1 of 12

Narrative Hermeneutics as Digital Tafsīr

Reconstructing Qur’anic Meaning and Religious Authority on Instagram

@NadirsyahHosen_Official

Oleh: Yusrina Salma Et al.

Januari, 2026

2 of 12

Introduction

    • Transformasi digital telah merekonfigurasi praktik dakwah dan otoritas keagamaan di ruang publik.
    • Instagram menjadi platform utama berkembangnya tafsir populer berbasis visual dan narasi singkat.
    • Media sosial masih didominasi oleh tafsir bercorak literal–konservatif.
    • Kondisi ini menuntut kehadiran tafsir yang lebih kontekstual dan komunikatif sebagai penyeimbang.
    • Nadirsyah Hosen hadir dengan menawarkan tafsir berbasis kisah sebagai strategi hermeneutis yang adaptif dengan budaya digital.
    • Penelitian ini menyoroti tafsir berbasis kisah sebagai instrumen hermeneutis dalam praktik tafsir digital kontemporer.

01

3 of 12

January, 2026

Penelitian

Terdahulu

    • Yang mengkaji penafsiran nadirsyah hosen, hanya berfokus pada penafsirannya di Facebook, Twitter, Telegram, dan situs web serta buku karyanya Tafsir Al-Qur’an di Media Sosial sedangkan di instagramnya belum ada yang meneliti

    • Yang mengkaji tafsir al-Qur’an di instagram hanya berhenti pada pemetaan karakteristik, bentuk penyajian, dan orientasi tematik tafsir digital

Belum ada yang meneliti penafsiran Nadirsyah Hosen pada akun Instagramnya khususnya

yang disajikan melalui kisah. Sehingga penelitian ini melangkah lebih jauh dengan menyoroti

perkembangan mutakhir berupa penggunaan kisah sebagai instrumen hermeneutis dalam

penafsiran al-Qur’an di Instagram.

4 of 12

Rumusan Masalah

Januari, 2026

03

1

2

Bagaimana struktur narasi penafsiran berbasis kisah yang dikembangkan oleh Nadirsyah Hosen?

3

Bagaimana bentuk respons dan resepsi netizen terhadap model penafsiran al-Qur’an berbasis kisah tersebut?

Sejauh mana kontribusi serta posisi tafsir berbasis kisah ala Nadirsyah Hosen dapat dipahami dalam kerangka dinamika studi al-Qur’an sekaligus dalam lanskap kontestasi wacana keagamaan di ruang digital Indonesia?

5 of 12

Metode Penelitian

Januari, 2026

04

Sumber Data

Primer

Sekunder

Penafsiran sural al-falaq dan an-Nas dalam akun

instagram @Nadirsyah hosen official

Buku dan artikel jurnal terkait

Metode

Analisi strktur naratif menggunakan

teori naratif labov and waletzky

Netnografi yang diperkenalkan oleh Eriyanto dan Kozinets

6 of 12

Teori naratif Labov & Waletzky

Januari, 2026

05

Orientasi

Klimaks

Evaluasi

Resolusi

Koda

Pengenalan

konteks cerita

seperti latar,

tokoh, dan

situasi awal

Bagian inti

narasi yang

merepresentasikan titik puncak peristiwa

Penyelesaian konflik atau persoalan yang dihadirkan

Penutup yang mengaitkan narasi dengan konteks kekinian dan pengalaman audiens

Menegaskan makna, pesan, atau signifikansi peristiwa dalam kerangka penafsiran

7 of 12

Struktur Naratif dalam Tafsir Berbasis Cerita: Analisis Tafsir Nadirsyah Hosen terhadap Surah Al-Nas

Studio Shodwe - Desember, 2025

06

Arman, seorang direktur sukses di apartemen mewahnya,

merasa hampa dan kosong.

Arman, ketika Arman mulai menyadari kekosongan hidupnya..

Ketika tokoh utama membaca surah an-Nas dan merefleksikan maknanya,

Ketika tokoh utama menemukan ketenangan, berdoa, dan mengubah

cara kerjanya di kantor menjadi lebih bermakna bagi orang Iain.

Terlihat ketika Nadirsyah Hosen membawa pembaca kembali

dari ranah fiksi ke konteks kehidupan nyata

8 of 12

Meskipun disajikan dalam format cerita fiksi, tafsir berbasis kisah tetap berakar kuat pada kitab-kitab tafsir klasik terkemuka

Januari, 2026

07

9 of 12

Empat Dimensi Respon

Audiens.

Januari, 2026

08

Emosional-

Spiritual

Tafsir bukan hanya dipahami di kepala, tapi juga “dirasakan di hati” dan berdampak pada pengalaman keimanannya.

Epistemic-

Authoritative

Social-

Communitarian

Audiens menempatkan tafsir Gus Nadir sebagai sumber pengetahuan yang sah dan otoritatif.

Tafsir menjadi titik temu yang membangun rasa kebersamaan dan ikatan sosial, meskipun audiens tidak saling bertemu secara fisik.

Edukatif-

Pragmatis

Tafsir dipandang sebagai alat belajar yang praktis dan bisa langsung digunakan dalam kehidupan nyata, terutama pendidikan.

10 of 12

Dinamika Relasi Kisah dengan Al-Qur’an

Januari, 2025

09

Kisah sebagai

objek

dari penafsiran

Kisah sebagai

sumber

penafsiran

Kisah sebagai

Produk

tafsir

11 of 12

Kesimpulan

Januari, 2026

09

Hasil penelitian menunjukkan bahwa unggahan tafsir berbasis kisah Nadirsyah Hosen mengandung elemen naratif berupa orientasi, komplikasi, evaluasi, resolusi, dan koda, yang menjadikan tafsir lebih komunikatif dan kontekstual serta relevan bagi audiens digital. Resepsi netizen dapat dipetakan ke dalam empat dimensi utama: emosional–spiritual, epistemik–otoritatif, sosial–komunitarian, dan edukatif–pragmatis. Temuan ini menegaskan peran media digital sebagai arena produksi pengetahuan, pembentukan legitimasi otoritas tafsir, dan penguatan kohesi sosial-keagamaan. Penelitian ini berkontribusi dengan menegaskan pergeseran epistemologis dalam studi tafsir, di mana kisah berfungsi bukan sekadar objek dan sumber penafsiran, melainkan juga sebagai instrumen hermeneutis dalam menyampaikan makna al-Qur’an. Sehingga tafsir berbasis kisah menawarkan model interpretasi yang relevan bagi tantangan dakwah digital kontemporer.

12 of 12

Thank You

Surabaya, 2026

by Yusrina Salma