TEMA 9
BENDA-BENDA DI SEKITAR KITA
P
ENDALAMAN MATERI
Ciri-ciri iklan baris, antara lain:
PM
Subtema 3:
Manusia dan Benda di Lingkungannya
T9 St3
P1
Muatan
Bahasa Indonesia
KD 3.4 dan 4.4
Pembelajaran 1:
Menjelaskan Bentuk-Bentuk Iklan pada Media Cetak
Iklan pada media cetak dibedakan menjadi dua bentuk, yaitu iklan baris dan iklan kolom. Iklan baris adalah iklan yang disajikan dengan tulisan singkat dan hanya beberapa baris saja.
Perhatikan contoh iklan baris dan iklan kolom berikut!
Jual msn cuci impor t. Rp2,5 jt/hari. Griya Sentosa.
Hub: (021) 67812341
Dispenser elektrik. Second. Mulus. Agromas Raya. Minat (021) 6787812
Jl TV flat hrg miring. Gratis ongkir Bandung. nego. Bandung Dago. Lopita. 08354121582
Alat Rumah Tangga
Iklan baris
Iklan kolom
Iklan kolom adalah iklan yang berisi kata-kata dan gambar. Ciri-ciri iklan kolom, antara lain sebagai berikut.
Mengelompokkan Benda-Benda Zat Tunggal
T9 St3
P1
Muatan
IPA
KD 3.9 dan 4.9
Pembelajaran 1:
Berdasarkan dapat atau tidaknya diuraikan menjadi zat yang lebih sederhana, zat tunggal dibagi menjadi dua,
Unsur adalah zat tunggal yang paling sederhana dan tidak dapat diuraikan lagi melalui reaksi kimia.
Senyawa adalah zat tunggal yang dapat diuraikan kembali menjadi zat yang lebih sederhana melalui reaksi kimia.
T9 St3
P2
Muatan
Bahasa Indonesia
KD 3.4 dan 4.4
Pembelajaran 2:
Menjelaskan Unsur-Unsur dan Bahasa yang Digunakan pada Iklan
Dalam iklan harus memuat bahasa iklan. Bahasa dalam iklan harus memiliki kriteria-kriteria berikut:
Menggugah
Informatif
Kalimat yang digunakan harus mengedepankan bagian-bagian penting dalam iklan
Menarik
Perhatikan contoh iklan berikut beserta unsur-unsurnya!
Headline (Judul iklan) disajikan dalam ukuran tulisan paling besar dibandingkan ukuran teks lain dalam iklan.
Isi iklan
disajikan dalam bentuk gambar produk.
Sumber iklan memudahkan pembaca untuk mencari informasi lebih lanjut
mengenai
produk.
Kalimat persuasif dalam iklan tersebut adalah Buku-Buku UN/USBN 2018
Jenis-Jenis Campuran Berdasarkan Kelarutannya
T9 St3
P2
Muatan
IPA
KD 3.9 dan 4.9
Pembelajaran 2:
Campuran dapat berasal dari campuran unsur dengan unsur, unsur dengan senyawa, atau senyawa dengan senyawa. Banyaknya komposisi unsur atau senyawa penyusun campuran tidak tentu. Sifat asli zat di dalam campuran masih tampak.
Perhatikan contoh berikut!
Air hangat yang dicampur dengan teh saring dan gula pasir kemudian diaduk sampai rata. Air tersebut tampak berubah warna yang semula bening menjadi cokelat. Hal ini menunjukkan bahwa teh sudah bercampur dengan air hangat. Selain itu, butiran gula yang diaduk hilang dan bercampur dengan air. Hal ini membuat rasa teh menjadi manis. Ini adalah contoh campuran homogen.
Perhatikan contoh berikut!
Teh manis yang telah dibuat ditambahkan dengan es batu. Es batu yang dicampurkan ke dalam teh manis membuat larutan teh menjadi dingin dan tampak es batu tidak bercampur dengan teh. Ini adalah contoh campuran heterogen.
Karya Seni Rupa Daerah
T9 St3
P2
Muatan
SBdP
KD 3.4 dan 4.4
Pembelajaran 2:
Motif karya seni rupa daerah bersifat turun-temurun dan menyesuaikan dengan letak geografis daerah masing-masing. Contohnya pada masyarakat yang tinggal dekat dengan perairan motif yang banyak digunakan, yaitu motif air, hewan laut, kapal, dan sebagainya. Sedangkan masyarakat yang tinggal di dataran tinggi identik dengan motif-motif hewan atau tumbuhan.
Karya seni lukisan kamasan dari Bali
Kerajinan wayang kulit dari Jawa
Kerajinan ukiran kayu dari Jepara
Kerajinan kain songket dari Palembang
T9 St3
P3
Muatan
Bahasa Indonesia
KD 3.4 dan 4.4
Pembelajaran 3:
Mengidentifikasi Jenis-Jenis Iklan
Kebutuhan masyarakat sangat beragam, karena itu iklan dapat dikelompokkan berdasarkan jenis-jenisnya seperti berikut.
Iklan Penawaran
Iklan Permintaan
Iklan Pemberitahuan
Iklan Layanan Masyarakat
Iklan Undangan
T9 St3
P3
Muatan
PPKn
KD 3.4 dan 4.4
Pembelajaran 3:
Manfaat Persatuan dan Kesatuan dalam Masyarakat
Berikut adalah sebab dan akibat jika kita tidak memiliki rasa persatuan dan kesatuan di masyarakat.
No. | Sebab | Akibat |
1 | Kurangnya interaksi antarmasyarakat yang berbeda suku, budaya, dan agama. | Hilangnya tenggang rasa dan toleransi dalam masyarakat. |
2 | Lebih mementingkan pribadi atau golongan tertentu di dalam masyarakat. | Sering terjadi perselisihan yang membuat lingkungan tidak aman dan nyaman. |
3 | Tidak mematuhi tata tertib yang ada di lingkungan masyarakat, misalnya kerja bakti. | Tidak peduli dengan permasalahan yang ada di lingkungan masyarakat. |
Pengaruh Kegiatan Ekonomi terhadap Kesejahteraan Masyarakat
T9 St3
P3
Muatan
IPS
KD 3.3 dan 4.3
Pembelajaran 3:
Setiap manusia memiliki berbagai kebutuhan. Kebutuhan tersebut dipenuhi dengan cara melakukan kegiatan ekonomi yang meliputi produksi, distribusi, dan konsumsi.
Produksi
Kegiatan produksi dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar, karena mendorong terciptanya lapangan pekerjaan.
Distribusi
Pemerataan distribusi barang-barang produksi memudahkan masyarakat memperoleh kebutuhan sehari-hari.
Konsumsi
Konsumsi membuat masyarakat dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sehingga kesejahteraan pun dapat tercapai.
T9 St3
P4
Muatan
Bahasa Indonesia
KD 3.4 dan 4.4
Pembelajaran 4:
Perbedaan Beragam Jenis Iklan Elektronik
Berdasarkan medianya, iklan dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu iklan media cetak dan media elektronik. Berikut adalah contoh iklan elektronik.
Iklan Radio
Iklan disampaikan hanya dalam bentuk audio atau suara
Iklan Televisi
Iklan disampaikan dalam bentuk suara, gambar, dan gerak
Iklan Media Digital
Iklan ini biasanya muncul dalam bentuk video ataupun banner animasi pada beberapa bagian halaman website, blog, ataupun Youtube
T9 St3
P4
Muatan
PPKn
KD 3.4 dan 4.4
Pembelajaran 4:
Membina Persatuan dan Kesatuan dalam Masyarakat
Berikut adalah usaha-usaha yang dilakukan pemerintah untuk membina persatuan dan kesatuan dalam masyarakat :
Menghargai Keberagaman Kegiatan Ekonomi di Masyarakat
T9 St3
P4
Muatan
IPS
KD 3.3 dan 4.3
Pembelajaran 4:
Wujud tindakan menghargai keberagaman kegiatan ekonomi di masyarakat antara lain adalah sebagai berikut :
T9 St3
P5
Muatan
Bahasa Indonesia
KD 3.4 dan 4.4
Pembelajaran 5:
Menjelaskan Unsur-Unsur Iklan Media Elektronik
Setiap media elektronik memiliki unsur-unsur iklan yang berbeda-beda. Unsur-unsur tersebut membuat iklan elektronik untuk sebuah produk yang sama dapat memiliki perbedaan isi dan penyampaian dalam media elektronik yang berbeda.
Unsur-unsur iklan elektronik berdasarkan media dalam tabel berikut!
Larutan dalam Pewarna Batik Jumputan
T9 St3
P5
Muatan
IPA
KD 3.9 dan 4.9
Pembelajaran 5:
Saat membuat pewarna untuk pembuatan batik jumputan, kita dapat menggunakan pewarna alami maupun pewarna sintetis. Pewarna alami adalah pewarna yang menggunakan bahan-bahan alam, seperti kunyit untuk warna kuning, daun suji untuk warna hijau, atau daging buah naga untuk warna ungu. Selain pewarna alami, kita juga dapat menggunakan pewarna sintetis. Pewarna sintetis adalah pewarna yang menggunakan bahan-bahan kimia.
Membuat Karya Seni Rupa
T9 St3
P5
Muatan
SBdP
KD 3.4 dan 4.4
Pembelajaran 5:
Batik jumputan, yaitu batik yang dikerjakan dengan cara diikat dan dicelup dengan warna. Tidak seperti batik tulis, batik ini tidak menggunakan malam tetapi kainnya diikat atau dijahit dan dikerut dengan menggunakan tali. Tali berfungsi sama halnya dengan malam, yaitu untuk menutup bagian yang tidak terkena warna.
Perendaman di dalam larutan pewarna adalah salah satu tahapan membuat batik jumputan.
T9 St3
P6
Muatan
Bahasa Indonesia
KD 3.4 dan 4.4
Pembelajaran 6:
Membedakan Iklan Elektronik Berdasarkan Isinya
Berdasarkan isinya, iklan dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu sebagai berikut.
Iklan Komersial
Iklan komersial berisi mengenai informasi suatu produk barang atau jasa yang ditawarkan kepada masyarakat.
Iklan Nonkomersial
Iklan nonkomersial berisi pemberitahuan atau infosmasi kepada masyarakat.
T9 St3
P6
Muatan
PPKn
KD 3.4 dan 4.4
Pembelajaran 6:
Menciptakan Kerukunan di Lingkungan Sekitar
Lingkungan dengan masyarakat yang rukun antara lain memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
Membuat Batik Perintangan
T9 St3
P6
Muatan
SBdP
KD 3.4 dan 4.4
Pembelajaran 6:
Batik perintangan adalah batik yang dibuat dengan cara menggunakan lilin malam sebagai perintang. Perintangan yang dimaksud adalah perintangan terhadap warna saat proses pencelupan, sehingga ketika kain dicelup, warna bagian yang diberi perintang (lilin malam) tersebut tidak terkena zat warna.