PULPOTOMI
PRESENTATION
drg. Paramita Rizky Prasanthi, Sp. KGA
LATAR BELAKANG
Merupakan masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling umum dijumpai pada anak-anak.
Bila karies tidak segera ditangani, infeksi dapat mencapai jaringan pulpa gigi yang menyebabkan rasa sakit hingga komplikasi lebih lanjut.
Meskipun gigi peranannya
sulung sangat
bersifat penting
sementara,
dalam
mempertahankan ruang untuk erupsi gigi permanen serta menjaga fungsi pengunyahan dan bicara.
DEFINISI PULPOTOMI VITAL
Pulpotomi vital prosedur terapeutik mengangkat bagian pulpa koronal (bagian atas dari pulpa) yang mengalami peradangan, dan mempertahankan pulpa radikular (pulpa pada akar) agar tetap hidup dan sehat.
Setelah jaringan yang terinfeksi diangkat, medikamen ditempatkan di atas pulpa yang tersisa untuk mendukung proses penyembuhan dan mencegah infeksi lanjutan.
Pulpotomi merupakan pendekatan konservatif untuk menyelamatkan gigi sulung.
TUJUAN
PULPOTOMI
Mempertahankan gigi sulung tetap berada di rongga mulut sampai waktunya tanggal secara fisiologis.
Mencegah komplikasi ortodontik, seperti kehilangan ruang dan maloklusi akibat kehilangan gigi dini.
Mengurangi rasa sakit dan infeksi tanpa perlu mencabut gigi.
Menjaga fungsi gigi untuk mengunyah dan berbicara, serta menjaga psikologis anak.
INDIKASI
TERBUKANYA PULPA
Terbukanya pulpa akibat prosedur restorasi atau trauma, namun tanpa tanda-tanda nekrosis.
PERDARAHAN DARI PULPA
Perdarahan dari pulpa dapat dikontrol dengan mudah setelah amputasi.
MEMILIKI STRUKTUR AKAR
Gigi masih memiliki struktur akar > 2/3 panjang akar.
PULPOTOMI VITAL
TIDAK ADA PEMBENGKAKAN
Tidak ada pembengkakan, fistula, atau tanda infeksi parah.
TIDAK ADA RESORPSI
Tidak ada resorpsi patologis atau kalsifikasi pulpa.
KONTRAINDIKASI
Pulpa telah mengalami nekrosis atau infeksi menyeluruh (non-vital).
Adanya abses, fistula, nyeri spontan yang terus- menerus, atau resorpsi internal/eksternal.
Gigi dengan mobilitas yang berlebihan atau struktur akar yang tidak memadai.
Pasien dengan kondisi immunocompromised atau penyakit sistemik berat yang mengganggu penyembuhan.
PULPOTOMI
MEDIKAMEN
Mineral Trioxide Aggregate (MTA) Formokresol
Kalsium Hidroksida (Ca(OH)₂)
Setiap bahan memiliki sifat, kelebihan, dan tingkat keberhasilan yang berbeda berdasarkan evaluasi klinis dan radiografis.
DALAM PULPOTOMI
TIGA MEDIKAMEN UTAMA YANG SERING DIGUNAKAN:
MINERAL TRIOXIDE AGGREGATE (MTA)
Dikembangkan pada tahun 1993 di Universitas Loma Linda, California.
Komposisi: trioxide dan partikel hidrofilik
* bersifat bioaktif dan biokompatibel.
Keunggulan:
Efek antibakteri kuat Tidak toksik
Merangsang regenerasi jaringan keras FDA menyetujui sebagai bahan terapeutik endodontik
Cocok untuk mempertahankan vitalitas pulpa radikular dengan hasil klinis yang sangat baik.
FORMOKRESOL
Diperkenalkan oleh Sweet tahun 1930.
Terdiri dari formaldehid dan kresol → bersifat antiseptik dan fiksatif.
Mekanisme kerja: membunuh bakteri di area pulpa koronal dan mengawetkan jaringan.
Kelebihan: prosedur cepat, murah, dan telah banyak digunakan.
Kekurangan: potensi toksisitas formaldehid pada jaringan periapikal dan gigi permanen yang sedang berkembang.
KALSIUM HIDROKSIDA
(CA(OH)₂)
Merangsang pembentukan dentin sekunder atau dentin bridge.
Bersifat sangat basa (pH tinggi) → menetralkan asam dan membunuh mikroorganisme.
Digunakan sebagai pelindung pulpa dan mendukung regenerasi.
Kelebihan: biokompatibel dan murah. Kelemahan: kadang-kadang dapat menyebabkan kegagalan akibat degradasi bahan dalam jangka panjang.
PERBANDINGAN KEBERHASILAN
Medikamen
MTA
Formokresol Ca(OH)₂
Keberhasilan Klinis
100%
98–100%
86–91%
Keberhasilan Radiografis
100%
98–99%
85–86%
| | |
| | |
| | |
| | |
Kesimpulan: MTA menunjukkan hasil paling unggul secara klinis maupun radiografis dibandingkan medikamen lain.
KESIMPULAN
Pulpotomi vital adalah prosedur efektif untuk mempertahankan gigi sulung.
Pemilihan medikamen harus mempertimbangkan efektivitas klinis, biokompatibilitas, serta potensi efek samping.
MTA direkomendasikan sebagai pilihan utama karena tingkat keberhasilannya yang paling tinggi dan minim komplikasi.
Penelitian lebih lanjut tetap diperlukan untuk pengembangan medikamen yang lebih ideal.
THANK YOU
SO MUCH