1 of 32

2 of 32

KONVERGENSI PENDIDIKAN DALAM AL QUR’AN�MENGUSUNG EDUKONVERGENSI TEOSENTRI

fitrah

lingkungan

Munazalah

Nafsaniyah

Positif

Negatif

Langsung dari Allah

Jalur Benih

Positif

Positif

Negatif

IQ

Interaksi sosial

Edukonvergensi Teosentris

Konvergensi Antroposentris

Konvergensi pendidikan dalam Al Qur’an mengusung paradigma edukonvergensi teosentris. Paradigma edukonvergensi teosentris yang diisyaratkan dalam Al Qur’an meniscayakan adanya keterpaduan antara fitrah manusia dan lingkungan yang berlandaskan tauhid.

3 of 32

DALIL KONVERGENSI PENDIDIKAN DALAM AL QUR’AN

  • فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
  • “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada Agama ( Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia manurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. ( itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui” Arrum: 30

Allah memberikan manusia fitrah. Maksud dari kata , Fitratallah adalah fitrah bertuhan, dijelaskan dalam surat Al A’raf 172 ;

4 of 32

  •  
  • وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَى أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوا بَلَى شَهِدْنَا أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَذَا غَافِلِينَ (١٧٢)

  • Dan (ingatlah ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman ): “Bukankah aku ini Tuhanmu?” mereka menjawab: “Betul ( Enngkau Tuhan kami), kami menjadi saksi “,( kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam)ad(keesaan Tuhan).alah orang-orang yang lengah terhadap ini (Al- A’raf/7: 172)

Potensi bertauhid adalah potensi dasar yang sudah Allah berikan dalam alam rahim. Potensi bertauhid dalam diri manusia aktif mempengaruhi diri, pada saat yang sama jika tidak dipengaruhi lingkungan yang mampu mengaplikasikanya, dia akan tetap mendorong manusia untuk memenuhi kebutuhannya, namun perkembangannya tidak optimal ( Al Fajr: 7-8) . Sebaliknya jika potensi dasar mempengaruhi diri manusia demikian juga dipengaruhi lingkungan yang sesuai dengan yang ditetapkan Allah maka aktualisasinyapun akan optimal( Asshofat : 100-101).

BEBERAPA AYAT YANG MENJADI DALIL

5 of 32

Perintah menegakkan agama dalam ayat tersebut di atas adalah menegakkan agama tauhid sebagaimana telah dilakukan oleh para Rasul terdahulu.

  • Surah Asy-Syura/42:13 :
  • شَرَعَ لَكُمْ مِنَ الدِّينِ مَا وَصَّى بِهِ نُوحًا وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى وَعِيسَى أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ كَبُرَ عَلَى الْمُشْرِكِينَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ اللَّهُ يَجْتَبِي إِلَيْهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ يُنِيبُ (١٣)
  • “Dia (Allah) telah mensyari’atkan kepadamu agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu (Muhamad) dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama (keimanan dan ketaqwaan) dan janganlah kamu berpecah belah didalamnya.Sangat berat bagi orang-orang musyrik (untuk mengikuti) agama yang kamu serukan mereka kepadanya. Allah memilih orang yang dikehendaki-Nya kepada agama tauhid dan memberi petunjuk kepada (agama) –Nya bagi orang yang kembali (kepada-Nya).” (Asy-Syura/42:13)

6 of 32

  •  حَدَّثَنَا حَاجِبُ بْنُ الْوَلِيدِ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حَرْبٍ عَنْ الزُّبَيْدِيِّ عَنْ الزُّهْرِيِّ أَخْبَرَنِي سَعِيدُ بْنُ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلَّا يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ وَيُنَصِّرَانِهِ وَيُمَجِّسَانِهِ كَمَا تُنْتَجُ الْبَهِيمَةُ بَهِيمَةً جَمْعَاءَ هَلْ تُحِسُّونَ فِيهَا مِنْ جَدْعَاءَ ثُمَّ يَقُولُا أَبُو هُرَيْرَةَ وَاقْرَءُوا إِنْ شِئْتُمْ { فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ } الْآيَةَ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى ح و حَدَّثَنَا عَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ كِلَاهُمَا عَنْ مَعْمَرٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ بِهَذَا الْإِسْنَادِ وَقَالَ كَمَا تُنْتَجُ الْبَهِيمَةُ بَهِيمَةً وَلَمْ يَذْكُرْ جَمْعَاءَ
  • Seorang bayi tak dilahirkan (ke dunia ini) melainkan ia berada dalam kesucian (fitrah). Kemudian kedua orang tuanyalah yg akan membuatnya menjadi Yahudi, Nasrani, ataupun Majusi -sebagaimana hewan yg dilahirkan dalam keadaan selamat tanpa cacat. Maka, apakah kalian merasakan adanya cacat?. Lalu Abu Hurairah berkata; 'Apabila kalian mau, maka bacalah firman Allah yg berbunyi: '…tetaplah atas fitrah Allah yg telah menciptakan manusia menurut fitrahnya itu. Tidak ada perubahan atas fitrah Allah.' (QS. Ar Ruum (30): 30). Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah; telah menceritakan kepada kami 'Abdul 'Alaa Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, & telah menceritakan kepada kami 'Abd bin Humaid; telah mengabarkan kepada kami 'Abdurrazzaq keduanya dari Ma'mar dari Az Zuhri dgn sanad ini & dia berkata; 'Sebagaimana hewan ternak melahirkan anaknya. -tanpa menyebutkan cacat.- [HR. Muslim No.4803].

7 of 32

EDUKONVERGENSI TEOSENTRIS BERDASARKAN DESKRIPSI AL QUR’AN TENTANG�RELASI FITRAH DAN LINGKUNGAN PADA PERKEMBANGAN

fitrah

lingkungan

Munazalah

Nafsaniyah

Positif

Negatif

Langsung dari Allah

Jalur Benih

Positif

Positif

Negatif

fITRAH

LINGKUNGAN

Edukonvergensi Teosentris

BAIK

PADA RELASI FITRAH DAN LINGKUNGAN PADA PERKEMBANGAN DIGAMBARKAN AL QUR’AN BAHWA MASING-MASING FITRAH DAN LINGKUNGAN BERPOTENSI POSITIF DAN NEGATIF. TEMUAN INI BERBEDA DENGAN KELOMPOK POSITIF AKTIF YANG MENGANGGAP BAHWA FITRAH MANUSIA CENDERUNG PADA KEBAIKKAN, LINGKUNGAN LAH YANG MEMBUATNYA BURUK.

MEMBUAT FITRAH BURUK

Positif Aktif

8 of 32

Dalil�Fitrah memiliki potensi baik dan buruk

  • Al Barad, 90 : 10 
  • وَهَدَيْنَاهُ النَّجْدَيْنِ (١٠)
  • Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan
  • Firman Allah QS. al-Syams, 91: 7-10
  • وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا (٧)فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا (٨)قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا (٩)وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا (١٠)
  • Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya). 8. maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. 9. sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu. 10. dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya

9 of 32

Fitrah Nafsaniyah

  • Fitrah jasmaniyah
  • Fitrah emosi
  • Fitrah sosial
  • Fitrah berfikir

10 of 32

Interaksi Fitrah Nafsaniyah�(Al ghazali)

Ammarah

Lawwamah

Mutmainah

Fitrah nafsaniyah

No

Rendah

Sedang

Tinggi

Qalbu

1

Sedang

Tinggi

sedang

Akal

2

Tinggi

Sedang

Rendah

Hawa nafsu

3

11 of 32

Lingkungan memiliki potensi positif dan negatif

  • lingkungan berpotensi positif: al Imran 104 dan at- Tahrim : 6
  • Lingkungan berpotensi negatif: al A’raf 173

12 of 32

  •  حَدَّثَنَا حَاجِبُ بْنُ الْوَلِيدِ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حَرْبٍ عَنْ الزُّبَيْدِيِّ عَنْ الزُّهْرِيِّ أَخْبَرَنِي سَعِيدُ بْنُ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلَّا يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ وَيُنَصِّرَانِهِ وَيُمَجِّسَانِهِ كَمَا تُنْتَجُ الْبَهِيمَةُ بَهِيمَةً جَمْعَاءَ هَلْ تُحِسُّونَ فِيهَا مِنْ جَدْعَاءَ ثُمَّ يَقُولُا أَبُو هُرَيْرَةَ وَاقْرَءُوا إِنْ شِئْتُمْ { فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ } الْآيَةَ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى ح و حَدَّثَنَا عَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ كِلَاهُمَا عَنْ مَعْمَرٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ بِهَذَا الْإِسْنَادِ وَقَالَ كَمَا تُنْتَجُ الْبَهِيمَةُ بَهِيمَةً وَلَمْ يَذْكُرْ جَمْعَاءَ
  • Seorang bayi tak dilahirkan (ke dunia ini) melainkan ia berada dalam kesucian (fitrah). Kemudian kedua orang tuanyalah yg akan membuatnya menjadi Yahudi, Nasrani, ataupun Majusi -sebagaimana hewan yg dilahirkan dalam keadaan selamat tanpa cacat. Maka, apakah kalian merasakan adanya cacat?. Lalu Abu Hurairah berkata; 'Apabila kalian mau, maka bacalah firman Allah yg berbunyi: '…tetaplah atas fitrah Allah yg telah menciptakan manusia menurut fitrahnya itu. Tidak ada perubahan atas fitrah Allah.' (QS. Ar Ruum (30): 30). Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah; telah menceritakan kepada kami 'Abdul 'Alaa Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, & telah menceritakan kepada kami 'Abd bin Humaid; telah mengabarkan kepada kami 'Abdurrazzaq keduanya dari Ma'mar dari Az Zuhri dgn sanad ini & dia berkata; 'Sebagaimana hewan ternak melahirkan anaknya. -tanpa menyebutkan cacat.- [HR. Muslim No.4803].

13 of 32

TEMUAN LAIN PADA�KETERPADUAN FITRAH DAN LINGKUNGAN

fitrah

lingkungan

Munazalah

Nafsaniyah

Positif

Negatif

Langsung dari Allah

Jalur Benih

Positif

Positif

Negatif

IQ

(HEREDITAS)

Interaksi sosial

Edukonvergensi Teosentris

Konvergensi Antroposentris

Fitrah tidak hanya sebatas kemampuan kognitif, bahkan hereditas semata. Namun lebih luas dari itu. Fitrah ada yang diturunkan Allah saat perjanjian Tuhan dan ruh pada alam rahim, dan ada pula fitrah yang diwariskan dari generasi sebelumnya melalui jalur benih.

14 of 32

Persamaan dengan Akademisi Lain

Disertasi ini memiliki kesamaan dengan:

  1. kelompok dualis aktif , Al Ghazali, Abul Ya’la, Al Razi, Ibn Qayyim, dan sayid Qutb1983, menurutnya fitrah tersebut dapat mengarah kepada kebaikan dan mengarah kepada keburukkan , baik dan buruknya tergantung pilihan manusia.

  • Abdul Mujib 1999, menyatakan bahwa fitrah tauhid manusia disebut dengan fitrah munȃzalah karena diturunkan langsung oleh Allah saat perjanjian Allah dan ruh di alam Rahim
  • Samsul Bakhri 2016. Menurutnya konvergensi menurut William Stren bersifat antriposentris, sementara konvergensi dalam Islam bersifat teosentris

15 of 32

  1. Disertasi ini berbeda dengan pendapat William Stren 1938, yang mengusung konvergensi pendidikan antroposentris. Menurutnya intelegensi (IQ) dan interaksi sosial yang mempengaruhi perkembangan. Mengingat pada masanya itu, perkembangan anak hanya dibatasi pada kajian proses kognitif
  2. Disertasi ini juga berbeda dengan kelompok positif aktif , Ibn Taimiyah dan Sahal Ibn Abd Allah at-Tastary 1984. Menurut mereka, fitrah manusia cenderung pada kebaikan. Lingkunganlah yang membuatnya menjadi buruk.
  3. Disertasi ini juga memiliki perbedaan dengan pendapat Abdul Mujib 1999. Menurutnya, takdir dan perbedaan individu merupakan bagian terpisah dari konsep fitrah, sehingga ia berpendapat bahwa kepribadian manusia dipengaruhi oleh fitrah, lingkungan, takdir dan perbedaan individu.

Perbedaan dengan Akademisi Lain

16 of 32

Implikasi Edukonvergensi Teosentris terhadap Pendidikan Anak Usia Dini

  • PAUD sebagai lingkungan pendidikan senantiasa membantu anak mengembangkan fitrah yang dimilikinya. Pengembangan fitrah tersebut sebagai upaya pengoptimalan fitrah yang berorientasi pada fase perkembangan anak, tugas perkembangan anak, hak-hak anak, tingkat pemikiran anak, pembelajaran aktif, aktifitas sehari-hari, pendidikan yang berintegrasi dengan keluarga serta menjadikan Al Qur’an dan alam sebagai sumber belajar.

17 of 32

SUMBER DATA

  • DATA PRIMER dalam disertasi ini adalah ayat-ayat al-Qur’an yang memiliki kesamaan tema tentang, konvergensi dalam Al Qur’an dan implikasinya terhadap pendidikan Anak usia dini yang ditafsirkan dengan menggunakan kitab-kitab tafsir al-Qur’an. Sementara untuk redaksi hadis, penulis mengutamakan mengutipnya dari kutub al-tis’ah.
  • Untuk kategori DATA SEKUNDER, terdiri dari buku-buku, jurnal dan website, yang membahas tentang k konvergensi dalam Al Qur’an dan implikasinya terhadap pendidikan Anak usia dini.

18 of 32

METODA PENELITIAN

  • Metode maudu’i dipilih pada disertasi ini untuk dapat menemuan onsep konvergesi dalam pendidikan dan iplikasinya terhadap pendidikan anak usia dini.

19 of 32

Persamaan dengan Akademisi Lain

Disertasi ini memiliki kesamaan dengan:

  1. kelompok dualis aktif 1983,
  2. Abdul Mujib 1999,
  3. Samsul Bakhri 2016.

Menurutnya konvergensi menurut William Stren bersifat antriposentris, sementara konvergensi dalam Islam bersifat teosentris. Dan menyatakan bahwa fitrah tauhid manusia disebut dengan fitrah munȃzalah karena diturunkan langsung oleh Allah saat perjanjian Allah dan ruh di alam Rahim . Serta fitrah tersebut dapat mengarah kepada kebaikan dan mengarah kepada keburukkan

20 of 32

  1. Disertasi ini berbeda dengan pendapat William Stren 1938, yang mengusung konvergensi pendidikan antroposentris. Menurutnya intelegensi (IQ) dan interaksi sosial yang mempengaruhi perkembangan. Mengingat pada masanya itu, perkembangan anak hanya dibatasi pada kajian proses kognitif
  2. Disertasi ini juga berbeda dengan kelompok positif aktif 1999. Menurut mereka, fitrah manusia cenderung pada kebaikan. Lingkunganlah yang membuatnya menjadi buruk.
  3. Disertasi ini juga memiliki perbedaan dengan pendapat Abdul Mujib 1999. Menurutnya, takdir dan perbedaan individu merupakan bagian terpisah dari konsep fitrah, sehingga ia berpendapat bahwa kepribadian manusia dipengaruhi oleh fitrah, lingkungan, takdir dan perbedaan individu.

Perbedaan dengan Akademisi Lain

21 of 32

Persamaan dan Perbedaan dengan Akademisi Lain

SISTEM EKONOMI

SYARIAH/ KONSERVATIF

KAPITALIS

PERDAGANGAN

  • HIGH RISK
  • HIGH PROFIT
  • Halal
  • Bagi hasil
  • Musyawarah
  • Koperasi (ekonomi kerakyatatan)
  • Spekulasi/ gambling
  • Konglomerasi
  • kekuatan pasar

22 of 32

Artinya :

Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (QS. Al Baqarah :275)

Beberapa Ayat yang Menjadi Dalil�(Q.S. Al-Baqarah [2]:275

23 of 32

Artinya :

“Wahai orang-orang yang beriman, janagnlah kalian memakan harta-harta kalian di antara kalian dengan cara yang batil, kecuali dengan perdagangan yang kalian saling ridha. Dan janganlah kalian membunuh diri-diri kalian, sesungguhnya Allah itu Maha Kasih Sayang kepada kalian”. (QS. An Nisa : 29)

Lanjutan Beberapa Ayat yang Menjadi Dalil�(Q.S. An-Nisa [4]:29

24 of 32

SUMBER DATA

DATA PRIMER dalam disertasi ini adalah ayat-ayat al-Qur’an yang memiliki kesamaan tema tentang pemberdayaan masyarkat, yang ditafsirkan dengan menggunakan kitab-kitab tafsir al-Qur’an dari latar belakang masa, mazhab dan corak yang berbeda. Sementara untuk redaksi hadis, penulis mengutamakan mengutipnya dari kutub al-tis’ah.

Untuk kategori DATA SEKUNDER dan penelitian terdahulu yang relevan, terdiri dari buku-buku, jurnal dan website, yang membahas tentang kajian pemberdayaan masyarakat dalam tradisi ilmiah Timur dan Barat.

METODE PENELITIAN

25 of 32

METODE PENELITIAN

  1. Disertasi ini menggunakan Metode Tafsir Maudu’i untuk dapat menemukan konsep yang komprehensif tentang upaya revitalisasi pemberdayaan masyarakat yang sangat dibutuhkan dalam konteks negara Indonesia, di tengah berbagai tantangan dan persaingan global saat ini. (Metode ini fokus pada Problem Solving)

  • Disertasi ini juga menggunakan metode kualitatif. Metode kualitatif digunakan untuk menghasilkan data yang bersifat deskriptif yang hasilnya disajikan dalam bentuk kualitatif.

26 of 32

  • وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ لِأَبِيهِ آَزَرَ أَتَتَّخِذُ أَصْنَامًا آَلِهَةً إِنِّي أَرَاكَ وَقَوْمَكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ ( ) وَكَذَلِكَ نُرِي إِبْرَاهِيمَ مَلَكُوتَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلِيَكُونَ مِنَ الْمُوقِنِينَ ( ) فَلَمَّا جَنَّ عَلَيْهِ اللَّيْلُ رَأَى كَوْكَبًا قَالَ هَذَا رَبِّي فَلَمَّا أَفَلَ قَالَ لَا أُحِبُّ الْآَفِلِينَ ( ) فَلَمَّا رَأَى الْقَمَرَ بَازِغًا قَالَ هَذَا رَبِّي فَلَمَّا أَفَلَ قَالَ لَئِنْ لَمْ يَهْدِنِي رَبِّي لَأَكُونَنَّ مِنَ الْقَوْمِ الضَّالِّينَ ( ) فَلَمَّا رَأَى الشَّمْسَ بَازِغَةً قَالَ هَذَا رَبِّي هَذَا أَكْبَرُ فَلَمَّا أَفَلَتْ قَالَ يَا قَوْمِ إِنِّي بَرِيءٌ مِمَّا تُشْرِكُونَ
  • Ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya, Azar, “Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan? Aku melihat kamu dan kaummu dalam kesesatan.”
  • Demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan (Kami yang terdapat) di langit dan bumi dan (Kami memperlihatkannya) agar dia termasuk orang yang yakin

KONVERGENSI PENDIDIKAN DALAM AL QUR’AN

Potensi dasar dan lingkungan (material dan metafisik) saling mempengaruhi untuk mengoptimalkan potensi bertauhid

27 of 32

KONVERGENSI PENDIDIKAN DALAM AL QUR’AN�

  • Ketika malam telah gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: “Inilah Tuhanku”, tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: “Saya tidak suka kepada yang tenggelam.”
  • Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: “Inilah Tuhanku.” Tetapi setelah bulan itu terbenam, dia berkata: “Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang yang sesat.”
  • Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, dia berkata: “Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar.” Maka tatkala matahari itu terbenam, dia berkata: “Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan. (QS. al-An’am: 74 – 78)
  • ��

Yang benar, bahwa Ibrahim ‘alaihis shalatu was salam, pada posisi itu, beliau sedang berdebat dengan kaumnya. Beliau menjelaskan kebatilan aqidah mereka dan kesyirikan mereka, berupa penyembahan terhadap haikal dan patung. Allah menyebutkan di bagian pertama, Ibrahim berdebat dengan ayahnya untuk menjelaskan kesalahannya menyembah berhala. (Tafsir Ibnu Katsir, 3/292)

28 of 32

IMPLIKASI KONVERGENSI PENDIDIKAN DALAM AL QUR’AN �TERHADAP PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

NO

KOMPONEN PAUD

IMPLIKASI

1

MATERI

KETAUHIDAN, IBADAH, BAKTI PADA ORANG, EMOSI, SOSIAL DAN SAIN DENGAN PENDEKATAN INTEGRASI MATERI.

2

PEMBELAJARAN

GURU SEBAGAI FASILISATOR, MEDIATOR,

SISWA SEBAGAI SUBJE PENDIDIKAN

PEMBELAJARAN AKTIF: MEMBERIKAN RUANG UNTUK BERKEMBANG,

MEMBERIKAN KESEMPATAN UNTUK MENGGUNAKAN POTENSI YANG DIMILIKI DALAM PEMBELAJARAN

3

LINGKUNGAN

KELUARGA ADALAH LENBAGA PENDIDIKAN PERTAMA DAN UTAMA YANG MEMILIKI TANGGUNG JAWAB DI DUNIA DAN AKHIRAT.

29 of 32

Disertasi ini berbeda

  • Disertasi ini berbeda dengan william Stren. Konvergensi pendidikan dalam al Qur’an tidak hanya berorientasi pada antroposentris. Sementara, Stren mengakui bahwa potensi dasar anak sebatas hukum alam, potensi penghambaan diri pada Tuhan dalam setiap aktifitas tidak dipahami, lingkungan yang mampu mengaktualisasikan potensi diperoleh berdasarkan penelitian eksperimen bukan berdasarkan ketetapan Tuhan.

30 of 32

  • Menurut Abdul mujib konvergensi pendidikan adalah dalam pembentukkan kepribadian dipengaruhi oleh 3 fator yaitu; takdir, perbedaan individu dan lingkungan

31 of 32

SUMBER DATA

  • DATA PRIMER dalam disertasi ini adalah ayat-ayat al-Qur’an yang memiliki kesamaan tema tentang pemberdayaan masyarkat, yang ditafsirkan dengan menggunakan kitab-kitab tafsir al-Qur’an dari latar belakang masa, mazhab dan corak yang berbeda. Sementara untuk redaksi hadis, penulis mengutamakan mengutipnya dari kutub al-tis’ah.
  • Untuk kategori DATA SEKUNDER, terdiri dari buku-buku, jurnal dan website, yang membahas tentang kajian pemberdayaan masyarakat dalam tradisi ilmiah Timur dan Barat.

32 of 32

METODA PENELITIAN

  • Metode maudu’i dipilih pada disertasi ini untuk dapat menemuan onsep konvergesi dalam pendidikan dan iplikasinya terhadap pendidikan anak usia dini.