1 of 2

3. UTSMAN BIN AFFAN

Utsman bin Affan lahir pada tahun 579 M di Thaif daerah subur kawasan Hijaz, letaknya di sebelah barat laut Arab Saudi. Ia lahir setelah 5 tahun dari tahun Gajah. Hal tersebut membuatnya memiliki usia 5 tahun lebih muda dari Rasulullah SAW.

  • Ustman bin Affan adalah seorang saudagar kaya dan juga seorang penulis wahyu yang terkenal. Ustman dikenal sebagai orang yang pendiam dan memiliki budi pekerti yang baik. Karena ia banyak melakukan amal kebaikan maka ia mendapat gelar Ghaniyyun Syakir, yaitu artinya orang kaya yang banyak bersyukur kepada Allah Swt.
  • Walaupun ia orang kaya, ia tidak lupa dengan orang yang berada di bawahnya. Ia juga tidak segan untuk ikut berperang. Bahkan dikisahkan dari Ibn Syihab Al-Zuhri dikatakan bahwa, Utsman pernah mempersiapkan 940 ekor unta dan 60 ekor kuda untuk Jaisyul Usrah (pasukan sulit) dalam Perang Tabuk.
  • Selain itu ia juga pernah memberikan 10.000 dinar (sekitar 483 juta rupiah) kepada Rasullullah SAW. dengan kedua tangannya sendiri. Kejadian tersebut diceritakan oleh sahabat Rasul yaitu, Hudzaifah.
  • Karena telah banyak kebaikan yang dilakukan oleh Utsman maka ia sempat dinikahkan dengan putri Rasul yang bernama Ruqayyah. Setelah Ruqayyah wafat, ia menikah lagi dengan putri Rasul yang bernama Ummu Kullsum. Dengan demikian ia diberikan julukan sebagai Dzun Nurain, yang artinya memiliki dua cahaya. Ustman bin Affan memiliki jasa-jasa berupa membukukan Al Quran menjadi beberapa naskah. Beliau juga menetapkan pelafalan di dalam Al Quran menjadi serentak dan seragam. Karyanya yang besar itu sangatlah bermanfaat bagi umat Islam. Oleh karena itu, ia diberi penghargaan sebagai Mushaf Usmani.
  • Masa kepemimpinannya ini dimulai ketika Umar bin Khattab mengalami sakit keras setelah ditusuk oleh Abu Lu’lu’ah seorang budak dari Persia. Karena sakitnya Umar lalu ia membentuk tim yang memiliki anggota Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Thalhah bin Ubaidillah, Zubair bin Awwam, Abudrrahman bin Auf, dan Sa’ad bin Abis Waqqas.

​

2 of 2

  • Dibentuknya formasi tersebut bertujuan untuk pemilihan pengganti dari Umar bin Khattab untuk menjadi khalifah. Namun empat orang anggota tersebut menggundurkan diri. Lalu, berdasarkan pendapat umum masyarakat bahwa mereka menginginkan Utsman bin Affan yang menjadi pengganti dari Umar bin Khattab. Abdurraham bin Auf juga cenderung memilih Utsman bin Affan untuk menggantikan peran Umar bin Khattab.
  • Dengan kesepakatan dan persetujuan umat Islam, maka Utsman bin Affan diangkat menjadi khalfiah di umurnya yang sudah mencapai 70 tahun. Ia menjadi khalifah selama 12 tahun, di mana lebih lama daripada Umar bin Khattab.
  • Dalam masa pemerintahannya, Utsman bin Affan mengembangkan Islam ke beberapa daerah yang sebelumnya belum sempat dicapai oleh Umar bin Khattab. Umat Islam sedikit kecewa karena perbedaan sifat antara Utsman bin Affan dan Umar bin Khattab. Utsman memiliki sifat yang cenderung lembut dan membuat Islam sedikit lemah.
  • Pada masa pemerintahannya ini kebijakan dari Utsman yang paling disorot adalah ketika ia mengangkat kerabat keluarganya untuk menduduki jabatan penting seperti gubernur-gubernur di daerah kekuasaan Islam.
  • Selain masalah perluasan daerah, Utsman juga memperhatikan pembangunan dalam kota. Ia membangun bendungan pencegah banjir, jalan-jalan di perkotaan, jembatan, masjid, dan juga meluaskan masjid Nabawi.
  • Di akhir masa pemerintahannya, Utsman tidak meninggalkan pesan sedikit pun. Hal ini dikarenakan ia meninggal secara tiba-tiba karena dibunuh pada saat ia membaca Al Quran. Ia wafat pada usia 83 tahun. Hal tersebut membuat kondisi politik semakin memburuk