1 of 36

Strategi Pemanfaatan Bacaan Multimodal dan Pengembangan Lingkungan untuk Penumbuhan Minat Baca

Jakarta, Mei 2023

Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN,

RISET, DAN TEKNOLOGI

2 of 36

Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran

2

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

  1. Perkenalan
  2. Persiapan Belajar
  3. Kesepakatan Kelas
    1. Tidak membuka gawai selama kegiatan kecuali dalam kondisi tertentu
    2. Meminta izin ketika hendak meninggalkan kelas selama sesi
    3. Berbicara bergantian.
    4. Menghormati rekan yang sedang berbicara.
    5. Memberikan respon positif saat proses belajar.
    6. Menjaga ketertiban kelas.

Kegiatan Pembuka

3 of 36

Pembukaan

Bapak/Ibu yang kami hormati,

Selamat datang di kegiatan Advokasi Pemulihan Pembelajaran bagi pemangku kepentingan di kabupaten/kota. Bapak/Ibu adalah utusan dari Pemerintah Kabupaten/Kota untuk mendapatkan pembekalan melalui Bimtek Advokasi Pemulihan Pembelajaran agar dapat menjadi penggerak perubahan di satuan pendidikan yang Bapak/Ibu bina maupun instansi tempat Bapak/Ibu mengabdi.

Harapan kami:

Setelah mengikuti pembekalan ini, Bapak/Ibu diharapkan dapat membantu mengawal kegiatan Advokasi Pemulihan Pembelajaran sebagai narasumber di daerah Bapak/Ibu dan mendampingi kepala sekolah/guru dalam meningkatkan kecakapan literasi siswa di satuan pendidikan.

Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran

3

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

4 of 36

Pembukaan

Sesi ini yang memiliki tujuan belajar sebagai berikut:

Kompetensi Umum:

  1. Kompetensi 1 : Mengenali beragam strategi membangun lingkungan teks multimodal untuk penumbuhan minat baca
  2. Kompetensi 2 : Mempraktikkan strategi bahan bacaan sebagai media untuk meningkatkan minat baca

Kompetensi Khusus:

  1. Peserta bimtek memahami konsep lingkungan kaya teks
  2. Peserta bimtek memahami konsep membaca untuk kesenangan
  3. Peserta bimtek memahami prinsip dan jenis aktivitas membaca untuk kesenangan

Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran

4

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

5 of 36

Mengenali Beragam Strategi Membangun Lingkungan Kaya Teks Multimodal untuk Penumbuhan Minat Baca

Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran

5

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

6 of 36

Aktivitas Sudah Berjalan

Yakinkah Anda bahwa aktivitas tersebut merupakan bagian dari lingkungan kaya teks multimodal dan dapat meningkatkan minat baca dan berpikir kritis siswa?

Apa yang Anda ketahui terkait praktik sekolah dalam menciptakan lingkungan kaya teks multimodal untuk menumbuhkan minat baca siswa dan berpikir kritis siswa?

Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran

6

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Aktivitas 1a, b,dan c. Mulai dari Diri

7 of 36

Membangun Lingkungan Teks Multimodal untuk Menumbuhkan Minat Baca

Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran

7

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

8 of 36

Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran

8

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Aktivitas 2a. Eksplorasi Konsep: Definisi Lingkungan Kaya Teks

Apakah yang dimaksud dengan lingkungan kaya teks?

Lingkungan kaya teks dimaknai sebagai lingkungan di mana anak-anak berinteraksi dengan berbagai bentuk bahan cetak, termasuk tanda-tanda, sudut belajar yang berlabel, cerita dinding, pajangan teks, mural berlabel, papan buletin, grafik dan diagram, puisi, serta berbagai bahan cetak lain

(Kadlic and Lesiak, 2003, dalam Dewayani, dkk., 2021).

Lingkungan kaya teks menawarkan banyak

kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan kebiasaan dan

keterampilan literasi.

Sumber: Panduan Penguatan Literasi dan Numerasi di Sekolah oleh Sofie Dewayani, dkk. (2021) dan diterbitkan oleh Direktorat Jenderal PAUD, Dikdas, dan Dikmen, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

9 of 36

Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran

9

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Aktivitas 2a. Eksplorasi Konsep: Area Lingkungan Kaya Teks Multimodal

Perpustakaan�Sekolah

Lokasi: bagian dalam dan luar perpustakaan sekolah.

Isi: rak buku dengan sebagian buku ditata dengan sampul menghadap depan, buku audio (audio book), alat peraga pembelajaran dalam bentuk video/suara, sinopsis buku di mading, koleksi film pendek dalam bentuk tautan/kode QR.

Sudut Baca

Lokasi: bagian depan/belakang ruang kelas.

Isi: rak berisi buku cetak, daftar laman buku nonteks dalam bentuk tautan/kode QR, koleksi film pendek dalam bentuk tautan/kode QR. Area Sudut Baca ditata sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa.

Area Baca

Lokasi: di koridor, ruang tunggu, tempat warga sekolah (siswa, guru, orang tua) berkumpul, kantin.

Isi: rak berisi buku dengan tema yang umum dibaca oleh warga sekolah, koleksi film pendek dalam bentuk tautan/kode QR.

Lingkungan Sekolah

Karya siswa di mading, petunjuk arah, poster tentang pentingnya membaca, kutipan/quotes motivasi, profil taman dalam bentuk cetak/tautan/kode QR.

10 of 36

Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran

10

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Aktivitas 2a. Eksplorasi Konsep: Area Lingkungan Kaya Teks Multimodal

A

B

Bagaimana cara memajang buku dengan tepat?

11 of 36

Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran

11

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Aktivitas 2a. Eksplorasi Konsep: Area Lingkungan Kaya Teks Multimodal

A

B

Label jenjang dan buku disusun berdasarkan jenjang (jenjang rendah dipajang di bagian bawah rak buku)

Sampul buku untuk pembaca dini, awal, dan semenjana dipajang menghadap ke depan

12 of 36

Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran

12

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Aktivitas 3a. Elaborasi Konsep: Contoh Strategi Pemanfaatan Bacaan Multimodal dan Pengembangan Lingkungan untuk Penumbuhan Minat Baca

Siswa menonton film pendek menggunakan ponselnya dengan memindai kode QR lalu diskusi kelompok.

Misalnya film yang berjudul A JOY Story: JOY and Lucky Carp yang dipublikasikan oleh JD.com, Inc.

Pertanyaan pemantik diskusi untuk siswa:

  1. Siapa tokoh favoritmu dalam film pendek tadi?
  2. Mengapa kamu menyukainya?
  3. Apakah kamu setuju dengan tindakannya? Mengapa?

13 of 36

Mengapa Film Joy merupakan teks multimodal yang tepat?

  1. Elemen audiovisual digarap dengan baik sehingga menarik minat pemirsa sasaran.
  2. Durasinya sesuai dengan kegiatan pembiasaan rutin (di luar kegiatan pembelajaran)
  3. Motif tokoh dan pesan cerita dapat menjadi bahan diskusi yang memantik empati, nalar kritis, dan imajinasi siswa.

Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran

13

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Aktivitas 3a. Elaborasi Konsep: Contoh Strategi Pemanfaatan Bacaan Multimodal dan Pengembangan Lingkungan untuk Penumbuhan Minat Baca

14 of 36

Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran

14

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Aktivitas 4a. Demonstrasi Kontekstual: Merancang Desain Lokasi Pengembangan Teks Multimodal

Mari kita bermain kartu untuk menyusun alur pengelolaan koleksi sudut baca kelas/pojok baca!

15 of 36

Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran

15

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Aktivitas 4a. Demonstrasi Kontekstual: Merancang Desain Lokasi Pengembangan Teks Multimodal

Alur Kegiatan Pengelolaan Koleksi Sudut Baca Kelas/Area Baca/Perpustakaan Sekolah

1. Inventarisasi (Pencatatan ke Buku Induk)

9. Pemberian stempel: tanda kepemilikan koleksi

4. Klasifikasi: membedakan buku berdasarkan subjek

7. Penjenjangan: membedakan berdasarkan kemampuan baca

3. Katalogisasi: mencatat informasi rinci tentang buku

10. Pembuatan label: nomor panggil

2. Pembuatan kantong dan lidah buku

6. Pemajangan

5. Sirkulasi dan Keberlanjutan Perawatan Buku

8. Penyiangan Koleksi: memilah dan mengganti koleksi yang sudah tidak sesuai

Sekolah Ibu dan Bapak mungkin melakukan pengelolaan buku dengan alur yang berbeda. Namun demikian, pastikan perjenjangan buku menjadi bagian penting dalam alur ini.

16 of 36

Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran

16

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

No.

ID #

Tanggal masuk

Judul

Penulis

Tahun

Penerbit

Jenjang

Ket.

1

SD2-0014 A

20-05-2023

Titu dan Tuti

Caecilia Krismariana; Lili Young

2017

PT Kanisius

A

Inisial sekolah (2-3 karakter)

Tanggal buku dicatat

Format Buku Induk (Inventarisasi)

17 of 36

Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran

17

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Contoh Kartu Katalog Buku

Informasi-informasi penting mengenai buku dalam kartu katalog ini juga tercantum dalam katalog buku yang sudah berbentuk digital.

18 of 36

Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran

18

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Contoh Pelabelan: Nomor Panggil

Label buku terkadang juga disebut nomor panggil adalah kertas kecil berukuran 3 x 4 cm pada umumnya untuk mempermudah penemuan kembali buku atau bahan koleksi lain di dalam suatu rak yang telah tertata secara sistematis.

Keterangan:

1. Nomor Klasifikasi (menggunakan klasifikasi Dewey Decimal System) atau dapat disesuaikan dengan keadaan dan kebiasaan sekolah masing-masing

2. Nama pengarang diambil tiga huruf pertama dengan huruf kapital

3. Satu huruf awal dari judul buku dengan huruf kecil

19 of 36

Setelah mendiskusikan lingkungan kaya teks, mari kita lakukan refleksi.

Mari berefleksi pada tautan berikut: https://s.id/refleksistrategi1

Hal yang Sudah Dijalankan

Hal yang Perlu Ditingkatkan

Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran

19

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Aktivitas 5a. Elaborasi Pemahaman: Membangun Lingkungan Kaya Teks Multimodal untuk Menumbuhkan Minat Baca

20 of 36

Penggunaan Bahan Bacaan untuk Meningkatkan Minat Baca

Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran

20

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

21 of 36

Ketika kita melakukan kegemaran kita, apakah yang kita rasakan? Apakah itu membuat kita ingin melakukannya kembali di lain hari?

Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran

21

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Aktivitas 2b Eksplorasi Konsep: Membaca untuk Kesenangan

22 of 36

Apakah kita dapat mengkoneksikan kegemaran dengan kegiatan membaca?

Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran

22

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Aktivitas 2b Eksplorasi Konsep: Membaca untuk Kesenangan

23 of 36

Benar! Kita dapat mengkoneksikan kegemaran dengan kegiatan membaca.

Hal ini dapat disebut sebagai membaca untuk kesenangan.

Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran

23

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Aktivitas 2b Eksplorasi Konsep: Membaca untuk Kesenangan

24 of 36

Dari poin-poin berikut, poin-poin berapakah yang termasuk ke dalam konsep membaca untuk kesenangan?

  1. Membaca buku dengan topik yang disukai siswa
  2. Membaca untuk dinilai
  3. Aktivitas membaca yang menumbuhkan kesenangan dan kepuasan diri
  4. Aktivitas membaca yang membuat siswa tenggelam dalam bacaan dan menginginkan untuk membaca sesering mungkin

Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran

24

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Aktivitas 2b Eksplorasi Konsep: Membaca untuk Kesenangan

25 of 36

  1. Membaca buku dengan topik yang disukai siswa✅
  2. Membaca untuk dinilai ❌
  3. Aktivitas membaca yang menumbuhkan kesenangan dan kepuasan diri✅
  4. Aktivitas membaca yang membuat siswa tenggelam dalam bacaan dan menginginkan untuk membaca sesering mungkin✅

Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran

25

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Aktivitas 2b Eksplorasi Konsep: Membaca untuk Kesenangan

Dari poin-poin berikut, poin-poin berapakah yang termasuk ke dalam konsep membaca untuk kesenangan?

Sumber: Seri Manual GLS: Membaca untuk Kesenangan oleh Sofie Dewayani (2018) dan diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

26 of 36

Mengapa gemar membaca itu penting?

Siswa yang gemar membaca cenderung percaya diri, lebih tenang, lebih mudah berkonsentrasi, dan lebih empati terhadap orang lain.

Prestasi akademik siswa lebih baik, lebih cakap membaca, dan kemampuan numeriknya lebih baik.

Orang dewasa yang gemar membaca cenderung lebih toleran dan memahami budaya orang lain. Mereka juga lebih memiliki kesadaran untuk melayani orang lain.

Orang tua yang gemar membaca cenderung berkomunikasi dengan siswa secara lebih baik dan memiliki pola pengasuhan yang lebih baik ketimbang orang tua yang kurang gemar membaca.

Orang dewasa yang berkebutuhan khusus atau pasien yang gemar membaca cenderung memiliki sikap hidup yang positif, pola hidup yang lebih sehat, dan tidak mengalami demensia.

sehingga meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran

26

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Aktivitas 2b Eksplorasi Konsep: Membaca untuk Kesenangan

Sumber: Seri Manual GLS: Membaca untuk Kesenangan oleh Sofie Dewayani (2018) dan diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

27 of 36

Mari kita dalami bentuk-bentuk kegiatan membaca yang dapat menumbuhkan minat baca siswa!

Menurut Anda, bentuk-bentuk kegiatan membaca apa saja yang dapat kita lakukan untuk menumbuhkan minat baca siswa menggunakan buku-buku berikut ini?

Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran

27

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Aktivitas 3b. Elaborasi Konsep: Bentuk-bentuk Kegiatan Membaca

28 of 36

Kegiatan dengan teks multimodal dapat berupa membaca nyaring, membaca mandiri, dan menonton film pendek.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan membaca, dapat dilakukan kegiatan antara lain: meringkas, membuat sinopsis, mendiskusikan buku, dan memerankan adegan dalam bacaan.

Kegiatan tindak lanjut ini diupayakan tidak membebani/terlalu sulit/disertai penilaian sehingga mengganggu kesenangan membaca peserta didik.

Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran

28

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Aktivitas 3b. Elaborasi Konsep: Bentuk-bentuk Kegiatan Membaca

29 of 36

Mari kita simak bentuk kegiatan membaca nyaring!

Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran

29

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Aktivitas 3b. Elaborasi Konsep: Bentuk-bentuk Kegiatan Membaca

30 of 36

Membaca Nyaring

Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran

30

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Aktivitas 3b. Elaborasi Konsep: Membaca Nyaring

Membacakan nyaring adalah proses siswa menggunakan mata, telinga, dan otak mereka untuk menerima rangkaian cerita, mendengarkan suara narator, dan memahami apa yang mereka lihat dan dengar.

(Gurdon, 2019; Trelease, 2013)

31 of 36

Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran

31

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Aktivitas 3b. Elaborasi Konsep: Membaca Nyaring

Melalui membaca nyaring, mari kita pastikan siswa menyaksikan bahwa membaca dapat menjadi pengalaman mengasyikkan!

Anak Yang Dibacakan

Bahan Bacaan

Orang Dewasa Yang Membacakan

Membacakan nyaring adalah kegiatan sederhana membacakan (cerita) dengan bersuara

32 of 36

Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran

32

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Aktivitas 4b. Demonstrasi Kontekstual: Praktik Membaca Nyaring

Mari kita praktik membaca nyaring!

Lembar Kerja 1 Aktivitas 2

33 of 36

Menurut Anda, apakah kegiatan-kegiatan literasi berikut sudah diterapkan di sekolah binaan Anda?

No.

Kegiatan

Sudah

Belum

1.

Memberi siswa akses kepada buku-buku bermutu

2.

Mengadakan kegiatan yang melibatkan buku seperti membacakan buku kepada siswa dan mendiskusikannya

3.

Memberi siswa waktu untuk membaca buku yang mereka sukai

4.

Melakukan kegiatan bervariasi sebagai tindak lanjut aktivitas membaca,

5.

Menyediakan waktu kunjungan ke perpustakaan minimal seminggu sekali untuk membaca buku yang digemari siswa,

6.

Bekerja sama dengan perpustakaan daerah dalam program perpustakaan keliling, dan

7.

Membuat dan menempelkan poster kutipan manfaat membaca di berbagai tempat yang sering dilalui siswa.

Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran

33

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Mari refleksi di:

s.id/refleksibersama1

Aktivitas 5b. Elaborasi Pemahaman: Kegiatan Literasi untuk Menumbuhkan Minat Baca

34 of 36

Apa yang sudah baik dan perlu ditingkatkan dari implementasi kegiatan literasi di sekolah binaan Anda tersebut?

Adakah kegiatan literasi di sekolah binaan Anda yang menurut Anda salah konsep dan perlu dibenahi/disempurnakan?

Aktivitas 5b. Elaborasi Pemahaman: Kegiatan Literasi untuk Menumbuhkan Minat Baca

Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran

34

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Mari refleksi di:

s.id/refleksibersama1

35 of 36

Kesimpulan

Advokasi Pemulihan dan Transformasi Pembelajaran

35

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Sudahkah kita sepakat bahwa

  • lingkungan kaya teks mampu meningkatkan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman, serta minat baca siswa?
  • menumbuhkan budaya membaca untuk kesenangan membutuhkan bahan bacaan yang sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa?
  • kegiatan lanjutan menanggapi teks multimodal (diskusi, menulis, bercerita, dll) diupayakan tidak membebani/terlalu sulit/dinilai sehingga mengganggu kesenangan membaca siswa?

Apabila kita telah memiliki pemahaman yang sama, mari kita menggali pengetahuan kita lebih dalam!

Sumber: Seri Manual GLS: Membaca untuk Kesenangan oleh Sofie Dewayani (2018) dan diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

36 of 36

Terima Kasih