1 of 13

PULPOTOMI

PRESENTATION

drg. Paramita Rizky Prasanthi, Sp. KGA

2 of 13

LATAR BELAKANG

Merupakan masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling umum dijumpai pada anak-anak.

Bila karies tidak segera ditangani, infeksi dapat mencapai jaringan pulpa gigi yang menyebabkan rasa sakit hingga komplikasi lebih lanjut.

Meskipun gigi peranannya

sulung sangat

bersifat penting

sementara,

dalam

mempertahankan ruang untuk erupsi gigi permanen serta menjaga fungsi pengunyahan dan bicara.

3 of 13

DEFINISI PULPOTOMI VITAL

Pulpotomi vital prosedur terapeutik mengangkat bagian pulpa koronal (bagian atas dari pulpa) yang mengalami peradangan, dan mempertahankan pulpa radikular (pulpa pada akar) agar tetap hidup dan sehat.

Setelah jaringan yang terinfeksi diangkat, medikamen ditempatkan di atas pulpa yang tersisa untuk mendukung proses penyembuhan dan mencegah infeksi lanjutan.

Pulpotomi merupakan pendekatan konservatif untuk menyelamatkan gigi sulung.

4 of 13

TUJUAN

PULPOTOMI

Mempertahankan gigi sulung tetap berada di rongga mulut sampai waktunya tanggal secara fisiologis.

Mencegah komplikasi ortodontik, seperti kehilangan ruang dan maloklusi akibat kehilangan gigi dini.

Mengurangi rasa sakit dan infeksi tanpa perlu mencabut gigi.

Menjaga fungsi gigi untuk mengunyah dan berbicara, serta menjaga psikologis anak.

5 of 13

INDIKASI

TERBUKANYA PULPA

Terbukanya pulpa akibat prosedur restorasi atau trauma, namun tanpa tanda-tanda nekrosis.

PERDARAHAN DARI PULPA

Perdarahan dari pulpa dapat dikontrol dengan mudah setelah amputasi.

MEMILIKI STRUKTUR AKAR

Gigi masih memiliki struktur akar > 2/3 panjang akar.

PULPOTOMI VITAL

TIDAK ADA PEMBENGKAKAN

Tidak ada pembengkakan, fistula, atau tanda infeksi parah.

TIDAK ADA RESORPSI

Tidak ada resorpsi patologis atau kalsifikasi pulpa.

6 of 13

KONTRAINDIKASI

Pulpa telah mengalami nekrosis atau infeksi menyeluruh (non-vital).

Adanya abses, fistula, nyeri spontan yang terus- menerus, atau resorpsi internal/eksternal.

Gigi dengan mobilitas yang berlebihan atau struktur akar yang tidak memadai.

Pasien dengan kondisi immunocompromised atau penyakit sistemik berat yang mengganggu penyembuhan.

PULPOTOMI

7 of 13

MEDIKAMEN

Mineral Trioxide Aggregate (MTA) Formokresol

Kalsium Hidroksida (Ca(OH)₂)

Setiap bahan memiliki sifat, kelebihan, dan tingkat keberhasilan yang berbeda berdasarkan evaluasi klinis dan radiografis.

DALAM PULPOTOMI

TIGA MEDIKAMEN UTAMA YANG SERING DIGUNAKAN:

8 of 13

MINERAL TRIOXIDE AGGREGATE (MTA)

Dikembangkan pada tahun 1993 di Universitas Loma Linda, California.

Komposisi: trioxide dan partikel hidrofilik

* bersifat bioaktif dan biokompatibel.

Keunggulan:

Efek antibakteri kuat Tidak toksik

Merangsang regenerasi jaringan keras FDA menyetujui sebagai bahan terapeutik endodontik

Cocok untuk mempertahankan vitalitas pulpa radikular dengan hasil klinis yang sangat baik.

9 of 13

FORMOKRESOL

Diperkenalkan oleh Sweet tahun 1930.

Terdiri dari formaldehid dan kresol → bersifat antiseptik dan fiksatif.

Mekanisme kerja: membunuh bakteri di area pulpa koronal dan mengawetkan jaringan.

Kelebihan: prosedur cepat, murah, dan telah banyak digunakan.

Kekurangan: potensi toksisitas formaldehid pada jaringan periapikal dan gigi permanen yang sedang berkembang.

10 of 13

KALSIUM HIDROKSIDA

(CA(OH))

Merangsang pembentukan dentin sekunder atau dentin bridge.

Bersifat sangat basa (pH tinggi) → menetralkan asam dan membunuh mikroorganisme.

Digunakan sebagai pelindung pulpa dan mendukung regenerasi.

Kelebihan: biokompatibel dan murah. Kelemahan: kadang-kadang dapat menyebabkan kegagalan akibat degradasi bahan dalam jangka panjang.

11 of 13

PERBANDINGAN KEBERHASILAN

Medikamen

MTA

Formokresol Ca(OH)₂

Keberhasilan Klinis

100%

98–100%

86–91%

Keberhasilan Radiografis

100%

98–99%

85–86%

Kesimpulan: MTA menunjukkan hasil paling unggul secara klinis maupun radiografis dibandingkan medikamen lain.

12 of 13

KESIMPULAN

Pulpotomi vital adalah prosedur efektif untuk mempertahankan gigi sulung.

Pemilihan medikamen harus mempertimbangkan efektivitas klinis, biokompatibilitas, serta potensi efek samping.

MTA direkomendasikan sebagai pilihan utama karena tingkat keberhasilannya yang paling tinggi dan minim komplikasi.

Penelitian lebih lanjut tetap diperlukan untuk pengembangan medikamen yang lebih ideal.

13 of 13

THANK YOU

SO MUCH