Pengantar Modul
#AyoBahagia
Dukungan Kesehatan Mental dan Psikososial
#AyoBahagia
Latar Belakang
#AyoBahagia
Latar Belakang
#AyoBahagia
Latar Belakang
Apa itu DKMP?
#AyoBahagia
Segala bentuk dukungan awal yang diberikan baik dari pihak setempat (sekolah) maupun dari pihak luar yang bertujuan untuk menjaga atau mempromosikan kesejahteraan psikososial dan/atau mencegah atau mengatasi gangguan psikologis atau kesehatan mental pada anak sehingga remaja dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
Tujuan
#AyoBahagia
Sasaran Program DKMP
#AyoBahagia
Program DKMP diperuntukkan bagi guru SMP/SMA/SMK. Modul ini dikembangkan, diujicoba dan digunakan bagi guru SMP/SMA/SMK melalui program DKMP. Penerima manfaat utama dari profram ini adalah adalah siswa SMP/SMA/SMK usia 13-18 tahun.
.
Domain Keterampilan yang ingin dicapai
#AyoBahagia
#AyoBahagia
Pendekatan yang digunakan
#AyoBahagia
Karakteristik Guru DKMP
#AyoBahagia
Dukungan Psikologis Awal pada Modul DKMP
#AyoBahagia
Isi Modul
1. Bagian pendahuluan modul
2. Modul aktivitas guru (informasi bagi guru), meliputi:
3. Modul aktivitas siswa:
#AyoBahagia
Terima Kasih
Modul Aktivitas Guru
Topik 1
Disipin Positif
#AyoBahagia
Dukungan Kesehatan Mental dan Psikososial
#AyoBahagia
Penerapan Disiplin Positif Bagi Siswa SMP/SMA/SMK
#AyoBahagia
Apa itu Perilaku Bemasalah (Misbehave)?
#AyoBahagia
Hukuman VS Disiplin Positif
#AyoBahagia
Tujuan Disiplin Positif
Anak/siswa memahami perilakunya, berinisiatif dan bertanggungjawab atas apa yang dilakukan, serta menghargai diri sendiri dan juga orang lain. Disiplin positif menanamkan proses pemikiran dan berperilaku positif sepanjang masa
Kesehatan Mental Anak Terjaga
#AyoBahagia
Prinsip-prinsip Disiplin Positif
1: Saling menghormati
2: mengidentifikasi penyebab perilaku tidak sesuai
3: Partisipatori
5: Proaktif
4: Fokus pada kekuatan peserta didik
Situasi: Anak mengotori meja dengan sengaja
#AyoBahagia
Contoh penerapan disiplin positif
“Seringkali cara orang dewasa dalam memberikan hukuman tidak tepat (tidak logis) sehingga berdampak negatif pada peserta didik seperti rasa malu, bersalah, dan dapat meningkatkan perilaku agresif.
Menerapkan prinsip-prinsip disiplin positif akan membantu anak dalam mengembangkan perilaku positifnya, menjalin komunikasi, saling menghargai satu sama lain, menghargai hak, bertanggung jawab pada perilakunya sehari-hari, dan dalam budaya seperti ini, orang dewasa akan menjadi sosok yang diteladani”
#AyoBahagia
Pesan Penting
Salah satu cara Allah SWT menerapkan prinsip disiplin positif kepada anak didik adalah dengan berusaha memahami tingkah lakunya sendiri dan bertanggungjawab atas apa yang mereka pilih. Hal tersebut dapat membantu mereka mengembangkan perilaku positif sebagai bagian dari gaya hidup mereka. Karena itu, para pendidik perlu memberikan penghargaan (reward) atas kinerja mereka. Sebaliknya, jika ingin memeberikan hukuman hendaknya hukuman tersebut logis dan tepat. Kedua bentuk perlakuan tersebut dapat memberikan dampak positif kepada peserta didik disepanjang hidupnya. Allah SWT berfirman dalam Q.S. al-Zalzalah [99]: 7 dan 8
#AyoBahagia
فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ. وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ.
“Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar zarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.
Selain itu, Allah SWT juga mendorong agar para pendidik menanamkan proses berfikir dan perilaku positif sedari kecil kepada peserta didik untuk menghargai dirinya dan lingkungannya sehingga selalu termotivasi untuk berperilaku positif dan berbuat baik kepada orang lain sepanjang hayat mereka. Hal tersebut membantu peserta didik dalam mengembangkan kecakapan bergaul atau kemampuan berkomunikasi. Allah SWT berfirman dalam QS. Qashash [28]: 84:
#AyoBahagia
“Barangsiapa datang dengan (membawa) kebaikan, maka dia akan mendapat (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barang siapa datang dengan (membawa) kejahatan, maka orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu hanya diberi balasan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan.”
مَنۡ جَآءَ بِالۡحَسَنَةِ فَلَهٗ خَيۡرٌ مِّنۡهَا وَمَنۡ جَآءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجۡزَى الَّذِيۡنَ عَمِلُوا السَّيِّاٰتِ اِلَّا مَا كَانُوۡا يَعۡمَلُوۡنَ
#AyoBahagia
Terima Kasih
Kebijakan Perlindungan Anak
Modul Aktivitas Guru
Topik 1
#AyoBahagia
Dukungan Kesehatan Mental dan Psikososial
#AyoBahagia
Definisi Anak
Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun termasuk anak dalam kandungan
#AyoBahagia
Kebijakan Perlindungan Anak
Kebijakan Perlindungan Anak memberikan kerangka kerja tentang prinsip, standar, pedoman tentang perlindungan dan pencegahan perlakuan salah terhadap anak ketika kita berinteraksi
#AyoBahagia
Tujuan Kebijakan Perlindungan Anak
Prinsip-Prinsip Hak Anak
#AyoBahagia
#AyoBahagia
Islam sangat menekankan perlindungan terhadap hak-hak anak, termasuk hak hidup, hak atas harta, dan hak atas perawatan yang baik. Orang dewasa, termasuk orangtua dan wali, bertanggung jawab sepenuhnya untuk melindungi hak-hak anak-anak dan memberikan perhatian yang layak kepada mereka. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Umar, Nabi SAW bersabda:
أَلاَ كُلُّكُمْ رَاعٍ، وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، فَالإِمَامُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهْوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهْوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى أَهْلِ بَيْتِ زَوْجِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ، وَعَبْدُ الرَّجُلِ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهْوَ مَسْئُولٌ عَنْهُ، أَلاَ فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ.
"Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang yang dipimpinnya. Seorang laki-laki adalah pemimpin dalam keluarganya dan dia akan ditanya tentang yang dipimpinnya. Seorang perempuan adalah pemimpin di rumah suaminya dan dia akan ditanya tentang yang dipimpinnya. Seorang budak adalah pemimpin atas harta tuannya dan dia akan ditanya tentang yang dipimpinnya. Karena itu, setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang yang dipimpinnya."
#AyoBahagia
Etika Berinteraksi dengan Anak
Etika Berinteraksi dengan Anak
#AyoBahagia
Hal-hal yang Perlu diperhatikan Fasilitator Anak
#AyoBahagia
#AyoBahagia
Hal-hal yang Perlu diperhatikan Fasilitator Anak
#AyoBahagia
Hal Yang Tidak Boleh dan Harus dilakukan Fasilitator
#AyoBahagia
Terima Kasih
Mekanisme Penanganan dan Rujukan Kasus
Modul Aktivitas Guru
Topik 2
#AyoBahagia
Dukungan Kesehatan Mental dan Psikososial
#AyoBahagia
Mengapa Kita Mempelajari Materi ini?
Pendahuluan
Tujuan Kegiatan
#AyoBahagia
#AyoBahagia
Alur Kegiatan
Fasilitator menyampaikan pentingnya topik ini dan tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini
Fasilitator menanyakan kepada guru mengenai bagaimana guru menangani kasus anak
Aktivitas 1
Pelayanan Sosial Anak
Aktivitas 2
Pertolongan Pertama Psikologis
Aktivitas 3
Mekanisme penanangan dan rujukan kasus anak berbasis sekolah
Fasilitator melakukan refleksi terkait hal yang menarik dari sesi ini
Fasilitator memberikan simpulan dan penguatan tentang materi yang telah diberikan
PENDAHULUAN
(10 Menit)
KEGIATAN INTI
(55 Menit)
PENGUATAN
(5 Menit)
#AyoBahagia
Apersepsi
#AyoBahagia
Aktivitas 1
Kartu Tim Penanganan Kasus
Aktivitas ini bertujuan untuk menjelaskan berbagai profesi atau tim penanganan kasus yang nantinya berpotensi bekerjasama dengan sekolah
#AyoBahagia
Tahap Pelaksanaan
Profesi
Fungsi dan Tugas
#AyoBahagia
#AyoBahagia
Tim Pendamping
Tim Rujukan
#AyoBahagia
Pesan Penting
Terdapat beberapa jenis layanan sosial yang dapat diakses oleh anak, keluarga, dan pihak sekolah. Layanan tersebut akan membantu dan mendampingi anak untuk mengatasi masalah yang dialami baik itu terkait permasalahan psikologis ataupun masalah lain yang berkaitan dengan pemenuhan hak anaknya
#AyoBahagia
Aktivitas 2
Dukungan Psikologis Awal (DPA)
Aktivitas ini bertujuan untuk memberikan pemahaman guru mengenai konsep dukungan psikologis awal, dan bagaimana memberikan DPA kepada siswa yang membutuhkan
#AyoBahagia
Dukungan Psikologis Awal (DPA) dapat didefenisikan sebagai sebuah respon atau dukungan psikologis yang diberikan kepada seseorang yang memerlukan bantuan karena mengalami masalah psikologis ataupun masalah lainnya. DPA bertujuan untuk membantu seseorang mengelola situasi yang sedang dihadapi dan membuat keputusan yang tepat berdasarkan informasi yang dimiliki
Materi DPA
Apa itu DPA?
Hal yang penting dipahami dalam hal ini adalah bahwa pemberian DPA sebaiknya dilakukan sesegara mungkin agar kiranya dampak yang dirasakan oleh orang yang membutuhkan DPA dapat diminimalisir atau diatasi segera mungkin
Kapan harus memberikan DPA?
#AyoBahagia
Apa yang Perlu Dilakukan?
#AyoBahagia
Pernyataan yang salah Mengenai DPA
Prinsip Dasar | Hal yang perlu diperhatikan |
Lihat (Look) | Situasi saat ini |
Siapa yang mencari bantuan | |
Apa saja resiko yang dihadapi klien/penyintas | |
Kebutuhan dari orang yang terdampak | |
Reaksi emosi yang wajar muncul | |
Dengarkan (Listen) | Memulai percakapan |
Pemberi Layanan memperkenalkan diri | |
Memberikan perhatian dan mendengarkan secara aktif | |
Menerima perasaan atau emosi | |
Menenangkan seseorang yang ada dalam situasi distres | |
Menanyakan mengenai kebutuhan dan keprihatinan | |
Membantu menemukan solusi akan kebutuhan dan permasalahan | |
Hubungkan (Link) | Mengakses informasi |
Menghubungkan dengan orang tercinta dan dukungan sosial | |
Menangani masalah praktis | |
Mengakses layanan dan bantuan lain |
#AyoBahagia
Prinsip DPA
#AyoBahagia
3 Aspek Dasar dalam DPA
Safety
Dignity
Rights
#AyoBahagia
Tahap Pelaksanaan
#AyoBahagia
LIHAT | DENGAR | HUBUNGKAN |
| | |
Lembar Kerja “Dukungan Psikologis Awal
#AyoBahagia
#AyoBahagia
#AyoBahagia
#AyoBahagia
Aktivitas 3
Mekanisme Penanganan dan Rujukan Kasus Anak
Aktivitas ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai pentingnya mekanisme penanganan dan rujukan kasus anak, serta bagaimana mengembangkan mekanisme penanganan dan rujukan kasus tersebut
#AyoBahagia
Tahap Pelaksanaan
#AyoBahagia
No | Potensi Kasus | Siapa yang menangani | Bentuk Penanganan awal dari Sekolah | Rujukan Kasus Ditujukan untuk |
1 | Siswa mengalami gangguan kesehatan | Guru Mata Pelajaran dan Guru Kelas | Guru mengamati kondisi siswa dan mencari tahu kondisi yang dirasakan oleh siswa, dan mengambil keputusan apakah perlu dilakukan rujukan atau tidak. | Dinas Kesehatan (Puskesmas Terdekat) |
2 | | | | |
3 | ……………….. |
| ……………….. | ……………….. |
4 | ………………… |
| ………………… | ………………… |
5 | ……………….. |
| ……………….. | ……………….. |
6 | ……………….. |
| ………………… | ………………… |
7 | ………………… |
| ……………….. | ……………….. |
8 | ……………….. |
| ………………… | ………………… |
9 | ……………….. |
| ……………….. | ……………….. |
10 | ………………… |
| ………………… | ………………… |
Lembar kerja penanganan dan rujukan kasus anak
#AyoBahagia
Apa yang telah Dipelajari dari Sesi ini?
Modul Aktivitas Siswa
Topik 1
Aku dan Diriku
#AyoBahagia
Dukungan Kesehatan Mental dan Psikososial
#AyoBahagia
Mengapa Kita Mempelajari Materi ini?
Pendahuluan
#AyoBahagia
QS. Āli ‘Imrān [3]: 135
وَالَّذِيْنَ اِذَا فَعَلُوْا فَاحِشَةً اَوْ ظَلَمُوْٓا اَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللّٰهَ فَاسْتَغْفَرُوْا لِذُنُوْبِهِمْۗ وَمَنْ يَّغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلَّا اللّٰهُ ۗ وَلَمْ يُصِرُّوْا عَلٰى مَا فَعَلُوْا وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ
Demikian (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri,) mereka (segera) mengingat Allah lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya. Siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Mereka pun tidak meneruskan apa yang mereka kerjakan (perbuatan dosa itu) sedangkan mereka mengetahui(-nya).
#AyoBahagia
QS. al-Ḥasyr [59]: 18
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”
Kedua ayat di atas mendorong setiap orang untuk selalu melakukan muhasabah diri. Muhasabah diri bukan hanya memberi ruang bagi seseorang untuk mengenal kelebihan dan kekurangan dirinya tetapi juga membantu seseorang untuk fokus pada kekuatannya dan bukan kelemahannya. Ayat di atas menekankan pentingnya muhasabah diri atas apa yang terjadi dan fokus pada pencapaian hari esok dengan melibatkan pertimbangan niat dan hubungan dengan Allah
Tujuan Kegiatan
#AyoBahagia
#AyoBahagia
Alur Kegiatan
Fasilitator menyampaikan pentingnya topik ini dan tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini
Fasilitator menanyakan kepada guru mengenai bagaimana guru menangani kasus anak
Aktivitas 1
Mengenal Diriku
Aktivitas 2
Menggambar Ekspresif
Aktivitas 3
Bermain Peran
Fasilitator melakukan refleksi terkait hal yang menarik dari sesi ini
Fasilitator memberikan simpulan dan penguatan tentang materi yang telah diberikan
PENDAHULUAN
(10 Menit)
KEGIATAN INTI
(55 Menit)
PENGUATAN
(5 Menit)
#AyoBahagia
Apersepsi
Bagaimana perasaanmu hari ini?
Hal apa yang membuat mereka senang hari ini?
#AyoBahagia
Aktivitas 1
Mengenal Diriku
Aktivitas ini bertujuan untuk melatih anak agar dapat mengenal karakter dirinya, termasuk kekuatan dan kelemahannya.
#AyoBahagia
Tahap Pelaksanaan
#AyoBahagia
Tahap Pelaksanaan
1
tuliskan nama dan menuliskan satu karakter yang khas pada dirinya dimulai dari huruf pertama nama panggilannya
#AyoBahagia
Tahap Pelaksanaan
Gambarkan dirimu dan sebutkan ciri-ciri fisik yang khas pada dirinya.
2
#AyoBahagia
Tahap Pelaksanaan
Gambarkan sesuatu yang menunjukkan kelebihanmu , boleh lebih dari 1
3
#AyoBahagia
Tahap Pelaksanaan
Gambarkan sesuatu yang menggambarkan kelemahan mereka dengan syarat mata tertutup. Boleh lebih dari 1
4
#AyoBahagia
Tahap Pelaksanaan
Beri kesempatan kepada beberapa siswa sebagai perwakilan untuk menjelaskan lembar aktivitas mengenal diri
#AyoBahagia
Pesan Penting
Mengenal diri merupakan cara terbaik untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan seseorang.
Dengan mengenal diri sendiri, hal ini akan membantu seseorang untuk lebih fokus terhadap kekuatan yang mereka miliki dan bukan pada kelemahannya. Mengenal diri juga dapat membentuk kepercayaan diri remaja dan mengoptimalkan potensinya.
#AyoBahagia
Apa itu mengenal diri?
#AyoBahagia
Aktivitas 2
My Journal
Aktivitas ini bertujuan untuk membantu siswa mengelolah emosinya secara positif, sehingga dapat mengekspresifkan perasaannya dengan cara yang positif pula
#AyoBahagia
Info Guru
Journaling bisa dilakukan siswa kapan pun, terutama saat mereka sedang mengalami ketidakstabilan emosi. Menulis bisa menjadi cara paling aman untuk meluapkan emosi itu. Dalam menulis jurnal siswa bebas menuliskan apa pun yang ingin anda tulis. Jangan pedulikan struktur penulisannya, biarkan kata-kata yang tertulis mengalir begitu saja sesuai dengan ide dan perasaannya.Jangan pernah takut atau khawatir tentang salah ejaan, karena journaling adalah tentang menulis bebas.
.
#AyoBahagia
Tahap Pelaksanaan
#AyoBahagia
Tahap Pelaksanaan
3. Selanjutnya guru menginstruksikan siswa untuk memilih 3 pertanyaan yang ditampilkan pada layar yang paling dirasakan saat ini. Kemudian siswa diminta menjawab dengan bercerita di kertas kraft yang telah dibagikan.
4. Setelah selesai guru menginstruksikan siswa untuk mengkreasikan semenarik mungkin kertas jurnalnya.
5. Guru memberi kesempatan pada siswa jika ada yang ingin membacakan jurnalnya. Jika siswa tidak bersedia sebaiknya tidak dilakukan .
6. Guru mengapresiasi siswa karena telah aktif mengikuti aktivitas kedua yaitu my journal.
#AyoBahagia
Pesan Penting
Journaling adalah sebuah cara agar remaja dapat mengenali dan mengelola emosi dan perasaannya secara positif. Dengan mengelola emosi akan membantu remaja dalam menghadapi situasi yang memicu munculnya emosi, dan membantu remaja dalam menyesuaikan diri dengan orang lain.
.
#AyoBahagia
Aktivitas 3
Bermain Peran Perilaku Asertif
Aktivitas ini bertujuan agar siswa memiliki keterampilan komunikatif asertif
#AyoBahagia
Tahap Pelaksanaan
#AyoBahagia
Tahap Pelaksanaan
Situasi 1
Rusmi dan nina adalah dua orang sahabat, suatu hari sepulang sekolah rusmi mengajak nian untuk nonton film bersama di bioskop. Namun, nina bingung karena keesekon harinya ia akan ulangan matemtaika dan telah membuat janji untuk belajar bersama dengan Sinta. Silahkan membuat skenario dan bermain peran untuk membantu nina memberikan respon penolakan yang harus diberikan kepada rusmi!
#AyoBahagia
Tahap Pelaksanaan
Situasi 2
Santi sudah berpacaran selama satu tahun dengan zoel, ulang tahun ke 17 santi, zoel mengajak santi untuk makan malam. Pada saat memberikan hadiah, zoel tiba-tiba meminta izin kepada sinta untuk cium pipinya. Silahkan membuat skenario dan bermain peran untuk membantu santi memberikan respon penolakan yang harus diberikan kepada zoel!
#AyoBahagia
Tahap Pelaksanaan
Situasi 3
Radit adalah anak yang sangat ramah terhadap teman-temannya, selain ramah radit anak yang jujur. Semalam ia selalu belajar dengan sungguh-sungguh karena hari ini ada ulangan bahasa indonesia. Pada saat ulangan tiba-tiba budi ingin menyontek jawaban Radit. Radit bingung karena disisi lain Radit ingin membantu Budi namun disisi lain Radit tau bahwa menyontek perbuatan yang tidak baik. Silahkan membuat skenario dan bermain peran untuk membantu Radit memberikan respon yang seharusnya kepada Budi!
#AyoBahagia
Tahap Pelaksanaan
Situasi 4
Mia bercita-cita menjadi pelukis dan ingin mengambil jurusan seni ketika kuliah, karena ia sangat gemar menggambar sejak kecil. Namun karena kedua orang tua mia adalah dokter, Mia selalu ditegaskan harus mengambil jurusan kedokteran ketika kuliah. Mia sangat bingung bagaimana menyampaian kepada orang tuanya bahwa ia ingin menjadi pelukis profesional dan tidak ingin menjadi dokter. Silahkan membuat skenario dan bermain peran untuk membantu Mia memberikan respon yang baik kepada orang tuanya!
#AyoBahagia
Tahap Pelaksanaan
#AyoBahagia
Info Untuk Guru
Tips memiliki keterampilan asertif bagi siswa. Agar remaja memiliki keterampilan asertif guru dapat melatihkan hal-hal berikut pada siswa :
#AyoBahagia
Pesan Penting
Keterampilan asertif berada diantara perilaku pasif dan agresif. Seseorang yang agresif cenderung menunjukkan sikap yang merugikan orang lain dengan sikap-sikap yang tidak sesuai seperti mempermalukan, dan menyerang orang lain.
Orang yang pasif adalah mereka yang tidak mampu mengekspresikan emosinya, yang pada akhirnya memicu orang lain memberikan respon yang tidak sesuai.
Sedangkan keterampilan asertif merupakan kemampuan individu untuk menyatakan apa adanya dengan tegas dengan mengekspresikan perasaannya untuk mendapatkan hak-haknya dan juga menjaga hak orang lain diantaranya, (1) memahami hak individu bersifat pribadi (2) melakukan sebuah usaha untuk mencapai kemampuan mengekspresikan emosi dan perasaannya.
#AyoBahagia
Apa yang telah Dipelajari dari Sesi ini?
#AyoBahagia
Guru memberikan tantangan kepada siswa untuk membuat journaling dirumahnya untuk latihan mengekspesikan emosi perasaannya. Membuat jurnal dapat dikreasikan semenarik mungkin boleh di buku jurnal atau di aplikasi note atau aplikasi diary di handphonenya. Siswa boleh membaca kembali buku jurnalnya setelah dia selesai menulisnya.
Tantangan
Kegiatan Keseharianku
Modul Aktivitas Siswa
Topik 2
#AyoBahagia
Dukungan Kesehatan Mental dan Psikososial
#AyoBahagia
Mengapa Kita Mempelajari Materi ini?
Pendahuluan
Tujuan Kegiatan
#AyoBahagia
#AyoBahagia
Alur Kegiatan
Guru menyampaikan topik yang akan dipelajari pada modul ini, yaitu tentang Kegiatan Harianku
Guru menanyakan kepada siwa tentang aktivitas -aktivitas yang rutin mereka lakukan sehari-hari
Aktivitas 1
Identifikasi Kegiatan
Aktivitas 2
Dinding Curhat
Aktivitas 3
Rencana Perubahan
Guru menanyakan kembali apa yang telah dipelajari dari modul ini
Guru memberikan simpulan dan penguatan tentang materi yang telah dipelajari
PENDAHULUAN
(10 Menit)
KEGIATAN INTI
(55 Menit)
PENGUATAN
(5 Menit)
#AyoBahagia
Apersepsi
#AyoBahagia
Aktivitas 1
Identifikasi Kegiatan
#AyoBahagia
Aktivitas 1
Identifikasi Kegiatan
Waktu | Aktivitas |
Pagi 05.00 – 12.00 | |
Siang 12.00 – 16.00 | |
Sore 16.00 – 18.00 | |
Malam 18.00 – 21.00 | |
#AyoBahagia
Aktivitas 1
Identifikasi Kegiatan
#AyoBahagia
Aktivitas 1
Identifikasi Kegiatan
Kegiatan Rutin yang Wajib | Kegiatan di Waktu Luang |
| |
#AyoBahagia
Aktivitas 1
Identifikasi Kegiatan
#AyoBahagia
Aktivitas 1
Identifikasi Kegiatan
Apa yang dipelajari:
Siswa perlu belajar untuk memilah antara kegiatan-kegiatan yang sifatnya rutin dan wajib dan kegiatan yang dilakukan di waktu luang. Keduanya sama pentingnya, namun perlu untuk dikelola dengan baik agar siswa tetap dapat menikmati semua aktivitasnya dengan senang.
#AyoBahagia
Aktivitas 2
Dinding Curhat
#AyoBahagia
Aktivitas 2
Dinding Curhat
Setelah selesai, Guru memandu diskusi tentang tantangan-tantangan tersebut. Beberapa poin yang dapat ditanyakan:
Berilah kesempatan kepada beberapa siswa untuk berbagi pengalamannya.
#AyoBahagia
Aktivitas 2
Dinding Curhat
#AyoBahagia
Apa yang dipelajari:
Siswa belajar bahwa mengalami situasi sulit dan tertekan adalah sesuatu yang wajar. Namun hal tersebut tidak boleh dibiarkan, mereka perlu memahami mengapa situasi tersebut, agar dapat mengantisipasi agar hal tersebut tidak terulang
Aktivitas 2
Dinding Curhat
#AyoBahagia
Aktivitas 3
Rencana Perubahan
#AyoBahagia
Aktivitas 3
Rencana Perubahan
Apa yang akan saya lakukan?
#AyoBahagia
Aktivitas 3
Rencana Perubahan
Apa yang dipelajari:
siswa perlu membuat perencanaan yang baik sebelum beraktivitas. Perubahan dan penyesuaian aktivitas berserta jadwalnya kadang-kadang perlu dilakukan agar mereka tetap dapat berkegiatan dalam kondisi sehat dan bahagia
#AyoBahagia
Sebagai agama paripurna, Islam mengajarkan pentingnya mempersiapkan perencanaan yang matang sebelum melakukan suatu aktifitas. Perencanaan yang matang akan memudahkan seseorang dalam mengeksekusi apa yang telah direncanakan. Allah berfirman dalam Q.S. al-Hasyr [59]: 18:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”
#AyoBahagia
Ayat diA atas dikuatkan oleh sabda Nabi SAW yang menekankan pentingnya kesungguhan dalam merencanakan dan mengeksekusi suatu aktifitas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh al-Tabrani, Nabi SAW bersabda:
إن الله يحب إذا عمل أحدكم عملا أن يتقنه
“Sesungguhnya Allah menyukai suatu amal/kerjaan apabila dilakukan, dia bersungguh-sungguh dan memperhalusi amal/kerjaannya.”
#AyoBahagia
Salah satu contoh konkrit dari penting perencanaan dalam al-Qur’an adalah persiapan perang yang ditungkan dalam Q.S. al-Anfal [8]: 60:
وَاَعِدُّوْا لَهُمْ مَّا اسْتَطَعْتُمْ مِّنْ قُوَّةٍ وَّمِنْ رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُوْنَ بِهٖ عَدُوَّ اللّٰهِ وَعَدُوَّكُمْ وَاٰخَرِيْنَ مِنْ دُوْنِهِمْۚ لَا تَعْلَمُوْنَهُمْۚ اَللّٰهُ يَعْلَمُهُمْۗ وَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ شَيْءٍ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ يُوَفَّ اِلَيْكُمْ وَاَنْتُمْ لَا تُظْلَمُوْنَ
“Persiapkanlah untuk (menghadapi) mereka apa yang kamu mampu, berupa kekuatan (yang kamu miliki) dan pasukan berkuda. Dengannya (persiapan itu) kamu membuat gentar musuh Allah, musuh kamu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya, (tetapi) Allah mengetahuinya. Apa pun yang kamu infakkan di jalan Allah niscaya akan dibalas secara penuh kepadamu, sedangkan kamu tidak akan dizalimi.”
#AyoBahagia
Penutup
Mengenal Perilaku Kekerasan
Modul Aktivitas Siswa
Topik 3
#AyoBahagia
Dukungan Kesehatan Mental dan Psikososial
Mengapa Kita Mempelajari Materi ini?
Pendahuluan
Mengapa Kita Mempelajari Materi ini?
Pendahuluan
Tujuan Kegiatan
Alur Kegiatan
Guru menyampaikan megapa topik ini penting untuk dipelajari, dan tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini
Guru menanyakan kepada guru bentuk-bentuk kekerasan yang mereka ketahui
Aktivitas 1
Memahami Kekerasan Terhadap anak
Aktivitas 2
Studi Kasus Kekerasan
Aktivitas 3
Denah Lokasi Kekerasan
PENDAHULUAN
(10 Menit)
KEGIATAN INTI
(55 Menit)
PENGUATAN
(5 Menit)
Guru melakukan refleksi terkait hal-hal yang telah dipelajari dari sesi ini
Guru memberikan simpulan dan penguatan tentang materi yang telah dipelajari
Dua kebijakan yang menjadi rujukan utama:
Aktivitas 1
Memahami Kekerasan terhadap Anak
Apersepsi
Menurut UU Perlindungan Anak:
Aktivitas 1
Memahami Kekerasan terhadap Anak
Apa itu Kekerasan?
Islam sangat mengedepankan pentingnya memberikan perlindungan serta kasih sayang terhadap anak dan melarang melakukan kekerasan terhadap mereka. Hal itu disebabkan bentuk perlakuan terhadap anak sangat mempengaruhi perkembangan fisik dan mental mereka. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh al-Tirmizi dari Ibn Abbas, Nabi SAW bersabda:
لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيرَنَا وَيُوَقِّرْ كَبِيرَنَا."
“Bukanlah termasuk golongan kami, orang yang tidak menyayangi anak kecil dan tidak menghormati orang yang dituakan diantara kami”.
Bahkan dalam QS. al-Isra' [17]: 31, Allah menegaskan kembali kecintaannya kepada anak-anak dengan menyiapkan dan memberikan rezki kepada mereka. Anak-anak memiliki hak hidup tumbuh berkembang secara optimal dan terhindar dari perilaku kekerasan. Karena itu, Allah SWT sangat melarang keras membunuh anak-anak sekalipun dengan alasan kemiskinan. Allah SWT berfirman:
وَلَا تَقْتُلُوْٓا اَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ اِمْلَاقٍۗ نَحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَاِيَّاكُمْۗ اِنَّ قَتْلَهُمْ كَانَ خِطْـًٔا كَبِيْرًا
“Janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka dan (juga) kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka itu adalah suatu dosa yang besar.”
Potensi terjadinya kekerasan terhadap anak bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Atas dasar itu, Allah SWT memberikan hukuman keras terhadap setiap perilaku zalim yang diarahkan kepada anak sebagaimana perilaku merampas harta harta dan hak-hak anak yatim. Allah SWT berfirman dalam Q.S. al-Nisa’ [4]: 10:
اِنَّ الَّذِيْنَ يَأْكُلُوْنَ اَمْوَالَ الْيَتٰمٰى ظُلْمًا اِنَّمَا يَأْكُلُوْنَ فِيْ بُطُوْنِهِمْ نَارًا ۗ وَسَيَصْلَوْنَ سَعِيْرًا .
“Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api dalam perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).”
Jenis-Jenis Kekerasan
Kekerasan Fisik
Kekerasan Psikis atau Emosional
Kekerasan Seksual
Eksploitasi Anak
Penelantaran Anak
Kekerasan Psikis atau Emosional adalah kekerasan yang mengakibatkan atau berpotensi terjadinya gangguan kesehatan atau perkembangan mental, spiritual, moral dan sosial terhadap anak.
Penelantaran anak adalah tidak tersedianya sumber daya yang layak yang dimiliki oleh keluarga atau pengasuh untuk tumbuh kembang anak pada aspek kesehatan, pendidikan, rumah, nutrisi,
Eksploitasi anak adalah pemanfaatan anak dalam pekerjaan atau aktivitas lain untuk keuntungan orang lain,
Aktivitas 1 – Memahami Kekerasan
LK 1 Bentuk-bentuk Kekerasan
Jenis Kekerasan | Bentuk kekerasan |
Kekerasan Fisik |
|
Kekerasan Psikis (Emosional) |
|
Kekerasan Seksual |
|
Eksploitasi |
|
Penelantaran |
|
Pesan Penting
Apa yang dipelajari:
Terdapat beberapa bentuk-bentuk kekerasan yang bisa dialami oleh siswa. Kekerasan tersebut bisa terjadi dimana saja dan kapan saja. Kekerasan biasaya dilakukan oleh orang terdekat sehingga kadang sangat sulit teridentifikasi
Dampak Kekerasan terhadap Anak
Gangguan Fisik
Gangguan Psikologis
Dampak Seksual
Aktivitas 2
Studi Kasus Kekerasan
Aktivitas 2
Studi Kasus Kekerasan
Kasus 1
Fizah adalah seorang anak perempuan berusia 4 tahun. Ayah dan ibunya bekerja, dan setiap hari berangkat jam 06.00 pagi dan pulang setelah matahari terbenam. Supaya ada yang merawat Fizah, ayah dan ibunya sepakat untuk mencari penjaga anak yang dapat mengurusi kebutuhan Fizah sehari-hari. Namun ternyata, Fizah tidak dijaga dengan baik. Dalam sehari, dia sering hanya sekali minum susu, dan tidak disediakan makanan sehat untuk anak seusianya. Kejadian ini terjadi selama berbulan-bulan sampai Fizah jatuh sakit. Kata dokter, Fizah mengalami kekurangan gizi. Selain itu, ketika Fizah merengek meminta makanan kepada penjaganya, dia lebih sering mendapat bentakan dan disuguhi makanan secara kasar.
Aktivitas 2
Studi Kasus Kekerasan
Kasus 2
Sinta siswa kelas VII. Dia adalah anak yang ramah dan senang membantu temannya. Namun belakangan, Sinta kelihatan murung, dan lebih suka menyendiri. Ternyata ada kejadian tidak menyenangkan ketika Sinta mengerjakan tugas kelompok. Sinta lupa mengerjakan bagian yang menjadi tanggung jawabnya, hingga temanya-temannya marah dan tidak lagi menganggap dia sebagai bagian dari kelompok mereka. Sinta merasa sangat sedih dan merasa tidak lagi dipercaya oleh teman-temannya.
Aktivitas 2
Studi Kasus Kekerasan
Kasus 3
Rusman setiap sore mengikuti les privat yang difasilitasi oleh orang tuanya. Di rumahnya, les privat dilakukan di ruang belajar, atau di kamarnya, dan hanya ada Rusman dan guru lesnya di ruangan tersebut. Sebelum belajar, guru les ini ternyata selalu membuka video porno dan mengajak Rusman untuk menonton bersama. Awalnya, Rusman merasa tidak nyaman, namun karena sudah sering melakukannya, Rusman malah selalu meminta untuk diputarkan video porno dan berusaha mencari sendiri melalui handphone yang diberikan oleh orang tuanya.
Aktivitas 2
Studi Kasus Kekerasan
Kasus 4
Di salah satu pertigaan jalan di pusat kota, terdapat sekelompok anak yang bekerja sebagai pengemis dan sengaja didandan dengan pakaian sobek-sobek dan kotor. Mereka diminta untuk berada di pertigaan jalan tersebut pada jam-jam sibuk. Sehari-hari, sekelompok anak ini hanya dibekali air mineral 1 gelas dan sebungkus biskuit kecil. Di sore hari, anak-anak ini diminta untuk melakukan setoran uang yang mereka terima kepada oknum orang dewasa yang menugasi mereka. Jika tidak ada setoran, maka sanksi yang mereka terima adalah mereka tidak akan menerima makan malam dan harus puasa sampai keesokan harinya.
Aktivitas 2
Studi Kasus Kekerasan
Kasus 5
Fatur siswa kelas VII. Setiap pulang sekolah selalu mengeluh perutnya sakit. Setelah orang tuanya mencari tahu, ternyata Fatur tidak pernah makan bekal makanan yang dibawanya dari rumah. Setiap kali membuka bekalnya, teman-temannya langsung menertawakannya dan mengambil makanan yang dia bawa. Fatur tidak berani ke kantin sekolah untuk makan, karena untuk menuju ke kantin harus melalui koridor kelas VIII dan kelas IX, dan kursi di kantin biasanya dikuasai oleh kakak-kakak kelasnya yang selalu usil mengganggu. Fatur sudah pernah mengalaminya beberapa kali.
Pesan Penting
Apa yang dipelajari:
Pemahaman tentang kekerasan terhadap anak sangat penting untuk dipahami oleh kita semua. Pemahaman ini akan membantu untuk dapat mengidentifikasi awal jika terdapat teman kita yang mengalami kekerasan di rumah atau di sekolah. Kekerasan bisa saja terjadi tanpa kita sadari, yang bisa berakibat fatal terhadap proses tumbuh kembang siswa
Aktivitas 3
Denah Lokasi Kekerasan
Beberapa penjelasan yang dapat diberikan:
Aktivitas 3
Denah Lokasi Kekerasan
Aktivitas 3
Denah Lokasi Kekerasan
Aktivitas 3
Denah Lokasi Kekerasan
Pesan Penting
Apa yang dipelajari:
Kekerasan bisa terjadi di mana saja. Baik di sekolah, maupun di rumah. Penting bagi guru dan orang tua untuk mengantisipasi terjadinya kekerasan terhadap anak.
Penutup
Terima Kasih
Memahami Perilaku Perundungan
Modul Aktivitas Siswa
Topik 4
#AyoBahagia
Dukungan Kesehatan Mental dan Psikososial
Mengapa Kita Mempelajari Materi ini?
Pendahuluan
Tujuan Kegiatan
Alur Kegiatan
Guru
menyampaikan pentingnya topik ini dan tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini
Guru
menanyakan kepada peserta terkait pemahaman awal mereka mengenai perilaku Bullying
Aktivitas 1
Mengenal Bullying
Aktivitas 2
Tebak Jenis Perundungan
Aktivitas 3
Lingkaran Bullying
Fasilitator
melakukan refleksi terkait hal yang menarik dari sesi ini
Fasilitator
memberikan simpulan dan penguatan tentang materi yang telah diberikan
PENDAHULUAN
(10 Menit)
KEGIATAN INTI
(55 Menit)
PENGUATAN
(5 Menit)
Apersepsi
Aktivitas 1
Mengenal Perilaku Bullying
Aktivitas ini bertujuan agar siswa memahami apa itu bullying, jenis-jenis bullying, dan dampak dari perilaku bullying.
Islam mengajarkan pentingnya nilai-nilai persaudaraan di kalangan umat Islam dengan menyangi saudaranya sebagaimana menyayangi dirinya sendiri. Dalam sebuah hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Musa r.a., Nabi SAW mendorong umat Islam untuk saling menguatkan antara satu dengan yang lain. Beliau bersabda:
الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا.
“Sungguh (sebagian) mukmin kepada (sebagian) mukmin lainnya seperti bangunan, yang menguatkan sebagian dengan sebagian lainnya.”
Demikian juga hadis yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dari Abu Hurairah r.a., Nabi SAW bersabda:
الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يُسْلِمُهُ، وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ، وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرُبَاتِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ.
"Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim yang lain. Dia tidak boleh menzalimi saudaranya atau menyerahkan saudaranya kepada musuh. Barangsiapa yang menolong saudaranya dalam saat kesulitan, maka Allah akan menolongnya dalam saat kesulitan. Barangsiapa yang meringankan beban seorang Muslim, maka Allah akan meringankan baginya di dunia dan akhirat."
Atas dasar itu, Allah SWT dengan tegas melarang seseorang melakukan tindakan perundungan, baik dalam bentuk menghina, mengolok-olok, merendahkan, dan memanggil saudaranya dengan panggilan yang buruk. Allah SWT berfirman dalam QS al-Hujurat [49] : 11:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّنْ قَوْمٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُوْنُوْا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاۤءٌ مِّنْ نِّسَاۤءٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّۚ وَلَا تَلْمِزُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوْا بِالْاَلْقَابِۗ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوْقُ بَعْدَ الْاِيْمَانِۚ وَمَنْ لَّمْ يَتُبْ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barangsiapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”
Tahap Pelaksanaan
3. Setelah video selesai, tanyakanlah kepada siswa apa yang sudah mereka pelajari tentang bullying berdasarkan video yang telah ditonton. Tanyakan kembali kepada siswa mengenai informasi-informasi yang disampaikan di video seperti yang dituliskan di poin nomor 2 di atas. Selanjutnya, berikanlah penjelasan tambahan berdasarkan bahan presentasi yang telah disiapkan.
4. Berikanlah kesempatan kepada siswa untuk bertanya jika terdapat hal-hal yang
kurang mereka pahami. Siswa juga dapat kita minta untuk bercerita tentang perilaku bullying yang pernah mereka lihat di sekolah.
Aktivitas 2
Tebak Jenis-jenis Bullying
Aktivitas ini bertujuan untuk siswa mampu mengidentifikasi penyebab perilaku bullying dan mampu menawarkan perilaku positif yang dapat dilakukan untuk mencegah bullying, terutama di sekolah.
Tahap Pelaksanaan
3. Berilah kesempatan kepada siswa untuk menjelaskan mengapa mereka memilih area tersebut. Hal tersebut akan membantu siswa untuk lebih memahami perbedaan setiap jenis perilaku bullying dan perbedaan bullying dan bentuk perilaku kekerasan lainnya.
4. Sebelum berpindah ke aktivitas berikutnya, ingatkan kembali siswa tentang 4 macam perilaku bullying, dan perilaku kekerasan lainnya yang juga berpotensi menjadi bullying, terutama di lingkungan sekolah.
Aktivitas 3
Lingkaran Bullying
Aktivitas ini bertujuan untuk siswa mampu mengidentifikasi penyebab perilaku bullying dan mampu menawarkan perilaku positif yang dapat dilakukan untuk mencegah bullying, terutama di sekolah.
Tahap Pelaksanaan
4. Setelah kelima siswa siap menampilkan drama lingkaran bullying tersebut, mintalah kepada siswa lainnya untuk menyimak role play yang akan dimainkan.
“STUDI KASUS BULLYING”
Ketika mengikuti pembelajaran secara daring, Fatur kedapatan tidur di depan kamera, tanpa sengaja. Salah seorang temannya memfotonya, dan mengirimkannya ke group kelas. Kejadian tersebut sudah sering terjadi, setiap kali ada yang kelihatan “lucu” dari siswa tersebut, langsung disebarluaskan melalui group kelas. Fatur merasa sangat malu, dan memutuskan untuk keluar dari group kelas.
KASUS 1
Fiza adalah siswa yang rajin dan ramah kepada siapa saja. Fiza memiliki rambut panjang dan selalu diikat satu di belakang dan dijalin. Akhir-akhir ini, selalu ada kakak kelasnya yang selalu memanggil dia dengan sebutan “ekor kuda”. Awalnya, Fiza merasa biasa saja, namun belakangan, semakin banyak siswa yang selalu memanggilnya dengan sebutan “ekor kuda”. Hal ini membuat Fiza merasa sangat terganggu, dan membuat Fiza malas untuk datang ke sekolah.
KASUS 2
Rusmi berasal dari keluarga yang mampu secara ekonomi. Dua minggu lalu, ayahnya dipindahtugaskan ke tempat lain, sehingga Rusmi juga harus pindah sekolah. Di sekolah yang baru, Rusmi ke sekolah dengan tampilan yang berbeda dengan teman-teman lainnya. Sebagai siswa, awalnya semua kelihatan baik-baik saja, dan semua siswa kelihatan ramah dan mau berteman dengan Rusmi. Namun sudah seminggu, setiap kali Rusmi ke halaman sekolah untuk bermain, sekelompok siswa secara sengaja menjauh dan tidak membolehkan Rusmi untuk bergabung dengan mereka. Rusmi dibiarkan sendiri. Hal ini membuat Rusmi menangis, dan meminta kepada orang tuanya agar mencarikan sekolah baru untuknya.
KASUS 3
PENGUATAN
PENUTUP
Apa yang dipelajari ?
Terimakasih
Teman Cerita
Modul Aktivitas Siswa
Topik 5
#AyoBahagia
Dukungan Kesehatan Mental dan Psikososial
Mengapa Kita Mempelajari Materi ini?
Pendahuluan
Tujuan Kegiatan
Alur Kegiatan
Fasilitator menyampaikan pentingnya topik ini dan tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini
Fasilitator menanyakan kepada guru mengenai bagaimana guru menangani kasus anak
Aktivitas 1
Ngobrol Yuk!
Aktivitas 2
Video Konflik & Masalah
Aktivitas 3
Permainan Empati (bermain peran)
Fasilitator melakukan refleksi terkait hal yang menarik dari sesi ini
Fasilitator memberikan simpulan dan penguatan tentang materi yang telah diberikan
PENDAHULUAN
(10 Menit)
KEGIATAN INTI
(55 Menit)
PENGUATAN
(5 Menit)
Apersepsi
Aktivitas 1
Ngobrol Yuk!
Aktivitas ini bertujuan untuk membangun dan meningkatkan hubungan positif dengan teman sebaya
Islam mengajarkan untuk saling mencintai sesama saudaranya. Saling mencintai melahirkan sikap empati dalam menjalin interaksi sosial dengan lingkungan sekitar dan membuka ruang yang positif dalam mengelola konflik. Sikap tersebut menjadi bagian dari keimanan dalam Islam. Rasulullah saw bersabda:
لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
“Tidak beriman salah seorang dari kalian sampai mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri” (HR. al-Bukhari dan Muslim).
Tahap Pelaksanaan
Topik Obrolan, bicarakan tentang:
Pesan Penting
topik-topik yang sederhana, namun hal ini dapat melatih kita untuk mendengarkan dan memahami bahwa kita bisa saja berbeda dengan teman yang lainnya. Perbedaan yang terjadi dapat melatih kita untuk melihat sesuatu dari perspektif yang lainnya, dan melatih kita untuk memiliki empati dan membangun hubungan yang positif satu sama lain.
Aktivitas 2
Mengidentifikasi dan Mengelolah Konflik
Aktivitas ini bertujuan untuk melatih siswa memiliki keterampilan mengelola konflik yang mungkin akan di hadapi oleh siswa di kesehariannya
Penciptaan manusia dari jenis laki-laki dan perempuan serta suku bangsa yang beragam adalah sudah menjadi ketentuan Allah. Ketentuan itu bukan tanpa tujuan, melainkan untuk melatih dan membina sikap empati setiap orang agar saling mengenal dan terhubung secara positif satu sama lain. Hal itu jelas diterangkan dalam Q.S. al-Hujurat [49]: 13:
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ
“Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti.”
Tahap Pelaksanaan
Guru memutarkan video animasi
https://www.youtube.com/watch?v=kCe_VpvzPOI
Apa pendapat kamu tentang video tersebut dan apa hubungannya dengan materi mengidentifikasi dan mengelolah konflik?
Pesan Penting
Konflik terjadi karena adanya perbedaan, Beruang dan Rusa ingin berjalan diatas jembatan yang sama dengan arah yang berlawanan. Keduanya tidak dapat melakukan negosiasi dengan baik sehingga tidak ada yang ingin mengalah, dan diakhiri dengan perilaku agresi dan merugikan diri sendiri dan yang lainnya. Sementara tokoh lainnya dalam video ini, yakni tupai dan kelinci, berhasil melakukan negosiasi dan mencapai kesepakatan bersama sehingga keduanya berhasil berjalan di jembatan yang sama
Konflik dapat terjadi di berbagai tingkatan dan dalam berbagai konteks kehidupan, termasuk di antara individu, kelompok, organisasi, atau bahkan antara negara-negara. Islam sebagai agama rahmatan li al-alamin selalu mendorong penyelesaian konflik melalui negosiasi yang damai, adil, pemaafan, dan kesabaran.
Menggunakan cara damai dan perdamaian adalah pendekatan yang dianjurkan dalam agama Islam, dan menghindari tipu daya, kebohongan, atau kekerasan dalam menyelesaikan konflik. Rasulullah saw telah mencontohkan dirinya sebagai mediator ulung saat terjadi pertikaian dikalangan tokoh Quraisy yang menemui jalan buntu terkait siapa yang berhak memindahkan Hajar Aswad saat renovasi bangunan Ka’bah akibat banjir. Rasulullah memberikan solusi dengan meminta sebuah selendang dan mengajak para pemuka memegang ujung selendang lalu Rasulullah meletakkan Hajar Aswad di tengah selendang sehingga pertikaian teratasi.
Sedangkan dalam al-Quran Surah al-Hujurat [49]: 9, Allah dengan tegas memerintahkan untuk mendamaikan umat Islam yang bertikai melalui negosiasi yang adil tanpa kekerasan untuk mencapai kesepakatan. Allah berfirman:
وَاِنْ طَاۤىِٕفَتٰنِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ اقْتَتَلُوْا فَاَصْلِحُوْا بَيْنَهُمَاۚ فَاِنْۢ بَغَتْ اِحْدٰىهُمَا عَلَى الْاُخْرٰى فَقَاتِلُوا الَّتِيْ تَبْغِيْ حَتّٰى تَفِيْۤءَ اِلٰٓى اَمْرِ اللّٰهِ ۖفَاِنْ فَاۤءَتْ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَهُمَا بِالْعَدْلِ وَاَقْسِطُوْا ۗاِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِيْنَ
“Jika ada dua golongan orang-orang mukmin bertikai, damaikanlah keduanya. Jika salah satu dari keduanya berbuat aniaya terhadap (golongan) yang lain, perangilah (golongan) yang berbuat aniaya itu, sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah. Jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), damaikanlah keduanya dengan adil. Bersikaplah adil! Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bersikap adil .”
Dalam ayat lain, Allah lebih spesifik lagi menunjukkan cara negosiasi yang baik, yaitu dengan cara musyarawah yang dapat membantu mempromosikan kerjasama, konsensus, dan pengambilan keputusan yang adil dan bijak. Allah berfirman dalam Q.S. Ali Imran [3]:159:
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ لِنْتَ لَهُمْ ۚ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيْظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوْا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى الْاَمْرِۚ فَاِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِيْنَ
“Maka, berkat rahmat Allah engkau (Nabi Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Seandainya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka akan menjauh dari sekitarmu. Oleh karena itu, maafkanlah mereka, mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam segala urusan (penting). Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal.”
Permainan Batas Teritorial
Diskusi
Permainan Batas Territorial
Pemenang dari permainan ini adalah ketika siswa di sisi kanan berpindah ke sisi kiri, dan peserta di sisi kiri berpindah ke sisi kanan. Jadi kedua peserta bertukar tempat sehingga sama-sama berhasil melewati batas territorial seperti tujuan awal permainan ini, yaitu membujuk lawan main untuk berpindah posisi, dan tidak ada larangan bahwa harus mempertahankan posisi
Pesan Penting
Salah satu cara mengatasi konflik adalah dengan cara bernegosiasi, apa yang siswa lakukan tadi adalah salah satu bentuk negosiasi, dimana kedua siswa berusaha untuk mencapai sebuah kesepakatan. Kesepakatan yang disetujui dalam negosiasi tentunya diharapkan bersifat win-win solution, dalam artian setiap siswa merasa untung akan kesepatakan yang disetujui, tidak ada yang merasa dirugikan.
Aktivitas 3
Permainan Empati (Bermain Peran)
Aktivitas ini bertujuan mengembangkan dan melatih keterampilan empati siswa. Siswa akan mampu memahami perasaan dan kondisi orang lain sehingga dapat memberikan respon yang sesuai
Tahap Pelaksanaan
Tahap Pelaksanaan
Karakter
Refleksi
apa yang dirasakan?
kenapa memilih maju?
kenapa memilih tetap diam ditempat?
Pesan Penting
permainan empati ini siswa bisa belajar untuk memahami dan merasakan kondisi orang lain.
Empati dan Simpati adalah 2 (dua) hal yang berbeda. Simpati adalah perasaan peduli pada kondisi orang lain, namun tidak sedalam empati. Sementara empati adalah keterampilan yang harus dimiliki oleh siswa untuk memahami apa yang dialami dan dirasakan oleh orang lain disekitar kita, sehingga kita menjadi lebih peduli dan menyayangi teman sebaya.
Al-Quran juga mengajarkan kepada umat Islam untuk bersikap rendah hati dan berempati terhadap orang lain sehingga mampu memperkuat hubungan sosial, mempererat tali persaudaraan, dan menciptakan lingkungan yang lebih baik. Nilai-nilai tersebut antara lain tertuang dalam Q.S. al-Syu’ara’ [26]: 215:
وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ ۚ
“Rendahkanlah hatimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang mukmin.”
Lebih tegas lagi, Allah meminta umat Islam untuk mau merasakan penderitaan orang lain sebagaimana dalam Q.S. Ali Imran [3]: 133-134:
وَسَارِعُوْٓا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَۙ . الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّۤاءِ وَالضَّرَّۤاءِ وَالْكٰظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَۚ.
“Bersegeralah menuju ampunan dari Tuhanmu dan surga (yang) luasnya (seperti) langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. (Yaitu) orang-orang yang selalu berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, orang-orang yang mengendalikan kemurkaannya, dan orang-orang yang memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.”
Apa yang telah Dipelajari dari Sesi ini?
Aman Bermedia Sosial
Modul Aktivitas Siswa
Topik 6
#AyoBahagia
Dukungan Kesehatan Mental dan Psikososial
Pendahuluan
Mengapa Kita Mempelajari Materi ini?
Pendahuluan
Tujuan Kegiatan
Alur Kegiatan
Guru menyampaikan pentingnya topik ini dan tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini
Guru menanyakan kepada siswa mengenai kebiasaan mereka dalam menggunakan media sosial
Aktivitas 1
Lingkaran Cyberbullying
Aktivitas 2
Stress Digital
Guru melakukan refleksi terkait hal yang menarik dari sesi ini
Guru memberikan simpulan dan penguatan tentang materi yang telah diberikan
PENDAHULUAN
(10 Menit)
KEGIATAN INTI
(55 Menit)
PENGUATAN
(5 Menit)
Apersepsi
Aktivitas 1
Lingkaran Cyberbullying di Media Sosial
Aktivitas ini bertujuan untuk mengetahui bahwa terdapat beberapa pihak yang berperan ketika terjadi perilaku cyberbullying, dan bagaimana peran masing-masing pihak tersebut
Dalam bermedia sosial, penting untuk menjaga etika Islam dan menjauhi tindakan dan perilaku yang dapat menyebabkan dampak negatif pada diri sendiri atau orang lain, seperti ghibah, fitnah, kata-kata kasar, dan pertengkaran. Dalam Q.S. al-Hujurat [49]: 12 Allah SWT berfirman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ.
“Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak prasangka! Sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Janganlah mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Bertakwalah kepada Allah! Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.”
Bermedia sosial tanpa menjaga etika Islam dapat merusak reputasi seseorang atau memecah belah masyarakat. Karena itu, sejak dini Allah SWT untuk menjaga diri dari fitnah yang bukan saja dapat menjerumuskan pelakunya tetapi juga orang-orang yang tidak berdosa. Allah SWT berfirman dalam Q.S. al-Anfal [8]: 25:
وَاتَّقُوا فِتْنَةً لا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
”Dan peliharalah dirimu dari pada fitnah ( siksaan) yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zhalim saja di antara kamu. dan ketahuilah bahwa Allah Amat keras siksaan-Nya.”
Guru meminta siswa mengubah dan menuliskan ulang alur cerita dari kasus tersebut dengan menjadi cerita yang lebih baik.
Tahap Pelaksanaan
Pesan Penting
Banyak orang memilih diam ketika melihat postingan di media social yang mengarah pada sesuatu yang bersifat ejekan, hinaan, intimidasi, dan perilaku agresif lainnya, dan mereka tidak menyadari bahwa apa Tindakan yang mereka lakukan (menjadi bystander) adalah perilaku yang mendukung perilaku bullying
Aktivitas 2
Mengenali Stress Digital
Aktivitas ini bertujuan untuk mengenali ciri-ciri dari orang yang berpotensi mengalami stress digital
Stres digital adalah stres yang disebabkan oleh interaksi negatif dalam email, media sosial, ruang obrolan, dan forum.
Weinstein & Selman, 2016
Jenis Penyebab Stres Digital
Information Overload
Fear of Missing Out (FOMO)
Approval Anxiety
Reinecke dkk., 2016
Tahap Pelaksanaan
(Source: Johnson, 2016)
Digital Stress Self-Test
Pesan Penting
Penggunaan media social dapat berpotensi menjadi penyebab terjadinya stress, dan ketika tidak ditangani dengan baik, hal tersebut akan memberikan dampak negatif tentunya dan berpotensi menyebabkan distress. Maka dari itu, siswa perlu mengindentifikasi gejala-gejala dari stress digital
Apa yang telah Dipelajari dari Sesi ini?
Penutup
Mengidentifikasi dan Mengelola Stres
Modul Aktivitas Siswa
Topik 7
#AyoBahagia
Dukungan Kesehatan Mental dan Psikososial
Mengapa Kita Mempelajari Materi ini?
Pendahuluan
Tujuan Kegiatan
Alur Kegiatan
Fasilitator menyampaikan pentingnya topik ini dan tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini
Aktivitas 1
Sungai kehidupan
Aktivitas 2
LK identifikasi stres pada remaja
Aktivitas 2
Cara mengelola stress dan relaksasi
Guru
Guru melakukan refleksi terkait hal yang menarik dari sesi ini
Guru memberikan simpulan dan penguatan tentang materi yang telah diberikan
Guru memberikan tantangan
PENDAHULUAN
(10 Menit)
KEGIATAN INTI
(55 Menit)
PENGUATAN
(5 Menit)
Apersepsi
Apa sih pengertian stres itu?
Pengertian Stres
Stres merupakan suatu reaksi psikis individu ketika dihadapkan dengan hal-hal yang dianggap melebihi batas kemampuannya, ataupun dianggap sulit untuk dilalui, dalam hal ini bisa disimpulkan bahwa adanya kesenjangan atau ketidak sesuaian antara tuntutan lingkungan dan kemampuan individu. Stres jika terus terjadi tanpa adanya penanganan akan mengarah pada kesehatan psikis yang lebih parah seperti depresi, kecemasan, tidak dapat melanjutkan sekolahnya, dan bahkan bunuh diri
Islam sebagai agama paripurna sangat bijak memahami kelebihan dan kekurangan manusia. Allah SWT tidak memberikan beban kepada seseorang melebihi batas kemampuannya. Oleh karena itu, ketika seseorang merasa tertekan, mereka dapat yakin bahwa Allah tidak memberikan cobaan yang tidak bisa diatasi. Ini adalah pesan positif untuk mengelola stres. Allah SWT berfirman dalam Q.S. al-Baqarah [2]: 286:
لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا ۗ
“Allah tidak membebani seseorang, kecuali menurut kesanggupannya.”
Allah SWT berfirman dalam Q.S. al-Insyirah [94]: 5-6:
اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا. فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۙ.
“Maka, sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan.”
Penyebab Stres
Akademik
Perubahan Fisik
Trauma, patah hati
Lingkungan Sosial (tidak diterima)
Bully
Masalah Keluarga
Gejala Stres
Emosi
Fisik
kognitif
Perilaku
Aktivitas 1
Sungai Kehidupan
Aktivitas ini bertujuan agar siswa dapat mengenali permasalahan yang dialaminya yang dapat berpotensi terjadinya stres
Tahap Pelaksanaan
Tahap Pelaksanaan
Tahap Pelaksanaan
Pesan Penting
Sungai kehidupan mengajarkan siswa untuk mengenali pengalaman yang tidak menyenangkan dan menyenangkan, mengenali kekuatan serta potensinya serta mampu mencari solusi dari permasalahan yang dihadapinya
Aktivitas 2
Identifikasi Stres Pada Remaja
Aktivitas ini bertujuan untuk membantu siswa mengidentifikasi peyebab stres dan gejalanya pada remaja
Info Guru
Jelaskan pada siswa bahwa situasi stres yang dialami remaja Sebagian besar dipengaruhi oleh pikiran yang kemudian mempengaruhi perasaaan dan tindakannya. Oleh karena itu penting agar guru mengingatkan siswa untuk berpikir positif sehingga dapat menjaga kesehatan mental remaja
Tahap Pelaksanaan
Tahap Pelaksanaan
Pesan Penting
Pada dasarnya gejala yang sering muncul sebagai tanda stres pada remaja bisa berbeda-beda antara satu orang dengan yang lainnya, tergantung pada penyebab dan ketahanan tubuh. Penting agar guru, orangtua dan remaja itu sendiri untuk memahami gejalanya sehingga dapat mengetahui cara-cara dalam mengelola stresnya dengan cara yang positif
Aktivitas 3
Cara Mengelola Stres dan Relaksasi
Aktivitas ini bertujuan agar siswa dapat mengetahui cara-cara dalam mengelola stresnya serta merelakskan dirinya
Tahap Pelaksanaan
Tahap Pelaksanaan
Lembar Aktivitas
Teknik Relaksasi
Dengan pelaksanaan teknik relaksasi peserta akan terjaga kesehatannya baik secara fisik dan mental
Teknik Relaksasi
Teknik Relaksasi
Teknik Relaksasi
Islam menawarkan sejumlah langkah-langkah dalam mengatasi stress, diantaranya:
1. Mendekatkan diri kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya. Allah berfirman dalam Q.S. [3]: 135:
وَالَّذِيْنَ اِذَا فَعَلُوْا فَاحِشَةً اَوْ ظَلَمُوْٓا اَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللّٰهَ فَاسْتَغْفَرُوْا لِذُنُوْبِهِمْۗ وَمَنْ يَّغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلَّا اللّٰهُ ۗ وَلَمْ يُصِرُّوْا عَلٰى مَا فَعَلُوْا وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ
“Demikian (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri,119) mereka (segera) mengingat Allah lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya. Siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Mereka pun tidak meneruskan apa yang mereka kerjakan (perbuatan dosa itu) sedangkan mereka mengetahui(-nya).”
2. Menjalankan salat dengan khusyu yang dapat menenangkan hati dan jiwa. Allah berfirman dalam
Q.S. al-Baqarah [2]: 45:
وَاسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ وَاِنَّهَا لَكَبِيْرَةٌ اِلَّا عَلَى الْخٰشِعِيْنَۙ
“Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sesungguhnya (salat) itu benar-benar berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.”
3. Menggunakan akal yang jernih dalam memecahkan masalah. Allah berfirman dalam
Q.S. al-Zumar: 9:
اَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ اٰنَاۤءَ الَّيْلِ سَاجِدًا وَّقَاۤىِٕمًا يَّحْذَرُ الْاٰخِرَةَ وَيَرْجُوْا رَحْمَةَ رَبِّهٖۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى الَّذِيْنَ يَعْلَمُوْنَ وَالَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ ۗ اِنَّمَا يَتَذَكَّرُ اُولُوا الْاَلْبَابِ
“Apakah orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah pada waktu malam dalam keadaan bersujud, berdiri, takut pada (azab) akhirat, dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah (Nabi Muhammad), “Apakah sama orang-orang yang mengetahui (hak-hak Allah) dengan orang-orang yang tidak mengetahui (hak-hak Allah)?” Sesungguhnya hanya ululalbab (orang yang berakal sehat) yang dapat menerima pelajaran.”
4. Bergaul dengan orang-orang baik. Allah berfirman dalam Q.S. al-Asr: 1-3:
وَالْعَصْرِۙ. اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ. اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ .
“Demi masa, sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh serta saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran.”
Penutup
Kesimpulan
Guru memberikan tantangan kepada siswa untuk melatihkan teknik relaksasi dirumahnya kapan saja , terutama jika mereka mengalami gejala dan situasi yang menyebabkan terjadinya stres
Tantangan
Merokok, Narkoba,dan Alkohol
Modul Aktivitas Siswa
Topik 8
#AyoBahagia
Dukungan Kesehatan Mental dan Psikososial
Mengapa Kita Mempelajari Materi ini?
Pendahuluan
Mengapa Kita Mempelajari Materi ini?
Pendahuluan
Tujuan Kegiatan
Alur Kegiatan
Guru menyampaikan pentingnya topik ini dan tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini
Guru menyampaikan apersepsi
Aktivitas 1
Identifikasi ciri-ciri fisik dan psikis
Aktivitas 2
Membuat aksi kampanye teman sebaya
Guru melakukan refleksi terkait hal yang menarik dari sesi ini
Guru memberikan simpulan dan penguatan tentang materi yang telah diberikan
PENDAHULUAN
(10 Menit)
KEGIATAN INTI
(55 Menit)
PENGUATAN
(5 Menit)
Apersepsi
Aktivitas 1
Identifikasi Ciri-ciri Fisik dan Psikis
Aktivitas ini bertujuan untuk memberikan pemahaman siswa dalam mengidentifikasi ciri-ciri pengguna fisik dan psikis dari merokok, obat-obatan/narkoba, dan alkohol.
Islam sangat memperhatikan pentingnya merawat dan menjaga Kesehatan fisik dan jiwa. Kondisi fisik yang sehat sangat menunjang kesehatan jiwa baik. Karena itu, Allah mengajarkan agar senantiasa menjaga Kesehatan dengan mengkomsumsi makanan dan minuman yang sehat serta tidak berlebih-lebihan. Allah berfirman dalam Q.S. al-Ma'idah [5]:88:
وَكُلُوْا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللّٰهُ حَلٰلًا طَيِّبًا ۖوَّاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْٓ اَنْتُمْ بِهٖ مُؤْمِنُوْنَ
“Makanlah apa yang telah Allah anugerahkan kepadamu sebagai rezeki yang halal lagi baik, dan bertakwalah kepada Allah yang hanya kepada-Nya kamu beriman.”
Allah juga berfiman dalam Q.S. al-Baqarah [2]:168:
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ كُلُوْا مِمَّا فِى الْاَرْضِ حَلٰلًا طَيِّبًا ۖوَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ
“Wahai manusia, makanlah sebagian (makanan) di bumi yang halal lagi baik dan janganlah mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya ia bagimu merupakan musuh yang nyata.”
Dalam Q.S. al-A’raf [7]: 31, Allah berfirman:
يٰبَنِيْٓ اٰدَمَ خُذُوْا زِيْنَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَّكُلُوْا وَاشْرَبُوْا وَلَا تُسْرِفُوْاۚ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَ
“Wahai anak cucu Adam, pakailah pakaianmu yang indah pada setiap (memasuki) masjid dan makan serta minumlah, tetapi janganlah berlebihan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.”
Kelompok 1: Merokok
Kelompok 2: Narkoba
Kelompok 3: Minuman beralkohol
Kelompok 1: Seorang Perokok
Kelompok 2: Penyalahguna Narkoba
Kelompok 3: Penyalahgunaan Minuman beralkohol
Tahap Pelaksanaan
6. Guru menjelaskan kepada siswa bahwa:
Tahap Pelaksanaan
Pesan Penting
Identfikasi ciri-ciri fisik dan psikis pengguna rokok, narkoba dan alkohol dapat membantu remaja untuk meningkatkan pengetahuannya sehingga cenderung untuk menghindari rokok, narkoba dan alkohol. Hal ini juga akan membantu remaja untuk membuat kampanye dan ajakan untuk menjauhi rokok, narkoba dan alkohol.
Aktivitas 2
Membuat Aksi Kampanye Peran Sebaya
Aktivitas ini bertujuan untuk melatih kemampuan siswa dalam merencanakan usaha-usaha untuk menghindari pengaruh negatif kelompok sebaya.
Ajaran Islam sangat memperhatikan Kesehatan fisik dan mental. Karena itu, terdapat sejumlah ayat dalam al-Quran yang melarang umat Islam mengkomsumsi segala hal yang dapat merusak akal dan jiwa. Diantara ayat tersebut adalah firman Allah dalam Q.S. al-Maidah [5]: 90-91:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْاَنْصَابُ وَالْاَزْلَامُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطٰنِ فَاجْتَنِبُوْهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ اِنَّمَا يُرِيْدُ الشَّيْطٰنُ اَنْ يُّوْقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاۤءَ فِى الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِ وَعَنِ الصَّلٰوةِ فَهَلْ اَنْتُمْ مُّنْتَهُوْنَ
"Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji (dan) termasuk perbuatan setan. Maka, jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung. Sesungguhnya setan hanya bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu melalui minuman keras dan judi serta (bermaksud) menghalangi kamu dari mengingat Allah dan (melaksanakan) salat, maka tidakkah kamu mau berhenti?"
Tahap Pelaksanaan
Pesan Penting
Peran teman sebaya dalam memberikan informasi dianggap lebih berpengaruh. Lebih banyak aktivitas positif dapat membuat remaja terhindar dari hal-hal negatif.
Aktifitas positif sangat bermanfaat bagi kaum remaja. Hal itu bukan saja mendukung pertumbungan dan perkembangan mereka tetapi juga menjadi cara yang paling efektif pengaruh negative yang ada di sekitarnya. Allah sendiri dalam banyak ayat, memerintahkan umat Islam untuk menjauhi perilaku negative, seperti berprasanka buruk dan mencari-cari kesalahan orang lain. Allah berfirman dalam Q.S. al-Hujurat [49]: 12:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ
“Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak prasangka! Sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Janganlah mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Bertakwalah kepada Allah! Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.”
Apakah ada tugasku yang terbengkalai karena kebiasaan ini
Apa yang telah Dipelajari dari Sesi ini?
Penutup
Menjadi Pribadi Tangguh (Resiliensi)
Modul Aktivitas Siswa
Topik 9
#AyoBahagia
Dukungan Kesehatan Mental dan Psikososial
Mengapa Kita Mempelajari Materi ini?
Pendahuluan
Tujuan Kegiatan
Alur Kegiatan
Fasilitator menyampaikan pentingnya topik ini dan tujuan yang akan dicapai dalam sesi ini
Fasilitator menanyakan kepada guru mengenai bagaimana guru menangani kasus anak
Aktivitas 1
Refleksi Daya Juang
Aktivitas 2
Belajar dari Kisah Hidup Orang Lain
Aktivitas 3
Butterfly Hug
Fasilitator melakukan refleksi terkait hal yang menarik dari sesi ini
Fasilitator memberikan simpulan dan penguatan tentang materi yang telah diberikan
PENDAHULUAN
(10 Menit)
KEGIATAN INTI
(55 Menit)
PENGUATAN
(5 Menit)
Apersepsi
Apakah yang kamu tahu tentang Resiliensi?
Muhasabah diri adalah salah satu cara yang sangat efektif untuk menjadi pribadi yang Tangguh. Kemampuan bermuhasabah diri menjadi modal penting bagi seseorang dalam mengontrol diri dan perilakunya. Allah berfirman dalam Q.S. Āli ‘Imrān [3]: 135:
وَالَّذِيْنَ اِذَا فَعَلُوْا فَاحِشَةً اَوْ ظَلَمُوْٓا اَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللّٰهَ فَاسْتَغْفَرُوْا لِذُنُوْبِهِمْۗ وَمَنْ يَّغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلَّا اللّٰهُ ۗ وَلَمْ يُصِرُّوْا عَلٰى مَا فَعَلُوْا وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ
“Demikian (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri,) mereka (segera) mengingat Allah lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya. Siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Mereka pun tidak meneruskan apa yang mereka kerjakan (perbuatan dosa itu) sedangkan mereka mengetahui(-nya).”
Aktivitas 1
Refleksi Daya Juang
Aktivitas ini bertujuan untuk melatih siswa untuk mampu mengontrol dirinya dan perilakunya.
Tahap Pelaksanaan
1. Guru memutarkan video inspiratif
https://www.youtube.com/watch?v=WprYEb9BFxI
2. Guru meminta respon siswa dengan membagikan lembar kerja 1. Refleksi Daya Juangku
3. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk membacakan lembar kerjanya
Pesan Penting
Ketika menghadapi situasi sulit penting untuk mengenali kemampuan diri sendiri dan batasan diri, sehingga kita dapat mengelola kemampuan diri dan mengetahui apa yang harus dilakukan yaitu mengubah kelemahan menjadi kekuatan
Aktivitas 2
Belajar dari Kisah Hidup Orang Lain
(Tokoh Inspiratif)
Aktivitas ini bertujuan untuk melatih siswa memiliki keterampilan bertanggung jawab terhadap dirinya dan perilakunya
Kemampuan seseorang dalam mengelola dan mengontrol diri serta perilakunya sangat ditunjang juga oleh kemampuan memimpin dirinya sendiri. Itulah sebabnya Nabi SAW menggarisbawahi bahwa setiap individu itu adalah pemimpin dan setiap pemimpin bertanggungjawab atas apa yang dipimpinnya. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Umar, Nabi SAW bersabda:
أَلاَ كُلُّكُمْ رَاعٍ، وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ.
"Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang yang dipimpinnya."
Tahap Pelaksanaan
Pesan Penting
Kita dapat belajar dari kisah orang lain dalam menyelesaikan kesulitan dan tantangan hidup yang dihadapi, salah satu keterampilan yang mesti dimiliki adalah mengambil keputusan yang bertanggung jawab.
Mengambil dan membuat keputusan siswa harus mengerti bagaimana melihat dan menganalisis situasi dan kondisi terlebih dahulu, kemudian mempertimbangkan konsekuensi yang mungkin akan terjadi, bisa mengambil keputusan apa yang baik baik dirinya dan orang lain
Aktivitas 3
Butterfly Hug
Aktivitas ini bertujuan untuk melatih siswa untuk dapat menerima, menghargai, dan mencintai dirinya sehingga memiliki daya juang yang baik.
Allah memahami kelemahan seseorang sehingga beban yang diberikan tidak melampaui batas kemampuannya. Kondisi tersebut memungkinkan seseorang mampu menghadapi situasi sulit yang ada di sekitarnya dan mengelola kesulitan menjadi kemudahan karena pada setiap kesulitan ada kemudahan. Allah SWT berfirman dalam Q.S. al-Insyirah [94]: 5-6:
اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا. فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۙ.
“Maka, sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan.”
Allah juga berfirman dalam Q.S. al-Baqarah [2]: 286:
لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا ۗ
“Allah tidak membebani seseorang, kecuali menurut kesanggupannya.”
Materi
Butterfly hug atau pelukan kupu-kupu atau juga disebut hug of self self adalah bentuk stimulasi mandiri untuk mengurangi rasa cemas dan membuat diri menjadi lebih tenang. Metode ini dikembangakan oleh Lucina Artigas dan Ignacio Jarero ketika menolog para korban yang selamat dari badai besar di Acapulco, Meksiko pada tahun 1998 (dr. Meva Nareza, alodokter.com)
Tahap Pelaksanaan
Instruksi Butterfly Hug
Instruksi Butterfly Hug
Refleksi
Bagaimana perasaanmu setelah melakukan butterfly hug ini?
Pesan Penting
Butterfly Hug dapat dilakukan setiap kali siswa merasa lelah dan ingin menyerah terhadap keadaan. Memberikan rasa cinta pada diri sendiri adalah bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta dan dapat meningkatkan rasa Bahagia dan Kesehatan mental siswa.
Apa yang telah Dipelajari dari Sesi ini?
BERBAGI KEBAHAGIAAN
Modul Aktivitas Siswa
Topik 10
#AyoBahagia
Dukungan Kesehatan Mental dan Psikososial
Mengapa Kita Mempelajari Materi ini?
Pendahuluan
Tujuan Kegiatan
Alur Kegiatan
Guru
menyambut siswa dalam kelas dengan suasana yang menyenangkan, menanyakan kabar siswa hari ini, menyampaikan latar belakang, dan tujuan, aktivitas yang akan dilaksanakan
Aktivitas 1
Aku Bahagia
Aktivitas 2
Kamu Bahagia
Aktivitas 3
Aksi Berbagi Kebahagiaan
Fasilitator melakukan refleksi terkait hal yang menarik dari sesi ini
Fasilitator memberikan simpulan dan penguatan tentang materi yang telah diberikan
PENDAHULUAN
(10 Menit)
KEGIATAN INTI
(55 Menit)
PENGUATAN
(5 Menit)
Apersepsi
*Perubahan yang dimaksud seperti pelaksanaan pembelajaran dari sebelum pandemi (luring), pandemi (daring) dan pasca pandemi/ new normal (tatap muka terbatas).
Aktivitas 1
Aku Bahagia
Siswa mampu mengidentifikasi apa yang membuatnya bahagia
Tahap Pelaksanaan
Pesan Penting
Kita perlu mengenal diri kita sendiri melalui identifikasi apa yang membuat kita Bahagia agar mampu mengelola perasaan kita untuk selalu Bahagia. Karna sebelum kita mampu berbagi kebahagiaan, tentunya kita harus Bahagia terlebih dahulu.
Aktivitas 2
Kamu Bahagia
Aktivitas ini bertujuan untuk mengenalkan kepada siswa hal positif yang dapat dilakukan untuk melakukan aksi berbagi kebahagiaan kepada orang-orang disekitarnya
Setiap Ramadhan, Rasulullah bersedekah lebih kencang dibanding bulan lainnya. Para hartawan, semestinya juga demikian. Diminta maupun tidak, harusnya senantiasa mendistribusikan hartanya kepada kaum lemah dan orang-orang yang membutuhkan. Allah berfirman dalam Q.S. al-Baqarah [2]: 177:
۞ لَيْسَ الْبِرَّاَنْ تُوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَالْمَلٰۤىِٕكَةِ وَالْكِتٰبِ وَالنَّبِيّٖنَ ۚ وَاٰتَى الْمَالَ عَلٰى حُبِّهٖ ذَوِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنَ وَابْنَ السَّبِيْلِۙ وَالسَّاۤىِٕلِيْنَ وَفىِ الرِّقَابِۚ وَاَقَامَ الصَّلٰوةَ وَاٰتَى الزَّكٰوةَ ۚ وَالْمُوْفُوْنَ بِعَهْدِهِمْ اِذَا عَاهَدُوْا ۚ وَالصّٰبِرِيْنَ فِى الْبَأْسَاۤءِ وَالضَّرَّاۤءِ وَحِيْنَ الْبَأْسِۗ اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ صَدَقُوْا ۗوَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُتَّقُوْنَ
“Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat, melainkan kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari Akhir, malaikat-malaikat, kitab suci, dan nabi-nabi; memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang miskin, musafir, peminta-minta, dan (memerdekakan) hamba sahaya; melaksanakan salat; menunaikan zakat; menepati janji apabila berjanji; sabar dalam kemelaratan, penderitaan, dan pada masa peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.
Allah juga berfirman dalam Q.S al-Insan [76]: 8-9:
وَيُطْعِمُوْنَ الطَّعَامَ عَلٰى حُبِّهٖ مِسْكِيْنًا وَّيَتِيْمًا وَّاَسِيْرًا اِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللّٰهِ لَا نُرِيْدُ مِنْكُمْ جَزَاۤءً وَّلَا شُكُوْرًا
“Mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan tawanan. (Mereka berkata,) “Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanya demi rida Allah. Kami tidak mengharap balasan dan terima kasih darimu.”
Banyak hadis Nabi yang mencontohkan prilaku berbagi kebahagiaan, diantaranya sabda Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibn Hanbal dari Abu Hurairah r.a. bahwa perbuatan paling baik ialah engkau memasukkan kebahagiaan kepada saudara yang mukmin dan Muslim, atau engkau membayar utangnya, atau memberinya roti” (HR. Abi Ad Dunya dan Imam Hambal).
Tahap Pelaksanaan
“Origami Hati”
“Origami Pesawat Impian”
8. Guru mengajak siswa untuk bersama-sama menerbangkan pesawat impian.
Pesan Penting
Banyak aktivitas positif yang dapat kita lakukan untuk bisa berbagi kebahagiaan kepada orang lain disekitar kita. Salah satu contohnya adalah dengan membuat origami sebagai kartu ucapan penyemangat, maupun aktivitas positif lainnya yang menunjukkan kepedulian dan rasa saying kita kepada orang-orang disekitar kita.
Aktivitas 3
Aksi Berbagi Kebahagiaan
Aktivitas ini bertujuan untuk memberikan ruang kepada siswa mengembangkan kreativitasnya melalui karya untuk melakukan aksi berbagi kebahagiaan kepada orang-orang disekitarnya dengan kampanye “ayo Bahagia”
Tahap Pelaksanaan
5. Guru memandu siswa menyanyi dan menari bersama lagu “ aku duta baik” (boleh juga lagu Bahagia lainnya).
Tantangan
Tantangan “Berbagi Kebahagiaan” dilakukan siswa dengan membuat dan memberikan kartu ucapan dari origami hati kepada orang-orang disekitarnya yang sebagai wujud rasa peduli dan kasih sayang kepada orang tuanya, guru, teman dan sebagainya. Tanyakan kabar mereka dan sampaikan “aku sayang ayah, aku sayang bunda, aku sayang kakak, aku sayang adek”.
Terimakasih