1 of 64

MODUL AJAR

MERANCANG PEMBELAJARAN

2 of 64

AGENDA

Sinkronus 3 JP

Detail Sesi

  • Mulai Dari Diri
  • Eksplorasi Konsep
  • Ruang Kolaborasi
  • Refleksi Ter5bimbing

Alur Sinkronus dan Asinkronus

Total JP : 8 JP ( 2 JP asinkronus dan 6 JP sinkronus)

(60 menit bimtek FSP/45 menit PKP)

Asinkronus 1 JP :

Digunakan peserta untuk membaca bahan materi mengenai modul ajar dalam buku panduan

pembelajaran dan asesmen pada link berikut :

1. Link Panduan Pembelajaran dan Asesmen : http://kurikulum.kemdikbud.go.id/wp-

content/uploads/2022/06/Panduan-Pembelajarn-dan-Asesmen.pdf

2. Bagaimana menyiapkan pembelajaran kurikulum merdeka :

https://guru.kemdikbud.go.id/video-

inspirasi/playlists/video/?id=69&video=Xl4rwwe57ro

Sesi 1 Hari pertama

3 of 64

AGENDA

Sinkronus 3 JP

Detail Sesi

  • Mulai Dari Diri
  • Eksplorasi Konsep
  • Demonstrasi Kontekstual
  • Elaborasi Pemahaman
  • Rencana Aksi Nyata
  • Penutup

Asinkronus 1 JP :

Digunakan peserta untuk membaca bahan materi mengenai modul ajar dalam buku panduan

pembelajaran dan asesmen pada link berikut :

1. Mengembangkan rencana pembelajaran sesuai kesiapan murid :

https://guru.kemdikbud.go.id/video-inspirasi/playlists/video/?id=69&video=w-

np0UBC4qs

2. Merencanakan pembelajaran yang berpusat pada murid:

https://guru.kemdikbud.go.id/video-inspirasi/playlists/video/?id=69&video=lGoku9gGiS0

3. Bahan tambahan terkait tautan Menuju Pelatihan Mandiri Transisi PAUD - SD di PMM:

Topik I - Penguatan Transisi PAUD-SD di Awal Tahun Ajaran

https://guru.kemdikbud.go.id/pelatihan-mandiri/topik/32

4. Topik II - Penguatan Transisi PAUD-SD Melalui Pembelajaran

https://guru.kemdikbud.go.id/pelatihan-mandiri/topik/33

Sesi 2 Hari kedua

4 of 64

Tujuan Pembelajaran

  • Peserta secara mandiri akan menggunakan pembelajaran untuk memahami teknik memodifikasi modul ajar

  • Memahami kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran

  • Menentukan teknik asesmen awal dan akhir

  • Menentukan desain langkah kegiatan pembelajaran yang sesuai pada modul ajar yang dimodifikasi.

  • Menentukan media pembelajaran yang relevan

5 of 64

AGENDA

  • Perkenalan
  • Kesepakatan Kelas
  • Mulai Dari Diri
  • Eksplorasi Konsep
  • Ruang Kolaborasi
  • Demonstrasi Kontekstual
  • Elaborasi Pemahaman
  • Rencana Aksi Nyata

Agenda keseluruhan

6 of 64

SESI PEMBUKA

  • Dipersilahkan untuk memperkenalkan diri dengan menuliskan nama, instansi, asal daerah dan ciri khusus dari Bapak/Ibu peserta.
  • Untuk pola daring bisa menuliskan identitas di atas di room chat.
  • Berbagi perasaan dan semangat dengan memberikan motivasi pada diri sendiri dan orang lain.

Sesi pembuka di awal kegiatan

7 of 64

KESEPAKATAN KELAS

8 of 64

Icebreaking��Siapkan 1 kertas dan pena untuk menulis.�Ikuti instruksi pelatih. Gambarlah apapun yang diinstruksikan oleh pelatih pada kertas yang sudah di sediakan!

9 of 64

Tebaklah apa yang dimaksud oleh pelatih berdasarkan instruksi penjelasan singkat yang disampaikan. Gambarlah perkiraan mengenai apa yang dimaksud pelatih pada kertas yang sudah disediakan.

Instruksi :

  • Dia adalah makhluk hidup
  • Memiliki sepasang kaki yang jenjang
  • Menyukai kegiatan di luar dan sangat aktif
  • Pemarah, cerewet, penyayang.

Icebreaking

Gambar apakah yang Bapak/Ibu buat?

Lalu gambar apa yang pelatih maksud?

Mengajak peserta untuk melakukan kegiatan permainan yang berhubungan dengan materi yang dibahas.

10 of 64

Yang dimaksud adalah gambar INDUK AYAM

Berdasarkan 1 instruksi yang sama, namun mengapa ada banyak gambar berbeda yang dibuat oleh peserta?

Hal tersebut karena adanya INSTRUKSI YANG KURANG JELAS yang menyebabkan persepsi beragam dari peserta didik.

Begitu pula saat kita mengajar di kelas, apabila instruksi tidak jelas, maka persepsi dari siswa akan beragam dan seringkali keluar dari pemahaman yang dimaksud. Hal ini membuat tujuan pembelajaran sulit dicapai.

Oleh sebab itu, penting sekali untuk membuat perencanaan pembelajaran yang tepat, jelas, dan relevan.

Membuat modul ajar / RPP yang tepat adalah salah satu hal wajib yang harus dilakukan oleh guru.

11 of 64

PERTEMUAN HARI KE 1

12 of 64

MULAI DARI DIRI

13 of 64

Mari diskusi!

  1. Apakah Bapak dan Ibu memahami pentingnya dokumen perancangan pembelajaran (RPP/Modul Ajar)?
  2. Apakah perangkat pembelajaran yang selama ini disusun sudah digunakan secara optimal sebagai penuntun arah kegiatan pembelajaran?
  3. Tantangan apa yang sering muncul dalam dalam menyiapkan/menulis dokumen perancangan pembelajaran yang efektif, menarik, dan berpusat pada siswa?
  4. Usaha apa yang sudah Bapak dan Ibu lakukan untuk mengatasi tantangan tersebut?

 

Memberikan pertanyaan pemantik untuk mengajak peserta masuk ke bahasan yang akan didiskusikan.

Pertanyaan pemantik tersebut diantaranya :

14 of 64

EKSPLORASI KONSEP

15 of 64

Mari menyimak bersama!

  1. Mengapa modul ajar harus sederhana dan dapat memandu pembelajaran dengan efektif?
  2. Bagaimana mengembangkan modul ajar yang sederhana namun efektif?
  3. Bagaimana menentukan asesmen/penilaian untuk modul ajar yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa?
  4. Mengapa modul ajar perlu berpusat kepada murid dan memperhatikan perbedaan karakteristik siswa?
  5. Bagaimana memilih dan memodifikasi modul ajar yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa?

6. Bagaimana mengadaptasi modul ajar agar relevan dan sesuai dengan tingkat capaian siswa?

7. Bagaimana memilih dan menentukan bahan ajar yang relevan untuk modul ajar?

16 of 64

Merencanakan Pembelajaran dan Asesmen

Rencana pembelajaran dirancang untuk memandu guru melaksanakan pembelajaran sehari-hari untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran. Dengan demikian, rencana pembelajaran disusun berdasarkan alur tujuan pembelajaran yang digunakan pendidik sehingga bentuknya lebih rinci dibandingkan alur tujuan pembelajaran.

Setiap pendidik perlu memiliki rencana pembelajaran untuk membantu mengarahkan proses pembelajaran mencapai CP. Rencana pembelajaran ini dapat berupa: (1) rencana pelaksanaan pembelajaran atau yang dikenal sebagai RPP atau (2) dalam bentuk modul ajar. Apabila pendidik menggunakan modul ajar, maka ia tidak perlu membuat RPP karena komponen-komponen dalam modul ajar meliputi komponen-komponen dalam RPP atau lebih lengkap daripada RPP.

Modul ajar merupakan dokumen yang berisi tujuan, langkah, dan media pembelajaran, serta asesmen yang dibutuhkan dalam satu unit/topik berdasarkan alur tujuan pembelajaran

17 of 64

Merencanakan Pembelajaran dan Asesmen

Modul ajar yang diusung dalam perencanaan pembelajaran pada kurikulum merdeka merujuk pada kekhasan, kebutuhan, pola belajar dan penggunaan sumber belajar yang lebih bervariasi.

Modul ajar dalam Kurikulum Merdeka ditujukan untuk membantu pendidik mengajar secara lebih fleksibel dan kontekstual, tidak selalu menggunakan buku teks pelajaran. Modul ajar dapat menjadi pilihan lain atau alternatif strategi pembelajaran.

Modul ajar lebih lengkap daripada rencana pelaksanaan pembelajaran, maka pendidik yang menggunakan modul ajar untuk mencapai satu atau lebih tujuan pembelajaran tidak perlu lagi mengembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran.

18 of 64

Perbandingan Komponen Minimum dalam RPP dan Modul Ajar

19 of 64

Komponen Modul Ajar Versi Lengkap

Informasi Umum

Komponen Inti

Lampiran

  • Identitas penulis modul
  • Kompetensi awal
  • Profil pelajar Pancasila
  • Sarana dan prasarana
  • Target peserta didik
  • Model pembelajaran yang digunakan
  • Tujuan pembelajaran
  • Asesmen
  • Pemahaman bermakna
  • Pertanyaan pemantik
  • Kegiatan pembelajaran
  • Refleksi peserta didik dan pendidik
  • Lembar kerja peserta didik
  • Pengayaan dan remedial
  • Bahan bacaan pendidik dan peserta didik
  • Glosarium
  • Daftar pustaka

Struktur modul ajar tersebut BUKAN struktur wajib yang semuanya harus utama untuk dicantumkan dalam moddilampirkan dalam modul ajar yang dibuat/dimodifikasi. Guru diperbolehkan untuk memilih/menyederhanakan beberapa komponen ul ajar sesuai dengan kebutuhan di kelas masing-masing.

20 of 64

Acuan Teknik Modifikasi Modul Ajar

1. Menetapkan tujuan pembelajaran berdasarkan CP dan ATP.

2. Menentukan teknik asesmen yang sesuai dengan tujuan pembelajaran.

3. Menyusun desain pembelajaran; melaksanakan; dan merefleksikan kegiatan pembelajaran

yang efektif.

4. Proses pembelajaran dan asesmen yang dipilih harus mendukung perkembangan

kompetensi dan karakter peserta didik secara holistik.

5. Pembelajaran yang dirancang harus sesuai konteks, lingkungan budaya, dan capaian yang

berbeda pada peserta didik (diferensiasi).

6. Pembelajaran berorientasi pada masa depan yang berkelanjutan.

21 of 64

Hal yang Harus Diperhatikan Saat Memilih Modul Ajar untuk Dimodifikasi

1. Apakah selaras dengan rencana yang sudah dibuat saat penyusunan ATP?

2. Apakah asesmen sudah sesuai dengan tujuan pembelajaran?

3. Apakah cocok dengan kondisi dan capaian peserta didik yang berbeda?

4. Apakah sarana dan prasarananya tersedia di satuan pendidikan?

5. Apakah sudah sesuai dengan kebutuhan, kondisi, dan karakteristik satuan

pendidikan?

22 of 64

Bagaimana Kekhasan Modul Ajar Pada Berbagai Jenjang

PAUD

Rencana pembelajaran/modul ajar pada PAUD merupakan dokumen yang setidaknya memuat komponen tujuan pembelajaran, langkah-langkah kegiatan, serta asesmen yang dibutuhkan dalam satu unit/topik berdasarkan alur tujuan pembelajaran atau pada rentang waktu yang ditentukan.

Pendidikan Khusus

kekhasan modul ajar pendidikan khusus adalah berdasarkan hasil asesmen diagnostik yang diuraikan dalam profil peserta didik, dalam pembelajaran terlihat akomodasi untuk peserta didik berkebutuhan khusus.

23 of 64

Paradigma Asesmen dalam Penyusunan Modul Ajar

Yang Harus Diperhatikan Dalam Menentukan Asesmen

Penerapan Pola Pikir Bertumbuh (Growth Mindset

Terpadu dimana Asesmen mencakup kompetensi pada ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang saling terkait.

Sekolah diberikan keleluasaan untuk menentukan teknik dan jenis asesmen.

Khusus SMK, terdapat juga bentuk asesmen khas yang membedakan dengan jenjang yang lain, yaitu Asesmen Praktek Kerja Lapangan, Uji Kompetensi Kejuruan dan uji unit kompetensi.

Keleluasaan dalam menentukan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran.

24 of 64

Rencana Asesmen dalam Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran atau Modul Ajar

Asesmen Formatif

Yaitu asesmen yang bertujuan untuk memberikan informasi atau umpan balik bagi pendidik dan peserta didik untuk memperbaiki proses belajar.

Asesmen formatif terdiri dari asesmen awal pembelajaran dan asesmen yang dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung.

Asesmen Sumatif

yaitu asesmen yang dilakukan untuk memastikan ketercapaian keseluruhan tujuan pembelajaran. Asesmen ini dilakukan pada akhir proses pembelajaran atau dapat juga dilakukan sekaligus untuk dua atau lebih tujuan pembelajaran, sesuai dengan pertimbangan dan kebijakan satuan pendidikan.

25 of 64

Rencana Asesmen dalam Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran atau Modul Ajar SMK

Uji Kompetensi Kejuruan

  • Dilaksanakan pada masa akhir studi oleh lembaga sertifikasi profesi.
  • memperhitungkan paspor keterampilan yang diperoleh pada tahap pembelajaran sebelumnya.
  • Dapat berupa observasi, demontrasi, tes lisan, tes tulis dan portofolio.
  • hasil uji kompetensi adalah predikat capaian kompetensi.

Uji Unit Kompetensi

  • Asesmen terhadap satu atau beberapa unit kompoetensi
  • Terdapat skema sertifikasi
  • Uji unit kompetensi dilakukan setiap tahun.
  • Dapat berupa observasi, demonstrasi, tes lisan, tes tulis dan portofolio.
  • mendorong pendidikan melakukan pembelajaran tuntas.
  • Hasil dari ujian unit kompetensi.

Asesmen Praktik Kerja Lapangan

  • AAsesmen/pengukuran terhadap capaian pembelajaran selama melaksanakan dunia kerja.
  • Ddilakukan oleh pembimbing/instruktur.
  • Hhasil asesmen tercantum pada rapor dengan mencantumkan keterangan industri.
  • MMendorong peserta didik untuk berkinerja baik.

26 of 64

Asesmen Awal Pembelajaran Pada Modul Ajar

Asesmen awal pembelajaran dapat dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan belajar peserta didik, dan hasilnya digunakan untuk merancang pembelajaran yang sesuai dengan tahap capaian peserta didik.

Pendidik dapat melaksanakan asesmen awal pembelajaran sesuai kebutuhan, misalnya pada awal tahun pelajaran, pada awal semester, sebelum memulai satu lingkup materi (dapat berupa 1 atau beberapa TP), atau sebelum menyusun modul ajar secara mandiri.  Dengan demikian, asesmen awal pembelajaran tidak perlu dilakukan setiap mengawali tatap muka.

Asesmen pada awal pembelajaran diharapkan tidak memberatkan pendidik atau satuan pendidikan.  Namun demikian jika pendidik atau satuan pendidikan memiliki kemampuan, dapat melengkapi data tambahan  dengan melakukan asesmen non kognitif yang mencakup, kesiapan belajar, minat, profil belajar, latar belakang keluarga, riwayat tumbuh kembang, dll.

27 of 64

Pengembangan Media dan Bahan Ajar

Yang Harus Diperhatikan

Dalam Memilih

Bahan Ajar

Kembangkan bahan ajar dan media pembelajaran untuk membuatkegiatan pembelajaran semakin bermakna dan variatif.

Bahan ajar dan media pembelajaran bersifat variatif. Bisa berupa bahan ajar cetak dan bahan ajar non-cetak, menggunakan media yang beragam namun mudah diaplikasikan.

Sesuaikan buku bahan ajar juga media yang disediakan dengan ATP, kebutuhan dan karakteristik sekolah masing-masing.

Buku yang disediakan pemerintah hanya salah satu alternatif bahan ajar, guru diperbolehkan untuk mengembangkan dan menambahkan bahan ajar lain yang relevan.

28 of 64

Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran

  • Digunakan untuk mengetahui apakah peserta didik telah berhasil mencapai tujuan pembelajaran, pendidik perlu menetapkan kriteria atau indikator ketercapaian tujuan pembelajaran. Kriteria ini dikembangkan saat pendidik merencanakan asesmen, yang dilakukan saat pendidik menyusun perencanaan pembelajaran
  • Merupakan penjelasan (deskripsi) tentang kemampuan apa yang perlu ditunjukkan/ didemonstrasikan peserta didik sebagai bukti bahwa ia telah mencapai tujuan pembelajaran.
  • Menjadi salah satu pertimbangan dalam memilih/membuat instrumen asesmen, karena belum tentu suatu asesmen sesuai dengan tujuan dan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran.
  • Apabila tujuan pembelajaran telah disusun secara spesifik, maka guru tidak perlu membuat kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran.
  • Bagi Pendidikan Khusus, KKTP bersifat tidak wajib. KKTP dapat digunakan sepanjang Tujuan Pembelajaran yang tersusun masih besar/umum.

29 of 64

Teknik Menentukan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran

1. Deskripsi Kriteria

Menggunakan deskripsi sehingga apabila peserta didik tidak mencapai kriteria tersebut maka dianggap belum mencapai tujuan pembelajaran

  1. Menggunakan

skala/interval nilai

Menggunakan skala atau interval nilai, atau pendekatan lainnya sesuai dengan kebutuhan dan kesiapan pendidik dalam mengembangkannya.

3. Menggunakan Rubrik

Menggunakan rubrik yang dapat mengidentifikasi sejauh mana peserta didik mencapai tujuan pembelajaran.

30 of 64

31 of 64

32 of 64

33 of 64

Contoh Modifikasi Modul Ajar

Amati beragam contoh modifikasi modul ajar yang terlampir. Contoh modifikasi tersebut bukan ketentuan wajib. Guru diperkenankan untuk membuat modifikasi bentuk lain dengan memilih komponen-komponen yang dianggap penting dan memudahkan sekaligus membantu untuk membuat rancangan yang sederhana namun mudah diimplementasikan di kelas. Komponen wajib dalam modul ajar adalah tujuan pembelajaran, asesmen awal dan akhir, desain langkah-Langkah kegiatan pembelajaran dan media yang digunakan.

Contoh Modul ajar asli dan modul ajar modifikasi telah disediakan di LMS

34 of 64

RUANG�KOLABORASI

35 of 64

Mari bekerja bersama!

  • Bersama teman dalam kelompok, pilihlah salah satu modul ajar yang tersedia pada platform merdeka mengajar atau link modul ajar untuk dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan, kondisi dan karakteristik sekolah-masing-masing.
  • Sesuaikan rancangan kegiatan dengan tujuan pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran dan penilaian/asesmen yang tepat dari modul ajar yang dimodifikasi tersebut.
  • Pilihlah bahan ajar yang relevan dengan modul ajar yang dikembangkan.
  • Kelompok diberi kebebasan untuk memodifikasi semua bagian-bagian/mencantumkan beragam komponen modul ajar yang dibutuhkan.
  • Setelah selesai berdiskusi, masing-masing kelompok melakukan presentasi hasil diskusi.

Link Kumpulan Modul Ajar :

https://drive.google.com/drive/folders/1KSNPlBLz7rGcC9ptXEoRRMa2mHb-lAML?usp=sharing

36 of 64

�Berikut ini adalah dan cara pengisian format lembar kerja ruang kolaborasi.����

37 of 64

�Rubrik Penilaian yang digunakan.����

38 of 64

REFLEKSI �TERBIMBING

39 of 64

Narasumber menunjuk 1 orang peserta untuk menjawab pertanyaan refleksi diri. Penjawab pertama diperbolehkan menunjuk peserta lain untuk menjawab pertanyaan refleksi berikutnya. Jawaban dijawab bersama dengan penguatan oleh narasumber.

Pertanyaannya di antaranya :

  • Apa saja tantangan yang dihadapi dalam memodifikasi modul ajar?
  • Bagian mana dari modul ajar yang belum dipahami dan masih membutuhkan pemahaman yang lebih?
  • Kesulitan apa yang muncul terkait asesmen yang direncanakan dalam modul ajar?

40 of 64

TERIMA KASIH

SAMPAI JUMPA DI SESI SELANJUTNYA!

41 of 64

PERTEMUAN HARI KE 2

42 of 64

MULAI DARI DIRI

43 of 64

Mari diskusi!

  1. Seberapa penting perancangan dokumen perencanaan pembelajaran untuk memandu kegiatan pembelajaran yang efektif dan menyenangkan?
  2. Apa saja yang harus dipertimbangkan dalam membuat rancangan pembelajaran yang berpusat pada murid?
  3. Bagaimana merancang pembelajaran yang ideal di dalam kelas?

44 of 64

EKSPLORASI KONSEP

45 of 64

Mari diskusi!

  1. Bagaimana cara proses pengawasan pembelajaran agar guru fokus pada proses pembelajaran dan berpusat pada siswa?
  2. Apa saja prinsip yang harus dipertimbangkan dalam membuat rancangan pembelajaran yang berpusat pada murid?
  3. Bagaimana merancang pembelajaran yang ideal di dalam kelas dengan memperhatikan perbedaan capaian pada siswa?

46 of 64

Mari menyimak bersama!

Pengawasan proses pembelajaran oleh kepala satuan pendidikan dan pengawas berfokus pada keseluruhan proses pembelajaran.

Pendidik diberikan ruang untuk mengembangkan rencana pembelajaran dengan komponen dan format yang sesuai karakteristik peserta didik. Dengan demikian tidak ada standar format baku dokumen pembelajaran yang membatasi kemerdekaan pendidik dalam mendesain pembelajaran.

Hasil pengawasan proses pembelajaran disusun dalam bentuk laporan untuk kepentingan tindak lanjut pengembangan keprofesionalan pendidik secara berkelanjutan.

47 of 64

Prinsip Pembelajaran Pembelajaran dilaksanakan dengan mengacu pada prinsip pembelajaran sebagai berikut:

  1. Pembelajaran dirancang dengan mempertimbangkan tahap perkembangan dan tingkat pencapaian peserta didik saat ini, sesuai kebutuhan belajar, serta mencerminkan karakteristik dan perkembangan yang beragam sehingga pembelajaran menjadi bermakna dan menyenangkan.
  2. Pembelajaran dirancang dan dilaksanakan untuk membangun kapasitas untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat.
  3. Proses pembelajaran mendukung perkembangan kompetensi dan karakter peserta didik secara holistik.
  4. Pembelajaran yang relevan, yaitu pembelajaran yang dirancang sesuai konteks, lingkungan dan budaya peserta didik, serta melibatkan orang tua dan masyarakat sebagai mitra.
  5. Pembelajaran berorientasi pada masa depan yang berkelanjutan.

48 of 64

Merencanakan Pola Diferensiasi Mengajar dalam Modul Ajar

Pendidik mengidentifikasi kesiapan belajar, minat, dan tingkat penguasaan kompetensi peserta didik dengan melakukan asesmen awal pembelajaran.

Menyesuaikan lingkup materi yang akan dipelajari oleh peserta didik berdasarkan kesiapan, minat dan tingkat penguasaan kompetensi peserta didik.

Merancang strategi bagaimana lingkup materi dipelajari oleh peserta didik

49 of 64

Teknik Diferensiasi dalam Mengajar

Alternatif 1:

Berdasarkan asesmen yang dilakukan di awal pembelajaran, peserta didik di kelas yang sama dibagi menjadi dua atau lebih kelompok menurut capaian belajar mereka, dan keduanya diajarkan oleh guru yang sama atau disertai guru pendamping/asisten. Selain itu, satuan pendidikan juga menyelenggarakan program pelajaran tambahan untuk peserta didik yang belum siap untuk belajar sesuai dengan fase di kelasnya.

Alternatif 2:

Berdasarkan asesmen yang dilakukan di awal pembelajaran, peserta didik di kelas yang sama dibagi menjadi dua atau lebih kelompok menurut capaian belajar mereka, dan keduanya diajarkan oleh guru yang sama atau disertai guru pendamping/asisten.

Alternatif 3:

Berdasarkan asesmen yang dilakukan di awal pembelajaran, pendidik mengajar seluruh peserta didik di kelasnya sesuai dengan hasil asesmen tersebut. Untuk sebagian kecil peserta didik yang belum siap, pendidik memberikan pendampingan setelah jam pelajaran berakhir.

50 of 64

Contoh Diferensiasi dalam Mengajar

Konten/materi yang diajarkan

Bagi peserta didik yang memerlukan bimbingan dapat mempelajari 3 (tiga) hal terpenting terkait materi, bagi siswa yang cukup mahir dapat mempelajari keseluruhan materi dan bagi peserta didik yang sudah sangat mahir dapat diberikan pengayaan.

Proses/cara Mengajarkan

Proses pembelajaran dan bentuk pendampingan dapat didiferensiasi sesuai kesiapan peserta didik, bagi siswa yang membutuhkan bimbingan pendidik perlu mengajarkan secara langsung, bagi peserta didik yang cukup mahir dapat diawali dengan Modeling yang dikombinasi dengan kerja mandiri, praktik, dan peninjauan ulang (review), bagi peserta didik yang sangat mahir dapat diberikan beberapa pemantik untuk tugas mandiri kepada peserta didik yang sangat mahir.

Produk (luaran atau performa yang akan dihasilkan).

Diferensiasi pembelajaran juga dapat dilakukan melalui produk yang dihasilkan. Contohnya, bagi peserta didik yang memerlukan bimbingan bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai konten inti materi, sedangkan bagi peserta didik yang cukup mahir dapat membuat presentasi yang menjelaskan penyelesaian masalah sederhana, dan bagi peserta yang sangat mahir bisa membuat sebuah inovasi atau menelaah permasalahan yang lebih kompleks.

51 of 64

Hal penting lain yang harus diperhatikan saat akan membuat modul ajar adalah ; “Menyesuaikan Lingkup kesiapan belajar, minat, dan tingkat penguasaan kompetensi peserta didik.

Contoh ruang lingkup Pembelajaran :

Peserta didik yang belum menguasai kompetensi prasyarat atau belum siap untuk belajar di suatu lingkup materi pada tingkat yang lebih rendah atau dengan cakupan lingkup materi yang lebih sederhana.

Peserta didik yang telah siap belajar diberikan kesempatan untuk mempelajari seluruh lingkup materi dengan penugasan yang sesuai.

Peserta didik yang memiliki tingkat penguasaan yang tinggi dapat diminta untuk menyelesaikan tugas dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi atau menantang.

 

 

52 of 64

DEMONSTRASI�KONTEKSTUAL

53 of 64

Pertanyaan-pertanyaan reflektif berikut ini dapat digunakan pendidik dalam proses perancangan modul ajar.

  • Bagaimana agar perhatian peserta didik senantiasa fokus dan mereka terus bersemangat sepanjang kegiatan pembelajaran?
  • Bagaimana saya sebagai pendidik akan membantu setiap individu peserta didik memahami pembelajaran?
  • Bagaimana mendorong peserta didik untuk melakukan refleksi, mempelajari lagi, memperbaiki, dan berpikir ulang tentang konsep atau materi pelajaran yang telah mereka pelajari?
  • Bagaimana peserta didik dapat menunjukkan pemahaman mereka dan melakukan evaluasi diri yang berarti setelah mempelajari materi

ini?

  • Bagaimana saya akan menyesuaikan langkah dan/atau materi pelajaran berdasarkan keunikan dan kebutuhan masing-masing peserta didik?
  • Bagaimana saya akan mengelola pengalaman belajar yang mendorong peserta didik untuk menjadi pelajar yang aktif dan mandiri?

54 of 64

Sesi Tugas Individual

Pilihlah salah satu modul ajar pada platform dan link yang telah disediakan, kemudian analisis tujuan pembelajaran, asesmen awal dan asesmen lain yang relevan baik proses maupun akhir, cermati aktivitas/langkah-langkah kegiatan pembelajaran dengan mencantumkan pola deferensiasi dan media pembelajaran yang relevan dari modul ajar yang telah dimodifikasi sesuai dengan karakteristik, kebutuhan dan kondisi sekolah masing-masing!

55 of 64

�Berikut ini adalah dan cara pengisian format lembar kerja demonstrasi kontekstual.����

56 of 64

Presentasi Hasil Demonstrasi Kontekstual !

  • Beberapa peserta diperkenankan untuk mempresentasikan tugas yang dilakukan secara individual.
  • Penunjukan peserta yang presentasi dapat dilakukan secara aklamasi dengan penunjukan maupun inisiatif peserta secara pribadi.
  • Peserta sangat disarankan melalukan modifikasi pada langkah pembelajaran dengan memasukan unsur deferensiasi dalam mengajar.
  • Presentasikan hasil tugas individual dan paparkan modifikasi yang dilakukan pada modul ajar yang dipilih.
  • Peserta yang tidak presentasi diminta untuk memberikan tanggapan, saran dan kritik yang membangun.

57 of 64

�Rubrik Penilaian yang digunakan.����

58 of 64

ELABORASI PEMAHAMAN

59 of 64

Diskusikan bersama-sama mengenai hal di bawah ini!

Ibu Ani adalah seorang guru yang bekerja pada sebuah sekolah menengah pertama. Pada hari itu Bu Ani mendapatkan penugasan untuk supervisi kelas oleh kepala sekolah yang bersangkutan, didampingi oleh pengawas sekolah.

Pada pelaksanaannya, ibu kepala sekolah keberatan karena Bu Ani membuat dokumen perencanaan dengan meniru modul ajar buatan orang lain yang terlalu simpel dan sederhana, sementara pengawas menginstruksikan pada saat supervisi guru, guru harus membuat dokumen perencanaan pembelajaran yang lengkap dan sesuai.

Bagaimana menurut Bapak dan Ibu apabila dihadapkan pada kondisi ini?

60 of 64

Identifikasi masalah

Kesimpulan

Tindak lanjut

Terdapat suatu kondisi dimana Ibu Ani adalah seorang guru yang bekerja pada sebuah sekolah menengah pertama. Pada hari itu Bu Ani mendapatkan penugasan untuk supervisi kelas oleh kepala sekolah yang bersangkutan, didampingi oleh pengawas sekolah.

Pada pelaksanaannya, ibu kepala sekolah keberatan karena Bu Ani membuat dokumen perencanaan dengan meniru modul ajar yang telah dibuat oleh orang lain yang terlalu simpel dan sederhana, sementara pengawas menginstruksikan pada saat supervisi guru, guru harus membuat dokumen perencanaan pembelajaran yang lengkap dan sesuai.

Perlu dipahami bahwa dalam kurikulum merdeka terdapat penyederhaan dokumen termasuk dokumen untuk perancangan pembelajaran.

Para guru diperbolehkan apabila ingin membuat sendiri rancangan pembelajaran dengan komponen lengkap maupun dengan komponen yang sederhana secara mandiri. Selain itu guru juga diperkenankan apabila menggunakan rancangan yang telah dibuat orang lain baik dengan komponen lengkap maupun dengan komponen sederhana dengan terlebih dahulu melakukan modifikasi pada rancangan pembelajaran yang dipilih.

Adapun modifikasi yang dilakukan berdasarkan pertimbangan kondisi, kebutuhan, karakteristik dan kekhasan di satuan pendidikan masing-masing.

Keputusan apa yang dapat diambil dari kondisi di samping?

  • Pengawas, kepala sekolah dan guru harus benar-benar memahami mengenai konsep perencaan pembelajaran dan menyepakati konsep yang terkait modul ajar. Pemahaman ini bisa didapatkan dengan membaca panduan pembelajaran dan asesmen maupun video-video yang terkait.
  • Guru dapat diberi pengertian bahwa merancang sendiri atau menggunakan modul ajar yang telah tersedia diperbolehkan selagi itu mempermudah guru di dalam kelas.
  • Beri pengertian pada guru apabila menggunakan modul yang telah dibuat oleh orang lain, akan lebih baik apabila modul tersebut dimodifikasi sesuai dengan kekhasan, kondisi dan karakteristik satuan pendidikan masing-masing agar lebih relevan dan sesuai dengan kebutuhan siswa di kelas.
  • Untuk situasi yang kondisional dan khusus, akan lebih baik apabila guru mencoba untuk membuat sendiri atau menggunakan modul ajar dengan komponen lengkap.

61 of 64

RENCANA�AKSI NYATA

62 of 64

Buatlah rencana terkait ide perancangan perencanaan pembelajaran melalui modifikasi modul ajar yang nanti akan dilakukan di sekolah penggerak!�����

63 of 64

SESI REFLEKSI

Mari membuat catatan kecil mengenai :

  1. Apa yang telah dipelajari, hal baru apa saja yang bisa menjadi bahan belajar terkait perancangan pembelajaran dalam modul ajar?
  2. Apa saja yang akan dilakukan untuk membuat rancangan belajar yang baik?
  3. Manfaat apa yang diperoleh setelah mempelajari modul ini?

64 of 64

TERIMA KASIH,

SEMOGA SUKSES!