RUANG KOLABORASI 1.4.
Andi
Dwi Handoko
ANALISIS KASUS
BERDASARKAN KONSEP BUDAYA POSITIF
PENDIDIKAN GURU PENGGERAK
ANGKATAN VII
ANGGOTA KELOMPOK 3
Tutik Rining Muslikah
Malikah
Andi
Dwi Handoko
SANTAI SEJENAK
MARINA: 1
MENARI: 2
DI ATAS: 3
MENARA: 4
MARIJO: 5
MODUL 1.4.a.5
RUANG KOLABORASI
Tujuan Pembelajaran Khusus:
Kasus 3
Ibu Dani sedang menjelaskan pelajaran Bahasa Inggris di papan tulis, namun beliau memperhatikan bahwa Fajar malah tidur-tiduran dan tampak acuh tak acuh pada pelajarannya. “Fajar coba jawab pertanyaan nomor 3. Maju ke depan dan kerjakan di papan tulis”. Fajar pun tampak malas-malasan maju ke depan, dan sesampai di depan papan tulis pun, Fajar hanya diam terpaku, sambil memegang buku bahasa Inggrisnya dan memainkan spidol di tangannya. “Ayo Fajar makanya jangan tidur-tiduran, lain kali perhatikan! Sudah sana, duduk kembali, kira-kira siapa yang bisa?”
Fajar pun kembali duduk di bangkunya. Hal seperti ini sudah seringkali terjadi pada Fajar, seperti tidak memperhatikan, acuh tak acuh, dan nilai-nilainya pun tidak terlalu baik untuk pelajaran Bahasa Inggris. Pada saat ditegur oleh Ibu Dani, Fajar hanya menjawab, “Tidak tahu Bu”. Ibu Dani pun menjawab lirih, “Gimana kamu Fajar, kamu tidak kasihan sama Ibu ya, Ibu sudah capek-capek mengajarkan kamu. Tidak kasihan sama Ibu?” dan Fajar pun diam membisu.
6
“
7
Posisi pembuat rasa bersalah
DILIIHAT DARI :
“Gimana kamu Fajar, kamu tidak kasihan sama Ibu ya, Ibu sudah capek-capek mengajarkan kamu. Tidak kasihan sama Ibu?”
Pembuat rasa bersalah akan membuat orang lain merasa tidak nyaman, bersalah, atau rendah diri.
8
Kebutuhan kesenangan
Membaca sikap Fajar, kira-kira kebutuhan apa yang diperlukan oleh Fajar?
DILIHAT DARI: bahwa Fajar malah tidur-tiduran dan tampak acuh tak acuh pada pelajarannya. “Fajar coba jawab pertanyaan nomor 3. Maju ke depan dan kerjakan di papan tulis”. Fajar pun tampak malas-malasan maju ke depan, dan sesampai di depan papan tulis pun, Fajar hanya diam terpaku, sambil memegang buku bahasa Inggrisnya dan memainkan spidol di tangannya. “
Q 1: Fajar, tahukah kamu apa aturan kelas saat pembelajaran bahasa Inggris?
Q2: Aturan apa yang kamu langgar dalam pembelajaran ini Fajar? Q3: Apakah kamu mengerti konsekuensinya jika kamu melanggar aturan kelas seperti bermalas-malasan?
Apabila Anda adalah kepala sekolah di sekolah Fajar dan mengetahui hal ini, bagaimana tindak lanjut Anda?
SEGITIGA RESTITUSI
REFLEKSI
FACTS (PERISTIWA)
Di analisis kasus Ruang Kolaborasi ini, kami menganalisis kasus ketiga yakni seorang murid bernama Fajar yang malas-malasan saat diajar Bu Dani.
FEELINGS (PERASAAN)
Kasus ini cukup menarik dan membuat kami tertantang untuk menganalisisnya.
FINDINGS (PEMBELAJARAN)
Berkaca dari kasus Ibu Dani dan Fajar, kami menjadi lebih paham tentang posisi kontrol seorang guru. Posisi guru pembuat rasa bersalah seperti dalam kasus Bu Dani bisa menyebabkan siswa menjadi tertekan dan merasa rendah diri. Untuk itu, kita harus memosisikan sebagai manajer jika ada permasalahan dalam pembelajaran. Dengan posisi manajer, kita bisa menggunakan segitiga restitusi untuk menyelesaikan masalah.
FUTURE (PENERAPAN)
Ke depannya, kami akan memosisikan diri sebagai manajer dalam menangani suatu kasus dan akan menerapkan segitiga restitusi secara konsisten.
TERIMA KASIH
GURU PENGGERAK
TERGERAK, BERGERAK, DAN MENGGERAKKAN