1 of 19

AGGREGATE PLANNING�

2 of 19

DEFINISI :

Definisi luas dari perencanaan agregat memiliki karakteristik sebagai berikut :

  • Horizon waktu ± 12 bulan dengan memperbaharui rencana secara

berkala.

  • Tingkat agregat demand terdiri dari satu atau beberapa kategori produk.

  • Permintaan diasumsikan berfluktuasi, tidak pasti atau musiman.

  • Ada kemungkinan variabel supply dan demand berubah.

  • Variasi sasaran manajemen, yaitu; inventory rendah, biaya rendah,

hubungan pekerja yang baik, keluwesan untuk meningkatkan output

mendatang.

  • Fasilitas dianggap tetap dan tidak dapat diperluas.

3 of 19

Penjadwalan

Perencanaan

Agregat

Keputusan

Kapasitas

0

12

24

3

18

Horizon Perencanaan (Bulan)

Keputusan

Kapasitas

Perencanaan

Agregat

Penjadwalan

HIRARKI KEPUTUSAN KAPASITAS

4 of 19

TUGAS DAN TANGGUNGJAWAB PERENCANAAN

TOP EKSEKUTIF :

MANAJER OPERASI :

MANAJER OPERASI, SUPERVISOR, FOREMEN :

Long-run plans (1 tahun)

→Rencana produk baru

→Rencana modal

→Rencana fasilitas.

Intermediate range plans (3-18 bulan)

→Rencana penjualan

→Menetapkan tenaga kerja, sediaan serta analisis

rencana operasi.

Short range plans (,3 bulan)

→Penugasan

→Pesanan

→Penjadwalan dan pengiriman

5 of 19

KETERKAITAN AGREGAT PLANNING

Marketplace &

Demand

Demand

Forecast,

Order

Scheduling

Process Planning &

Capacity Decision

AGREGATE

PLANNING

MRP

Product

Decision

Workforce

Raw

Material

Available

External

Capacity

(subcontract)

Inventory

On Hand

6 of 19

OPSI KEPUTUSAN

Memodifikasi Demand :

Memodifikasi Supply :

  • Menetapkan harga, iklan

dan promosi

  • Penimbunan

  • Pengembangan produk

komplementer

  • Mengangkat atau memecat

karyawan

  • Menggunakan lembur atau

santai

  • Pekerja paro waktu

  • Subkontrak atau perjanjian

kerjasama

  • Menyimpan sediaan

7 of 19

STRATEGI POKOK

Chase Strategy :

→ Menetapkan produksi sama

dengan forecast

Level Strategy :

→ Menjaga tingkat output, produksi

dan tenaga kerja yang konstan

8 of 19

STRATEGI POKOK

(Perbandingan Chase Strategy vs Level Strategy)

Chase

Strategy

Level

Strategy

Tingkat Angkatan Kerja yang diperlukan

Rendah

Tinggi

Keluwesan kerja

Rendah

Tinggi

Tingkat kompensasi

Rendah

Tinggi

Kondisi kerja

Banting tulang

Menyenangkan

Pelatihan yang diperlukan karyawan

Rendah

Tinggi

Perputaran tenaga kerja

Tinggi

Rendah

Biaya pengangkatan-pemecatan

Tinggi

Rendah

Tingkat kesalahan

Tinggi

Rendah

Tingkat penyelia yang diperlukan

Tinggi

Rendah

Jenis pelanggaran dan perkiraan yang diperlukan

Jangka Pendek

Jangka Panjang

9 of 19

BIAYA PERENCANAAN AGREGAT

  • Biaya memperkerjakan dan pemecatan

  • Biaya lembur (50% - 100%)

  • Biaya penyimpanan bahan (15% - 35%)

  • Biaya subkontrak

  • Biaya tenaga kerja part-time

  • Biaya kehabisan persediaan atau pemesanan ulang

10 of 19

CONTOH KALKULASI BIAYA PERENCANAAN AGREGAT

Hefty Beer Company sedang menyusun rencana agregat untuk 12 bulan berikutnya. Walaupun beberapa jenis bir dan beberapa ukuran kemasan botol dibuat oleh pabrik Hefty, namun manajemen telah memutuskan untuk menggunakan gallon bir sebagai alat ukur keseluruhan dari kapasitas. Permintaan bir selama 12 bulan berikut diperkirakan pada gambar dibawah ini. Puncak terjadi di musim panas dan paling rendah terjadi di musim dingin.

Jan

300

Feb

300

Mar

350

Apr

400

Mei

450

Jun

500

Jul

650

Agt

600

Sept

475

Okt

475

Nov

450

Des

450

11 of 19

Manajemen Hefty ingin mempertimbangkan 3 rencana agregat, yaitu :

  1. Level Strategy. Gunakan sediaan untuk memenuhi permintaan puncak.

  • Level Strategy + Lembur. Gunakan lembur 20% bersamaan dengan penyimpanan sediaan, jika perlu pada bulan Juni, Juli, Agustus untuk memenuhi permintaan puncak.

  • Chase Strategy. Pekerjakan dan pecat pekerja setiap bulan jika diperlukan untuk memnuhi permintaan.

12 of 19

3. Untuk mengangkat seorang pekerja, diperlukan biaya $1000 yang meliputi biaya penyaringan, administrasi dan biaya pelatihan. Untuk memecat seorang karyawan diperlukan biaya $2000 yang meliputi biaya tunjangan PHK dan tunjangan lainnya.

  1. Dalam rangka penilaian sediaan, biaya produksi per gallon bir adalah $2. Biaya penyimpanan sediaan diasumsikan 3% sebulan (atau 6 sen per gallon bir per bulan).

  • Asumsikan bahwa sediaan awal adalah 50.000 gallon. Sediaan akhir yang diinginkan setahun dari sekarang juga adalah 50.000 gallon. Semua permintaan yang diperkirakan harus terpenuhi; tidak boleh terjadi kehabisan persediaan.

Untuk mengevaluasi strategi-strategi ini, manajemen telah mengumpulkan data biaya

dan sumberdaya sebagai berikut :

  1. Setiap pekerja memproduksi 10.000 gallon bir per bulan dengan jam kerja biasa. Sementara pada jam lembur, diasumsikan akan dicapai tingkat produksi yang sama, tetapi lembur hanya dapat dilakukan 3 bulan selama satu tahun. Misalkan angkatan kerja awal adalah 40 orang.

  • Setiap pekerja dibayar $1000 per bulan untuk jam kerja biasa. Lembur dibayar 150% dari jam kerja biasa. Maksimum lembur 20% dapat digunakan kapan saja dalam waktu 3 bulan tersebut.

13 of 19

LEVEL STRATEGY :

Permintaan tahunan : 5.400.000 gallon

Setiap pekerja dapat memproduksi 10.000 x 12 = 120.0000 gallon setahun

Tenaga kerja yang dibutuhkan : 5.400.000/120.000 = 45 orang

LEVEL STRATEGY + LEMBUR :

Permintaan tahunan : 5.400.000 gallon

Untuk 9 bulan, kita memproduksi pada tingkat 10.000 gallon per orang per bulan

Untuk 3 bulan, kita memproduksi pada tingakt 120% dari tingkat ini, termasuk lembur.

Tenaga kerja (X) yang dibutuhkan :

9 (10.000 X) + 3 [(1,2) (10.000 X)] = 5.400.000

Diperoleh X adalah 43 orang.

CHASE STRATEGY :

Permintaan tahunan : 5.400.000 gallon

Tenaga kerja yang dibutuhkan berbeda setiap bulan dengan cara memperkerjakan dan pemecatan.

Tingkat konstan persediaan sebesar 50.000 unit dipertahankan sebagai tingkat persediaan minimum.

14 of 19

LEVEL STRATEGY

LEVEL STRATEGY + LEMBUR

CHASE STRATEGY

Gaji Pekerja tetap

540.000

516.000

541.000

Memperkerjakan/memecat

5.000

3.000

95.000

Lembur

-

38.700

-

Penyimpanan sediaan

181.500

174.500

36.000

Total

726.500

732.000

672.500

Hasil Perhitungan :

15 of 19

MODEL MATEMATIS (umum)

16 of 19

MODEL MATEMATIS

Aturan Keputusan :

Pt = Pt-1 + A (Ft – Pt-1) untuk t = 1,2,3,...,N

dimana A adalah konstanta perataan 0 ≤ A ≤ 1

Jika A = 0, Level Strategy

A = 1, Chase Strategy

17 of 19

MODEL MATEMATIS

Simulasi :

Dipakai untuk mengevaluasi secara cepat sejumlah besar aturan keputusan atau pilihan produksi yang berbeda.

Linear Programming :

Dapat dipakai untuk memecahkan masalah perencanaan agregat (Hanssmann dan Hass, 1960).

Syaratnya : Fungsi biaya linear atau mendekati linear

18 of 19

EVALUASI

Beberapa pedoman :

  • Pada beberapa perusahaan, perencanaan agregat sangat dibatasi oleh

kebijakan seperti mempertahankan angkatan kerja yang merata.

  • Sebelum suatu perusahaan menerima pendekatan perencanan agregat,

kapasitas model untuk menyajikan keputusan yang lebih baik harus

diperlihatkan.

  • Manajemen mungkin tidak menyadari adanya masalah perencanaan

agregat.

  • Manajemen mungkin tidak mengerti nilai pendekatan kuantitatif.

  • Model perencanaan agregat harus disesuaikan dengan situasi tertentu.

19 of 19

AGGREGATE PLANNING OPTIONS : ADVANTAGE AND DISADVANTAGE

OPTION

ADVANTAGE

DISADVANTAGE

SOME COMMENTS

Changing inventory levels

Changes in human resources are gradual or none; no abrupt production changes

Inventory holding costs.

Shortages, resulting in lost sales, may occur if demand increases

This aplies mainly to production, not service, settings

Varying workforce size is by hiring or layoffs

Avid the costs of other alternatives

Hiring, layoff and training cost may be signifikan

Used where many unskilled people seek extra income

Varying production rates through overtime or idle time

Matches seasonal fluctuations without hiring/training cost

Overtime premium; tires workers; maynot meet demand

Allow flexibility within the aggregate plan

Subcontracting

Permits flexibility and smoothing of the firm’s output

Lost of quality control; reduced profit; loss of future business

Applies mainly in paroduction settings

Using part-time workers

Is less costly and more flexible than full time workers

High turnover/training costs; quality suffers; scheduling difficult.

Good for unskilled jobs in areas with large temporary labor people

Influencing demand

Tries to use excess capacity.

Discount draw new customers.

Uncertainty in demand; Hard tomatch demand to supply exaxtly

Creates marketing ideas. Ovebooking used in some business

Back ordering during high-demand periods

May avois overtime. Keeps capacity constant.

Customers must be willing to wait, but goodwill is lost

Many companies backorder

Counter seasonal product and service mixing

Fully utilizes resources; allows stable workforce

May require skills or equipment outside firm’s areas of expertise

Risky finding products or service with opposite demand pattern