�DEEP LEARNING: FROM THEORY TO PRACTICE �
Endang Fauziati�endang.fauziati@ums.ac.id
081548644197�Universitas Muhammadiyah Surakarta�January 2025
1
Capaian Pembelajaran
-4 Oktober 2021
1
Presentation Outline
1
�A. UNDERSTANDING TEACHING�Three Related Components Of Teaching�
Content/Subject Matter
Teacher/Teaching Learner/Learning
�Approach-Method-Technique
Approach/ Model | Method/ strategy | Technique/ practice |
Theories of language Theories of Learning (Axiomatic) | Procedure/Overall plan of presentation (Procedural) Learning cycle | Classroom practices, techniques (Implementational) |
Change of Theory of the subject Matter (e.g. language)
Change in competence/
knowledge
Change of curriculum
Change of teaching method
Change of Theory of Learning/teaching
Paradigm Change, Why?
B. Pedagogy, Andragogy, Heutagogy�TEACHER DIRECTED 🡪 STUDENT DIRECTED 🡪 STUDENT DETERMINED/REGULATED LEARNING ���
C. UNDERSTANDING LEARNING�5 Major Principles that Contribute to the Development of Teaching Methods: A State of The Art
Teaching Method
Behaviorism
Cognitivism
Constructivism
Connectivism
Humanism
1. Behaviorism
- It concerns how people learn through their interactions with the environment.
- Behavioral teaching strategy: Pattern Drills, Q&A, Guided practice, Regular review, Positive reinforcement
Human being is physical being
Learning is a change in behavior
Through Stimulus-Response-reinforcement Sequence
2. Cognitivisme
�
Human being is rational being; Learning is a change in a schemata;
It is a cognitive process
Learning is cognitive process
)
Philosophy Jawa/Nusantara
- Wicaksana
- waspada
- wikan
- wasis
- weruh
3. Humanism
- Human being is emotional being
personal growth, self-actualization and whole-person development (cognitive & affective), the unique needs and capabilities of each student.
- Psychological/affective factors facilitate/hinder learning process: motivation, self confidence, anxiety, shyness, etc
Humanistic learning strategy: collaboration with others, evaluating student needs and wants, discussions, group work, individualized instruction, autonomous learning.
4. Constructivism
Learning is a process of active construction of knowledge
Important Figures: John Dewey, Brunner, Vygotsky, Piaget
It emphasizes the active role of learners in building their own understanding
5. Connectivism
- Learning theory for the digital age (a successor to behaviourism, cognitivism and constructivism).
- There is a Tectonic Shift: Learning is no longer an internal construction of knowledge nor just individualistic activity.
- Learners should gather ideas, information, knowledge from different sources and combine them correctly.
�
�
Connectivist teaching strategy:
Online Discussion Forums: using any communication tools for learners to interact with each other and their teachers to collaborate with their classmates, ask questions, and address challenges they face.
Group Projects: using any means of communication to work together. Even if every group member is in a different geographical location.
Service Learning: learners apply their knowledge in real-world situations so that they understand the meaningfulness and importance of the lessons they attend. This process involves interactions between learners and organizations, aiming to solve common problems in their community.
Virtual Reality: creating a virtual environment for learners to work together and apply their knowledge in situations that they might encounter in the real world.
D. FUTURE EDUCATION
1
ONE OF THE AFTERMATHS OF MODERNISM
-
S
-
OECD EDUCATIONAL FRAMEWORK
-
E. CURRENT ISSUE IN EDUCATION: DEEP LEARNING
Important Figures in DL
Understanding 3 Concepts: Mindful, Meaningful, Joyful Learning (Compassionate learning)
Apa Itu Deep Learning?
Awal Istilah DL diperkenalkan dalam machine learning oleh Rina Dechter (1986) dan dunia AI oleh Igor Aizenberg et al. (2000). DL adalah cabang dari machine learning yang menggunakan jaringan saraf dengan beberapa neural networks untuk memproses data, meniru cara kerja otak manusia. Komputer dapat melakukan berbagai tugas kompleks, seperti mengenali wajah, memproses bahasa, dan pengambilan keputusan.
Dalam konteks pendidikan, DL mengacu pada hal yang berbeda. Ini bukan konsep baru dalam ranah pedagogi. DL mendorong siswa untuk memahami materi secara mendalam. Pembelajaran berfokus pada pemahaman yang mendalam, bukan sekadar menghafal informasi.
Surface Learning: siswa berfokus pada tujuan eksternal seperti mendapatkan nilai, penghargaan tertentu, menyenangkan orang lain. Siswa hanya melakukan apa yang diperlukan dan berfokus pada kemampuan untuk mengulang apa yang telah mereka pelajari.
DEEP LEARNING (Fullan, et al.)
The goal of Education in DL: 6cS (Fullan, et al.)
DEEP LEARNING (Michael Fullan)
Michael Fullan dkk. (2018):
DL: Pendekatan pendidikan yang bertujuan membekali siswa dengan kompetensi global untuk menghadapi tantangan dunia yang semakin kompleks.
DL bertujuan untuk:
- Mengubah peran guru menjadi fasilitator yang merancang pengalaman belajar yang membantu siswa mengembangkan kompetensi global melalui pemecahan masalah di dunia nyata.
- Mendukung sekolah, pemerintah, dan sistem pendidikan untuk mengubah cara praktik belajar serta cara mengukur pembelajaran secara autentik.
Fred D. Davis (2019) Deep Learning and Constructivism in Education: DL adalah proses pembelajaran yang menekankan pemahaman mendalam, di mana siswa mengaitkan informasi baru dengan pengetahuan yang sudah mereka miliki, menciptakan keterkaitan konseptual, dan mampu mengaplikasikannya dalam konteks nyata.
Kerangka pembelajaran: kompetensi Global, praktik pembelajaran, dan Kondisi sistematik
1. Kompetensi Global (6C) (Lingkaran inti)
2. Praktik Pembelajaran
3. Kondisi Sistemik
DL memerlukan dukungan dari sistem pendidikan yang lebih luas, meliputi:
UNDERSTANDING THE CONCEPTS OF NINDFUL, MEANINGFUL, JOYFUL LEARNING
1. Mindful Learning (E. Langer, 2010)
Mindful VS. Mindless Learning
WHY MINDFUL LEARNING?
2. MEANINGFUL LEARNING: David Ausubel
Meaningful Learning
Three key elements for meaningful learning to occur:
Shuell (1992) the principles of the meaningful learning process:
.
Strategies for Meaningful Learning in TEFL
3. Joyful Learning (tdk ditemukan dlm literatur)
Compassionate Learning/Compassionate Pedagogy (Jacobs & Alcock, 2019).
Compassionate Pedagogy: Teaching the Whole person
• The teacher-to-student relationship.
• The student-to-student relationship.
• The teacher and student relationship- to- content.
Latar belakang:
1. Perubahan masa depan sulit diprediksi
2. Permasalahan mutu pendidikan: Literasi, Numerasi, HOTs, Ketimpangan Mutu Pendidikan
3. Bonus Demografi 2035 dan Visi Indonesia Emas 2045
4. Kompetensi masa depan.
F. DL IN INDONESIAN CONTEXT
Panduan Deep Learning Oleh PUSKUJAR (JAN 2025)
Dari Konsep Fullan dkk. diadopsi ke PUSKUJAR
Prinsip Pembelajaran Deep Learning
Pengertian:
Kerangka kerja DL terdiri dari 4 komponen: pembelajaran, pengalaman belajar, prinsip pembelajaran, dan dimensi profil lulusan.
1. Kerangka pembelajaran meliputi 4 aspek:
2. Kerangka Pengalaman Belajar: Memahami, mengaplikasi dan merefleksi. (learning cycle)
a. Memahami: aktif mengkonstruksi pengetahuan agar dapat memahami secara mendalam konsep atau materi dari berbagai sumber dan konteks.
Pengetahuan terdiri dari: pengetahuan esensial (foundational knowledge), pengetahuan aplikatif (applied knowledge), dan pengetahuan nilai dan karakter (humanistic knowledge).
b. Mengaplikasi: mampu mengaplikasikan pengetahuan dalam kehidupan secara kontekstual. Pengetahuan yang diperoleh melalui pendalaman pengetahuan (extending knowledge), dan Merefleksi (mengevaluasi dan memaknai proses serta hasil dari praktik nyata yang telah dilakukan.
c. Merefleksi: melibatkan regulasi diri (self regulation) sebagai kemampuan individu untuk mengelola proses belajarnya secara mandiri, meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi terhadap cara belajar mereka.
3. Prinsip pembelajaran: mindful, meaningful, dan joyful.
4. Dimensi profil lulusan:
Ilustrasi Deep Learning
CONCLUSION���
Pendekatan | Pinsip Pembelajaran | Pengalaman Belajar | Aspek pengemba ngan | Kerangka Pembelajaran | Profil Lulusan |
Deep Learning | Mindful learning Meaningful Learning Joyful Learning | Memahami Mempraktikkan merefleksi | Olah:
intelektual 2. Hati: etika 3. Rasa: estetika 4. Raga: Kinestetik | 1. Praktik Pedagogis 2. Pemanfaatan IT 3. Lingkungan Pembelajaran 4. Kemitraan Pembelajaran |
2. Kewargaan 3. Penalaran Kritis 4. Kreativitas 5. Kolaborasi 6. Kemandirian 7. Kesehatan (well-being). 8. Komunikasi |
1
TEACHER IS THE GREATEST INNOVATOR
Anyone who stops learning is old, whether at 20 or 80.
Anyone who keeps learning stays young.
To teach is to learn twice
Teachers should guide without dictating, and participate without dominating
The critical factor is not class size but rather the nature of the teaching as it affects learning.
LEARNING NEVER ENDS
ITEMS FOR GROUP DISCUSSION
Pemahaman Konsep dasar
Perbedaan dan kesamaan dari Deep Learning dengan pendekatan Pembelajaran Lama
9. Aspek lama dimunculkan dengan istilah baru
10. Kebaruan yang ada pada Deep Learning
11. Aspek lama yang tidak dimunculkan dalam Deep learning
Semoga bermanfaat. Sebaik baik manusia adalah mereka yang berilmu dan bermanfaat bagi sesama ciptaan