Implementasi Pembelajaran Mendalam
Direktorat KSKK Madrasah
Direktorat Jendral Pendidikan Madrasah
Kementerian Agama Republik Indonesia
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
ALUR MATERI SOSIALISASI
PENDAHULUAN
Pelaksanaan PM
Refleksi
Perencanaan PM
Asasmen PM
Penutup
01
03
02
04
06
05
Direktorat KSKK Madrasah
Direktorat Jendral Pendidikan Madrasah
Kementerian Agama Republik Indonesia
01
Pendahuluan
Brainstorming
Sebelum kita menyelam ke dalam implementasi PM, saya ingin mengajak Bapak/Ibu sejenak merenung. Mari kita lakukan brainstorming melalui tautan berikut:
Atau Scan barcode berikut!
Implementasi Pembelajaran Mendalam
1
Perencanaan
Perencanaan PM melalui refleksi guru terhadap diri sendiri, karakteristik peserta didik, materi pelajaran, sumber daya dan mitra pembelajaran
2
Pelaksanaan
Pelaksanaan pembelajaran dengan prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui pengalaman belajar memahami, merefleksi
3
Asesmen
Asesmen tidak hanya berfokus pada penguasaan teori, tetapi juga pada pemahaman konseptual yang mendalam, keterampilan berpikir kritis, serta penerapan dalam kehidupan nyata
02
Perencanaa Pembelajaran
Perencanaan Pembelajaran Mendalam
1
Identifikasi
2
Desain Pembelajaran
4
Asesmen
3
Pengalaman Belajar
Perencanaan Pembelajaran Mendalam
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Idefitifikasi
1
Bahan Bacaan Modul 5 Pembelajaran Mendalam: Perencanaan Pembelajaran
Kementerian Agama
Republik Indonesia
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Mengidefitifikasi Kesiapan Murid
Bahan Bacaan Modul 5 Pembelajaran Mendalam: Perencanaan Pembelajaran
Dengan mengidentifikasi kesiapan murid secara komprehensif, guru dapat menyusun perencanaan pembelajaran mendalam yang lebih efektif, memastikan bahwa setiap peserta didik mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan sesuai dengan potensi mereka yang beragam.
Kementerian Agama
Republik Indonesia
Mengidentifikasi Karakterisktik Mata Pelajaran
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Bahan Bacaan Modul 5 Pembelajaran Mendalam: Perencanaan Pembelajaran
Kementerian Agama
Republik Indonesia
Menentukan Dimensi Profil Lulusan
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Menentukan dimensi profil lulusan berdasarkan hasil identifikasi mata pelajaran. Menerapkan prinsip pembelajaran mendalam, yaitu bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan untuk mencapai dimensi profil lulusan. Pilih dimensi yang relevan dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik mata pelajaran yang diajarkan.
Kementerian Agama
Republik Indonesia
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Kementerian Agama
Republik Indonesia
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Kementerian Agama
Republik Indonesia
Lagu 8 Dimensi Profil Lulusan
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Lagu Balonku
Bahan Bacaan Modul 5 Pembelajaran Mendalam: Perencanaan Pembelajaran
Mari kita pahami
8 profil lulusan
Pertama keimanan
dan juga ketakwaan
Kedua kewargaan
Tiga bernalar kritis
Empat kreativitas
Lima kolaborasi
Kementerian Agama
Republik Indonesia
Enam kemandirian
Ketujuh Kesehatan
Delapan komunikasi
Ayo kita wujudkan
Perencanaan Pembelajaran Mendalam
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Desain Pembelajaran
2
Bahan Bacaan Modul 5 Pembelajaran Mendalam: Perencanaan Pembelajaran
Kementerian Agama
Republik Indonesia
Desain Pembelajaran: Menentukan tujuan pembelajaran
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Bahan Bacaan Modul 5 Pembelajaran Mendalam: Perencanaan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran diturunkan dari Capaian Pembelajaran. Penulisan tujuan pembelajaran sebaiknya memuat 2 komponen utama, yaitu:
Pertanyaan panduan yang dapat digunakan guru, antara lain:
Kementerian Agama
Republik Indonesia
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Kementerian Agama
Republik Indonesia
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Kementerian Agama
Republik Indonesia
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Kementerian Agama
Republik Indonesia
Desain Pembelajaran:
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Bahan Bacaan Modul 5 Pembelajaran Mendalam: Perencanaan Pembelajaran
Menentukan kerangka pembelajaran (praktis pedagogis, kemitraan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, pemanfaatan digital)
Menentukan kerangka pembelajaran dalam pembelajaran mendalam mencakup beberapa aspek penting:
Kementerian Agama
Republik Indonesia
Aktivitas Pelatihan
Perencanaan Pembelajaran Mendalam
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Pengalaman Belajar
3
Bahan Bacaan Modul 5 Pembelajaran Mendalam: Perencanaan Pembelajaran
Kementerian Agama
Republik Indonesia
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Kementerian Agama
Republik Indonesia
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Bagaimana menerapkan prinsip PM dalam perencanaan?
Bahan Bacaan Modul 5 Pembelajaran Mendalam: Perencanaan Pembelajaran
Kementerian Agama
Republik Indonesia
Pengalaman belajar dilakukan secara bertahap untuk mencapai level PM
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Pendalaman Pengetahuan Regulasi Diri
Kementerian Agama
Republik Indonesia
PENGALAMAN BELAJAR
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Memahami
Tahap awal peserta didik untuk aktif mengkonstruksi pengetahuan agar dapat memahami secara mendalam konsep atau materi dari berbagai sumber dan konteks. Pengetahuan pada fase ini terdiri dari pengetahuan esensial, pengetahuan aplikatif, dan pengetahuan nilai dan karakter. Dengan pendekatan aktif dan konstruktif, peserta didik tidak hanya menerima pengetahuan secara pasif, sehingga membentuk fondasi pemahaman yang menjadi dasar untuk mengaplikasi pengetahuan dalam situasi kontekstual atau tahapan selanjutnya.
Kementerian Agama
Republik Indonesia
PENGALAMAN BELAJAR
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Mengaplikasi
Pengalaman belajar yang menunjukan peserta didik mengaplikasi pengetahuan
aktivitas
dalam
kehidupan secara kontekstual. Pengetahuan yang diperoleh peserta didik pada tahapan memahami diaplikasikan sebagai proses perluasan pengetahuan. Peserta didik mampu menghubungkan ide-ide, menganalisis, membangun solusi kreatif kreatif dan inovatif dalam pemecahan masalah konkret, yang hasilnya dapat berupa produk/ kinerja peserta didik.
Kementerian Agama
Republik Indonesia
PENGALAMAN BELAJAR
Merefleksi
Proses di mana peserta didik mengevaluasi dan memaknai proses serta hasil dari tindakan atau praktik nyata yang telah mereka lakukan. Tahap refleksi melibatkan regulasi diri sebagai kemampuan individu untuk mengelola proses belajarnya secara mandiri, meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi terhadap cara belajar mereka. Merefleksikan pengetahuan artinya peserta didik memperluas dan menerapkan ide atau solusi baru.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Kementerian Agama
Republik Indonesia
AKTIVITAS PELATIHAN
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Perencanaan Pembelajaran Mendalam
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Asesmen
4
Bahan Bacaan Modul 5 Pembelajaran Mendalam: Perencanaan Pembelajaran
Kementerian Agama
Republik Indonesia
Proses penyusunan perencanaan pembelajaran
Catatan: Proses perancangan kegiatan pembelajaran ini diperuntukkan bagi pendidik yang akan merencanakan pembelajaran secara mandiri.
Menganalisis Capaian Pembelajaran
Menyusun Tujuan Pembelajaran dan Alurnya
Merencanakan Pembelajaran dan Asesmen
Komponen Minimum Perencanaan Pembelajaran Mendalam
Contoh Pembelajaran Mendalam
Identifikasi Peserta Didik
Peserta didik memiliki pengetahuan dasar yang bervariasi mengenai isu-isu lingkungan, perlu memiliki kesadaran perannya terhadap keseimbangan ekosistem, menunjukkan minat tinggi dalam kegiatan berbasis proyek.
Identifikasi Materi Pelajaran
Materi ekosistem dapat mencakup pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif. Materi ini dirancang relevan dengan kehidupan nyata, seperti memahami dampak aktivitas manusia terhadap ekosistem sungai, serta aplikatif melalui kegiatan seperti proyek pengelolaan sampah.
Dimensi Profil Lulusan
DPL3
Penalaran Kritis
DPL5
Kolaborasi
DPL8
Komunikasi
Capaian Pembelajaran
Peserta didik menyelidiki bagaimana hubungan saling ketergantungan antar komponen biotik-abiotik dapat memengaruhi kestabilan suatu ekosistem di lingkungan sekitarnya.
Topik Pembelajaran
Peran Manusia dalam Menjaga Ekosistem
1
2
1/6
DPL2
Kewargaan
DPL1
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME
DPL4
Kreativitas
DPL7
Kesehatan
DPL6
Kemandirian
3
4
5
Contoh Pembelajaran Mendalam
Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu:
Lingkungan Pembelajaran
Pemanfaatan Digital
Mitra Pembelajaran
2/6
Praktik Pedagogis
6
7
8
9
10
Contoh Pembelajaran Mendalam
11
Langkah-Langkah Pembelajaran
Awal (Berkesadaran, Bermakna)
3/6
Guru membuka pelajaran dengan salam, doa bersama, dan sapaan ramah untuk menciptakan suasana positif
1
Guru menerapkan teknik permainan pemusatan konsentrasi
2
Guru memulai dengan video singkat perbedaan kondisi sungai yang bersih dan tercemar
3
Guru memberikan pertanyaan pemantik “Bagaimana kondisi makhluk hidup pada kedua sungai tersebut?ˮ untuk menstimulasi empati peserta didik
4
Peserta didik melakukan literasi melalui bahan bacaan pada websites tentang Sungai Ciliwung yang Tercemar
5
6
Guru tanya jawab dengan peserta didik mengenai bahan bacaan untuk menumbuhkan kesadaran pencemaran sungai akibat sampah sehingga berdampak pada kondisi makhluk hidup di sungai
“Apa penyebab terjadinya pencemaran sungai?ˮ
“Apakah sungai yang tercemar mempengaruhi kondisi makhluk hidup di sana?ˮ
Memaparkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan menghubungkan dengan peran peserta didik "Apa yang bisa kita lakukan untuk melestarikan sungai kita?"
7
Contoh Pembelajaran Mendalam
Langkah-Langkah Pembelajaran
4/6
11
Inti (bermakna, menggembirakan)
Memahami
Mengaplikasi
Berdiskusi, membaca artikel, eksplorasi sumber informasi pada buku, e-book, artikel, dan websites melalui internet tentang keanekaragaman hayati dan ekosistem sungai
1
Membuat peta konsep tentang ekosistem, keanekaragaman hayati, dan kelangsungan ekosistem sungai
2
5
6
4
3
2
Peserta didik melakukan kunjungan lapangan ke Sungai Ciliwung untuk mengidentifikasi masalah kelangsungan ekosistem sungai
Peserta didik melakukan interview dengan masyarakat di sekitar sungai ciliwung
Peserta didik menyimak penjelasan dari Komunitas Peduli Ciliwung dan Pengelola Bank Sampah
Guru dan narasumber menumbuhkan kesadaran kepada Peserta didik tercemarnya sungai akibat sampah yang tidak dikelola dengan baik
Peserta didik berdiskusi dengan teman melalui zoom dan guru pendamping untuk merancang proyek pengelolaan sampah
Peserta didik mengembangkan proyek pengelolaan sampah di sekolah contohnya: membuat tempat sampah berdasarkan jenisnya, ecobrick, 3R, bank sampah, dan sebagainya (dilakukan diferensiasi produk/ide)
1
Contoh Pembelajaran Mendalam
Langkah-Langkah Pembelajaran
Inti (bermakna, menggembirakan)
Merefleksi (berkesadaran, bermakna)
Penutup (berkesadaran)
5/6
11
1
2
3
4
Peserta didik melakukan uji coba proyek dan atau mempresentasikan hasil proyeknya
Peserta didik mendapatkan umpan balik dari teman, guru, dan salah satu narasumber dari Komunitas Peduli Ciliwung dan Pengelola Bank Sampah
Peserta didik membuat jurnal refleksi individu terhadap proyek yang telah dilakukan
Peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap pencapaian tujuan pembelajaran
Peserta didik menemukan solusi dan atau peran lanjutan mereka setelah belajar
5
1
2
Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran
Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran selanjutnya dan strategi belajar yang akan digunakan (contoh: topik yang akan dipelajari, mitra yang akan diundang, eksperimen yang akan dilakukan, sumber/media pembelajaran yang digunakan)
Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai pencapaian proyeknya
3
�Contoh Perencanaan Pembelajaran Mendalam�
11
3
4
5
1
Scan Barcode berikut:
03
Pelaksanaan Pembelajaran
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Analisis Video
Waktu 30 menit
Bapak dan Ibu dapat mengidentifikasi beberapa hal berikut :
Video: https://drive.google.com/file/d/17vGnsowoynev_JXrXI_J_J8-4rbNX3Yq/view
Form Analisis Video: https://short-url.org/analisisvideo
Kementerian Agama
Republik Indonesia
Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam
diadaptasi sesuai pengalaman belajar memahami, mengaplikasi dan merefleksi
Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam
Contoh Pelaksanaan PM pada Mata Pelajaran
1/2
Agama
Pembelajaran agama yang berfokus pada pengembangan spiritual, karakter, akhlak dan atau moral melalui penanaman keyakinan dan nilai agama, serta penerapannya dalam kehidupan
sehari-hari. Contoh: ExpcricnЧial Lcarning yang mengajarkan nilai-nilai agama melalui pengalaman kehidupan sehari-sehari seperti peserta didik diberikan isu atau realita kenakalan remaja, kemudian diminta untuk mencermati dan mengajukan solusi berdasarkan nilai-nilai agama.
Pendidikan Pancasila
Pembelajaran yang membentuk peserta didik menjadi warga negara yang baik, bertanggung jawab, memiliki kesadaran terhadap hak serta kewajibannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, dan mampu berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat, contoh: Studi Kasus yang memberikan peserta didik untuk menyelesaikan permasalahan pada isu sosial, politik, atau hukum dengan mencari solusi berdasarkan prinsip demokrasi dan Pancasila.
Matematika
Pembelajaran yang mengembangkan pola pikir logis, pemecahan masalah, dan keterampilan analitis dan komputatif, contoh: Pembelajaran Berbasis Masalah yang memberikan peluang peserta didik untuk memecahkan masalah nyata seperti komposisi dan nilai kalori makanan bergizi dengan menggunakan konsep proporsi, persentase dan pengukuran untuk makanan sehat dan bergizi.
Contoh Pelaksanaan PM pada Mata Pelajaran
2/2
Bahasa
Pembelajaran yang mengembangkan keterampilan komunikasi, pemahaman teks, berpikir kritis, ekspresi gagasan, dan pemahaman budaya, contoh: Pembelajaran Berbasis Inkuiri yang memberikan kesempatan peserta didik mengeksplorasi bahasa dengan mengumpulkan, mengolah dan mengevaluasi informasi terkait permasalahan sosial di masyarakat untuk mendapatkan pengetahuan baru.
IPA
Pembelajaran yang berfokus pada pemahaman tentang alam semesta, fenomena alam, dan prinsip ilmiah untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan berpikir ilmiah, bekerja ilmiah, serta sikap peduli terhadap lingkungan, contoh: Pembelajaran Berbasis Proyek dengan memberikan pengalaman kepada peserta didik untuk membuat proyek energi terbarukan untuk mengatasi permasalahan lingkungan.
Ilmu Sosial
Pembelajaran yang menekankan pada kehidupan sosial, interaksi manusia, dan dinamika masyarakat untuk membentuk wawasan kebangsaan serta keterampilan berpikir kritis, contoh: Pembelajaran Kontekstual dengan membandingkan
nilai-nilai dan permasalahan pasar modern dan pasar tradisional pada sudut pandang sosial dan ekonomi dan memberikan solusi permasalahan tersebut.
Contoh Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam
Keterkaitan Pengalaman Belajar, Prinsip Pembelajaran, dan adaptasi Model Pembelajaran Inkuiri
1/2
Memahami (Berkesadaran, Bermakna)
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan)
2
Merumuskan Masalah
Peserta didik mengidentifikasi dan merumuskan pertanyaan yang akan dijawab dalam proses inkuiri dan guru membimbing peserta didik untuk menyusun hipotesis atau dugaan awal.
1
Orientasi
Guru memberikan stimulus untuk membangkitkan rasa ingin tahu peserta didik dan mulai mengidentifikasi topik yang akan dieksplorasi (kaitkan dengan pengetahuan esensial, aplikatif, nilai dan karakter).
4
Pengolahan dan Analisis Data
Peserta didik mengorganisasi dan menafsirkan data yang telah dikumpulkan, menggunakan berbagai teknik analisis, seperti diskusi kelompok, pemetaan konsep, atau pembuatan grafik.
3
Pengumpulan Data
Peserta didik mengumpulkan informasi dari berbagai sumber, seperti eksperimen, observasi, wawancara, atau literatur dan mencari pola atau hubungan antar konsep (menggunakan sumber lingkungan sekitar).
Contoh Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam
Keterkaitan Pengalaman Belajar, Prinsip Pembelajaran, dan adaptasi Model Pembelajaran Inkuiri
2/2
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan)
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna)
6
Komunikasi
Peserta didik menyampaikan hasil temuannya melalui presentasi, laporan tertulis, atau diskusi kelas.
5
Menarik Kesimpulan
Peserta didik menyusun kesimpulan berdasarkan bukti dan hasil analisis, serta menjelaskan temuan dan menghubungkannya dengan konsep atau teori yang relevan (pendalaman pengetahuan).
8
Aplikasi dan Tindak Lanjut
Peserta didik menerapkan hasil pembelajaran dalam konteks nyata atau proyek lanjutan dan mendorong eksplorasi lebih lanjut untuk memperdalam pemahaman konsep.
7
Refleksi
Melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran: apa yang telah dipelajari, kesulitan yang dihadapi, dan bagaimana meningkatkan pemahaman lebih lanjut, serta guru memberikan umpan balik konstruktif untuk memperkaya pengalaman belajar peserta didik (stimulasi regulasi diri).
Contoh Implementasi dalam Pembelajaran Mendalam pada PAUD
Peserta didik memahami tanaman obat keluarga (toga) yang ada di sekitarnya dan
mengaplikasi pemahaman melalui proyek membuat jamu tradisional
Pendekatan PM pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memberikan pengalaman belajar yang bermakna, eksploratif, dan berbasis interaksi aktif yang menghargai ide dan imajinasi alami anak. Pendekatan ini memungkinkan anak menjelajahi, mengamati, bertanya, dan menemukan konsep secara alami dengan bermain dan aktivitas yang bermakna
Pengenalan tanaman di lingkungan sekitar dan proyek pertumbuhan tanaman
Contoh Implementasi dalam Pembelajaran Mendalam pada SD/MI
Pendekatan PM dalam SD/MI dapat mengembangkan pemahaman konsep secara peserta didik secara kritis, kreatif, analitis, dan aplikatif serta menyelesaikan permasalahan
Contoh Implementasi dalam Pembelajaran Mendalam pada SMP/MTs
Pendekatan PM dalam SMP/MTs dapat membantu peserta didik memahami konsep secara lebih mendalam, kritis, dan aplikatif. Peserta didik tidak menghafal materi, tetapi menganalisis, mengeksplorasi, serta menghubungkan pengetahuan dengan kehidupan nyata untuk menyelesaikan permasalahan
Contoh Implementasi dalam Pembelajaran Mendalam pada SMA/MA
Pendekatan PM dalam SMA/MA dapat mengembangkan berpikir lebih analitis, reflektif, dan aplikatif dalam berbagai konteks kehidupan dan akademik. SMA merupakan tahap transisi menuju pendidikan tinggi, sehingga pembelajaran tidak hanya sekadar memahami konsep, tetapi juga mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi, pemecahan masalah, dan sintesis pengetahuan lintas disiplin
Contoh Implementasi dalam Pembelajaran Mendalam pada SMK/MAK
Pendekatan PM pada SMK/MAK berorientasi pada keterampilan praktis, penerapan industri, serta kesiapan kerja atau wirausaha, sehingga PM memfasilitasi peserta didik tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menguasai keterampilan teknis dan berpikir kritis dalam konteks dunia kerja dan industri
Contoh Implementasi dalam Pembelajaran Mendalam pada Pendidikan Khusus
Pendekatan PM pada pendidikan khusus dapat diterapkan untuk memfasilitasi pemahaman mendalam (memahami, mengaplikasi, dan merefleksi) melalui penerapan sesuai konteks, kondisi, dan kekhususan peserta didik
04
Asesmen
Asesmen Pembelajaran Mendalam
12 Asesmen Pembelajaran
Asesmen pada Awal Pembelajaran
Asesmen pada Proses Pembelajaran
Asesmen pada Akhir Pembelajaran
Asesmen pada Pembelajaran Mendalam
Asesmen dalam penerapan Pembelajaran Mendalam yaitu asesmen formatif dan sumatif diterapkan dengan penekanan pada asesmen autentik dan holistik.
Prinsip Asesmen Pembelajaran Mendalam
Pembelajaran menekankan pentingnya umpan balik dan asesmen autentik yang mencakup tiga fungsi asesmen sebagai berikut:
Asesmen sebagai Pembelajaran
(Assessment as Learning)
Asesmen untuk Pembelajaran
(Assessment for Learning)
Asesmen untuk perbaikan proses pembelajaran berfungsi sebagai umpan balik membantu peserta didik memahami progres belajar mereka, serta refleksi guru mengajar
Asesmen untuk refleksi proses pembelajaran dan refleksi diri peserta didik
Asesmen untuk mengukur capaian pembelajaran peserta didik pada akhir pembelajaran
Asesmen dalam Pembelajaran
(Assessment of Learning)
Contoh:
Jurnal reflektif, selfi-assessment, peer assessment, checklist kemajuan belajar, dan lainnya
Contoh:
Peta konsep, umpan balik formatif, observasi, pertanyaan diagnostik, dan lainnya
Contoh:
Tes lisan, tes tertulis, laporan, penilaian proyek, portofolio, dan lainnya
Asesmen formatif
Asesmen sumatif
Selanjutnya bapak/Ibu diminta membuka kertas kerja berikut (https://bit.ly/PelatihanPM_Asesmen)
silahkan Bapak/Ibu dapat diskusikan bersama anggota kelompok
Contoh Teknik Asesmen
Teknik asesmen dapat dilakukan secara berbeda di jenjang tertentu, sesuai dengan karakteristik dan tujuan pembelajarannya.
Observasi
Asesmen dilakukan dengan cara mengamati langsung perilaku atau aktivitas murid dalam proses pembelajaran.
Kinerja
Menilai kemampuan murid melakukan suatu tugas atau aktivitas nyata, biasanya terkait keterampilan proses.
Projek
Asesmen terhadap serangkaian aktivitas terencana yang menghasilkan produk tertentu.
Tes Tertulis
Menilai pemahaman konsep melalui soal tertulis, bisa berupa pilihan ganda, isian, atau uraian.
Penugasan
Tugas individu atau kelompok sebagai bentuk latihan atau penguatan pembelajaran.
Tes Lisan
Menilai pemahaman murid secara langsung melalui komunikasi verbal.
Portofolio
Kumpulan dokumen atau karya murid yang menunjukkan perkembangan belajar dalam kurun waktu tertentu.
Penilaian Diri
Murid mengevaluasi sendiri hasil dan proses belajar mereka berdasarkan kriteria tertentu
Penilaian antar Teman
Murid menilai pekerjaan atau performa teman menggunakan rubrik yang disepakati.
Contoh Teknik Asesmen Khas SMK
Asesmen Praktik Kerja Lapangan (PKL)
Kegiatan pembelajaran di dunia industri/kerja yang dilakukan oleh siswa SMK untuk mengaplikasikan kompetensi keahlian secara langsung, mengukur kemampuan siswa dalam menerapkan ilmu di dunia kerja nyata.
Uji Kompetensi Kejuruan
Uji Kompetensi Kejuruan (UKK) adalah penilaian yang dilakukan pada akhir masa studi siswa SMK untuk mengukur penguasaan kompetensi sesuai dengan program keahlian yang dipelajari.
Ujian Unit Kompetensi (UUK)
Ujian Unit Kompetensi (UUK) adalah asesmen yang dilakukan untuk menilai penguasaan siswa terhadap satu unit kompetensi tertentu dari skema keahlian yang diambil
Contoh Refleksi
Self-reflection (refleksi diri)
Contoh:
Contoh Teknik Umpan Balik
Merancang Asesmen Formatif dan Asesmen Sumatif
05
Refleksi
Refleksi
merasa lemah dan akan melakukan perbaikan?
5. Diantara materi yang sudah diberikan, pada bagian mana
anda merasa cukup kuat dan akan melakukan pengembangan?
6. Silahkan bapak/ibu menjawab pertanyaan pada link: https://bit.ly/RefleksiImplementasiPM
Penutup
06