1 of 22

Rumah Tangga Sakinah ala Rasulullah

Oleh:

Dr. CUTRA SARI, S.Sos.I, M.Ag

2 of 22

A. PENDAHULUAN

  • UU no. 1 tahun 1974. pasal 1 bab 1 Pengertian dan Tujuan Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk rumah tangga, keluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan ketuhanan yang maha esa.

2

3 of 22

5 Pilar Keluarga Sakinah

  • Mitsaq Ghaliza
  • Mu’asyarah bil Ma’ruf
  • Zawaj
  • Musyawarah
  • ‘an taradhin
  • QS. AR-RUUM [30]: 21
  • dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram (SAKINAH) kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.

4 of 22

Bagaimana rumah tangga Rasulullah???

5 of 22

  • “Rasul aja jahit baju sendiri”
  • Lah kita, cuci piring aja masih gengsi...

6 of 22

  • Dalam sunyi rumahnya, Rasulullah tak tinggal diam.
  • "Beliau menjahit bajunya, memerah kambing dan melayani dirinya sendiri." (HR. Tirmidzi)
  • Ini bukan kisah tentang kesederhanaan semata, tapi tentang kemanusiaan dan cinta yang nyata.

7 of 22

  • Di balik pintu rumah Rasul, tidak ada dominasi, yang ada justru kesalingan.
  • Ketika ditanya apa yang dilakukan Nabi di rumah, Aisyah menjawab, "Beliau membantu pekerjaan rumah. Tapi jika waktu shalat tiba, beliau segera berdiri untuk shalat." (HR. Bukhari)

8 of 22

  • Sebuah keseimbangan sempurna:
  • Antara peran dunia dan akhirat.
  • Antara cinta dan tanggung jawab.

9 of 22

  • Lalu, bagaimana dengan kita?
  • Di zaman ketika tugas rumah dianggap urusan perempuan, kita lupa: lelaki termulia sepanjang sejarah, justru mematahkan stigma itu sejak dulu.
  • Bukan karena lemah, tapi karena rendah hati.
  • Bukan karena tidak berkuasa, tapi karena mengerti arti cinta.

10 of 22

  • Ibnu Hajar mencatat, Nabi adalah sosok yang tawadhu, mandiri, dan jauh dari sikap manja.
  • Bahkan, para istrinya berebut ingin melayani, tapi Nabi memilih untuk tetap mandiri.
  • Sumber: kitab Syarh Shahih Bukhari

11 of 22

  • Al-Qur'an sudah menegaskan:
  • Laki-laki dan perempuan saling menolong (QS. At-Taubah: 71)
  • Saling melindungi dan melengkapi (QS. Al-Baqarah: 187)
  • Saling berbuat baik (QS. An-Nisa: 19)
  • Itulah dasar relasi dalam Islam.

12 of 22

  • Maka jika hari ini kita masih bertanya:
  • “Laki-laki bantuin masak, cuci piring, bersih-bersih? Bukannya itu tugas perempuan?”
  • Maka jawabannya adalah Nabi pun melakukan pekerjaan rumah tangga.

13 of 22

  • Karena dalam Islam, rumah adalah ruang cinta.
  • Dan cinta, tak pernah mengenal peran yang timpang.

14 of 22

�POLA KEPEMIMPINAN KELUARGA

AYAH/SUAMI

IBU/ISTRI

ANAK

PEMIMPIN

Bekerja (PUBLIK)

Bekerja (PUBLIK)

Bekerja (DOMESTIK)

Bekerja (DOMESTIK)

Diasuh Ibu

?

Diasuh Ayah

?

Bekerja (PUBLIK)

Bekerja (PUBLIK)

Diasuh orang lain

?

Bekerja (DOMESTIK)

Bekerja (DOMESTIK)

Diasuh bersama

?

Bekerja (PUBLIK)

Bekerja (DOMESTIK)

----

----

----

----

Bekerja (PUBLIK)

Bekerja (DOMESTIK)

Diasuh Ayah

Diasuh Ayah

Diasuh Ibu

Diasuh Ibu

Ayah

Ayah

Ibu

Ibu

Catatan:

? = Kepemimpinan keluarga diputuskan dalam musyawarah bersama suami istri,

bisa juga melibatkan anak.

15 of 22

SUMBER-SUMBER KONFLIK DALAM RUMAH TANGGA

Pasangan Tidak Merasa Terpenuhi Kebutuhannya.

Hubungan Yang Tidak Setara

Perbedaan Budaya

pembagian peran dan tanggung jawab

16 of 22

SIKAP NEGATIF YANG MJD POTENSI MASALAH DALAM RUMAH TANGGA;

17 of 22

SIKAP NEGATIF YANG MJD POTENSI MASALAH DALAM RUMAH TANGGA;

EGOISME

SIKAP YANG MENYALAHKAN

SUPERIORITAS

MENGHAKIMI/

JUDGING

SELINGKUH

KDRT

MENYEMBUNYIKAN PENGHASILAN

TIDAK TERBUKA

18 of 22

Sikap Penghancur Hubungan menurut �The Gottman Institute:

  • 2
  • sikap membela diri dan mencari-cari alasan

  • 3
  • sikap mendiamkan (mengabaikan), saling menyalahkan

  • 1
  • sikap membenci dan merendahkan

18

19 of 22

Berdasarkan riset selama 20 tahun, Gottman Institute menemukan bahwa kegagalan sebuah perkawinan dapat diprediksi dari beberapa sikap tersebut, dengan tanda yang paling utama adalah perbandingan sikap dan kata-kata positif dan negatif pada saat pasangan berinteraksi.

20 of 22

Perumpamaan kata-kata tidak baik

  • Dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu, "Siapa ‎beriman kepada Allah dan hari Akhir maka hendaklah ia berkata yang baik ‎atau diam; siapa beriman kepada Allah dan hari Akhir maka ‎hendaklah ia memuliakan tetangganya; dan siapa beriman ‎kepada Allah dan hari Akhir maka hendaklah ia memuliakan tamunya!"  (Muttafaq ‘alaih)
  • Kata-kata dan sikap negatif ini menimbulkan luka-luka batin yang dalam. Ibarat menancapkan paku ke sebidang kayu. Saat paku dicabut, kayu tetap berlubang.

21 of 22

CARA MEMBANGUN HUBUNGAN POSITIF:

  • Kematangan Diri
  • Saling ridha
  • Saling pengertian
  • Sikap tulus
  • Belajar dari kesalahan
  • Memahami kebutuhan
  • yang berbeda-beda

22 of 22

The End...

Any Further Questions???

Email: cutrazwan@gmail.com

Phone: 081218675075