EKONOMI TEKNIK
Pertemuan 1
EKONOMI TEKNIK
Agung Budi, SE., MM
SILABUS
1. PENDAHULUAN
1. PENDAHULUAN
Definisi
PERANAN SARJANA TEKNIK DALAM STUDI EKONOMI
ALASAN MENGAPA MEMPELAJARI �EKONOMI TEKNIK
TAK LAYAK TAMBANG
MASUK ARSIP
PENYELIDIKAN UMUM (PROSPEKSI)
EKSPLORASI
STUDI KELAYAKAN
LAYAK TAMBANG
MENCARI DANA
DESAIN TAMBANG
PERSIAPAN TAMBANG
PENAMBANGAN
PENGOLAHAN
BAHAN GALIAN
EKSTRAKTIF METALURGI DAN PEMURNIAN
PEMASARAN
Gambar 1.1
Tahapan kegiatan industri pertambangan
2. KONSEP NILAI UANG �TERHADAP WAKTU
2. KONSEP NILAI UANG �TERHADAP WAKTU
Perhatikan 2 contoh berikut ini :
BUNGA DAN RUMUS BUNGA
Pelaksanaan proyek harus dapat mengembalikan kapital (modal) yang telah ditanamkan oleh pemiliknya dan sekaligus memberikannya laba.
2 JENIS PERHITUNGAN BUNGA
I = P x i x n
Keterangan
I = Bunga yang terjadi
P = Nilai induk yang dipinjam / diinvestasikan sekarang
i = Tingkat bunga per periode waktu (dalam %)
n = Periode / waktu penelaahan
Perhitungan bunga sederhana (simple interest), nilai uang pada masa datang adalah :
F = P (1 + i . n)
Keterangan :
F = nilai uang pada akhir penelaahan (US$)
P = nilai uang saat ini
i = tingkat bunga per periode waktu
n = periode penelaahannya (periode waktu)
2. BUNGA BERBUNGA / MAJEMUK (COMPOUND INTEREST)
Nilai bunga yang dihasilkan pada akhir setiap periode ditambahkan kembali pada pokok pinjaman semula.
6 rumus dasar penerapan bunga majemuk, dan didasarkan pada variabel berikut ini :
dengan terjadi penambahan/pengurangan yg besar
penambahan/pengurangan yang besarnya sama
KONSEP DASAR PERHITUNGAN BUNGA
Dicari | Diketahui | Faktor perkalian yang diberikan | Nama Faktor | Simbol Faktor Fungsional |
Untuk cash flow tunggal | ||||
F | P | (1 + i)n | single payment compound amount factor | (F/P,i,n) |
P | F | 1/(1+i)n | Single payment present value factor | (P/F,in) |
Untuk uniform series (annuities) | ||||
F | A | ((1+i)n – 1 )/ i | Uniform series compound amount factor | (F/A,i,n) |
P | A | ((1+i)n – 1 )/ (i(1+i)n) | Uniform series present value factor | (P/A,i,n) |
A | F | i/((1+i)n – 1 ) | Uniform series sinking fund factor | (A/F,i,n) |
A | P | (i(1+i)n)/ ((1+i)n – 1 ) | Uniform series capital recovery factor | (A/P,i,n) |
7. ARITHMATIC GRADIEN SERIES (DERET GRADIEN ARITMATIK)
Sebuah Cash Flow yang bisa meningkat atau bisa menurun secara konstan. Jumlah dari peningkatan atau penurunan disebut dengan Gradien.
Simbul yang digunakan untuk Gradien ini adalah G.
G adalah perubahan aritmatik baik itu penerimaan maupun pengeluaran dari satu periode ke periode berikutnya.
G bisa menjadi positif atau juga bisa menjadi negatif.
Tanda G positif untuk kenaikan gradien aritmetik dan negatif untuk penurunan gradien aritmetik.
Kesetaraan (ekivalen) antara deret seragam (annuity) dengan gradien aritmatik dapat dinyatakan dengan rumus :
A = B ± G (A/G,i%,n)
Dalam Arithmatic Gradien dalam cash flow pada akhir tahun 1 bukan bagian dari gradien tapi disebut dengan Base Amount.
CONTOH SOAL
Bunga Sederhana dan Majemuk
1. Uang sejumlah Rp 10.000 dimasukkan ke tabungan bank dengan bunga 5% per tahun. Hitunglah jumlah dana yang terkumpul setelah 6 tahun untuk bunga sederhana dan bunga majemuk.
Jawaban:
a. Bunga sederhana:
Bunga dalam 6 tahun = (6)(0,05)(Rp 10.000) = Rp. 3.000
Total bunga dan pokok = Rp 10.000 + Rp 3.000 = Rp. 13.000
b. Bunga majemuk:
CONTOH SOAL
Nilai yang Akan Datang dari Anuitas
2. Sejumlah Rp 700.000 setiap akhir tahun ditabung di bank selama 10 tahun. Penabung menerima bunga 6%. Hitunglah jumlah keseluruhan setelah masa tersebut.
Jawaban:
Dengan menggunakan tabel bungan untuk bunga 6%, n = 10, dan simbol (F/A, i, n) diperoleh faktor anuitas 13,180, sehingga jumlah ke seluruhan setelah 10 tahun adalah (Rp 700.000) x (13,180) = Rp 9,1 juta
CONTOH SOAL
Nilai Sekarang (Present Value)
3. Suatu perusahaan merencanakan arus pendapatan untuk 3 tahun yang akan datang Rp 9 juta. Arus pengembalian yang diinginkan adalah 12%. Hitunglah nilai sekarang dari pendapatan tersebut.
Jawaban:
Dengan menggunakan tabel bungan dengan simbol (P/F, i, n) akan diperoleh
nilai sekarang dari pendapatan tersebut adalah
P = F (P/F,I,n)
P = 9.000.000 (0.7118)
P = 6.406.000
Jadi, nilai sekarang dari pendapatan tersebut adalah Rp 6,406 juta
CONTOH SOAL
Nilai Sekarang Anuitas
4. Suatu perusahaan ingin mendapatkan Rp 4 juta per tahun untuk 6 tahun
berturut-turut. Hitunglah nilai sekarang bila bunga adalah 16,0 %
Jawaban:
Dengan menggunakan tabel di bungan dengan simbol (P/A, i, n) akan
diperoleh:
P = A (P/A,I,n)
P = 4.000.000 (3,684)
P = 14.736.000
TUGAS 1