1 of 53

MEGATHRUST, BAGAIMANA MENYIKAPINYA�

1

Oleh : Said Kristyawan, S.Si, M.Si

Yogyakarta, 10 Oktober 2024

Stasiun Geofisika Kelas I Sleman, Yogyakarta

Pusat Gempa Regional Wilayah VII

2 of 53

NAMA : SAID KRISTYAWAN, S.Si, M.Si

TTL : Jakarta, 17 Juni 1984

Background : Seismologist

Masa Kerja : 18 Tahun (tahun 2006)

5 Tahun di Stasiun Geofisika Kendari

13 Tahun di Pusat Gempabumi dan Tsunami, Jakarta

8 Bulan di Stasiun Geofisika Yogyakarta

Pendidikan : AMG, Jakarta (2005)

S1 Fisika UNHALU, Kendari (2010)

S2 Seismologi ITB, Bandung (2017)

08159797399

Said Kristyawan

said_kristyawan17

3 of 53

Outline

  • Apa itu MegaThrust?
  • Bagaimana POTENSI GEMPABUMI DAN TSUNAMI

DI WILAYAH D.I. YOGYAKARTA

  • SISTEM, PRODUK DAN INOVASI BMKG
  • MITIGASI BENCANA GEMPABUMI DAN TSUNAMI

4 of 53

APA ITU MEGATHRUST

PREDIKSI VS POTENSI

5 of 53

KENALI POTENSI SUMBER GEMPA MEGATHRUST, JANGAN Keliru

5

  • Lapisan terluar kerak bumi terpecah menjadi beberapa bagian yang disebut sebagai

Lempeng Tektonik.

  • Lempeng tektonik tersusun atas batuan padat, terapung diatas astenosfer yang cair, dapat bergerak relative satu sama lain akibat adanya arus konveksi.
  • Lempeng yang berdekatan dapat berinteraksi satu sama lain.

6 of 53

KENALI POTENSI SUMBER GEMPA MEGATHRUST, JANGAN Keliru

6

ZONA SUBDUKSI

7 of 53

KENALI POTENSI SUMBER GEMPA MEGATHRUST, JANGAN Keliru

7

MEGATHRUST

(https://earthobservatory.sg/)

  • Zona Megathrust adalah area/lokasi sumber gempa akibat subduksi dua buah lempeng kerak bumi, dimana terdapat bidang kontak antar 2 lempeng tektonik di kedalaman dangkal kurang dari 50 km. Zona tersebut mampu mengakumulasi energi gempa yang sangat besar dan memicu gempa kuat yang menimbulkan rekahan panjang dan bidang pergeseran yang luas.
  • Megathrust dapat dianalogikan sebagai “patahan dengan dorongan naik yang besar”.

  • Berpotensi destruktif (merusak) dan menimbulkan tsunami.

8 of 53

FAKTA SUMBER GEMPA: KITA MEMILIKI 13 SEGMENTASI MEGATHRUST

8

Secara tektonik di Indonesia terdapat 13 segmentasi sumber gempa Zona Megathrust, yaitu:

  1. Megathrust Aceh-Andaman M9,2
  2. Megathrust Nias-Simeulue M8,7
  3. Megathrust Batu M7,8
  4. Megathrust Mentawai-Siberut M8,9
  5. Megathrust Mentawai-Pagai 8,9
  6. Megathrust Enggano M8,4
  7. Megathrust Selat Sunda-Banten M8,7
  8. Megathrust Jabar-Jateng M8,7
  9. Megathrust Jawa Timur M8,7
  10. Megathrust Sumba M8,5
  11. Megathrust Sulawesi Utara M8,5
  12. Megathrust Lempeng Laut Filipina M8,2
  13. Megathrust Utara Papua M8,7

Pusgen, 2017

9 of 53

POTENSI GEMPABUMI DAN TSUNAMI�DI WILAYAH D.I. YOGYAKARTA�

10 of 53

KONDISI TEKTONIK YOGYAKARTA

  • Zona subduksi�zona subduksi antara lempeng Eurasia and Indo-Australia di selatan Jawa dapat menimbulkan gempa besar yang diikuti tsunami (megathrust event).

  • Sesar Lokal

Sesar aktif Opak membentang melewati 3 kabupaten/kota

(Bantul, kota Yogyakarta, dan Sleman)

Opak Fault

10

11 of 53

11

KEJADIAN GEMPABUMI PADA SENIN, 26 AGUSTUS 2024

Sumber : laporan gempa dirasakan Seismologi Teknik BMKG

11

12 of 53

ANALISIS POTENSI BAHAYA GEMPABUMI DI BATUAN DASAR

  • nilai PGA batuan dasar di D.I.Yogyakarta 0.35 hingga lebih dari 0.6 gal.
  • Wilayah dengan nilai PGA batuan dasar tertinggi terdistribusi di sebagian besar Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunungkidul bagian barat (yang berdekatan dengan jalur Sesar Opak), Kabupaten Sleman dengan orientasi arah terdekat dengan jalur Sesar Opak (Kecamatan Berbah dan Prambanan), Kota Yogyakarta dengan orientasi yang terdekat dengan jalur Sesar Opak (Kecamatan Kota Gede, Umbulharjo)
  • nilai PGA batuan dasar terendah terdistribusi di Kabupaten Sleman (Kecamatan Cangkringan, Pakem, Turi, Tempel), dan Kabupaten Kulonprogo (Kecamatan Kalibawang, Samigaluh).

12

13 of 53

ANALISIS POTENSI BAHAYA GEMPABUMI DI PERMUKAAN

  • Nilai PGA permukaan di Kabupaten Kulon Progo bervariasi 0.35 - 0.85 g (VII – IX MMI)
  • kecamatan dengan nilai percepatan 0.75 g hingga 0.85 g atau IX MMI berada di Tenggara dan Selatan Kab. Kulon Progo dengan orientasi arah terdekat dengan Jalur Sesar Opak, yaitu Kec. Galur, Panjatan, Temon, Wates, Sentolo dan Lendah
  • Kawasan dengan PGA Permukaan bervariasi dari 0.45 – 0.7 g atau VIII MMI terdapat pada Kec. Kokap, Pengasih, Kalibawang dan Nanggulan.
  • Kawasan dengan PGA Permukaan bervariasi dari 0.3 – 0.4 g atau VII MMI terdapat pada Kec. Girimulyo dan Samigaluh

Kabupaten Kulon Progo

13

14 of 53

ANALISIS POTENSI BAHAYA GEMPABUMI DI PERMUKAAN

  • Nilai PGA permukaan di Kabupaten Bantul 0.6 g hingga > 0.9 g (VIII – IX MMI)
  • Kecamatan dengan nilai percepatan 0.75 g hingga > 0.9 g atau IX MMI terdistribusi disekitar jalur Sesar Opak, yaitu Kecamatan Srandakan, Pandak, Kretek, Sanden, Pundong, Bambanglipuro, Jetis, Bantul, Pleret, Sewon, Piyungan dan Banguntapan
  • Kawasan dengan PGA Permukaan bervariasi dari 0.6 9 – 0.75 g atau VIII MMI terdapat pada Kecamatan Sedayu, Pajangan, Kasihan, Imogiri, dan Dlingo.

Kabupaten Bantul

14

15 of 53

ANALISIS POTENSI BAHAYA GEMPABUMI DI PERMUKAAN

  • Nilai PGA permukaan di Kota Yogyakarta bervariasi dari 0.65 - 0.85 g (VIII – IX MMI)
  • Kecamatan dengan nilai percepatan 0.75 g hingga 0.85 g atau IX MMI berada di tenggara Kota Yogyakarta dengan orientasi arah terdekat dengan Jalur Sesar Opak, yaitu Kecamatan Kota Gede, Umbulharjo, Mergangsang, Mantrijeron, dan Kraton
  • Permukaan bervariasi dari 0.65 – 0.7 g atau VIII MMI terdapat pada Kecamatan Wirobrajan, Ngampilan, Gondomanan, Pakualaman, Gondokusuman, Danurejan, Gedongtengen, Jetis dan Tegalrejo.

Kota Yogyakarta

15

16 of 53

ANALISIS POTENSI LIKUIFAKSI AKIBAT GEMPABUMI

  • Kawasan – kawasan dengan tingkat kerawanan sangat tinggi di wilayah DIY didominasi pada kawasan dengan material penyusun endapan atau material hasil proses sedimentasi

  • Potensi bahaya likuifaksi terdapat pada semua Kabupaten/Kota di DIY, tertinggi berada pada Kabupaten Bantul dan Kulonprogo.

16

17 of 53

Estimasi Tingkat Gocangan Gempabumi (Shakemap) Akibat Sesar Opak�Dengan Skenario Terburuk (worst-case scenario)

  • Skenario terjadi gempa di darat akibat Sesar Opak dengan Magnitudo maksimum Mw6.6, Kedalaman 10 km
  • Dampak di D.I.Y intensitas V – VIII MMI
  • Wilayah Kabupaten Bantul, dan Kota Yogyakarta mengalami goncangan dengan intensitas VII-VIII MMI yang memberikan dampak kerusakan sedang
  • Sedangkan Kabupaten Sleman, Kabupaten Gunungkidul, dan Kabupaten Kulonprogo mengalami goncangan dengan intensitas V-VII MMI yang memberikan dampak kerusakan ringan

17

18 of 53

Estimasi Tingkat Gocangan Gempabumi (Shakemap)�Akibat Gempa Megathrust (worst-case scenario)

  • Skenario terjadi gempa di laut dengan Magnitudo maksimum Mw8.8, Kedalaman 18 km
  • Dampak maksimum di D.I.Y intensitas VII MMI
  • Wilayah Kabupaten Bantul, Gunungkidul dan Kulonprogo mengalami goncangan dengan intensitas VII MMI yang memberikan dampak kerusakan sedang
  • Sedangkan Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman mengalami goncangan dengan intensitas VI MMI yang memberikan dampak kerusakan ringan
  • Potensi tsunami dan likuifaksi

18

19 of 53

Potensi Tsunami Jawa Tengah dan DIY Akibat Gempa Megathrust

  • Waktu tiba gelombang tsunami di pesisir D.I.Yogyakarta berkisar antara 37 - 43 menit dengan ketinggian maksimum 18-22 meter (scenario M8.8)
  • 3 (tiga) Kabupaten berada di wilayah rawan tsunami karena berhadapan langsung dengan Samudera Hindia, yaitu Kab. Kulon Progo, Kab. Bantul, dan Kab. Gunungkidul

19

20 of 53

ANALISIS POTENSI BAHAYA GEMPABUMI DAN TSUNAMI

Potensi Tsunami Kabupaten Kulon Progo

20

21 of 53

ANALISIS POTENSI BAHAYA GEMPABUMI DAN TSUNAMI

21

22 of 53

ANALISIS POTENSI BAHAYA GEMPABUMI DAN TSUNAMI

22

23 of 53

ANALISIS POTENSI BAHAYA GEMPABUMI DAN TSUNAMI

23

24 of 53

ANALISIS POTENSI BAHAYA GEMPABUMI DAN TSUNAMI

Potensi Tsunami Kabupaten Bantul

24

25 of 53

ANALISIS POTENSI BAHAYA GEMPABUMI DAN TSUNAMI

25

26 of 53

ANALISIS POTENSI BAHAYA GEMPABUMI DAN TSUNAMI

26

27 of 53

ANALISIS POTENSI BAHAYA GEMPABUMI DAN TSUNAMI

Potensi Tsunami Kabupaten Gunungkidul

27

28 of 53

ANALISIS POTENSI BAHAYA GEMPABUMI DAN TSUNAMI

28

29 of 53

ANALISIS POTENSI BAHAYA GEMPABUMI DAN TSUNAMI

29

30 of 53

ANALISIS POTENSI BAHAYA GEMPABUMI DAN TSUNAMI

30

31 of 53

ANALISIS POTENSI BAHAYA GEMPABUMI DAN TSUNAMI

31

32 of 53

ANALISIS POTENSI BAHAYA GEMPABUMI DAN TSUNAMI

32

33 of 53

�SISTEM, PRODUK DAN INOVASI BMKG

33

34 of 53

34

TANTANGAN BMKG DALAM MONITORING GEMPA DI INDONESIA:

🡪 PENTINGNYA MERAPATKAN JARINGAN SEISMOGRAF DAN JARINGAN KOMUNIKASI

Nasional: 533 Sensor Seismograf

35 of 53

BMKG - INDONESIA TSUNAMI EARLY WARNING

SIAP MEMBERIKAN INFORMASI GEMPA DAN PERINGATAN DINI TSUNAMI

35

AWAS

SIAGA

WASPADA

TDK ADA TSUNAMI

TOAST

(Tsunami Observation And Simulation Terminal )

DISSEMINATION SYSTEM

PERINGATAN TSUNAMI

SEICOMP 4 – EQ ANALYSIS

INFORMASI GEMPABUMI

  • Waktu Kejadian
  • Kekuatan
  • Kedalaman
  • Tempat Kejadian
  • Shake Map
  • Focal Mekanisme

36 of 53

END TO END INDONESIA TSUNAMI EARLY WARNING SYSTEM

36

UPSTREAM

DOWNSTREAM

MONITORING

PROCESSING

DISSEMINATION

37 of 53

MODA DISSEMINASI INFORMASI GEMPA DAN PERINGATAN DINI TSUNAMI

37

Warning Receiver System

Warning Receiver System New Generation

Email

WEB

Fax

SMS

Dissemination Flow

38 of 53

PRODUK DAN LAYANAN INFORMASI GEOFISIKA�(Rutin dan Emergency)

Informasi parameter gempabumi

Informasi percepatan tanah

Informasi sambaran petir

Informasi tanda waktu

Informasi aktifitas kegempaan mingguan dan bulanan

Informasi Peta Guncangan

(Shakemap)

Informasi Gempabumi dirasakan dan merusak

BMKG

PERAN AKTIF BMKG DALAM UPAYA KESIAPSIAGAAN�MENGHADAPI BENCANA GEMPABUMI DI D.I.YOGYAKARTA

39 of 53

BMKG

  1. Pemeliharaan Peralatan Operasional dan Diseminasi
  2. Survey gempa merusak
  3. Penelitian dan kajian sesar aktif

PERAN AKTIF BMKG DALAM UPAYA MITIGASI GEMPABUMI DI D.I.YOGYAKARTA

39

40 of 53

MITIGASI BENCANA�GEMPABUMI DAN TSUNAMI

40

41 of 53

SOLUSI UTAMA MITIGASI GEMPA: TANGGAP GEMPA

41

WASPADA terhadap gempa bumi

JAUHI pantai dan tepi sungai serta cari informasi.

42 of 53

SOLUSI UTAMA MITIGASI GEMPA: MEWUJUDKAN BANGUNAN TAHAN GEMPA

42

Gempa Yogyakarta 27 Mei 2006

🡪M=6,4 ; kedalaman 10 km

Korban meninggal 6.234 orang (Belum menerapkan bangunan tahan gempa)

Gempa Suruga Jepang 10 Agustus 2009

🡪M=6,4 ; kedalaman 10 km Korban meninggal 1 orang

(Sudah menerapkan bangunan tahan gempa)

43 of 53

43

Mitigasi Tsunami Berbasis Masyarakat – Sekolah Lapang Gempabumi dan Tsunami & BMKG Goes to school

BMKG melakukan kegiatan penguatan kapasitas Mitra BMKG dan masyarakat di daerah rawan bencana gempabumi tsunami melalui program Sekolah Lapang Gempabumi dan Tsunami dan BMKG Goes to School.

44 of 53

Mitigasi Tsunami Berbasis Masyarakat – Tsunami Ready Community Program

Ready Community.

  • BMKG juga berhasil memfasilitasi 9 Komunitas di 4 Kabupaten/Kota untuk mendapatkan pengakuan Masyarakat Siaga Tsunami Level Nasional. Pengakuan di Level internasional akan dilanjutkan di Semester 2 Tahun 2024.

44

  • Hingga pertengahan berhasil memfasilitasi

tahun

10 Komunitas

2024, BMKG telah

di 10

mendapatkan

Pengakuan

Kabupaten untuk Internasional dari UNESCO

sebagai Tsunami

Pengakuan Nasional Komunitas di Tahun 2023: Desa Sidaurip (Kab. Cilacap); Kalurahan Parangtritis, Poncosari,Tirtohargo, Srigading, Gadingsari (Kab. Bantul); Desa Galala dan Hative Kecil (Kota Ambon), Desa Pangastulan (Kab. Buleleng)

45 of 53

Apa Yang Harus Dilakukan SEBELUM Terjadinya Gempabumi

46 of 53

Apa Yang Harus Dilakukan SEBELUM Terjadinya Gempabumi

47 of 53

Apa Yang Harus Dilakukan SAAT Terjadinya Gempabumi

48 of 53

Apa Yang Harus Dilakukan SAAT Terjadinya Gempabumi

49 of 53

Apa Yang Harus Dilakukan SETELAH Terjadinya Gempabumi

50 of 53

Apa Yang Harus Dilakukan SETELAH Terjadinya Gempabumi

51 of 53

CATATAN AKHIR

51

  1. Wilayah Indonesia merupakan kawasan rawan gempa kuat dan tsunami akibat banyaknya sumber gempa.
  2. Informasi potensi gempa megathrust bukanlah prediksi atau peringatan dini, sehingga jangan dimaknai secara keliru, seolah akan terjadi dalam waktu dekat, padahal tidak demikian, masyarakat dihimbau untuk tetap beraktivitas seperti biasa.
  3. Informasi potensi gempa dan tsunami merupakan upaya persiapan untuk mencegah risiko kerugian sosial ekonomi dan korban jiwa, apabila terjadi gempa kuat dan membangkitkan tsunami dengan skenario terburuk.
  4. Potensi Gempa dan Tsunami akan selalu ada dan kapan terjadinya tidak dapat diprediksi, sehingga upaya mitigasi tetap harus terus disiapkan.

52 of 53

Tetap Tenang dan Jangan Panik

Megathrust Bukan untuk Ditakuti...

Pahami Cara Evakuasi Mandiri...

53 of 53

53

Matur Suwun

STASIUN GEOFISIKA KELAS I SLEMAN

Jl. Wates Km. 8 Jitengan, Balecatur, Gamping, Sleman, Yogyakarta

D.I. Yogyakarta 55294

(+62-274) 6498383

(+62-274) 6498381, 6498382

Stageof Sleman

stageofsleman

Stageof Sleman

https://yogyakarta.bmkg.go.id/