MEDIA MENGAJAR
UNTUK SD/MI KELAS IV
Pendidikan Pancasila
MENGHARGAI KERAGAMAN SUKU BANGSA DAN BUDAYA DI INDONESIA
BAB 3
TUJUAN PEMBELAJARAN:
Sumber: www.shutterstock.com
Sumber: www.shutterstock.com
A. Cara Menghargai Keragaman Suku Bangsa di Indonesia
Pohon beringin adalah simbol persatuan dan kesatuan di Indonesia.
Indonesia memiliki beragam suku bangsa, budaya, dan agama. Suku bangsa adalah kelompok masyarakat dengan ciri dan budaya yang sama. Ada ratusan suku bangsa yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Pohon beringin sebagai simbol sila ketiga Pancasila menggambarkan persatuan dalam keragaman di Indonesia.
Sumber: www.shutterstock.com
Suku Badui merupakan salah satu suku bangsa di Indonesia.
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk. Artinya, bangsa Indonesia terdiri atas beragam suku bangsa dan budaya. Agar keragaman itu tidak menjadi sumber perpecahan, bangsa Indonesia harus bersatu.
Sikap saling menghargai dan menghormati dalam keragaman suku bangsa dapat kita terapkan di rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar.
Menghargai kedua orang tua meskipun berasal dari suku bangsa yang berbeda.
Berikut adalah contoh tindakan saling menghargai dan menghormati dalam keragaman suku bangsa.
Tetangga merupakan orang yang tinggal paling dekat dengan kita. Saat kita membutuhkan pertolongan, tetangga adalah orang yang pertama kali dapat membantu.
Namun, tetangga dapat berbeda suku dengan kita. Perbedaan tersebut bukanlah penghalang bagi kita untuk menjaga hubungan baik dengan tetangga.
Tetangga akan membantu jika kita menjaga hubungan baik dengan mereka.
B. Cara Menghargai Keragaman Budaya di Indonesia
Budaya adalah adat istiadat yang dimiliki suatu suku bangsa yang menjadi ciri khas suku bangsa tersebut. Budaya diwariskan secara turun-temurun dari zaman nenek moyang hingga generasi saat ini.
Budaya setiap suku bangsa berbeda-beda. Budaya di Indonesia dapat berupa bahasa, lagu, alat musik, pakaian, senjata, tarian, dan rumah adat.
Suku Dayak dari Kalimantan.
Sumber: www.shutterstock.com
Bahasa daerah adalah Bahasa yang digunakan oleh suatu suku bangsa. Bahasa daerah digunakan sebagai alat komunikasi atau bahasa percakapan sehari-hari masyarakat. Indonesia memiliki ratusan jenis bahasa daerah.
Agar masyarakat antardaerah dapat berkomunikasi dengan baik, ada bahasa yang dapat dimengerti oleh semua orang. Bahasa itu disebut bahasa persatuan, yaitu bahasa Indonesia.
Bahasa Aceh.
Keragaman Bahasa Daerah dan Cara Menghargainya
Kita memiliki teman dari daerah lain. Bahasa kita dan teman berbeda. Kita sebaiknya menghargainya. Kita dan teman juga dapat saling mempelajari bahasa daerah masing-masing.
Berikut contoh cara menghargai keragaman bahasa daerah.
Ketika ada teman atau saudara yang berbicara dengan bahasa daerah lain yang tidak kita mengerti, kita harus menghargainya. Kita dapat meminta bantuan orang tua untuk menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia.
Ketika kita berbicara dengan teman, saudara, atau orang yang baru dikenal di daerah lain, kita sebaiknya berbicara menggunakan bahasa Indonesia.
Tujuannya adalah agar semua orang dapat memahami hal yang kita bicarakan.
Di sekolah pun guru mengajar menggunakan bahasa Indonesia. Karena bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan yang wajib dikuasai oleh bangsa Indonesia.
Keragaman Lagu Daerah dan Cara Menghargainya
Sumber: www.sekitarmusik.com
Saat teman menyanyikan lagu daerahnya, kita mungkin tidak memahami bahasa daerah yang digunakan. Namun, kita tetap harus menghargainya. Caranya dengan memberikan tepuk tangan setelah teman bernyanyi.
Berikut contoh tindakan dalam upaya melestarikan keragaman lagu daerah.
Sebagai orang Indonesia yang memiliki suku bangsa, sudah sepatutnya kita dapat menyanyikan lagu daerah tempat asal kita. Kita juga sebaiknya mempelajari lagu dari daerah lain agar pengetahuan kita semakin luas.
Lagu daerah seperti “Cublak-Cublak Suweng” dan “Ampar-Ampar Pisang” dapat dinyanyikan sambil memainkan permainan tradisional. Hal ini dilakukan agar permainan terasa semakin menyenangkan.
Keragaman Alat Musik Tradisional dan Cara Menghargainya
Alat musik tradisional biasanya digunakan untuk mengiringi lagu daerah setempat. Iringan musik dari alat musik tradisional membuat lagu daerah menjadi lebih indah dan menarik.
Ada berbagai jenis alat musik daerah di Indonesia. Oleh sebab itu, kita harus menghargai keragaman alat musik daerah.
Alat musik angklung dari Jawa Barat.
Sumber: www.shutterstock.com
Kita sebaiknya mau mempelajari cara memainkan alat musik tradisional. Dengan begitu, kita telah membantu melestarikan alat musik tradisional Indonesia.
Berikut contoh tindakan menghargai keragaman alat musik daerah yang dapat kita lakukan.
Sumber: www.shutterstock.com
Setiap alat musik tradisional memiliki keindahan bentuk dan suara yang berbeda-beda.
Kita sebaiknya mengagumi dan memuji keunikan setiap alat musik daerah. Kita tidak boleh merendahkan alat musik daerah lain.
Mendengarkan pertunjukan alat musik tradisional adalah contoh menghargai keragaman alat musik tradisional.
Keragaman Pakaian Daerah dan Cara Menghargainya
Pakaian daerah merupakan pakaian khas dari suatu daerah. Pakaian daerah dikenakan saat perayaan atau upacara adat. Bahan untuk membuat pakaian daerah diambil dari hasil alam daerah setempat.
Keragaman pakaian daerah merupakan kekayaan budaya bangsa yang tidak ternilai harganya. Kita harus saling menghargai keragaman pakaian daerah.
Sumber: www.shutterstock.com
Pakaian adat Sumatra Barat.
Pakaian daerah biasa digunakan pada pesta pernikahan atau upacara adat. Kita harus menghargai pakaian adat yang dibuat oleh nenek moyang kita.
Kita juga harus merasa bangga ketika memakai pakaian adat, walaupun pakaian tersebut bukan berasal dari daerah asal kita. Dengan begitu, kita ikut membantu melestarikan pakaian daerah Indonesia.
Tindakan yang dapat kita lakukan untuk menghargai keragaman pakaian daerah antara lain sebagai berikut.
Memakai pakaian adat suku Betawi dengan bangga.
Batik, ulos, songket, dan tenun ikat merupakan contoh kain-kain kebanggaan bangsa kita. Kita harus ikut melestarikannya. Jika memiliki kain-kain tersebut, kita sebaiknya menyimpan serta merawatnya dengan baik.
Kita dapat menyimpannya di lemari. Kita juga dapat menjemurnya secara rutin agar tidak rusak. Mencucinya pun harus dengan hati-hati agar tidak merusak bahannya.
Sumber: www.pixabay.com
Batik adalah kain yang dijadikan bahan untuk membuat pakaian daerah.
Saat mengikuti karnaval pakaian adat, kita dan teman-teman biasanya memakai pakaian adat dari berbagai daerah. Kita akan melihat keunikan dari setiap pakaian adat.
Kita dan teman sebaiknya saling memuji keunikan pakaian adat masing-masing. Kita tidak boleh saling merendahkan bentuk atau hiasan pakaian adat.
Keragaman Senjata Tradisional dan Cara Menghargainya
Senjata tradisional merupakan senjata khas suatu daerah yang biasanya digunakan sebagai kelengkapan atau hiasan pakaian daerah.
Senjata tradisional juga ada yang digunakan untuk berburu dan untuk peralatan sehari-hari oleh penduduk setempat.
Kita harus melestarikan keragaman senjata tradisional Indonesia. Kita juga harus saling menghargai perbedaan sejata tradisional.
Sumber: www.shutterstock.com
Keris adalah senjata tradisional yang biasa digunakan sebagai pelengkap pakaian daerah.
Setiap senjata tradisional memiliki bentuk yang unik. Saat melihat senjata tradisional dari daerah lain, kita sebaiknya memuji keindahan bentuknya dan tidak merendahkan keunikannya. Dengan begitu, kita sudah menghargai budaya dari daerah lain.
Tindakan yang dapat kita lakukan untuk melestarikan dan menghargai keragaman senjata tradisional adalah sebagai berikut.
Sumber: www.commons.wikimedia.org
Badik merupakan senjata tradisional masyarakat Bugis, Sulawesi Selatan.
Kita sebaiknya mempelajari sejarah berbagai senjata tradisional yang ada di Indonesia. Senjata tradisional dibuat pada masa lampau dengan cara sederhana.
Dengan mempelajarinya, pengetahuan kita dapat bertambah. Kita juga akan semakin mencintai budaya Indonesia dan lebih menghargai senjata tradisional yang ada di sekitar kita.
Sumber: www.commons.wikimedia.org
Kujang adalah senjata tradisional Jawa Barat yang menjadi inspirasi sebuah tugu di Kota Bogor.
Keragaman Tari Tradisional dan Cara Menghargainya
Tari tradisional merupakan tarian yang lahir, tumbuh, dan berkembang dalam kelompok masyarakat di daerah tertentu.
Para penari tradisional biasanya mengenakan pakaian daerah Ketika menari. Tari tradisional dipentaskan dalam upacara adat dan keagamaan, penyambutan tamu, perayaan panen raya, serta hiburan rakyat.
Sumber: www.shutterstock.com
Tari kipas pakarena dari Sulawesi Selatan.
Saat menonton pementasan tari tradisional, kita sebaiknya menonton hingga selesai. Dengan begitu, kita dapat melihat keseluruhan gerakan tari dan memahami cerita yang disampaikan dalam tarian.
Kita pun sebaiknya tepuk tangan saat tarian selesai dipentaskan, agar para penari merasa kerja kerasnya telah dihargai.
Sikap menghargai tari tradisional dapat kita tunjukkan dengan cara-cara berikut.
Sumber: www.commons.wikimedia.org
Tari kuda lumping dari Jawa Timur.
Ada berbagai macam tari tradisional yang dapat kita pelajari. Ada tari dari daerah asal kita dan tari dari daerah lain. Kita dapat mempelajari tarian daerah di sekolah atau di sanggar tari.
Sumber: www.shutterstock.com
Mempelajari tari tradisional dapat dilakukan di sanggar tari.
Keragaman Rumah Adat dan Cara Menghargainya
Rumah adat adalah rumah yang dibangun sesuai dengan ciri khas dan budaya masyarakat di suatu daerah tertentu.
Setiap rumah adat memiliki aturannya masing-masing. Kita harus menghargai dan mengormati aturan tersebut.
Rumah adat Bali.
Setiap rumah memiliki aturan yang berbeda. Ada yang mengharuskan pengunjung melepas alas kaki sebelum masuk ke dalam rumah adat. Kita harus menaati aturan itu.
Dengan begitu, kebersihan rumah adat akan menjadi lebih terjaga.
Saat mengunjungi rumah adat, masyarakat setempat atau pemandu wisata akan menceritakan sejarah serta kegunaan setiap bagian rumah adat.
Kita sebaiknya mendengarkan dengan cermat sebagai tanda kita menghargai rumah adat tersebut.
Berikut contoh tindakan menghargai keragaman rumah adat di Indonesia.
Setiap rumah memiliki bentuk dan keunikan yang berbeda-beda. Kita tidak boleh menyombongkan rumah adat daerah kita sendiri. Kita juga tidak boleh merendahkan rumah adat daerah lain.