1 of 40

KAMPUS MERDEKA

“Hak Belajar 3 Semester di Luar Prodi”

Sosialisasi Program

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi

Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan

2 of 40

Tantangan Abad 21

3 of 40

Tujuan Pendidikan Tinggi

Lulusan

Manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (Psl 3 UU 20) dan

UU 12/2012

6 C for HOTS (Communication, Collaboration, Compassion, Critical

Thinking, Creative Thinking, Computation Logic), Adaptive, Flexible, Leadership, Reading Skill, Writing Skill,

himbauan penambahan SKS Bahasa Inggris dan IT Skills

SN Dikti 03/ 2020 dan 50/ 2018

Ijazah, SKPI Sertifikat Kompetesi Sertifikat Pendidik

Sertifikat Internasional Register Profesi Nasional Register Profesi Internasional

Capaian Pembelajaran Vokasi Lembaga Sertifikasi Profesi P1

Literasi Baru: 1.Big Data 2.Teknologi 3.Manusia

Mahasiswa

Tridharma PT

  • Pendidikan (dan magang)
  • Penelitian (dan magang)
  • Pengabdian Masyarakat

Kurikulum

Capaian Pembejaran Sistem Pembelajaran Hybrid/ Blended Learning

PT KKNI SKKNI

SISTEM DAN PROSES PEMBELAJARAN PADA PENDIDIKAN TINGGI

Manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, terampil, kompeten, dan menjadi warga negara yang demokratis, bertanggung jawab,

dan berbudaya untuk kepentingan bangsa.

4 of 40

MENGENAL

MERDEKA BELAJAR – KAMPUS MERDEKA

“Memberikan kebebasan dan otonomi kepada lembaga pendidikan, dan merdeka dari birokratisasi, dosen dibebaskan dari birokrasi yang berbelit serta mahasiswa diberikan kebebasan untuk memilih bidang yang mereka sukai”

NADIEM ANWAR MAKARIM

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan

5 of 40

KEBIJAKAN KAMPUS MERDEKA

6 of 40

HAK BELAJAR TIGA SEMESTER DI LUAR PRODI

Perguruan Tinggi wajib memberikan hak bagi mahasiswa untuk secara sukarela (dapat diambil atau tidak):

  • Dapat mengambil sks di luar perguruan tinggi paling lama sebanyak 2 semester (setara dengan 40 sks).
  • Ditambah lagi, dapat mengambil sks di prodi yang berbeda di PT yang sama sebanyak 1 semester (setara dengan 20 sks).

Perubahan definisi sks:

  • Setiap sks diartikan sebagai “jam kegiatan”, bukan “jam belajar”.
  • Definisi “kegiatan”: Belajar di kelas, praktik kerja (magang), pertukaran pelajar, proyek di desa, wirausaha, riset, studi independen, dan kegiatan mengajar di daerah terpencil. Semua jenis kegiatan terpilih harus dibimbing seorang dosen (dosen ditentukan oleh PT).
  • Daftar “kegiatan” yang dapat diambil oleh mahasiswa (dalam 3 semester di atas) dapat dipilih dari: (a) program yang ditentukan pemerintah, (b) program yang disetujui oleh rektor.

Tujuan: meningkatkan kompetensi lulusan, baik soft skills maupun hard skills, agar lebih siap dan relevan dengan kebutuhan zaman, menyiapkan lulusan sebagai pemimpin masa depan bangsa yang unggul dan berkepribadian.

Program experiential learning dengan jalur yang fleksibel diharapkan akan dapat memfasilitasi mahasiswa mengembangkan

potensinya sesuai dengan passion dan bakatnya.

7 of 40

PERSYARATAN UMUM

Dalam pelaksanaan kebijakan Merdeka Belajar - Kampus Merdeka, program “hak belajar tiga semester di luar program studi”, terdapat beberapa persyaratan umum yang harus dipenuhi oleh mahasiswa maupun perguruan tinggi di antaranya, sebagai berikut:

  1. Mahasiswa berasal dari Program Studi yang terakreditasi.
  2. Mahasiswa Aktif yang terdaftar pada PDDikti.

Perguruan tinggi diharapkan untuk mengembangkan dan memfasilitasi pelaksanaan program Merdeka Belajar dengan membuat panduan akademik. Program-program yang dilaksanakan hendaknya disusun dan disepakati bersama antara perguruan tinggi dengan mitra. Program Merdeka Belajar dapat berupa program nasional yang telah disiapkan oleh Kementerian maupun program yang disiapkan oleh perguruan tinggi yang didaftarkan pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi.

8 of 40

Mekanisme Persiapan Pimpinan

PT untuk Implementasi MBKM

Perguruan Tinggi

  1. Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi: Perguruan Tinggi wajib memfasilitasi hak bagi mahasiswa (dapat diambil atau tidak) untuk:
    1. Dapat mengambil SKS di luar perguruan tinggi paling lama 2 semester atau setara dengan 40 SKS.
    2. Dapat mengambil SKS di program studi yang berbeda di perguruan tinggi yang sama sebanyak 1

semester atau setara dengan 20 SKS.

  1. Merumuskan kebijakan di tingkat perguruan tinggi terkait implementasi program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka dalam bentuk Peraturan, Surat Keputusan, dan lainnya.
  2. Menyusun panduan/pedoman yang menjadi acuan implementasi program Merdeka Belajar-Kampus

Merdeka di tingkat program studi.

  1. Melakukan perubahan kurikulum yang mencakup perencanaan, proses pembelajaran, evaluasi

pembelajaran, dan penjaminan mutu.

  1. Menyusun prosedur operasional bagi mahasiswa untuk mengambil SKS di luar program studi selama tiga semester baik di luar prodi dalam PT dan atau pembelajaran di luar PT.
  2. Membuat dokumen kerja sama (MoU/SPK) dengan mitra.

9 of 40

Fakultas

1) Menyiapkan fasilitasi daftar mata kuliah tingkat fakultas yang bisa diambil mahasiswa lintas prodi.

1) Menyiapkan dokumen kerja sama (MoU/SPK) dengan mitra yang relevan.

Program Studi

  1. Menyusun atau menyesuaikan kurikulum dengan model implementasi kampus merdeka.
  2. Memfasilitasi mahasiswa yang akan mengambil pembelajaran lintas prodi dalam

Perguruan Tinggi.

  1. Menawarkan mata kuliah yang bisa diambil oleh mahasiswa di luar prodi dan luar

Perguruan Tinggi beserta persyaratannya.

  1. Melakukan ekuivalensi mata kuliah dengan kegiatan pembelajaran luar prodi dan luar Perguruan Tinggi.
  2. Jika ada mata kuliah/SKS yang belum terpenuhi dari kegiatan pembelajaran luar prodi dan luar Perguruan Tinggi, disiapkan alternatif mata kuliah daring.

10 of 40

Mahasiswa

  1. Merencanakan bersama Dosen Pembimbing Akademik mengenai program mata

kuliah/program yang akan diambil di luar prodi.

  1. Mendaftar program kegiatan luar prodi.
  2. Melengkapi persyaratan kegiatan luar prodi, termasuk mengikuti seleksi bila ada.
  3. Mengikuti program kegiatan luar prodi sesuai dengan ketentuan pedoman akademik

yang ada.

Mitra

  1. Membuat dokumen kerja sama (MoU/SPK) bersama perguruan tinggi/fakultas/program studi.
  2. Melaksanakan program kegiatan luar prodi sesuai dengan ketentuan yang ada dalam dokumen kerja sama (MoU/SPK).

11 of 40

Bentuk Kegiatan Pembelajaran di Luar Prodi

12 of 40

Kegiatan mahasiswa yang dapat dilakukan di luar kampus asal

Kegiatan

Penjelasan

1

Pertukaran Mahasiswa

Mengambil kelas atau semester di perguruan tinggi luar negeri maupun dalam negeri, berdasarkan perjanjian kerjasama yang sudah dilakukan.

2

Magang/Praktik

Kerja

Kegiatan magang di sebuah perusahaan, yayasan nirlaba, organisasi multilateral, institusi

pemerintah, maupun perusahaan rintisan.

3

Penelitian/Riset

Kegiatan riset akademik, baik sains maupun sosial humaniora, yang dilakukan di bawah

pengawasan dosen atau peneliti.

4

Studi/Proyek Independen

Mahasiswa dapat mengembangkan sebuah proyek berdasarkan topik sosial khusus dan dapat dikerjakan bersama-sama dengan mahasiswa lain.

5

Proyek di Desa

Proyek sosial untuk membantu masyarakat di pedesaan atau daerah terpencil dalam membangun

ekonomi rakyat, infrastruktur, dan lainnya.

6

Proyek kemanusiaan

Kegiatan sosial untuk sebuah yayasan atau organisasi kemanusiaan yang disetujui Perguruan Tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.

7

Mengajar di

Sekolah

Kegiatan sosial untuk sebuah yayasan atau organisasi kemanusiaan yang disetujui Perguruan

Tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.

8

Kegiatan

Wirausaha

Mahasiswa mengembangkan kegiatan kewirausahaan secara mandiri – dibuktikan dengan

penjelasan/proposal kegiatan kewirausahaan dan bukti transaksi konsumen atau slip gaji pegawai.

13 of 40

Latar Belakang

Pertukaran pelajar/mahasiswa diselenggarakan untuk membentuk beberapa sikap mahasiswa yang termaktub di dalam Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020, yaitu menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, agama, dan kepercayaan, serta pendapat atau temuan orisinal orang lain; serta bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.

Tujuan

  1. Belajar lintas kampus (dalam dan luar negeri), tinggal bersama dengan keluarga di kampus tujuan, wawasan mahasiswa tentang ke-Bhinneka Tunggal Ika akan makin berkembang, persaudaraan lintas budaya dan suku akan semakin kuat.
  2. Membangun persahabatan mahasiswa antar daerah, suku, budaya, dan agama, sehingga

meningkatkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa.

  1. Menyelenggarakan transfer ilmu pengetahuan untuk menutupi disparitas pendidikan baik antar perguruan tinggi dalam negeri, maupun kondisi Pendidikan tinggi dalam negeri dengan luar negeri.

14 of 40

Proses Pelaksanaan

Catatan:

Pertukaran mahasiswa dapat dilakukan dengan perguruan tinggi di dalam maupun di luar negeri.

15 of 40

Contoh kegiatan pembelajaran dalam Program Studi lain pada Perguruan Tinggi yang sama

Prodi

Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL)

Kompetensi

Tambahan

Prodi

Desain

Produk

1

Mampu merancang produk

Mampu menyusun, menganalisis, dan mengintepretasi rencana keuangan

Akuntansi

2

Mampu mengevaluasi obyek desain

Mampu melaksanakan fungsi pemasaran

Manajemen

3

Mampu menyusun dan menyampaikan solusi desain secara virtual

Mampu merancang program dalam bidang periklanan

Komunikasi

16 of 40

Contoh Pembelajaran di Luar Prodi dalam PT (Pengalaman UGM)

17 of 40

Pelaksanaan Mata Kuliah Lintas Disiplin

Setiap tahun selalu ada pengembangan mata kuliah baru dalam konteks program

pengembangan mata kuliah lintas disiplin melalui Pusat Inovasi dan Kajian Akademik.

Contoh implementasi: Transformasi Digital, Kewirausahaan Sosial,

Engineering Professional Development, dll.

Transformasi Digital: Pembelajaran Lintas Disiplin di level universitas dilakukan secara daring penuh.

Kewirausahaan Sosial: antar prodi baik di UGM maupun di luar UGM.

Engineering Professional Development: bekerja sama dengan Erasmus dan beberapa PT di ASEAN.

18 of 40

Mengapa Mata Kuliah Transformasi Digital Penting?

Isu Transformasi Digital di Semua Bidang

Gebrakan Kompetensi Abad 21 yang diklasifikasikan Emerging Skills Mendorong Mahasiswa Menjadi Pembelajar Sepanjang Hayat Pentingnya Paparan lintas/inter/trans Disiplin Sejak Awal

Pentingnya Literasi Teknologi dan Literasi Data

Lompatan untuk Meningkatkan Employbility dan Digital Talent

19 of 40

Pengembangan Mata Kuliah Transformasi Digital, mencakup di antaranya:

RPKPS, silabus, dan konten

Dirancang sebagai MK Lintas Disiplin Metode daring secara pebuh (fully online) Tugas akhir lintas disiplin

Rancangan mengacu pada OBE (Outcome Based Education)

Pembelajaran yang nyaman dan menyenangkan

20 of 40

Karakteristik MK Transformasi Digital

Tidak membutuhkan prior knowledge.

Materi daring terdiri atas: modul, kuis, modul assessment, latihan lab, modul ringkasan belajar.

Tidak membutuhkan perangkat khusus, disiapkan virtual lab untuk pemrograman.

Dosen/Fasilitator berperan sebagai pemantik dan motivator untuk

memfasilitasi diskusi daring menggunakan Webex secara periodik.

UAS secara daring dalam bentuk tugas akhir (proyek ide) dengan kelompok mahasiswa antar prodi.

21 of 40

Peta Jalan MK Transformasi Digital (TD)

1

2018/2019 Genap Program Awal Mata Kuliah Transformasi Digital untuk 5

Fakultas

2019/2020 Genap

MK Transformasi Digital diikuti semua fakultas + Mata Kuliah Lintas Disiplin Lanjutan TD

2

2021/2022 Genap

Pengayaan Bidang Strategis; Mata Kuliah Lintas Disiplin berbasis TD; Implementasi Hasil TD

2020/2021 Genap Peningkatan Kolaborasi Multidisiplin; Peningkatan kemandirian Mahasiswa

Rujukan Nasional Pemanfaatan Teknologi Digital untuk Inovasi Akademik

3

4

  1. Peningkatan

kemandirian belajar mahasiswa

  1. Kolaborasi lintas disiplin

22 of 40

Mekanisme MKLD dalam SIA dan PD DIKTI

Ditetapkan prodi penyelenggara MKLD

Prodi penyelenggara memasukkan dalam SIA SIMASTER

Dilaporkan oleh prodi penyelenggara ke PD Dikti oleh operator Prodi

Penawaran ke program

studi yang lain

Kelancaran pelaporan di SIA Simaster dan PD DIKTI

2

3

1

4

  1. Diajukan lintas prodi
  2. Ditetapkan prodi

penyelenggara

23 of 40

LMS MKLD Transformasi Digital

eLOK

eLOK adalah platform MOOCs UGM yang sekarang ini sedang berkembang pesat penggunaannya dan digunakan juga untuk pembelajaran bauran (blended learning)

elok.ugm.ac.id

24 of 40

MK Kewirausahaan Sosial

25 of 40

Contoh kegiatan pembelajaran dalam Program Studi yang sama pada Perguruan Tinggi yang berbeda

Prodi

CPL Prodi

MK Prodi PT A

MK Prodi PT B

Kehutanan

Mampu

1.

Pengelolaan ekosistem hutan

1

Pengelolaan ekosistem hutan

merancang dan

mangrove

.

dataran rendah

mengelola suatu

ekosistem hutan

2.

Pengelolaan ekosistem hutan

2

Pengelolaan ekosistem hutan

pegunungan

.

pantai

26 of 40

Best Practice

  • Banyak dilakukan Perguruan Tinggi sebelumnya, tinggal diformalkan dan difasilitasi kemudahan/sistem untuk pengakuan kredit yang diperoleh.
  • Sebagai contoh Fak Biologi UGM dan

Jurusan Biologi Fak MIPA Untad.

27 of 40

Contoh kegiatan pembelajaran dalam Program Studi lain pada Perguruan Tinggi yang berbeda

Prodi

CPL Prodi

Kompetensi Tambahan

MK Prodi Lain PT Lain

Teknik

Industri

Mampu merancang sistem/komponen, proses dan produk industri untuk memenuhi kebutuhan dalam batasan-batasan realistis (misalnya ekonomi, lingkungan, kesehatan)

Mampu merancang produk

untuk kebutuhan pertanian

Energi dan Mesin Pertanian

Mampu membangun model untuk menganalisis sumber daya dan lingkungan

Pemodelan Ekonomi Sumber Daya dan Lingkungan

28 of 40

Best Practice

  • Mampu menjelaskan konsep teoritis sosial ekonomi pertanian, yang mencakup sosiologi pertanian, psikologi sosial, pembangunan masyarakat, manajemen usahatani, pemasaran pertanian, dan kewirausahaan
  • MK yang diambil
  • Man and society
  • Food sanitation
  • Animal resource and management
  • Paradigm in agricultural

extension and communication

29 of 40

Selama ini mahasiswa magang yang berjangka

pendek (kurang dari 6 bulan) sangat tidak cukup untuk memberikan pengalaman dan kompetensi industri bagi mahasiswa. Perusahaan yang menerima magang juga menyatakan magang dalam waktu sangat pendek tidak bermanfaat, bahkan mengganggu aktivitas di Industri.

Tujuan

Melalui program magang 1-2 semester, memberikan pengalaman yang cukup kepada mahasiswa, pembelajaran langsung di tempat kerja (experiential learning). Selama magang mahasiswa akan mendapatkan hardskills (keterampilan, complex problem solving, analytical skills, dsb.), maupun soft skills (etika profesi/kerja, komunikasi, kerjasama, dsb.). Mahasiswa yang sudah mengenal tempat kerja tersebut akan lebih mantab dalam memasuki dunia kerja dan karirnya.

Latar Belakang

30 of 40

Proses Pelaksanaan

Mahasiswa mendaftar magang

Dengan persetujuan dosen pembimbing akademik, mahasiswa mendaftar/ melamar dan mengikuti seleksi magang sesuai ketentuan tempat magang.

Seleksi administratif dan akademik

Sesuai dengan mekanisme di Perguruan Tinggi, dan perusahaan/mitra magang.

Magang kerja

1 atau 2 semester

(setara 20 atau 40 sks),

6 bulan s.d. 1 tahun

Penilaian

Dilakukan dosen pembimbing dari PT bersama pembimbing industri

Sertifikat Industri

Magang diakui industri melalui Sertifikat Industri

Konversi nilai dan pengakuan sks Perguruan Tinggi input nilai dalam KHS

Lapor PDDikti

Perguruan Tinggi melaporkan pengakuan sks (rekognisi magang)

Catatan:

  • Topik magang yang dilakukan mahasiswa tidak harus sesuai dengan program studi
  • Magang yang berjalan selama 1 semester wajib mendapatkan minimum 20 sks (tidak boleh kurang, tapi boleh lebih banyak)

31 of 40

Best Practice

Bentuk free form:

Kegiatan merdeka belajar selama 6 bulan disetarakan dengan 20 SKS tanpa penyetaraan dengan mata kuliah. Jumlah tersebut dinyatakan dalam bentuk kompetensi yang diperoleh oleh mahasiswa selama mengikuti program tersebut, baik dalam kompetensi keras (hard skills), maupun kompetensi halus (soft skills) sesuai dengan capaian pembelajaran yang diinginkan.

Bentuk berstruktur (structured form): Kegiatan merdeka belajar juga dapat distrukturkan sesuai dengan kurikulum yang ditempuh oleh mahasiswa. Duapuluh SKS tersebut dinyatakan dalam bentuk kesetaraan dengan mata kuliah yang ditawarkan yang kompetensinya sejalan dengan kegiatan magang.

32 of 40

Best Practice

33 of 40

Tujuan

  1. Penelitian mahasiswa diharapkan dapat ditingkatkan mutunya dan memperkuat pool

talent peneliti secara topikal.

  1. Mahasiswa mendapatkan kompetensi penelitian melalui pembimbingan langsung oleh peneliti di lembaga riset/pusat studi.
  2. Meningkatkan ekosistem dan kualitas riset di laboratorium dan lembaga riset

Indonesia dengan memberikan sumber daya peneliti dan regenerasi peneliti sejak

dini.

Latar Belakang

Bagi mahasiswa yang memiliki passion menjadi peneliti, merdeka belajar bisa menjadi peluang bagi mahasiswa untuk magang di laboratorium pusat riset. Melalui penelitian mahasiswa dapat membangung cara berpikir kritis sehingga mahasiswa lebih mendalami, memahami, dan mampu melakukan metode riset secara lebih baik.

34 of 40

Proses Pelaksanaan

35 of 40

Best Practice

  • Penelitian bersama dengan dosen terkait Covid-19 dan pencegahan

penyebarannya.

  • Penelitian di lembaga riset di bawah bimbingan dosen.
  • Penelitian terkait keamanan siber dalam era digital, terkait proses

transformasi masyarakat pada era digital, dll.

36 of 40

Tujuan

  1. Mewujudkan gagasan mahasiswa dalam mengembangkan produk inovatif yang menjadi gagasannya.
  2. Menyelenggarakan pendidikan berbasis riset dan pengembangan (R&D).
  3. Meningkatkan prestasi mahasiswa dalam ajang nasional dan internasional.

Latar Belakang

Banyak mahasiswa yang memiliki passion untuk mewujudkan karya besar yang dilombakan di tingkat internasional atau karya dari ide yang inovatif. Untuk mewadahi hal tersebut, studi/proyek independen dijalankan untuk menjadi pelengkap dari kurikulum yang sudah diambil oleh mahasiswa serta dapat untuk melengkapi topik yang tidak termasuk dalam jadwal perkuliahan, tetapi masih tersedia dalam silabus program studi atau fakultas.

37 of 40

Proses Pelaksanaan

38 of 40

Best Practice

  • Persiapan kompetisi nasional/internasional di bawah bimbingan dosen.
  • Pemanfaatan MOOCs di bawah bimbingan dosen.
  • Penyiapan proses sertifikasi berjenjang: contoh program yang sedang dirintis dengan AWS.

39 of 40

40 of 40

TERIMA KASIH

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi

Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan