1 of 24

PENGKAJIAN SYSTEM PERNAFASAN DAN KARDIOVASKULER�(ANAMNESA DAN PEMERIKSAAN FISIK)

FAQIH RUHYANUDIN

Diploma 3 Keperawatan

UMM

2 of 24

ANATOMI -

anterior

posterior

superior

inferior

3 of 24

ANATOMI -

  • Garis imaginer di thoraks yang menggambarkan lokasi di dada 🡪 lokasi ke kanan dan ke kiri (secara horizontal).
  • Untuk menentukan letak dibagian atas atau bahah menggunakan istilah ICS (intercostal space)
  • Misal: batas atas paru adalah ICS 2, batas bawah Paru adalah ICS 7, ictus cordis berada di ICS 5 midclavikula sinistra

Garis midsternalis

Garis midclavikula dextra

Garis midclavikula sinistra

Garis axila anterior dextra

Garis axila anterior sinistra

Garis parasternali

Garis mid axila

Garis mid axila

4 of 24

PENGKAJIAN

ANAMNESA

Anamnesis adalah kegiatan komunikasi yang dilakukan antara pemeriksa dan pasien yang bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang penyakit yang diderita dan informasi lainnya yang berkaitan yang dapat mengarahkan diagnosis penyakit pasien.

PEMERIKSAAN FISIK

Pemeriksaan Head to Toe, chepalo cauda.

Pemeriksaan Thorax:

Inpeksi, Palpasi, Perkusi, auskultasi

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Labolatorium; Pemeriksaan darah lengkap, BGA, pemeriksaan cairan pleura, sputum, Cardiac isoenzim, cardiac biomarker , Radiologi: Thorax Ro, angiografi, CT Scan, MRI. EKG. Echokardiografi, pemeriksaan fungsi paru (spirometri)

Bertanya dengan; 5W + H 🡪 PQRST

  • What : Apa yang dirasakan/dikeluhkan
  • Who: siapa yang menyebabkan keluhan
  • When: kapan keluhan itu timbul/dirasakan
  • Where: dimana keluhan dirasakan
  • Why : mengapa timbul keluhan
  • How: bagaimana keluhan dirasakan

5 of 24

ANAMNESIS GANGUAN SISTEM PERNAFASAN

  • SESAK NAFAS
    1. Mulai kapan?
    2. Tipe sesak:
      • Terus menerus
      • Lebih nyaman
      • Makin berat saat aktivitas
      • Tidur malam terbangun karena sesak
      • Dipengaruhi cuaca/dingin
    3. Riwayat sakit serupa
    4. Riwayat penyakit terdahulu: Hipertensi, asma, TB?
    5. Kebiasaan merokok
  • BATUK
    1. Mulai kapan?
    2. Tipe BATUK:
      • Terus menerus
      • Berdahak/kering
      • Tidur malam terbangun karena BATUK
    3. Riwayat sakit serupa
    4. Riwayat penyakit terdahulu: Hipertensi, asma, TB?

Wawancara dengan klien dengan menggunakan teknik komuniukasi terapeutik untuk mendapatkan data-data

Subjektif yang dirasakan klien.

Data bisa terkait dengan keluhan, Riwayat penyakit sekarang, Riwayat penyakit dahulu, pola kebiasaan ADL dan aktivitas lainnya.

Keluhan yang sering pada SISTEM PERNAFASAN adalah:

6 of 24

ANAMNESIS GANGUAN SISTEM KARDIOVASKULER

  • SESAK NAFAS 🡪sama dengan Pemeriks PARU
  • NYERI DADA
    1. P: Apa penyebabnya?
    2. Q: Quality & quantity: seperti diremas dan tertekan benda berat, skala nyeri sedang – berat
    3. R: area yang mengalami nyeri dan penjalarannya
    4. S: apa yang memperberat nyeri atau yang meringankanny7a?
    5. T: kapan nyeri timbul, terus menerus, atau hilang timbul
  • PALPITASI 🡪 dada berdebar, jantung berdegub dengan kencang, denyut jantung cepat, kuat, dan irregular
  • EDEMA EKSTREMITAS 🡪 gagal jantung Kanan
    • Mulai kapan?
    • Apakah hilang dengan perubahan posisi?
  • EDEMA PARU 🡪 Tanda dan gejala Yang dirasakan sama dengan gangguan PARU
  • KELELAHAN (FATIGUE) 🡪 kondisi seseorang selalu merasa lelah, lesu, atau kurang tenaga

Keluhan yang sering pada SISTEM KARDIOVASKULER adalah:

7 of 24

PEMERIKSAAN FISIK DADA/THORAKS 🡪 SISTEM PERNAFASAN & KARDIOVASKULER

8 of 24

PEMERIKSAAN

  • Pertimbangan umum :
    1. Pakaian atas pasien harus disiapkan dalam keadaan terbuka.
    2. Ruang pemeriksaan harus tenang untuk menampilkan auskultasi yang adekuat.
    3. Tetap selalu menjaga privacy pasien
    4. Prioritaskan dan perhatikan untuk tanda-tanda kegawatan.
  • Alat yang digunakan:
    • Double Lumen-Stetoskop 🡪 Auskultasi dada: suara nafas, bunyi jantung
    • Timer 🡪 frekuensi nafas, frekuensi denyut jantung

9 of 24

Tujuan

  1. Mengevaluasi kondisi fisik klien secara langsung
  2. Mendeteksi secara dini tanda dari perkembangan masalah kesehatan
  3. Membuat data dasar 🡪 rekam medik
  4. Mengevaluasi respon klien terhadap tindakan medik dan keperawatan

10 of 24

TEKNIK PEMERIKSAAN FISIK

INSPEKSI 🡪 MELIHAT, MEMBAU

PALPASI 🡪 MERABA

PERKUSI 🡪 MENGETUK

AUSKULTASI 🡪 MENDENGAR

1

2

3

4

11 of 24

SISTEM PERNAFASAN

12 of 24

1. INSPEKSI 🡪 melihat

  • Membandingkan dengan melihat:
    • Ukuran (kanan dan kiri, dengan ukuran normal)
    • Bentuk
    • kesimetrisan
    • Warna
    • Posisi dibandingkan normal
    • Penampilan
  • Mencium bau yang tidak biasa

Bentuk Dada

A.

Normal: bentuk ellips

Barrel chest: dada bentuk tong 🡪 PPOK

Funnel chest: dada cekung

Pigeon chest: dada burung

terjadi karena hasil hiperinflasi paru, dimana terjebaknya udara akibat saluran pernapasan yang sempit/menyempit

ketika adanya gangguan (defek) perkembangan tulang paru yang menyebabkan depresi ujung bawah sternum

ketika ada pergeseran yang menyebabkan "lengkungan keluar" pada sternum dan tulang iga

Ada 4

13 of 24

. PALPASI🡪 MERABA

  • Pemeriksaan taktil fremitus dan vocal fremitus; membandingkan getaran dinding torak antara kanan dan kiri, dengan cara menempelkan kedua telapak tangan pemeriksa pada punggung klien kemudian klien diminta mengucapkan kata “tujuh puluh tujuh”, telapak tangan digeser ke bawah dan bandingkan getarannya, normalnya getaran antara kanan da kiri teraba sama
  • Fremitus menurun:
    • Udara di rongga pleura (pneumotoraks atau paru)
    • Cairan dalam rongga pleura (efusi pleura)
    • Bekas luka, pleura yang menebal
  • Fremitus meningkat:
    • Pada pneumonia, pus kental di saluran udara dan alveoli meningkatkan transmisi getaran (seperti jello yang bergoyang)
  • Kaji ekspansi dan simetri dada dengan meletakkan tangan di punggung pasien, ibu jari rapat di garis tengah, dan anjurkan pasien bernapas dalam-dalam

2

Vocal fremitus: menempelkan kedua telapak tangan di punggung, merasakan getaran, geser kebawah

Apabila tangan pemeriksa tidak beegerak, maka kemungkinan ada masalah pada paru tersebut

Identifikasi area nyeri tekan atau deformitas dengan meraba tulang rusuk dan STERNUM

14 of 24

PERKUSI 🡪 KETUK

Dada Belakang

  1. Ketuk dari sisi ke sisi dan atas ke bawah menggunakan pola yang diperlihatkan dalam ilustrasi. Abaikan area yang ditutupi oleh skapula.
  2. Bandingkan satu sisi ke sisi lain mencari asimetri.
  3. Perhatikan lokasi dan kualitas suara perkusi yang Anda dengar.
  4. Temukan tingkat tumpul diafragma di kedua sisi

Teknik yang tepat

  1. Hyperekstensi jari tengah satu tangan dan letakkan sendi interphalangeal distal dengan kuat di dada pasien.
  2. Dengan ujung (bukan bantalan) dari jari tengah yang berlawanan, gunakan gerakan cepat pada pergelangan tangan untuk mengetuk jari pertama.
  3. Kategorikan apa yang terdengar sebagai normal, tumpul, atau hiperresonan.
  4. Latih teknik Anda sampai dapat secara konsisten menghasilkan nada perkusi "normal" sebelum menangani pasien.

3

15 of 24

Dada Depan

  1. Ketuk dari sisi ke sisi dan atas ke bawah menggunakan pola yang diperlihatkan dalam ilustrasi.
  2. Bandingkan satu sisi ke sisi lain mencari asimetri.
  3. Perhatikan lokasi dan kualitas suara perkusi yang Anda dengar.

Suara perkusi dan interpretasinya

Flatt atau Dullnes (redup)

Terdapat cairan atau massa padat

  • Plural effuse
  • Pneumonia 🡪 area paru penuh dengan pus

Normal: suara perkusi paru normalnya terdengar SONOR atau RESONAN (pekak)

  • Paru sehat atau bronchitis

Hiperresonan/hipersonor

  • Emphisema
  • Pneumothorak 🡪 ada udara di rongga thoraks

16 of 24

  • Mendengarkan suara nafas di area paru. Suara nafas terdengar karena adanya turbulensi aliran udara saat inspirasi maupun ekspirasi🡪 bagian anterior dan posterior, lakukan seperti pola gbr disamping. Anjurkan pasien tarik nafas dalam dan hembuskan
  • Bandingkan sisi dengan sisi lain, apakah asimetri.
  • Catat lokasi dan kualitas suara yang terdengar

4. AUSKULTASI 🡪mendengar

Gunakan stetoskop

17 of 24

Suara Nafas Normal-

  1. Trakeal : bunyi yang terdengar kasar, keras, dan dengan tinggi nada tinggi pada bagian trakea ekstratoraks
  2. Bronkial : bunyi yang dengan tinggi nada tinggi, seperti udara mengalir melalui pipa 🡪 didengar di atas manubrium sternal
  3. Vesikular : bunyi yang terdengar lemah dengan tinggi nada rendah seluruh lapang paru
  4. Bronkovesikular : campuran bunyi bronkial dan bunyi vesikular 🡪 hanya terdengar pada ICS I dan II

Urutan auskultasi. (A) Anterior, (B) Lateral, (C) Posterior

Auskultasi

18 of 24

SUARA NAFAS TAMBAHAN🡪 jika terdengar suara ini, maka sesuatu yang tidak normal dan ada masalah di lapang paru

SUARA TAMBAHAN yang sering terdengar adalah:

  1. Crackles/ Rales : nada tinggi, suara terputus-putus mirip dengan suara yang dihasilkan saat menggosok rambut di antara jari-jari. 🡪 adanya cairan di alveolus (gagal jantung), pus di alveolus (pneumonia), atau jaringan parut (fibrosis paru)
  2. Wheezing/Mengi: suara “ngik-ngik” . Stridor adalah wheezing saat inspirasi karena obstruksi jalan napas atas. 🡪 tanda asma atau, jika terlokalisasi, tumor atau benda asing
  3. Rhonchi : suara “grok-grok” seperti snoring atau gurgling. Suara tambahan apa pun yang bukan rales atau wheezing mungkin adalah ronki. berasal dari saluran udara yang lebih besar dari wheezing dan merupakan tanda bronkitis
  4. Friction rub adalah suara kering dan kasar yang terdengar saat inspirasi dan ekspirasi. Ini adalah tanda peradangan pada pleura.

Auskultasi

19 of 24

SISTEM KARDIOVASKULER

20 of 24

1. INSPEKSI 🡪 melihat

  • Amati ictus cordis : denyutan dinding thorak akibat pukulan ventrikel kiri pada dinding thorak, normalnya ictus cordis terlihat di ICS 5 Midclavikula sinistra selebar 1 cm. di ictus cordis merupakan denyut jantung paling keras yang disebut point of maximal impuls (PMI). sulit ditemukan pada klien yang gemuk
  • Jika letaknya bergeser dari normal🡪 kemungkinan terjadi kardiomegali atau bergesernya sumbu jantung (RAD/LAD)

PMI

21 of 24

. PALPASI🡪 MERABA

  • Apakah teraba ada pulsasi pada dinding torak, normalnya tidak ada pulsasi
  • Raba denyutan ictus cordis yang merupakan APEX jantung 🡪 point of maximal impulse

2

22 of 24

PERKUSI 🡪 untuk mengetahui ukuran dan bentuk jantung secara kasar, serta batas-batas jantung

  • Lakukan ketukan dari sisi atas ke bawah, dari kiri ke kanan, dari kanan ke kiri, dari bawah keatas 🡪 catat perubahan suara sonor ke dullnes merupakan batas jantung.

Batas Normal Jantung

  • Batas atas : ICS II Mid sternalis
  • Batas bawah : ICS V
  • Batas Kiri : ICS V Mid Clavikula Sinistra
  • Batas Kanan : ICS IV Mid Sternalis Dextra

Apabila suara dullnes melewati batas normal:

  • Hipertropi atau dilatasi jantung, hidro atau haemopericardium, pericarditis stadium akhir, kemungkinan neoplasma

Apabila suara dullnes lebih kecil dari batas normal:

  • Pneumothorak, hidrothoraks, empisema paru

3

SUARA PERKUSI AREA JANTUNG NORMAL: DULLNES

23 of 24

  • Dengarkan bungi jantung 1 (BJ 1)🡪 suara “duk” yang terdengar lebih keras, diikuti BJ 2 🡪 suara “duk” yang terdengar lebih rendah.
  • Jika terdengar suara “duk” yang lain setelah BJ 1 dan BJ 2, maka disebut bungi jantung tambahan: BJ 3 atau BJ4. Jika terdengar BJ 3 dan BJ 4 disebut Suara GALOPS
  • Jika pada BJ1 atau BJ2 terdengar suara berisik seperti aliran air atau udara disebut MURMUR

4. AUSKULTASI 🡪mendengar BJ1, BJ2, BJ Tambahan, Murmur

Gunakan stetoskop

Tempelkan di area katup jantung: Trikuspid dan mitral (terdengar keras BJ1, aortic dan pulmonic (terdengar keras BJ2

24 of 24

Alhamdulillah….