KAMPUS MERDEKA
“Hak Belajar 3 Semester di Luar Prodi”
Sosialisasi Program
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi
Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan
Tantangan Abad 21
Tujuan Pendidikan Tinggi
Lulusan
Manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (Psl 3 UU 20) dan
UU 12/2012
6 C for HOTS (Communication, Collaboration, Compassion, Critical
Thinking, Creative Thinking, Computation Logic), Adaptive, Flexible, Leadership, Reading Skill, Writing Skill,
himbauan penambahan SKS Bahasa Inggris dan IT Skills
SN Dikti 03/ 2020 dan 50/ 2018
Ijazah, SKPI Sertifikat Kompetesi Sertifikat Pendidik
Sertifikat Internasional Register Profesi Nasional Register Profesi Internasional
Capaian Pembelajaran Vokasi Lembaga Sertifikasi Profesi P1
Literasi Baru: 1.Big Data 2.Teknologi 3.Manusia
Mahasiswa
Tridharma PT |
|
|
|
Kurikulum
Capaian Pembejaran Sistem Pembelajaran Hybrid/ Blended Learning
PT KKNI SKKNI
SISTEM DAN PROSES PEMBELAJARAN PADA PENDIDIKAN TINGGI
Manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, terampil, kompeten, dan menjadi warga negara yang demokratis, bertanggung jawab,
dan berbudaya untuk kepentingan bangsa.
MENGENAL
MERDEKA BELAJAR – KAMPUS MERDEKA
“Memberikan kebebasan dan otonomi kepada lembaga pendidikan, dan merdeka dari birokratisasi, dosen dibebaskan dari birokrasi yang berbelit serta mahasiswa diberikan kebebasan untuk memilih bidang yang mereka sukai”
NADIEM ANWAR MAKARIM
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
KEBIJAKAN KAMPUS MERDEKA
HAK BELAJAR TIGA SEMESTER DI LUAR PRODI
Perguruan Tinggi wajib memberikan hak bagi mahasiswa untuk secara sukarela (dapat diambil atau tidak):
Perubahan definisi sks:
Tujuan: meningkatkan kompetensi lulusan, baik soft skills maupun hard skills, agar lebih siap dan relevan dengan kebutuhan zaman, menyiapkan lulusan sebagai pemimpin masa depan bangsa yang unggul dan berkepribadian.
Program experiential learning dengan jalur yang fleksibel diharapkan akan dapat memfasilitasi mahasiswa mengembangkan
potensinya sesuai dengan passion dan bakatnya.
PERSYARATAN UMUM
Dalam pelaksanaan kebijakan Merdeka Belajar - Kampus Merdeka, program “hak belajar tiga semester di luar program studi”, terdapat beberapa persyaratan umum yang harus dipenuhi oleh mahasiswa maupun perguruan tinggi di antaranya, sebagai berikut:
Perguruan tinggi diharapkan untuk mengembangkan dan memfasilitasi pelaksanaan program Merdeka Belajar dengan membuat panduan akademik. Program-program yang dilaksanakan hendaknya disusun dan disepakati bersama antara perguruan tinggi dengan mitra. Program Merdeka Belajar dapat berupa program nasional yang telah disiapkan oleh Kementerian maupun program yang disiapkan oleh perguruan tinggi yang didaftarkan pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi.
Mekanisme Persiapan Pimpinan
PT untuk Implementasi MBKM
Perguruan Tinggi
semester atau setara dengan 20 SKS.
Merdeka di tingkat program studi.
pembelajaran, dan penjaminan mutu.
Fakultas
1) Menyiapkan fasilitasi daftar mata kuliah tingkat fakultas yang bisa diambil mahasiswa lintas prodi.
1) Menyiapkan dokumen kerja sama (MoU/SPK) dengan mitra yang relevan.
Program Studi
Perguruan Tinggi.
Perguruan Tinggi beserta persyaratannya.
Mahasiswa
kuliah/program yang akan diambil di luar prodi.
yang ada.
Mitra
Bentuk Kegiatan Pembelajaran di Luar Prodi
Kegiatan mahasiswa yang dapat dilakukan di luar kampus asal
| Kegiatan | Penjelasan |
1 | Pertukaran Mahasiswa | Mengambil kelas atau semester di perguruan tinggi luar negeri maupun dalam negeri, berdasarkan perjanjian kerjasama yang sudah dilakukan. |
2 | Magang/Praktik Kerja | Kegiatan magang di sebuah perusahaan, yayasan nirlaba, organisasi multilateral, institusi pemerintah, maupun perusahaan rintisan. |
3 | Penelitian/Riset | Kegiatan riset akademik, baik sains maupun sosial humaniora, yang dilakukan di bawah pengawasan dosen atau peneliti. |
4 | Studi/Proyek Independen | Mahasiswa dapat mengembangkan sebuah proyek berdasarkan topik sosial khusus dan dapat dikerjakan bersama-sama dengan mahasiswa lain. |
5 | Proyek di Desa | Proyek sosial untuk membantu masyarakat di pedesaan atau daerah terpencil dalam membangun ekonomi rakyat, infrastruktur, dan lainnya. |
6 | Proyek kemanusiaan | Kegiatan sosial untuk sebuah yayasan atau organisasi kemanusiaan yang disetujui Perguruan Tinggi, baik di dalam maupun luar negeri. |
7 | Mengajar di Sekolah | Kegiatan sosial untuk sebuah yayasan atau organisasi kemanusiaan yang disetujui Perguruan Tinggi, baik di dalam maupun luar negeri. |
8 | Kegiatan Wirausaha | Mahasiswa mengembangkan kegiatan kewirausahaan secara mandiri – dibuktikan dengan penjelasan/proposal kegiatan kewirausahaan dan bukti transaksi konsumen atau slip gaji pegawai. |
Latar Belakang
Pertukaran pelajar/mahasiswa diselenggarakan untuk membentuk beberapa sikap mahasiswa yang termaktub di dalam Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020, yaitu menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, agama, dan kepercayaan, serta pendapat atau temuan orisinal orang lain; serta bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.
Tujuan
meningkatkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa.
Proses Pelaksanaan
Catatan:
Pertukaran mahasiswa dapat dilakukan dengan perguruan tinggi di dalam maupun di luar negeri.
Contoh kegiatan pembelajaran dalam Program Studi lain pada Perguruan Tinggi yang sama
Prodi | | Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) | Kompetensi Tambahan | Prodi |
Desain Produk | 1 | Mampu merancang produk | Mampu menyusun, menganalisis, dan mengintepretasi rencana keuangan | Akuntansi |
| 2 | Mampu mengevaluasi obyek desain | Mampu melaksanakan fungsi pemasaran | Manajemen |
| 3 | Mampu menyusun dan menyampaikan solusi desain secara virtual | Mampu merancang program dalam bidang periklanan | Komunikasi |
Contoh Pembelajaran di Luar Prodi dalam PT (Pengalaman UGM)
Pelaksanaan Mata Kuliah Lintas Disiplin
Setiap tahun selalu ada pengembangan mata kuliah baru dalam konteks program
pengembangan mata kuliah lintas disiplin melalui Pusat Inovasi dan Kajian Akademik.
Contoh implementasi: Transformasi Digital, Kewirausahaan Sosial,
Engineering Professional Development, dll.
Transformasi Digital: Pembelajaran Lintas Disiplin di level universitas dilakukan secara daring penuh.
Kewirausahaan Sosial: antar prodi baik di UGM maupun di luar UGM.
Engineering Professional Development: bekerja sama dengan Erasmus dan beberapa PT di ASEAN.
Mengapa Mata Kuliah Transformasi Digital Penting?
Isu Transformasi Digital di Semua Bidang
Gebrakan Kompetensi Abad 21 yang diklasifikasikan Emerging Skills Mendorong Mahasiswa Menjadi Pembelajar Sepanjang Hayat Pentingnya Paparan lintas/inter/trans Disiplin Sejak Awal
Pentingnya Literasi Teknologi dan Literasi Data
Lompatan untuk Meningkatkan Employbility dan Digital Talent
Pengembangan Mata Kuliah Transformasi Digital, mencakup di antaranya:
RPKPS, silabus, dan konten
Dirancang sebagai MK Lintas Disiplin Metode daring secara pebuh (fully online) Tugas akhir lintas disiplin
Rancangan mengacu pada OBE (Outcome Based Education)
Pembelajaran yang nyaman dan menyenangkan
Karakteristik MK Transformasi Digital
Tidak membutuhkan prior knowledge.
Materi daring terdiri atas: modul, kuis, modul assessment, latihan lab, modul ringkasan belajar.
Tidak membutuhkan perangkat khusus, disiapkan virtual lab untuk pemrograman.
Dosen/Fasilitator berperan sebagai pemantik dan motivator untuk
memfasilitasi diskusi daring menggunakan Webex secara periodik.
UAS secara daring dalam bentuk tugas akhir (proyek ide) dengan kelompok mahasiswa antar prodi.
Peta Jalan MK Transformasi Digital (TD)
1
2018/2019 Genap Program Awal Mata Kuliah Transformasi Digital untuk 5
Fakultas
2019/2020 Genap
MK Transformasi Digital diikuti semua fakultas + Mata Kuliah Lintas Disiplin Lanjutan TD
2
2021/2022 Genap
Pengayaan Bidang Strategis; Mata Kuliah Lintas Disiplin berbasis TD; Implementasi Hasil TD
2020/2021 Genap Peningkatan Kolaborasi Multidisiplin; Peningkatan kemandirian Mahasiswa
Rujukan Nasional Pemanfaatan Teknologi Digital untuk Inovasi Akademik
3
4
kemandirian belajar mahasiswa
Mekanisme MKLD dalam SIA dan PD DIKTI
Ditetapkan prodi penyelenggara MKLD
Prodi penyelenggara memasukkan dalam SIA SIMASTER
Dilaporkan oleh prodi penyelenggara ke PD Dikti oleh operator Prodi
Penawaran ke program
studi yang lain
Kelancaran pelaporan di SIA Simaster dan PD DIKTI
2
3
1
4
penyelenggara
LMS MKLD Transformasi Digital
eLOK
eLOK adalah platform MOOCs UGM yang sekarang ini sedang berkembang pesat penggunaannya dan digunakan juga untuk pembelajaran bauran (blended learning)
elok.ugm.ac.id
MK Kewirausahaan Sosial
Contoh kegiatan pembelajaran dalam Program Studi yang sama pada Perguruan Tinggi yang berbeda
Prodi | CPL Prodi | | MK Prodi PT A | | MK Prodi PT B |
Kehutanan | Mampu | 1. | Pengelolaan ekosistem hutan | 1 | Pengelolaan ekosistem hutan |
| merancang dan | | mangrove | . | dataran rendah |
| mengelola suatu | | | | |
| ekosistem hutan | | | | |
| | 2. | Pengelolaan ekosistem hutan | 2 | Pengelolaan ekosistem hutan |
| pegunungan | . | pantai |
Best Practice
Jurusan Biologi Fak MIPA Untad.
Contoh kegiatan pembelajaran dalam Program Studi lain pada Perguruan Tinggi yang berbeda
Prodi | CPL Prodi | Kompetensi Tambahan | MK Prodi Lain PT Lain |
Teknik Industri | Mampu merancang sistem/komponen, proses dan produk industri untuk memenuhi kebutuhan dalam batasan-batasan realistis (misalnya ekonomi, lingkungan, kesehatan) | Mampu merancang produk untuk kebutuhan pertanian | Energi dan Mesin Pertanian |
| Mampu membangun model untuk menganalisis sumber daya dan lingkungan | Pemodelan Ekonomi Sumber Daya dan Lingkungan |
Best Practice
extension and communication
Selama ini mahasiswa magang yang berjangka
pendek (kurang dari 6 bulan) sangat tidak cukup untuk memberikan pengalaman dan kompetensi industri bagi mahasiswa. Perusahaan yang menerima magang juga menyatakan magang dalam waktu sangat pendek tidak bermanfaat, bahkan mengganggu aktivitas di Industri.
Tujuan
Melalui program magang 1-2 semester, memberikan pengalaman yang cukup kepada mahasiswa, pembelajaran langsung di tempat kerja (experiential learning). Selama magang mahasiswa akan mendapatkan hardskills (keterampilan, complex problem solving, analytical skills, dsb.), maupun soft skills (etika profesi/kerja, komunikasi, kerjasama, dsb.). Mahasiswa yang sudah mengenal tempat kerja tersebut akan lebih mantab dalam memasuki dunia kerja dan karirnya.
Latar Belakang
Proses Pelaksanaan
Mahasiswa mendaftar magang
Dengan persetujuan dosen pembimbing akademik, mahasiswa mendaftar/ melamar dan mengikuti seleksi magang sesuai ketentuan tempat magang.
Seleksi administratif dan akademik
Sesuai dengan mekanisme di Perguruan Tinggi, dan perusahaan/mitra magang.
Magang kerja
1 atau 2 semester
(setara 20 atau 40 sks),
6 bulan s.d. 1 tahun
Penilaian
Dilakukan dosen pembimbing dari PT bersama pembimbing industri
Sertifikat Industri
Magang diakui industri melalui Sertifikat Industri
Konversi nilai dan pengakuan sks Perguruan Tinggi input nilai dalam KHS
Lapor PDDikti
Perguruan Tinggi melaporkan pengakuan sks (rekognisi magang)
Catatan:
Best Practice
Bentuk free form:
Kegiatan merdeka belajar selama 6 bulan disetarakan dengan 20 SKS tanpa penyetaraan dengan mata kuliah. Jumlah tersebut dinyatakan dalam bentuk kompetensi yang diperoleh oleh mahasiswa selama mengikuti program tersebut, baik dalam kompetensi keras (hard skills), maupun kompetensi halus (soft skills) sesuai dengan capaian pembelajaran yang diinginkan.
Bentuk berstruktur (structured form): Kegiatan merdeka belajar juga dapat distrukturkan sesuai dengan kurikulum yang ditempuh oleh mahasiswa. Duapuluh SKS tersebut dinyatakan dalam bentuk kesetaraan dengan mata kuliah yang ditawarkan yang kompetensinya sejalan dengan kegiatan magang.
Best Practice
Tujuan
talent peneliti secara topikal.
Indonesia dengan memberikan sumber daya peneliti dan regenerasi peneliti sejak
dini.
Latar Belakang
Bagi mahasiswa yang memiliki passion menjadi peneliti, merdeka belajar bisa menjadi peluang bagi mahasiswa untuk magang di laboratorium pusat riset. Melalui penelitian mahasiswa dapat membangung cara berpikir kritis sehingga mahasiswa lebih mendalami, memahami, dan mampu melakukan metode riset secara lebih baik.
Proses Pelaksanaan
Best Practice
penyebarannya.
transformasi masyarakat pada era digital, dll.
Tujuan
Latar Belakang
Banyak mahasiswa yang memiliki passion untuk mewujudkan karya besar yang dilombakan di tingkat internasional atau karya dari ide yang inovatif. Untuk mewadahi hal tersebut, studi/proyek independen dijalankan untuk menjadi pelengkap dari kurikulum yang sudah diambil oleh mahasiswa serta dapat untuk melengkapi topik yang tidak termasuk dalam jadwal perkuliahan, tetapi masih tersedia dalam silabus program studi atau fakultas.
Proses Pelaksanaan
Best Practice
TERIMA KASIH
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi
Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan