1 of 29

PEMANFAATAN IT DALAM PEMBELAJARAN KURIKULUM MERDEKA

2 of 29

TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK)

  • Perangkat teknologi dan sumber daya yang beragam yang digunakan untuk mengirimkan, menyimpan, membuat, berbagi, atau bertukar informasi.

3 of 29

TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK)

  • Teknologi informasi dan komunikasi di era digital mengalami perkembangan yang begitu pesat, juga mengakibatkan perubahan di bidang pendidikan, diantaranya adalah model pembelajaran yang semula bersifat konvensional, kini berubah menjadi daring dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi.

4 of 29

PEMBELAJARAN DARING

  • Model pembelajaran yang bersifat fleksibel dimana pendidik dan peserta didik tidak harus bertemu atau berada dalam satu tempat untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran. 
  • Solusi dalam kegiatan pembelajaran daring diantaranya dengan distance learning, web-based education, dan e-learning, yang memudahkan pendidik membagikan materi secara real time (langsung).

5 of 29

DAMPAK NEGATIF PEMBELAJARAN DARING

  • Mengakibatkan kedekatan antara pendidik dan peserta didik menjadi agak renggang, juga berdampak buruk pada karakter peserta didik.
  • Nilai-nilai karakter seperti religius, disiplin, jujur, komunikatif, bertanggung jawab, dan saling menghargai dalam pembelajaran daring cenderung menurun.

6 of 29

INOVASI MODEL PEMBELAJARAN

  • Diperlukan suatu inovasi agar dampak negatif dari kemajuan zaman tidak sampai mereduksi karakter mulia yang diajarkan melalui pendidikan.
  • Salah satu hal yang perlu dirubah adalah model pembelajaran yang digunakan, saat ini terlalu bersifat digital sentris yang berfokus pada transfer pengetahuan (kognitif), belum diimbangi pada ranah sikap (afektif), dan perilaku (psikomotorik).

7 of 29

INOVASI MODEL PEMBELAJARAN

  • Diperlukan adanya perubahan model pembelajaran dari digital sentris (tampak seperti robot), menjadi lebih humanis (manusiawi) agar ketiga aspek penting yang menjadi tolak ukur keberhasilan peserta didik dalam pembelajaran bisa terwujud.

8 of 29

MODEL-MODEL PEMBELAJARAN

  • 1. Blended Learning
  • 2. Cloud Learning
  • 3. Hybrid Learning

9 of 29

1. BLENDED LEARNING

  • Model pembelajaran campuran yang mengkombinasikan antara pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran daring.
  • Peserta didik diberikan kesempatan belajar mandiri dari rumah (bersifat teoritis) dan belajar langsung di sekolah (bersifat praktik).
  • Pelaksanaan model pembelajaran blended learning diatur sesuai kebijakan lembaga pendidikan, pembelajarannya bersifat gantian, misal minggu ini tatap muka, maka minggu depan daring.

10 of 29

2. CLOUD LEARNING

  • Model pembelajaran yang pelaksanannya secara tatap muka, namun materinya terdokumentasi secara digital dalam penyimpanan awan.
  • Pendidik diharuskan menyiapkan materi pelajaran dalam berbagai bentuk, dapat berupa video, foto, animasi, infografis, poster, dan lain sebagainya, kemudian disimpan dalam penyimpanan awan seperti google drive.

11 of 29

3. HYBIRD LEARNING

  • Model pembelajaran yang mengkombinasikan antara model pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran daring.
  • Menggabungkan tatap muka dengan pembelajaran daring, artinya ada peserta didik yang belajar secara langsung di kelas, tapi ada juga yang mengikuti pembelajaran secara daring. Sehingga, yang gantian bukan model pembelajarannya, melainkan peserta didiknya.

12 of 29

PERAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PENDIDIKAN

  • Penggunaan TI tidak sama dengan otomatisasi. TI tidak hanya memecahkan masalah dengan menggantikan pekerjaan yang selama ini dilakukan dengan manual menjadi berbantuan teknologi.
  • Menurut Resnick (2002) ada tiga hal yang harus dipikirkan terkait dengan modernisasi pendidikan: (1) bagaimana kita belajar (how people learn); (2) apa yang kita pelajari (what people learn); dan (3) kapan dan dimana kita belajar (where and when people learn).

13 of 29

1. HOW PEOPLE LEARN

  • Terkait dengan metode atau model pembelajaran. Cara berinteraksi antara guru dengan siswa sangat menentukan model pembelajaran.
  • Proses pembelajaran seharusnya tidak 100% bergantung kepada guru lagi (instructor dependent) tetapi terpusat kepada siswa (student-centered learning atau instructor independent). Guru berperan sebagai fasilitator atau konsultan.

14 of 29

2. WHAT PEOPLE LEARN

  • Terkait dengan apakah kurikulum telah sesuai dengan kebutuhan siswa dan apakah kurikulum telah dirancang untuk menyiapkan siswa untuk hidup dan bekerja pada masa yang akan datang.
  • Selain TI sangat mewarnai masa depan, TI juga mengubah tidak hanya terhadap apa yang seharusnya dipelajari oleh siswa, tetapi juga apa yang dapat dipelajari

15 of 29

2. WHAT PEOPLE LEARN

  • Sangat mungkin banyak hal yang seharusnya atau dapat dipelajari siswa tetapi tidak bisa dimasukkan ke dalam kurikulum karena "ruang" yang terbatas atau kompleksitas yang tinggi.
  • Paradigma pembelajaran yang sebelumnya mengandaikan bahwa sumber daya pembelajaran hanya terbatas pada materi di kelas dan buku harus diubah. Hadirnya TI, terutama Internet, menyediakan sumber daya pembelajaran yang tidak terbatas.

16 of 29

3. WHERE AND WHEN PEOPLE LEARN

  • Kapan dan dimana belajar dilakukan perlu dipikirkan jawabannya. Apakah harus dalam ruangan kelas dalam waktu tertentu atau tidak terbatas ruang dan waktu?
  • Model pembelajaran tatap-muka yang banyak membatasi waktu dan tempat belajar. Sebagai komplemen/substitusi, e-learning dapat memberikan kebebasan kepada siswa dalam memilih tempat, waktu, dan ritme belajar, sehingga dapat terjadi secara sinkron (pada waktu yang sama) maupun asinkron (dalam waktu yang berbeda).

17 of 29

PERAN PENTING TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PENDIDIKAN

  1. Prasarana Pembelajaran
  2. Sumber dan Bahan Belajar
  3. Alat dan Fasilitas Pembelajaran
  4. Sumber informasi penelitian
  5. Media Konsultasi
  6. Media Pembelajaran Online
  7. Skill dan Competence

18 of 29

1. PRASARANA PEMBELAJARAN

  • TIK memegang peranan yang sangat penting sebagai infrastruktur pembelajaran, di mana materi pembelajaran tersedia dalam format digital. Sehingga proses pembelajaran dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja, karena fasilitas ini telah memadai untuk hal tersebut, siswa tidak harus terpaku pada pembelajaran di tempat dan waktu yang telah ditentukan seperti zaman dahulu.

19 of 29

2. SUMBER DAN BAHAN BELAJAR

  • Sumber dan bahan ajar bagi tenaga pengajar saat ini tidak hanya dapat diperoleh dari buku. TIK juga dapat digunakan sebagai sumber bahan belajar yang mengikuti perkembangan zaman dan ilmu yang didapat juga lebih lengkap. Banyak bahan ajar yang bisa didapat dari seluruh penjuru dunia, sehingga ilmu yang didapat lebih dari sekedar menggunakan buku.

20 of 29

3. ALAT DAN FASILITAS PEMBELAJARAN

  • Di era modern ini tenaga pengajar saat ini sudah tidak lagi menggunakan papan tulis dan kapur, karena proses belajar mengajar saat ini telah didukung oleh TIK. Sebagai alat dan fasilitas belajar, TIK akan membuat proses belajar mengajar menjadi lebih inovatif dan menyenangkan bagi siswa.

21 of 29

4. SUMBER INFORMASI PENELITIAN

  • Banyak proses penelitian di bidang pendidikan yang semakin mudah dilakukan berkat keberadaan TIK sebagai sumber informasi. Adanya TIK juga menjadikan penelitian seseorang lebih mudah. Sehingga dapat dimanfaatkan dan diketahui oleh orang lain.

22 of 29

5. MEDIA KONSULTASI

  • Internet banyak digunakan sebagai media konsultasi dengan para ahli di tempat lain. Baik pendidik maupun siswa yang dapat memanfaatkannya untuk mendukung kegiatan belajarnya yang dilakukan secara langsung dari ahlinya tanpa harus mengeluarkan biaya yang mahal.

23 of 29

6. MEDIA PEMBELAJARAN ONLINE

  • Di zaman modern ini pembelajaran dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja termasuk secara online dengan menggunakan akses internet. Banyaknya website, blog, forum, atau aplikasi yang kini banyak tersedia di internet  dapat memungkinkan siapa saja untuk belajar secara online.

24 of 29

7. SKILL DAN COMPETENCE

  • Pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan TIK merupakan keterampilan dan kompetensi yang harus dimiliki siswa saat ini. Penggunaan TIK pada titik ini harus proporsional atau harus digunakan di tempat yang tepat dan tidak boleh digunakan secara sembarangan.

25 of 29

PERAN GURU DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS TIK

  • Guru merupakan salah satu faktor penting dalam implementasi kurikulum. Bagaimanapun idealnya suatu kurikulum tanpa ditunjang oleh kemampuan guru untuk mengimplementasikannya, maka kurikulum itu tidak akan bermakna.
  • Kesiapan guru dalam mengimplementasikan kurikulum harus mendapat perhatian, baik menyangkut kompetensi, komitmen dan tanggung jawabnya serta kesejahteraannya.
  • Kompetensi guru bukan saja menguasai apa yang harus dibelajarkan (content) tapi bagaimana membelajarkan siswa yang menantang, menyenangkan, memotivasi, menginspirasi dan lain-lain.

26 of 29

PERAN GURU DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS TIK

  • Dalam kurikulum merdeka, TIK menjadi alat bantu (tools) bagi guru dalam melaksanakan proses pembelajaran pada semua mata pelajaran. Kondisi ini menuntut kesiapan guru untuk dapat merancang dan menghasilkan media maupun sumber belajar yang berbasiskan TIK.

27 of 29

PERGESERAN PERAN GURU DALAM PEMBELAJARAN

No

Semula

Menjadi

1

sumber utama informasi dan sumber jawaban

fasilitator pembelajaran, pelatih, kolaborator, navigator pengetahuan, dan mitra belajar

2

mengendalikan semua aspek pembelajaran

memberikan alternatif dan tanggung jawab kepada peserta didik dalam proses pembelajaran

28 of 29

IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI MADRASAH BAGI GURU

No

Kemampuan pedagogis

Keterangan

1

pengambil keputusan (decision maker)

mampu menstimulasi siswa untuk berpikir, bersikap, dan bertindak aktif dan reflektif dalam belajar; mendorong terjadinya dialog; dan evaluasi-diri terhadap gagasan, nilai, sikap, dan tindakan yang diambil

2

reformer yang reflektif (reflective reformer)

guru bersikap terbuka, berpikir kritis-reflektif, toleran, mengenali nilai-nilai kontroversial, sadar bahwa pengetahuan bersifat relatif dan probabilisit terhadap konteks

3

partisipan kooperatif (cooperative participant)

selalu terbuka untuk bekerjasama dengan siswa, mendorong siswa untuk menggunakan cara- cara berpikir alamiah dan intuitifnya.

4

agen katalisator (catalytic agent)

bagi hasil-hasil penemuan siswanya.

5

peran didaktik (didactic roles)

berperan reflektif dan afektif, yakni pengembang konsep siswa & keterampilan siswa dalam mengambil keputusan.

29 of 29

Terima kasih