebelum berpindah ke aktivitas berikutnya, ingatkan kembali siswa tentang 4 macam perilaku bullying, dan perilaku kekerasan lainnya yang juga berpotensi menjadi bullying, terutama di lingkungan sekolah.

164 of 321

Aktivitas 3

Lingkaran Bullying

Aktivitas ini bertujuan untuk siswa mampu mengidentifikasi penyebab perilaku bullying dan mampu menawarkan perilaku positif yang dapat dilakukan untuk mencegah bullying, terutama di sekolah.

165 of 321

  1. Sampaikan kepada siswa bahwa aktivitas ke-3 yang akan dilakukan adalah Role Play Lingkaran Bullying. Dibutuhkan 5 siswa yang bersedia untuk ikut bermain peran dalam role play ini, yang akan berperan sebagai 1) Pembuli, 2) Pendukung/Follower, 3) Bystander, 4) Pembela, 5) Orang yang dibuli.
  2. Tawarkan kepada siswa, siapa-siapa saja yang berminat untuk ikut bermain dalam role play tersebut. Catatan: fasilitator guru tidak boleh menyampaikan kepada siswa lainnya tentang peran apa yang dimainkan oleh kelima siswa ini.
  3. Berilah kesempatan sekitar 10 menit kepada kelima siswa yang menyatakan bersedia untuk bermain dalam Role Play Lingkaran Bullying tersebut untuk membuat naskah drama sederhana yang nantinya akan dimainkan di depan siswa lainnya. Fasilitator guru dapat menyediakan beberapa topik yang dapat dikembangkan menjadi sebuah drama.

Tahap Pelaksanaan

166 of 321

4. Setelah kelima siswa siap menampilkan drama lingkaran bullying tersebut, mintalah kepada siswa lainnya untuk menyimak role play yang akan dimainkan.

  1. Setelah Role Play selesai, mintalah siswa lain untuk menebak siapa yang memerankan aktor 1) Pembuli, 2) Pendukung/Follower, 3) Bystander, 4) Pembela, 5) Orang yang dibuli.
  2. Sebagai penguatan, berikan penjelasan kepada siswa bahwa bullying tidak hanya melibatkan satu orang saja (pembuli), melainkan ada orang lain yang juga terlibat yaitu pendukung bully, orang yang hanya mengamati saja tanpa melakukan apa-apa (bystander), orang yang membela (pembela), dan orang yang dibully.

167 of 321

STUDI KASUS BULLYING

Ketika mengikuti pembelajaran secara daring, Fatur kedapatan tidur di depan kamera, tanpa sengaja. Salah seorang temannya memfotonya, dan mengirimkannya ke group kelas. Kejadian tersebut sudah sering terjadi, setiap kali ada yang kelihatan “lucu” dari siswa tersebut, langsung disebarluaskan melalui group kelas. Fatur merasa sangat malu, dan memutuskan untuk keluar dari group kelas.

KASUS 1

168 of 321

Fiza adalah siswa yang rajin dan ramah kepada siapa saja. Fiza memiliki rambut panjang dan selalu diikat satu di belakang dan dijalin. Akhir-akhir ini, selalu ada kakak kelasnya yang selalu memanggil dia dengan sebutan “ekor kuda”. Awalnya, Fiza merasa biasa saja, namun belakangan, semakin banyak siswa yang selalu memanggilnya dengan sebutan “ekor kuda”. Hal ini membuat Fiza merasa sangat terganggu, dan membuat Fiza malas untuk datang ke sekolah.

KASUS 2

169 of 321

Rusmi berasal dari keluarga yang mampu secara ekonomi. Dua minggu lalu, ayahnya dipindahtugaskan ke tempat lain, sehingga Rusmi juga harus pindah sekolah. Di sekolah yang baru, Rusmi ke sekolah dengan tampilan yang berbeda dengan teman-teman lainnya. Sebagai siswa, awalnya semua kelihatan baik-baik saja, dan semua siswa kelihatan ramah dan mau berteman dengan Rusmi. Namun sudah seminggu, setiap kali Rusmi ke halaman sekolah untuk bermain, sekelompok siswa secara sengaja menjauh dan tidak membolehkan Rusmi untuk bergabung dengan mereka. Rusmi dibiarkan sendiri. Hal ini membuat Rusmi menangis, dan meminta kepada orang tuanya agar mencarikan sekolah baru untuknya.

KASUS 3

170 of 321

    • Sebelum menutup sesi ini, tanyakanlah kepada peserta apa saja yang telah mereka pelajari tentang Bullying ini.
    • Simpulkan, bahwa bullying adalah perilaku yang tidak bagus, dan dapat merugikan orang lain. Karenanya, kita semua harus sepakat, bahwa bullying harus dihentikan.

PENGUATAN

171 of 321

    • Guru menanyakan kepada siswa apa yang telah dipelajari.
    • Guru memberikan penguatan dan mengarahkan siswa untuk bersama-sama menyimpulkan kegiatan yang telah dilakukan.
    • Guru mengucapkan terima kasih kepada siswa dan menyampaikan kepada siswa bahwa guru sangat menghargai apa yang telah dilakukan siswa hari ini.
    • Guru memberikan tantangan “Stop Bullying” kepada siswa. Untuk membuat mengkampanyekan anti perundungan melalui poster atau tulisan di lingkungan sekolah maupun sosial medianya.

PENUTUP

Apa yang dipelajari ?

172 of 321

Terimakasih

173 of 321

Teman Cerita

Modul Aktivitas Siswa

Topik 5

#AyoBahagia

Dukungan Kesehatan Mental dan Psikososial

174 of 321

Mengapa Kita Mempelajari Materi ini?

Pendahuluan

  • Kualitas mengelola emosi yang baik dibutuhkan untuk membuat siswa berhasil dalam menjalin interaksi sosial dengan lingkungannya
  • Siswa-siswa perlu memiliki kesempatan untuk bermain bersama teman sebaya mereka, dengan begitu mereka akan belajar untuk mengenal dan mengelola emosi mereka dan emosi orang lain, mengembangkan keterampilan sosial, kemampuan mengelolah konflik dan memperkuat hubungan positif siswa dengan teman sebaya, guru, orang tua dan orang lain di lingkungannya

175 of 321

Tujuan Kegiatan

  1. Siswa mampu membangun hubungan positif dengan teman sebaya
  2. Siswa mampu mengelola konflik dengan temannya
  3. Siswa mampu mengembangkan sikap empati

176 of 321

Alur Kegiatan

Fasilitator menyampaikan pentingnya topik ini dan tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini

Fasilitator menanyakan kepada guru mengenai bagaimana guru menangani kasus anak

 

 

 

Aktivitas 1

Ngobrol Yuk!

 

Aktivitas 2

Video Konflik & Masalah

 

Aktivitas 3

Permainan Empati (bermain peran)

 

 

 

Fasilitator melakukan refleksi terkait hal yang menarik dari sesi ini

Fasilitator memberikan simpulan dan penguatan tentang materi yang telah diberikan

 

PENDAHULUAN

(10 Menit)

KEGIATAN INTI

(55 Menit)

 

PENGUATAN

(5 Menit)

 

177 of 321

Apersepsi

    • Apakah kalian menyukai aktivitas mengobrol?
    • Apa yang kalian rasakan saat mengobrol?

178 of 321

Aktivitas 1

Ngobrol Yuk!

Aktivitas ini bertujuan untuk membangun dan meningkatkan hubungan positif dengan teman sebaya

179 of 321

Islam mengajarkan untuk saling mencintai sesama saudaranya. Saling mencintai melahirkan sikap empati dalam menjalin interaksi sosial dengan lingkungan sekitar dan membuka ruang yang positif dalam mengelola konflik. Sikap tersebut menjadi bagian dari keimanan dalam Islam. Rasulullah saw bersabda:

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

Tidak beriman salah seorang dari kalian sampai mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

180 of 321

  1. Guru membagi siswa menjadi 2 kelompok, minta kedua kelompok untuk berdiri saling berhadapan
  2. Guru menyampaikan kepada siswa bahwa kita akan saling berbagi cerita
  3. Guru memberikan topik dan minta siswa untuk membicarakan topik tersebut satu sama lain dalam waktu 2 menit
  4. Masing-masing siswa memiliki waktu 1 menit untuk bercerita dengan orang didepannya
  5. Guru akan mengatakan “Pindah” ketika waktu habis, dan siswa di kelompok 1 harus berpindah ke sebalah kanan menemui orang baru

Tahap Pelaksanaan

181 of 321

Topik Obrolan, bicarakan tentang:

  • Nama kalian dan menurut kalian mengapa orang tua kalian memberikan nama tersebut?
  • Acara TV kesukaan kalian
  • Lagu kesukaan kalian
  • Sahabat kalian dan sudah berapa kalian bersahabat?
  • Tren terbaru yang sedang banyak digemari oleh orang-orang di sekitar kalian
  • 1 hal yang kamu lakukan tapi tidak pernah dilakukan teman yang lainnya, kenapa?
  • Ceritakan tentang apa yang siswa lain lakukan di sekitar kalian yang membuat kalian merasa Bahagia
  • Ceritakan tentang kepada siapa kamu akan bercerita ketika ada masalah atau hanya sekedar ingin curhat?
  • Ceritakan bagaimana kamu melalui masalah yang kamu hadapi
  • Ceritakan bagaimana teman-teman disekitar mu ketika kamu ada masalah

182 of 321

Pesan Penting

topik-topik yang sederhana, namun hal ini dapat melatih kita untuk mendengarkan dan memahami bahwa kita bisa saja berbeda dengan teman yang lainnya. Perbedaan yang terjadi dapat melatih kita untuk melihat sesuatu dari perspektif yang lainnya, dan melatih kita untuk memiliki empati dan membangun hubungan yang positif satu sama lain.

183 of 321

Aktivitas 2

Mengidentifikasi dan Mengelolah Konflik

Aktivitas ini bertujuan untuk melatih siswa memiliki keterampilan mengelola konflik yang mungkin akan di hadapi oleh siswa di kesehariannya

184 of 321

Penciptaan manusia dari jenis laki-laki dan perempuan serta suku bangsa yang beragam adalah sudah menjadi ketentuan Allah. Ketentuan itu bukan tanpa tujuan, melainkan untuk melatih dan membina sikap empati setiap orang agar saling mengenal dan terhubung secara positif satu sama lain. Hal itu jelas diterangkan dalam Q.S. al-Hujurat [49]: 13:

 

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

 

Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti.”

185 of 321

Tahap Pelaksanaan

Guru memutarkan video animasi

https://www.youtube.com/watch?v=kCe_VpvzPOI

Apa pendapat kamu tentang video tersebut dan apa hubungannya dengan materi mengidentifikasi dan mengelolah konflik?

186 of 321

Pesan Penting

Konflik terjadi karena adanya perbedaan, Beruang dan Rusa ingin berjalan diatas jembatan yang sama dengan arah yang berlawanan. Keduanya tidak dapat melakukan negosiasi dengan baik sehingga tidak ada yang ingin mengalah, dan diakhiri dengan perilaku agresi dan merugikan diri sendiri dan yang lainnya. Sementara tokoh lainnya dalam video ini, yakni tupai dan kelinci, berhasil melakukan negosiasi dan mencapai kesepakatan bersama sehingga keduanya berhasil berjalan di jembatan yang sama

187 of 321

Konflik dapat terjadi di berbagai tingkatan dan dalam berbagai konteks kehidupan, termasuk di antara individu, kelompok, organisasi, atau bahkan antara negara-negara. Islam sebagai agama rahmatan li al-alamin selalu mendorong penyelesaian konflik melalui negosiasi yang damai, adil, pemaafan, dan kesabaran.

Menggunakan cara damai dan perdamaian adalah pendekatan yang dianjurkan dalam agama Islam, dan menghindari tipu daya, kebohongan, atau kekerasan dalam menyelesaikan konflik. Rasulullah saw telah mencontohkan dirinya sebagai mediator ulung saat terjadi pertikaian dikalangan tokoh Quraisy yang menemui jalan buntu terkait siapa yang berhak memindahkan Hajar Aswad saat renovasi bangunan Ka’bah akibat banjir. Rasulullah memberikan solusi dengan meminta sebuah selendang dan mengajak para pemuka memegang ujung selendang lalu Rasulullah meletakkan Hajar Aswad di tengah selendang sehingga pertikaian teratasi.

188 of 321

Sedangkan dalam al-Quran Surah al-Hujurat [49]: 9, Allah dengan tegas memerintahkan untuk mendamaikan umat Islam yang bertikai melalui negosiasi yang adil tanpa kekerasan untuk mencapai kesepakatan. Allah berfirman:

 

وَاِنْ طَاۤىِٕفَتٰنِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ اقْتَتَلُوْا فَاَصْلِحُوْا بَيْنَهُمَاۚ فَاِنْۢ بَغَتْ اِحْدٰىهُمَا عَلَى الْاُخْرٰى فَقَاتِلُوا الَّتِيْ تَبْغِيْ حَتّٰى تَفِيْۤءَ اِلٰٓى اَمْرِ اللّٰهِ ۖفَاِنْ فَاۤءَتْ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَهُمَا بِالْعَدْلِ وَاَقْسِطُوْا ۗاِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِيْنَ

 

“Jika ada dua golongan orang-orang mukmin bertikai, damaikanlah keduanya. Jika salah satu dari keduanya berbuat aniaya terhadap (golongan) yang lain, perangilah (golongan) yang berbuat aniaya itu, sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah. Jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), damaikanlah keduanya dengan adil. Bersikaplah adil! Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bersikap adil .”

189 of 321

Dalam ayat lain, Allah lebih spesifik lagi menunjukkan cara negosiasi yang baik, yaitu dengan cara musyarawah yang dapat membantu mempromosikan kerjasama, konsensus, dan pengambilan keputusan yang adil dan bijak. Allah berfirman dalam Q.S. Ali Imran [3]:159:

 

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ لِنْتَ لَهُمْ ۚ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيْظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوْا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى الْاَمْرِۚ فَاِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِيْنَ

 

Maka, berkat rahmat Allah engkau (Nabi Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Seandainya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka akan menjauh dari sekitarmu. Oleh karena itu, maafkanlah mereka, mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam segala urusan (penting). Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal.”

190 of 321

Permainan Batas Teritorial

  • Guru membagi siswa menjadi 2 kelompok, dan berdiri saling berhadapan
  • Guru menarik garis tengah antar dua kelompok
  • Permainannya adalah Siswa membujuk orang didepannya dengan berbagai cara agar mau pindah ke sisi yang lainnya. Siswa tidak diperbolehkan melakukan kegiatan fisik dalam membujuk lawan mainnya seperti menarik.
  • Siswa yang mampu membujuk lawan mainnya untuk berpindah melewati batas territorial adalah pemenannya.

191 of 321

Diskusi

  • Bagaimana caramu membujuk lawan mainmu untuk berpindah?
  • Mengapa kamu tidak menuruti lawan mainmu untuk berpindah di batas teritorialnya?

192 of 321

Permainan Batas Territorial

Pemenang dari permainan ini adalah ketika siswa di sisi kanan berpindah ke sisi kiri, dan peserta di sisi kiri berpindah ke sisi kanan. Jadi kedua peserta bertukar tempat sehingga sama-sama berhasil melewati batas territorial seperti tujuan awal permainan ini, yaitu membujuk lawan main untuk berpindah posisi, dan tidak ada larangan bahwa harus mempertahankan posisi

193 of 321

Pesan Penting

Salah satu cara mengatasi konflik adalah dengan cara bernegosiasi, apa yang siswa lakukan tadi adalah salah satu bentuk negosiasi, dimana kedua siswa berusaha untuk mencapai sebuah kesepakatan. Kesepakatan yang disetujui dalam negosiasi tentunya diharapkan bersifat win-win solution, dalam artian setiap siswa merasa untung akan kesepatakan yang disetujui, tidak ada yang merasa dirugikan.

194 of 321

Aktivitas 3

Permainan Empati (Bermain Peran)

Aktivitas ini bertujuan mengembangkan dan melatih keterampilan empati siswa. Siswa akan mampu memahami perasaan dan kondisi orang lain sehingga dapat memberikan respon yang sesuai

195 of 321

Tahap Pelaksanaan

  1. Guru meminta 8 orang siswa
  2. Guru membagikan 8 karakter yang berbeda-beda kepada siswa:
    • Anak yang sering mengalami perundungan di sekolah
    • Anak yatim piatu
    • Anak berkebutuhan khusus (tuna Netra)
    • Anak yang berasal dari keluarga tidak mampu dan mengalami putus sekolah
    • Anak yang berasal dari keluara mampu tapi kedua orang tuanya sibuk bekerja sehingga tidak bisa menghabiskan waktu bersama
    • Anak yang harus bekerja karena orang tuanya di PHK (putus hubungan kerja)
    • Anak yang menikah usia anak
    • Anak yang berasal dari keluarga mampu dan memiliki orang tua yang penyayang dan perhatian.

196 of 321

Tahap Pelaksanaan

  1. Guru meminta siswa untuk berbaris dan menghayati masing-masing karakter yang didapatkan, selamat 1-2 menit
  2. Guru kemudian membacakan beberapa situasi, siswa diminta untuk maju 1 Langkah jika situasi yang dibacakan sesuai dengan dirinya (perannya), dan tetap di tempat jika situasi yang dibacakan tidak sesuai dengan dirinya (perannya).

197 of 321

Karakter

  • Saya punya mimpi untuk kuliah setinggi-tingginya
  • Saya ingin sekolah di luar negeri dan mendapatkan fasilitas yang baik dalam belajar
  • Saya ingin kembali ke sekolah dan belajar bersama dengan teman-teman
  • Saya ingin berlibur bersama orang tua dan keluarga
  • Saya mengalami kesulitan dan kekurangan fasilitas belajar
  • Saya sering dihukum oleh orang tua dan guru saat melakukan kesalahan
  • Saya ingin pindah sekolah karena saya merasa tidak nyaman di sekolah ini
  • Orangtua saya selalu membelikan saya barang-barang mahal dan terbaru.
  • Saya tidak memiliki tempat/teman curhat jika saya mengalami kesulitan
  • Saya ingin Bahagia seperti anak yang lainnya.
  • Saya tidak dapat mengakses fasilitas publik dengan mudah
  • Saya tidak bisa melihat senyuman ayah dan ibu

198 of 321

Refleksi

apa yang dirasakan?

kenapa memilih maju?

kenapa memilih tetap diam ditempat?

199 of 321

Pesan Penting

permainan empati ini siswa bisa belajar untuk memahami dan merasakan kondisi orang lain.

Empati dan Simpati adalah 2 (dua) hal yang berbeda. Simpati adalah perasaan peduli pada kondisi orang lain, namun tidak sedalam empati. Sementara empati adalah keterampilan yang harus dimiliki oleh siswa untuk memahami apa yang dialami dan dirasakan oleh orang lain disekitar kita, sehingga kita menjadi lebih peduli dan menyayangi teman sebaya.

200 of 321

Al-Quran juga mengajarkan kepada umat Islam untuk bersikap rendah hati dan berempati terhadap orang lain sehingga mampu memperkuat hubungan sosial, mempererat tali persaudaraan, dan menciptakan lingkungan yang lebih baik. Nilai-nilai tersebut antara lain tertuang dalam Q.S. al-Syu’ara’ [26]: 215:

وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ ۚ

 

Rendahkanlah hatimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang mukmin.”

201 of 321

Lebih tegas lagi, Allah meminta umat Islam untuk mau merasakan penderitaan orang lain sebagaimana dalam Q.S. Ali Imran [3]: 133-134:

وَسَارِعُوْٓا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَۙ . الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّۤاءِ وَالضَّرَّۤاءِ وَالْكٰظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَۚ.

 

“Bersegeralah menuju ampunan dari Tuhanmu dan surga (yang) luasnya (seperti) langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. (Yaitu) orang-orang yang selalu berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, orang-orang yang mengendalikan kemurkaannya, dan orang-orang yang memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.”

202 of 321

    • Membangun hubungan yang positif dengan teman sebaya dapat dimulai dengan membicarakan hal-hal sederhana, berlatih mendengar dan memahami bahwa kita bisa saja berbeda dengan teman lain.
    • Salah satu cara mengatasi konflik adalah bernegosiasi. Ketika menghadapi konflik diharapkan siswa dapat memiliki keterampilan bernegosiasi agar mencapai kesepakatan bersama dan tidak ada yang dirugikan.
    • Empati diperluhkan agar siswa mampu untuk memahami dan peduli dengan perasaan dan kondisi orang lain disekitarnya.

Apa yang telah Dipelajari dari Sesi ini?

203 of 321

Aman Bermedia Sosial

Modul Aktivitas Siswa

Topik 6

#AyoBahagia

Dukungan Kesehatan Mental dan Psikososial

204 of 321

Pendahuluan

205 of 321

Mengapa Kita Mempelajari Materi ini?

Pendahuluan

  • Durasi penggunaan media sosial, tingginya aktivitas di media sosial, dan tentunya beberapa perilaku misbehave seperti cyberbullying berpotensi menjadi penyebab timbulnya permasalahan psikologis yang dialami oleh anak.
  • UNICEF menemukan bahwa lebih dari 70 persen remaja di seluruh dunia menjadi korban kekerasan online (2019)

206 of 321

Tujuan Kegiatan

  1. Siswa mengetahui potensi terjadinya perilaku cyberbullying dan pihak-pihak yang terlibat dalam perilaku tersebut
  2. Siswa mengetahui potensi penggunaan media social yang dapat menyebabkan stress digital

207 of 321

Alur Kegiatan

Guru menyampaikan pentingnya topik ini dan tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini

Guru menanyakan kepada siswa mengenai kebiasaan mereka dalam menggunakan media sosial

 

 

 

Aktivitas 1

Lingkaran Cyberbullying

 

Aktivitas 2

Stress Digital

  

 

 

Guru melakukan refleksi terkait hal yang menarik dari sesi ini

Guru memberikan simpulan dan penguatan tentang materi yang telah diberikan

 

PENDAHULUAN

(10 Menit)

KEGIATAN INTI

(55 Menit)

 

PENGUATAN

(5 Menit)

 

208 of 321

Apersepsi

    • Media sosial apa saja yang sekarang dominan digunakan?
    • Berapa lama biasanya waktu digunakan untuk mengakses media social?

209 of 321

Aktivitas 1

Lingkaran Cyberbullying di Media Sosial

Aktivitas ini bertujuan untuk mengetahui bahwa terdapat beberapa pihak yang berperan ketika terjadi perilaku cyberbullying, dan bagaimana peran masing-masing pihak tersebut

210 of 321

Dalam bermedia sosial, penting untuk menjaga etika Islam dan menjauhi tindakan dan perilaku yang dapat menyebabkan dampak negatif pada diri sendiri atau orang lain, seperti ghibah, fitnah, kata-kata kasar, dan pertengkaran. Dalam Q.S. al-Hujurat [49]: 12 Allah SWT berfirman:

 

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ.

 

Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak prasangka! Sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Janganlah mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Bertakwalah kepada Allah! Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.”

 

211 of 321

Bermedia sosial tanpa menjaga etika Islam dapat merusak reputasi seseorang atau memecah belah masyarakat. Karena itu, sejak dini Allah SWT untuk menjaga diri dari fitnah yang bukan saja dapat menjerumuskan pelakunya tetapi juga orang-orang yang tidak berdosa. Allah SWT berfirman dalam Q.S. al-Anfal [8]: 25:

 

وَاتَّقُوا فِتْنَةً لا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

 

Dan peliharalah dirimu dari pada fitnah ( siksaan) yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zhalim saja di antara kamu. dan ketahuilah bahwa Allah Amat keras siksaan-Nya.”

212 of 321

213 of 321

        • Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok, dimana setiap kelompok terdiri atas 4-5 siswa.
        • Guru membagikan contoh kasus perilaku cyberbullying kepada setiap kelompok.
        • Guru menginstruksikan kepada setiap kelompok untuk mengidentifikasi siapa saja yang terlibat dalam peran tersebut meliputi:
  1. Pembuli (Orang yang membuli)
  2. Follower (Pengikut)
  3. Bystander
  4. Pembela
  5. Orang yang dibuli

Guru meminta siswa mengubah dan menuliskan ulang alur cerita dari kasus tersebut dengan menjadi cerita yang lebih baik.

Tahap Pelaksanaan

214 of 321

215 of 321

216 of 321

217 of 321

Pesan Penting

Banyak orang memilih diam ketika melihat postingan di media social yang mengarah pada sesuatu yang bersifat ejekan, hinaan, intimidasi, dan perilaku agresif lainnya, dan mereka tidak menyadari bahwa apa Tindakan yang mereka lakukan (menjadi bystander) adalah perilaku yang mendukung perilaku bullying

218 of 321

Aktivitas 2

Mengenali Stress Digital

Aktivitas ini bertujuan untuk mengenali ciri-ciri dari orang yang berpotensi mengalami stress digital

219 of 321

Stres digital adalah stres yang disebabkan oleh interaksi negatif dalam email, media sosial, ruang obrolan, dan forum.

Weinstein & Selman, 2016

220 of 321

Jenis Penyebab Stres Digital

Information Overload

Fear of Missing Out (FOMO)

Approval Anxiety

Reinecke dkk., 2016

221 of 321

  1. Guru membagikan skala stress digital kepada setiap siswa, dan menginstruksikannya untuk melengkapi skala tersebut sesuai dengan apa yang dirasakan.
  2. Setelah siswa melengkapi skala tersebut, siswa secara berpasangan akan bercerita satu sama lain mengenai item-item pernyataan mana saja yang sesuai dan tidak sesuai dengan dirinya.
  3. Guru mempersilahkan beberapa siswa yang bersedia untuk menceritakan lembar kerjanya

Tahap Pelaksanaan

222 of 321

(Source: Johnson, 2016)

Digital Stress Self-Test

223 of 321

Pesan Penting

Penggunaan media social dapat berpotensi menjadi penyebab terjadinya stress, dan ketika tidak ditangani dengan baik, hal tersebut akan memberikan dampak negatif tentunya dan berpotensi menyebabkan distress. Maka dari itu, siswa perlu mengindentifikasi gejala-gejala dari stress digital

224 of 321

    • Banyak orang memilih diam ketika melihat postingan di media social yang mengarah pada sesuatu yang bersifat ejekan, hinaan, intimidasi, dan perilaku agresif lainnya, dan mereka tidak menyadari bahwa apa Tindakan yang mereka lakukan (menjadi bystander) adalah perilaku yang mendukung perilaku bullying.
    • Penggunaan media social dapat berpotensi menjadi penyebab terjadinya stress, dan ketika tidak ditangani dengan baik, hal tersebut akan memberikan dampak negatif tentunya dan berpotensi menyebabkan distress. Maka dari itu, siswa perlu mengindentifikasi gejala-gejala dari stress digital

Apa yang telah Dipelajari dari Sesi ini?

Penutup

225 of 321

Mengidentifikasi dan Mengelola Stres

Modul Aktivitas Siswa

Topik 7

#AyoBahagia

Dukungan Kesehatan Mental dan Psikososial

226 of 321

Mengapa Kita Mempelajari Materi ini?

Pendahuluan

  • Stres tidak hanya dialami orang dewasa, kebanyakan remaja sekarang sudah mengalami stres. Data dari WHO menunjukan 1 dari 7 remaja usia 10-19 tahun mengalami stres dan masalah psikologis
  • Remaja merupan usia transisi dari anak-anak menuju masa dewasa awal yang ditandai dengan berbagai perubahan baik itu secara biologis, psikologis, kogintif, maupun secra sosioemosional. Perubahan-peruabhan tersebut tak jarang memicu timbulnya masalah kesehatan mental remaja, bahkan bisa mengakibatkan stress dan depsresi jika tidk segera di tangani.
  • Salah satu yang dapat menangani stress adalah berbagi cerita kepada orang yang dapat dipercaya, latihan relaksasi, melatih untuk berpikir positif, menerapkan pola hidup sehat, dan berkonsultasi kepada professional jika membutuhkan bantuan.

227 of 321

Tujuan Kegiatan

  1. Agar siswa dapat mengenali permasalahan yang dialaminya yang dapat berpotensi terjadinya stres
  2. Agar siswa dapat mengidentifikasi peyebab stres dan gejalanya pada remaja
  3. Agar siswa dapat mengetahui cara-cara dalam mengelola stresnya serta merelakskan dirinya

228 of 321

Alur Kegiatan

Fasilitator menyampaikan pentingnya topik ini dan tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini

 

 

 

Aktivitas 1

Sungai kehidupan

 

Aktivitas 2

LK identifikasi stres pada remaja

 

Aktivitas 2

Cara mengelola stress dan relaksasi

  

 

 

Guru

Guru melakukan refleksi terkait hal yang menarik dari sesi ini

Guru memberikan simpulan dan penguatan tentang materi yang telah diberikan

Guru memberikan tantangan

 

PENDAHULUAN

(10 Menit)

KEGIATAN INTI

(55 Menit)

 

PENGUATAN

(5 Menit)

 

229 of 321

Apersepsi

Apa sih pengertian stres itu?

230 of 321

Pengertian Stres

Stres merupakan suatu reaksi psikis individu ketika dihadapkan dengan hal-hal yang dianggap melebihi batas kemampuannya, ataupun dianggap sulit untuk dilalui, dalam hal ini bisa disimpulkan bahwa adanya kesenjangan atau ketidak sesuaian antara tuntutan lingkungan dan kemampuan individu. Stres jika terus terjadi tanpa adanya penanganan akan mengarah pada kesehatan psikis yang lebih parah seperti depresi, kecemasan, tidak dapat melanjutkan sekolahnya, dan bahkan bunuh diri

231 of 321

Islam sebagai agama paripurna sangat bijak memahami kelebihan dan kekurangan manusia. Allah SWT tidak memberikan beban kepada seseorang melebihi batas kemampuannya. Oleh karena itu, ketika seseorang merasa tertekan, mereka dapat yakin bahwa Allah tidak memberikan cobaan yang tidak bisa diatasi. Ini adalah pesan positif untuk mengelola stres. Allah SWT berfirman dalam Q.S. al-Baqarah [2]: 286:

لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا ۗ

“Allah tidak membebani seseorang, kecuali menurut kesanggupannya.”

 

Allah SWT berfirman dalam Q.S. al-Insyirah [94]: 5-6:

 

اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا. فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۙ.

Maka, sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan.”

232 of 321

Penyebab Stres

Akademik

Perubahan Fisik

Trauma, patah hati

Lingkungan Sosial (tidak diterima)

Bully

Masalah Keluarga

233 of 321

Gejala Stres

Emosi

Fisik

kognitif

Perilaku

234 of 321

Aktivitas 1

Sungai Kehidupan

Aktivitas ini bertujuan agar siswa dapat mengenali permasalahan yang dialaminya yang dapat berpotensi terjadinya stres

235 of 321

  1. Guru membagikan ke siswa kertas flip chart dan alat tulis (spidol, crayon, dan pulpen).
  2. Mintalah siswa untuk menggambar sungai kehidupan. Gambarlah sungai dan kapal yang mengibaratkan dirimu merupakan sebuah kapal yang menelusuri sungai .

Tahap Pelaksanaan

236 of 321

Tahap Pelaksanaan

  1. Pada bagian sisi kiri sungai mintalah siswa untuk menggambarkan pengalamannya dan perasaannya yang kurang menyenangkan. Hal-hal yang dapat digali meliputi:
  2. Perjalanan hidup siswa yang menyangkut tentang keluarga, teman, cinta dan sekolahmu. Ceritakan tentang hal tersebut dalam bentuk gambar bebas. (catatan: gambar tidak harus bagus)
  3. Masalah terberat yang pernah kamu lalui atau yang sedang kamu hadapi saat ini.
  4. Pada bagian sisi kanan sungai mintalah siswa untuk menggambarkan pengalamannya dan perasaannya yang menyenangkan. Hal-hal yang dapat digali meliputi:
  5. Bagaimana solusi dari permasalahan yang dialami nya
  6. Gambarkan hobimu, passion , dan prestasi
  7. Gambarkan rencana mimpimu dan cita-cita mu

237 of 321

Tahap Pelaksanaan

  1. Setelah siswa menggambarkan sungai kehidupannya, mintalah siswa untuk mencari pasangannya/temannya dan masing-masing menceritakan gambar sungai kehidupannya secara bergantian
  2. Jelaskan pada siswa bahwa pesan penting dari permainan sungai kehidupan adalah siswa mampu belajar untuk mengenali permasalahannya sendiri, menemukan kekuatannya serta dapat mencari solusi dari permasalahannya secara mandiri

238 of 321

Pesan Penting

Sungai kehidupan mengajarkan siswa untuk mengenali pengalaman yang tidak menyenangkan dan menyenangkan, mengenali kekuatan serta potensinya serta mampu mencari solusi dari permasalahan yang dihadapinya

239 of 321

Aktivitas 2

Identifikasi Stres Pada Remaja

Aktivitas ini bertujuan untuk membantu siswa mengidentifikasi peyebab stres dan gejalanya pada remaja

240 of 321

Info Guru

Jelaskan pada siswa bahwa situasi stres yang dialami remaja Sebagian besar dipengaruhi oleh pikiran yang kemudian mempengaruhi perasaaan dan tindakannya. Oleh karena itu penting agar guru mengingatkan siswa untuk berpikir positif sehingga dapat menjaga kesehatan mental remaja

241 of 321

Tahap Pelaksanaan

  1. Guru membagi siswa menjadi 4 kelompok
  2. Guru membagikan lembar kerja identifikasi penyebab stres dpada remaja
  3. Guru meminta siswa berdiskusi secara berkelompok lembar LK tersebut
  4. Setelah selesai mengerjakan lembar kerja idntifikasi penyebab stress dan gejalanya, guru meminta siswa untuk mempresentasikannya secara bergantian tiap kelompok.
  5. Guru mengapresiasi siswa karena telah aktif mengikuti aktivitas sesi ini

242 of 321

Tahap Pelaksanaan

243 of 321

Pesan Penting

Pada dasarnya gejala yang sering muncul sebagai tanda stres pada remaja bisa berbeda-beda antara satu orang dengan yang lainnya, tergantung pada penyebab dan ketahanan tubuh. Penting agar guru, orangtua dan remaja itu sendiri untuk memahami gejalanya sehingga dapat mengetahui cara-cara dalam mengelola stresnya dengan cara yang positif

244 of 321

Aktivitas 3

Cara Mengelola Stres dan Relaksasi

Aktivitas ini bertujuan agar siswa dapat mengetahui cara-cara dalam mengelola stresnya serta merelakskan dirinya

245 of 321

Tahap Pelaksanaan

  1. Guru meminta siswa untuk mengisi LK cara mengelola stres. Guru menyampaikan bahwa siswa boleh mencentang lebih dari 1 pilihan tentang cara-cara dalam mengelola stresnya.
  2. Setelah siswa mengisi LK tersebut, guru menunjuk siswa untuk membacakan hasil pekerjaanya tersebut
  3. Guru bersdiskusi dengan siswa tentang LK mengelola stres. Sampaikan pada siswa bahwa setiap orang memiliki cara yang berbeda-beda dalam mengelola stresnya.
  4. Guru meminta siswa untuk berlatih relaksasi. Mintalah siswa untuk duduk dalam posisi yang nyaman di atas matras

246 of 321

Tahap Pelaksanaan

  1. Guru memutarkan musik yang nyaman dan mintalah siswa untuk mengikuti langkah-langkah teknik relaksasi yang diperagakan guru. Teknik relaksasi yang diajarkan adalah teknik pernafasan dan relaksasi otot. Pastikan bahwa siswa dapat membedakan mana kondisi tegang dan relax.
  2. Setelah siswa mempraktikan teknik relaksasi tanyakan kondisinya, apakah mereka jauh lebih relax daripada sebelumnya
  3. Berikan penjelasan pada siswa bahwa teknik relaksasi ini dapat membantu mereka ketika mereka merasa beban tugas dari sekolah yang banyak dan membuat mereka merasa tegang dan khawatir, ketika mereka mengalami kesulitan tidur, dan masalah-masalah lainnya.
  4. Berikan tantangan pada siswa bahwa mereka dapat mengulangi teknik relaksasi di rumah, dapat lakukan sebelum tidur atau ketika kamu sedang sulit tidur dan menghadapi masalah

247 of 321

Lembar Aktivitas

248 of 321

Teknik Relaksasi

Dengan pelaksanaan teknik relaksasi peserta akan terjaga kesehatannya baik secara fisik dan mental

249 of 321

Teknik Relaksasi

  1. Mintalah siswa untuk duduk dalam posisi yang nyaman di atas matras

  1. Putarkan video relaksasi dan mintalah serta damping siswa mengikuti langkah-Langkah. Teknik relaksasi. Teknik relaksasi yang diajarkan adalah teknik pernafasan dan relaksasi otot. Pastikan bahwa siswa dapat membedakan mana kondisi tegang dan relax.

250 of 321

Teknik Relaksasi

251 of 321

Teknik Relaksasi

252 of 321

Islam menawarkan sejumlah langkah-langkah dalam mengatasi stress, diantaranya:

 

1. Mendekatkan diri kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya. Allah berfirman dalam Q.S. [3]: 135:

 

وَالَّذِيْنَ اِذَا فَعَلُوْا فَاحِشَةً اَوْ ظَلَمُوْٓا اَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللّٰهَ فَاسْتَغْفَرُوْا لِذُنُوْبِهِمْۗ وَمَنْ يَّغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلَّا اللّٰهُ ۗ وَلَمْ يُصِرُّوْا عَلٰى مَا فَعَلُوْا وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ

 

“Demikian (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri,119) mereka (segera) mengingat Allah lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya. Siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Mereka pun tidak meneruskan apa yang mereka kerjakan (perbuatan dosa itu) sedangkan mereka mengetahui(-nya).”

253 of 321

2. Menjalankan salat dengan khusyu yang dapat menenangkan hati dan jiwa. Allah berfirman dalam

Q.S. al-Baqarah [2]: 45:

 

وَاسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ وَاِنَّهَا لَكَبِيْرَةٌ اِلَّا عَلَى الْخٰشِعِيْنَۙ

 

Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sesungguhnya (salat) itu benar-benar berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.”

 

3. Menggunakan akal yang jernih dalam memecahkan masalah. Allah berfirman dalam

Q.S. al-Zumar: 9:

 

اَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ اٰنَاۤءَ الَّيْلِ سَاجِدًا وَّقَاۤىِٕمًا يَّحْذَرُ الْاٰخِرَةَ وَيَرْجُوْا رَحْمَةَ رَبِّهٖۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى الَّذِيْنَ يَعْلَمُوْنَ وَالَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ ۗ اِنَّمَا يَتَذَكَّرُ اُولُوا الْاَلْبَابِ

 

“Apakah orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah pada waktu malam dalam keadaan bersujud, berdiri, takut pada (azab) akhirat, dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah (Nabi Muhammad), “Apakah sama orang-orang yang mengetahui (hak-hak Allah) dengan orang-orang yang tidak mengetahui (hak-hak Allah)?” Sesungguhnya hanya ululalbab (orang yang berakal sehat) yang dapat menerima pelajaran.”

254 of 321

4. Bergaul dengan orang-orang baik. Allah berfirman dalam Q.S. al-Asr: 1-3:

 

وَالْعَصْرِۙ. اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ. اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ .

 

Demi masa, sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh serta saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran.”

255 of 321

  1. Di akhir sesi mintalah siswa untuk melakukan refleksi apa yang mereka rasakan setelah aktivitas yang dilakukan hari ini
  2. Berikan kesimpulan, penguatan dan apresiasi kepada siswa terkait materi dari sesi ini.

Penutup

256 of 321

  • Setiap orang pernah mengalami berbagai masalah. Dengan membuat sungai kehidupan dapat membantu remaja untuk meceritakan pengalamannya baik yang menyedihkan dan menyenangkan dan dapat membantu remaja untuk focus pada kekuatannya dan mencari solusi terbaik dari maslaah yang dihadapinya agar mmeperoleh kesehatan mental.
  • Dengan mengenali penyebab dan gejala stress yang dialami remaja dapat membantu remaja agar mereka dapat mengenali perubahan dan reaksi dari stress yang dialaminya dan kemudian mencari alternatif-alternatif untuk mengelola stresnya agar terhindar dari dampak negati
  • Berbagai cara dapat dilakukan dlaam mengelola stres yang dialami remaja, oleh karena itu remaja perlu dibeklai dengan berbagai keterampilan dan cara dalam mengelola stresnya secra positif

Kesimpulan

257 of 321

Guru memberikan tantangan kepada siswa untuk melatihkan teknik relaksasi dirumahnya kapan saja , terutama jika mereka mengalami gejala dan situasi yang menyebabkan terjadinya stres

Tantangan

258 of 321

Merokok, Narkoba,dan Alkohol

Modul Aktivitas Siswa

Topik 8

#AyoBahagia

Dukungan Kesehatan Mental dan Psikososial

259 of 321

Mengapa Kita Mempelajari Materi ini?

Pendahuluan

  • Kesehatan mental dan jiwa adalah salah satu indikator bahwa individu memiliki tubuh yang sehat
  • Saat individu menyalahgunakan penggunaan NAPZA (narkotika, psikotropika, dan zat aditif) serta kecanduan alkohol, maka akan muncul efek bagi kesehatan tubuh pengguna, seperti kesulitan tidur yang berkepanjangan (insomnia), tubuh menjadi lemas karena kehilangan nafsu makan, sakit kepala dan mual, penurunan kerja otak, serta berbagai efek negatif lainnya.
  • Penyalahgunaan NAPZA juga dapat memicu gangguan jiwa karena pengguna dapat berhalusinasi melihat atau mendengar hal yang tidak nyata

260 of 321

Mengapa Kita Mempelajari Materi ini?

Pendahuluan

  • Remaja merupakan usia peralihan dari anak-anak menjadi dewasa. Remaja membutuhkan pengakuan dari lingkungan dan sangat lekat hubungan sosial dengan teman sebaya
  • Studi yang dilakukan FKUI-RSCM menunjukkan 25,7% responden lebih banyak mengonsumsi alkohol selama pandemi corona. Hal tersebut terjadi karena adanya peningkatan beban psikologis selama pandemi, sehingga konsumsi alkohol dianggap mampu meredam kecemasan daripada memiliki sifat depresan.
  • Badan Narkotika Nasional (BNN) sebanyak 2.2 juta remaja di 13 provinsi di Indonesia menjadi penyalahguna narkoba dan mengalami kenaikan hingga 24-28% pada tahun 2019

261 of 321

Tujuan Kegiatan

  1. Siswa mampu mengidentifikasi ciri-ciri pengguna fisik dan psikis dari merokok, obat-obatan/narkoba, dan alkohol.
  2. Siswa mampu merencanakan usaha-usaha untuk menghindari pengaruh negatif kelompok sebaya.

262 of 321

Alur Kegiatan

Guru menyampaikan pentingnya topik ini dan tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini

Guru menyampaikan apersepsi

Aktivitas 1

Identifikasi ciri-ciri fisik dan psikis

Aktivitas 2

Membuat aksi kampanye teman sebaya

  

 

 

Guru melakukan refleksi terkait hal yang menarik dari sesi ini

Guru memberikan simpulan dan penguatan tentang materi yang telah diberikan

 

PENDAHULUAN

(10 Menit)

KEGIATAN INTI

(55 Menit)

 

PENGUATAN

(5 Menit)

 

263 of 321

Apersepsi

    • Apa yang siswa ketahui tentang merokok, narkoba, dan alkohol?
    • Apakah kamu tahu dampak merokok, narkoba, dan alkohol?

264 of 321

Aktivitas 1

Identifikasi Ciri-ciri Fisik dan Psikis

Aktivitas ini bertujuan untuk memberikan pemahaman siswa dalam mengidentifikasi ciri-ciri pengguna fisik dan psikis dari merokok, obat-obatan/narkoba, dan alkohol.

265 of 321

Islam sangat memperhatikan pentingnya merawat dan menjaga Kesehatan fisik dan jiwa. Kondisi fisik yang sehat sangat menunjang kesehatan jiwa baik. Karena itu, Allah mengajarkan agar senantiasa menjaga Kesehatan dengan mengkomsumsi makanan dan minuman yang sehat serta tidak berlebih-lebihan. Allah berfirman dalam Q.S. al-Ma'idah [5]:88:

 

وَكُلُوْا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللّٰهُ حَلٰلًا طَيِّبًا ۖوَّاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْٓ اَنْتُمْ بِهٖ مُؤْمِنُوْنَ

 

Makanlah apa yang telah Allah anugerahkan kepadamu sebagai rezeki yang halal lagi baik, dan bertakwalah kepada Allah yang hanya kepada-Nya kamu beriman.”

266 of 321

Allah juga berfiman dalam Q.S. al-Baqarah [2]:168:

 

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ كُلُوْا مِمَّا فِى الْاَرْضِ حَلٰلًا طَيِّبًا ۖوَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ

 

Wahai manusia, makanlah sebagian (makanan) di bumi yang halal lagi baik dan janganlah mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya ia bagimu merupakan musuh yang nyata.”

 

Dalam Q.S. al-A’raf [7]: 31, Allah berfirman:

 

يٰبَنِيْٓ اٰدَمَ خُذُوْا زِيْنَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَّكُلُوْا وَاشْرَبُوْا وَلَا تُسْرِفُوْاۚ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَ

 

Wahai anak cucu Adam, pakailah pakaianmu yang indah pada setiap (memasuki) masjid dan makan serta minumlah, tetapi janganlah berlebihan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.”

267 of 321

  1. Guru membagi siswa menjadi 3 kelompok, masing-masing akan mendiskusikan topik berikut:

Kelompok 1: Merokok

Kelompok 2: Narkoba

Kelompok 3: Minuman beralkohol

  1. Guru membagikan karton manila/flipchart ke masing-masing kelompok.
  2. Guru meminta siswa secara berkelompok mendiskusikan ciri-ciri fisik dan psikis (emosi dan perilaku):

Kelompok 1: Seorang Perokok

Kelompok 2: Penyalahguna Narkoba

Kelompok 3: Penyalahgunaan Minuman beralkohol

  1. Tuliskan hasil diskusi masing-masing kelompok pada karton manila/flipchart yang telah dibagikan.
  2. Berikan waktu 10 menit untuk mengerjakan, setelah itu guru meminta siswa untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya di depan kelas.

Tahap Pelaksanaan

268 of 321

6. Guru menjelaskan kepada siswa bahwa:

  1. Teman yang baik tidak akan memaksa untuk merasakan kesenangan sementara seperti rokok, obat-obatan/narkoba, dan alkohol.
  2. Meskipun dikonsumsi dalam jumlah kecil atau sedikit, merokok, narkoba, dan alkohol sifatnya membahayakan diri dan menyebabkan kecanduan.
  3. Merokok, alkohol, dan narkoba bukan solusi untuk setiap masalah.
  4. Dampak negatif dari penggunaan narkoba dan alkohol jauh lebih banyak dibandingkan keuntungan yang dirasakan.
  5. Carilah hal kreatif yang sehat dan aman untuk bersenang-senang dan merasakan ketenangan.

Tahap Pelaksanaan

269 of 321

Pesan Penting

Identfikasi ciri-ciri fisik dan psikis pengguna rokok, narkoba dan alkohol dapat membantu remaja untuk meningkatkan pengetahuannya sehingga cenderung untuk menghindari rokok, narkoba dan alkohol. Hal ini juga akan membantu remaja untuk membuat kampanye dan ajakan untuk menjauhi rokok, narkoba dan alkohol.

270 of 321

Aktivitas 2

Membuat Aksi Kampanye Peran Sebaya

Aktivitas ini bertujuan untuk melatih kemampuan siswa dalam merencanakan usaha-usaha untuk menghindari pengaruh negatif kelompok sebaya.

271 of 321

Ajaran Islam sangat memperhatikan Kesehatan fisik dan mental. Karena itu, terdapat sejumlah ayat dalam al-Quran yang melarang umat Islam mengkomsumsi segala hal yang dapat merusak akal dan jiwa. Diantara ayat tersebut adalah firman Allah dalam Q.S. al-Maidah [5]: 90-91:

 

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْاَنْصَابُ وَالْاَزْلَامُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطٰنِ فَاجْتَنِبُوْهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ اِنَّمَا يُرِيْدُ الشَّيْطٰنُ اَنْ يُّوْقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاۤءَ فِى الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِ وَعَنِ الصَّلٰوةِ فَهَلْ اَنْتُمْ مُّنْتَهُوْنَ

 

"Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji (dan) termasuk perbuatan setan. Maka, jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung. Sesungguhnya setan hanya bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu melalui minuman keras dan judi serta (bermaksud) menghalangi kamu dari mengingat Allah dan (melaksanakan) salat, maka tidakkah kamu mau berhenti?"

 

272 of 321

  1. Guru membagi siswa-siswi ke dalam kelompok yang lebih kecil yang terdiri dari 4-5 orang perkelompok, dengan memperhatikan keseimbangan jumlah perempuan dan laki-laki dalam masing-masing kelompok.
  2. Guru menentukan tema untuk tiap-tiap kelompok, yaitu merokok, narkoba dan alkohol yang dianggap umum di kalangan remaja di daerahnya
  3. Guru meminta masing-masing kelompok untuk membuat poster ajakan menjauhi merokok, narkoba dan alkohol.
  4. Guru meminta siswa untuk mempresentasikan hasil posternya di depan kelas.
  5. Guru memberikan apresiasi kepada siswa setelah menampilkan posternya.
  6. Guru menjelaskan kepada siswa bahwa meskipun kita akan merasa kesulitan ketika menolak ajakan teman tetapi mereka harus mencoba berani mengatakan kepada temannya bahwa sebagian besar dampak dari merokok, narkoba dan alkohol keras bersifat negatif. Semakin banyak remaja yang berani untuk berkata “TIDAK” terhadap ajakan untuk merokok, alkohol, dan narkoba, maka hal itu akan melindungi remaja lainnya di dalam komunitasnya.

Tahap Pelaksanaan

273 of 321

Pesan Penting

Peran teman sebaya dalam memberikan informasi dianggap lebih berpengaruh. Lebih banyak aktivitas positif dapat membuat remaja terhindar dari hal-hal negatif.

274 of 321

Aktifitas positif sangat bermanfaat bagi kaum remaja. Hal itu bukan saja mendukung pertumbungan dan perkembangan mereka tetapi juga menjadi cara yang paling efektif pengaruh negative yang ada di sekitarnya. Allah sendiri dalam banyak ayat, memerintahkan umat Islam untuk menjauhi perilaku negative, seperti berprasanka buruk dan mencari-cari kesalahan orang lain. Allah berfirman dalam Q.S. al-Hujurat [49]: 12:

 

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ

 

Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak prasangka! Sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Janganlah mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Bertakwalah kepada Allah! Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.”

275 of 321

  • Setiap Menolak permintaan teman bukan membuatmu tidak menghargai atau mengabaikan temanmu, tapi menolak permintaan yang merugikan diri adalah keputusan yang tepat untuk seorang yang pemberani.
  • Saat siswa merasa tertekan dengan pengaruh lingkungan/ teman sebaya, beritahu siswa untuk bertanya pada diri;
  • Apakah ini benar-benar hal yang aku butuhkan?
  • Apakah sesuai dengan nilai diriku?
  • Apakah hidupku akan menjadi berbeda setelah melakukannya?
  • Pada momen terbaik dalam hidupku, apakah hal ini perlu terjadi?

Apakah ada tugasku yang terbengkalai karena kebiasaan ini

Apa yang telah Dipelajari dari Sesi ini?

Penutup

276 of 321

Menjadi Pribadi Tangguh (Resiliensi)

Modul Aktivitas Siswa

Topik 9

#AyoBahagia

Dukungan Kesehatan Mental dan Psikososial

277 of 321

Mengapa Kita Mempelajari Materi ini?

Pendahuluan

  • Resiliansi sebagai kemampuan siswa untuk bisa beradaptasi dan bangkit dengan baik dalam menghadapi tantangan dan kesulitan yang dihadapi (American Psychological Association)
  • Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja yang memiliki resiliensi rendah cenderung akan menjadi lemah, tidak berdaya, tidak memiliki kemampuan penyelesaian konflik yang baik sehingga membuat remaja mudah terjerumus ke hal-hal negatif
  • Remaja yang memiliki resiliensi baik dapat mengantisipasi dan mengenali tantangan serta peluang yang mereka hadapi dalam kesehariannya, mendorong siswa untuk memiliki semangat dan bertanggung jawab dalam mencapai tujuannya, dan menjadi sehat dan bahagia

278 of 321

Tujuan Kegiatan

  1. Siswa dapat melakukan kontrol terhadap dirinya dan perilakunya
  2. Siswa dapat berlatih untuk bertanggungjawab terhadap dirinya dan perilakunya
  3. Siswa dapat bersyukur kepada Tuhan dengan cara menerima keadaan dirinya (bersyukur terhadap dirinya) dan orang-orang disekitarnya

279 of 321

Alur Kegiatan

Fasilitator menyampaikan pentingnya topik ini dan tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini

Fasilitator menanyakan kepada guru mengenai bagaimana guru menangani kasus anak

 

 

 

Aktivitas 1

Refleksi Daya Juang

 

Aktivitas 2

Belajar dari Kisah Hidup Orang Lain

 

Aktivitas 3

Butterfly Hug

 

 

 

Fasilitator melakukan refleksi terkait hal yang menarik dari sesi ini

Fasilitator memberikan simpulan dan penguatan tentang materi yang telah diberikan

 

PENDAHULUAN

(10 Menit)

KEGIATAN INTI

(55 Menit)

 

PENGUATAN

(5 Menit)

 

280 of 321

Apersepsi

Apakah yang kamu tahu tentang Resiliensi?

281 of 321

Muhasabah diri adalah salah satu cara yang sangat efektif untuk menjadi pribadi yang Tangguh. Kemampuan bermuhasabah diri menjadi modal penting bagi seseorang dalam mengontrol diri dan perilakunya. Allah berfirman dalam Q.S. Āli ‘Imrān [3]: 135:

 

وَالَّذِيْنَ اِذَا فَعَلُوْا فَاحِشَةً اَوْ ظَلَمُوْٓا اَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللّٰهَ فَاسْتَغْفَرُوْا لِذُنُوْبِهِمْۗ وَمَنْ يَّغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلَّا اللّٰهُ ۗ وَلَمْ يُصِرُّوْا عَلٰى مَا فَعَلُوْا وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ

 

“Demikian (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri,) mereka (segera) mengingat Allah lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya. Siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Mereka pun tidak meneruskan apa yang mereka kerjakan (perbuatan dosa itu) sedangkan mereka mengetahui(-nya).”

282 of 321

Aktivitas 1

Refleksi Daya Juang

Aktivitas ini bertujuan untuk melatih siswa untuk mampu mengontrol dirinya dan perilakunya.

283 of 321

Tahap Pelaksanaan

1. Guru memutarkan video inspiratif

https://www.youtube.com/watch?v=WprYEb9BFxI

2. Guru meminta respon siswa dengan membagikan lembar kerja 1. Refleksi Daya Juangku

3. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk membacakan lembar kerjanya

284 of 321

Pesan Penting

Ketika menghadapi situasi sulit penting untuk mengenali kemampuan diri sendiri dan batasan diri, sehingga kita dapat mengelola kemampuan diri dan mengetahui apa yang harus dilakukan yaitu mengubah kelemahan menjadi kekuatan

285 of 321

Aktivitas 2

Belajar dari Kisah Hidup Orang Lain

(Tokoh Inspiratif)

Aktivitas ini bertujuan untuk melatih siswa memiliki keterampilan bertanggung jawab terhadap dirinya dan perilakunya

286 of 321

Kemampuan seseorang dalam mengelola dan mengontrol diri serta perilakunya sangat ditunjang juga oleh kemampuan memimpin dirinya sendiri. Itulah sebabnya Nabi SAW menggarisbawahi bahwa setiap individu itu adalah pemimpin dan setiap pemimpin bertanggungjawab atas apa yang dipimpinnya. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Umar, Nabi SAW bersabda:

 

أَلاَ كُلُّكُمْ رَاعٍ، وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ.‏

 

"Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang yang dipimpinnya."

287 of 321

Tahap Pelaksanaan

  1. Guru meminta siswa untuk memikirkan 1 tokoh idola, penyanyi, atau orang yang ada di sekitar siswa (guru, teman, atau orang tuanya)
  2. Guru membagikan lembar kerja 2. Belajar Dari Kisah Orang Lain
  1. Guru meminta siswa untuk membacakan di depan kelas secara bergantian
  2. Guru juga bisa meminta respon siswa lainnya.

288 of 321

Pesan Penting

Kita dapat belajar dari kisah orang lain dalam menyelesaikan kesulitan dan tantangan hidup yang dihadapi, salah satu keterampilan yang mesti dimiliki adalah mengambil keputusan yang bertanggung jawab.

Mengambil dan membuat keputusan siswa harus mengerti bagaimana melihat dan menganalisis situasi dan kondisi terlebih dahulu, kemudian mempertimbangkan konsekuensi yang mungkin akan terjadi, bisa mengambil keputusan apa yang baik baik dirinya dan orang lain

289 of 321

Aktivitas 3

Butterfly Hug

Aktivitas ini bertujuan untuk melatih siswa untuk dapat menerima, menghargai, dan mencintai dirinya sehingga memiliki daya juang yang baik.

290 of 321

Allah memahami kelemahan seseorang sehingga beban yang diberikan tidak melampaui batas kemampuannya. Kondisi tersebut memungkinkan seseorang mampu menghadapi situasi sulit yang ada di sekitarnya dan mengelola kesulitan menjadi kemudahan karena pada setiap kesulitan ada kemudahan. Allah SWT berfirman dalam Q.S. al-Insyirah [94]: 5-6:

 

اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا. فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۙ.

Maka, sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan.”

 

Allah juga berfirman dalam Q.S. al-Baqarah [2]: 286:

لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا ۗ

“Allah tidak membebani seseorang, kecuali menurut kesanggupannya.”

291 of 321

Materi

Butterfly hug atau pelukan kupu-kupu atau juga disebut hug of self self adalah bentuk stimulasi mandiri untuk mengurangi rasa cemas dan membuat diri menjadi lebih tenang. Metode ini dikembangakan oleh Lucina Artigas dan Ignacio Jarero ketika menolog para korban yang selamat dari badai besar di Acapulco, Meksiko pada tahun 1998 (dr. Meva Nareza, alodokter.com)

292 of 321

Tahap Pelaksanaan

  1. Guru menyampaikan ke siswa bahwa kita akan melakukan metode butterfly hug. Guru memutarkan musik relaksasi.

  1. Guru meminta siswa untuk mengatur posisi duduk senyaman mungkin.

293 of 321

Instruksi Butterfly Hug

  1. Atur posisi duduk senyaman mungkin

  1. Silangkan kedua tangan di depan dada

  1. Letakkan ujung jari masing-masing tangan berada di lengan atau di bahu. Posisikan tangan senyaman mungkin

  1. Tutup kedua mata sembari mengatur napas. Fokuskan pikiran.

  1. Lakukan Gerakan menepuk-nepuk tangan secara perlahan hingga kedua telapak tangan terlihat seperti sayap kupu-kupu yang mengepak.

294 of 321

Instruksi Butterfly Hug

  1. Sambil mengucapkan mantra “terima kasih diriku, terima kasih karena kamu telah berjuang melawati masa sulit, terima kasih karena kamu tetap semangat dan kuat, kamu hebat, terima kasih. Tubuhku, maaf yah terkadang saya sangat keras terhadapmu, tapi itu karena saya yakin kita bisa melalui ini. Diriku, tidak apa-apa jika saat ini semua berjalan belum seperti apa yang kita mau, tapi aku yakin jika kita kompak, kita bisa melalui ini dengan baik. Diriku, ayo kita berjuang, kita kuat, kita hebat. Diriku aku sayang padamu!”

  1. Ulangi matra tersebut sampai kurang lebih 30 detik atau lebih sampai merasa tenang dan rileks.

  1. Jika sudah merasa lebih tenang dan rileks, pelan-pelan ambil napas menggunakan hidung, dan hembuskan melalui mulut, lakukan selama 3 kali, kemudian pelan-pelan membuka mata.

295 of 321

Refleksi

Bagaimana perasaanmu setelah melakukan butterfly hug ini?

296 of 321

Pesan Penting

Butterfly Hug dapat dilakukan setiap kali siswa merasa lelah dan ingin menyerah terhadap keadaan. Memberikan rasa cinta pada diri sendiri adalah bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta dan dapat meningkatkan rasa Bahagia dan Kesehatan mental siswa.

297 of 321

  • Resiliensi adalah kemampuan seseorang dalam mengatasi, melalui, dan kembali kepada kondisi semula setelah mengalami kejadian yang sulit. Mampu bangkit dari kegagalan dan keterputuran.

  • Siswa yang bertanggung jawab adalah siswa yang memiliki kesediaan untuk menerima segala sesuatu akibat dari sikap atau tingkah lakunya, dan berusaha memperbaiki sikap dan tingkah lakunya agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

  • Butterfly Hug dapat dilakukan setiap kali siswa merasa lelah dan ingin menyerah terhadap keadaan. Memberikan rasa cinta pada diri sendiri adalah bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta dan dapat meningkatkan rasa Bahagia dan Kesehatan mental siswa.

Apa yang telah Dipelajari dari Sesi ini?

298 of 321

BERBAGI KEBAHAGIAAN

Modul Aktivitas Siswa

Topik 10

#AyoBahagia

Dukungan Kesehatan Mental dan Psikososial

299 of 321

Mengapa Kita Mempelajari Materi ini?

Pendahuluan

  • Aksi Berbagi Kebahagiaan dilakukan oleh siswa untuk menebar kebahagian kepada orang disekitarnya.
  • Peduli pada orang lain dapat menstimulus endorphin pada otak sehingga dapat menghasilkan perasaan positif atau perasaan menggembirakan yang dialami oleh seseorang setelah melakukan perbuatan baik atau tindakan kebaikan sehingga diharapkan memunculkan perasaan ingin terus melakukan tindakan baik tersebut.
  • Dalam menjalani kehidupan, terkadang kita merasakan kesedihan khususnya siswa. Sehingga penting untuk kita saling menguatkan satu sama lain untuk bisa melalui masa sulit pasca pandemi. Berbagi kebahagiaan dapat dimulai dari hal kecil seperti menanyakan kabar dan memberi senyuman kepada orang lain.

300 of 321

Tujuan Kegiatan

  1. Siswa mampu mengidentifikasi apa yang membuatnya bahagia
  2. Siswa mampu berbagi kebahagiaan dengan melakukan hal positif kepada orang-orang disekitarnya melalui Aksi Berbagi Kebahagiaan.

301 of 321

Alur Kegiatan

Guru

menyambut siswa dalam kelas dengan suasana yang menyenangkan, menanyakan kabar siswa hari ini, menyampaikan latar belakang, dan tujuan, aktivitas yang akan dilaksanakan 

 

Aktivitas 1

Aku Bahagia

 

Aktivitas 2

Kamu Bahagia

 

Aktivitas 3

Aksi Berbagi Kebahagiaan 

 

 

Fasilitator melakukan refleksi terkait hal yang menarik dari sesi ini

Fasilitator memberikan simpulan dan penguatan tentang materi yang telah diberikan

 

PENDAHULUAN

(10 Menit)

KEGIATAN INTI

(55 Menit)

 

PENGUATAN

(5 Menit)

 

302 of 321

Apersepsi

    • Bagaimana perasaan siswa setelah pasca pandemi?
    • Bagaimana tanggapan siswa tentang perubahan yang terjadi pasca pandemic?

*Perubahan yang dimaksud seperti pelaksanaan pembelajaran dari sebelum pandemi (luring), pandemi (daring) dan pasca pandemi/ new normal (tatap muka terbatas).

303 of 321

Aktivitas 1

Aku Bahagia

Siswa mampu mengidentifikasi apa yang membuatnya bahagia

304 of 321

  1. Sebelum memulai kegiatan ini, siapkan lembar aktivitas berupa 4 lembar karton manila besar dan tempelkan di dinding kelas, kita akan melakukan gallery walk.
  2. Guru menanyakan apa yang membuatmu Bahagia, dengan membagi menjadi beberapa situasi:
  3. Di rumah
  4. Di sekolah
  5. Lingkungan Sosial lainnya

Tahap Pelaksanaan

305 of 321

  1. Bagikan sticky note pada siswa, masing-masing siswa mendapatkan 4 lembar sticky note.
  2. Guru mengarahkan siswa melakukan aktivitas berkeliling untuk mengisi setiap gallery pertanyaan dengan menuliskan jawabannya pada lembar sticky note dan tempelkan pada gallery.
  3. Putarkan lagu-lagu ceria yang menggambarkan suasana yang bahagia, selama anak berkeliling di gallery walk (25 menit).
  4. Setelah mengisi semua gallery, minta 4 orang siswa untuk membacakan masing-masing yang ada di gallery.
  5. Guru menanyakan perasaan siswa setelah melaksanakan aktivitas “Aku Bahagia”.

306 of 321

Pesan Penting

Kita perlu mengenal diri kita sendiri melalui identifikasi apa yang membuat kita Bahagia agar mampu mengelola perasaan kita untuk selalu Bahagia. Karna sebelum kita mampu berbagi kebahagiaan, tentunya kita harus Bahagia terlebih dahulu.

307 of 321

Aktivitas 2

Kamu Bahagia

Aktivitas ini bertujuan untuk mengenalkan kepada siswa hal positif yang dapat dilakukan untuk melakukan aksi berbagi kebahagiaan kepada orang-orang disekitarnya

308 of 321

Setiap Ramadhan, Rasulullah bersedekah lebih kencang dibanding bulan lainnya. Para hartawan, semestinya juga demikian. Diminta maupun tidak, harusnya senantiasa mendistribusikan hartanya kepada kaum lemah dan orang-orang yang membutuhkan. Allah berfirman dalam Q.S. al-Baqarah [2]: 177:

 

۞ لَيْسَ الْبِرَّاَنْ تُوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَالْمَلٰۤىِٕكَةِ وَالْكِتٰبِ وَالنَّبِيّٖنَ ۚ وَاٰتَى الْمَالَ عَلٰى حُبِّهٖ ذَوِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنَ وَابْنَ السَّبِيْلِۙ وَالسَّاۤىِٕلِيْنَ وَفىِ الرِّقَابِۚ وَاَقَامَ الصَّلٰوةَ وَاٰتَى الزَّكٰوةَ ۚ وَالْمُوْفُوْنَ بِعَهْدِهِمْ اِذَا عَاهَدُوْا ۚ وَالصّٰبِرِيْنَ فِى الْبَأْسَاۤءِ وَالضَّرَّاۤءِ وَحِيْنَ الْبَأْسِۗ اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ صَدَقُوْا ۗوَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُتَّقُوْنَ

Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat, melainkan kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari Akhir, malaikat-malaikat, kitab suci, dan nabi-nabi; memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang miskin, musafir, peminta-minta, dan (memerdekakan) hamba sahaya; melaksanakan salat; menunaikan zakat; menepati janji apabila berjanji; sabar dalam kemelaratan, penderitaan, dan pada masa peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.

309 of 321

Allah juga berfirman dalam Q.S al-Insan [76]: 8-9:

 

وَيُطْعِمُوْنَ الطَّعَامَ عَلٰى حُبِّهٖ مِسْكِيْنًا وَّيَتِيْمًا وَّاَسِيْرًا اِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللّٰهِ لَا نُرِيْدُ مِنْكُمْ جَزَاۤءً وَّلَا شُكُوْرًا

 

Mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan tawanan. (Mereka berkata,) “Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanya demi rida Allah. Kami tidak mengharap balasan dan terima kasih darimu.”

 

Banyak hadis Nabi yang mencontohkan prilaku berbagi kebahagiaan, diantaranya sabda Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibn Hanbal dari Abu Hurairah r.a. bahwa perbuatan paling baik ialah engkau memasukkan kebahagiaan kepada saudara yang mukmin dan Muslim, atau engkau membayar utangnya, atau memberinya roti” (HR. Abi Ad Dunya dan Imam Hambal).

310 of 321

  1. Guru menanyakan apa yang sudah dilakukan pada aktivitas 1.
  2. Guru menjelaskan bahwa setelah siswa mampu mengidentifikasi apa yang membuatnya Bahagia, diaktivitas ini siswa akan dilatih untuk berbagi kebahagiaan kepada orang lain disekitarnya.
  3. Guru membagikan kertas origami kepada semua siswa, dan memandu siswa untuk membuat origami hati untuk menumbuhkan rasa peduli dan kasih sayang kepada orang-orang disekitarnya.

Tahap Pelaksanaan

311 of 321

“Origami Hati”

312 of 321

  1. Guru mengarahkan siswa untuk menuliskan kata-kata penyemangat yang bisa membuat orang lain bahagia pada origami hati, seperti “kamu hebat”, “semangat”, “terima kasih” atau berikan gambar senyuman.
  2. Guru menginstruksikan siswa untuk mengumpulkan origami hati dan kemudian siswa mengambil kembali origami hati lainnya secara acak (bertukar origami hati antar siswa).
  3. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan perasaannya ketika memperoleh hati dari temannya.
  4. Guru akan memandu siswa untuk membuat origami pesawat impian dengan yang bertuliskan kata penyemangat untuk memotivasi dirinya dalam menggapai impian atau menjalani hidup dengan sebaik-baiknya.

313 of 321

“Origami Pesawat Impian”

314 of 321

8. Guru mengajak siswa untuk bersama-sama menerbangkan pesawat impian.

  1. Guru menyampaikan kepada siswa kalau siswa boleh menyimpan banyak origami hati untuk diberikan kepada orang lain sebagai kartu ucapan penyemangat yang memuat pesan positif, atau ucapan terima kasih.

315 of 321

Pesan Penting

Banyak aktivitas positif yang dapat kita lakukan untuk bisa berbagi kebahagiaan kepada orang lain disekitar kita. Salah satu contohnya adalah dengan membuat origami sebagai kartu ucapan penyemangat, maupun aktivitas positif lainnya yang menunjukkan kepedulian dan rasa saying kita kepada orang-orang disekitar kita.

316 of 321

Aktivitas 3

Aksi Berbagi Kebahagiaan

Aktivitas ini bertujuan untuk memberikan ruang kepada siswa mengembangkan kreativitasnya melalui karya untuk melakukan aksi berbagi kebahagiaan kepada orang-orang disekitarnya dengan kampanye “ayo Bahagia”

317 of 321

Tahap Pelaksanaan

  1. Guru menanyakan apa yang sudah dipelajari pada aktivitas sebelumnya.
  2. Guru membimbing siswa untuk merancang kegiatan “Aksi Berbagi Kebahagiaan” yang bisa dilakukan untuk mengkampanyekan “ayo Bahagia” kepada lingkungan sekitarnya, seperti membuat susunan acara aksi berbagi kebahagiaan.
  3. Guru membimbing siswa untuk membuat karya berupa poster, puisi, pantun, lagu, video dan karya lainnya (sesuai kemampuan dan minat siswa).
  4. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menampilkan karya yang telah dibuat sebagai aksi berbagi kebahagiaan baik secara langsung maupun di sosial media.

318 of 321

5. Guru memandu siswa menyanyi dan menari bersama lagu “ aku duta baik” (boleh juga lagu Bahagia lainnya).

319 of 321

    • Guru mengucapkan terima kasih kepada siswa dan menyampaikan kepada siswa bahwa guru sangat menghargai apa yang telah dilakukan siswa hari ini.
    • Guru mengajak seluruh siswa untuk membuat deklarasi “Aku Bahagia”. Guru memandu siswa untuk membubuhkan tanda tangan pada spanduk “Aku Bahagia” sebagai bentuk deklarasi bahwa mereka adalah anak yang Bahagia.

320 of 321

Tantangan

Tantangan “Berbagi Kebahagiaan” dilakukan siswa dengan membuat dan memberikan kartu ucapan dari origami hati kepada orang-orang disekitarnya yang sebagai wujud rasa peduli dan kasih sayang kepada orang tuanya, guru, teman dan sebagainya. Tanyakan kabar mereka dan sampaikan “aku sayang ayah, aku sayang bunda, aku sayang kakak, aku sayang adek”.

321 of 321

Terimakasih