MEDIA MENGAJAR
UNTUK SD/MI KELAS 5
Matematika
Operasi Hitung Pecahan
Bab
2
Tujuan Pembelajaran
Mengingat Kembali Pecahan
A
1. Menjelaskan Pengertian Bilangan Pecahan
Sebuah semangka dipotong menjadi dua bagian sama besar.
Jadi, bilangan pecahan digunakan untuk menyatakan sebagian yang diperhatikan terhadap satu bagian utuh.
Perhatikan gambar berikut.
Banyak bunga mawar yang mekar dari keseluruhan dapat ditulis dalam bentuk pecahan.
Bilangan pecahan juga digunakan untuk menyatakan sebagian yang diperhatikan terhadap keseluruhan.
Contoh gambar lainnya yang menyatakan pecahan:
Pembilang
Penyebut
2. Menjelaskan Pecahan Senilai
Pecahan senilai adalah pecahan yang memiliki nilai yang sama, walaupun angka yang digunakan berbeda.
Pecahan Senilai
3. Membandingkan Pecahan
Membandingkan pecahan berpenyebut sama
Jika dua pecahan berpenyebut sama, maka pecahan dengan pembilang yang lebih kecil akan mempunyai nilai yang lebih kecil.
Membandingkan pecahan berpenyebut berbeda
Cara lain: samakan penyebut kedua pecahan terlebih dahulu.
Membandingkan pecahan dengan pembilang sama
Jika dua pecahan memiliki pembilang sama, maka pecahan dengan penyebut yang lebih kecil akan mempunyai nilai yang lebih besar.
3. Menentukan Pecahan di antara Dua Pecahan
1. Penjumlahan Pecahan Berpenyebut Sama
3
7
2
7
3
7
3 + 2 = 5
dijumlahkan
2
Menghitung Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan
B
2. Penjumlahan Pecahan Berpenyebut Berbeda
5
12
1
2
2. Pengurangan Pecahan Berpenyebut Sama
2. Pengurangan Pecahan Berpenyebut Berbeda
sisa 1
Menjelaskan Perkalian pada Pecahan
C
Ingat, perkalian merupakan penjumlahan berulang dari suatu bilangan.
Contoh: 3 × 2 = 2 + 2 + 2
digabung
Menjelaskan Pecahan Campuran
D
Menghitung Perkalian Pecahan
E
1. Perkalian Pecahan dengan Hasil Bilangan Cacah
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
6
2. Perkalian Pecahan dengan Pecahan
3. Menjelaskan Sifat Perkalian Pecahan
Menghitung Pembagian Pecahan
F
1. Menjelaskan Pembagian pada Pecahan
Ingat, pembagian merupakan pengurangan berulang sampai habis.
30 : 6
30 – 6 – 6 – 6 – 6 – 6 = 0
30 : 6 = 5
Ada 5 pengurangan
Contoh pembagian pecahan:
2. Pembagian Pecahan dengan Pecahan
2. Pembagian Pecahan dengan Pecahan
Sifat-Sifat Operasi Hitung Pecahan
G
1. Sifat Penjumlahan atau Pengurangan
Pada penjumlahan pecahan, urutan pecahannya dapat ditukar.
2. Sifat Perkalian atau Pembagian
Pada perkalian pecahan, urutan pecahannya dapat ditukar.
Mengubah Pecahan Menjadi Persen dan Desimal
H
1. Menjelaskan Penulisan Persen
Persen, yaitu cara penulisan pecahan berpenyebut 100 dengan tanda %.
Langkah-langkah mengubah pecahan biasa menjadi bentuk persen:
Langkah-langkah mengubah bentuk persen menjadi pecahan biasa:
2. Menjelaskan Penulisan Pecahan Desimal
a. Menuliskan pecahan desimal sebagai bentuk penjumlahan pecahan biasa
Pecahan desimal adalah penulisan pecahan dengan penyebut 10, 100, 1.000, dan seterusnya dengan menggunakan tanda koma.
Suatu pecahan desimal dapat ditulisan sebagai penjumlahan dari pecahan yang berpenyebut 10, 100, 1.000, dan seterusnya.
Contoh:
b. Menuliskan pecahan desimal dengan mencari bilangan bulat
Untuk menentukan angka pertama di belakang koma, kalikan pecahannya dengan 10.
Jadi, angka 2 pada bilangan 0,25 (angka pertama di belakang koma) akan menjadi bilangan bulat jika dikalikan dengan 10.
Untuk menentukan angka kedua di belakang koma, kalikan pecahannya dengan 100.
Ingat, hasil kali dengan 100 tersebut harus dibagi lagi dengan 100 agar nilainya tetap sama.
Jadi, angka 2 pada bilangan 0,42… (angka kedua di belakang koma) akan menjadi bilangan bulat jika dikalikan dengan 100.
c. Menjelaskan pengubahan pecahan desimal secara umum
Menjelaskan Operasi Hitung Pecahan Desimal
I
1. Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan Desimal
Penjumlahan dan pengurangan pecahan desimal dapat dilakukan dengan cara bersusun.
Ingat, tanda koma pada pecahan desimal harus diletakkan sejajar.
Lakukan penjumlahan seperti pada bilangan cacah.
Contoh:
0,5 + 0,23 = . . .
0,5
0,23
+
0,73
0,76 – 0,29 = . . .
0,76
0,29
−
0,47
2. Perkalian Pecahan Desimal
Cara I:
Ubah setiap pecahan desimal menjadi pecahan biasa terlebih dahulu.
Cara II:
Ubah setiap pecahan desimal menjadi bilangan bulat, lalu kalikan. Banyak angka di belakang koma pada hasil perkaliannya sama dengan jumlah dari banyak angka di belakang koma pada pecahan desimal yang dikalikan.
1 angka
2 angka
1 + 2 = 3 angka
3. Pembagian Pecahan Desimal
Contoh:
Menjelaskan Pecahan dalam Perbandingan
J
1. Menjelaskan Perbandingan
Harga jagung dapat ditentukan menggunakan perbandingan.
Hubungan antara banyak jagung dan harganya dapat dituliskan dalam bentuk perbandingan seperti berikut.
atau
2. Menjelaskan Perbandingan Senilai
Misalnya, diketahui perbandingan banyak keju dan roti dalam sebuah burger adalah sebagai berikut.
Jika keju bertambah banyak, maka rotinya pun akan bertambah banyak. Jadi, perbandingan banyak roti dan keju tersebut merupakan perbandingan senilai.
Jika kedua ruas dikalikan 2 × 4, maka diperoleh:
bentuk perkalian dari perbandingan.
Bentuk perkalian dari perbandingan juga dapat diperoleh dengan cara perkalian silang.
3. Menjelaskan Perbandingan Tiga Unsur
Kita dapat menuliskan perbandingan tersebut sebagai berikut.
Uang Amir : Uang Tono = 5 : 3
Uang Rani : Uang Tono = 1 : 4
Nilai perbandingan Tono harus sama di kedua perbandingan tersebut.
Uang Amir : Uang Tono = 5 : 3
Uang Rani : Uang Tono = 1 : 4
Kalikan 4
Kalikan 3
Uang Amir : Uang Tono = 20 : 12
Uang Rani : Uang Tono = 3 : 12
Jadi, perbandingan uang Amir: Tono : Rani = 20 : 12 : 3.
4. Menjelaskan Perbandingan Temperatur
Ada tiga macam ukuran suhu, yaitu Celsius, Reamur, dan Fahrenheit.
Perbandingan ketiga temperatur tersebut adalah sebagai berikut.
C : R : F = 5 : 4 : 9 (+32)
Contoh:
20° C = . . . R = . . . F