Koding Visual dengan Scratch
Belajar Pemrograman Tanpa Mengetik Kode
Apa itu Scratch?
Mengapa Scratch untuk Pemula?
Tanpa Mengetik Kode
Tidak perlu menghafal sintaks yang rumit — cukup drag dan drop.
Visual & Intuitif
Mudah dipahami oleh anak-anak dan pemula tanpa latar belakang teknis.
Fokus pada Logika
Melatih cara berpikir komputasional, bukan menghafal bahasa pemrograman.
4 Area Utama Interface Scratch
Kenali keempat area ini sebelum mulai menyusun kode — setiap area punya peran yang berbeda dalam membentuk program Scratchmu.
Stage: Panggung Visual
Stage adalah layar utama tempat hasil programmu tampil secara langsung.
Sprite & Backdrop
Sprite
Objek atau karakter yang diberi perintah. Bawaan Scratch adalah Kucing. Kamu bisa menambah atau mengganti sprite sesuai kebutuhan project.
Backdrop
Gambar latar belakang dari panggung (Stage). Tersedia banyak pilihan bawaan, atau kamu bisa mengunggah gambarmu sendiri.
5 Kategori Balok Kode Wajib Dikuasai
🟡 Events (Kejadian)
Pemicu agar program berjalan. Contoh: when green flag clicked
🔵 Motion (Gerakan)
Mengatur pergerakan karakter. Contoh: move 10 steps
🟣 Looks (Tampilan)
Mengatur teks, kostum, efek visual. Contoh: say "Halo!"
🔵 Sensing (Sensor)
Menerima input dari pengguna. Contoh: ask "Berapa nilaimu?"
🟠 Control (Kontrol)
Mengatur alur — percabangan & pengulangan. Contoh: if-then-else, repeat
Alur Input → Proses → Output
Output
Proses
Input
Contoh Nyata dalam Scratch
Konsep ini adalah fondasi dari semua program komputer — dari yang sederhana hingga yang kompleks!
Siap Mulai Coding? 🚀
01
Buka scratch.mit.edu
Buat akun gratis dan masuk ke dashboard Scratchmu.
02
Jelajahi Interface
Coba drag-drop balok kode dan kenali setiap area tampilan Scratch.
03
Praktik Proyek Nyata
Selanjutnya: Membuat program deteksi nilai dan game mini pertamamu!