1 of 34

DO NEONATAL

QI Platform (FKTP)

03 November 2025

2 of 34

A. DATA RUTIN NEONATAL

SECTION 01

3 of 34

1. Jumlah bayi yang dilahirkan di FKTP

  • Jumlah bayi yang dilahirkan di FKTP
  • Bayi yang dilahirkan termasuk menghitung bayi lahir hidup, lahir mati (Intrapartum) dan IUFD
  • Bayi baru lahir = Neonatus = Neonatal yaitu masa kehidupan pertama bayi di luar rahim, sampai dengan usia 28 hari

3

4 of 34

3. Jumlah total lahir hidup laki-laki

  • Jumlah bayi lahir hidup di FKTP, berjenis kelamin laki-laki 

4

4. Jumlah total lahir hidup perempuan

  • Jumlah bayi lahir hidup di FKTP, berjenis kelamin perempuan

2. Jumlah total bayi lahir hidup

  • Jumlah bayi lahir hidup di FKTP tersebut

5 of 34

5. Jumlah bayi lahir hidup dengan BBL <2000 gram

  • Jumlah bayi lahir hidup di FKTP, dengan berat badan lahir <2000 gram

5

6. Jumlah bayi lahir hidup dengan BBL ≥2000 gram

  • Jumlah bayi lahir hidup di FKTP, dengan berat badan lahir ≥2000 gram

7. Jumlah Bayi Baru Lahir (BBL) dengan nilai APGAR ≤5 pada menit ke 10

  • Jumlah bayi baru lahir dengan asfiksia (yang ditandai dengan apgar skor ≤5 pada menit ke-10), diantara semua bayi lahir hidup di FKTP

6 of 34

8. Jumlah bayi lahir hidup yang menerima pelayanan neonatal essensial

  • Jumlah bayi lahir hidup yang menerima pelayanan neonatal esensial di FKTP
  • Pelayanan yang dicatat/dihitung mengacu pada pelayanan kesehatan neonatal esensial 0-6 jam setelah bayi dilahirkan
  • Pelayanan 0-6 jam dilaksanakan rawat gabung, meliputi: a) Pencegahan hipotermi; b) IMD; c) Pemotongan dan perawatan tali pusat; d) Pemberian Vit-K1; e) Pemberian salep mata antibiotik; f) Pemberian HB0; g) Pemeriksaan fisik; h) Pemantauan tanda bahaya; i) Penanganan asfiksia BBL; j) Pemberian identitas bayi; dan k) Rujukan kasus yang tidak dapat ditangani dalam kondisi stabil, tepat waktu ke fasilitas pelayanan kesehatan yang lebih mampu
  • Jika bayi hanya mendapat salah satu pelayanan kesehatan neonatal esensial, maka tidak dihitung sebagai menerima pelayanan

  Referensi --> PMK NO. 53 TH 2014

6

7 of 34

9. Jumlah kunjungan neonatal 1

  • Jumlah kunjungan neonatal pertama (KN-1) bagi bayi yang lahir di FKTP
  • Yang dimaksud dengan kunjungan neonatal (KN) adalah kunjungan bagi bayi usia <1 bulan
  • KN yang ditetapkan setelah bayi dilahirkan adalah KN-1 (kunjungan pada 6-48 jam)
  • Jika dalam waktu 0-6 jam bayi dirujuk ke RS, maka bayi tersebut tidak dihitung telah mendapatkan pelayanan KN1

7

8 of 34

10. Jumlah bayi lahir hidup dengan tali pusat diklem >2 menit setelah lahir

  • Jumlah bayi lahir hidup di FKTP dengan tali pusat diklem >2 menit setelah lahir

8

11. Jumlah Bayi Baru Lahir (BBL) yang dilakukan kontak kulit ke kulit segera setelah lahir

  • Jumlah bayi yang diletakkan di dada ibu segera setelah lahir, sehingga terjadi kontak kulit antara ibu dan bayi.
  • Catatan: 
    • Tidak melihat apakah bayi berhasil/tidak mencapai putting susu (menyusu)
    • Rujukan: Permenkes No.53 Tahun 2014; Hal 17=19; Poin No. 5

9 of 34

12. Jumlah bayi BBLR yang mendapatkan perawatan metode kanguru

  • Jumlah kasus BBLR (Berat Badan Lahir Rendah) yang mendapatkan Perawatan Metode Kanguru (PMK) di FKTP
  • Termasuk mencatat/menghitung kasus BBLSR (Berat Badan Lahir Sangat Rendah) yang mendapatkan PMK, karena memungkinkan bagi BBLSR untuk mendapatkan PMK sesuai kondisinya
  • BBLR adalah bayi baru lahir di Puskesmas/Klinik yang memiliki berat <2500 gram saat dilahirkan, tanpa menilai masa gestasi
  • BBLSR adalah bayi baru lahir di Puskesmas/Klinik yang memiliki berat 1000-1500 gram saat dilahirkan

9

10 of 34

13. Jumlah IUFD atau KJDK/ Kematian Janin Dalam Kandungan (antenatal)

  • Jumlah kasus IUFD yang terjadi di FKTP
  • IUFD (Intrauterine Fetal Death) atau KJDR (Kematian Janin Dalam Rahim) adalah kondisi janin yang meninggal di dalam kandungan setelah kehamilan berusia 20 minggu
  • IUFD berbeda dengan kematian intrapartum

10

11 of 34

14. Jumlah BBL dengan infeksi/sepsis

  • (Otomatis mengambil data di 02. Neonatal - Komplikasi No.4-A)
  • Jumlah kasus infeksi/sepsis pada bayi baru lahir di FKTP
  • Infeksi dan sepsis yang dimaksud berhubungan dengan kasus neonatal
  • Contoh infeksi: Meningitis, Konjungtivitis, Cytomegalovirus (CMV), Sepsis, Rubella, Listeriosis, Sifilis bawaan, Hepatitis B, Pneumonia, Toksoplasmosis, Tetanus, dll

11

12 of 34

15. Jumlah BBL infeksi yang mendapatkan antibiotik sebelum dirujuk ke rumah sakit

  • Jumlah kasus infeksi/sepsis pada bayi baru lahir yang mendapatkan terapi antibiotik di FKTP sebelum dirujuk ke RS
  • Dalam hal ini FKTP mencatat pemberian antibiotik kepada bayi yang dilakukannya sebelum dirujuk

12

16. Jumlah BBL infeksi yang dirujuk ke rumah sakit

  • Jumlah kasus infeksi pada bayi baru lahir di FKTP yang dirujuk ke RS

13 of 34

17. Jumlah kematian intrapartum

  • Jumlah kasus kematian bayi dalam proses persalinan (ibu inpartu) yang terjadi di FKTP
  • Kematian intrapartum adalah kejadian bayi meninggal selama proses persalinan, artinya saat proses persalinan dimulai bayi teridentifikasi hidup, namun hingga sebelum dilahirkan bayi teridentifikasi mati
  • Identifikasi bayi dalam kandungan masih hidup salah satunya melalui pengukuran DJJ (Denyut Jantung Janin)
  • Kematian intrapartum berbeda dengan IUFD

13

14 of 34

18. Jumlah kematian intrapartum ≥2000 gram

  • Jumlah kasus kematian bayi yang terjadi selama proses persalinan di FKTP, dengan berat badan bayi ≥2000 gram

14

19. Jumlah kematian BBL

  • (Otomatis mengambil data di 02. Neonatal - Komplikasi baris 18-B) -- jangan lupa mengisi data komplikasi & kematian
  • Jumlah kasus kematian bayi baru lahir di FKTP

15 of 34

20. Jumlah kematian BBL dengan jenis kelamin Laki-laki

  • Jumlah kasus kematian bayi baru lahir di FKTP, berjenis kelamin laki-laki

15

21. Jumlah kematian BBL dengan jenis kelamin perempuan

  • Jumlah kasus kematian bayi baru lahir di FKTP, berjenis kelamin perempuan

16 of 34

22. Jumlah kematian BBL ≥ 2000 gram

  • Jumlah kasus kematian bayi baru lahir di FKTP, dengan berat badan bayi ≥ 2000 gram
  • Perhatian: yang dimaksud adalah ≥ 2000 gram 

16

17 of 34

23. Jumlah kematian BBL ≥ 2000 gram yang dilakukan audit

  • Jumlah kasus kematian bayi baru lahir di FKTP, dengan berat badan bayi ≥ 2000 gram dan telah dilakukan audit atau telaah kasus
  • Perhatian: yang dimaksud adalah ≥ 2000 gram 
  • Tidak mencatat kasus BBL nearmiss (hampir mati) yang dilakukan audit atau telaah kasus

17

18 of 34

24. Jumlah kasus kematian BBL yang telah dilaporkan melalui aplikasi MPDN

  • Jumlah kasus kematian bayi baru lahir di FKTP dan telah dilaporkan melalui aplikasi MPDN (Maternal Perinatal Death Notification)
  • Sarankan FKTP untuk membuka akun MPDN-nya, ketika akan mengisi data elemen ini
  • Berikan komentar jika tidak ada kematian namun melakukan zero reporting melalui MPDN

18

19 of 34

B. ASFIKSIA

SECTION 02

20 of 34

1. Bayi Baru Lahir (BBL) dengan suhu < 36,5 ⁰C pada 1 jam postpartum

  • Jumlah Bayi Baru Lahir (BBL) dengan suhu < 36,5 ⁰C pada 1 jam postpartum, diantara total bayi lahir hidup.
  • Semua BBL dilakukan pengukuran suhu dalam 1 jam pasca persalinan, dengan suhu normal 36,5 - 37,5)

21 of 34

2. Jumlah BBL yang tidak bernafas spontan atau asfiksia

  • (Otomatis mengambil data di 02. Neonatal - Komplikasi No.1-A) -- jangan lupa mengisi data komplikasi & kematian
  • Jumlah kasus asfiksia pada bayi baru lahir di FKTP
  • Asfiksia yang dihitung/dicatat adalah semua kasus asfiksia (ringan, sedang atau berat)

22 of 34

3. Jumlah kematian BBL karena tidak bernafas spontan atau asfiksia

  • (Otomatis mengambil data di 02. Neonatal - Komplikasi No.1-B) -- jangan lupa mengisi data komplikasi & kematian
  • Jumlah kasus kematian karena asfiksia pada bayi baru lahir yang di FKTP

23 of 34

4. Jumlah Bayi Baru Lahir (BBL) dirujuk ke RS dengan asfiksia

  • Jumlah bayi baru lahir (BBL)yang dirujuk ke RS dengan asfiksia

5. Jumlah Bayi Baru Lahir (BBL) yang dirujuk ke RS dengan GDS (Gula Darah Sewaktu) <47

  • Jumlah Bayi Baru Lahir (BBL) dengan asfiksia yang dirujuk ke RS dengan GDS (Gula Darah Sewaktu) < 47

24 of 34

6. Jumlah BBL laki-laki yang tidak bernafas spontan atau asfiksia

  • Jumlah kasus asfiksia pada bayi baru lahir berjenis kelamin laki-laki di FKTP.

7. Jumlah BBL perempuan yang tidak bernafas spontan atau asfiksia

  • Jumlah kasus asfiksia pada bayi baru lahir berjenis kelamin perempuan di FKTP.

25 of 34

8. Jumlah BBL laki-laki yang tidak bernafas spontan atau asfiksia yang mendapatkan resusitasi

  • Jumlah kasus asfiksia pada bayi baru lahir berjenis kelamin laki-laki yang mendapatkan resusitasi di FKTP
  • Resusitasi neonatus adalah prosedur yang dilakukan kepada neonatus yang mengalami gagal bernapas secara spontan (asfiksia)
  • Prinsip dasar teknik resusitasi neonatus adalah penilaian awal, stabilisasi awal, ventilasi dan oksigenasi, kompresi dada, serta pemberian epinefrin dan volume cairan

26 of 34

9. Jumlah BBL perempuan yang tidak bernafas spontan atau asfiksia yang mendapatkan resusitasi

  • Jumlah kasus asfiksia pada bayi baru lahir berjenis kelamin perempuan yang mendapatkan resusitasi di FKTP
  • Resusitasi neonatus adalah prosedur yang dilakukan kepada neonatus yang mengalami gagal bernapas secara spontan (asfiksia)
  • Prinsip dasar teknik resusitasi neonatus adalah penilaian awal, stabilisasi awal, ventilasi dan oksigenasi, kompresi dada, serta pemberian epinefrin dan volume cairan

27 of 34

10. Jumlah BBL yang tidak bernafas spontan atau asfiksia yang mendapatkan resusitasi dengan stimulasi

  • Jumlah kasus asfiksia pada bayi baru lahir yang mendapatkan resusitasi dengan cara stimulus di FKTP
  • Stimulasi adalah rangsangan (tindakan) pro-aktif yang diberikan kepada bayi, seperti membersihkan jalan napas, mengusap punggung/kaki bayi dan/atau memberikan rangsangan taktil
  • Stimulasi adalah langkah awal dari resusitasi. Kemungkinan bayi asfiksia bisa kembali bernafas spontan setelah dilakukan stimulasi. Jadi data yang dihitung adalah bayi asfiksia yang mendapatkan resusitasi sampai langkah awal saja (stimulasi)

28 of 34

11. Jumlah BBL yang tidak bernapas spontan atau asfiksia yang mendapatkan resusitasi dengan bantuan alat

  • Jumlah kasus asfiksia pada bayi baru lahir yang mendapatkan resusitasi dengan bantuan alat di FKTP
  • Yang dimaksud dengan bantuan alat adalah semua alat yang digunakan untuk memberikan pertolongan pada kasus asfiksia, seperti ambubag/bag and mask atau VTP atau T-piece atau CPAP (mix safe)
  • Jika bayi tidak bernafas spontan dengan stimulasi, maka langkah resusitasi lanjutan adalah memberikan tekanan positif (VTP)  ke paru – paru bayi menggunakan alat dan bisa dilanjutkan dengan memberikan PEEP menggunakan T-Piece resusitator . Jadi data yang dihitung adalah bayi asfiksia yang mendapatkan resusitasi sampai langkah awal (stimulasi) dan menggunakan bantuan alat

29 of 34

12. Jumlah ibu melahirkan yang dilakukan observasi DJJ kala 2

  • Jumlah ibu bersalin kala 2, yang diobservasi menggunakan lembar observasi untuk mencatat DJJ, yang diperiksa setiap setelah ibu kontraksi atau minimal tiap 5 menit
  • Yang dimaksud dengan:
    • Kala-II adalah fase dari dilatasi (pembukaan) serviks lengkap (10 cm) hingga bayi lahir
    • Observasi adalah melakukan pemantauan DJJ setelah kontraksi selesai atau setelah ibu meneran
    • Di partograf tidak ada tempat pencatatan DJJ kala II, silahkan buat pencatatan terpisah (CPPT atau lembar tersendiri)

QI Platform (Lama) 🡪 Jumlah ibu bersalin kala 2 yang diobservasi menggunakan lembar observasi khusus

30 of 34

13. Jumlah nakes (yang memberikan pertolongan pada BBL) melakukan drill emergensi resusitasi neonates satu kali per minggu

  • Jumlah tenaga kesehatan yang telah melakukan drill emergensi resusitasi neonatus 
  • Tenaga kesehatan yang diharapkan untuk melakukan drill adalah dokter, bidan dan perawat di unit/bangsal/ruangan yang terlibat dalam pertolongan pada bayi baru lahir
  • Bagi RS dengan jumlah kasus asfiksia sedikit, setiap nakes harus melakukan drill seminggu sekali -- simulasi: jika suster A bekerja di FKTP dengan jumlah kasus asfiksia sedikit, maka dia harus melakukan drill seminggu sekali pada bulan tersebut (4 atau 5 kali). Jika suster A hanya melakukan drill 3 kali, maka dia tidak dapat dihitung sebagai nakes yang telah melakukan drill pada bulan tersebut
  • Bagi FKTP dengan jumlah kasus asfiksia banyak, setiap nakes harus melakukan drill sebulan sekali -- beri komentar pada cell di QIP
  • Dibuktikan dengan dokumentasi/ catatan kegiatan drill emergensi dan daftar hadir

31 of 34

14. Jumlah nakes (yang memberikan pertolongan pada BBL)

  • Jumlah tenaga kesehatan yang memberikan pertolongan pada bayi baru lahir
  • Jumlah bidan/perawat yang terlibat/bertugas di PONED/kamar bersalin

15. Jumlah BBL dengan asfiksia yang mendapatkan VTP dalam 1 menit setelah langkah awal

  • Jumlah BBL dengan asfiksia (yang ditandai dengan apgar skor ≤5 pada menit ke 5) yang mendapatkan VTP dalam 1 menit setelah langkah awal , diantara seluruh bayi baru lahir dengan asfiksia.

32 of 34

16. Jumlah BBL dengan asfiksia yang mendapatkan T-piece resuscitator/CPAP dalam 2 menit setelah langkah awal

  • Jumlah BBL dengan asfiksia (yang ditandai dengan apgar skor ≤5 pada menit ke 5) yang mendapatkan T-piece resuscitator (CPAP) dalam 2 menit setelah langkah awal dan stimulasi tambahan tapi tetap menunjukkan pernapasan spontan dengan retraksi dada, merintih atau takipnue), diantara semua bayi dengan asfiksia

17. Jumlah ibu bersalin yang dilakukan observasi partograf

  • Jumlah ibu bersalin yang dilakukan observasi menggunakan partograf

33 of 34

18. Jumlah ibu bersalin yang dilakukan skrining admisi risiko Asfiksia

  • Jumlah ibu bersalin yang dilakukan skrining admisi risiko asfiksia
  • Skrining risiko asfiksia dilakukan untuk menilai potensi risiko asfiksia pada ibu bersalin sehingga nakes dapat menyiapkan kebutuhan resusitasi yang sesuai dengan besarnya potensi risiko yang ditemukan, terkait dengan tim resusitasi dan troli emergensi 

34 of 34

TERIMA KASIH

Presentasi ini dapat terwujud berkat dukungan dari rakyat Amerika melalui Kementerian Luar Negeri A.S. melalui perjanjian kerjasama #7200AA20CA00002, dilaksanakan oleh Jhpiego dan para mitra. Informasi yang diberikan pada presentasi ini adalah tanggung jawab dari MOMENTUM Country and Global Leadership, dan tidak mewakili pandangan Kementerian Luar Negeri A.S. atau pemerintah Amerika Serikat.