SALAM
&
BAHAGIA
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Damai Sejahtera, Om Swastyastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan, Rahayu untuk kita semua di ruang virtual ini"
REFLEKSI FILOSOFIS PENDIDIKAN�KI HADJAR DEWANTARA
ELABORASI PEMAHAMAN MODUL 1.1
Pengembang Modul: Simon P. Rafael
Selasa-Rabu, 02-03 November 2022
Mengenal Pengembang Modul
Simon Petrus Rafael
Timor (Kupang – NTT)
Pendidikan:
Pengalaman:
Mengenal INSTRUKTUR EP
MENYAPA
FASILITATOR & PP
Rabu, 9 September 2022
Kab. LEBAK & PANDEGLANG
Bagaimana kita berinteraksi?
KOMITMEN BELAJAR
Tenangkan
hati dan pikiran�berdamai sejenak semua beban�untuk
hadir seutuhnya di ruang belajar virtual
Hadir Seutuhnya – (Presence & Mindfulness)
Bagaimana kita berinteraksi?
ELABORASI PEMAHAMAN BERSAMA INSTRUKTUR
TUJUAN PEMBELAJARAN SESI ELABORASI PEMAHAMAN
Peserta mampu memberikan perspektif reflektif kritis tentang pemikiran (filosofi pendidikan) Ki Hadjar Dewantara dalam forum diskusi.
CAPAIN PEMBELAJARAN
Setelah sesi, peserta akan memiliki:
ALUR PRESENTASI
MENGAPA?
SALAM
&
BAHAGIA
REFLEKSI PERSONAL ‘2
4 Pertanyaan Reflektif:
DASAR-DASAR PENDIDIKAN�KI HADJAR DEWANTARA
1. DASAR PENDIDIKAN KHD - MENUNTUN
“Maksud pendidikan itu adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia, maupun anggota masyarakat”
(KHD, 1936, Dasar-Dasar Pendidikan, hal.1, paragraph 4)
1. DASAR PENDIDIKAN KHD - MENUNTUN
“Pendidik itu hanya dapat menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar dapat memperbaiki lakunya hidup dan tumbuhnya kekuatan kodrat anak” (KHD, 1936, Dasar-Dasar Pendidikan, hal.1, paragraph 5)
1. DASAR PENDIDIKAN KHD – MENUNTUN
Selamat dan Bahagia sebagai manusia dan anggota masyarakat
Ing Ngarso Sung Tulodo
Ing Madyo Mangun Karso
Tut Wuri Handayani
2. DASAR PENDIDIKAN KHD – KODRAT ANAK - MERDEKA
Manusia merdeka adalah manusia yang hidupnya lahir atau batin tidak tergantung kepada orang lain, akan tetapi bersandar atas kekuatan sendiri
Maksud pengajaran dan pendidikan yang berguna untuk perikehidupan bersama ialah memerdekakan manusia sebagai bagian dari persatuan (rakyat)
(KHD – Pendidikan dan Pengajaran Nasional, Desember 1928)
Kodrat anak - Merdeka
Menurut ajaran KHD:
Kemerdekaan = sifat manusia berbudaya
Kemerdekaan punya 2 ciri dasar:
[Prakata Ketua Tim ML Taman Siswa, Buku Menuju Manusia Merdeka: p.xv]
2. DASAR PENDIDIKAN KHD – KODRAT ANAK - MERDEKA
“Pengaruh pengajaran itu umumnya
memerdekakan manusia atas hidupnya lahir,
�sedang merdekanya hidup batin
itu terdapat dari pendidikan.”
�[KHD, Prasaran #5 Kongres PPPKI ke-1, Surabaya, 31 Agustus 1928]
2. DASAR PENDIDIKAN KHD – KODRAT ANAK - BERMAIN
2. DASAR PENDIDIKAN KHD – BERMAIN
Congklak – Matematika - Strategi
Gobak Sodor –Nilai - Strategi
Kodrat anak - Bermain
Congklak
Gobak Sodor
BUDI
PEKERTI
> belajar budi-pekerti ?
3. PENDIDIKAN YANG BERPIHAK PADA ANAK
Pokoknya pendidikan harus terletak di dalam pangkuan ibu bapak karena hanya dua orang inilah yang dapat “berhamba pada sang anak” dengan semurni-murninya dan se-ikhlas-ikhlasnya, sebab cinta kasihnya kepada anak-anaknya boleh dibilang cinta kasih tak terbatas (Karya Ki Hajar Dewantara, Pendidikan, halaman 382 – Buku Kuning)
“Bebas dari segala ikatan, dengan suci hati mendekati sang anak, bukan untuk meminta sesuatu hak, melainkan untuk berhamba pada sang anak.” (Ki Hajar Dewantara, 1922)” [Asas Taman Siswa ke-7, diparafrasakan Profesor Sardjito, Rektor Universitas Gajah Mada di penganugrahan Doktor Honoris Causa kepada Ki Hajar Dewantara di bidang Ilmu Kebudayaan, Desember 1956.]
Blog Pak Iwan Syahril: https://www.kompasiana.com/iwansyahril/5ae9d72816835f7afb296792/menuju-sistem-pendidikan-yang-berhamba-pada-sang-anak?page=all
3. PENDIDIKAN YANG BERPIHAK PADA ANAK
’Kowe bakale dak mulya ake selawase’
(selamanya engkau akan aku muliakan)
3. PENDIDIKAN YANG BERPIHAK PADA ANAK
Pemikiran tentang berhamba pada anak itu tercetus dari suatu penyesalan yang pernah dirasakan oleh Soewardi ketika menghadapi setumpuk pekerjaan yang belum terselesaikan. Tangis Asti yang tiada henti-hentinya dirasakan sebagai suatu hambatan yang mengganggu tugasnya. Lalu dengan serta merta diseretnya anak itu keluar, dan tanpa berpikir panjang, dibiarkannya Asti kecil menangis di balik hempasan pintu rumah. Salju yang berjatuhan di jendela tiba-tiba menyadarkan kekalutan pikirannya. Dia lari secepatnya, lalu dibukanya pintu . . . dan Asti sudah tampak biru, menggigil kedinginan. Soewardi menyesal, sangat menyesal. Sambil memeluk anaknya yang sedang tersengal-sengal berurai air mata itu, terucaplah kata kasih sepenuh hati: “Kowe bakale dak mulya ake selawase” Arinya: “Selamanya engkau akan aku muliakan.” Tuhan mendengar kata umat-Nya. Apa yang akan terjadi, terjadilah. Asti tidak pernah dapat mengurus dirinya sendiri hingga sekarang; seluruh keluarga selalu berusaha untuk dapat melayani keperluannya. Pengalaman Soerwardi menjadi salah satu teori Pendidikan dalam perguruan yang dicita-citakan. (Irna H.N. Hadi Soewita, Soewardi Soerjaningrat dalam Pengasingan, 2019, hal.95-96)
NI ASTI
3. PENDIDIKAN YANG BERPIHAK PADA ANAK
untuk berhamba pada sang anak. – Pendidikan yang Berpihak/Berpusat pada Murid
4. DASAR PENDIDIKAN KHD – BUKAN TABULA RASA
“Anak bukan kertas kosong yang bisa digambar sesuai keinginan orang dewasa”
Anak lahir dengan kekuatan kodrat yang masih samar-samar. Tujuan Pendidikan adalah menuntun (memfasilitasi/membantu) anak untuk menebalkan garis samar-samar agar dapat memperbaiki lakunya untuk menjadi manusia seutuhnya. (KHD, 1936, Dasar-Dasar Pendidikan)
Pertanyaannya: bagaimana menebalkannya?
4. DASAR PENDIDIKAN KHD – BUKAN TABULA RASA
Menebalkan laku anak dengan kekuatan konteks diri anak dan sosio-kultural/budaya
4. DASAR PENDIDIKAN KHD – BUKAN TABULA RASA
Menebalkan laku anak dengan kekuatan konteks diri anak:
Ekplorasi pengalaman (raga, indra, imaginasi) – Taman Indria
Mengenal & menguasai Teks
Memperdalam & memperluas Konteks (keterampilan bertanya)
Tingkat SMA: orientasi pilihan hidup/ passion
SD 1 - 3
Pengenalan Riset/Proyek
durasi pendek (1 minggu,
dapat berkelompok)
≥ 4 SD
Riset durasi semakin panjang (1 smt)
Dilakukan mandiri/ kolaborasi
5/10 ke depan
PAUD
Tahapan Pembelajaran Sanggar Anak Alam - Yogyakarta
PELAJAR MANDIRI
WIRAGA-WIRAMA (8-16 Tahun)
WIRAMA
16 - 24Tahun)
WIRAGA (0-8 Tahun)
WIRAGA-WIRAMA (8-16 Tahun)
4. DASAR PENDIDIKAN KHD – BUKAN TABULA RASA
Menebalkan laku anak dengan kekuatan konteks diri anak:
4. DASAR PENDIDIKAN KHD – BUKAN TABULA RASA
Menebalkan laku anak dengan kekuatan konteks sosio-kultural:
1. Menebalkan laku anak dalam sosial budaya MANGGARAI:
Toing – Titong - Toming
Toing – Mengajar, Titong – Menuntun, Toming - Teladan
2. Menebalkan laku anak dalam sosial budaya Jawa Barat:
Niti Surti – Niti Harti – Niti Bukti – Niti Bhakti 🡪 Niti Jadi (Sajatining Ngahurip)
3. Menebalkan laku anak dalam sosial budaya Bali:
Tri Hita Karana: 3 Asal Kebahagiaan (harmoni dengan Tuhan, Manusia dan Alam)
4. DASAR PENDIDIKAN KHD – BUKAN TABULA RASA
Menebalkan laku anak dengan kekuatan konteks sosio-kultural:
4. Menebalkan laku anak dalam sosial budaya Orang Tulang Bawang Barat
NeNeMo (Nemen: kerja keras, Nedes: Ulet, Tangguh Sabar; Nerimo: Ikhlas ) – orang Tulang Bawang Barat
5. Menebalkan laku anak dalam sosial budaya Orang Biak - Papua
Mambri (baik, bijak, pemberani dalam berbuburu, melaut dan mengatur strategi) & Binsyowi (murah hati dan penuh kasih sayang kepada semua orang)
6. Menebalkan laku anak dalam sosial budaya Madura:
Petuah dalam Budaya Madura (Baburughan Becce’) :
Tiga perkara yang harus dimiliki oleh orang Madura:
1) kasih sayang; 2) hati yang bersih; 3) jujur
Sosio kultural
“KHD berpesan, pendidikan adalah tempat persemaian benih-benih kebudayaan. Pada hal ini, kebudayaan dan pendidikan adalah satu kesatuan yang utuh.
Kebudayaan yang dimaksud adalah sebuah peradaban, sebuah cita-cita masyarakat yang ingin kita bentuk sebagai sebuah bangsa, mimpi kita sebagai bangsa, itu semua kita semaikan benihnya, kita mulai kerjakan, dari apa yang kita kerjakan di pendidikan.”
_______________________________________________
Refleksi Dirjen GTK Iwan Syahril atas pemikiran KHD
5. DASAR PENDIDIKAN KHD – BUDI PEKERTI
“Budi pekerti, watak, karakter adalah bersatunya (perpaduan harmonis) antara gerak, pikiran, perasaan, dan kehendak atau kemauan sehingga menimbulkan tenaga/semangat” (KHD, 1936, Dasar-Dasar Pendidikan, hal.6, paragraph 3)
Budi: pikiran-perasaan-kehendak/kemauan
Pekerti: tenaga
Cipta + Rasa + Karsa/Karya + Pekerti (tenaga) 🡪 Keseimbangan (keselarasan) Hidup
Contohnya pada permainan Gamelan & Menenun
5. DASAR PENDIDIKAN KHD – BUDI PEKERTI
5. DASAR PENDIDIKAN KHD – BUDI PEKERTI
5. DASAR PENDIDIKAN KHD – BUDI PEKERTI
Cipta + Rasa + Karsa/Karya + Pekerti (tenaga) 🡪 Keseimbangan (keselarasan) Hidup
. . .seorang petani (dalam hakikatnya sama kewajibannya dengan seorang pendidik) yang menanam jagung misalnya, hanya dapat menuntun tumbuhnya jagung, ia dapat memperbaiki kondisi tanah, memelihara tanaman jagung, memberi pupuk dan air, membasmi ulat-ulat atau jamur-jamur yang mengganggu hidup tanaman padi dan lain sebagainya. (KHD, 1936, Dasar-Dasar Pendidikan, hal.2, paragraph 1)
6. DASAR PENDIDIKAN KHD – PETANI
6. DASAR PENDIDIKAN KHD – TUKANG KEBUN KEHIDUPAN
6. DASAR PENDIDIKAN KHD – TUKANG KEBUN KEHIDUPAN
6. DASAR PENDIDIKAN KHD – TUKANG KEBUN KEHIDUPAN
6. DASAR PENDIDIKAN KHD – TUKANG KEBUN KEHIDUPAN
6. DASAR PENDIDIKAN KHD – TUKANG KEBUN KEHIDUPAN
“Maksud pendidikan itu adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia, maupun anggota masyarakat”
Ki Hadjar Dewantara | Pendidikan Abad XXI |
Menuntun | Kolaborasi, Kritis-Reflektif, Komunikasi, Kreatif, Inovatif |
Selamat dan Bahagia | Wellbeing |
7. RELEVANSI FILOSOFIS PENDIDIKAN KHD – PESAN KUNCI
7. REFLEKSI FILOSOFIS PENDIDIKAN KHD – PESAN KUNCI
Masa Lampau – Pendidikan yang Menuntun
Masa Kini – Pendidikan Gotong Royong (Kolaboratif – Reflektif – Kritis)
Masa Depan – murid Humanis (penuh kasih sayang, hati yang bersih, jujur) yang Selamat & Bahagia (student wellbeing)
(catatan: kata wellbeing dalam bahasa KHD – Selamat dan Bahagia; di Program Gubernur Jawa Barat, Jabar Masagi disebut BAGDJA)
8. REFLEKSI FILOSOFIS PENDIDIKAN KHD – PESAN KUNCI
REFLEKSI PERSONAL – PADLET 15’
4 Pertanyaan Reflektif:
PENDIDIKAN ADALAH MENUNTUN KEKUATAN KODRAT ANAK
KI HADJAR DEWATARA
TERIMA KASIH � �SALAM & BAHAGIA�