1 of 28

HASIL HUTAN BUKAN KAYU

FARAH DIBA

2 of 28

HASIL HUTAN BUKAN KAYU

  • FAO mendefinisikan Hasil Hutan Bukan Kayu adalah produk biologi asli selain kayu yang diambil dari hutan, lahan perkayuan dan pohon-pohon yang berada di luar hutan.

  • Profound’s (2001) mendefinisikan sebagai : Hasil Hutan Bukan Kayu meliputi semua bahan biologi selain kayu yang dihasilkan dari hutan untuk kebutuhan manusia.

3 of 28

HASIL HUTAN BUKAN KAYU

  • Klasifikasi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) kelompok tipe produk dikemukakan oleh:
  • Pancel 1993
  • Qwist-Hoffman et al., 1998
  • Profound’s 2001

4 of 28

HASIL HUTAN BUKAN KAYU

1. Pancel 1993

  1. Karet dan damar
  2. Bahan celup dan penyamak. Bahan celup berasal dari campuran bermacam tumbuhan, kulit kayu, daun dan buah. Penyamak berasal dari phenols yang dapat larut yang berasal bagian-bagian tumbuhan seperti kayu atau kulit kayu.
  3. Tumbuhan yang dapat dimakan
  4. Bahan serat
  5. Obat-obatan
  6. Produk dari binatang

5 of 28

HASIL HUTAN BUKAN KAYU

2. Qwist-Hoffman et al., 1998 (RECOFTC)

  1. Serat dan benang
  2. Produk yang dapat dimakan
  3. Berupa ekstrak dan cairan
  4. Tumbuhan obat-obatan
  5. Tumbuhan ornamen/pohon hias
  6. Hasil dari binatang

6 of 28

HASIL HUTAN BUKAN KAYU

3. Profound’s (2001) mengklasifikasikan Hasil Hutan Bukan Kayu menjadi lima bagian, gabungan dari kelompok produk dan tipe produk:

a.Tumbuhan yang dapat dimakan

  1. Makanan
  2. Minyak yang dapat dikonsumsi
  3. Bumbu
  4. Makanan ternak
  5. Tumbuhan lain yang dapat dikonsumsi
  6. Tumbuhan yang tidak dapat dikonsumsi

b. Tumbuhan yang tidak dapat dikonsumsi lainnya

  1. Rotan
  2. Bambu
  3. Produk kayu
  4. Pohon hias
  5. Bahan kimia

7 of 28

HASIL HUTAN BUKAN KAYU

c. Bahan obat-obatan

  • Semua bahan obat-obatan

d. Hewan yang dapat dikonsumsi

  1. Binatang darat
  2. Produk dari hewan
  3. Ikan dan invertebrata air

e. Produk hewan lain yang dapat dikonsumsi

  1. Produk hewan yang tidak dapat dikonsumsi
  2. Serangga
  3. Margasatwa dan binatang hidup
  4. Hewan yang tidak dapat dikonsumsi lainnya

8 of 28

HHBK SUMBER PANGAN DAN ENERGI

  • sebagai sumber pangan dikelompokkan menjadi dua : pangan yang dapat dikonsumsi langsung dan produk turunan yang dapat dikonsumsi
  • Pangan yang dikonsumsi langsung berupa buah dan umbi
  • Pangan yang berupa produk turunan seperti minyak dan lemak dari produk hasil hutan bukan kayu

9 of 28

MINYAK DAN LEMAK

  • Minyak dan lemak merupakan campuran ester gliserol dan asam lemak yang sangat kompleks. Asam yang banyak terdapat dalam minyak dan lemak adalah asam palmitat, asam oleat dan asam stearat.
  • Proses mengeluarkan minyak adalah dengan pelarut minyak dan secara pressing (pengempaan). Jenis minyak dan lemak yang termasuk Hasil Hutan Bukan Kayu ditampilkan pada Tabel 1

10 of 28

TABEL 1 DAFTAR KOMODITI HASIL HUTAN BUKAN KAYU KELOMPOK MINYAK DAN LEMAK

No

Jenis Komoditi

Produk

Nama Indonesia

Nama Latin

1

Balam

Palaquium walsurifolium

Minyak balam

2

Bintaro

Cerbera manghas

Minyak cerbera/bintaro

3

Buah merah

Pandanus conoideus

Minyak buah merah

4

Croton

Croton argyratus

Minyak croton

5

Kelor

Moringa oleifera

Minyak kelor

6

Kemiri

Aleurites mollucana

Minyak kemiri

7

Kenari

Canarium odoratum

Minyak kenari

8

Ketapang

Terminalia catappa

Minyak ketapang

9

Ketiau

Ganua motleyana

Minyak ketiau

10

Lena

Sasanum orientale

Minyak lena

11

Makadamia

Macadamia sp.

Minyak makadamia

12

Mimba

Azadirachta indica

Minyak intaran

13

Nyamplung

Callophyllum inophyllum

Minyak nyamplung

11 of 28

TABEL 1 DAFTAR KOMODITI HASIL HUTAN BUKAN KAYU KELOMPOK MINYAK DAN LEMAK

No

Jenis Komoditi

Produk

Nama Indonesia

Nama Latin

14

Nyatoh

Palaquium javense

Minyak nyatoh

15

Picung

Pangium edule

Minyak picung

16

Saga pohon

Adenanthera povinina

Minyak saga pohon

17

Seminai

Maducha crassipes

Minyak seminai

Palaquium ridleyi

18

Suntai

Palaquium burekii

Minyak suntai

19

Tengkawang

Shorea seminis; S. pinanga

Minyak tengkawang

S. macrophylla; S. splendida

S. mecistopteryx; S. lepidota

S. martiniana; S. stenoptera

S. beccariana; S. macrantha

S. palembanica; S. acabrima

S. compressa; S. gysbertsiana

S. singkawang

S. amplexicaulis

12 of 28

HHBK MINYAK UNTUK ENERGI

  • Sumber yang digunakan adalah dari biji pohon jarak (Jatropha sp) atau biji Nyamplung (Callophyllum inophyllum)

BIOMASS TO BIOETHANOL

13 of 28

HHBK MINYAK UNTUK ENERGI

  1. Minyak Jarak

Bangsa Jepang memperkenalkan tanaman jarak pagar kepada masyarakat Indonesia pada tahun 1942-an. Minyak jarak pagar ini dimanfaatkan sebagai bahan bakar kendaraan untuk perang pada masa itu. Nama lain dari minyak jarak adalah castor oil, kastroli, ricinus oil.

Sistematika dan Morfologi

Minyak jarak diperoleh dari hasil pengempaan biji jarak (Jatropha curcas Linn.) termasuk famili Euphorbiaceae, satu famili dengan karet dan ubi kayu. Sistematika tanaman jarak adalah sebagai berikut:

Kingdom : Plantae

Divisi : Spermathophyta

Sub division : Angiospermae

Class : Dicotyledonae

Ordo : Euphorbiales

Famili : Euphorbiaceae

Genus : Jatropha

14 of 28

MINYAK JARAK

Proses Produksi Minyak Jarak

  • Buah jarak dibelah, kemudian diambil bijinya. Biji jarak tersebut lalu dipecahkan dengan cara ditumbuk, kulit biji dan daging bijinya dipisahkan. Daging biji jarak selanjutnya dihancurkan dengan blender untuk kemudian diekstrak menggunakan pengepressan hidrolik.
  • Ekstrak daging biji jarak disaring dengan kain untuk memisahkan bungkil yang masih tersisa dengan ekstrak minyak jarak kasar. Selanjutnya minyak jarak kasar disentrifuse selama ± 30 menit. Hasil sentrifuse diperoleh pemisahan yaitu minyak di bagian atas dan endapan gum di bagian bawah.

15 of 28

MINYAK JARAK

Kegunaan Minyak Jarak

  • Minyak jarak banyak digunakan sebagai bahan pembuat sabut, tekstil, karet, bahan pelumas, pengawet kulit, isolasi-listrik, kosmetik, plastik dan obat-obatan terutama sebagai obat pencahar dan cairan hidrolik.
  • Saat ini minyak jarak banyak dimanfaatkan sebagai bahan bakar nabati (bioenergi) yang disebut biodiesel.

16 of 28

HHBK MINYAK UNTUK PANGAN

B. Minyak Kemiri

  • Kemiri (Aleurites moluccana Willd) berasal dari kepulauan Maluku dan menurut Burkill (1935) berasal dari Malaysia. Tanaman ini menyebar dari sebelah timur Asia hingga Fiji di kepulauan Pasifik. Di Indonesia kemiri tersebar luas dihampir di seluruh wilayah Nusantara.
  • Tanaman kemiri berkembang di Indonesia di daerah-daerah seperti Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Bali, Lombok, Sulawesi, Maluku, Kalimantan Barat, Bau-Bau dan sekitarnya.
  • Di Sumatera kemiri disebut kereh, kemili, kembiri, tanoan, kemiling, atau buwa kare; di Jawa disebut midi, pidekan, miri, kemiri, atau muncang (Sunda); sedangkan di Sulawesi disebut wiau, lana, boyau, bontalo dudulaa atau saketa.

17 of 28

MINYAK KEMIRI

Sistematika dan Morfologi

  • Minyak kemiri dihasilkan dari biji pohon Aleurites fordii, Aleurites moluccana, dan Aleurites tripesma dari famili Euphorbiaceae. Nama lain dari minyak kemiri adalah tungya, muyu, kiranggu, Chinese hout olie, kemiri olie, kamere, dan derekan.
  • Adapun sistematikanya adalah sebagai berikut:

Kingdom : Plantae

Divisi : Magnoliophyta

Class : Magnoliopsida

Famili : Euphorbiceae

Genus : Aleurites

18 of 28

MINYAK KEMIRI

Proses Penyulingan Kemiri

  • Biji kemiri dikeluarkan dari daging buahnya, kemudian dijemur sampai kering. Biji yang telah kering kemudian dipecahkan untuk diambil daging bijinya.
  • Daging biji kemiri kemudian dihancurkan dengan blender, lalu diekstrak dengan menggunakan pengepressan hidrolik. Ekstrak daging biji kemiri disaring dengan kain untuk memisahkan bungkil yang masih tersisa dengan ekstrak kemiri kasar.
  • Minyak kemiri kasar disentrifuse selama ± 30 menit. Hasil sentrifuse diperoleh pemisahan yaitu minya di bagian atas dan endapan gum di bagian bawah.

19 of 28

MINYAK KEMIRI

Kegunaan Minyak Kemiri

  • Kemiri merupakan salah satu rempah-rempah di Indonesia yang dapat memberikan rasa pada makanan. Minyaknya digunakan dalam industri cat, minyak cat, mempercepat pengeringan vernis, sabun, pengawet kayu, tetapi juga sebagai bahan baku dalam minyak penerangan ataupun sebagai lilin, obat pencahar, water proofing agent dan minyak rambut.
  • Minyak kemiri dapat menjadi bahan baku energi alternatif, walaupun masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Selain itu, kemiri juga dimanfaatkan sebagai obat tetapi minyak kemiri tidak digunakan untuk minyak masak. Minyak kemiri juga dapat digunakan untuk industri batik.

20 of 28

HHBK MINYAK UNTUK PANGAN

c. Minyak Tengkawang

  • Biji tengkawang (Borneo Illipe nut) merupakan salah satu Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang penting sebagai bahan baku lemak nabati.
  • Karena sifatnya yang khas, lemak tengkawang berharga lebih tinggi dibanding minyak nabati lain seperti minyak kelapa & digunakan sebagai bahan pengganti minyak coklat, bahan lipstik, minyak makan & bahan obat-obatan.
  • Di Indonesia terdapat sekitar 13 jenis pohon penghasil yang tersebar terutama di Kalimantan dan sebagian kecil di Sumatera.

21 of 28

MINYAK TENGKAWANG

Sistematika dan Morfologi

  • Nama lain dari tengkawang adalah: Borneo tallow, kawang, kakowang, green butter. Minyak tengkawang diperoleh dari biji buah pohon Tengkawang Tungkul (Shorea stenoptera Burck), Tengkawang Majau (Shorea lepidota BI), Tengkawang Liyar (Shorea gysbertsiana Burck), Tengkawang Terendak (Shorea seminis).
  • Termasuk dalam famili Dipterocapaceae.
  • Adapun klasifikasi tanaman tengkawang adalah:

Kingdom : Plantae

(tidak termasuk) : Eudicots

(tidak termasuk) : Rosids

Ordo : Malvales

Famili : Dipterocapaceae

Upafamili : Dipterocarpoideae

Genus : Shorea Roxb ex C.F. Gaertn

22 of 28

MINYAK TENGKAWANG

Proses Penyulingan Tengkawang

  • Minyak tengkawang diperoleh dari biji tengkawang yang telah kering yang diperas hingga keluar lemaknya. Sebelumnya diproses menghasilkan minyak tengkawang, biji tengkawang terlebih dahulu dikuliti dengan cara basah atau kering.
  • Pengupasan secara basah dilakukan dengan membuang bagian sayap biji, kemudian bijinya dimasukan dalam keranjang dan direndam dalam air mengalir selama 30 hari sampai kulitnya mudah dibuang. Biji selanjutnya dijemur selama satu minggu. Biji yang diolah dengan cara tersebut berwarna hitam, tahan lama, dan mengandung kadar limak tinggi (± 60%).
  • Pengupasan secara kering dilakukan dengan cara membuang sayap biji kemudian memasukkan biji ke dalam keranjang untuk diasapi 1,5 meter di atas api sampai kulitnya mudah dikupas. Biji yang diolah seperti ini berwarna coklat, tidak tahan lama (± 2-3 bulan) dan mengandung lemak kurang 50%. Oleh karena itu, cara kering hanya akan dilakukan apabila persediaan air kurang.

23 of 28

MINYAK TENGKAWANG

  • Biji yang telah dikeringkan kemudian diperas sehingga keluar lemaknya yang merupakan bebas kasar yang masih banyak mengandung lemak bebas.
  • Cara lain yaitu dengan rendering, dimana biji tengkawang ditumbuk kemudian dikukus selama 2 jam. Lemak kemudian mencair dan mengapung di atas permukaan air. Lapisan lemak tersebut dipisahkan sebagai minyak tengkawang.

24 of 28

MINYAK TENGKAWANG

Kegunaan minyak tengkawang

  • Masyarakat menggunakan minyak tengkawang sebagai minyak goreng dan obat-obatan.
  • Dalam industri banyak digunakan sebagai bahan pembuatan lilin, kosmetik, farmasi, pengganti lemak coklat, sabun, margarin dan pelumas. Di eropa komoditi ini diperas dan menghasilkan apa yang disebut Borneo talk.

25 of 28

26 of 28

KUIS

  • JELASKAN YANG DIMAKSUD HASIL HUTAN BUKAN KAYU
  • JELASKAN PRODUK HASIL HUTAN BUKAN KAYU YANG BANYAK DIGUNAKAN DI TEMPAT TINGGAL ANDA

27 of 28

KUIS

  • TULISKAN DEFINISI HASIL HUTAN BUKAN KAYU
  • TULISKAN PRODUK PRODUK HASIL HUTAN BUKAN KAYU
  • JELASKAN PRODUK HASIL HUTAN BUKAN KAYU YANG BANYAK DIGUNAKAN DI TEMPAT TINGGAL ANDA

28 of 28

TERIMA KASIH