1 of 19

MEMBANGUN BUDAYA LITERASI DI SEKOLAH RAMAH ANAK�Materi Disampaikan pada Workshop PGRI Surabaya, 10-14 Februari 2023

  • Much. Khoiri
  • Dosen, Penggerak Literasi, Blogger, Youtuber (Blantik Literasi); Editor & Penulis 70 Buku dari Unesa Surabaya.; Ketua SLCC PGRI Surabaya

  • Surabaya, 11 Februari 2023

2 of 19

Budaya dan Literasi

  • JJ Hoenigman: Wujud nyata budaya terbagi menjadi tiga, yaitu ide (ideas), aktivitas/aksi (activities/actions), dan artefak (artifacts). (Budaya tumbuh dari tataran ide, berkembang menjadi aksi, dan berkembang lagi menjadi artefak.)

  • Unesco: Literasi adalah kemampuan untuk mengidentifikasi, memahami, menafsirkan, mencipta, berkomunikasi, dan menghitung, menggunakan bahan cetak dan tertulis yang terkait dengan berbagai konteks. Literasi melibatkan rangkaian pembelajaran yang memungkinkan individu untuk mencapai tujuan mereka, untuk mengembangkan pengetahuan dan potensi mereka, dan untuk berpartisipasi penuh dalam komunitas mereka dan masyarakat yang lebih luas. Secara umum, literasi juga mencakup numerasi, yaitu kemampuan membuat perhitungan aritmatika sederhana.

3 of 19

Budaya Literasi dan Membangun Budaya Literasi

  • Budaya Literasi adalah kondisi budaya di mana pada tataran ide, tataran tindakan, dan tataran produk atau artefak telah mencerminkan kesadaran mempraktikkan literasi secara optimal.
  • Membangun Budaya Literasi adalah menciptakan kondisi budaya di mana pada tataran ide, tataran tindakan, dan tataran produk atau artefak telah mencerminkan kesadaran mempraktikkan literasi secara optimal. Hal ini dapat ditempuh dengan berbagai upaya yang disengaja, terencana, dan terukur.

4 of 19

Mari Kita Cek: Silakan Tulis di Kolom Chat

  • Menurut Bapak-Ibu, apakah Bapak-Ibu ingin menulis buku mandiri?
  • Apakah Bapak-Ibu (belajar) menulis buku, baik secara otodidak maupun dengan mengikuti pelatihan dan pendampingan?
  • Apakah Bapak-Ibu telah menerbitkan buku mandiri? Sebutkan dua judul bukut yang ada.

5 of 19

Mengapa? Budaya Literasi dalam �Penguatan Pendidikan Karakter Anak

Ranah sekolah (GLS)

Ranah komunitas (TBM)

Ranah keluarga

Religius

Nasionalis

Mandiri

Integritas

Gotong-royong

dsb

Generasi Indonesia Emas

6 of 19

Mengapa Membangun Budaya Literasi Urgen untuk Sekolah Ramah Anak?

  • SRA dasarnya berpusat pada anak, demikian pula peningkatan karakter yang diutamakan dalam budaya literasi.
  • Keduanya mementingkan kepedulian pada anak, dengan simpati, empati, dan kasih sayang.
  • Budaya literasi menyokong (tidak bertentangan dengan) nilai-nilai SRA: 1. Hak-hak anak, 2. Pemberdayaan, 3. Kemandirian, 4. Keberlanjutan, 5. Kearifan lokal, 6. Kemitraan, 7. Inklusivitas, 8. Relevan keseharian anak, 9. Sistem berpikir, 10. Kehati-hatian, 11. Layanan prima.

7 of 19

Apa yang Perlu Guru Lakukan? �Adopsi ORIM Framework (Hannon & Nutbrown)

8 of 19

Menyediakan Kesempatan (Opportunities) berupa….

  • Materi cetak seperti majalah, surat kabar, banner, poster/leaflet, surat, memo.
  • Buku bacaan, buku gambar, dan buku cerita fiksi dan nonfiksi
  • Tulisan tangan seperti kartu ucapan, label, daftar, dan surat pribadi
  • Menambah kosakata, berpendapat lisan, menyimak kisah lisan

9 of 19

Memberikan Rekognisi (Recognition) pada anak dalam….

  • Pemanfaatan materi cetak yang disediakan
  • Pemanfaatan buku bacaan (cerita fiksi dan nonfiksi)
  • Penggunaan bahan tulisan tangan seperti kartu ucapan, label, daftar, dan surat pribadi
  • Menambah kosakata, berpendapat lisan, menyimak kisah lisan

10 of 19

Membangun Interaksi (Interaction) dalam…

  • Berdiskusi terkait pemanfaatan materi cetak
  • Berdiskusi terkait pemanfaatan berbagai jenis buku
  • Berdiskusi terkait pemanfaatan karya seni dan tulisan tangan
  • Berdiskusi terkait pemanfaaatan bahan audio-audiovisual

11 of 19

Memberikan Keteladanan (Model) dalam…

  • Teladan/contoh dalam pemanfaatan materi-materi cetak
  • Teladan/contoh dalam pemanfaatan berbagai jenis buku
  • Teladan/contoh dalam pemanfaatan karya seni dan tulisan tangan
  • Teladan/contoh dalam pemanfaaatan bahan audio-audiovisual

12 of 19

Pentingnya Keteladanan

13 of 19

14 of 19

Teladan: Menjadi Guru Kreatif

15 of 19

Mari menjadi guru teladan literasi yang “literat”. Sekurang-kurangnya, kita harus “kelihatan literat.”

16 of 19

Akhirnya: Closing Statement

Mari renungkan: Seberapa persen kita telah membantu pembudayaan literasi di sekolah untuk kemajuan siswa kita?

Seberapa besar niat kita untuk mengembangkan diri agar mampu membantu pembudayaan literasi di sekolah secara optimal?

17 of 19

....Pendidikan adalah sistem rekayasa sosial terbaik untuk meningkatkan kesejahteraan, keharkatan, dan kemartabatan.... (NUH, 2010)�

17

Umur 10 tahun membantu orang tua berjualan

Umur 22 tahun, lulus sarjana

Umur 44 tahun, CEO Perusahaan Multi-Nasional

18 of 19

TERIMA KASIH

19 of 19

Biodata Singkat

  • Much. Khoiri adalah penggerak literasi, dosen, editor, blogger, youtuber, dan penulis buku dari Unesa Surabaya dan Bina Literasi Kita (Bisik). Alumnus International Writing Program di University of Iowa (1993) dan Summer Institute in American Studies di Chinese University of Hong Kong (1996) ini juga trainer untuk berbagai pelatihan motivasi dan literasi. Ia masuk dalam buku 50 Tokoh Inspiratif Alumni Unesa (2014). Buku yang baru Kitab Kehidupan (2021) dan Menjerat Teror(isme): Eks-Napiter Bicara, Keluarga Bersaksi (2022). Selain di WAG RVL, SPK dan 11 WAG lain, tempat ekspresinya di https://muchkhoiri.com; www.jalindo.net, www.muchkhoiri.gurusiana.id. Bisa dihubungi lewat: muchkoiri@unesa.ac.id dan 081331450689. IG: @much.khoiri; FB: much.khoiri.90; Youtube: Blantik Literasi.