1 of 38

IMPLEMENTASI TEACHING FACTORY DI SMK

Oleh : Yustinus Aristono, M.Sn.

Diklat Reskilling/Upskilling

2024

BBPPMPV Seni dan Budaya

2 of 38

Tujuan Pembelajaran

  1. Memahami Perdirjen nomor 128/D/M/2023 tentang Juknis Bantuan SMK yang menerapkan TEFA
  2. Memahami Ekosistem Pembelajaran di SMK
  3. Memahami konsep Teaching Factory
  4. Memahami Model Pembelajaran Teaching Factory

3 of 38

  1. Apakah permasalahan yang dihadapi dari tamatan Sekolah kejuruan?
  2. Praktik baik apa yang sudah dilakukan sekolah anda untuk menyelesaikan permasalahan tersebut?

AYO DISKUSI

4 of 38

PEMBELAJARAN BERBASIS

INDUSTRI

  1. Penyelarasan Kurikulum
  2. Praktisi Industri Mengajar
  3. Magang Guru/Siswa ke Industri
  4. Uji Kompetensi Berbasis Industri
  5. Penerapan TEFA/PJBL

5 of 38

Tefa adalah model pembelajaran yang memadukan pencapaian kompetensi kurikulum sekolah dan proses produksi sesuai prosedur dan standar dunia kerja, untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan berkarakter melalui penyelesaian produk sebagai media belajar dalam bentuk barang dan/atau layanan jasa (Pedoman Tefa 2023)

6 of 38

> Prinsip Tefa

1. Pembelajaran Berkualitas

Pelaksanaan pembelajaran Tefa yang bekerjasama dengan dunia kerja dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran (pemenuhan sarana praktik produksi, transfer teknologi, dan metode pembelajaran) sesuai dengan standar proses pada prinsip pembelajaran dan asesmen yang berlaku untuk mencapai standar pembelajaran.

2. Edukatif

Penyelenggaraan Tefa tidak dimaksudkan untuk mengeksploitasi peserta didik melainkan mengutamakan pemberian kesempatan belajar berbasis industri yang melibatkan seluruh peserta didik untuk menumbuhkan etos dan budaya kerja sesuai dengan karakter/sifat pekerjaan.

7 of 38

3. Akuntabel

Pelaksanaan pembelajaran Tefa merupakan proses membangun kompetensi profesional, pelaksanaan dan pengelolaannya dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan peraturan berlaku dengan sumber daya yang digunakan secara transparan dan berintegritas.

4. Efisien

Pelaksanaan pembelajaran Tefa menghasilkan produk/barang/jasa yang sesuai dan tepat serta dapat menghemat pengeluaran bahan praktik dengan memanfaatkan bahan produksi.

5. Profesional

Pelaksanaan pembelajaran Tefa dapat mengembangkan kompetensi dan menginternalisasi karakter dunia kerja (kepatuhan terhadap peraturan, standar mutu, etika, estetika, penataan tempat kerja, pengaturan kerja, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan) pada peserta didik melalui proses pembelajaran yang menyenangkan.

8 of 38

KATAGORI IMPLEMENTASI TEFA

Tefa berbasis kepada pemenuhan kompetensi peserta didik

Tefa berbasis kepada pemenuhan masyarakat

Tefa berbasis kepada kemitraan dengan dunia kerja

9 of 38

INDIKATOR KATAGORI IMPLEMENTASI TEFA

10 of 38

  1. Pada posisi mana sekolah kita bila didasarkan kepada katagori penerapan TEFA disekolah?
  2. Tantangan kendala apa yang akan dihadapi oleh sekolah saat menerapkan Tefa?
  3. Strategi seperti apa yang akan bapak dan ibu lakukan untuk menjamin keterlaksanaan Tefa?

11 of 38

SOSIALISASI

TEFA

PENGORGANISASIAN TEFA

PENGUATAN MITRA

PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TEFA

EVALUASI & TINDAK LANJUT

Tahapan Pengembangan Teaching Factory

12 of 38

Kegiatan Pengembangan TEFA SMK

13 of 38

A. PEMBENTUKAN TIM

    • Penyusunan Tim
    • Penerbitan SK Tim Pelaksana

Organisasi TEFA �

Kepala SMK

Waka Kurikulum:

Koordinator Produksi

Kaprog …….

Koordinator Unit

Kaprog ……….

Koordinator Unit

Waka Humas: Koordinator Marketing

Waka Sarana: Koordinator Fasilitas

Waka Kesiswaan

Tata Usaha

14 of 38

A. PEMBENTUKAN TIM

    • Penyusunan Tim
    • Penerbitan SK Tim Pelaksana

Organisasi TEFA (BLUD)

15 of 38

16 of 38

17 of 38

MEMBANTU MEMAHAMI MASALAH PELANGGAN

RRRiiissett

Produk

MEMBANTU MENGETAHUI STRATEGI UNTUK PENGEMBANGAN DAN INOVASI

MENCIPTAKAN PERBEDAAN PADA KOMPETITOR

MEMBANTU BISNIS ATAU UMKM MENGIKUTI PERKEMBANGAN PASAR

18 of 38

SCAMPER METHOD

SCAMPER menjadi sebuah teknik untuk mendukung proses berpikir kreatif dan penyelesaian masalah yang mudah dan dapat mendatangkan hasil yang langsung dapat dirasakan. Melalui pertanyaan yang berkaitan dengan (S) substitute, (C) combine, (A) adapt, (M) modify, (P) put to another use, (E) eliminate, dan (R) reverse, perusahaan akan terbantu untuk menggali permasalahan melalui tujuh perspektif yang berbeda.

19 of 38

1. Strategi pengembangan produk dengan substitute

Temukan ide dengan mengganti komponen pendukung, bahan, atau manusia dalam bisnis Anda. Pertanyaan yang bisa kamu jawab adalah sebagai berikut:

  • Apa yang bisa saya ganti untuk membuat perbaikan?
  • Bagaimana saya bisa mengganti tempat, waktu, bahan atau orang?
  • Bisakah saya mengganti satu bagian dengan yang lain atau mengubah bagian apa pun? Mampukah saya mengganti seseorang yang terlibat?
  • Bisakah saya mengubah aturan? Haruskah saya mengubah nama?
  • Bisakah saya menggunakan bahan atau bahan lain? Dapatkah saya menggunakan proses atau prosedur lain?
  • Mampukah saya mengubah bentuk, warna, kekasaran, suara atau baunya? Dapatkah saya menggunakan ide ini untuk proyek lain?

20 of 38

2. Combine

Kembangkan ide dengan mengkombinasikan atau menggabungkan ide atau produk-produk Anda. Anda bisa menjawab pertanyaan berikut ini:

Ide, bahan, fitur, proses, orang, produk, atau komponen apa yang dapat saya gabungkan? Bisakah saya menggabungkan atau menggabungkan ini atau itu dengan objek lain?

Apa yang dapat saya gabungkan untuk memaksimalkan jumlah penggunaan? Apa yang dapat saya gabungkan untuk menurunkan biaya produksi?

Bahan mana yang bisa saya gabungkan? Di mana saya bisa membangun sinergi?

Manakah elemen terbaik yang dapat saya kumpulkan untuk mencapai hasil tertentu?

21 of 38

3. Adapt

Dalam langkah ini, Anda dapat mengubah dan menyesuaikan produk. Beberapa contoh pertanyaan untuk menemukan apa saja yang perlu diubah dan disesuaikan dalam produk kita adalah sebagai berikut:

Bagian mana dari produk yang dapat saya ubah? Bisakah saya mengubah karakteristik komponen?

Dapatkah saya mencari inspirasi dalam produk atau proses lain, tetapi dalam konteks yang berbeda?

Ide mana yang dapat saya adaptasi, salin, atau pinjam dari produk orang lain? Proses apa yang harus saya adaptasi?

Dapatkah saya menyesuaikan konteks atau kelompok sasaran?

Apa yang bisa saya adaptasi dengan cara ini atau itu untuk membuat hasil seperti ini?

22 of 38

4. Strategi modify untuk pengembangan produk

Pada tahap ini pertanyaan yang perlu diajukan dan dijawab garis besarnya adalah menemukan bagian dari produk atau layanan Anda yang perlu dimodifikasi. Gunakan pertanyaan yang bisa memandu Anda untuk mengubah sebagian atau seluruh situasi atau produk saat ini.

Berikut ini contoh pertanyaan yang bisa Anda gunakan: Apa yang bisa saya kurangi atau hapus?

Apa yang bisa saya tambahkan atau lebihkan dari produk ini?

Bisakah saya melebih-lebihkan tombol, warna, ukuran, dan bagian lainnya? Apa yang bisa dibuat lebih tinggi, lebih besar, atau lebih kuat?

Dapatkah saya meningkatkan kecepatan atau frekuensinya? Bisakah saya menambahkan fitur tambahan?

Bagaimana saya bisa menambahkan nilai ekstra?

23 of 38

5. Put to Another Use

Fokus dalam pertanyaan ini adalah bagaimana memanfaatkan benda atau hal untuk penggunaan lainnya. Contoh pertanyaan yang bisa membantu Anda adalah sebagai berikut:

Apa lagi yang bisa digunakan?

Bagaimana seorang anak atau orang yang lebih tua akan menggunakannya? Bagaimana orang-orang dengan disabilitas menggunakannya?

Kelompok sasaran lain mana yang dapat memperoleh manfaat dari produk ini? Apa jenis pengguna lain yang membutuhkan atau menginginkan produk saya? Siapa atau apa lagi yang dapat menggunakannya?

Bisakah itu digunakan oleh orang lain selain yang dimaksudkan untuk awalnya? Apakah ada cara baru untuk menggunakannya dalam bentuknya saat ini?

Apakah ada kemungkinan penggunaan lain jika saya memodifikasi produk?

24 of 38

6. Eliminate

Fokus dari jenis pertanyaan ini adalah menghapus atau menyederhanakan sebagian dari elemen- elemen produk Anda. Contoh pertanyaan yang bisa Anda gunakan adalah sebagai berikut:

Apa yang bisa saya hapus tanpa mengubah fungsinya? Dapatkah saya mengurangi waktu atau komponen?

Apa yang akan terjadi jika saya menghapus komponen atau bagian darinya? Bisakah saya mengurangi upaya?

Bisakah saya memotong biaya?

Bagaimana saya bisa menyederhanakannya? Apa yang tidak penting atau tidak perlu?

Bisakah saya menghilangkan aturan? Bisakah saya membuatnya lebih kecil?

Dapatkah saya membagi produk saya menjadi beberapa bagian? Saya bisa menghilangkan apa dengan melakukan apa?

25 of 38

7. Reverse/Rearrange

Tahap terakhir dari metode SCAMPER ini adalah Anda perlu untuk mengatur ulang produk atau layanan Anda. Contoh pertanyaan yang bisa Anda elaborasi adalah sebagai berikut:

Apa yang dapat saya atur ulang dalam beberapa cara – dapatkah saya menukar komponen, pola, atau tata letak?

Dapatkah saya mengubah kecepatan atau jadwal?

Apa yang akan saya lakukan jika bagian dari masalah, produk, atau proses Anda bekerja secara terbalik?

Saya dapat mengatur ulang apa dengan cara apa sehingga ini terjadi?

26 of 38

CONTOH PENERAPAN METODE SCAMPER

7. Reverse (Membalik):

Membalikkan urutan warna pada sepatu, dengan bagian yang biasanya berwarna gelap menjadi terang dan sebaliknya, memberikan sentuhan desain yang menyegarkan.

1. Substitute (Menggantikan):

Menggantikan bahan kulit biasa pada sepatu dengan kain tradisional dari suatu daerah dapat memberikan nilai estetika yang lebih tinggi pada sepatu.

2. Combine (Menggabungkan):

Menggabungkan teknologi wearable dengan sepatu, seperti menambahkan lampu LED yang bisa berkedip-kedip saat berjalan, menciptakan sepatu yang unik dan berguna di malam hari.

3. Adapt (Adaptasi):

Mengadaptasi sepatu dengan desain yang ergonomis untuk konsumen yang memiliki masalah kaki tertentu, seperti menyediakan bantalan khusus atau penyangga yang dapat

4. Modify (Modifikasi):

Modifikasi sepatu dengan menambahkan elemen tali yang dapat diganti-ganti dengan berbagai warna dan gaya, memberi konsumen kemampuan untuk mengubah tampilan sepatu sesuai dengan selera mereka.

5. Put to Another Use

(Penggunaan Lain): Menggunakan sol sepatu yang tahan aus dan tahan air untuk menciptakan sepatu dengan kualitas terbaik.

6. Eliminate (Menghilangkan): Menghilangkan elemen tali sepatu untuk menciptakan sepatu slip-on yang lebih praktis dan nyaman untuk digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

27 of 38

28 of 38

Langkah Pembelajaran Tefa

29 of 38

Langkah Pembelajaran Tefa

30 of 38

Pesanan

(Eksternal, Internal/Stok)

Perangkat Ajar

1. Identifikasi Produk

4. Analisis Sumber Daya

2. Analisis Cakupan Kompetensi

Asesmen Sumatif

Produk

Modul Ajar

SOP

Job Sheet

3. Perancangan Produk

5. Pengerjaan Produk

6. Penyerahan Produk

7. Layanan Purna Jual

Instrumen Asesmen

Asesmen Formatif

Porto folio

Skill Passport

Work Book

Work Book

Pembelajaran/ Produksi

BAGAN PENGEMBANGAN KOMPETENSI MELALUI PEMBELAJARAN TEFA DI SMK

(SATU SIKLUS SERTIFIKASI: BERBASIS SKEMA)

SOP

Form. TEFA-01

Form. TEFA-02

Form. TEFA-03

Form. TEFA-04

Form. TEFA-05

Form. TEFA-06

Form. TEFA-07

Analisis Pesanan

Tujuan Pembelajaran

Work Book

Modul Ajar

Job Sheet

CP: Skema Sertifikasi Sinkronisasi

LANGKAH TEFA

PEMBELAJARAN/PRODUKSI

Beberapa

Skill Passport = Sertifikat

Porto folio

Live Assessment

Work Book

Pengembangan

Reset Pasar

*) Produk Berupa Barang dan Jasa

31 of 38

Job sheet adalah tahapan kegiatan yang membantu peserta didik dalam melaksanakan unjuk kerja. Dalam konteks teaching factory, Job sheet memuat urutan materi untuk mengantarkan pencapaian kompetensi peserta didik dengan hasil akhir berupa produk (barang/jasa).

Job sheet dirancang dan dilaksanakan berdasarkan prosedur dan standar kerja yang sesungguhnya untuk menghasilkan produk (barang/jasa) yang sesuai dengan standar kualitas.

JOB SHEET

32 of 38

TAHAPAN DAN PEMBAGIAN PERAN DALAM PENYUSUNAN JOB SHEET

33 of 38

Jadwal blok dalam konteks model pembelajaran teaching factory adalah pengaturan kegiatan belajar mengajar yang disusun sedemikian rupa sehingga memungkinkan peserta didik memiliki waktu belajar dan pendampingan secara optimal pada saat mempelajari suatu kompetensi tertentu.

Jadwal blok mengatur sistem rotasi kegiatan pembelajaran teori dan praktik, terutama dalam hal penggunaan fasilitas belajar praktik (seperti: laboratorium, bengkel, studio, dapur, kebun, kolam, ruang simulasi, dll. sesuai dengan kompetensi keahlian) agar dapat berlangsung secara terus menerus. Pengertian proses pembelajaran “terus-menerus” adalah bahwa kegiatan praktik dapat dilakukan secara kontinyu dalam waktu yang telah ditentukan sampai dengan tercapainya kompetensi peserta didik.

JADWAL PRODUK

34 of 38

PENYUSUNAN JADWAL BLOK

Jam belajar, berkaitan dengan waktu belajar berdasarkan kalender akademik serta waktu yang dibutuhkan untuk mencapai kompetensi;

b) Mata pelajaran, berkaitan dengan materi yang dipelajari peserta didik dalam kurun waktu tertentu;

c) Rotasi/perputaran, berkaitan dengan pengaturan waktu belajar praktik peserta didik secara berkelompok dan bergulir (satu rombongan belajar dibagi menjadi beberapa kelompok dan setiap kelompok akan mempelajari mata pelajaran yang berbeda dalam kurun waktu tertentu secara bergiliran);

35 of 38

TUGAS INOVASI PRODUK

  1. Lakukan Metode SCAMPER untuk menentukan inovsi produk (LK-01)
  2. Setelah ketemu produk yang akan dikembangkan lakukan analisis kebutuhan kompetensi, waktu pelaksanaan, kebutuhan job sheet, dan kebutuhan peralatan (LK-02)

36 of 38

Lembar Kerja 01

Identifikasi Inovasi Produk

No

Tahapan Scamper

Deskripsi Analisis

1

Subtitute

2

Adaptasi

3

Kombinasi

4

Modifikasi

5

Penggunaan Lain

6

Menghilangkan

7

Pengaturan Kembali

Nama Produk Yang Akan Di Kembangkan :

37 of 38

Lembar Kerja 02

Identifikasi Kebutuhan Sarana

Nama Produk Yang Akan dibuat: …….

No

Kebutuhan Kompetensi

Kebutuhan Waktu

Kebutuhan Job Sheet

Kebutuhan Bahan

Kebutuhan Peralatan

38 of 38

MATUR NUWUN