KONVERGENSI PENDIDIKAN DALAM AL QUR’AN�MENGUSUNG EDUKONVERGENSI TEOSENTRI
fitrah
lingkungan
Munazalah
Nafsaniyah
Positif
Negatif
Langsung dari Allah
Jalur Benih
Positif
Positif
Negatif
IQ
Interaksi sosial
Edukonvergensi Teosentris
Konvergensi Antroposentris
Konvergensi pendidikan dalam Al Qur’an mengusung paradigma edukonvergensi teosentris. Paradigma edukonvergensi teosentris yang diisyaratkan dalam Al Qur’an meniscayakan adanya keterpaduan antara fitrah manusia dan lingkungan yang berlandaskan tauhid.
DALIL KONVERGENSI PENDIDIKAN DALAM AL QUR’AN
Allah memberikan manusia fitrah. Maksud dari kata , Fitratallah adalah fitrah bertuhan, dijelaskan dalam surat Al A’raf 172 ;
Potensi bertauhid adalah potensi dasar yang sudah Allah berikan dalam alam rahim. Potensi bertauhid dalam diri manusia aktif mempengaruhi diri, pada saat yang sama jika tidak dipengaruhi lingkungan yang mampu mengaplikasikanya, dia akan tetap mendorong manusia untuk memenuhi kebutuhannya, namun perkembangannya tidak optimal ( Al Fajr: 7-8) . Sebaliknya jika potensi dasar mempengaruhi diri manusia demikian juga dipengaruhi lingkungan yang sesuai dengan yang ditetapkan Allah maka aktualisasinyapun akan optimal( Asshofat : 100-101).
BEBERAPA AYAT YANG MENJADI DALIL
Perintah menegakkan agama dalam ayat tersebut di atas adalah menegakkan agama tauhid sebagaimana telah dilakukan oleh para Rasul terdahulu.
EDUKONVERGENSI TEOSENTRIS BERDASARKAN DESKRIPSI AL QUR’AN TENTANG�RELASI FITRAH DAN LINGKUNGAN PADA PERKEMBANGAN
fitrah
lingkungan
Munazalah
Nafsaniyah
Positif
Negatif
Langsung dari Allah
Jalur Benih
Positif
Positif
Negatif
fITRAH
LINGKUNGAN
Edukonvergensi Teosentris
BAIK
PADA RELASI FITRAH DAN LINGKUNGAN PADA PERKEMBANGAN DIGAMBARKAN AL QUR’AN BAHWA MASING-MASING FITRAH DAN LINGKUNGAN BERPOTENSI POSITIF DAN NEGATIF. TEMUAN INI BERBEDA DENGAN KELOMPOK POSITIF AKTIF YANG MENGANGGAP BAHWA FITRAH MANUSIA CENDERUNG PADA KEBAIKKAN, LINGKUNGAN LAH YANG MEMBUATNYA BURUK.
MEMBUAT FITRAH BURUK
Positif Aktif
Dalil�Fitrah memiliki potensi baik dan buruk
Fitrah Nafsaniyah
Interaksi Fitrah Nafsaniyah�(Al ghazali)
Ammarah
Lawwamah
Mutmainah
Fitrah nafsaniyah
No
Rendah
Sedang
Tinggi
Qalbu
1
Sedang
Tinggi
sedang
Akal
2
Tinggi
Sedang
Rendah
Hawa nafsu
3
Lingkungan memiliki potensi positif dan negatif
TEMUAN LAIN PADA�KETERPADUAN FITRAH DAN LINGKUNGAN
fitrah
lingkungan
Munazalah
Nafsaniyah
Positif
Negatif
Langsung dari Allah
Jalur Benih
Positif
Positif
Negatif
IQ
(HEREDITAS)
Interaksi sosial
Edukonvergensi Teosentris
Konvergensi Antroposentris
Fitrah tidak hanya sebatas kemampuan kognitif, bahkan hereditas semata. Namun lebih luas dari itu. Fitrah ada yang diturunkan Allah saat perjanjian Tuhan dan ruh pada alam rahim, dan ada pula fitrah yang diwariskan dari generasi sebelumnya melalui jalur benih.
Persamaan dengan Akademisi Lain
Disertasi ini memiliki kesamaan dengan:
Perbedaan dengan Akademisi Lain
Implikasi Edukonvergensi Teosentris terhadap Pendidikan Anak Usia Dini
SUMBER DATA
METODA PENELITIAN
Persamaan dengan Akademisi Lain
Disertasi ini memiliki kesamaan dengan:
Menurutnya konvergensi menurut William Stren bersifat antriposentris, sementara konvergensi dalam Islam bersifat teosentris. Dan menyatakan bahwa fitrah tauhid manusia disebut dengan fitrah munȃzalah karena diturunkan langsung oleh Allah saat perjanjian Allah dan ruh di alam Rahim . Serta fitrah tersebut dapat mengarah kepada kebaikan dan mengarah kepada keburukkan
Perbedaan dengan Akademisi Lain
Persamaan dan Perbedaan dengan Akademisi Lain
SISTEM EKONOMI
SYARIAH/ KONSERVATIF
KAPITALIS
PERDAGANGAN
Artinya :
Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (QS. Al Baqarah :275)
Beberapa Ayat yang Menjadi Dalil�(Q.S. Al-Baqarah [2]:275
Artinya :
“Wahai orang-orang yang beriman, janagnlah kalian memakan harta-harta kalian di antara kalian dengan cara yang batil, kecuali dengan perdagangan yang kalian saling ridha. Dan janganlah kalian membunuh diri-diri kalian, sesungguhnya Allah itu Maha Kasih Sayang kepada kalian”. (QS. An Nisa : 29)
Lanjutan Beberapa Ayat yang Menjadi Dalil�(Q.S. An-Nisa [4]:29
SUMBER DATA
DATA PRIMER dalam disertasi ini adalah ayat-ayat al-Qur’an yang memiliki kesamaan tema tentang pemberdayaan masyarkat, yang ditafsirkan dengan menggunakan kitab-kitab tafsir al-Qur’an dari latar belakang masa, mazhab dan corak yang berbeda. Sementara untuk redaksi hadis, penulis mengutamakan mengutipnya dari kutub al-tis’ah.
Untuk kategori DATA SEKUNDER dan penelitian terdahulu yang relevan, terdiri dari buku-buku, jurnal dan website, yang membahas tentang kajian pemberdayaan masyarakat dalam tradisi ilmiah Timur dan Barat.
METODE PENELITIAN
METODE PENELITIAN
KONVERGENSI PENDIDIKAN DALAM AL QUR’AN
Potensi dasar dan lingkungan (material dan metafisik) saling mempengaruhi untuk mengoptimalkan potensi bertauhid
KONVERGENSI PENDIDIKAN DALAM AL QUR’AN�
Yang benar, bahwa Ibrahim ‘alaihis shalatu was salam, pada posisi itu, beliau sedang berdebat dengan kaumnya. Beliau menjelaskan kebatilan aqidah mereka dan kesyirikan mereka, berupa penyembahan terhadap haikal dan patung. Allah menyebutkan di bagian pertama, Ibrahim berdebat dengan ayahnya untuk menjelaskan kesalahannya menyembah berhala. (Tafsir Ibnu Katsir, 3/292)
IMPLIKASI KONVERGENSI PENDIDIKAN DALAM AL QUR’AN �TERHADAP PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
NO | KOMPONEN PAUD | IMPLIKASI | |
1 | MATERI | KETAUHIDAN, IBADAH, BAKTI PADA ORANG, EMOSI, SOSIAL DAN SAIN DENGAN PENDEKATAN INTEGRASI MATERI. | |
2 | PEMBELAJARAN | GURU SEBAGAI FASILISATOR, MEDIATOR, | |
| | SISWA SEBAGAI SUBJE PENDIDIKAN | |
| | PEMBELAJARAN AKTIF: MEMBERIKAN RUANG UNTUK BERKEMBANG, | |
| | MEMBERIKAN KESEMPATAN UNTUK MENGGUNAKAN POTENSI YANG DIMILIKI DALAM PEMBELAJARAN | |
3 | LINGKUNGAN | KELUARGA ADALAH LENBAGA PENDIDIKAN PERTAMA DAN UTAMA YANG MEMILIKI TANGGUNG JAWAB DI DUNIA DAN AKHIRAT. | |
| | | |
Disertasi ini berbeda
SUMBER DATA
METODA PENELITIAN