�Penilaian Risiko Bersama�Penularan Lyssa virus pada manusia. Melalui gigitan Anjing dan Kucing di Wilayah Kabupaten Lampung Timur selama 6 bulan ke depan
Tim Teknis Penilaian Risiko Bersama
(Bandar lampung 31 Januari s.d 1 Februari 2023)
LATAR BELAKANG
Komite Pengarah
Penanggungjawab/Lead JRA:�Kabid P2HP dinas kesehatan Lampung timur�
Tim Teknis JRA
Langkah 4. Kelompok Pemangku Kepentingan (Stakeholder)
Langkah 5. Pembingkaian Risiko (Risk Framing)
Lyssa virus
Risiko kesehatan pada interface manusia-anjing, kucing-lingkungan yang ditimbulkan oleh lyssa virus. di Kabupaten Lampung Timur selama 6 bulan ke depan
Untuk mendukung mitigasi risiko termasuk komunikasi risiko yang terkait dengan infeksi Lyssa virus dan Menilai dampak penularan Lyssa virus. dari gigitan anjing dan kucingyang terinfeksi Lyssa virus di daerah kabupaten Lampung timur.
Mengidentifikasi dan Menggambar Jalur Risiko (risk pathway)
Identifikasi Alur Risiko Lyssa virus
Diagram Alur Risiko
Hewan yang belum divaksin
Puskesmas &Puskeswan
(Petugas Kesehatan)
Anjing/kucing Liar terinfeksi
PetShop Hewan Terkontaminasi
Anjing/kucing berpemilik yang bebas berkeliaran
Breeding Anjing/kucing terkontaminasi
Penampungan anjing/kucing terinfeksi
hewan ke Manusia
Hewan Ke Hewan/lingkungan
Anjing dan kucing terinfeksi
Satwa Liar (Gajah) terinfeksi
Manusia yang terinfeksi
Lingkungan/tempat pembuangan
Terkontaminasi
Lingkungan Ke Hewan
Langkah 7. Memformulasikan dan Mendokumentasikan Pertanyaan Penilaian Risiko
Seperti apa peluang dan dampak dari... | Jumlah/ tingkat kejadian | Populasi sasaran | Lokasi geografis | Hasil | Sumber bahaya | Sumber paparan | Kerangka waktu |
Seperti apa peluang dan dampak dari.... | Setidaknya 1 gigitan | Pemilik hewan (Anjing/Kucing) | Di lampung timur | terinfeksi | Lyssa virus | Melalui gigitan | 6 bulan ke depan |
Apakah kemungkinan dan dampak dari setidaknya 1 gigitan anjing/kucing liar terinfeksi terhadap manusia di tempat pembuangan akhir sampah di kabupaten lampung timur yang terpapar Lyssa virus dalam waktu 6 bulan mendatang
Seperti apa peluang dan dampak dari kemungkinan | Jumlah/ tingkat kejadian | Populasi sasaran | Lokasi geografis | Hasil | Sumber bahaya | Sumber paparan | Kerangka waktu |
Seperti apa peluang dan dampak dari.... | Setidaknya 1 gigitan | Petugas Kesehatan Hewan | Di kabupaten Lampung timur | terinfeksi | Lyssa Virus | Melalui gigitan hewan yang dibawa ke Puskeswan | 6 bulan ke depan |
Seperti apa peluang dan dampak dari.... | Setidaknya 1 gigitan | orang | Di kabupaten Lampung timur | terinfeksi | Lyssa Virus | Anjing/kucing yang tidak divaksin | 6 bulan ke depan |
Seperti apa peluang dan dampak dari.... | Setidaknya 1 gigitan | orang | Di kabupaten Lampung timur | terinfeksi | Lyssa Virus | Penampungan hewan yang terkontaminasi | 6 bulan ke depan |
Seperti apa peluang dan dampak dari.... | Setidaknya 1 gigitan | orang | Di kabupaten Lampung timur | terinfeksi | Lyssa Virus | melalui gigitan hewan terinfeksi di TPA/lingkungan yang terkontaminasi | 6 bulan ke depan |
Langkah 8. Karakterisasi Risiko�8.1. Meninjau dan mempertimbangkan informasi yang tersedia
Langkah 8. Menentukan karakteristik risiko
8.1 . Meninjau dan mempertimbangkan informasi yang tersedia
Estimasi kemungkinan/likelihood
Justifikasi kemungkinan
Faktor risiko | Data | Sumber data |
Data kasus gigitan HPR |
kecamatan Metro Kibang (5), Batanghari (6), Sekampung (18), Marga Tiga (3), Sekampung Udik (3), Jabung (1), Marga Sekambpung (2), Labuhan Maringgai (3), Mataram Baru (4), Bandar Sribhawono (3), Way Jepara (44), Braja Selebah (2), Sukadana (7), Pekalongan (2), Raman Utara (3), Purbolinggo (36). | Dinas Kesehatan kabupaten lampung Timur |
Populasi HPR tahun 2022 di Kabupaten Lampung Timur |
| Dinas Peternakan dan kesehatan hewan Provinsi Lampun |
Kasus Rabies pada Hewan |
- Raman Utara (1 kasus suspect) - Labuhan Ratu (1 kasus suspect) - Purbolinggo (1 kasus suspect) - Batanghari Nuban ( 1 kasus suspect)
- Kecamatan Raman Utara 2018 (1 kasus) - Kecamatan Labuhan Ratu 2019 (1 kasus) - Kecamatan Purbolinggo 2020 (1 kasus) |
|
Informasi Rabies center |
| Dinas Kesehatan kabupaten Lampung |
Faktor Risiko | Data | Sumber Data |
Data pencegahan dan pengendalian rabies | Data serologis post-vaksinasi | Balai veteriner |
Data ketersediaan vaksin Rabies untuk HPR (2000 APBD, 400 APBN dosis) | APBN APBD | |
| Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Lampung Timur | |
Data populasi satwa liar | Data laporan kasus positif rabies pada satwa liar Data populasi hewan satwa liar yang divaksinasi Data estimasi populasi satwa liar HPR di sekitar kawasan | Balai TNWK |
Data Tempat Pembuangan Sampah | Hanya terdapat 1 TPA di Kec. labuhan Maringgai Terdapat 22 TPS di Lampung timur, 1 TPS 3R dan 28 Bank Sampah | DataDinas Lingkungan Hidup Propinsi Lampung |
Langkah 8. Menentukan karakteristik risiko
8.1 . Meninjau dan mempertimbangkan informasi yang tersedia
Estimasi dampak
Introduksi terjangkit
a. Kesakitan dan kematian pada Manusia (Peningkatan Kasus Gigitan HPR di fasilitas Kesehatan)
b. Kematian pada Hewan
c. Kerugian ekonomi Secara tidak langsung
Justifikasi Dampak langsung
Perkiraan Dampak | Data | Sumber data |
Kesakitan pada manusia |
| Dinkes Kabupaten Lampung timur |
Kematian pada manusia |
- keterlambatan diagnostik kasus rabies di fasyankes - Minimnya sosialisasi tentang kasus rabies pada masyarakat | Dinas kesehatan kabupaten Lampung Timur |
Kematian pada hewan |
| Dinas perikanan dan peternakan Kabupaten Lampung timur |
Justifikasi dampak tidak langsung
Perkiraan Dampak | Data | Sumber data |
Dampak kerugian ekonomi secara tidak langsung |
| Jurnal Veteriner Desember 2014 Vol. 15 No. 4 : 515-522 ISSN : 1411 - 8327 |
Dampak sosial | - Dampak kenyamanan pada masyarakat, timbulnya rasa takut | Infodatin kemenkes RI ISSN 2442-7659 |
Dampak pariwisata di kawasan Taman Nasional | Berkurangnya pengunjung ketika tingkat pelaporan kasus sedang tinggi | Balai TNWK |
Langkah 8. Karakterisasi Risiko�8.2. Mengidentifikasi kesenjangan/ketidaktersediaan informasi�
Langkah 8. Karakterisasi Risiko�8.3.1. Memperkirakan kemungkinan�*Buat kriteria dahulu yang menggambarkan degradasi dari perkiraan kemungkinan dapat diabaikan sampai tinggi
Perkiraan Kemungkinan | Kriteria |
Tinggi | Situasi yang dideskripsikan dalam pertanyaan penilaian risiko kemungkinan besar akan terjadi.
|
Sedang | Situasi yang dideskripsikan dalam pertanyaan penilaian risiko kemungkinan akan terjadi.
|
Rendah | Situasi yang dideskripsikan dalam pertanyaan penilaian risiko kemungkinan tidak terjadi.
|
Dapat diabaikan | Situasi yang dideskripsikan dalam pertanyaan penilaian risiko hampir pasti tidak terjadi, tetapi dapat terjadi dalam situasi luar biasa.
|
Langkah 8. Karakterisasi Risiko�8.3.2. Menetapkan ketidakpastian untuk kemugkinan
Ketidakpastian | Kriteria |
Sangat tinggi | Kurangnya data atau kurangnya informasi yang yang dapat diandalkan; hasil berdasarkan dari spekulasi semata; |
Tinggi | Keterbatasan data atau ketiadaan informasi yang dapat diandalkan; hasil berdasar pada perkiraan secara ilmiah; |
Menengah | Terdapat beberapa kesenjangan dalam ketersediaan atau keandalan data dan informasi, atau data yang saling bertentangan; hasil berdasar pada consensus terbatas; |
Rendah | Data yang dapat diandalkan dan informasi tersedia, tetapi mungkin dengan kuantitas yang terbatas, atau bervariasi; hasil berdasar pada konsensus para ahli; |
Sangat rendah | Data dapat diandalkan dan informasi tersedia serta cukup kuantitasnya; hasil tertanam kuat dalam data atau informasi yang konkrit. |
Langkah 8. Karakterisasi Risiko�8.3.3. Memperkirakan Dampak�*Buat kriteria yang menggambarkan dampak bila perkiraan kemungkinan terjadi
Estimasi dampak | Kriteria |
Parah (Severe) |
|
Sedang (Moderat) |
|
Langkah 8. Karakterisasi Risiko�8.3.3. Memperkirakan Dampak�
Estimasi dampak | Kriteria |
Kecil (Minor) |
|
Negligible/ dapat diabaikan |
|
Langkah 8. Karakterisasi Risiko�8.3.4. Menetapkan ketidakpastian untuk dampak
Ketidakpastian | Kriteria |
Sangat tinggi | Kurangnya data atau kurangnya informasi yang yang dapat diandalkan; hasil berdasarkan dari spekulasi semata; |
Tinggi | Keterbatasan data atau ketiadaan informasi yang dapat diandalkan; hasil berdasar pada perkiraan secara ilmiah; |
Menengah | Terdapat beberapa kesenjangan dalam ketersediaan atau keandalan data dan informasi, atau data yang saling bertentangan; hasil berdasar pada consensus terbatas; |
Rendah | Data yang dapat diandalkan dan informasi tersedia, tetapi mungkin dengan kuantitas yang terbatas, atau bervariasi; hasil berdasar pada konsensus para ahli; |
Sangat rendah | Data dapat diandalkan dan informasi tersedia serta cukup kuantitasnya; hasil tertanam kuat dalam data atau informasi yang konkrit. |
Langkah 8. Karakterisasi Risiko�8.4. Memperkirakan Risiko dengan Plot pada Matriks Risiko
| | | |
| | | |
| | | |
| | | |
High
Moderate
Low
Negligible
Negligible
Minor
Moderate
Severe
Kemungkinan
Dampak
Keterangan:
Langkah 8. Karakterisasi Risiko�8.5. Interpretasi Teknis
Kemungkinan = tinggi, Situasi yang dideskripsikan dalam pertanyaan penilaian risiko kemungkinan besar akan terjadi.
Dampak =Parah (Severe), Adanya kematian manusia sehingga berpotensi KLB
Ketidakpastian =rendah, Data yang dapat diandalkan dan informasi tersedia, tetapi mungkin dengan kuantitas yang terbatas, atau bervariasi; hasil berdasar pada konsensus para ahli;
Kemungkinan risiko adanya lebih dari 1 Kasus kematian rabies pada manusia. di Kabupaten Lampung Timur yang tertular dari gigitan anjing/kucing liar yang terinfeksi pada lingkungan pembuangan sampah terkontaminasi dalam kurun waktu 6 bulan ke depan adalah tinggi dengan dampak yang ditimbulkannya adalah tinggi
Penilaian risiko dilakukan dengan ketidakpastian yang rendah
Langkah 8. Karakterisasi Risiko�8.5. Interpretasi Teknis
Dampak : Parah (Severe),
Justifikasi / alasan :
Ketidakpastian : Rendah
Alasan : Data yang dapat diandalkan dan informasi tersedia, tetapi mungkin dengan kuantitas yang terbatas, atau bervariasi; hasil berdasar pada konsensus para ahli;
Langkah 9. Mengidentifikasi Pilihan Manajemen Risiko dan Pesan Kunci Komunikasi Risiko�
No | Kegiatan Manajemen Risiko | Penanggung Jawab (Lembaga Pemerintahan/Institusi) | Waktu Pelaksanaan | Sumber Anggaran |
1 | Melakukan sosialisasi bahaya penyakit rabies kepada masyarakat | Dinkes dan dinas perikanan dan peternakan kabupaten lampung timur | Bulan juni 2023 | APBD/BOK |
2 | Melakukan sosialisasi tata laksana gigitan HPR kepada petugas kesehatan dan masyarakat | Dinkes dan dinas perikanan dan peternakan kabupaten lampung timur | Bulan Juli 2023 | APBD/BOK |
3 | Promosi kesehatan dan edukasi klient (Keswan) mengenai bahaya rabies | Dinkes kabupaten lampung timur | Bulan Agustus 2023 | APBD/BOK |
4 | Melaksanakan kegiatan vaksinasi rabies pada HPR baik yang berpemilik ataupun tidak | Dinas perikanan dan peternakan kabupaten lampung timur | Bulan september 2023 | APBD |
5. | Melaksanakan evaluasi hasil vaksinasi rabies | Dinas perikanan dan peternakan kabupaten lampung timur dan Balai Veteriner | Bulan oktober-desember | APBN/APBD |
No | Kegiatan manajemen resiko | Penanggung Jawab (Lembaga Pemerintahan/Institusi) | Waktu Pelaksanaan | Sumber Anggaran |
6. | Melakukan Optimasi managemen sampah | DLH | Juni-desember 2023 | Apbd |
Langkah 9. Mengidentifikasi Pilihan Manajemen Risiko dan Pesan Kunci Komunikasi Risiko�
No | Pesan Kunci Komunikasi Risiko | Penanggung Jawab (Lembaga Pemerintahan/Institusi) | Waktu Pelaksanaan | Sumber Anggaran |
1 | Waspada bahaya penyakit Rabies dengan membuat kegiatan leflet, lembarbalik, poster, minilokakarya, Rakor antar OPD | Dinas kesehatan kab. Lampung timur, dinas kominfo lampung timur | Juni 2023 | APBN/ APBD |
2 | Melakukan pertemuan rutin dan peningkatan kapasitas petugas kesehatan | Dinas kesehatan | Juli 2023 | APBN/ APBD BOK |
3 | Pembentukan kader rabies di masyarakat untuk membantu program sosialisasi | Dinas perikanan dan peternakan | Agustus 2023 | APBN/ APBD |
4 | Peningkatan SDM yang bertugas sebagai petugas vaksinator pada hewan | Dinas perikanan dan peternakan | September 2023 | APBN/ APBD |
5. | Penyampaian hasil pemeriksaan serologis pasca vaksinasi | Balai veteriner, dan dinas komunikasi dan i | | |
6 | Meningkatkan kesadaran masyarakat dan pengelola sampah | Dinas lingkungan hidup | Juni-desember | APBN/ APBD |
Kesenjangan/ketidaktersediaan Informasi �* Merujuk pada Langkah 8.2
HEALTHY ENVIROMENT – HEALTHY ANIMAL – HEALTHY PEOPLE