PERMINTAAN �&� PENAWARAN
PERMINTAAN
Dx = f (Px, Py, Y, T, N, …)
di mana:
Dx = Permintaan akan barang x.
Px = Harga x.
Py = Harga y.
Y = Pendapatan.
T = Selera.
N = Jumlah penduduk.
… = Dll.
Kurva Permintaan
Untuk barang normal, pada harga yang sama, bertambahnya pendapatan konsumen berarti bertambahnya permintaan (kurva bergeser ke kanan).
Untuk barang netral, bertambah atau berkurangnya pendapatan tidak akan mempengaruhi fungsi permintaan.
Barang inferior adalah barang yang banyak diminta oleh orang orang yang berpendapatan rendah.
Untuk barang inferior, bertambahnya pendapatan justru mengakibatkan berkurangnya permintaan (kurva bergeser ke kiri).
PENAWARAN
Sx = f (Px, Pi, C, Ped, …)
di mana:
Sx = Penawaran akan barang x
Px = Harga x
Pi = Harga input
C = Biaya produksi
Ped = Jumlah pedagang
… = Dll.
Kurva Penawaran
KESEIMBANGAN PASAR
Menentukan keseimbangan secara angka
Menentukan keseimbangan menggunakan kurva
KONSEP ELASTISITAS
Persamaan untuk Elastisitas Titik:
Persamaan untuk Elastisitas Busur:
Pada waktu harga barang X Rp 4000/kg jumlah permintaan adalah sebesar 10.000 kg, dan ketika harga turun menjadi Rp 3000/kg jumlah permintaan meningkat menjadi 15.000 kg, maka nilai elastisitas titik adalah:
Setiap penurunan harga 1% menyebabkan peningkatan jumlah permintaan sebanyak 2%
Harga barang X meningkat dari Rp 3.000/kg menjadi Rp 4.000/kg, hal ini menyebabkan permintaan menurun dari 15.000 kg menjadi 10.000 kg, maka nilai elastisitas titik adalah :
Setiap kenaikan atau penurunan harga 1% menyebabkan penurunan atau kenaikan jumlah permintaan sebanyak 1,4%
Elastisitas Permintaan
Elastisitas Harga
Apabila harga suatu barang berubah untuk jangka waktu yang lebih lama maka jumlah yang diminta akan barang itu menjadi semakin banyak.
Apabila harga barang naik 1% maka permintaan akan turun 2%, demikian juga sebaliknya, bila harga barang turun 1% maka permintaan akan naik 2%.
Contoh kasus:
Diketahui apabila harga barang X Rp 500, maka permintaan sebanyak 100 unit. Turunnya harga barang X menjadi Rp 400 menyebabkan naiknya jumlah barang yang diminta menjadi 150 unit. Berapa besarnya koefisien elastisitas permintaan barang X ?
Setiap penurunan harga 1% menyebabkan kenaikan jumlah permintaan sebanyak 2,5%
Elastisitas silang
Sebagai contoh, peningkatan harga kopi meningkatkan permintaan terhadap teh. Kopi dan teh merupakan dua barang yang dapat saling menggantikan (barang substitusi).
Sebagai contoh, peningkatan harga bensin mengakibatkan penurunan permintaan terhadap kendaraan bermotor. Kedua barang tersebut bersifat komplementer (pelengkap).
Dalam kaus semacam ini, kedua macam barang tidak saling berkaitan. Sebagai contoh, kenaikan harga kopi tidak akan berpengaruh terhadap permintaan kendaraan bermotor.
Contoh kasus:
Apabila harga tiket bis Rp 40.000, dan harga tiket KA dengan jurusan yang sama Rp 35.000, permintaan tiket KA adalah sebanyak 2000. Jika harga tiket bis naik menjadi Rp 45.000, dan harga tiket KA tetap, maka permintaan tiket KA tersebut akan mengalami kenaikan menjadi 2300. Hitung besarnya koefisien elastisitas silangnya?
Elastisitas pendapatan
Contoh kasus:
Pendapatan seseorang naik dari Rp 200.000 menjadi Rp 300.000, mengakibatkan bertambahnya jumlah barang X yang diminta dari 10 unit menjadi 16 unit. Berapakah besarnya elastisitas pendapatan tersebut?
Setiap kenaikan pendapatan sebesar 1% menyebabkan kenaikan jumlah permintaan sebanyak 1,15%
Elastisitas Penawaran
Contoh kasus:
Naiknya harga barang X dari Rp 200 menjadi Rp 250, menyebabkan bertambahnya jumlah barang yang ditawarkan dari 150 unit menjadi 200 unit. Berapakah besarnya koefisien elastistas harga penawarannya?