MODUL AJAR
MERANCANG PEMBELAJARAN
AGENDA
Sinkronus 3 JP
Detail Sesi
Alur Sinkronus dan Asinkronus
Total JP : 8 JP ( 2 JP asinkronus dan 6 JP sinkronus)
(60 menit bimtek FSP/45 menit PKP)
Asinkronus 1 JP :
Digunakan peserta untuk membaca bahan materi mengenai modul ajar dalam buku panduan
pembelajaran dan asesmen pada link berikut :
1. Link Panduan Pembelajaran dan Asesmen : http://kurikulum.kemdikbud.go.id/wp-
content/uploads/2022/06/Panduan-Pembelajarn-dan-Asesmen.pdf
2. Bagaimana menyiapkan pembelajaran kurikulum merdeka :
https://guru.kemdikbud.go.id/video-
inspirasi/playlists/video/?id=69&video=Xl4rwwe57ro
Sesi 1 Hari pertama
AGENDA
Sinkronus 3 JP
Detail Sesi
Asinkronus 1 JP :
Digunakan peserta untuk membaca bahan materi mengenai modul ajar dalam buku panduan
pembelajaran dan asesmen pada link berikut :
1. Mengembangkan rencana pembelajaran sesuai kesiapan murid :
https://guru.kemdikbud.go.id/video-inspirasi/playlists/video/?id=69&video=w-
np0UBC4qs
2. Merencanakan pembelajaran yang berpusat pada murid:
https://guru.kemdikbud.go.id/video-inspirasi/playlists/video/?id=69&video=lGoku9gGiS0
3. Bahan tambahan terkait tautan Menuju Pelatihan Mandiri Transisi PAUD - SD di PMM:
Topik I - Penguatan Transisi PAUD-SD di Awal Tahun Ajaran
https://guru.kemdikbud.go.id/pelatihan-mandiri/topik/32
4. Topik II - Penguatan Transisi PAUD-SD Melalui Pembelajaran
Sesi 2 Hari kedua
Tujuan Pembelajaran
AGENDA
Agenda keseluruhan
SESI PEMBUKA
Sesi pembuka di awal kegiatan
KESEPAKATAN KELAS
Icebreaking��Siapkan 1 kertas dan pena untuk menulis.��Ikuti instruksi pelatih. Gambarlah apapun yang diinstruksikan oleh pelatih pada kertas yang sudah di sediakan!
Tebaklah apa yang dimaksud oleh pelatih berdasarkan instruksi penjelasan singkat yang disampaikan. Gambarlah perkiraan mengenai apa yang dimaksud pelatih pada kertas yang sudah disediakan.
Instruksi :
Icebreaking
Gambar apakah yang Bapak/Ibu buat?
Lalu gambar apa yang pelatih maksud?
Mengajak peserta untuk melakukan kegiatan permainan yang berhubungan dengan materi yang dibahas.
Yang dimaksud adalah gambar INDUK AYAM
Berdasarkan 1 instruksi yang sama, namun mengapa ada banyak gambar berbeda yang dibuat oleh peserta?
Hal tersebut karena adanya INSTRUKSI YANG KURANG JELAS yang menyebabkan persepsi beragam dari peserta didik.
Begitu pula saat kita mengajar di kelas, apabila instruksi tidak jelas, maka persepsi dari siswa akan beragam dan seringkali keluar dari pemahaman yang dimaksud. Hal ini membuat tujuan pembelajaran sulit dicapai.
Oleh sebab itu, penting sekali untuk membuat perencanaan pembelajaran yang tepat, jelas, dan relevan.
Membuat modul ajar / RPP yang tepat adalah salah satu hal wajib yang harus dilakukan oleh guru.
PERTEMUAN HARI KE 1
MULAI DARI DIRI
Mari diskusi!
Memberikan pertanyaan pemantik untuk mengajak peserta masuk ke bahasan yang akan didiskusikan.
Pertanyaan pemantik tersebut diantaranya :
EKSPLORASI KONSEP
Mari menyimak bersama!
6. Bagaimana mengadaptasi modul ajar agar relevan dan sesuai dengan tingkat capaian siswa?
7. Bagaimana memilih dan menentukan bahan ajar yang relevan untuk modul ajar?
Merencanakan Pembelajaran dan Asesmen
Rencana pembelajaran dirancang untuk memandu guru melaksanakan pembelajaran sehari-hari untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran. Dengan demikian, rencana pembelajaran disusun berdasarkan alur tujuan pembelajaran yang digunakan pendidik sehingga bentuknya lebih rinci dibandingkan alur tujuan pembelajaran.
Setiap pendidik perlu memiliki rencana pembelajaran untuk membantu mengarahkan proses pembelajaran mencapai CP. Rencana pembelajaran ini dapat berupa: (1) rencana pelaksanaan pembelajaran atau yang dikenal sebagai RPP atau (2) dalam bentuk modul ajar. Apabila pendidik menggunakan modul ajar, maka ia tidak perlu membuat RPP karena komponen-komponen dalam modul ajar meliputi komponen-komponen dalam RPP atau lebih lengkap daripada RPP.
Modul ajar merupakan dokumen yang berisi tujuan, langkah, dan media pembelajaran, serta asesmen yang dibutuhkan dalam satu unit/topik berdasarkan alur tujuan pembelajaran
Merencanakan Pembelajaran dan Asesmen
Modul ajar yang diusung dalam perencanaan pembelajaran pada kurikulum merdeka merujuk pada kekhasan, kebutuhan, pola belajar dan penggunaan sumber belajar yang lebih bervariasi.
Modul ajar dalam Kurikulum Merdeka ditujukan untuk membantu pendidik mengajar secara lebih fleksibel dan kontekstual, tidak selalu menggunakan buku teks pelajaran. Modul ajar dapat menjadi pilihan lain atau alternatif strategi pembelajaran.
Modul ajar lebih lengkap daripada rencana pelaksanaan pembelajaran, maka pendidik yang menggunakan modul ajar untuk mencapai satu atau lebih tujuan pembelajaran tidak perlu lagi mengembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran.
Perbandingan Komponen Minimum dalam RPP dan Modul Ajar
Komponen Modul Ajar Versi Lengkap
Informasi Umum | Komponen Inti | Lampiran |
|
|
|
Struktur modul ajar tersebut BUKAN struktur wajib yang semuanya harus utama untuk dicantumkan dalam moddilampirkan dalam modul ajar yang dibuat/dimodifikasi. Guru diperbolehkan untuk memilih/menyederhanakan beberapa komponen ul ajar sesuai dengan kebutuhan di kelas masing-masing.
Acuan Teknik Modifikasi Modul Ajar
1. Menetapkan tujuan pembelajaran berdasarkan CP dan ATP.
2. Menentukan teknik asesmen yang sesuai dengan tujuan pembelajaran.
3. Menyusun desain pembelajaran; melaksanakan; dan merefleksikan kegiatan pembelajaran
yang efektif.
4. Proses pembelajaran dan asesmen yang dipilih harus mendukung perkembangan
kompetensi dan karakter peserta didik secara holistik.
5. Pembelajaran yang dirancang harus sesuai konteks, lingkungan budaya, dan capaian yang
berbeda pada peserta didik (diferensiasi).
6. Pembelajaran berorientasi pada masa depan yang berkelanjutan.
Hal yang Harus Diperhatikan Saat Memilih Modul Ajar untuk Dimodifikasi
1. Apakah selaras dengan rencana yang sudah dibuat saat penyusunan ATP?
2. Apakah asesmen sudah sesuai dengan tujuan pembelajaran?
3. Apakah cocok dengan kondisi dan capaian peserta didik yang berbeda?
4. Apakah sarana dan prasarananya tersedia di satuan pendidikan?
5. Apakah sudah sesuai dengan kebutuhan, kondisi, dan karakteristik satuan
pendidikan?
Bagaimana Kekhasan Modul Ajar Pada Berbagai Jenjang
PAUD
Rencana pembelajaran/modul ajar pada PAUD merupakan dokumen yang setidaknya memuat komponen tujuan pembelajaran, langkah-langkah kegiatan, serta asesmen yang dibutuhkan dalam satu unit/topik berdasarkan alur tujuan pembelajaran atau pada rentang waktu yang ditentukan.
Pendidikan Khusus
kekhasan modul ajar pendidikan khusus adalah berdasarkan hasil asesmen diagnostik yang diuraikan dalam profil peserta didik, dalam pembelajaran terlihat akomodasi untuk peserta didik berkebutuhan khusus.
Paradigma Asesmen dalam Penyusunan Modul Ajar
Yang Harus Diperhatikan Dalam Menentukan Asesmen
Penerapan Pola Pikir Bertumbuh (Growth Mindset
Terpadu dimana Asesmen mencakup kompetensi pada ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang saling terkait.
Sekolah diberikan keleluasaan untuk menentukan teknik dan jenis asesmen.
Khusus SMK, terdapat juga bentuk asesmen khas yang membedakan dengan jenjang yang lain, yaitu Asesmen Praktek Kerja Lapangan, Uji Kompetensi Kejuruan dan uji unit kompetensi.
Keleluasaan dalam menentukan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran.
Rencana Asesmen dalam Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran atau Modul Ajar
Asesmen Formatif
Yaitu asesmen yang bertujuan untuk memberikan informasi atau umpan balik bagi pendidik dan peserta didik untuk memperbaiki proses belajar.
Asesmen formatif terdiri dari asesmen awal pembelajaran dan asesmen yang dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung.
Asesmen Sumatif
yaitu asesmen yang dilakukan untuk memastikan ketercapaian keseluruhan tujuan pembelajaran. Asesmen ini dilakukan pada akhir proses pembelajaran atau dapat juga dilakukan sekaligus untuk dua atau lebih tujuan pembelajaran, sesuai dengan pertimbangan dan kebijakan satuan pendidikan.
Rencana Asesmen dalam Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran atau Modul Ajar SMK
Uji Kompetensi Kejuruan
Uji Unit Kompetensi
Asesmen Praktik Kerja Lapangan
Asesmen Awal Pembelajaran Pada Modul Ajar
Asesmen awal pembelajaran dapat dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan belajar peserta didik, dan hasilnya digunakan untuk merancang pembelajaran yang sesuai dengan tahap capaian peserta didik.
Pendidik dapat melaksanakan asesmen awal pembelajaran sesuai kebutuhan, misalnya pada awal tahun pelajaran, pada awal semester, sebelum memulai satu lingkup materi (dapat berupa 1 atau beberapa TP), atau sebelum menyusun modul ajar secara mandiri. Dengan demikian, asesmen awal pembelajaran tidak perlu dilakukan setiap mengawali tatap muka.
Asesmen pada awal pembelajaran diharapkan tidak memberatkan pendidik atau satuan pendidikan. Namun demikian jika pendidik atau satuan pendidikan memiliki kemampuan, dapat melengkapi data tambahan dengan melakukan asesmen non kognitif yang mencakup, kesiapan belajar, minat, profil belajar, latar belakang keluarga, riwayat tumbuh kembang, dll.
Pengembangan Media dan Bahan Ajar
Yang Harus Diperhatikan
Dalam Memilih
Bahan Ajar
Kembangkan bahan ajar dan media pembelajaran untuk membuatkegiatan pembelajaran semakin bermakna dan variatif.
Bahan ajar dan media pembelajaran bersifat variatif. Bisa berupa bahan ajar cetak dan bahan ajar non-cetak, menggunakan media yang beragam namun mudah diaplikasikan.
Sesuaikan buku bahan ajar juga media yang disediakan dengan ATP, kebutuhan dan karakteristik sekolah masing-masing.
Buku yang disediakan pemerintah hanya salah satu alternatif bahan ajar, guru diperbolehkan untuk mengembangkan dan menambahkan bahan ajar lain yang relevan.
Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran
Teknik Menentukan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran
1. Deskripsi Kriteria
Menggunakan deskripsi sehingga apabila peserta didik tidak mencapai kriteria tersebut maka dianggap belum mencapai tujuan pembelajaran
skala/interval nilai
Menggunakan skala atau interval nilai, atau pendekatan lainnya sesuai dengan kebutuhan dan kesiapan pendidik dalam mengembangkannya.
3. Menggunakan Rubrik
Menggunakan rubrik yang dapat mengidentifikasi sejauh mana peserta didik mencapai tujuan pembelajaran.
Contoh Modifikasi Modul Ajar
Amati beragam contoh modifikasi modul ajar yang terlampir. Contoh modifikasi tersebut bukan ketentuan wajib. Guru diperkenankan untuk membuat modifikasi bentuk lain dengan memilih komponen-komponen yang dianggap penting dan memudahkan sekaligus membantu untuk membuat rancangan yang sederhana namun mudah diimplementasikan di kelas. Komponen wajib dalam modul ajar adalah tujuan pembelajaran, asesmen awal dan akhir, desain langkah-Langkah kegiatan pembelajaran dan media yang digunakan.
Contoh Modul ajar asli dan modul ajar modifikasi telah disediakan di LMS
RUANG�KOLABORASI
Mari bekerja bersama!
Link Kumpulan Modul Ajar :
https://drive.google.com/drive/folders/1KSNPlBLz7rGcC9ptXEoRRMa2mHb-lAML?usp=sharing
�Berikut ini adalah dan cara pengisian format lembar kerja ruang kolaborasi.����
�Rubrik Penilaian yang digunakan.����
REFLEKSI �TERBIMBING
Narasumber menunjuk 1 orang peserta untuk menjawab pertanyaan refleksi diri. Penjawab pertama diperbolehkan menunjuk peserta lain untuk menjawab pertanyaan refleksi berikutnya. Jawaban dijawab bersama dengan penguatan oleh narasumber.
Pertanyaannya di antaranya :
TERIMA KASIH
SAMPAI JUMPA DI SESI SELANJUTNYA!
PERTEMUAN HARI KE 2
MULAI DARI DIRI
Mari diskusi!
EKSPLORASI KONSEP
Mari diskusi!
Mari menyimak bersama!
Pengawasan proses pembelajaran oleh kepala satuan pendidikan dan pengawas berfokus pada keseluruhan proses pembelajaran.
Pendidik diberikan ruang untuk mengembangkan rencana pembelajaran dengan komponen dan format yang sesuai karakteristik peserta didik. Dengan demikian tidak ada standar format baku dokumen pembelajaran yang membatasi kemerdekaan pendidik dalam mendesain pembelajaran.
Hasil pengawasan proses pembelajaran disusun dalam bentuk laporan untuk kepentingan tindak lanjut pengembangan keprofesionalan pendidik secara berkelanjutan.
Prinsip Pembelajaran Pembelajaran dilaksanakan dengan mengacu pada prinsip pembelajaran sebagai berikut:
Merencanakan Pola Diferensiasi Mengajar dalam Modul Ajar
Pendidik mengidentifikasi kesiapan belajar, minat, dan tingkat penguasaan kompetensi peserta didik dengan melakukan asesmen awal pembelajaran.
Menyesuaikan lingkup materi yang akan dipelajari oleh peserta didik berdasarkan kesiapan, minat dan tingkat penguasaan kompetensi peserta didik.
Merancang strategi bagaimana lingkup materi dipelajari oleh peserta didik
Teknik Diferensiasi dalam Mengajar
Alternatif 1:
Berdasarkan asesmen yang dilakukan di awal pembelajaran, peserta didik di kelas yang sama dibagi menjadi dua atau lebih kelompok menurut capaian belajar mereka, dan keduanya diajarkan oleh guru yang sama atau disertai guru pendamping/asisten. Selain itu, satuan pendidikan juga menyelenggarakan program pelajaran tambahan untuk peserta didik yang belum siap untuk belajar sesuai dengan fase di kelasnya.
Alternatif 2:
Berdasarkan asesmen yang dilakukan di awal pembelajaran, peserta didik di kelas yang sama dibagi menjadi dua atau lebih kelompok menurut capaian belajar mereka, dan keduanya diajarkan oleh guru yang sama atau disertai guru pendamping/asisten.
Alternatif 3:
Berdasarkan asesmen yang dilakukan di awal pembelajaran, pendidik mengajar seluruh peserta didik di kelasnya sesuai dengan hasil asesmen tersebut. Untuk sebagian kecil peserta didik yang belum siap, pendidik memberikan pendampingan setelah jam pelajaran berakhir.
Contoh Diferensiasi dalam Mengajar
Konten/materi yang diajarkan
Bagi peserta didik yang memerlukan bimbingan dapat mempelajari 3 (tiga) hal terpenting terkait materi, bagi siswa yang cukup mahir dapat mempelajari keseluruhan materi dan bagi peserta didik yang sudah sangat mahir dapat diberikan pengayaan.
Proses/cara Mengajarkan
Proses pembelajaran dan bentuk pendampingan dapat didiferensiasi sesuai kesiapan peserta didik, bagi siswa yang membutuhkan bimbingan pendidik perlu mengajarkan secara langsung, bagi peserta didik yang cukup mahir dapat diawali dengan Modeling yang dikombinasi dengan kerja mandiri, praktik, dan peninjauan ulang (review), bagi peserta didik yang sangat mahir dapat diberikan beberapa pemantik untuk tugas mandiri kepada peserta didik yang sangat mahir.
Produk (luaran atau performa yang akan dihasilkan).
Diferensiasi pembelajaran juga dapat dilakukan melalui produk yang dihasilkan. Contohnya, bagi peserta didik yang memerlukan bimbingan bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai konten inti materi, sedangkan bagi peserta didik yang cukup mahir dapat membuat presentasi yang menjelaskan penyelesaian masalah sederhana, dan bagi peserta yang sangat mahir bisa membuat sebuah inovasi atau menelaah permasalahan yang lebih kompleks.
Hal penting lain yang harus diperhatikan saat akan membuat modul ajar adalah ; “Menyesuaikan Lingkup kesiapan belajar, minat, dan tingkat penguasaan kompetensi peserta didik.
Contoh ruang lingkup Pembelajaran :
Peserta didik yang belum menguasai kompetensi prasyarat atau belum siap untuk belajar di suatu lingkup materi pada tingkat yang lebih rendah atau dengan cakupan lingkup materi yang lebih sederhana. | Peserta didik yang telah siap belajar diberikan kesempatan untuk mempelajari seluruh lingkup materi dengan penugasan yang sesuai. | Peserta didik yang memiliki tingkat penguasaan yang tinggi dapat diminta untuk menyelesaikan tugas dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi atau menantang.
|
DEMONSTRASI�KONTEKSTUAL
Pertanyaan-pertanyaan reflektif berikut ini dapat digunakan pendidik dalam proses perancangan modul ajar.�
ini?
Sesi Tugas Individual
Pilihlah salah satu modul ajar pada platform dan link yang telah disediakan, kemudian analisis tujuan pembelajaran, asesmen awal dan asesmen lain yang relevan baik proses maupun akhir, cermati aktivitas/langkah-langkah kegiatan pembelajaran dengan mencantumkan pola deferensiasi dan media pembelajaran yang relevan dari modul ajar yang telah dimodifikasi sesuai dengan karakteristik, kebutuhan dan kondisi sekolah masing-masing!
�Berikut ini adalah dan cara pengisian format lembar kerja demonstrasi kontekstual.����
Presentasi Hasil Demonstrasi Kontekstual !
�Rubrik Penilaian yang digunakan.����
ELABORASI PEMAHAMAN
Diskusikan bersama-sama mengenai hal di bawah ini!
Ibu Ani adalah seorang guru yang bekerja pada sebuah sekolah menengah pertama. Pada hari itu Bu Ani mendapatkan penugasan untuk supervisi kelas oleh kepala sekolah yang bersangkutan, didampingi oleh pengawas sekolah.
Pada pelaksanaannya, ibu kepala sekolah keberatan karena Bu Ani membuat dokumen perencanaan dengan meniru modul ajar buatan orang lain yang terlalu simpel dan sederhana, sementara pengawas menginstruksikan pada saat supervisi guru, guru harus membuat dokumen perencanaan pembelajaran yang lengkap dan sesuai.
Bagaimana menurut Bapak dan Ibu apabila dihadapkan pada kondisi ini?
Identifikasi masalah | Kesimpulan | Tindak lanjut |
Terdapat suatu kondisi dimana Ibu Ani adalah seorang guru yang bekerja pada sebuah sekolah menengah pertama. Pada hari itu Bu Ani mendapatkan penugasan untuk supervisi kelas oleh kepala sekolah yang bersangkutan, didampingi oleh pengawas sekolah. Pada pelaksanaannya, ibu kepala sekolah keberatan karena Bu Ani membuat dokumen perencanaan dengan meniru modul ajar yang telah dibuat oleh orang lain yang terlalu simpel dan sederhana, sementara pengawas menginstruksikan pada saat supervisi guru, guru harus membuat dokumen perencanaan pembelajaran yang lengkap dan sesuai. | Perlu dipahami bahwa dalam kurikulum merdeka terdapat penyederhaan dokumen termasuk dokumen untuk perancangan pembelajaran. Para guru diperbolehkan apabila ingin membuat sendiri rancangan pembelajaran dengan komponen lengkap maupun dengan komponen yang sederhana secara mandiri. Selain itu guru juga diperkenankan apabila menggunakan rancangan yang telah dibuat orang lain baik dengan komponen lengkap maupun dengan komponen sederhana dengan terlebih dahulu melakukan modifikasi pada rancangan pembelajaran yang dipilih. Adapun modifikasi yang dilakukan berdasarkan pertimbangan kondisi, kebutuhan, karakteristik dan kekhasan di satuan pendidikan masing-masing. | |
Keputusan apa yang dapat diambil dari kondisi di samping?
RENCANA�AKSI NYATA
Buatlah rencana terkait ide perancangan perencanaan pembelajaran melalui modifikasi modul ajar yang nanti akan dilakukan di sekolah penggerak!�����
SESI REFLEKSI
Mari membuat catatan kecil mengenai :
TERIMA KASIH,
SEMOGA SUKSES!