Literasi Finansial
di Satuan PAUD
Bimtek Penguatan Digitalisasi Pembelajaran
untuk Literasi dan Numerasi
Tujuan Pembelajaran
Perancangan Media
Pembelajaran Interaktif
Pemanfaatan ruang Murid
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 3
Peserta mampu :
Menjelaskan pengertian dan urgensi literasi finansial pada anak usia dini.
1
Mengidentifikasi paradigma baru literasi finansial di PAUD
2
Mendeskripsikan tahap pengembangan literasi finansial pada anak usia dini.
4
Mengintegrasikan literasi finansial dalam kegiatan pembelajaran PAUD.
5
3
Menjelaskan trilogi literasi finansial : hemat, menabung, dan berbagi.
Perancangan Media
Pembelajaran Interaktif
Pemanfaatan ruang Murid
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 4
Tantangan berskala makro menuntut pondasi yang dibangun pada skala mikro, sejak usia dini.
Tantangan Global: Hedonisme, Konsumtif, Berhutang, Mencuri, Korupsi
Ketahanan Diri: Pemahaman Diri, Pengelolaan Diri, Pengelolaan Keuangan
Silahkan berpendapat!
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 5
2. Masing-masing orang tuliskan pada Sticky Notes!
Redefinisi Literasi Finansial di PAUD
Perancangan Media
Pembelajaran Interaktif
Pemanfaatan ruang Murid
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 6
Miskonsepsi (Paradigma Lama)
Belajar tentang mata uang dan menghitung koin.
Fokus pada transaksi jual-beli dan matematika dasar.
Orientasi pada pengetahuan (Kognitif).
Fondasi Pembentukan Karakter (Paradigma Baru)
Pembentukan karakter, integritas, dan regulasi diri.
Belajar menghargai sumber daya dan tanggung jawab sosial.
Orientasi pada kebiasaan dan sikap hidup (holistik).
Pendidikan Literasi Finansial bukan sekadar tentang angka, melainkan pembentukan kebiasaan hidup yang berdaya guna secara sosial dan ekonomi.
Trilogi Literasi Finansial pada Anak Usia Dini
Perancangan Media
Pembelajaran Interaktif
Pemanfaatan ruang Murid
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 7
99
HEMAT
Memaksimalkan sumber daya dan merawat benda sekitar.
MENABUNG
Kemampuan
meregulasi diri dan menunda keinginan (delaying gratification).
BERBAGI
Menumbuhkan empati sosial dan kepedulian terhadap lingkungan.
DISKUSI KELOMPOK (Tugas 5)
�
8 Kompetensi Esensial Literasi Finansial
Perancangan Media
Pembelajaran Interaktif
Pemanfaatan ruang Murid
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 9
Diintegrasikan melalui kegiatan intrakurikuler, proyek, maupun ekstrakurikuler untuk mencapai Capaian Pembelajaran (CP)
8 DIMENSI PROFIL LULUSAN
Tahapan Pengembangan Literasi Finansial pada Anak Usia Dini��
Membangun Kemampuan Finansial (nilai uang, perbedaan kebutuhan dan keinginan, pentingnya menentukan prioritas, konsekuensi dari setiap pilihan)
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 10
Tahap 1
Membangun Pemahaman Diri (Mengenali identitas, tanggung jawabnya, barang apa yang menjadi miliknya, & bagaimana menjaga barang tersebut).
Membangun Pengelolaan Diri (disiplin, mengendalikan keinginan, meregulasi diri, merawat barang, menahan perilaku konsumtif)
Tahap 2
Tahap 3
Fondasi Psikologis: Dari Kesadaran Menuju Regulasi
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 11
Pemahaman Diri
Menghasilkan
Pengelolaan Diri
Kognisi Finansial : Memahami Nilai, Bukan
Sekadar Harga
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 12
Apakah saya menginginkan ini?
Apakah ini sebuah KEBUTUHAN atau KEINGINAN?
Keinginan
Bisakah ditunda?
Menabung / Menunda.
Kebutuhan
Apakah sumber daya/uangnya cukup?
Prioritas.
Praktek Pasar Donat
Prinsip Pedagogi: Literasi Finansial di PAUD
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 13
Menggembirakan (Joyful)
Berkesadaran (Mindful)
Bermakna (Meaningful)
Eksekusi Intrakurikuler : Teori Menjadi Praktik
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 14
Kompetensi & Tujuan |
Kompetensi: Memahami Keterbatasan Sumber Daya Tujuan: Berpartisipasi aktif memelihara sumber daya alam dan energi. |
Indikator Ketercapaian:
Aktivitas Nyata: Mematikan keran air setelah digunakan, mematikan lampu, menyapu/membersihkan lingkungan.
Implementasi & Integrasi Bermain
Literasi Finansial
Penerapan Literasi Finansial
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 16
Konteks Personal
Kegiatan “Kotak Bekal Pintar” (Memilih Toping/ isi bekal)
Permainan Pemilihan Gambar (Sortir Gambar)
Proyek “Celengan Impianku”
(My Dream Jar)
Contoh Konkret: Saat anak membuat sarapan atau menyiapkan bekal bersama orang tua di rumah (atau simulasi di kelas), anak diminta memilih.
Penerapan: "Kamu butuh nasi/roti supaya kenyang (Kebutuhan). Kalau coklat meses itu Keinginan (Wants), jadi kita ambil secukupnya saja ya, tidak boleh semua." Anak belajar bahwa kebutuhan tubuh harus didahulukan daripada keinginan lidah.
Contoh Konkret: Anak diberikan gambar-gambar seperti: air minum, mainan robot baru, baju, es krim, dan obat saat sakit. Anak diminta memasukkan gambar tersebut ke dalam dua wadah: Wadah "Harus Ada" (Kebutuhan) dan Wadah "Boleh Ada Kalau Ada Sisa" (Keinginan).
Contoh Konkret: Anak menghias celengan botol bekas mereka sendiri dan menempelkan gambar mainan atau buku yang sangat mereka inginkan di bagian luar botol.
Penerapan: Setiap kali anak mendapatkan uang saku kecil atau uang kembalian dari orang tua, mereka diajak memasukkannya ke sana. Guru/orang tua memberikan pemahaman: "Kalau mau beli buku gambar itu, kita harus mengumpulkan uangnya dulu di sini. Berarti hari ini kita tidak jajan es krim dulu, ya." Anak belajar konsep bahwa untuk mendapatkan sesuatu, ada proses menunggu dan menabung.
Penerapan Literasi Finansial
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 17
Konteks Sosial Budaya
Simulasi : “Maket Day : Pasar Tradisional Nusantara”
Contoh Konkret: Kelas diubah menjadi area pasar tradisional. Ada anak yang berperan menjadi penjual makanan tradisional (misal: singkong rebus, jagung, atau kue klepon buatan rumah) dan ada yang menjadi pembeli.
Nilai Sosial Budaya: Anak belajar etika sosial saat bertransaksi: mengantri saat membeli, menyapa dengan sopan ("Berapa harganya, Pak/Bu?"), mengucapkan terima kasih, dan menggunakan uang mainan sebagai alat tukar yang sah di masyarakat. Guru juga bisa menyelipkan konsep barter (tukar-menukar barang langsung tanpa uang) sebagai bagian dari sejarah budaya ekonomi zaman dulu.
Proyek “Pasar Murah atau Donasi Layak Pakai”
Contoh Konkret: Anak-anak membawa mainan atau baju mereka yang masih bagus tetapi sudah tidak dipakai. Sekolah mengadakan "Pasar Barter" atau mendonasikannya bersama-sama ke komunitas yang membutuhkan setelah anak-anak ikut menyortir dan membungkusnya dengan rapi.
Penerapan Literasi Finansial
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 18
Konteks Saintifik
Menanam Hidroponik / Sayur di Gelas Plastik
Aktivitas Saintifik: Anak menanam benih kangkung atau sawi di media kapas/tanah. Mereka mengamati proses pertumbuhan setiap hari (akar, batang, daun) dan mencatatnya menggunakan grafik gambar sederhana.
Kaitan Finansial: Saat panen, anak-anak memasak sayur tersebut bersama. Guru membandingkan: "Sayur ini tumbuh dari benih yang kita rawat. Kalau kita beli sayur di pasar, kita harus mengeluarkan uang Rp5.000. Karena kita menanam sendiri, kita bisa menghemat uang itu untuk ditabung."
Menguji Kekuatan kantong Belanja
Aktivitas Saintifik: Anak-anak menguji dua jenis kantong: kantong plastik tipis/kertas dan kantong kain (tote bag). Mereka memasukkan mainan balok satu per satu ke dalam wadah tersebut sampai salah satu kantong robek atau rusak.
Kaitan Finansial: Anak melakukan observasi: "Wah, kantong plastik cepat robek kalau diisi banyak balok, sedangkan kantong kain tetap kuat." Guru memberikan pemahaman ekonomi: "Kalau kita pakai kantong kain yang kuat, kita tidak perlu membeli kantong berkali-kali. Kita menghemat uang dan menjaga alam."
Ekosistem Pendukung Literasi Finansial:
Sinergi Satuan PAUD dan Keluarga
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 19
Keselarasan antara rumah dan sekolah adalah kunci keberhasilan literasi finansial.
SATUAN PAUD
KELUARGA
Literasi Finansial Pada PAUD: Kemampuan Penting Abad 21
Ditjen PAUD Dikdas PNFI | 20
Regulasi Diri
Pemahaman Kebutuhan
Empati Sosial
Generasi
Berdaya Guna &
Anti-Korupsi
Kecakapan mengelola keuangan secara bijak sedini mungkin adalah pondasi ekonomi bangsa.
Terima Kasih