1 of 36

MEDIA MENGAJAR

UNTUK SD/MI KELAS 5

Matematika

2 of 36

Operasi Hitung Pecahan

Bab

2

  1. Membandingkan dan mengurutkan pecahan.
  2. Menentukan hasil penjumlahan dan pengurangan pecahan dengan penyebut berbeda.
  3. Menentukan hasil perkalian dan pembagian pecahan biasa dan desimal.
  4. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan penjumlahan dan pengurangan pecahan dengan penyebut berbeda.
  5. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan perkalian dan pembagian pecahan biasa dan desimal.

Tujuan Pembelajaran

3 of 36

Mengingat Kembali Pecahan

A

1. Menjelaskan Pengertian Bilangan Pecahan

Sebuah semangka dipotong menjadi dua bagian sama besar.

 

 

 

Jadi, bilangan pecahan digunakan untuk menyatakan sebagian yang diperhatikan terhadap satu bagian utuh.

4 of 36

Perhatikan gambar berikut.

Banyak bunga mawar yang mekar dari keseluruhan dapat ditulis dalam bentuk pecahan.

 

Bilangan pecahan juga digunakan untuk menyatakan sebagian yang diperhatikan terhadap keseluruhan.

5 of 36

Contoh gambar lainnya yang menyatakan pecahan:

 

 

 

 

Pembilang

Penyebut

6 of 36

2. Menjelaskan Pecahan Senilai

Pecahan senilai adalah pecahan yang memiliki nilai yang sama, walaupun angka yang digunakan berbeda.

 

 

 

 

Pecahan Senilai

7 of 36

3. Membandingkan Pecahan

Membandingkan pecahan berpenyebut sama

 

 

 

Jika dua pecahan berpenyebut sama, maka pecahan dengan pembilang yang lebih kecil akan mempunyai nilai yang lebih kecil.

8 of 36

Membandingkan pecahan berpenyebut berbeda

 

 

 

Cara lain: samakan penyebut kedua pecahan terlebih dahulu.

 

 

9 of 36

Membandingkan pecahan dengan pembilang sama

 

 

 

Jika dua pecahan memiliki pembilang sama, maka pecahan dengan penyebut yang lebih kecil akan mempunyai nilai yang lebih besar.

10 of 36

3. Menentukan Pecahan di antara Dua Pecahan

 

 

 

 

 

 

11 of 36

1. Penjumlahan Pecahan Berpenyebut Sama

 

 

 

 

3

7

2

7

3

7

3 + 2 = 5

dijumlahkan

 

2

 

Menghitung Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan

B

12 of 36

2. Penjumlahan Pecahan Berpenyebut Berbeda

 

 

 

5

12

1

2

 

 

 

 

13 of 36

2. Pengurangan Pecahan Berpenyebut Sama

 

 

 

 

 

 

 

 

14 of 36

2. Pengurangan Pecahan Berpenyebut Berbeda

 

 

 

 

 

 

 

 

sisa 1

 

 

15 of 36

Menjelaskan Perkalian pada Pecahan

C

Ingat, perkalian merupakan penjumlahan berulang dari suatu bilangan.

Contoh: 3 × 2 = 2 + 2 + 2

 

 

 

 

digabung

 

 

 

16 of 36

Menjelaskan Pecahan Campuran

D

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

17 of 36

Menghitung Perkalian Pecahan

E

1. Perkalian Pecahan dengan Hasil Bilangan Cacah

 

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

6

 

 

18 of 36

2. Perkalian Pecahan dengan Pecahan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

19 of 36

3. Menjelaskan Sifat Perkalian Pecahan

 

 

 

 

 

 

 

20 of 36

Menghitung Pembagian Pecahan

F

1. Menjelaskan Pembagian pada Pecahan

Ingat, pembagian merupakan pengurangan berulang sampai habis.

30 : 6

30 – 6 – 6 – 6 – 6 – 6 = 0

30 : 6 = 5

Ada 5 pengurangan

 

 

 

 

 

 

 

 

Contoh pembagian pecahan:

 

21 of 36

2. Pembagian Pecahan dengan Pecahan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

22 of 36

2. Pembagian Pecahan dengan Pecahan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

23 of 36

Sifat-Sifat Operasi Hitung Pecahan

G

1. Sifat Penjumlahan atau Pengurangan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pada penjumlahan pecahan, urutan pecahannya dapat ditukar.

 

 

24 of 36

2. Sifat Perkalian atau Pembagian

 

 

Pada perkalian pecahan, urutan pecahannya dapat ditukar.

 

 

 

 

 

25 of 36

Mengubah Pecahan Menjadi Persen dan Desimal

H

1. Menjelaskan Penulisan Persen

Persen, yaitu cara penulisan pecahan berpenyebut 100 dengan tanda %.

 

Langkah-langkah mengubah pecahan biasa menjadi bentuk persen:

  • Ubahlah menjadi pecahan senilai dengan penyebut 100.
  • Tulislah bentuk persennya.

 

Langkah-langkah mengubah bentuk persen menjadi pecahan biasa:

  • Ubahlah bentuk persen menjadi pecahan biasa dengan penyebut 100.
  • Sederhanakan pecahannya.

 

26 of 36

2. Menjelaskan Penulisan Pecahan Desimal

a. Menuliskan pecahan desimal sebagai bentuk penjumlahan pecahan biasa

Pecahan desimal adalah penulisan pecahan dengan penyebut 10, 100, 1.000, dan seterusnya dengan menggunakan tanda koma.

 

Suatu pecahan desimal dapat ditulisan sebagai penjumlahan dari pecahan yang berpenyebut 10, 100, 1.000, dan seterusnya.

Contoh:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

27 of 36

b. Menuliskan pecahan desimal dengan mencari bilangan bulat

  • Menentukan angka pertama di belakang koma

Untuk menentukan angka pertama di belakang koma, kalikan pecahannya dengan 10.

 

 

 

 

 

Jadi, angka 2 pada bilangan 0,25 (angka pertama di belakang koma) akan menjadi bilangan bulat jika dikalikan dengan 10.

28 of 36

  • Menentukan angka kedua di belakang koma

Untuk menentukan angka kedua di belakang koma, kalikan pecahannya dengan 100.

 

 

 

 

Ingat, hasil kali dengan 100 tersebut harus dibagi lagi dengan 100 agar nilainya tetap sama.

 

 

 

Jadi, angka 2 pada bilangan 0,42… (angka kedua di belakang koma) akan menjadi bilangan bulat jika dikalikan dengan 100.

29 of 36

c. Menjelaskan pengubahan pecahan desimal secara umum

 

30 of 36

Menjelaskan Operasi Hitung Pecahan Desimal

I

1. Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan Desimal

Penjumlahan dan pengurangan pecahan desimal dapat dilakukan dengan cara bersusun.

Ingat, tanda koma pada pecahan desimal harus diletakkan sejajar.

Lakukan penjumlahan seperti pada bilangan cacah.

Contoh:

0,5 + 0,23 = . . .

0,5

0,23

+

0,73

0,76 – 0,29 = . . .

0,76

0,29

0,47

31 of 36

2. Perkalian Pecahan Desimal

 

Cara I:

Ubah setiap pecahan desimal menjadi pecahan biasa terlebih dahulu.

 

 

 

 

 

Cara II:

Ubah setiap pecahan desimal menjadi bilangan bulat, lalu kalikan. Banyak angka di belakang koma pada hasil perkaliannya sama dengan jumlah dari banyak angka di belakang koma pada pecahan desimal yang dikalikan.

 

 

1 angka

2 angka

1 + 2 = 3 angka

32 of 36

3. Pembagian Pecahan Desimal

 

  • Kalikan pembilang dan penyebutnya dengan 100 untuk memperoleh bilangan bulat.

 

 

 

 

 

 

Contoh:

  • Tulislah pembagian tersebut menjadi bentuk pecahan biasa.

33 of 36

Menjelaskan Pecahan dalam Perbandingan

J

1. Menjelaskan Perbandingan

Harga jagung dapat ditentukan menggunakan perbandingan.

Hubungan antara banyak jagung dan harganya dapat dituliskan dalam bentuk perbandingan seperti berikut.

 

atau

 

34 of 36

2. Menjelaskan Perbandingan Senilai

Misalnya, diketahui perbandingan banyak keju dan roti dalam sebuah burger adalah sebagai berikut.

 

Jika keju bertambah banyak, maka rotinya pun akan bertambah banyak. Jadi, perbandingan banyak roti dan keju tersebut merupakan perbandingan senilai.

 

Jika kedua ruas dikalikan 2 × 4, maka diperoleh:

 

 

 

bentuk perkalian dari perbandingan.

 

Bentuk perkalian dari perbandingan juga dapat diperoleh dengan cara perkalian silang.

 

 

35 of 36

3. Menjelaskan Perbandingan Tiga Unsur

 

Kita dapat menuliskan perbandingan tersebut sebagai berikut.

Uang Amir : Uang Tono = 5 : 3

Uang Rani : Uang Tono = 1 : 4

Nilai perbandingan Tono harus sama di kedua perbandingan tersebut.

Uang Amir : Uang Tono = 5 : 3

Uang Rani : Uang Tono = 1 : 4

Kalikan 4

Kalikan 3

Uang Amir : Uang Tono = 20 : 12

Uang Rani : Uang Tono = 3 : 12

Jadi, perbandingan uang Amir: Tono : Rani = 20 : 12 : 3.

36 of 36

4. Menjelaskan Perbandingan Temperatur

Ada tiga macam ukuran suhu, yaitu Celsius, Reamur, dan Fahrenheit.

Perbandingan ketiga temperatur tersebut adalah sebagai berikut.

C : R : F = 5 : 4 : 9 (+32)

Contoh:

20° C = . . . R = . . . F