1 of 70

Implementasi Pembelajaran Mendalam

Direktorat KSKK Madrasah

Direktorat Jendral Pendidikan Madrasah

Kementerian Agama Republik Indonesia

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

2 of 70

ALUR MATERI SOSIALISASI

PENDAHULUAN

Pelaksanaan PM

Refleksi

Perencanaan PM

Asasmen PM

Penutup

01

03

02

04

06

05

Direktorat KSKK Madrasah

Direktorat Jendral Pendidikan Madrasah

Kementerian Agama Republik Indonesia

3 of 70

01

Pendahuluan

4 of 70

Brainstorming

Sebelum kita menyelam ke dalam implementasi PM, saya ingin mengajak Bapak/Ibu sejenak merenung. Mari kita lakukan brainstorming melalui tautan berikut:

https://bit.ly/42SDteZ

​

Atau Scan barcode berikut!

5 of 70

Implementasi Pembelajaran Mendalam

1

Perencanaan

Perencanaan PM melalui refleksi guru terhadap diri sendiri, karakteristik peserta didik, materi pelajaran, sumber daya dan mitra pembelajaran

2

Pelaksanaan

Pelaksanaan pembelajaran dengan prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui pengalaman belajar memahami, merefleksi

3

Asesmen

Asesmen tidak hanya berfokus pada penguasaan teori, tetapi juga pada pemahaman konseptual yang mendalam, keterampilan berpikir kritis, serta penerapan dalam kehidupan nyata

6 of 70

02

Perencanaa Pembelajaran

7 of 70

Perencanaan Pembelajaran Mendalam

1

Identifikasi

  1. Mengidentifikasi kesiapan peserta didik
  2. Memahami karakteristik materi pelajaran
  3. Menentukan dimensi profil Lulusan

2

Desain Pembelajaran

  1. Menentukan capaian pembelajaran
  2. Menentukan topik pembelajaran yang kontekstual dan relevan
  3. Mengintegrasikan lintas disiplin ilmu yang relevan dengan topik
  4. Menentukan tujuan pembelajaran
  5. Menentukan kerangka pembelajaran (praktis pedagogis, kemitraan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, pemanfaatan digital)

4

Asesmen

  1. Asesmen pada awal pembelajaran
  2. Asesmen pada proses pembelajaran
  3. Asesmen pada akhir pembelajaran

3

Pengalaman Belajar

  1. Merancang pembelajaran dengan prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan
  2. Merancang tahapan pembelajaran dengan langkah-langkah kegiatan awal, inti dan penutup.
  3. Mendeskripsikan pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi

8 of 70

Perencanaan Pembelajaran Mendalam

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Idefitifikasi

1

Bahan Bacaan Modul 5 Pembelajaran Mendalam: Perencanaan Pembelajaran

  1. Mengidentifikasi kesiapan murid
  2. Memahami karakteristik materi pelajaran
  3. Menentukan dimensi profil Lulusan

Kementerian Agama

Republik Indonesia

9 of 70

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Mengidefitifikasi Kesiapan Murid

Bahan Bacaan Modul 5 Pembelajaran Mendalam: Perencanaan Pembelajaran

  1. Analisis Pengetahuan Awal. Guru dapat menggunakan pre-test, diskusi awal, pertanyaan pemantik, dll. untuk mengetahui pemahaman awal murid terhadap konsep yang akan dipelajari lalu gunakan hasilnya untuk mengidentifikasi kesenjangan pemahaman yang mungkin muncul dan menjadi hambatan dalam pembelajaran.
  2. Observasi dan Refleksi. Amati bagaimana murid merespon pertanyaan terbuka, tantangan berpikir kritis, atau tugas eksploratif. Perhatikan tingkat keterlibatan, rasa ingin tahu, dan kemampuan mereka dalam menghubungkan konsep baru dengan pengalaman sebelumnya.
  3. Inventarisasi Gaya Belajar dan Minat. Gunakan angket atau wawancara singkat untuk mengetahui gaya belajar dan minat murid. Guru dapat menyesuaikan strategi pembelajaran agar lebih relevan dan menarik bagi mereka.
  4. Analisis Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS). Berikan tugas berbasis pemecahan masalah atau proyek kecil untuk melihat sejauh mana murid dapat mengambil keputusan untuk menemukan solusi dari suatu permasalahan. Identifikasi murid yang membutuhkan pendampingan lebih lanjut.
  5. Konteks Sosial dan Emosional. Perhatikan faktor sosial dan emosional yang dapat memengaruhi kesiapan belajar, seperti rasa percaya diri, motivasi, atau hambatan psikologis dalam proses pembelajaran. Gunakan pendekatan diferensiasi untuk menyesuaikan strategi pembelajaran dengan kebutuhan individu maupun kelompok.

Dengan mengidentifikasi kesiapan murid secara komprehensif, guru dapat menyusun perencanaan pembelajaran mendalam yang lebih efektif, memastikan bahwa setiap peserta didik mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan sesuai dengan potensi mereka yang beragam.

Kementerian Agama

Republik Indonesia

10 of 70

Mengidentifikasi Karakterisktik Mata Pelajaran

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

  • Mengenali sifat dasar mata pelajaran, apakah menekankan konsep, keterampilan, atau karakter.
  • Menganalisis kompetensi (pengetahuan esensial dan aplikatif).
  • Memastikan bahwa tujuan pembelajaran mendorong eksplorasi konsep, bukan sekadar hafalan.
  • Mengidentifikasi keterkaitan setiap mata pelajaran dengan kehidupan nyata agar peserta didik melihat relevansi pembelajaran.
  • Mengidentifikasi potensi mata pelajaran terhadap pencapaian 8 Dimensi Profil Lulusan.
  • Memilih strategi pembelajaran yang mendorong murid merancang proyek, melakukan penelitian, atau menyelesaikan tantangan berbasis data sesuai mata pelajaran.

Bahan Bacaan Modul 5 Pembelajaran Mendalam: Perencanaan Pembelajaran

Kementerian Agama

Republik Indonesia

11 of 70

Menentukan Dimensi Profil Lulusan

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Menentukan dimensi profil lulusan berdasarkan hasil identifikasi mata pelajaran. Menerapkan prinsip pembelajaran mendalam, yaitu bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan untuk mencapai dimensi profil lulusan. Pilih dimensi yang relevan dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik mata pelajaran yang diajarkan.

Kementerian Agama

Republik Indonesia

12 of 70

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Kementerian Agama

Republik Indonesia

13 of 70

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Kementerian Agama

Republik Indonesia

14 of 70

Lagu 8 Dimensi Profil Lulusan

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Lagu Balonku

Bahan Bacaan Modul 5 Pembelajaran Mendalam: Perencanaan Pembelajaran

Mari kita pahami

8 profil lulusan

Pertama keimanan

dan juga ketakwaan

Kedua kewargaan

Tiga bernalar kritis

Empat kreativitas

Lima kolaborasi

Kementerian Agama

Republik Indonesia

Enam kemandirian

Ketujuh Kesehatan

Delapan komunikasi

Ayo kita wujudkan

15 of 70

Perencanaan Pembelajaran Mendalam

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Desain Pembelajaran

2

Bahan Bacaan Modul 5 Pembelajaran Mendalam: Perencanaan Pembelajaran

  1. Menentukan tujuan pembelajaran
  2. Menentukan kerangka pembelajaran (praktis pedagogis, kemitraan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, pemanfaatan digital)

Kementerian Agama

Republik Indonesia

16 of 70

Desain Pembelajaran: Menentukan tujuan pembelajaran

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Bahan Bacaan Modul 5 Pembelajaran Mendalam: Perencanaan Pembelajaran

Tujuan pembelajaran diturunkan dari Capaian Pembelajaran. Penulisan tujuan pembelajaran sebaiknya memuat 2 komponen utama, yaitu:

  1. Kompetensi, kemampuan murid sebagai hasil dari proses pembelajaran. Tujuan disusun dengan menggunakan kata kerja operasional yang relevan.

Pertanyaan panduan yang dapat digunakan guru, antara lain:

    • Secara konkret, kemampuan apa yang perlu murid tunjukkan?
    • Tahap berpikir apa yang perlu murid tunjukkan?
  • konten pada lingkup materi berupa pengetahuan esensial dan pengetahuan aplikatif yang perlu dipahami pada akhir satu unit pembelajaran.

Kementerian Agama

Republik Indonesia

17 of 70

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Kementerian Agama

Republik Indonesia

18 of 70

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Kementerian Agama

Republik Indonesia

19 of 70

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Kementerian Agama

Republik Indonesia

20 of 70

Desain Pembelajaran:

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Bahan Bacaan Modul 5 Pembelajaran Mendalam: Perencanaan Pembelajaran

Menentukan kerangka pembelajaran (praktis pedagogis, kemitraan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, pemanfaatan digital)

Menentukan kerangka pembelajaran dalam pembelajaran mendalam mencakup beberapa aspek penting:

  1. Praktik Pedagogis – Memilih model/strategi/metode yang mendorong eksplorasi dan pemecahan masalah, untuk mencapai tujuan pembelajaran agar murid aktif membangun pemahaman mendalam, misalnya pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran inkuiri, dsb.
  2. Kemitraan Pembelajaran – Melibatkan berbagai pihak seperti guru lintas mata pelajaran, orang tua, industri, atau komunitas untuk memperkaya pengalaman belajar. Kolaborasi ini dapat dilakukan melalui diskusi, mentoring, atau kunjungan lapangan, dll.
  3. Lingkungan Pembelajaran – Menciptakan ruang belajar yang mendukung eksplorasi dan kolaborasi, baik dalam bentuk fisik (kelas interaktif, laboratorium, ruang kreatif) maupun virtual (forum diskusi, platform LMS).
  4. Pemanfaatan Digital – Menggunakan teknologi seperti e-learning, simulasi, augmented reality (AR), dan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan aksesibilitas, interaktivitas, dan personalisasi pembelajaran sesuai kebutuhan murid.

Kementerian Agama

Republik Indonesia

21 of 70

  1. Setiap kelompok diminta memilih salah satu studi kasus pada link berikut https://bit.ly/LK_KerangkaPembelajaran
  2. Selanjutnya Bapak/Ibu dapat menggunakan lembar kerja untuk mengidentifikasi kerangka pembelajaran (praktik pedagogis, lingkungan pembelajaran, kemitraan pembelajaran, dan pemanfaatan digital) yang terdapat pada studi kasus yang dipilih
  3. Setiap kelompok mempresentasikan hasil kerjanya di depan peserta lainnya untuk mendapatkan umpan balik sebagai bahan refleksi
  4. Bapak/Ibu bersama-sama membuat kesimpulan tentang kerangka pembelajaran mendalam

Aktivitas Pelatihan

22 of 70

Perencanaan Pembelajaran Mendalam

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Pengalaman Belajar

3

Bahan Bacaan Modul 5 Pembelajaran Mendalam: Perencanaan Pembelajaran

  1. Merancang pembelajaran dengan prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan
  2. Mendeskripsikan pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi

Kementerian Agama

Republik Indonesia

23 of 70

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Kementerian Agama

Republik Indonesia

24 of 70

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Bagaimana menerapkan prinsip PM dalam perencanaan?

  1. Berkesadaran diterapkan dengan merencanakan kegiatan yang memberikan kenyamanan peserta didik dalam belajar, Fokus, konsentrasi, dan perhatian. Melalui prinsip ini dapat melibatkan proses berpikir yang terbuka terhadap perspektif baru serta membangun keingintahuan terhadap pengetahuan dan pengalaman baru.
  2. Bermakna diterapkan dengan merancang pembelajaran yang kontekstual dan/atau relevan dengan kehidupan nyata, terkait dengan pengalaman sebelumnya, bermanfaatan pengalaman belajar untuk diterapkan dalam konteks baru, dan terkait dengan bidang ilmu lain untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat.
  3. Menggembirakan diterapkan dengan memastikan bahwa proses pembelajaran berlangsung secara interaktif dengan aktivitas pembelajaran yang menarik, menginspirasi, menantang dan memotivasi, serta menunjukkan keberhasilan belajar.

Bahan Bacaan Modul 5 Pembelajaran Mendalam: Perencanaan Pembelajaran

Kementerian Agama

Republik Indonesia

25 of 70

Pengalaman belajar dilakukan secara bertahap untuk mencapai level PM

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

  • Pengetahuan Esensial
  • Pengetahuan Aplikatif
  • Pengetahuan Nilai dan Karakter

Pendalaman Pengetahuan Regulasi Diri

Kementerian Agama

Republik Indonesia

26 of 70

PENGALAMAN BELAJAR

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Memahami

Tahap awal peserta didik untuk aktif mengkonstruksi pengetahuan agar dapat memahami secara mendalam konsep atau materi dari berbagai sumber dan konteks. Pengetahuan pada fase ini terdiri dari pengetahuan esensial, pengetahuan aplikatif, dan pengetahuan nilai dan karakter. Dengan pendekatan aktif dan konstruktif, peserta didik tidak hanya menerima pengetahuan secara pasif, sehingga membentuk fondasi pemahaman yang menjadi dasar untuk mengaplikasi pengetahuan dalam situasi kontekstual atau tahapan selanjutnya.

Kementerian Agama

Republik Indonesia

27 of 70

PENGALAMAN BELAJAR

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Mengaplikasi

Pengalaman belajar yang menunjukan peserta didik mengaplikasi pengetahuan

aktivitas

dalam

kehidupan secara kontekstual. Pengetahuan yang diperoleh peserta didik pada tahapan memahami diaplikasikan sebagai proses perluasan pengetahuan. Peserta didik mampu menghubungkan ide-ide, menganalisis, membangun solusi kreatif kreatif dan inovatif dalam pemecahan masalah konkret, yang hasilnya dapat berupa produk/ kinerja peserta didik.

Kementerian Agama

Republik Indonesia

28 of 70

PENGALAMAN BELAJAR

Merefleksi

Proses di mana peserta didik mengevaluasi dan memaknai proses serta hasil dari tindakan atau praktik nyata yang telah mereka lakukan. Tahap refleksi melibatkan regulasi diri sebagai kemampuan individu untuk mengelola proses belajarnya secara mandiri, meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi terhadap cara belajar mereka. Merefleksikan pengetahuan artinya peserta didik memperluas dan menerapkan ide atau solusi baru.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Kementerian Agama

Republik Indonesia

29 of 70

AKTIVITAS PELATIHAN

  1. Bapak/Ibu silahkan berdiskusi secara berkelompok tentang Prinsip Pembelajaran Mendalam (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan) dan Pengalaman Belajar PM (memahami, mengaplikasikan, merefleksikan).
  2. Bapak/Ibu dapat menggunakan lembar kerja berikut untuk berdiskusi. Unduh LK : https://bit.ly/PrinsipdanPengamalamanBelajar
  3. Bapak/ibu dapat menggunakan bahan bacaan yaitu naskah akademik atau dapat juga menggunakan sumber belajar lainnya.
  4. Bapak/Ibu selanjutnya memaparkan hasil kerjanya kepada seluruh peserta pelatihan dan saling memberikan umpan balik
  5. Bapak/Ibu setelah mendapatkan umpan balik, silahkan melakukan perbaikan bersama tim
  6. Bapak/Ibu bersama-sama melakukan penguatan prinsip pembelajaran mendalam dan pengalaman belajar mendalam

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

30 of 70

Perencanaan Pembelajaran Mendalam

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Asesmen

4

Bahan Bacaan Modul 5 Pembelajaran Mendalam: Perencanaan Pembelajaran

  1. Asesmen pada awal pembelajaran
  2. Asesmen pada proses pembelajaran
  3. Asesmen pada akhir pembelajaran

Kementerian Agama

Republik Indonesia

31 of 70

Proses penyusunan perencanaan pembelajaran

Catatan: Proses perancangan kegiatan pembelajaran ini diperuntukkan bagi pendidik yang akan merencanakan pembelajaran secara mandiri.

Menganalisis Capaian Pembelajaran

Menyusun Tujuan Pembelajaran dan Alurnya

Merencanakan Pembelajaran dan Asesmen

32 of 70

Komponen Minimum Perencanaan Pembelajaran Mendalam

33 of 70

34 of 70

35 of 70

36 of 70

Contoh Pembelajaran Mendalam

Identifikasi Peserta Didik

Peserta didik memiliki pengetahuan dasar yang bervariasi mengenai isu-isu lingkungan, perlu memiliki kesadaran perannya terhadap keseimbangan ekosistem, menunjukkan minat tinggi dalam kegiatan berbasis proyek.

Identifikasi Materi Pelajaran

Materi ekosistem dapat mencakup pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif. Materi ini dirancang relevan dengan kehidupan nyata, seperti memahami dampak aktivitas manusia terhadap ekosistem sungai, serta aplikatif melalui kegiatan seperti proyek pengelolaan sampah.

Dimensi Profil Lulusan

DPL3

Penalaran Kritis

DPL5

Kolaborasi

DPL8

Komunikasi

Capaian Pembelajaran

Peserta didik menyelidiki bagaimana hubungan saling ketergantungan antar komponen biotik-abiotik dapat memengaruhi kestabilan suatu ekosistem di lingkungan sekitarnya.

Topik Pembelajaran

Peran Manusia dalam Menjaga Ekosistem

1

2

1/6

DPL2

Kewargaan

DPL1

Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME

DPL4

Kreativitas

DPL7

Kesehatan

DPL6

Kemandirian

3

4

5

37 of 70

Contoh Pembelajaran Mendalam

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu:

Lingkungan Pembelajaran

  1. Ruang Fisik: lingkungan di sekitar Sungai Ciliwung
  2. Ruang Virtual: platform daring untuk diskusi dengan teman
  3. Budaya Belajar: kolaboratif, berpartisipasi aktif, dan rasa ingin tahu

Pemanfaatan Digital

  1. Perencanaan: LMS
  2. Pelaksanaan: pertemuan daring, video, perpustakaan daring
  3. Asesmen: asesmen daring

Mitra Pembelajaran

  1. Komunitas Peduli Ciliwung (KPC)
  2. Pengelola Bank Sampah Sungai Ciliwung
  3. Masyarakat Sekitar Sungai Ciliwung

2/6

  1. Memahami pentingnya keanekaragaman hayati dalam ekosistem
  2. Mengidentifikasi dampak aktivitas manusia terhadap keseimbangan ekosistem
  3. Melaksanakan proyek kreatif berbasis solusi lingkungan untuk mencegah pencemaran pada ekosistem

Praktik Pedagogis

  1. Pembelajaran Berbasis Proyek
  2. Diskusi kelompok, eksplorasi lapangan, wawancara, dan presentasi

6

7

8

9

10

38 of 70

Contoh Pembelajaran Mendalam

11

Langkah-Langkah Pembelajaran

Awal (Berkesadaran, Bermakna)

3/6

Guru membuka pelajaran dengan salam, doa bersama, dan sapaan ramah untuk menciptakan suasana positif

1

Guru menerapkan teknik permainan pemusatan konsentrasi

2

Guru memulai dengan video singkat perbedaan kondisi sungai yang bersih dan tercemar

3

Guru memberikan pertanyaan pemantik “Bagaimana kondisi makhluk hidup pada kedua sungai tersebut?ˮ untuk menstimulasi empati peserta didik

4

Peserta didik melakukan literasi melalui bahan bacaan pada websites tentang Sungai Ciliwung yang Tercemar

5

6

Guru tanya jawab dengan peserta didik mengenai bahan bacaan untuk menumbuhkan kesadaran pencemaran sungai akibat sampah sehingga berdampak pada kondisi makhluk hidup di sungai

“Apa penyebab terjadinya pencemaran sungai?ˮ

“Apakah sungai yang tercemar mempengaruhi kondisi makhluk hidup di sana?ˮ

Memaparkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan menghubungkan dengan peran peserta didik "Apa yang bisa kita lakukan untuk melestarikan sungai kita?"

7

39 of 70

Contoh Pembelajaran Mendalam

Langkah-Langkah Pembelajaran

4/6

11

Inti (bermakna, menggembirakan)

Memahami

Mengaplikasi

Berdiskusi, membaca artikel, eksplorasi sumber informasi pada buku, e-book, artikel, dan websites melalui internet tentang keanekaragaman hayati dan ekosistem sungai

  1. Apa definisi ekosistem?
  2. Apa saja macam-macam ekosistem?
  3. Apa definisi keanekaragaman hayati?
  4. Mengapa keanekaragaman hayati penting bagi kelangsungan ekosistem?
  5. Apakah aktivitas manusia mempengaruhi kelangsungan ekosistem sungai?

1

Membuat peta konsep tentang ekosistem, keanekaragaman hayati, dan kelangsungan ekosistem sungai

2

5

6

4

3

2

Peserta didik melakukan kunjungan lapangan ke Sungai Ciliwung untuk mengidentifikasi masalah kelangsungan ekosistem sungai

Peserta didik melakukan interview dengan masyarakat di sekitar sungai ciliwung

Peserta didik menyimak penjelasan dari Komunitas Peduli Ciliwung dan Pengelola Bank Sampah

Guru dan narasumber menumbuhkan kesadaran kepada Peserta didik tercemarnya sungai akibat sampah yang tidak dikelola dengan baik

Peserta didik berdiskusi dengan teman melalui zoom dan guru pendamping untuk merancang proyek pengelolaan sampah

Peserta didik mengembangkan proyek pengelolaan sampah di sekolah contohnya: membuat tempat sampah berdasarkan jenisnya, ecobrick, 3R, bank sampah, dan sebagainya (dilakukan diferensiasi produk/ide)

1

40 of 70

Contoh Pembelajaran Mendalam

Langkah-Langkah Pembelajaran

Inti (bermakna, menggembirakan)

​

Merefleksi (berkesadaran, bermakna)

Penutup (berkesadaran)

5/6

11

1

2

3

4

Peserta didik melakukan uji coba proyek dan atau mempresentasikan hasil proyeknya

Peserta didik mendapatkan umpan balik dari teman, guru, dan salah satu narasumber dari Komunitas Peduli Ciliwung dan Pengelola Bank Sampah

Peserta didik membuat jurnal refleksi individu terhadap proyek yang telah dilakukan

Peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap pencapaian tujuan pembelajaran

Peserta didik menemukan solusi dan atau peran lanjutan mereka setelah belajar

5

1

2

Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran

Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran selanjutnya dan strategi belajar yang akan digunakan (contoh: topik yang akan dipelajari, mitra yang akan diundang, eksperimen yang akan dilakukan, sumber/media pembelajaran yang digunakan)

Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai pencapaian proyeknya

3

41 of 70

�Contoh Perencanaan Pembelajaran Mendalam�

11

3

4

5

1

Scan Barcode berikut:

42 of 70

03

Pelaksanaan Pembelajaran

43 of 70

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Analisis Video

Waktu 30 menit

Bapak dan Ibu dapat mengidentifikasi beberapa hal berikut :

    • Apakah video bahan analisis tersebut sudah menerapkan prinsip berkesadaran, bermakna dan menggembirakan? Catat pada bagian apa itu terlihat!
    • Apakah video bahan analisis terdapat pengalaman belajar: memahami, menerapkan dan merefleksikan? Jika iya, tuliskan pada bagian mana hal tersebut terlihat!”

​

Video: https://drive.google.com/file/d/17vGnsowoynev_JXrXI_J_J8-4rbNX3Yq/view

​

Form Analisis Video: https://short-url.org/analisisvideo

​

Kementerian Agama

Republik Indonesia

44 of 70

Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam

  1. Penyampaian materi sesuai tahapan berpikir peserta didik untuk mendukung pencapaian kedalaman pemahaman konsep peserta didik
  2. Model-model atau strategi pembelajaran yang ada dapat digunakan dengan prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan
  3. Penerapan pembelajaran bermakna dengan pemanfaatan lingkungan sekitar, seperti pemanfaatan lingkungan sekolah, lingkungan alam sekitar, lingkungan sosial, dan sebagainya
  4. Prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan dapat berada dalam beberapa kegiatan pembelajaran tidak harus berurutan dan/atau simultan
  5. Pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi dilaksanakan dengan langkah-langkah pembelajaran yang sesuai dengan konteks dan kondisi pembelajaran, serta inovasi guru
  6. Sintak/Langkah-langkah pembelajaran pada model-model atau strategi pembelajaran yang ada dapat

diadaptasi sesuai pengalaman belajar memahami, mengaplikasi dan merefleksi

  1. Pengalaman belajar memahami, mengaplikasi dan merefleksi dilakukan dalam beberapa langkah pembelajaran yang pelaksanaannya disesuaikan dengan konteks dan kondisi pembelajaran

45 of 70

Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam

  1. Pengalaman belajar melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga adalah pengembangan diri yang holistik dan integratif yang mencakup aspek intelektual, sosio-emosional, spiritual, dan fisik. Sehingga pembelajaran menghasilkan pribadi yang memiliki kompetensi utuh dan seimbang sesuai fitrahnya
  2. Topik pembelajaran dikaitkan dengan lintas ilmu (multi/inter disiplin) atau terkait dengan bidang ilmu atau mata pelajaran yang dipelajari peserta didik
  3. Penerapan pembelajaran mendalam disesuaikan dengan karakteristik masing-masing mata pelajaran
  4. Kemitraan yang melibatkan berbagai pihak baik lingkungan sekolah, luar sekolah, dan masyarakat untuk mendukung pembelajaran mendalam
  5. Lingkungan pembelajaran diciptakan merupakan integrasi ruang fisik, ruang virtual dan budaya belajar untuk mendukung pembelajaran mendalam
  6. Pemanfaatan teknologi digital akan menguatkan pembelajaran mendalam pada perencanaan, pelaksanaan, dan asesmen pembelajaran
  7. Asesmen menggunakan asscssmcnЧ as lcarning, asscssmcnЧ fior lcarning, asscssmcnЧ ofi lcarning. Pada PM menekankan pentingnya umpan balik dan asesmen autentik

46 of 70

Contoh Pelaksanaan PM pada Mata Pelajaran

1/2

Agama

Pembelajaran agama yang berfokus pada pengembangan spiritual, karakter, akhlak dan atau moral melalui penanaman keyakinan dan nilai agama, serta penerapannya dalam kehidupan

sehari-hari. Contoh: ExpcricnЧial Lcarning yang mengajarkan nilai-nilai agama melalui pengalaman kehidupan sehari-sehari seperti peserta didik diberikan isu atau realita kenakalan remaja, kemudian diminta untuk mencermati dan mengajukan solusi berdasarkan nilai-nilai agama.

Pendidikan Pancasila

Pembelajaran yang membentuk peserta didik menjadi warga negara yang baik, bertanggung jawab, memiliki kesadaran terhadap hak serta kewajibannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, dan mampu berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat, contoh: Studi Kasus yang memberikan peserta didik untuk menyelesaikan permasalahan pada isu sosial, politik, atau hukum dengan mencari solusi berdasarkan prinsip demokrasi dan Pancasila.

Matematika

Pembelajaran yang mengembangkan pola pikir logis, pemecahan masalah, dan keterampilan analitis dan komputatif, contoh: Pembelajaran Berbasis Masalah yang memberikan peluang peserta didik untuk memecahkan masalah nyata seperti komposisi dan nilai kalori makanan bergizi dengan menggunakan konsep proporsi, persentase dan pengukuran untuk makanan sehat dan bergizi.

47 of 70

Contoh Pelaksanaan PM pada Mata Pelajaran

2/2

Bahasa

Pembelajaran yang mengembangkan keterampilan komunikasi, pemahaman teks, berpikir kritis, ekspresi gagasan, dan pemahaman budaya, contoh: Pembelajaran Berbasis Inkuiri yang memberikan kesempatan peserta didik mengeksplorasi bahasa dengan mengumpulkan, mengolah dan mengevaluasi informasi terkait permasalahan sosial di masyarakat untuk mendapatkan pengetahuan baru.

IPA

Pembelajaran yang berfokus pada pemahaman tentang alam semesta, fenomena alam, dan prinsip ilmiah untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan berpikir ilmiah, bekerja ilmiah, serta sikap peduli terhadap lingkungan, contoh: Pembelajaran Berbasis Proyek dengan memberikan pengalaman kepada peserta didik untuk membuat proyek energi terbarukan untuk mengatasi permasalahan lingkungan.

Ilmu Sosial

Pembelajaran yang menekankan pada kehidupan sosial, interaksi manusia, dan dinamika masyarakat untuk membentuk wawasan kebangsaan serta keterampilan berpikir kritis, contoh: Pembelajaran Kontekstual dengan membandingkan

nilai-nilai dan permasalahan pasar modern dan pasar tradisional pada sudut pandang sosial dan ekonomi dan memberikan solusi permasalahan tersebut.

48 of 70

Contoh Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam

Keterkaitan Pengalaman Belajar, Prinsip Pembelajaran, dan adaptasi Model Pembelajaran Inkuiri

1/2

Memahami (Berkesadaran, Bermakna)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan)

2

Merumuskan Masalah

Peserta didik mengidentifikasi dan merumuskan pertanyaan yang akan dijawab dalam proses inkuiri dan guru membimbing peserta didik untuk menyusun hipotesis atau dugaan awal.

1

Orientasi

Guru memberikan stimulus untuk membangkitkan rasa ingin tahu peserta didik dan mulai mengidentifikasi topik yang akan dieksplorasi (kaitkan dengan pengetahuan esensial, aplikatif, nilai dan karakter).

4

Pengolahan dan Analisis Data

Peserta didik mengorganisasi dan menafsirkan data yang telah dikumpulkan, menggunakan berbagai teknik analisis, seperti diskusi kelompok, pemetaan konsep, atau pembuatan grafik.

3

Pengumpulan Data

Peserta didik mengumpulkan informasi dari berbagai sumber, seperti eksperimen, observasi, wawancara, atau literatur dan mencari pola atau hubungan antar konsep (menggunakan sumber lingkungan sekitar).

49 of 70

Contoh Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam

Keterkaitan Pengalaman Belajar, Prinsip Pembelajaran, dan adaptasi Model Pembelajaran Inkuiri

2/2

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna)

6

Komunikasi

Peserta didik menyampaikan hasil temuannya melalui presentasi, laporan tertulis, atau diskusi kelas.

5

Menarik Kesimpulan

Peserta didik menyusun kesimpulan berdasarkan bukti dan hasil analisis, serta menjelaskan temuan dan menghubungkannya dengan konsep atau teori yang relevan (pendalaman pengetahuan).

8

Aplikasi dan Tindak Lanjut

Peserta didik menerapkan hasil pembelajaran dalam konteks nyata atau proyek lanjutan dan mendorong eksplorasi lebih lanjut untuk memperdalam pemahaman konsep.

7

Refleksi

Melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran: apa yang telah dipelajari, kesulitan yang dihadapi, dan bagaimana meningkatkan pemahaman lebih lanjut, serta guru memberikan umpan balik konstruktif untuk memperkaya pengalaman belajar peserta didik (stimulasi regulasi diri).

50 of 70

Contoh Implementasi dalam Pembelajaran Mendalam pada PAUD

Peserta didik memahami tanaman obat keluarga (toga) yang ada di sekitarnya dan

mengaplikasi pemahaman melalui proyek membuat jamu tradisional

Pendekatan PM pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memberikan pengalaman belajar yang bermakna, eksploratif, dan berbasis interaksi aktif yang menghargai ide dan imajinasi alami anak. Pendekatan ini memungkinkan anak menjelajahi, mengamati, bertanya, dan menemukan konsep secara alami dengan bermain dan aktivitas yang bermakna

Pengenalan tanaman di lingkungan sekitar dan proyek pertumbuhan tanaman

51 of 70

Contoh Implementasi dalam Pembelajaran Mendalam pada SD/MI

Pendekatan PM dalam SD/MI dapat mengembangkan pemahaman konsep secara peserta didik secara kritis, kreatif, analitis, dan aplikatif serta menyelesaikan permasalahan

52 of 70

Contoh Implementasi dalam Pembelajaran Mendalam pada SMP/MTs

Pendekatan PM dalam SMP/MTs dapat membantu peserta didik memahami konsep secara lebih mendalam, kritis, dan aplikatif. Peserta didik tidak menghafal materi, tetapi menganalisis, mengeksplorasi, serta menghubungkan pengetahuan dengan kehidupan nyata untuk menyelesaikan permasalahan

53 of 70

Contoh Implementasi dalam Pembelajaran Mendalam pada SMA/MA

Pendekatan PM dalam SMA/MA dapat mengembangkan berpikir lebih analitis, reflektif, dan aplikatif dalam berbagai konteks kehidupan dan akademik. SMA merupakan tahap transisi menuju pendidikan tinggi, sehingga pembelajaran tidak hanya sekadar memahami konsep, tetapi juga mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi, pemecahan masalah, dan sintesis pengetahuan lintas disiplin

54 of 70

Contoh Implementasi dalam Pembelajaran Mendalam pada SMK/MAK

Pendekatan PM pada SMK/MAK berorientasi pada keterampilan praktis, penerapan industri, serta kesiapan kerja atau wirausaha, sehingga PM memfasilitasi peserta didik tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menguasai keterampilan teknis dan berpikir kritis dalam konteks dunia kerja dan industri

55 of 70

Contoh Implementasi dalam Pembelajaran Mendalam pada Pendidikan Khusus

Pendekatan PM pada pendidikan khusus dapat diterapkan untuk memfasilitasi pemahaman mendalam (memahami, mengaplikasi, dan merefleksi) melalui penerapan sesuai konteks, kondisi, dan kekhususan peserta didik

56 of 70

04

Asesmen

57 of 70

  1. Bapak/Ibu silahkan cermati dua contoh soal di bawah ini
  2. Bagaimana tanggapan Bapak/Ibu terhadap kedua contoh soal tersebut?
  3. Bagaimana seharusnya asesmen dalam pembelajaran mendalam?

58 of 70

Asesmen Pembelajaran Mendalam

12 Asesmen Pembelajaran

Asesmen pada Awal Pembelajaran

Asesmen pada Proses Pembelajaran

​

​

Asesmen pada Akhir Pembelajaran

59 of 70

Asesmen pada Pembelajaran Mendalam

Asesmen dalam penerapan Pembelajaran Mendalam yaitu asesmen formatif dan sumatif diterapkan dengan penekanan pada asesmen autentik dan holistik.

60 of 70

Prinsip Asesmen Pembelajaran Mendalam

Pembelajaran menekankan pentingnya umpan balik dan asesmen autentik yang mencakup tiga fungsi asesmen sebagai berikut:

Asesmen sebagai Pembelajaran

(Assessment as Learning)

Asesmen untuk Pembelajaran

(Assessment for Learning)

Asesmen untuk perbaikan proses pembelajaran berfungsi sebagai umpan balik membantu peserta didik memahami progres belajar mereka, serta refleksi guru mengajar

Asesmen untuk refleksi proses pembelajaran dan refleksi diri peserta didik

Asesmen untuk mengukur capaian pembelajaran peserta didik pada akhir pembelajaran

Asesmen dalam Pembelajaran

(Assessment of Learning)

Contoh:

Jurnal reflektif, selfi-assessment, peer assessment, checklist kemajuan belajar, dan lainnya

Contoh:

Peta konsep, umpan balik formatif, observasi, pertanyaan diagnostik, dan lainnya

Contoh:

Tes lisan, tes tertulis, laporan, penilaian proyek, portofolio, dan lainnya

Asesmen formatif

Asesmen sumatif

61 of 70

Selanjutnya bapak/Ibu diminta membuka kertas kerja berikut (https://bit.ly/PelatihanPM_Asesmen)

silahkan Bapak/Ibu dapat diskusikan bersama anggota kelompok

62 of 70

Contoh Teknik Asesmen

Teknik asesmen dapat dilakukan secara berbeda di jenjang tertentu, sesuai dengan karakteristik dan tujuan pembelajarannya.

Observasi

Asesmen dilakukan dengan cara mengamati langsung perilaku atau aktivitas murid dalam proses pembelajaran.

Kinerja

Menilai kemampuan murid melakukan suatu tugas atau aktivitas nyata, biasanya terkait keterampilan proses.

Projek

Asesmen terhadap serangkaian aktivitas terencana yang menghasilkan produk tertentu.

Tes Tertulis

Menilai pemahaman konsep melalui soal tertulis, bisa berupa pilihan ganda, isian, atau uraian.

Penugasan

Tugas individu atau kelompok sebagai bentuk latihan atau penguatan pembelajaran.

Tes Lisan

Menilai pemahaman murid secara langsung melalui komunikasi verbal.

Portofolio

Kumpulan dokumen atau karya murid yang menunjukkan perkembangan belajar dalam kurun waktu tertentu.

Penilaian Diri

Murid mengevaluasi sendiri hasil dan proses belajar mereka berdasarkan kriteria tertentu

Penilaian antar Teman

Murid menilai pekerjaan atau performa teman menggunakan rubrik yang disepakati.

63 of 70

Contoh Teknik Asesmen Khas SMK

Asesmen Praktik Kerja Lapangan (PKL)

Kegiatan pembelajaran di dunia industri/kerja yang dilakukan oleh siswa SMK untuk mengaplikasikan kompetensi keahlian secara langsung, mengukur kemampuan siswa dalam menerapkan ilmu di dunia kerja nyata.

Uji Kompetensi Kejuruan

Uji Kompetensi Kejuruan (UKK) adalah penilaian yang dilakukan pada akhir masa studi siswa SMK untuk mengukur penguasaan kompetensi sesuai dengan program keahlian yang dipelajari.

Ujian Unit Kompetensi (UUK)

Ujian Unit Kompetensi (UUK) adalah asesmen yang dilakukan untuk menilai penguasaan siswa terhadap satu unit kompetensi tertentu dari skema keahlian yang diambil

64 of 70

Contoh Refleksi

Self-reflection (refleksi diri)

​

Contoh:

  • Meminta murid memilih emoticon yang sesuai dengan perasaan mereka.
  • meminta murid untuk menuliskan konsep yang mereka pahami, hal yang mereka belum pahami, dan perbaikan yang perlu dilakukan.

65 of 70

Contoh Teknik Umpan Balik

66 of 70

Merancang Asesmen Formatif dan Asesmen Sumatif

​

  1. Bapak/Ibu selanjutnya Bapak/Ibu secara berkelompok diminta membuat penilaian (formatif dan sumatif) berdasarkan tujuan pembelajaran yang sudah Bapak/Ibu buat pada saat pelatihan
  2. Bapak/Ibu dapat menggunakan lembar kerja berikut: https://bit.ly/490N3jR
  3. Bapak/Ibu menyajikan hasil diskusi di depan Bapak/Ibu pelatihan, kemudian saling memberikan umpan balik
  4. Bapak/Ibu melakukan perbaikan berdasarkan umpan balik yang diberikan
  5. Bapak/Ibu mengunggah hasil diskusi pada LMS masing-masing

67 of 70

68 of 70

05

Refleksi

69 of 70

Refleksi

  1. “Bapak Ibu guru hebat, sebelum kegiatan kita akhiri, Bapak Ibu akan merefleksikan materi Implementasi PM”.
  2. Adakah kekhawatiran yang Bapak Ibu rasakan dalam mengimplementasikan Pembelajaran Mendalam?
  3. Apakah yang menjadi keyakinan Bapak Ibu dalam mengimplementasikan Pembelajaran Mendalam?
  4. Diantara materi yang sudah diberikan, pada bagian mana anda

merasa lemah dan akan melakukan perbaikan?

5. Diantara materi yang sudah diberikan, pada bagian mana

anda merasa cukup kuat dan akan melakukan pengembangan?

6. Silahkan bapak/ibu menjawab pertanyaan pada link: https://bit.ly/RefleksiImplementasiPM

70 of 70

Penutup

06