1 of 19

KEMENTERIAN KEPENDUDUKAN DAN PEMBANGUNAN KELUARGA/BKKBN

Optimalisasi Peran Tim

Pendamping Keluarga (TPK)

Dalam Deteksi Dini Dan

Pendampingan Ibu Hamil Berisiko

Lisna Prihantini

Direktur Bina Penggerak Lini Lapangan

Kementerian Kependudukan dan Pembanguna Keluarga/BKKBN

Kamis, 15 Mei 2025

Disampaikan pada Kegiatan

Seminar: Sinergi Kebijakan Transformasi Kesehatan dan Ketahanan

Keluarga untuk Menurunkan Kematian Ibu

2 of 19

TIM PENDAMPING KELUARGA

  • Mendeteksi dini faktor resiko stunting (spesifik & sensitif);
  • Pendampingan dan Surveilans:
  • penyuluhan;
  • fasilitasi pelayan rujukan; dan
  • penerimaan bantuan sosial

Catin

Ibu Hamil

Pasca Persalinan

Anak 0-5 Th

(Anak 0-2 Th Prioritas)

KOMPOSISI TIM PENDAMPING KELUARGA

KEGIATAN DAN SASARAN PENDAMPINGAN KELUARGA

BIDAN, KADER PKK dan KADER KB

TUGAS/KEG. PENDAMPINGAN

Identifikasi faktor risiko stunting dan melakukan pelayanan KIE pelayanan kesehatan dan pelayanan lainnya untuk pencegahan risiko stunting

3 of 19

Melakukan KIE tentang KBPP dengan metode MKJP

4. KIE KB

Bidan melakukan deteksi dini faktor risiko bagi ibu hamil, menolong persalinan normal, selanjutnya mendampingi dan merujuk persalinan dengan risiko ke faskes

3. Deteksi dini ibu hamil berisiko

Melakukan pendampingan kepada ibu hamil

2. Pendampingan ibu hamil

Melakukan pendampingan 3 bulan sebelum menikah kepada catin/ca PUS

1. Pendampingan pra nikah

Mengidentifikasi keluarga sasaran yang memerlukan fasilitasi layanan rujukan untuk dilaporkan ke bidan/tenaga kesehatan

7. Failitasi layanan rujukan

Mengidentifikasi keluarga sasaran yang memerlukan bantuan sosial untuk dilaporkan ke TPPS desa/kelurahan da/atau kepala desa/lurah

6. Identifikasi penerima bansos

Melakukan Pendampingan kepada keluarga yang mempunyai anak berusia 0-59 bulan dan memfasilitasi untuk mendapatkan imunisasai dasar lengkap

5. Pendampingan imunisasi

TUGAS KHUSUS TIM PENDAMPING KELUARGA

Melakukan pencatatan dan pelaporan hasil pendampingan melalui Elsimil

8. Pencatatan dan pelaporan

4 of 19

KOMPOSISI & KRITERIA TIM PENDAMPING KELUARGA

Bidan

  1. Minimal memiliki Ijazah pendidikan bidan
  2. Memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik
  3. Memiliki kemampuan menggunakan gawai (gadget)

Kader PKK

  1. Memiliki SK atau Surat Tugas sebagai pengurus atau anggota PKK
  2. Berdomisili di desa yang bersangkutan
  3. Memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik
  4. Memiliki kemampuan menggunakan gawai (gadget)

Kader KB

  1. Merupakan PPKBD/Sub PPKBD/Kader Poktan/Tenaga Penggerak Desa/Kader KB di Desa/Kelurahan
  2. Memiliki SK atau Surat Tugas sebagai pengurus atau anggota IMP/kader KB
  3. Berdomisili di desa yang bersangkutan
  4. Memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik
  5. Memiliki kemampuan menggunakan gawai (gadget)

5 of 19

PEMBAGIAN TUGAS DALAM PENDAMPINGAN SASARAN IBU HAMIL

  • Melakukan deteksi dini terhadap kondisi kesehatan ibu hamil
  • Memastikan dan memfasilitasi ibu hamil mendapatkan pemeriksaan kehamilan sesuai standar
  • Memastikan ibu hamil melakukan pemeriksaan ANC 6 kali
  • KIE terkait kesehatan ibu hamil, gizi dan kesehatan reproduksi
  • Memastikan ibu hamil telah melakukan persiapan persalinan
  • Memastikan ibu hamil melakukan pemeriksaan ANC 6 kali
  • KIE terkait kesehatan ibu hamil, gizi, kesehatan reproduksi dan KBPP terutama MKJP

6 of 19

SINERGI TPK dengan Penyuluh KB/PLKB

Dalam PENDAMPINGAN IBU HAMIL

Melakukan kunjungan rumah, identifikasi risiko, edukasi, pemantauan kesehatan ibu hamil, dan pelaporan dini jika ada komplikasi.

TPK

Penyuluh KB/PLKB

Membimbing TPK, mengevaluasi kegiatan, menyampaikan informasi ke Dinas/BKKBN, serta mengkoordinasikan tindak lanjut dengan fasilitas kesehatan.

Puskesmas

Menyediakan layanan kesehatan, menerima rujukan dari TPK/PKB, serta memberikan pelatihan dan dukungan teknis.

Manfaat Sinergi TPK dengan Penyuluh KB/PLKB

  • Penemuan kasus ibu hamil berisiko menjadi lebih cepat dan tepat.
  • Penanganan rujukan lebih efisien karena ada koordinasi antara TPK dan fasilitas kesehatan melalui Penyuluh KB/PLKB.
  • Meningkatkan kesadaran dan pengetahuan ibu hamil karena edukasi dilakukan secara terus menerus.
  • Data yang diperoleh lebih valid dan dapat digunakan untuk perencanaan intervensi lebih lanjut.

7 of 19

PELAKSANAAN PENDAMPINGAN TPK

Pendampingan Catin/Ca PUS

Pendampingan kepada Ibu Hamil

Pemberian Bantuan Bahan Makanan kepada Ibu Hamil

Pemeriksaan Kesehatan Ibu Hamil

Pendampingan Ibu Pasca Salin

 

8 of 19

STRATEGI PENINGKATAN KAPASITAS TPK

Dari total 597.712 kader TPK, sebanyak 547.007 sudah mengikuti orientasi sedangkan sebanyak 49.835 belum mengikuti orientasi

Sumber: Data SIGA per 9 Mei 2025

Teknis Orientasi

  • Verifikasi data TPK yang belum mengikuti orientasi

  • Kegiatan Orientasi TPK akan dilaksanakan secara berjenjang

  • Pelaksanaan kegiatan Orientasi TPK didukung oleh World Bank melalui program Investing in Nutrition and Early Years (INEY)

Substansi Materi

Kebijakan Pelaksanaan Pendampingan Keluarga dalam Program Kemendukbangga/BKKBN

Mekanisme Alur Pendampingan Tim Pendamping Keluarga dan Makan Bergizi Gratis (MBG)

Pemutakhiran, Verifikasi dan Validasi Keluarga Berisiko Stunting

Peningkatan Kapasitas Tim Pendamping Keluarga melalui Orientasi Tim Pendamping Keluarga Tahun 2025

Aplikasi Pencatatan dan Pelaporan (Elsimil)

Teknik Fasilitasi dan Dinamika Kelompok

9 of 19

Link Materi Orientasi TPK :

SE Sestama BKKBN tentang Mekanisme Pelaksanaan Orientasi TPK Tahun 2024, Kurikulum, Modul Orientasi TPK dan Video Pembelajaran

https://bit.ly/MateriPesertaOrientasiTPK2024

MATERI ORIENTASI

10 of 19

MATERI PELATIHAN

Bahan Tayang dan Video Pembelajaran

Link Materi Pelatihan Teknis Banggakencana bagi PKB :

https://drive.google.com/drive/folders/1G_hLHI244-ks1gnl7yCPiorh_brLnjew?usp=sharing

11 of 19

TANTANGAN YANG DIHADAPI

1. Keterbatasan Kapasitas dan Kompetensi

  • Anggota tim masih ada yang belum memiliki pelatihan atau pengetahuan yang cukup tentang gizi, kesehatan ibu dan anak, serta stunting.
  • Minimnya kemampuan dalam penggunaan teknologi atau aplikasi digital yang mendukung pencatatan dan pelaporan data keluarga.

03

04

05

02

01

2. Jumlah Personel yang Tidak Memadai

  • Jumlah tim tidak sebanding dengan jumlah keluarga yang harus didampingi, terutama di daerah dengan cakupan geografis luas.
  • Beban kerja tinggi karena keterbatasan tenaga

3. Keterbatasan Sarana dan Prasarana

  • Minimnya alat transportasi untuk menjangkau wilayah terpencil atau sulit dijangkau.
  • Kurangnya akses terhadap perangkat komunikasi seperti smartphone atau tablet untuk input data digital.

4. Insentif dan Dukungan yang Terbatas

  • TPK sering bekerja secara sukarela atau menerima insentif yang sangat minim, sehingga berdampak pada motivasi dan kontinuitas kerja.
  • Dukungan logistik dari pemerintah daerah kadang tidak konsisten.

5. Keterbatasan Data dan Sistem Informasi

  • Data keluarga yang tidak akurat atau tidak terbarui menyulitkan identifikasi dan intervensi yang tepat.
  • Sistem informasi yang belum terintegrasi antara pusat dan daerah.

12 of 19

ARAH KEBIJAKAN KEMENDUKBANGGA/BKKBN

  1. Pendekatan Berbasis Keluarga�Kemendukbangga/BKKBN menekankan pentingnya intervensi langsung kepada keluarga berisiko stunting, dengan fokus pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), mencakup calon pengantin, ibu hamil, ibu pasca persalinan, dan anak usia 0–59 bulan. 
  2. Kolaborasi Lintas Sektor.

TPK dibentuk dari unsur bidan, kader PKK, dan kader KB, yang bekerja sama dengan Puskesmas, pemerintah desa, dan Kementerian/Lembaga lainnya untuk memastikan sinergi dalam pelaksanaan program. 

  1. Penguatan Kapasitas dan Kompetensi�Melalui pelatihan dan orientasi, Kemendukbangga/BKKBN meningkatkan kapasitas TPK dalam mendampingi keluarga, memberikan edukasi, serta melakukan deteksi dini faktor risiko stunting.
  2. Monitoring dan Evaluasi�Kemendukbangga/BKKBN melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kinerja TPK untuk memastikan efektivitas program dan memberikan umpan balik untuk perbaikan berkelanjutan

13 of 19

 

PERAN TPK DALAM PROGRAM

DAPUR SEHAT ATASI STUNTING (DASHAT)

Menurunkan angka stunting melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan keluarga dalam menyiapkan makanan bergizi, serta memanfaatkan sumber daya lokal.

Definisi

Tujuan

Sasaran

Peran TPK

Difokuskan pada kelompok sasaran prioritas utama, yaitu baduta/balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Target kelompok sasaran prioritas selanjutnya yaitu remaja dan calon pengantin.

TPK memberikan KIE kepada calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga dengan anak usia 0–59 bulan. Edukasi ini mencakup pentingnya konsumsi makanan bergizi seimbang, pemanfaatan pangan lokal, serta praktik kebersihan dan sanitasi yang baik.

Program pemberdayaan masyarakat untuk memenuhi gizi seimbang pada keluarga berisiko stunting, terutama ibu hamil, ibu menyusui, keluarga dengan balita, dan keluarga dengan baduta.

14 of 19

 

 

PERAN TPK DALAM PROGRAM

GERAKAN ORANG TUA ASUH CEGAH STUNTING (GENTING)

Dasar Hukum: Keputusan Mendukbangga/Kepala BKKBN nomor 329/KEP/02/2024 tentang Panduan Pelaksanaan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting

DEFINISI

GENTING bersifat Gerakan gotong royong masyarakat untuk mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, kuat dan tidak stunting.

Pemberian bantuan pada Program GENTING bersumber dari kepedulian para pihak sebagai Orang Tua Asuh (OTA) bagi keluarga yang memiliki Ibu hamil dan atau baduta dengan tingkat kesejahteraan rendah dan atau Keluarga Berisiko Stunting

PERAN TPK

  • Melaksanakan distribusi bantuan kepada sasaran penerima GENTING;
  • Melaksanakan pendampingan pada sasaran penerima GENTING
  • Melaksanakan KIE pada sasaran penerima GENTING maupun OTA;
  • Mengambil data hasil pengukuran BB/TB Balita dari Posyandu, e-PPGBM, atau buku KIA;
  • Melakukan pencatatan dan pelaporan dengan input data ke SIGA, melalui Elsimil untuk data hasil pengukuran BB/TB dan status risiko.

Peluncuran Porgram GENTING Nasional

Peluncuran Porgram GENTING Kota Surakarta

15 of 19

PERAN TPK DALAM PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS (MBG)

  1. Ibu hamil
  2. Ibu Menyusui
  3. Balita Non PAUD

Sasaran

  • Menyiapkan data sasaran MBG ibu hamil, ibu menyusui dan balita Non-PAUD yang terbaru; 
  • Memberikan edukasi dan pendampingan kepada sasaran penerima intervensi MBG minimal sebulan sekali; 
  • Bekerjasama dengan posyandu/puskesmas dalam melakukan pemantauan hasil intervensi; 
  • Melakukan pencatatan dan pelaporan pemberian intervensi MBG bagi ibu hamil, ibu menyusui dan balita non-PAUD; 
  • Melakukan pencatatan dan pelaporan dampak hasil intervensi melalui Aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil (ELSIMIL)/SIGA.

Peran TPK

Kunjungan Mendukbangga/Kepala BKKBN ke SPPG dan Peninjauan Pendistribusian MBG oleh TPK di Kab. Tangerang dan Kab. Majalengka

Pendistribusian MBG kepada Ibu Hamil dan Balita oleh TPK di Lampung

16 of 19

ALUR PENDAMPINGAN IBU HAMIL

17 of 19

18 of 19

19 of 19

TERIMA KASIH

BERENCANA ITU KEREN

@BKKBNOfficial

Jl. Permata No. 1, Halim Perdanakusuma Jakarta 13650