1 of 74

PEMILIHAN MATERIAL DAN TEKNIK DALAM PEMBUATAN GIGI TIRUAN LEPASAN DAN CEKAT

drg. Esqiyati Wahidah Sp Pros

Pembina IVC

NIP : 196511141993012001

2 of 74

3 of 74

MATERIAL LOGAM PADUAN/ ALLOYS

  • Dalam bidang Kedokteran Gigi hanya ada 1 macam logam yang di pakai atau dalam bentuk Paduan logam/Alloys atau campuran 2 jenis logam atau lebih.

  • A.Logam Mulia(noble metal), contohnya : Emas/Au , palladium/Pd , Platinum/Pt.

B. Gol Logam Dasar. Contohnya : Titanium/Ti, Niclkle/Ni , Coblat/Cr , Silver/Ag , Zink/Zn, Chromium/Cr

Tujuan pencampuran logam/alloys untuk memperbaiki kekuatan,fleksibilitas, meningkatkan daya tahan terhadap korosi dan sifat fisik yg lain

4 of 74

Untuk restorasi dan rehabilitasi gigi di butuhkan material yang mempunyai sifat2

1. Biokompatibel sehingga bisa di terima oleh jaringan mulut dan tubuh lainnya dan tidak menimbulkan alergi/toksik

  • 2. tahan terhadap tarnis dan korosi bila berinteraksi dg cairan mulut
  • 3. sifat sifat mekanik dan fisik seperti termal, titil lebur , kooefisien ekspansi dan strength bisa diterima/dilakukan.
  • 4. Mudah di manipulasi
  • 5. .Selalu tersedia dan harga bisa di jangkau

5 of 74

Dental Casting Alloys diklassifikasikan sbb :

  • 1. Nobel Alloys bila komponen utama alloys adalah logam mulia. Contoh bila alloys dg kandungan logam mulia 75%
  • 2. Based Metal Alloys bila komponen utama alloys adalah logam dasar. Contohnya bila alloys dengan kandungan nickel 60%

6 of 74

Logam Dasar

Secara umum bahan restorasi dan rehabilitasi Kedokteran Gigi banyak dari Alloys Paduan gol Logam Dasar :

  • 1. Gigi Tiruan Sebagian Kerangka Logam
  • 2. Coping untuk Crown and bridge ( Nickle – Chrom )
  • 3. orthodontic wires ( Nickel – Titanium )
  • 4. Kawat cengkram GTSL Akrilik
  • 5. Kawat Splinting
  • 6. Alat Implant
  • 7. Jarum endodontik
  • 8. Resorasi inlay-onlay

7 of 74

Pemilihan material untuk gigi tiuan lepas

  • A. Heat curing Acrilic ( Resin Akrilik) – Polymethyl Methacrylat. Lebih murah, jarang yg alergi, lebih tebal
  • B. Valplast (Nylon Thermoplastic)- sangat fleksible tidak mudah patah ,lebih tipis di banding akrilik, indikasi utk edentulous Paradental.
  • C. Metal Frame (cobalt chromium) kombinasi Akrilik. Lebih rigid, stabil, tahan lama. Indikasi untuk GTSL baik RA dan RB
  • D. Hybrid yaitu kombinasi frame alloys dengan akrilik fleksi , lebih kuat rigid dan estetik

8 of 74

9 of 74

10 of 74

Indikasi penggunaan gigi tiruan Sebagian Lepasan ( GTSL )

  • 1. Length of Edentulous Span
  • 2. Age
  • 3. Abutment Tooth
  • 4. Periodontal Support Remaining
  • 5. Cross Arch Stabilization
  • 6. Excessive Bone Loss
  • 7. Aesthetics
  • 8. Immediate Teeth Replacement after Extraction
  • 9. Emotional Problems

11 of 74

  • 10. Patient Desires
  • 11. generally preffered in the following Clinical Conditions :

  • a. multiple edentulous space, tipped teeth, periodontally weaked
  • b. severe loss tissue , more than 2-4 teeth lossed posterior distal extention and anterior
  • C, Old Patients, etc

12 of 74

GTSL kontra indikasi pada pasien :

  • 1. pasien yang mempunyai Lidah yg lebar/besar sehingga Indikasi untuk mendorong gigi tiruan lepas, menjasi tidak stabil banhkan bisa mengganggu dan berbahaya.
  • 2. Pasien Retardasi Mental, kontra indikasi pemasangan gigi tiruan lepasan, tidak kooperatif dan berbahaya.
  • 3. Oral Hyngiene yang Buruk, hampir semua tipe gigi tiruan di hindari karena akan memperburuk Jaringan Periodontal dan elemen gigi yg ada.

13 of 74

TAHAP – TAHAP PEMBUATAN DESAIN GIGI TIRUAN SEBAGIAN LEPASAN KERANGKA LOGAM

  • TAHAP I : Menentukan kelas dr masing-masing daerah tak bergigi ( Saddel ).
  • TAHAP II : Menentukan macam dukungan dr setiap sadel.
  • TAHAP III : Menentukan letak dan macam cengkram / retainer/ rest
  • TAHAP IV : Menentukan basis letak dan macam konektor mayor/minor

14 of 74

Terdapat 2 macam konstruksi GT berdasarkan struktur pendukungnya :

  • 1. Tooth Borne ( dento-alveolar supported )
    • Daerah tak bergigi dibatasi di sebelah mesial & distal o/ gigi penjangkaran.
    • Gaya funsional yg di terima o/ gg penjankaran, diteruskan ke Jar periodontal & tlg. Alveolarnya.
    • Penempatan rest diupayakan agar beban kunyah dapat diteruskan melalui sumbu panjang gg.
    • Jenis GT harus dpt memberikan bracing yg maksimal,stabilitas & support ( dukungan ) utk gg sisa yg ada dlm lengkung rahang.

15 of 74

  • 2. Tooth-mucosa borne ( dento-alveolar & muco-osseuos supported ).
    • Salah satu sisi ( mesial/ distal ) daerah tdk bergigi tdk dibatasi o/ gg penjangkaran – free end.
    • Gaya fungsional diteruskan kpd 2 macam pendukung yg berlainan; yi melalui gg penjangkaran ke jar periodontal & tlg. Alveolar, & melalui mukosa ke tlg rahang yg berada di bawahnya.
    • Dalam perencanaan desain perl diperhatikan pertimbangan letak garis fulkrum ( axis of rotation ) , yg biasanya ditentukan o/ posisi rest, terutama rest yg letaknya dekat diastema.

16 of 74

  • 3 macam garis fulkrum :

1. Bilateral ; terutama utk kasus kelas I Kennedy.

2. Tripod / Triangular ; ideal utk kelas II Kennedy.

3. Quadrilateral ; memberikan retensi & stabilisasi yg maksimal.

17 of 74

KASUS KELAS I KENNEDY

18 of 74

19 of 74

20 of 74

KASUS KELAS II KENNEDY

21 of 74

22 of 74

23 of 74

KASUS KELAS III KENNEDY

24 of 74

25 of 74

26 of 74

KASUS KELAS IV KENNEDY

27 of 74

28 of 74

29 of 74

30 of 74

Tahapan dalam pembuatan GTSL Kerangka Logam

  • 1. Diagnosis
  • 2. Treatment Planning
  • 3. Preprosthetic Procedure
  • 4. Making the primary impression cast
  • 5. Designing the Prosthesis
  • 6. Prosthetic Mouth Preparation
  • 7. Secondary of Final Impression Making and Cast.
  • 8. Fabricating the Framework
  • 9. Frame work Try in and
  • 10. Determined Vertical Dimension at rest

31 of 74

  • 11. Fabricating the Trial Prosthesis
  • 12. Try in
  • 13. Denture Insertion

32 of 74

33 of 74

Parts of Removable Partial Denture

  • 1. Major Connector
  • 2. Minor Connector
  • 3. Rest
  • 4. Direct retainer
  • 5. Indirect retainer
  • 6. Denture Base
  • 7. Artificial Tooth Replacement

34 of 74

35 of 74

36 of 74

37 of 74

38 of 74

Try in and Insertion

Faktor2 yang harus diperhatikan :

  • Pemeriksaan Retensi dan Stabilisasi

  • Pemeriksaan adaptasi kerangka terhadap jaringan pendukung mucosa dan periodontal jaringan mulut.

  • Pemeriksaan Oklusi

  • Pemeriksaan Path of Insertion/Exsertion

  • Komunikasi dan Edukasi

39 of 74

Kesimpulan Prinsip dalam pemilihan gigi tiruan :

  • Pada Gigi tiruan Sebagian lepasan Desain pada setiap klassifikasi baik kasus tooth borne supported dan tooth – mucosa borne suported harus mempunyai keseimbangan terhadap adanya gaya dari factor mekanik dan biologi
  • Gaya tekanan daya ungkit protesa ini dikontrol juga oleh elemen gigi tiruan, soft tissue dan komponen yang lain pada gigi tiruan.

40 of 74

Kesimpulan

  • Penting nya Desain dalam pembuatan GTS penentuan titik fulkrum dan garis fulcrum dimaksudkan untukmendapatkan pemerataan beban kunyah , bisa mengkontrol tekanan/gaya dan mencegah kerusakan gigi abutmen dan jaringan periodontal. Pasien merasakan nyaman dan stabil saat fungsional

41 of 74

Pemilihan Material Gigi Tiruan Cekat

42 of 74

definisi

  • Gigi Tiruan Sebagian cekat adalah gigi tiruan sebagian yang di sementasi pada gigi asli atau pada akar gigi sebagai abutment/ pendukung gigi dan tidak bisa di lepas oleh pasieb sendiri.

  • Gigi tiruan cekat adalah sebuah restorasi gigi atau pengganti gigi yang melekat dan dilekatkan oleh semen pada Gigi asli, Akar gigi dan Implant.

43 of 74

Indikasi

  • Short span edentulous
  • Adanya gigi yang sehat sebagai pendukung restorasi.
  • Kasus resorbsi tulang alveolaris dimana GTSL tidak dapat stabil dan retentive.
  • Permintaan pasien
  • Kondisi mental dan physically handicapped dehingga tidak bisa memakai GTSL

44 of 74

Kontra indikasi

  • Large amount bone loss as in trauma
  • Very young patient where teeth have large pulp chamber.
  • Periodontally compromised abutment
  • Long span edentulous space
  • Bilateral edentulous spaces, which require cross arch stabilization
  • Congenital malformed teeth which do not have adequate tooth structure.

45 of 74

  • Emotional problem patient who can not cooperative
  • Medically compromised ex ; Leukomia, hypertention, diabetes, xerostomia, cardiovascular disease, allergy etc
  • Very old patient

46 of 74

Pemilihan type/Teknik material yang di pakai

  • Usia : usia muda perlu material yang kuat, mis : metal crowns
  • Besar nya beban oklusal, mis . Oklusi dengan tekanan berat memerlukan Full Veneer Crowns.
  • Besarnya kerusakan gigi/.area email or dentin gigi yang hilang. Partian Veneer Crown, inlay, onlay di indikasikan untuk lesi/kerusakan gigi yg kecil.
  • Kondisi pentingnya Oral Hyngine di butuhkan adanya aplikasi senyawa Flouride pada material untuk mencegah caries.

47 of 74

  • Viscodity of saliva
  • Tipe gigi antagonis nya. Bila antagonis gigi asli perlu tipe material yang kuat.

48 of 74

49 of 74

50 of 74

Type

Strength (MPa)

Translucency

Esthetics

Typical Use

Notes

Feldspathic Porcelain

60–100

Very High

Excellent

Veneers, anterior crowns

Most natural appearance, brittle

Leucite-Reinforced

120–160

High

Very Good

Crowns, inlays, onlays, veneers

Better strength than feldspathic

Lithium Disilicate

350–400

Moderate to High

Very Good

Crowns, bridges (anterior/premolar)

CAD/CAM compatible, balance of strength and esthetics

Alumina-Based

400–600

Low

Moderate

Core crowns, short-span bridges

Veneered for esthetics, mostly replaced by zirconia

Zirconia (Layered)

900–1200 (core)

Low–Moderate

Good (with veneer)

Crowns, bridges (all regions)

Strong core, veneering layer can chip

Zirconia (Monolithic)

800–1200

Low–Moderate (newer types higher)

Moderate–Good

Posterior crowns, full-arch restorations

Extremely durable, less lifelike but improving with high-translucency types

Glass-Infiltrated

250–400

Moderate

Moderate–Good

Crowns, inlays/onlays, bridges

Not commonly used now; replaced by lithium disilicate or zirconia

Here’s a comparison chart summarizing the key variants of dental ceramics:

51 of 74

\

  • A. Pemeriksaan dan Persiapan gigi :

  • Pemeriksaan kondisi gigi dan mulut secara keseluruhan, Oral Hyngiene, gigi caries, gigi necrose pulpa, scalling poles. Edukasi.

  • Memutuskan desain mahkota keramik yang di butuhkan. Mis : single crown, Bridge, penggunaan material all ceramic, zirconia atau PFM

.

52 of 74

TEKNIK PEMBUATAN

Konvensional (manual) dengan pencetakan manual dengan sendok cetak pabrik yg tersedia di sesuaikan ukuran rahang pasien S.M L

bahan catak : Alginate atau Silicone dengan pencetakan double impression,

Pengecoran dengan gypsum utk mendapatkan cetakan positif/model. Lebih murah, prosedur tahapan yang lama . Masih banyak kita gunakan di klinik karena prosedur nya murah walau tahapan nya banyak.

53 of 74

\

  • Digital CAD/CAM ( Computer –Aided Design/Manufacturing ) menggunakan Intra oral scanner untuk mendapatkan Gambaran akurat model gigi hasil preparasi yang secara presisi.
  • Pembuatan crown all ceramic, Zirconia

54 of 74

55 of 74

56 of 74

Kesimpulan Prinsip dalam pemilihan gigi tiruan :

  • Pemilihan Gigi tiruan cekat lebih diminati dibanding gigi tiruan sebagian lepasan karena GTC lebih nyaman seperti gigi asli, tidak ada plat basis, tidak bergerak saat ada tekanan dan bisa menerima tekanan/gaya beberapa arah dan langsung di tranmisi ke sepanjang axis gigi abutment.
  • Penting nya Prinsip mengetahui pasien indikasi dan kontra dindikasi GTS

57 of 74

Kesimpulan Prinsip dalam pemilihan gigi tiruan :

  • Sangat penting dokter gigi yang membuat Desain GTS yang akan di buat karena yang paling mengetahui kondisi klinis pasien.

58 of 74

TERIMA KASIH

59 of 74

MANAJEMEN KOMPLIKASI PADA PASIEN DENGAN IMPLAN GIGI

drg. Esqiyati Wahidah Sp Pros

Pembina IVC

NIP : 196511141993012001

60 of 74

61 of 74

  • Implan merupakan metal screw yang ditanam sebagai pengganti akar gigi dalam tulang alveolar tulang rahang untuk menggantikan gigi yang hilang. Implan ini terbuat dari bahan Titanium, bahan yg kuat dan biokompatibel sehingga aman untuk tubuh
  • Proses ini melibatkan penyatuan implan gigi dengan tulang alveolaris rahang yang di kenal dengan proses Osseointegrasi tulang , sehingga menciptakan dasar perlekatan yg kuat antara implant dan soket tulang alveolaris sehingga dapat mendukung restorasi gigi mahkota tiruan yang akan di buat, tahan lama ..
  • Tujuan nya adalah untuk memperbaiki penampilan, memperbaiki kemampuan berbicara, implant lebih nyaman dari gigi tiruan yang lain, lebih tahan lama, meningkatkan rasa percaya diri , memperbaiki pengunyahan dan meningkatan Kesehatan jaringan mulut yang lain.

62 of 74

Menjaga restorasi mahkota tiruan implant

Menjaga oral hyngiene

Kontrol rutin ke dokter gigi untuk perawatan Kesehatan jaringan periodontal paska pemasangan implan. 3-6 bulan

Menghindari kebiasaan merokok yang dapat mempengaruhi kesehatan jaringan periodontal, menghambat penyembuhan dan Keberhasilan implan. Makan makanan sehat seimbang untuk Kesehatan tulang pendukung yang dapat menguatkan tulang.

Hindari kebiasan buruk grinding, brixisme, traumatic oklusi, deep bite dll.

63 of 74

Faktor Biomekanik pada restorasi implan saat dimana mahkota dental implant menerima factor tekanan/ gerakan pengunyahan dalam jaringan mulut periodontal bersinergi berinteraksi dengan harmonis nyaman seimbang dan tidak ada keluhan.

Kunci konsep Biomekanikal dalam pemasangan Dental Implant

  1. Osseointegrasi
  2. Distribusi beban kunyah/ gaya
  3. Koneksi Perawatan prosthetic
  4. Stress dan strain yang bisa diterima
  5. Oklusi

64 of 74

Menjaga restorasi mahkota gigi implan

  • Implan gigi merupakan replace atau penggantian gigi asli dg kondisi ada kerusakan ligament periodontal artinya ada resorbsi periodontal yg berat. Tekanan kunyah pada implan gigi di transmisi ke tulang alveolar : dengan melakukan Oclusal ajusment yg tepat diharapkan dapat menjamin adanya distribusi tekanan oklusi dan mengurangi resiko tekanan terhadap implant yang berlebih
  • Bite force bad habit, kasus special dengan pasien Bruxisme, Clenching, traumatic oklusi. Hal ini bisa menimbulkan kegagalan implan gigi, kehilangan kerusakan tulang rahang dan kegagalan perawatan Prostetik. ( Kontra Indikasi )
  • Sebaiknya Kontak oklusi ringan dengan antagonis, ocllusal ajusment saat kontrol, menjaga pola kunyah makanan, Oral hyngine pasien harus di perhatian, edukasi.

65 of 74

66 of 74

67 of 74

68 of 74

69 of 74

PENATALAKSANAAN

  • PERI IMPLANITIS adalah keadaan yang sama dengan kasus periodontitis adanya invasi mikroba pathogen dalam plak biofilm, sehingga tujuan dari Perawatan Periimplanitis adalah menghilangkan factor etiologi, memodifikasi faktor-faktor resiko, dan rehabilitasi kerusakan,
  • Tanda2 klinis Peri implanitis hanya jika di temukan adanaya Peradangan pada jaringan lunak peri implant, kedalaman probing , bleeding on probing, adanya pus, dan mobilitas implant.
  • Pemeriksaan penunjang Radiografi untuk melihat gambaran tulang yang menyatu dengan implan.

70 of 74

71 of 74

72 of 74

L

  • LASER
  • Membersihkan dan membunuh bakteri
  • Menstimulasi pertumbuhan sel dan penyembuhan sekitar implant
  • Membantu mengurangi kedalaman poket periodontal.
  • Untuk membantu penyembuhan Peri implanitis

73 of 74

Saran saran pada pemasangan restorasi mahkota implan

  • 1. Pasien sebelumnya mempunyai Riwayat Periodontitis sehingga mempunyai Riwayat penyakit periodontal sebaiknya jangan dilakukan pemasangan restorasi implant gigi.
  • 2. Merokok , studi melaporkan 78% dari implant perokok mempunyai diagnosis periimplanitis dan mempunyai kecendurungan mucositis. Apabila kadar glukosa darah tinggi akan mempengaruhi pertahanan dan perbaikan jaringan dan kolagen sel.
  • 3. Oral Hygiene yang buruk , meningkatkan resiko periimplanitis 2,5 kali lebih besar.
  • 4. Pasien dengan bad habid oklusi berat, kontra indikasi pemasangan Implant , terutama adanya beban gaya non axial / lateral.
  • 5. Permukaan implant yang tidak halus, mempengaruhi retensi biofilm yang menimbulkan peri implanitis. Kontrol rutin jaringan periodontal dan oklusi mahkota sangatlah penting.
  • Sementasi mahkota implant sebaiknya menggunakan resin semen, jangan menggunakan semen yang berlebhan.

74 of 74

TERIMA KASIH