1 of 31

Penilaian Risiko Bersama�Penularan Lyssa virus pada manusia. Melalui gigitan Anjing dan Kucing di Wilayah Kabupaten Lampung Timur selama 6 bulan ke depan

Tim Teknis Penilaian Risiko Bersama

(Bandar lampung 31 Januari s.d 1 Februari 2023)

2 of 31

LATAR BELAKANG

  • Pada tahun 2022, Adanya 142 Kasus gigitan HPR di Lampung Timur dimana 71% gigitan kucing dan 17,5% Gigitan anjing
  • Populasi HPR tahun 2022 di Kabupaten Lampung Timur sebanyak 10413 ekor (Data Dinas Peternakan dan kesehatan hewan Provinsi Lampung)
  • Adanya kasus gigitan kucing positif rabies pada manusia Desa tanjung intan, Kecamatan Probolinggo, Kabupaten Lampung Timur pada tanggal 3 Juni 2022 (Laboratorium Bvet)
  • Sistem pembuangan sampah di Lampung Timur berupa Open dumping sehingga memancing hewan-hewan untuk datang mencari makan termasuk HPR
  • Penyakit rabies merupakan penyakit zoonosis prioritas berdasarkan UU no. 18 tahun 2009

3 of 31

Komite Pengarah

  • Kepala dinas perikanan dan peternakan kabupaten lampung timur
  • Kepala dinas kesehatan kabupaten lampung timur
  • Kepala balai taman nasional way kambas
  • Sekertaris daerah kabupaten lampung timur
  • Asisten 2 pemda Lampung timur

4 of 31

Penanggungjawab/Lead JRA:�Kabid P2HP dinas kesehatan Lampung timur�

Tim Teknis JRA

  1. Iwan Yudianto, SKM (ketua Tim)
  2. drh. Dwi Dian vitasari
  3. Drh. Deni Sukmawati
  4. Drh. Diah Esti
  5. Drh. Eva yulianti
  6. Drh. Masyitah Nafli Sari
  7. Yenny Safitri, SKM

5 of 31

Langkah 4. Kelompok Pemangku Kepentingan (Stakeholder)

  • Dokter Hewan praktek (Praktisi) di kabupaten Lampung timur
  • Petugas puskesmas
  • Petugas puskeswan
  • Lsm/ Mitra Bksda yang berkaitan dengan Pengendalian rabies
  • Komunitas Pencinta Hewan Kesayangan
  • Balai karantina pertanian
  • Distributor vaksin/ obat hewan
  • Kepala balai BKSDA
  • PDHI cabang ProvinsiLampung
  • IDI cabang Provinsi Lampung
  • Yayasan Jaringan Satwa Indonesia
  • Kepala Balai TN Waykambas

6 of 31

Langkah 5. Pembingkaian Risiko (Risk Framing)

  • Hazard

Lyssa virus

  • Ruang Lingkup (tempat dan waktu)

Risiko kesehatan pada interface manusia-anjing, kucing-lingkungan yang ditimbulkan oleh lyssa virus. di Kabupaten Lampung Timur selama 6 bulan ke depan

  • Tujuan

Untuk mendukung mitigasi risiko termasuk komunikasi risiko yang terkait dengan infeksi Lyssa virus dan Menilai dampak penularan Lyssa virus. dari gigitan anjing dan kucingyang terinfeksi Lyssa virus di daerah kabupaten Lampung timur.

  • Sasaran
    • Menentukan dasar pengelolaan risiko dan dan komunikasi risiko terpadu
    • Bagian dari kesiapsiagaan dan memastikan kerjasama yang berkelanjutan antara sector kesehatan manusia, kesehatan hewan dan linkungan/satwa liat serta sektor terkait lainnya untuk menanggapi ancaman Infeksi Lyssa virus

7 of 31

Mengidentifikasi dan Menggambar Jalur Risiko (risk pathway)

Identifikasi Alur Risiko Lyssa virus

  • Cara Penularan :
    • Hewan 🡪 manusia
    • Hewan 🡪 hewan
    • lingkungan 🡪Hewan 🡪 manusia

  • Sumber Penularan :
    • Anjing/kucing yang terinfeksi
    • Anjing/kucing yang tidak divaksin
    • Anjing/kucing liar (bebas berkeliaran)
    • TPA/lingkungan yang terkontaminasi
    • Puskesmas dan puskeswan yang terkontaminasi
    • Petugas kesehatan yang terinfeksi
    • Penampungan hewan yang terkontaminasi
    • Petshop/breeding farm yang tekontaminasi

8 of 31

Diagram Alur Risiko

Hewan yang belum divaksin

Puskesmas &Puskeswan

(Petugas Kesehatan)

Anjing/kucing Liar terinfeksi

PetShop Hewan Terkontaminasi

Anjing/kucing berpemilik yang bebas berkeliaran

Breeding Anjing/kucing terkontaminasi

Penampungan anjing/kucing terinfeksi

hewan ke Manusia

Hewan Ke Hewan/lingkungan

Anjing dan kucing terinfeksi

Satwa Liar (Gajah) terinfeksi

Manusia yang terinfeksi

Lingkungan/tempat pembuangan

Terkontaminasi

Lingkungan Ke Hewan

9 of 31

Langkah 7. Memformulasikan dan Mendokumentasikan Pertanyaan Penilaian Risiko

Seperti apa peluang dan dampak dari...

Jumlah/ tingkat kejadian

Populasi sasaran

Lokasi geografis

Hasil

Sumber bahaya

Sumber paparan

Kerangka waktu

Seperti apa peluang dan dampak dari....

Setidaknya 1 gigitan

Pemilik hewan (Anjing/Kucing)

Di lampung timur

terinfeksi

Lyssa virus

Melalui gigitan

6 bulan ke depan

Apakah kemungkinan dan dampak dari setidaknya 1 gigitan anjing/kucing liar terinfeksi terhadap manusia di tempat pembuangan akhir sampah di kabupaten lampung timur yang terpapar Lyssa virus dalam waktu 6 bulan mendatang

10 of 31

Seperti apa peluang dan dampak dari kemungkinan

Jumlah/ tingkat kejadian

Populasi sasaran

Lokasi geografis

Hasil

Sumber bahaya

Sumber paparan

Kerangka waktu

Seperti apa peluang dan dampak dari....

Setidaknya 1 gigitan

Petugas Kesehatan Hewan

Di kabupaten Lampung timur

terinfeksi

Lyssa Virus

Melalui gigitan hewan yang dibawa ke Puskeswan

6 bulan ke depan

Seperti apa peluang dan dampak dari....

Setidaknya 1 gigitan

orang

Di kabupaten Lampung timur

terinfeksi

Lyssa Virus

Anjing/kucing yang tidak divaksin

6 bulan ke depan

Seperti apa peluang dan dampak dari....

Setidaknya 1 gigitan

orang

Di kabupaten Lampung timur

terinfeksi

Lyssa Virus

Penampungan hewan yang terkontaminasi

6 bulan ke depan

Seperti apa peluang dan dampak dari....

Setidaknya 1 gigitan

orang

Di kabupaten Lampung timur

terinfeksi

Lyssa Virus

melalui gigitan hewan terinfeksi di TPA/lingkungan yang terkontaminasi

6 bulan ke depan

11 of 31

Langkah 8. Karakterisasi Risiko�8.1. Meninjau dan mempertimbangkan informasi yang tersedia

12 of 31

Langkah 8. Menentukan karakteristik risiko

8.1 . Meninjau dan mempertimbangkan informasi yang tersedia

Estimasi kemungkinan/likelihood

  1. Data kasus gigitan HPR
  2. Data populasi HPR
  3. Data Kasus Rabies positif pada hewan
  4. Data jumlah petugas kesehatan yang sudah terlatih
  5. Data jumlah petugas vaksinator
  6. Data ketersediaan VAR dan SAR
  7. Data vaksinasi Rabies pada hewan
  8. Data hasil pengujian laboratorium rabies selama 3 tahun terakhir
  9. Data populasi Satwa liar yang berada di kawasan TNWK
  10. Informasi Rabies Center

13 of 31

Justifikasi kemungkinan

Faktor risiko

Data

Sumber data

Data kasus gigitan HPR

  • Data kasus 2022 konfirmasi 142 kasus gigitan

kecamatan Metro Kibang (5), Batanghari (6), Sekampung (18), Marga Tiga (3), Sekampung Udik (3), Jabung (1), Marga Sekambpung (2), Labuhan Maringgai (3), Mataram Baru (4), Bandar Sribhawono (3), Way Jepara (44), Braja Selebah (2), Sukadana (7), Pekalongan (2), Raman Utara (3), Purbolinggo (36).

Dinas Kesehatan kabupaten lampung Timur

Populasi HPR tahun 2022 di Kabupaten Lampung Timur

  • Populasi HPR tahun 2022 di Kabupaten Lampung Timur sebanyak 10413 ekor
  • Jumlah HPR tervaksinasi Tahun 2022 sebanyak 2400 (23%)

Dinas Peternakan dan kesehatan hewan Provinsi Lampun

Kasus Rabies pada Hewan

  • Data syndrom prioritas rabies

- Raman Utara (1 kasus suspect)

- Labuhan Ratu (1 kasus suspect)

- Purbolinggo (1 kasus suspect)

- Batanghari Nuban ( 1 kasus suspect)

  • Data Konfirmasi positif pengujian laboratorium Rabies 3 tahun terakhir

- Kecamatan Raman Utara 2018 (1 kasus)

- Kecamatan Labuhan Ratu 2019 (1 kasus)

- Kecamatan Purbolinggo 2020 (1 kasus)

Informasi Rabies center

  • Terdapat 6 lokasi rabies center di kabupaten lampung timur
  • Data kontak person respon cepat pelaporan kasus
  • Data ketersedian VAR

Dinas Kesehatan kabupaten Lampung

14 of 31

Faktor Risiko

Data

Sumber Data

Data pencegahan dan pengendalian rabies

Data serologis post-vaksinasi

Balai veteriner

Data ketersediaan vaksin Rabies untuk HPR (2000 APBD, 400 APBN dosis)

APBN APBD

  • Data jumlah petugas vaksinator (30 orang)
  • Data populasi vaksinasi rabies pada Hewan (2400)

Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Lampung Timur

Data populasi satwa liar

Data laporan kasus positif rabies pada satwa liar

Data populasi hewan satwa liar yang divaksinasi

Data estimasi populasi satwa liar HPR di sekitar kawasan

Balai TNWK

Data Tempat Pembuangan Sampah

Hanya terdapat 1 TPA di Kec. labuhan Maringgai

Terdapat 22 TPS di Lampung timur, 1 TPS 3R dan 28 Bank Sampah

DataDinas Lingkungan Hidup Propinsi Lampung

15 of 31

Langkah 8. Menentukan karakteristik risiko

8.1 . Meninjau dan mempertimbangkan informasi yang tersedia

Estimasi dampak

Introduksi terjangkit

a. Kesakitan dan kematian pada Manusia (Peningkatan Kasus Gigitan HPR di fasilitas Kesehatan)

b. Kematian pada Hewan

c. Kerugian ekonomi Secara tidak langsung

16 of 31

Justifikasi Dampak langsung

Perkiraan Dampak

Data

Sumber data

Kesakitan pada manusia

  • jumlah 142 Kasus gigitan pada manusia di Kabupaten Lampung Timur selama tahun 2022
  • adanya kegiatan bimbingan teknis tentang kasus Rabies pada Petugas Kesehatan Manusia dan Hewan

Dinkes Kabupaten Lampung timur

Kematian pada manusia

  • terdapat korban meninggal pada tahun dan 2020 yang terkonfirmasi positif rabies sebanyak 1 orang
  • Tatalaksana kasus gigitan HPR di Fasyankes masih kurang maksimal (jumlah stok VAR hanya 40 vial)

- keterlambatan diagnostik kasus rabies di fasyankes

- Minimnya sosialisasi tentang kasus rabies pada masyarakat

Dinas kesehatan kabupaten Lampung Timur

Kematian pada hewan

  • Kasus laporan kematian pada hewan sebanyak 3 kasus
  • Belum banyak kesadaran pemilik hewan untuk melakukan vaksinasi rabies pada hewan

Dinas perikanan dan peternakan Kabupaten Lampung timur

17 of 31

Justifikasi dampak tidak langsung

Perkiraan Dampak

Data

Sumber data

Dampak kerugian ekonomi secara tidak langsung

  • Kerugian ekonomi akibat penyakit rabies berasal dari biaya kesehatan masyarakat (KM) dan biaya vaksinasi mandiri dan eliminasi (BVE) anjing.

Jurnal Veteriner Desember 2014

Vol. 15 No. 4 : 515-522

ISSN : 1411 - 8327

Dampak sosial

- Dampak kenyamanan pada masyarakat, timbulnya rasa takut

Infodatin kemenkes RI ISSN 2442-7659

Dampak pariwisata di kawasan Taman Nasional

Berkurangnya pengunjung ketika tingkat pelaporan kasus sedang tinggi

Balai TNWK

18 of 31

Langkah 8. Karakterisasi Risiko�8.2. Mengidentifikasi kesenjangan/ketidaktersediaan informasi�

  • Data lalulintas masuk dan keluarnya HPR kabupaten Lampung Timur
  • Data perkiraan populasi satwa liar
  • Data jumlah penampungan HPR
  • kerugian ekonomi dan sosial di Lampung Timur

19 of 31

Langkah 8. Karakterisasi Risiko�8.3.1. Memperkirakan kemungkinan�*Buat kriteria dahulu yang menggambarkan degradasi dari perkiraan kemungkinan dapat diabaikan sampai tinggi

Perkiraan Kemungkinan

Kriteria

Tinggi

Situasi yang dideskripsikan dalam pertanyaan penilaian risiko kemungkinan besar akan terjadi.

  • Terdapat lebih dari 1 kasus kematian pada manusia
  • Terdapat Kasus gigitan > 50 kasus per tahun
  • Terdapat 1 HPR terkonfirmasi Positif
  • Cakupan Vaksinasi Pada Hewan < 70 %

Sedang

Situasi yang dideskripsikan dalam pertanyaan penilaian risiko kemungkinan akan terjadi.

  • Terdapat kurang dari 1 kasus kematian pada manusia
  • Terdapat Kasus gigitan > 10-50 kasus per tahun
  • Tidak terdapat 1 Minimal 1 HPR terkonfirmasi Positif
  • Cakupan Vaksinasi Pada Hewan < 70%

Rendah

Situasi yang dideskripsikan dalam pertanyaan penilaian risiko kemungkinan tidak terjadi.

  • Tidak terdapat kasus kematian pada manusia
  • Terdapat Kasus gigitan < 10 kasus per tahun
  • Cakupan Vaksinasi Pada Hewan > 70%

Dapat diabaikan

Situasi yang dideskripsikan dalam pertanyaan penilaian risiko hampir pasti tidak terjadi, tetapi dapat terjadi dalam situasi luar biasa.

  • Tidak ada kasus gigitan HPR
  • Cakupan Vaksinasi Pada Hewan > 70%

20 of 31

Langkah 8. Karakterisasi Risiko�8.3.2. Menetapkan ketidakpastian untuk kemugkinan

Ketidakpastian

Kriteria

Sangat tinggi

Kurangnya data atau kurangnya informasi yang yang dapat diandalkan; hasil berdasarkan dari spekulasi semata;  

Tinggi

Keterbatasan data atau ketiadaan informasi yang dapat diandalkan; hasil berdasar pada perkiraan secara ilmiah;

Menengah

Terdapat beberapa kesenjangan dalam ketersediaan atau keandalan data dan informasi, atau data yang saling bertentangan; hasil berdasar pada consensus terbatas;

Rendah

Data yang dapat diandalkan dan informasi tersedia, tetapi mungkin dengan kuantitas yang terbatas, atau bervariasi; hasil berdasar pada konsensus para ahli;

Sangat rendah

Data dapat diandalkan dan informasi tersedia serta cukup kuantitasnya; hasil tertanam kuat dalam data atau informasi yang konkrit.

21 of 31

Langkah 8. Karakterisasi Risiko�8.3.3. Memperkirakan Dampak�*Buat kriteria yang menggambarkan dampak bila perkiraan kemungkinan terjadi

Estimasi dampak

Kriteria

Parah (Severe)

  • Adanya kematian manusia sehingga berpotensi KLB
  • Ada kasus gigitan HPR lebih dari 50 kasus per tahun
  • Adanya kematian pada manusia terinfeksi
  • Adanya kasus konfirmasi positif pada HPR

Sedang (Moderat)

  • Jumlah kasus gigitan tinggi dengan penambahan 10-50 kasus per tahun
  • Tidak adanya kematian pada manusia yang tergigit
  • Adanya kasus konfirmasi positif pada HPR

22 of 31

Langkah 8. Karakterisasi Risiko�8.3.3. Memperkirakan Dampak�

Estimasi dampak

Kriteria

Kecil (Minor)

  • Jumlah kasus gigitan rendah dengan penambahan kurang dari 10 kasus per tahun
  • Tidak adanya kematian pada manusia yang tergigit
  • Tidak adanya kasus konfirmasi positif pada HPR

Negligible/ dapat diabaikan

  • Tidak terdapat laporan kasus pada manusia
  • tidak ada laporan kasus pada hewan pada lokasi terbatas (domestic/ satwa liar).
  • Tidak ada ancaman pada sektor ekonomi dan sosial

23 of 31

Langkah 8. Karakterisasi Risiko�8.3.4. Menetapkan ketidakpastian untuk dampak

Ketidakpastian

Kriteria

Sangat tinggi

Kurangnya data atau kurangnya informasi yang yang dapat diandalkan; hasil berdasarkan dari spekulasi semata;  

Tinggi

Keterbatasan data atau ketiadaan informasi yang dapat diandalkan; hasil berdasar pada perkiraan secara ilmiah;

Menengah

Terdapat beberapa kesenjangan dalam ketersediaan atau keandalan data dan informasi, atau data yang saling bertentangan; hasil berdasar pada consensus terbatas;

Rendah

Data yang dapat diandalkan dan informasi tersedia, tetapi mungkin dengan kuantitas yang terbatas, atau bervariasi; hasil berdasar pada konsensus para ahli;

Sangat rendah

Data dapat diandalkan dan informasi tersedia serta cukup kuantitasnya; hasil tertanam kuat dalam data atau informasi yang konkrit.

24 of 31

Langkah 8. Karakterisasi Risiko�8.4. Memperkirakan Risiko dengan Plot pada Matriks Risiko

High

Moderate

Low

Negligible

Negligible

Minor

Moderate

Severe

Kemungkinan

Dampak

Keterangan:

  • Merah: menerapkan upaya mitigasi risiko tambahan disamping yang sudah ada; meningkatkan surveilans
  • Kuning: meninjau dan menyesuaikan upaya mitigasi risiko; surveilans ditingkatkan (kegiatan surveilans tertarget atau menautkan kegiatan surveilans saat ini)
  • Hijau: mempertahankan upaya mitigasi risiko saat ini; surveilans seperti biasa

25 of 31

Langkah 8. Karakterisasi Risiko�8.5. Interpretasi Teknis

Kemungkinan = tinggi, Situasi yang dideskripsikan dalam pertanyaan penilaian risiko kemungkinan besar akan terjadi.

  • Terdapat 1 kasus kematian pada manusia pada tahun 2020
  • Terdapat Kasus gigitan > 50 kasus per tahun (142 kasus pada tahun 2022)
  • Terdapat 1 HPR terkonfirmasi Positif (2022)
  • Cakupan Vaksinasi Pada Hewan < 70 % (23% pada tahun 2022)

Dampak =Parah (Severe), Adanya kematian manusia sehingga berpotensi KLB

  • Ada kasus gigitan HPR lebih dari 50 kasus per tahun
  • Adanya kematian pada manusia terinfeksi
  • Adanya kasus konfirmasi positif pada HPR

Ketidakpastian =rendah, Data yang dapat diandalkan dan informasi tersedia, tetapi mungkin dengan kuantitas yang terbatas, atau bervariasi; hasil berdasar pada konsensus para ahli;

Kemungkinan risiko adanya lebih dari 1 Kasus kematian rabies pada manusia. di Kabupaten Lampung Timur yang tertular dari gigitan anjing/kucing liar yang terinfeksi pada lingkungan pembuangan sampah terkontaminasi dalam kurun waktu 6 bulan ke depan adalah tinggi dengan dampak yang ditimbulkannya adalah tinggi

Penilaian risiko dilakukan dengan ketidakpastian yang rendah

26 of 31

Langkah 8. Karakterisasi Risiko�8.5. Interpretasi Teknis

Dampak : Parah (Severe),

Justifikasi / alasan :

  • Adanya kematian manusia sehingga berpotensi KLB
  • Ada penambahan kasus gigitan HPR lebih dari 50 kasus per tahun
  • Adanya kematian pada manusia terinfeksi
  • Adanya kasus konfirmasi positif pada HPR

Ketidakpastian : Rendah

Alasan : Data yang dapat diandalkan dan informasi tersedia, tetapi mungkin dengan kuantitas yang terbatas, atau bervariasi; hasil berdasar pada konsensus para ahli;

  • Sumber data : Data Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Timur, Data Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Lampung Timur, Data Balai Veteriner Lampung, ISIKHNAS, Jurnal Veteriner Desember 2014 Vol. 15 No. 4 : 515-522 ISSN : 1411 – 8327, Infodatin kemenkes RI ISSN 2442-7659, Balai TNWK

27 of 31

Langkah 9. Mengidentifikasi Pilihan Manajemen Risiko dan Pesan Kunci Komunikasi Risiko�

No

Kegiatan Manajemen Risiko

Penanggung Jawab (Lembaga Pemerintahan/Institusi)

Waktu Pelaksanaan

Sumber Anggaran

1

Melakukan sosialisasi bahaya penyakit rabies kepada masyarakat

Dinkes dan dinas perikanan dan peternakan kabupaten lampung timur

Bulan juni 2023

APBD/BOK

2

Melakukan sosialisasi tata laksana gigitan HPR kepada petugas kesehatan dan masyarakat

Dinkes dan dinas perikanan dan peternakan kabupaten lampung timur

Bulan Juli 2023

APBD/BOK

3

Promosi kesehatan dan edukasi klient (Keswan) mengenai bahaya rabies

Dinkes kabupaten lampung timur

Bulan Agustus 2023

APBD/BOK

4

Melaksanakan kegiatan vaksinasi rabies pada HPR baik yang berpemilik ataupun tidak

Dinas perikanan dan peternakan kabupaten lampung timur

Bulan september 2023

APBD

5.

Melaksanakan evaluasi hasil vaksinasi rabies

Dinas perikanan dan peternakan kabupaten lampung timur dan Balai Veteriner

Bulan oktober-desember

APBN/APBD

28 of 31

No

Kegiatan manajemen resiko

Penanggung Jawab (Lembaga Pemerintahan/Institusi)

Waktu Pelaksanaan

Sumber Anggaran

6.

Melakukan Optimasi managemen sampah

DLH

Juni-desember 2023

Apbd

29 of 31

Langkah 9. Mengidentifikasi Pilihan Manajemen Risiko dan Pesan Kunci Komunikasi Risiko�

No

Pesan Kunci Komunikasi Risiko

Penanggung Jawab (Lembaga Pemerintahan/Institusi)

Waktu Pelaksanaan

Sumber Anggaran

1

Waspada bahaya penyakit Rabies dengan membuat kegiatan leflet, lembarbalik, poster, minilokakarya, Rakor antar OPD

Dinas kesehatan kab. Lampung timur, dinas kominfo lampung timur

Juni 2023

APBN/ APBD

2

Melakukan pertemuan rutin dan peningkatan kapasitas petugas kesehatan

Dinas kesehatan

Juli 2023

APBN/ APBD

BOK

3

Pembentukan kader rabies di masyarakat untuk membantu program sosialisasi

Dinas perikanan dan peternakan

Agustus 2023

APBN/ APBD

4

Peningkatan SDM yang bertugas sebagai petugas vaksinator pada hewan

Dinas perikanan dan peternakan

September 2023

APBN/ APBD

5.

Penyampaian hasil pemeriksaan serologis pasca vaksinasi

Balai veteriner, dan dinas komunikasi dan i

6

Meningkatkan kesadaran masyarakat dan pengelola sampah

Dinas lingkungan hidup

Juni-desember

APBN/ APBD

30 of 31

Kesenjangan/ketidaktersediaan Informasi �* Merujuk pada Langkah 8.2

  • Tidak tersedianya data lalulintas masuk dan keluarnya HPR kabupaten Lampung Timur
  • Data perkiraan populasi satwa liar belum terpetakan sehingga tim tidak dapat memperkirakan populasi satwa liar yang terancam dan terdampak rabies
  • Data jumlah penampungan HPR belum diketahui secara pasti jumlahnya, sehingga memerlukan survey langsung sesuai dengan kondisi lapangan.
  • kerugian ekonomi dan sosial

31 of 31

HEALTHY ENVIROMENT – HEALTHY ANIMAL – HEALTHY PEOPLE