Strategi Pemanfaatan Bacaan Multimodal dan Pengembangan Lingkungan untuk Penumbuhan Minat Baca
Jakarta, Mei 2023
Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN,
RISET, DAN TEKNOLOGI
Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran
2
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Kegiatan Pembuka
Pembukaan
Bapak/Ibu yang kami hormati,
Selamat datang di kegiatan Advokasi Pemulihan Pembelajaran bagi pemangku kepentingan di kabupaten/kota. Bapak/Ibu adalah utusan dari Pemerintah Kabupaten/Kota untuk mendapatkan pembekalan melalui Bimtek Advokasi Pemulihan Pembelajaran agar dapat menjadi penggerak perubahan di satuan pendidikan yang Bapak/Ibu bina maupun instansi tempat Bapak/Ibu mengabdi.
Harapan kami:
Setelah mengikuti pembekalan ini, Bapak/Ibu diharapkan dapat membantu mengawal kegiatan Advokasi Pemulihan Pembelajaran sebagai narasumber di daerah Bapak/Ibu dan mendampingi kepala sekolah/guru dalam meningkatkan kecakapan literasi siswa di satuan pendidikan.
Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran
3
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Pembukaan
Sesi ini yang memiliki tujuan belajar sebagai berikut:
Kompetensi Umum:
Kompetensi Khusus:
Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran
4
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Mengenali Beragam Strategi Membangun Lingkungan Kaya Teks Multimodal untuk Penumbuhan Minat Baca
Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran
5
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Aktivitas Sudah Berjalan | … |
… | |
… | |
… | |
Yakinkah Anda bahwa aktivitas tersebut merupakan bagian dari lingkungan kaya teks multimodal dan dapat meningkatkan minat baca dan berpikir kritis siswa? | |
Apa yang Anda ketahui terkait praktik sekolah dalam menciptakan lingkungan kaya teks multimodal untuk menumbuhkan minat baca siswa dan berpikir kritis siswa?
Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran
6
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Aktivitas 1a, b,dan c. Mulai dari Diri
Membangun Lingkungan Teks Multimodal untuk Menumbuhkan Minat Baca
Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran
7
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran
8
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Aktivitas 2a. Eksplorasi Konsep: Definisi Lingkungan Kaya Teks
Apakah yang dimaksud dengan lingkungan kaya teks?
Lingkungan kaya teks dimaknai sebagai lingkungan di mana anak-anak berinteraksi dengan berbagai bentuk bahan cetak, termasuk tanda-tanda, sudut belajar yang berlabel, cerita dinding, pajangan teks, mural berlabel, papan buletin, grafik dan diagram, puisi, serta berbagai bahan cetak lain
(Kadlic and Lesiak, 2003, dalam Dewayani, dkk., 2021).
Lingkungan kaya teks menawarkan banyak
kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan kebiasaan dan
keterampilan literasi.
Sumber: Panduan Penguatan Literasi dan Numerasi di Sekolah oleh Sofie Dewayani, dkk. (2021) dan diterbitkan oleh Direktorat Jenderal PAUD, Dikdas, dan Dikmen, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran
9
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Aktivitas 2a. Eksplorasi Konsep: Area Lingkungan Kaya Teks Multimodal
Perpustakaan�Sekolah
Lokasi: bagian dalam dan luar perpustakaan sekolah.
Isi: rak buku dengan sebagian buku ditata dengan sampul menghadap depan, buku audio (audio book), alat peraga pembelajaran dalam bentuk video/suara, sinopsis buku di mading, koleksi film pendek dalam bentuk tautan/kode QR.
Sudut Baca
Lokasi: bagian depan/belakang ruang kelas.
Isi: rak berisi buku cetak, daftar laman buku nonteks dalam bentuk tautan/kode QR, koleksi film pendek dalam bentuk tautan/kode QR. Area Sudut Baca ditata sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa.
Area Baca
Lokasi: di koridor, ruang tunggu, tempat warga sekolah (siswa, guru, orang tua) berkumpul, kantin.
Isi: rak berisi buku dengan tema yang umum dibaca oleh warga sekolah, koleksi film pendek dalam bentuk tautan/kode QR.
Lingkungan Sekolah
Karya siswa di mading, petunjuk arah, poster tentang pentingnya membaca, kutipan/quotes motivasi, profil taman dalam bentuk cetak/tautan/kode QR.
Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran
10
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Aktivitas 2a. Eksplorasi Konsep: Area Lingkungan Kaya Teks Multimodal
A
B
Bagaimana cara memajang buku dengan tepat?
Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran
11
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Aktivitas 2a. Eksplorasi Konsep: Area Lingkungan Kaya Teks Multimodal
A
B
Label jenjang dan buku disusun berdasarkan jenjang (jenjang rendah dipajang di bagian bawah rak buku)
Sampul buku untuk pembaca dini, awal, dan semenjana dipajang menghadap ke depan
Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran
12
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Aktivitas 3a. Elaborasi Konsep: Contoh Strategi Pemanfaatan Bacaan Multimodal dan Pengembangan Lingkungan untuk Penumbuhan Minat Baca
Siswa menonton film pendek menggunakan ponselnya dengan memindai kode QR lalu diskusi kelompok.
Misalnya film yang berjudul A JOY Story: JOY and Lucky Carp yang dipublikasikan oleh JD.com, Inc.
Pertanyaan pemantik diskusi untuk siswa:
Mengapa Film Joy merupakan teks multimodal yang tepat?
Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran
13
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Aktivitas 3a. Elaborasi Konsep: Contoh Strategi Pemanfaatan Bacaan Multimodal dan Pengembangan Lingkungan untuk Penumbuhan Minat Baca
Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran
14
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Aktivitas 4a. Demonstrasi Kontekstual: Merancang Desain Lokasi Pengembangan Teks Multimodal
Mari kita bermain kartu untuk menyusun alur pengelolaan koleksi sudut baca kelas/pojok baca!
Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran
15
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Aktivitas 4a. Demonstrasi Kontekstual: Merancang Desain Lokasi Pengembangan Teks Multimodal
Alur Kegiatan Pengelolaan Koleksi Sudut Baca Kelas/Area Baca/Perpustakaan Sekolah
1. Inventarisasi (Pencatatan ke Buku Induk)
9. Pemberian stempel: tanda kepemilikan koleksi
4. Klasifikasi: membedakan buku berdasarkan subjek
7. Penjenjangan: membedakan berdasarkan kemampuan baca
3. Katalogisasi: mencatat informasi rinci tentang buku
10. Pembuatan label: nomor panggil
2. Pembuatan kantong dan lidah buku
6. Pemajangan
5. Sirkulasi dan Keberlanjutan Perawatan Buku
8. Penyiangan Koleksi: memilah dan mengganti koleksi yang sudah tidak sesuai
Sekolah Ibu dan Bapak mungkin melakukan pengelolaan buku dengan alur yang berbeda. Namun demikian, pastikan perjenjangan buku menjadi bagian penting dalam alur ini.
Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran
16
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
No. | ID # | Tanggal masuk | Judul | Penulis | Tahun | Penerbit | Jenjang | Ket. |
1 | SD2-0014 A | 20-05-2023 | Titu dan Tuti | Caecilia Krismariana; Lili Young | 2017 | PT Kanisius | A | |
| | | | | | | | |
Inisial sekolah (2-3 karakter)
Tanggal buku dicatat
Format Buku Induk (Inventarisasi)
Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran
17
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Contoh Kartu Katalog Buku
Informasi-informasi penting mengenai buku dalam kartu katalog ini juga tercantum dalam katalog buku yang sudah berbentuk digital.
Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran
18
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Contoh Pelabelan: Nomor Panggil
Label buku terkadang juga disebut nomor panggil adalah kertas kecil berukuran 3 x 4 cm pada umumnya untuk mempermudah penemuan kembali buku atau bahan koleksi lain di dalam suatu rak yang telah tertata secara sistematis.
Keterangan:
1. Nomor Klasifikasi (menggunakan klasifikasi Dewey Decimal System) atau dapat disesuaikan dengan keadaan dan kebiasaan sekolah masing-masing
2. Nama pengarang diambil tiga huruf pertama dengan huruf kapital
3. Satu huruf awal dari judul buku dengan huruf kecil
Setelah mendiskusikan lingkungan kaya teks, mari kita lakukan refleksi.
Mari berefleksi pada tautan berikut: https://s.id/refleksistrategi1
Hal yang Sudah Dijalankan | Hal yang Perlu Ditingkatkan |
| |
| |
| |
Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran
19
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Aktivitas 5a. Elaborasi Pemahaman: Membangun Lingkungan Kaya Teks Multimodal untuk Menumbuhkan Minat Baca
Penggunaan Bahan Bacaan untuk Meningkatkan Minat Baca
Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran
20
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Ketika kita melakukan kegemaran kita, apakah yang kita rasakan? Apakah itu membuat kita ingin melakukannya kembali di lain hari?
Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran
21
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Aktivitas 2b Eksplorasi Konsep: Membaca untuk Kesenangan
Apakah kita dapat mengkoneksikan kegemaran dengan kegiatan membaca?
Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran
22
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Aktivitas 2b Eksplorasi Konsep: Membaca untuk Kesenangan
Benar! Kita dapat mengkoneksikan kegemaran dengan kegiatan membaca.
Hal ini dapat disebut sebagai membaca untuk kesenangan.
Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran
23
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Aktivitas 2b Eksplorasi Konsep: Membaca untuk Kesenangan
Dari poin-poin berikut, poin-poin berapakah yang termasuk ke dalam konsep membaca untuk kesenangan?
Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran
24
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Aktivitas 2b Eksplorasi Konsep: Membaca untuk Kesenangan
Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran
25
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Aktivitas 2b Eksplorasi Konsep: Membaca untuk Kesenangan
Dari poin-poin berikut, poin-poin berapakah yang termasuk ke dalam konsep membaca untuk kesenangan?
Sumber: Seri Manual GLS: Membaca untuk Kesenangan oleh Sofie Dewayani (2018) dan diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Mengapa gemar membaca itu penting?
Siswa yang gemar membaca cenderung percaya diri, lebih tenang, lebih mudah berkonsentrasi, dan lebih empati terhadap orang lain.
Prestasi akademik siswa lebih baik, lebih cakap membaca, dan kemampuan numeriknya lebih baik.
Orang dewasa yang gemar membaca cenderung lebih toleran dan memahami budaya orang lain. Mereka juga lebih memiliki kesadaran untuk melayani orang lain.
Orang tua yang gemar membaca cenderung berkomunikasi dengan siswa secara lebih baik dan memiliki pola pengasuhan yang lebih baik ketimbang orang tua yang kurang gemar membaca.
Orang dewasa yang berkebutuhan khusus atau pasien yang gemar membaca cenderung memiliki sikap hidup yang positif, pola hidup yang lebih sehat, dan tidak mengalami demensia.
sehingga meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran
26
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Aktivitas 2b Eksplorasi Konsep: Membaca untuk Kesenangan
Sumber: Seri Manual GLS: Membaca untuk Kesenangan oleh Sofie Dewayani (2018) dan diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Mari kita dalami bentuk-bentuk kegiatan membaca yang dapat menumbuhkan minat baca siswa!
Menurut Anda, bentuk-bentuk kegiatan membaca apa saja yang dapat kita lakukan untuk menumbuhkan minat baca siswa menggunakan buku-buku berikut ini?
Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran
27
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Aktivitas 3b. Elaborasi Konsep: Bentuk-bentuk Kegiatan Membaca
Kegiatan dengan teks multimodal dapat berupa membaca nyaring, membaca mandiri, dan menonton film pendek.
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan membaca, dapat dilakukan kegiatan antara lain: meringkas, membuat sinopsis, mendiskusikan buku, dan memerankan adegan dalam bacaan.
Kegiatan tindak lanjut ini diupayakan tidak membebani/terlalu sulit/disertai penilaian sehingga mengganggu kesenangan membaca peserta didik.
Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran
28
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Aktivitas 3b. Elaborasi Konsep: Bentuk-bentuk Kegiatan Membaca
Mari kita simak bentuk kegiatan membaca nyaring!
Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran
29
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Aktivitas 3b. Elaborasi Konsep: Bentuk-bentuk Kegiatan Membaca
Membaca Nyaring
Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran
30
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Aktivitas 3b. Elaborasi Konsep: Membaca Nyaring
Membacakan nyaring adalah proses siswa menggunakan mata, telinga, dan otak mereka untuk menerima rangkaian cerita, mendengarkan suara narator, dan memahami apa yang mereka lihat dan dengar.
(Gurdon, 2019; Trelease, 2013)
Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran
31
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Aktivitas 3b. Elaborasi Konsep: Membaca Nyaring
Melalui membaca nyaring, mari kita pastikan siswa menyaksikan bahwa membaca dapat menjadi pengalaman mengasyikkan!
Anak Yang Dibacakan
Bahan Bacaan
Orang Dewasa Yang Membacakan
Membacakan nyaring adalah kegiatan sederhana membacakan (cerita) dengan bersuara
Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran
32
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Aktivitas 4b. Demonstrasi Kontekstual: Praktik Membaca Nyaring
Mari kita praktik membaca nyaring!
Menurut Anda, apakah kegiatan-kegiatan literasi berikut sudah diterapkan di sekolah binaan Anda?
No. | Kegiatan | Sudah | Belum |
1. | Memberi siswa akses kepada buku-buku bermutu | | |
2. | Mengadakan kegiatan yang melibatkan buku seperti membacakan buku kepada siswa dan mendiskusikannya | | |
3. | Memberi siswa waktu untuk membaca buku yang mereka sukai | | |
4. | Melakukan kegiatan bervariasi sebagai tindak lanjut aktivitas membaca, | | |
5. | Menyediakan waktu kunjungan ke perpustakaan minimal seminggu sekali untuk membaca buku yang digemari siswa, | | |
6. | Bekerja sama dengan perpustakaan daerah dalam program perpustakaan keliling, dan | | |
7. | Membuat dan menempelkan poster kutipan manfaat membaca di berbagai tempat yang sering dilalui siswa. | | |
Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran
33
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Mari refleksi di:
Aktivitas 5b. Elaborasi Pemahaman: Kegiatan Literasi untuk Menumbuhkan Minat Baca
Apa yang sudah baik dan perlu ditingkatkan dari implementasi kegiatan literasi di sekolah binaan Anda tersebut? |
|
Adakah kegiatan literasi di sekolah binaan Anda yang menurut Anda salah konsep dan perlu dibenahi/disempurnakan? |
|
Aktivitas 5b. Elaborasi Pemahaman: Kegiatan Literasi untuk Menumbuhkan Minat Baca
Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran
34
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Mari refleksi di:
Kesimpulan
Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran
35
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Sudahkah kita sepakat bahwa
Apabila kita telah memiliki pemahaman yang sama, mari kita menggali pengetahuan kita lebih dalam!
Sumber: Seri Manual GLS: Membaca untuk Kesenangan oleh Sofie Dewayani (2018) dan diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Terima Kasih