1 of 66

Seri Panduan Platform Merdeka Mengajar

Panduan Teknis Fitur Pengelolaan Kinerja

Kepala Sekolah

Untuk Pengguna:

Kepala Sekolah

Disusun Oleh: Tim Kemendikbudristek dan Tim Pengembang Teknologi

Januari, 2024 | Versi 1.0 | Umum

2 of 66

Pengelolaan Kinerja

Pengelolaan kinerja di PMM adalah alat bantu yang memudahkan guru dan kepala sekolah menentukan sasaran kinerja yang lebih kontekstual dengan kebutuhan satuan pendidikan dan pengembangan karirnya, demi peningkatan kualitas pembelajaran murid.

Pengelolaan Kinerja untuk guru terdiri dari tiga tahapan, yaitu:

  1. Perencanaan
  2. Pelaksanaan
  3. Penilaian

2

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

3 of 66

Aktor yang Terlibat dalam Pengelolaan Kinerja Kepala Sekolah di PMM

Kepala Sekolah sebagai Pegawai mendapat pembimbingan selama proses pengelolaan kinerja untuk meningkatkan praktik kinerja yang berdampak pada kualitas pembelajaran.

Pengelolaan Kinerja Kepala Sekolah pada PMM ditujukan bagi Kepala Sekolah berstatus ASN di bawah naungan Pemerintah Daerah.

Kepala Sekolah

Kepala Dinas Pendidikan adalah Pejabat Penilai Kinerja yang berwenang dalam membimbing Kepala Sekolah untuk meningkatkan kinerja sebagai pegawainya.

Kepala Dinas Pendidikan dapat mendelegasikan sebagian dari wewenangnya kepada Pengawas Sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan

Pengawas Sekolah adalah Pegawai yang mendapatkan pendelegasian tugas dalam mendampingi Kepala Sekolah meningkatkan praktik kinerjanya.

Pengawas Sekolah menyusun rekomendasi yang dilaporkan kepada Kepala Dinas Pendidikan.

Pengawas Sekolah

Pegawai

Pejabat Penilai Kinerja

Pimpinan

Tim kerja

3

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

4 of 66

Halaman Beranda Pengelolaan Kinerja Kepala Sekolah

4

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

5 of 66

01

PERENCANAAN KINERJA

6 of 66

1A

Perencanaan Rencana

Kinerja

7 of 66

Halaman Beranda Pengelolaan Kinerja

  1. Pada Beranda, klik Pengelolaan Kinerja Anda

1

Untuk mengetahui linimasa pengelolaan kinerja dapat dilihat di laman Beranda

7

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

8 of 66

Halaman Beranda Pengelolaan Kinerja - untuk Kepala Sekolah Plt.

Apabila Anda merupakan kepala sekolah yang juga menjabat sebagai kepala sekolah Plt di satuan pendidikan lain, Anda perlu mengisi perencanaan kinerja untuk satdik di mana Anda menjabat sebagai Plt. juga.

Mohon pastikan untuk mengajukan perencanaan dan melakukan tahap pelaksanaan untuk seluruh satuan pendidikan Anda.

8

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

9 of 66

  1. Klik Mulai

2

9

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

10 of 66

Anda akan melihat data diri seperti nama, NIP, status kepegawaian, pangkat dan golongan, jenjang jabatan, dan nama satuan pendidikan.

  1. Pastikan data diri Anda sudah sesuai. Jika sudah, klik Data sudah sesuai

3

Mohon melakukan pembaharuan data di Dapodik apabila tidak sesuai. Edit data hanya dapat dilakukan sekali

10

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

11 of 66

Pada tahapan perencanaan, Anda sebagai kepala sekolah dapat merencanakan kinerja Anda dengan memfokuskan dari satu indikator berdasarkan Rapor Pendidikan

Perencanaan Kinerja terdiri dari:

  1. Praktik Kinerja
  2. Pengembangan Kompetensi
  3. Perilaku Kerja
  4. Rangkuman

11

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

12 of 66

Anda sudah masuk ke laman Perencanaan Kinerja. Tahap pertama yang perlu dilakukan adalah memilih indikator yang diprioritaskan untuk peningkatan kinerja Anda.

Rekomendasi perencanaan Anda didasari dari hasil capaian Rapor Pendidikan satuan pendidikan Anda.

  1. Klik Rapor Pendidikan untuk melihat hasil capaian

4

Untuk melihat detail indikator dan target perilaku dapat dilihat

di lampiran ini

12

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

13 of 66

Ada 8 pilihan indikator untuk kepala sekolah. 8 sub indikator turunan dari Indikator D3 Kepemimpinan Pembelajaran pada Rapor Pendidikan.

Kepala Sekolah memilih 1 sub indikator untuk ditingkatkan melalui Siklus Peningkatan Kinerja.

8 pilihan indikator dapat diubah sesuai prioritas pendidikan nasional.

  1. Pilih salah satu indikator yang direkomendasikan atau Anda dapat memilih indikator lainnya jika merasa kurang sesuai
  2. Klik Ke pengembangan Kompetensi

5

6

13

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

14 of 66

Pada laman Pengembangan Kompetensi, Anda akan mengisi Rencana Hasil Kerja (RHK). Perlu diperhatikan terdapat minimal poin untuk Rencana Hasil Kerja Anda. Total poin yang perlu diajukan minimal 32 dan maksimal 128 dalam satu semester.

  1. Pilih Rencana Hasil Kerja sesuai dengan yang ingin Anda tingkatkan
  2. Pilih berapa Target Kuantitas yang ingin dicapai
  3. Untuk menambahkan Rencana Hasil Kerja, klik Tambah

Bukti dukung berbeda-beda tergantung dari RHK pilihan

6

7

8

14

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

15 of 66

Akan muncul tambahan kotak untuk Anda mengisi kembali Rencana Hasil kerja. Pengisian dilakukan sama seperti RHK pertama.

  1. Klik Hapus untuk menghapus RHK Anda

Penambahan RHK dapat dilakukan beberapa kali sesuai dengan kebutuhan Anda.

  1. Apabila pengisian sudah sesuai, klik Ke Perilaku Kerja untuk ke langkah selanjutnya

9

10

15

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

16 of 66

Perilaku Kerja adalah tindakan kepala sekolah yang dapat dinilai untuk peningkatan kualitas pembelajaran dan sebagai pegawai yang melayani masyarakat.

Pada laman Perilaku Kerja, Anda dapat memilih indikator yang akan diobservasi oleh kepala sekolah.

Ada 7 aspek yang dapat diobservasi.

  1. Pilih indikator perilaku
  2. Klik Ke Rangkuman apabila sudah diisi semua

11

12

16

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

17 of 66

Pada laman Rangkuman, Anda dapat melihat seluruh hasil pengisian perencanaan kinerja Anda. Mohon untuk memastikan pengisian sudah sesuai dan benar.

  1. Klik Lanjut ajukan untuk mengajukan perencanaan Anda ke atasan

12

17

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

18 of 66

  1. Klik Kumpulkan untuk melanjutkan

13

18

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

19 of 66

Perencanaan Kinerja Anda selesai dan sebagai kepala sekolah, perencanaan Anda akan otomatis disetujui.

19

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

20 of 66

Anda dapat menunggu periode proses pelaksanaan kinerja.

Mohon untuk melakukan pengecekan secara berkala.

20

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

21 of 66

02

PELAKSANAAN KINERJA

22 of 66

Ada beberapa variabel pelaksanaan kinerja yang akan dilakukan oleh Kepala Sekolah, yaitu:

  1. Praktik Kinerja
  2. Pengembangan Kompetensi
  3. Perilaku kerja
  4. Dokumen Akuntabilitas

Anda dapat melakukan kegiatan-kegiatan ini secara paralel.

1

22

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

23 of 66

2.1

PRAKTIK KINERJA

24 of 66

A

Form A: Diskusi Persiapan Observasi Praktik Kinerja

25 of 66

  1. Klik Cek Langkah Observasi

1

25

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

26 of 66

Untuk melakukan observasi, ada dokumen yang perlu diisi dan pengisian dokumen ini perlu dilakukan dengan berdiskusi dengan atasan terlebih dahulu.

Mohon untuk tidak mengisinya sendiri.

  1. Klik Isi Dokumen untuk memulai pengisian dokumen persiapan observasi

2

26

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

27 of 66

  1. Pilih perilaku yang akan diobservasi oleh atasan Anda. Anda dapat memilih lebih dari satu
  2. Tuliskan upaya yang ingin Anda lakukan untuk mempelajari Target Perilaku yang akan diobservasi. Jelaskan hingga maksimal 250 karakter

3

4

Untuk melihat detail indikator dan target perilaku dapat dilihat

di lampiran ini

27

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

28 of 66

Anda perlu mendiskusikan dengan atasan kapan waktu Anda akan diobservasi oleh atasan. Pastikan untuk memastikan jadwal sudah sesuai dan apabila nantinya ada perubahan jadwal, mohon diskusikan kembali secara langsung dengan atasan atau observer.

  1. Pilih tanggal yang sudah ditentukan bersama
  2. Tentukan lokasi observasinya
  3. Tuliskan nama kegiatan yang akan diobservasi
  4. Tuliskan keterangan lain apabila ada yang perlu diketahui oleh atasan (opsional)

5

6

7

8

28

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

29 of 66

  1. Apabila ingin diteruskan di lain waktu, dapat menyimpan hasil pengisian Anda dengan klik Simpan draf
  2. Apabila sudah selesai, klik Kumpulkan

9

10

29

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

30 of 66

  1. Konfirmasikan kembali bahwa Anda betul akan mengumpulkan dokumen ini dengan klik Kumpulkan

11

30

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

31 of 66

Dokumen berhasil terkumpul dan langkah berikutnya adalah pelaksanaan observasi yang akan dilakukan oleh atasan.

Anda dapat meneruskan ke pengisian dokumen tindak lanjut apabila atasan sudah mengirimkan dokumen hasil observasinya.

31

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

32 of 66

B

Form C: Diskusi Tindak Lanjut

33 of 66

Setelah observasi selesai terlaksana, Anda perlu mendiskusikan kembali dengan kegiatan yang akan dilakukan untuk tindak lanjut observasi.

  1. Klik Isi Dokumen Tindak Lanjut untuk memulai pengisian dokumen tindak lanjut

1

33

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

34 of 66

Mulailah untuk mengisi formulir diskusi tindak lanjut observasi. Pastikan untuk mengisinya sambil berdiskusi dengan atasan.

  1. Refleksikan hasil kegiatan observasi yang sudah dilakukan dengan mengisi kolom ini.
  2. Klik Cek Rating Observasi untuk melihat hasil penilaian observasi

2

3

34

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

35 of 66

  1. Isikan kolom-kolom ini untuk menjelaskan rencana belajar dari platform Merdeka Mengajar (PMM) dalam rangka berupaya untuk meningkatkan kualitas kinerja

4

35

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

36 of 66

  1. Isikan juga pada bagian pilihan belajar lainnya apabila Anda ingin meningkatkan praktik kinerja menggunakan kanal yang lain.

5

36

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

37 of 66

  1. Apabila sudah terisi, klik Kumpulkan. Hasil pengisian formulir tindak lanjut observasi ini akan ditinjau oleh atasan

6

Kebutuhan Dukungan

(Apa/Siapa)

37

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

38 of 66

C

Form D: Refleksi Tindak Lanjut

39 of 66

  1. Klik Isi Dokumen untuk memulai mengisikan hasil refleksi setelah melakukan pembelajaran pada proses tindak lanjut

1

39

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

40 of 66

  1. Anda dapat melihat ringkasan hasil pengisian rencana tindak lanjut yang sudah diajukan ke atasan
  2. Isikan pada kolom-kolom ini mengenai hasil belajar yang sudah didapatkan dan refleksikan proses kegiatan belajar Anda menggunakan pilihan belajar dari PMM

2

3

40

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

41 of 66

Apabila Anda juga memilih pilihan belajar selain dari PMM, Anda juga dapat mengelaborasi hasil belajar Anda dan merefleksikannya juga pada formulir ini.

  1. Lihat ringkasan rencana tindak lanjut Anda pada kolom ini
  2. Isikan pada kolom-kolom ini mengenai hasil belajar yang sudah didapatkan dan refleksikan proses kegiatan belajar Anda dengan pilihan belajar selain di PMM

4

5

41

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

42 of 66

  1. Apabila sudah terisi, klik Kumpulkan. Hasil refleksi tindak lanjut Anda akan dikirimkan ke atasan untuk ditinjau kembali

6

42

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

43 of 66

Dengan begitu, pelaksanaan Praktik Kinerja dengan kegiatan observasi dan tindak lanjut sudah selesai dilaksanakan.

43

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

44 of 66

2.2

MENGUMPULKAN BUKTI DUKUNG PENGEMBANGAN KOMPETENSI

45 of 66

Dalam kegiatan Pengembangan Kompetensi, Kepala Sekolah akan mengumpulkan bukti dukung dari Rencana Hasil Kerja (RHK) yang sudah direncanakan sebelumnya.

Bukti dukung akan sesuai dengan RHK yang dipilih pada saat perencanaan.

  • Bukti dukung berbeda-beda tergantung dari RHK yang sudah disetujui
  • Predikat Kinerja tidak dihitung berdasarkan lengkapnya Bukti Dukung untuk Pengembangan Kompetensi. Bukti Dukung berfungsi untuk pertimbangan atasan.

45

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

46 of 66

  1. Untuk memulai mengumpulkan hasil kegiatan dari Pengembangan Kompetensi, klik Kumpulkan

1

46

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

47 of 66

  1. Anda dapat melihat status dari bukti dukung dari setiap RHK yang sudah diajukan.
  2. Apabila ada RHK dengan status belum dikumpulkan, klik Kumpulkan untuk memulai mengunggah bukti dukung di Pengelolaan Kinerja

2

3

47

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

48 of 66

  1. Klik Unggah untuk memulai mengunggah dokumen bukti dukung pada kegiatan yang sudah dilaksanakan

4

48

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

49 of 66

  1. Klik Unggah Dokumen atau Ambil Karya
    1. Pilih Unggah Dokumen dari laptop atau Komputer apabila bukti dukung tersimpan pada perangkat Anda
    2. Pilih Ambil dari Bukti Karya apabila Anda mengerjakan kegiatannya pada PMM

5

a

b

49

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

50 of 66

  1. Apabila sudah terunggah, Anda dapat meninjau kembali bukti dukung dengan klik Cek
  2. Atau Anda dapat klik Hapus dan menggantinya dengan dokumen yang lain. Anda dapat menghapus dokumen sebelum mengumpulkannya ke atasan
  3. Apabila dokumen sudah lengkap, klik Kumpulkan

6

7

8

50

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

51 of 66

Apabila Bukti Dukung dari Pengembangan Kompetensi sudah dikumpulkan, status akan berubah menjadi Sudah Dikumpulkan dan bukti Pengembangan Kompetensi dapat langsung dilihat oleh atasan.

51

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

52 of 66

2.3

MELIHAT INDIKATOR

PERILAKU KERJA

53 of 66

Anda dapat meninjau kembali pilihan indikator yang difokuskan pada Perilaku Kerja pada saat perencanaan. Harapannya, Bapak Ibu Kepala Sekolah dapat melaksanakan nilai-nilai tersebut selama masa Pengelolaan Kinerja.

  1. Untuk meninjau kembali pilihan indikator Anda, klik Cek

1

53

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

54 of 66

Anda dapat melihat indikator-indikator yang difokuskan pada setiap aspek pada halaman ini.

54

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

55 of 66

Mulai akses Pengelolaan Kinerja di Platform Merdeka Mengajar, sekarang!

Pahami alur dan penggunaan fitur Pengelolaan Kinerja Guru dan Kepala Sekolah di:

Pelajari lebih lanjut

55

Pengelolaan Kinerja Guru

Pengelolaan Kinerja Kepala Sekola

Gunakan tautan ini untuk mendapatkan informasi faktual dari Kemendikbudristek

56 of 66

57 of 66

L1

Indikator dan Target Perilaku

Lampiran penjelasan Indikator dan Fokus Perilaku pada Praktik Kinerja

58 of 66

Presentasi visi-misi satuan pendidikan

Indikator Keberhasilan:

Tingkat upaya mengkomunikasikan visi-misi dan prioritas satuan pendidikan yang berpusat pada peningkatan kualitas pembelajaran.

Target Perilaku

Perilaku yang Dianjurkan

Perilaku yang Dihindari

Kepala Sekolah mempresentasikan visi-misi sekolah secara konkret, terstruktur, dan mudah dipahami

  • Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti termasuk dalam menjelaskan istilah kompleks yang digunakan
  • Menyusun materi presentasi secara logis dan terstruktur, dengan alur yang mudah diikuti
  • Memberikan contoh atau situasi nyata yang relevan dengan keseharian untuk menjelaskan visi-misi sekolah
  • Menggunakan istilah yang kompleks dan abstrak tanpa disertai penjelasan yang mudah dipahami
  • Menyampaikan terlalu banyak informasi yang tidak terkait langsung dengan visi misi sekolah
  • Mempresentasikan visi misi dengan mengabaikan tingkat pemahaman dan sudut pandang audiens

Kepala Sekolah melibatkan audiens sepanjang presentasi yang meliputi perhatian, interaksi, dan respon aktif

  • Mengajukan pertanyaan yang merangsang pemikiran dan diskusi untuk mendorong partisipasi aktif dari audiens
  • Menyediakan kesempatan bagi audiens untuk memberikan komentar atau pertanyaan, mendorong dialog dua arah
  • Menyesuaikan gaya presentasi berdasarkan umpan balik non-verbal dari audiens, seperti ekspresi wajah atau bahasa tubuh, untuk menjaga keterlibatan mereka
  • Berbicara tanpa henti tanpa memberikan kesempatan bagi audiens untuk berinteraksi atau merespon
  • Tidak memperhatikan atau mengabaikan sinyal non-verbal dari audiens yang mungkin menunjukkan kebosanan atau kebingungan
  • Tidak menyertakan aktivitas interaktif seperti polling, diskusi kelompok, atau aktivitas partisipatif lainnya

Kepala Sekolah mengajak audiens untuk beraksi sesuai peran dan tanggung jawab masing-masing

  • Menjelaskan tindakan konkret yang bisa diambil oleh audiens sesuai dengan peran dan tanggung jawab mereka untuk mendukung visi-misi sekolah
  • Menunjukkan bagaimana tindakan tersebut akan berkontribusi pada peningkatan kualitas pembelajaran dan manfaat yang akan dirasakan oleh sekolah dan siswa
  • Menggunakan kata-kata yang menginspirasi dan memotivasi audiens untuk terlibat aktif dalam mewujudkan visi-misi sekolah
  • Menyampaikan tindakan yang bersifat normatif tapi tidak konkret dan spesifik yang diharapkan dari audiens
  • Menyampaikan ajakan beraksi yang terlalu berat atau tidak realistis bagi audiens
  • Mengkomunikasikan ajakan beraksi dengan nada menuntut, bukan menginspirasi audiens untuk bertindak demi masa depan siswa

58

59 of 66

Presentasi program satuan pendidikan

Indikator Keberhasilan:

Tingkat upaya melakukan presentasi persuasif tentang program sekolah berbasis data dan berpusat pada peningkatan kualitas pembelajaran.

Target Perilaku

Perilaku yang Dianjurkan

Perilaku yang Dihindari

Kepala Sekolah menyampaikan informasi dengan tepat, mudah dipahami, dan relevan dengan peningkatan pembelajaran

  • Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti termasuk dalam menjelaskan istilah kompleks yang digunakan
  • Menyoroti detail penting dari program sekolah yang berkaitan langsung dengan peningkatan kualitas pembelajaran
  • Menjelaskan bagaimana program tersebut relevan dan mendukung tujuan umum sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran
  • Menggunakan istilah yang kompleks dan abstrak tanpa disertai penjelasan yang mudah dipahami
  • Menyampaikan semua detail program sehingga tidak terlihat hubungan antara program dengan peningkatan kualitas pembelajaran
  • Gagal menghubungkan program dengan tujuan keseluruhan sekolah atau manfaatnya bagi proses pembelajaran

Kepala Sekolah menggunakan data yang relevan untuk mendukung efektivitas program sekolah

  • Melakukan analisis data yang objektif dan akurat untuk menjelaskan pentingnya program sekolah
  • Menyajikan data dan temuan dalam format yang jelas dan mudah dimengerti, seperti melalui grafik, tabel, atau infografis
  • Menunjukkan hasil analisis data dalam mendukung pencapaian tujuan sekolah, khususnya peningkatan kualitas pembelajaran
  • Menganalisis data dengan cara yang tidak tepat atau tidak mendukung pentingnya program sekolah
  • Membanjiri audiens dengan terlalu banyak data atau informasi teknis yang sulit dipahami
  • Gagal menunjukkan bagaimana data dan bukti yang disajikan secara langsung berhubungan dengan peningkatan kualitas pembelajaran

Kepala Sekolah melibatkan audiens sepanjang presentasi yang meliputi perhatian, interaksi, dan respon aktif

  • Mengajukan pertanyaan yang merangsang pemikiran dan diskusi untuk mendorong partisipasi aktif dari audiens
  • Menyediakan kesempatan bagi audiens untuk memberikan komentar atau pertanyaan, mendorong dialog dua arah
  • Menyesuaikan gaya presentasi berdasarkan umpan balik non-verbal dari audiens, seperti ekspresi wajah atau bahasa tubuh, untuk menjaga keterlibatan mereka
  • Berbicara tanpa henti tanpa memberikan kesempatan bagi audiens untuk berinteraksi atau merespon
  • Tidak memperhatikan atau mengabaikan sinyal non-verbal dari audiens yang mungkin menunjukkan kebosanan atau kebingungan
  • Tidak menyertakan aktivitas interaktif seperti polling, diskusi kelompok, atau aktivitas partisipatif lainnya

59

60 of 66

Menceritakan praktik baik kepemimpinan pembelajaran

Indikator Keberhasilan:

Tingkat upaya mendokumentasikan praktik baik kepemimpinan dan menceritakannya pada komunitas belajar kepala sekolah sebagai upaya peningkatan kualitas pembelajaran dalam lingkup lebih luas.

Target Perilaku

Perilaku yang Dianjurkan

Perilaku yang Dihindari

Kepala Sekolah menunjukkan dokumentasi praktik baik yang relevan dan berdampak pada kepemimpinan pembelajaran

  • Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti termasuk dalam menjelaskan istilah kompleks yang digunakan
  • Menyoroti detail penting dari program sekolah yang berkaitan langsung dengan peningkatan kualitas pembelajaran
  • Menjelaskan bagaimana program tersebut relevan dan mendukung tujuan umum sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran
  • Menggunakan istilah yang kompleks dan abstrak tanpa disertai penjelasan yang mudah dipahami
  • Menyampaikan semua detail program sehingga tidak terlihat hubungan antara program dengan peningkatan kualitas pembelajaran
  • Gagal menghubungkan program dengan tujuan keseluruhan sekolah atau manfaatnya bagi proses pembelajaran

Kepala Sekolah menyampaikan informasi dengan tepat, mudah dipahami, dan relevan dengan peningkatan pembelajaran

  • Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti termasuk dalam menjelaskan istilah kompleks yang digunakan
  • Menyoroti detail penting praktik baik kepemimpinan pembelajaran yang berkaitan langsung dengan peningkatan kualitas pembelajaran
  • Menjelaskan bagaimana praktik baik kepemimpinan pembelajaran tersebut relevan dan mendukung tujuan umum sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran
  • Menggunakan istilah yang kompleks dan abstrak tanpa disertai penjelasan yang mudah dipahami
  • Menyampaikan semua detail praktik baik kepemimpinan pembelajaran sehingga tidak terlihat hubungan antara program dengan peningkatan kualitas pembelajaran
  • Gagal menghubungkan praktik baik kepemimpinan pembelajaran dengan tujuan keseluruhan sekolah atau manfaatnya bagi proses pembelajaran

Kepala Sekolah melibatkan audiens sepanjang presentasi yang meliputi perhatian, interaksi, dan respon aktif

  • Mengajukan pertanyaan yang merangsang pemikiran dan diskusi untuk mendorong partisipasi aktif dari audiens
  • Menyediakan kesempatan bagi audiens untuk memberikan komentar atau pertanyaan, mendorong dialog dua arah
  • Menyesuaikan gaya presentasi berdasarkan umpan balik non-verbal dari audiens, seperti ekspresi wajah atau bahasa tubuh, untuk menjaga keterlibatan mereka
  • Berbicara tanpa henti tanpa memberikan kesempatan bagi audiens untuk berinteraksi atau merespon
  • Tidak memperhatikan atau mengabaikan sinyal non-verbal dari audiens yang mungkin menunjukkan kebosanan atau kebingungan
  • Tidak menyertakan aktivitas interaktif seperti polling, diskusi kelompok, atau aktivitas partisipatif lainnya

60

61 of 66

Memandu perencanaan pembelajaran

Indikator Keberhasilan:

Tingkat upaya memandu pertemuan perencanaan program dan anggaran sekolah berbasis data yang berpusat pada peningkatan kualitas pembelajaran.

Target Perilaku

Perilaku yang Dianjurkan

Perilaku yang Dihindari

Kepala Sekolah memimpin diskusi dengan fokus pada pencapaian tujuan yang ditetapkan secara efektif dan efisien

  • Mendengarkan kontribusi peserta dengan seksama dan merespons atau menindaklanjutinya secara konstruktif
  • Fasilitasi Diskusi: Mengarahkan diskusi agar tetap fokus pada tujuan pertemuan dan mendorong partisipasi dari semua peserta
  • Memberikan ringkasan yang jelas dari hasil pertemuan dan tindak lanjut yang diperlukan
  • Datang ke pertemuan tanpa persiapan yang memadai, termasuk kekurangan agenda yang jelas
  • Mendominasi percakapan dan tidak memberi kesempatan kepada peserta lain untuk berkontribusi
  • Mengizinkan pertemuan berlangsung terlalu lama atau tidak selesai tepat waktu

Kepala Sekolah menggunakan hasil analisis data sebagai dasar pengambilan keputusan terkait rencana pembelajaran

  • Memperhatikan konteks dimana data dikumpulkan dan dianalisis untuk memastikan relevansi dan keakuratannya
  • Mengkomunikasikan temuan dan data secara jelas kepada semua pemangku kepentingan terkait
  • Mengevaluasi keputusan yang dibuat dan bersedia menyesuaikan rencana berdasarkan data baru atau tren yang muncul
  • Membuat keputusan penting tanpa dasar data yang solid atau hanya berdasarkan intuisi
  • Tidak berbagi atau menjelaskan data yang relevan dengan anggota tim atau pemangku kepentingan lainnya
  • Menolak untuk merevisi keputusan meskipun data baru menunjukkan kebutuhan untuk perubahan atau penyesuaian

Kepala Sekolah memandu penetapan kriteria dan mekanisme monitoring pelaksanaan pembelajaran sepanjang semester

  • Mendefinisikan kriteria yang spesifik, realistis, dan dapat diukur untuk monitoring efektivitas pelaksanaan rencana pembelajaran
  • Menetapkan cara monitoring yang tepat, realistis dan efektif untuk mengumpulkan data tentang pelaksanaan rencana pembelajaran
  • Melibatkan guru, peserta didik dan pihak lain dalam proses monitoring untuk mendapatkan perspektif beragam dan umpan balik yang komprehensif
  • Menetapkan kriteria yang tidak jelas, tidak terukur, atau tidak realistis sehingga sulit untuk dimonitoring
  • Mengabaikan untuk membuat keputusan mekanisme monitoring berkala sehingga kesempatan untuk pembenahan dan perbaikan terlewat
  • Mengabaikan partisipasi dan umpan balik dari guru, peserta didik dan pihak lain dalam proses monitoring

61

62 of 66

Refleksi pengelolaan kurikulum satuan pendidikan

Indikator Keberhasilan:

Tingkat upaya memandu refleksi pelaksanaan kurikulum satuan pendidikan yang berpusat pada peningkatan kualitas pembelajaran.

Target Perilaku

Perilaku yang Dianjurkan

Perilaku yang Dihindari

Kepala Sekolah memandu refleksi mendalam termasuk membicarakan umpan balik dari warga sekolah secara terbuka

  • Terbuka dalam mengakui kesulitan yang dihadapi dan menganalisisnya secara mendalam untuk memahami penyebab dan dampaknya
  • Melakukan refleksi secara jujur dan objektif, tanpa menyalahkan atau membuat justifikasi yang tidak perlu
  • Mencari contoh spesifik dari pengalaman atau situasi tertentu untuk mendukung refleksi
  • Menghindari atau menolak membahas kesulitan yang dihadapi, sehingga peluang untuk belajar dari pengalaman terlewat
  • Hanya melakukan refleksi yang bersifat permukaan tanpa mengeksplorasi masalah secara lebih mendalam, termasuk menyalahkan keadaan atau kondisi sarana prasarana
  • Menolak untuk melihat dari perspektif orang lain atau mempertimbangkan pendapat yang berbeda

Kepala Sekolah menunjukkan keterlibatan warga sekolah dalam refleksi pelaksanaan kurikulum

  • Menjelaskan cara pelibatan warga sekolah yang mudah dan realistis serta hasil umpan balik spesifik dari warga sekolah terhadap kurikulum sekolah
  • Menerima umpan balik dari warga sekolah dengan sikap terbuka dan merespon secara konstruktif untuk peningkatan kualitas pembelajaran
  • Menghargai dan mempertimbangkan berbagai sudut pandang dari warga sekolah termasuk dari kelompok minoritas dalam proses refleksi.pengelolaan kurikulum sekolah
  • Menjelaskan umpan balik dari warga sekolah secara umum dan tidak menjelaskan cara mendapatkannya
  • Bersikap defensif terhadap umpan balik dari warga sekolah termasuk bersikukuh dengan pendapatnya sendiri dan menyalahkan keadaan
  • Mengabaikan umpan balik dari warga sekolah termasuk menghindari pembicaraan tentang kesulitan dan perbedaan sudut pandang

62

63 of 66

(Lanjutan) Refleksi pengelolaan kurikulum satuan pendidikan

Indikator Keberhasilan:

Tingkat upaya memandu refleksi pelaksanaan kurikulum satuan pendidikan yang berpusat pada peningkatan kualitas pembelajaran.

Target Perilaku

Perilaku yang Dianjurkan

Perilaku yang Dihindari

Kepala Sekolah menunjukkan kesediaan melakukan adaptasi/pembaharuan kurikulum berdasarkan refleksi warga sekolah

  • Menunjukkan sikap terbuka dan kesediaan untuk menerima penyesuaian konsep dan pelaksanaan kurikulum berdasarkan hasil refleksi
  • Mempertimbangkan pilihan adaptasi dan pembaharuan kurikulum dengan meminta masukan untuk analisis kelebihan dan kelemahan setiap pilihan
  • Menerapkan perubahan atau pembaharuan kurikulum secara bertahap dan sistematis, memastikan transisi yang mulus bagi warga sekolah
  • Menunjukkan keengganan untuk menerima perubahan, meskipun ada bukti yang menunjukkan kebutuhan untuk adaptasi terhadap kurikulum
  • Menetapkan perubahan atau pembaharuan kurikulum secara terburu-buru tanpa analisis dan perencanaan yang memadai
  • Mengabaikan dampak pembaharuan kurikulum pada peserta didik, guru, orangtua dan pengelolaan pembelajaran secara keseluruhan

63

64 of 66

Aktivasi kegiatan komunitas belajar

Indikator Keberhasilan:

Tingkat upaya mengomunikasikan arahan untuk memotivasi guru aktif terlibat dalam kegiatan komunitas belajar yang berpusat pada peningkatan kualitas pembelajaran.

Target Perilaku

Perilaku yang Dianjurkan

Perilaku yang Dihindari

Kepala Sekolah menyampaikan informasi dengan tepat, mudah dipahami, dan relevan dengan peningkatan pembelajaran

  • Memilih kata-kata yang jelas dan mudah dipahami untuk mengkomunikasikan informasi tentang komunitas belajar
  • Menyusun informasi dengan urutan yang logis dan mudah diikuti
  • Menjelaskan tujuan dan manfaat komunitas belajar dari sudut pandang dan kepentingan guru serta dampaknya pada peningkatan kualitas pembelajaran
  • Menggunakan bahasa atau istilah yang terlalu teknis atau jargon tanpa penjelasan yang mudah dipahami
  • Menyampaikan informasi secara acak atau tanpa struktur yang jelas
  • Menjelaskan tujuan dan manfaat komunitas belajar sebatas dari sudut pandang regulasi dan kepentingan satuan pendidikan

Kepala Sekolah menggunakan data yang relevan untuk mendukung efektivitas komunitas belajar

  • Melakukan analisis data yang objektif dan akurat untuk menjelaskan pentingnya komunitas belajar
  • Menyajikan data dan temuan dalam format yang jelas dan mudah dimengerti, seperti melalui grafik, tabel, atau infografis
  • Menunjukkan cerita praktik baik sebagai bukti efektivitas komunitas belajar dalam peningkatan kualitas pembelajaran
  • Menganalisis data dengan cara yang tidak tepat atau tidak mendukung pentingnya komunitas belajar
  • Membanjiri audiens dengan terlalu banyak data atau informasi teknis yang sulit dipahami
  • Menunjukkan praktik baik yang tidak relevan dengan peran komunitas belajar dalam peningkatan kualitas pembelajaran

Kepala Sekolah melibatkan audiens sepanjang presentasi yang meliputi perhatian, interaksi, dan respon aktif

  • Mengajukan pertanyaan yang merangsang pemikiran dan diskusi untuk mendorong partisipasi aktif dari audiens
  • Menyediakan kesempatan bagi audiens untuk memberikan komentar atau pertanyaan, mendorong dialog dua arah
  • Menyesuaikan gaya presentasi berdasarkan umpan balik non-verbal dari audiens, seperti ekspresi wajah atau bahasa tubuh, untuk menjaga keterlibatan mereka
  • Berbicara tanpa henti tanpa memberikan kesempatan bagi audiens untuk berinteraksi atau merespon
  • Tidak memperhatikan atau mengabaikan sinyal non-verbal dari audiens yang mungkin menunjukkan kebosanan atau kebingungan
  • Tidak menyertakan aktivitas interaktif seperti polling, diskusi kelompok, atau aktivitas partisipatif lainnya

64

65 of 66

Siklus peningkatan kualitas praktik pembelajaran

Indikator Keberhasilan:

Tingkat upaya melakukan persiapan observasi kelas, pelaksanaan observasi kelas, diskusi tindak lanjut dan refleksi tindak lanjut untuk peningkatan kualitas pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.

Target Perilaku

Perilaku yang Dianjurkan

Perilaku yang Dihindari

Kepala Sekolah memandu Diskusi Persiapan observasi kinerja guru secara terbuka dan realistis dengan peningkatan kinerja

  • Mendiskusikan Target Perilaku yang relevan dengan indikator kinerja serta realistis untuk dipraktikkan dan ditingkatkan kualitasnya oleh guru
  • Mendiskusikan rencana pembelajaran yang sesuai kebutuhan guru, dan realistis dilakukan
  • Mendiskusikan rencana observasi kinerja yang relevan dengan rencana pembelajaran serta realistis dilakukan
  • Menuntut Target Perilaku yang banyak dan pada level yang sulit dipraktikkan oleh guru
  • Membiarkan guru memilih sendiri rencana pembelajaran, tanpa memberi arahan dan umpan balik
  • Menetapkan standar perilaku yang harus dilakukan guru dengan mengabaikan konteks rencana pembelajaran

Kepala Sekolah melaksanakan Observasi Kinerja guru secara efektif dengan menetapkan rating berdasarkan bukti perilaku

  • Memastikan lingkungan observasi nyaman dan mendukung, meminimalisir gangguan untuk pengamatan yang efektif
  • Mencatat perilaku-perilaku kunci yang relevan dengan kriteria observasi kinerja
  • Menetapkan rating observasi kinerja yang realistis berdasarkan bukti-bukti yang tercatat
  • Membiarkan lingkungan observasi yang menegangkan atau banyak gangguan
  • Membuat catatan perilaku yang bersifat normatif dan umum atau tidak spesifik
  • Menetapkan rating observasi yang berlebihan berdasarkan kesan umum yang didapatkan

Kepala Sekolah memandu Diskusi dan Refleksi Tindak Lanjut secara terbuka dan realistis dengan peningkatan kinerja

  • Menggunakan teknik pertanyaan dan diskusi yang menumbuhkan keberanian guru mengakui kesulitan yang dialaminya
  • Mendiskusikan kesepakatan tujuan dan rencana belajar yang relevan dengan kesulitan guru serta realistis dilakukan
  • Memberikan umpan balik yang konstruktif dan menumbuhkan kesadaran guru belajar meningkatkan kinerjanya
  • Menunjukkan komunikasi yang bersifat normatif sehingga guru ragu-ragu dalam melakukan refleksi
  • Mendikte atau membiarkan guru menetapkan tujuan dan rencana belajar untuk peningkatan kinerjanya
  • Memberikan nasihat yang bersifat normatif tapi tidak spesifik menyebutkan perilaku yang perlu diperbaiki

65

66 of 66

Refleksi program pengembangan kompetensi guru

Indikator Keberhasilan:

Tingkat upaya memandu refleksi pelaksanaan program pengembangan kompetensi guru yang berpusat pada peningkatan kualitas pembelajaran.

Target Perilaku

Perilaku yang Dianjurkan

Perilaku yang Dihindari

Kepala Sekolah memandu refleksi mendalam termasuk membicarakan kesulitan dalam pengembangan kompetensi guru

  • Terbuka dalam mengakui kesulitan yang dihadapi dan menganalisisnya secara mendalam untuk memahami penyebab dan dampaknya
  • Melakukan refleksi secara jujur dan objektif, tanpa menyalahkan atau membuat justifikasi yang tidak perlu
  • Mencari contoh spesifik dari pengalaman atau situasi tertentu untuk mendukung refleksi
  • Menghindari atau menolak membahas kesulitan yang dihadapi, sehingga peluang untuk belajar dari pengalaman terlewat
  • Hanya melakukan refleksi yang bersifat permukaan tanpa mengeksplorasi masalah secara lebih mendalam, termasuk menyalahkan keadaan atau kondisi sarana prasarana
  • Menolak untuk melihat dari perspektif orang lain atau mempertimbangkan pendapat yang berbeda

Kepala Sekolah melibatkan guru dalam memberikan umpan balik termasuk terhadap jenis dan besaran dukungan ke guru

  • Membangun suasana pertemuan yang nyaman dan terbuka bagi siapa saja untuk menyampaikan umpan balik
  • Aktif mendorong guru untuk memberikan umpan balik tentang program pengembangan kompetensi
  • Menerima dan menanggapi umpan balik dari guru secara konstruktif dan menggunakannya untuk perbaikan program
  • Membiarkan suasana pertemuan yang menegangkan dan kaku sehingga melahirkan keraguan menyampaikan umpan balik
  • Mengabaikan atau tidak menghargai umpan balik yang diberikan oleh guru
  • Tidak memperhatikan atau menanggapi kebutuhan spesifik dan dukungan yang dibutuhkan oleh guru

Kepala Sekolah mengeksplorasi hasil pengembangan kompetensi pada perubahan praktik dan kualitas pembelajaran guru

  • Mengajak dan memberi kesempatan pada guru menceritakan penerapan hasil program pengembangan kompetensi
  • Mengakui kekeliruan guru sebagai sebuah upaya belajar yang penting dalam peningkatan kualitas pembelajaran
  • Menceritakan hasil pengumpulan data sebelum pertemuan berupa praktik baik guru atau respon dari peserta didik
  • Memberi seruan pada guru untuk menerapkan hasil pengembangan kompetensinya
  • Mengabaikan kekeliruan atau bahkan menilai buruk kekeliruan guru
  • Membicarakan topik yang bersifat normatif atau regulasi untuk menuntut guru melakukan pengembangan kompetensi guru

66