PRIVASI DATA & KEAMANAN KA
Etika, Privasi, & Keamanan KA
AI Ready ASEAN
Anak muda Indonesia mendominasi pengguna internet aktif.
Banyak anak muda belum memahami bagaimana data mereka dikumpulkan dan digunakan oleh sistem KA.
Akibatnya, mereka rentan terhadap:
- Phishing dan penipuan identitas
- Doxxing (penyebaran data pribadi untuk menyerang)
- Cyberbullying dan eksploitasi data oleh pihak tak bertanggung jawab
Pengawasan dan Perangkat Pintar
Media Sosial dan Analisis Perilaku
Pelacakan Online dan Cookies
Data Kesehatan dan KA
Prediksi Kejahatan dan Penegakan Hukum
BAGAIMANA KA MENGUMPULKAN DATA PRIBADI
Pemeriksaan Privasi KA
Masuk ke pengaturan handphone anda, periksa bagian “izin aplikasi” (lihat aplikasi mana saja yang memiliki akses ke data anda)
Identifikasi aplikasi yang memiliki akses ke kamera, mikrofon, dan lokasi
Pikirkan: Apakah aplikasi tersebut benar-benar membutuhkan akses ini?
AKTIVITAS
PENTINGNYA PRIVASI DI ERA DIGITAL
Privasi adalah hak untuk menjaga informasi pribadi tetap rahasia dan terlindung dari akses yang tidak sah
KASUS PRIVASI DATA DI INDONESIA
Serangan kebocoran data di contoh ini kemungkinan besar dilakukan dengan teknik konvensional (phishing, eksploitasi sistem lemah).
Batasi Berbagai Data
Gunakan Kata Sandi yang Kuat & 2FA
Waspadai Pelacakan oleh KA
Gunakan Perangkat yang Fokus pada Privasi
LANGKAH-LANGKAH UNTUK MELINDUNGI DATA PRIBADI
HINDARI
WI-FI PUBLIK YANG TIDAK AMAN
JANGAN SEMBARANGAN KLIK TAUTAN ATAU LAMPIRAN
HAPUS DATA PRIBADI YANG TIDAK DIPERLUKAN
SEBERAPA BESAR KAMU MEMPERCAYAI KA?
Data pengenalan wajah disimpan setiap kali Anda membuka kunci ponsel
KA menyaring konten berita yang Anda lihat-apakah Anda benar-benar mendapatkan informasi secara lengkap?
Sistem KA menentukan apakah pengajuan pinjaman disetujui atau tidak
Kebocoran
Data
01
02
03
Pengawasan
& Pelacakan
Deepfake
& Misinformasi
RISIKO PRIVASI DAN KEAMANAN DALAM PENGGUNAAN KA
Sergio Lucasandro Ksatria Dwi Putra mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Udayana menyebarkan video maupun gambar asusila yang diedit melalui teknologi AI, Deepfake.
Korbannya merupakan teman di sosial medianya, Sergio diduga mengedit foto-foto korban yang diambil melalui sosmed korban untuk dijadikan konten syur.
Korban Deepfake di Bali, Foto Teman Jadi Konten Asusila, Oknum Mahasiswa Unud Terancam Sanksi, https://bali.tribunnews.com/2025/04/26/korban-deepfake-di-bali-foto-teman-jadi-konten-asusila-oknum-mahasiswa-unud-terancam-sanksi.
Mengusut Kasus Pelecehan Seksual Berbasis AI oleh Mahasiswa Unud. https://tirto.id/mengusut-kasus-pelecehan-seksual-berbasis-ai-oleh-mahasiswa-unud-haZy
Generasi muda perlu waspada terhadap penyalahgunaan data pribadi, seperti foto dan nama, yang dapat digunakan oleh pihak tak bertanggung jawab untuk membuat akun palsu.
Akun semacam ini sering dimanfaatkan untuk melakukan penipuan daring, menyebarkan informasi palsu, atau mencemarkan nama baik korban. Risiko ini semakin meningkat seiring maraknya aktivitas digital dan minimnya kesadaran akan pentingnya menjaga privasi di media sosial.
KA DI TANGAN YANG SALAH
Senjata Otonom
Serangan Siber Berbasis KA
Studi Kasus:
Penipuan Deepfake di Kawasan ASEAN
Pada tahun 2023, seorang eksekutif perusahaan tertipu oleh video deepfake yang menampilkan CEO mereka, sehingga terjadi transaksi tanpa izin
Penipuan ini menggunakan suara dan visual buatan KA yang sangat meyakinkan untuk memanipulasi karyawan tersebut agar mengikuti perintah palsu
Refleksi:
Langkah apa yang bisa dilakukan organisasi untuk mendeteksi penipuan berbasis KA?
PRIVASI DATA & KEAMANAN KA
(GENERASI MUDA)
KA mengumpulkan data pribadi dalam jumlah besar dari media sosial, riwayat pencarian, dan perangkat. Tanpa perlindungan yang tepat, data ini dapat disalahgunakan atau dieksploitasi. Generasi muda sangat rentan terhadap risiko privasi online.
STUDI KASUS
Skenario:
Seorang remaja membagikan detail pribadi dan lokasi di media sosial. Kemudian, mereka menerima iklan yang sangat tertarget dan pesan yang tidak diminta dari orang asing.
Refleksi :
Bayangkan KA melacak kebiasaan sekolah atau kerja Anda.
Wawasan apa yang bisa dikumpulkannya tentang pola belajar, preferensi, atau kinerja Anda? Bagaimana perasaan Anda tentang KA yang memiliki informasi ini?
RESIKO PENGGUNAAN KA DI SEKOLAH
Deepfake & Misinformasi
Kecurangan Berbantuan KA
Penipuan & Pencurian Identitas
Penyalahgunaan Data
Video deepfake yang meniru seorang guru menyebarkan informasi palsu, menyebabkan kebingungan dan keresahan di kalangan siswa dan orang tua.
Deepfake dan konten yang dihasilkan KA menimbulkan risiko signifikan dalam lingkungan pendidikan dengan menyebarkan misinformasi, merusak reputasi, dan melanggar privasi. Sekolah harus secara proaktif mengatasi risiko ini melalui metode peningkatan kesadaran dan verifikasi.
STUDI KASUS
KA membuka peluang besar bagi generasi muda untuk belajar lebih cepat, lebih cerdas, dan lebih sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Tapi di balik kemudahan itu, ada risiko privasi yang tidak bisa diabaikan.