1 of 37

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN CA PROSTAT

Faqih Ruhyanudin

Kp 12

2 of 37

3 of 37

Tujuan Pembelajaran

  • Umum

Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa dapat menjelaskan dan memahami asuhan keperawatan pada pasien Cancer Prostat

  • Khusus
    • Menjelaskan definisi, etiologi, manifestasi klinis, patofisiologi, pemeriksaan penunjang dan penatalaksanaan pasien Cancer Prostat
    • Memahami asuhan keperawatan pada pasien Cancer Prostat

4 of 37

Gambaran Umum Prostat

PROSTAT 🡪

  • Terletak di anterior rektum di dasar Vesika urinaria (VU) yang mengelilingi uretra prostat
  • Seukuran buah kenari,
  • Prostat terbentuk dari jaringan otot dan kelenjar, mengeluarkan cairan alkali, seperti susu ke cairan mani yang lewat — sekarang disebut semen — yang sangat penting untuk mengentalkan dan kemudian mendekoagulasi air mani setelah ejakulasi
  • Prostat biasanya berlipat ganda selama masa pubertas. Pada sekitar usia 25, secara bertahap mulai membesar lagi. Pembesaran ini biasanya tidak menimbulkan masalah
  • Pertumbuhan prostat yang tidak normal dapat menyebabkan penyempitan uretra saat melewati bagian tengah kelenjar prostat, yang menyebabkan sejumlah gejala saluran kemih bagian bawah (Lower Urinary Track Syndrome = LUTS), seperti desakan yang sering dan intens. untuk buang air kecil, aliran lemah, dan sensasi bahwa kandung kemih belum dikosongkan sepenuhnya

5 of 37

PENDAHULUAN

  • Kanker Prostat merupakan kanker paling sering umum kedua pada pria selain kanker kulit non-melanoma
  • Mayoritas (lebih dari 75%) kasus terjadi pada pria di atas usia 65 tahun
  • Faktor risiko kanker prostat diantaranya bertambahnya usia, kejadian kanker prostat meningkat pesat setelah usia 50 tahun.
  • Beberapa bentuk kanker prostat tumbuh sangat lambat dan dengan demikian mungkin tidak memerlukan pengobata
  • Tidak ada hubungan antara BPH dan kanker prostat 🡪 gejalanya serupa

Neoplasma

hiperplasia

6 of 37

Cancer Prostat (Carcinoma Prostate)

  • Kanker prostat adalah Adenokarsinoma (tumor ganas) kelenjar prostat

🡪 Banyak kanker prostat tumbuh lambat dan terbatas pada kelenjar prostat, di mana mereka mungkin tidak menyebabkan kerusakan serius 🡪 pengobatan minimal atau bahkan tanpa pengobatan

🡪jenis lain bersifat agresif dan dapat menyebar dengan cepat.

🡪 massa tumor dengan konsistensi keras, iregular, tidak berbatas tegas dan pada pemotongan tampak berwarna putih atau abu kekuningan oleh karena stroma yang desmoplastic dan terkadang tampak berkilau atau musinus

  • Mayoritas tumor terjadi luar kelanjar prostat atau bagian perifer (subcapsular peripheral region pada posterior lobe) 🡪 dapat teraba pada pemeriksaan rektal.
  • Apabila terdeteksi lebih awal 🡪 peluang terbaik untuk pengobatan yang berhasil.

7 of 37

FAKTOR RESIKO-

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker prostat :

  1. Usia Lanjut 🡪30% berusia > 50 th, 60%-70% berusia > 80 th.
  2. Ras 🡪 orang kulit hitam memiliki risiko lebih besar dan cenderung menjadi lebih agresif atau lanjut
  3. Riwayat Keluarga/herediter 🡪10% Kasus adalah herediter.

hubungan darah: orang tua, saudara kandung, anak. Klg dengan Riwayat kanker payudara (BRCA 1 atau BRCA 2).

  • Obesitas 🡪 Kanker cenderung lebih agresif dan relaps Kembali setelah pengobatan awal
  • Intake yang berlebihan 🡪 makanan yang mengandung daging merah, lemak hewani, produk susu yang tinggi lemak dalam jumlah berlebihan
  • Faktor resiko lingkungan dan pekerjaan 🡪 tinggal didaerah urban dan pekerjaan spesifik: industry pupuk, textile, karet, dan bekerja dengan bateri yang mengandung kadmium

8 of 37

-ETIOLOGI-

  1. Penyebab kanker prostat tidak diketahui,
    • mungkin karena kerusakan atau hilangnya gen yang mengontrol proses seluler penting yaitu: 1) replikasi /penggantian sel, atau 2) apoptosis (kematian sel terprogram)
    • Faktor genetic: Kerusakan Kromosom 10q, abnormalitas kromosom
  2. Kemungkinan ada hubungan dengan peningkatan kadar testosteron dan diet tinggi lemak.

9 of 37

Penyebaran Sel Cancer Prostat

Sel cancer dapat bermetastase ke organ sekitar maupun organ jauh melalui beberapa cara:

  1. Secara langsung ke organ sekitar 🡪 seminal vesikula, mukosa uretra, dinding vesika urinaria dan spinkter eksternal
  2. Melalui system limfatik (Lymphogen)
  3. Melalui pembuluh darah (Hematogen)

10 of 37

STAGING - STADIUM

Stadium awal:

Kanker terbatas secara local do kelenjar prostat

Stadium Lanjut Lokal:

Menyebar ke seminal vesicle

Tahap Lanjut:

Menyebar ke blader, rectum, spina

11 of 37

Staging dan Treatmen Kanker Prostat

STADIUM

DESKRIPSI

TREATMENT

I

Kanker kecil, tumbuh lambat, dan mungkin tidak pernah menimbulkan gejala atau masalah kesehatan lainnya

Pengamatan atau radiasi eksternal, atau brakiterapi untuk pria tanpa gejala atau pria yang lebih tua dengan masalah kesehatan serius lainnya; untuk pria yang lebih muda dan lebih sehat, pilihannya meliputi observasi, prostatektomi radikal, radiasi eksternal, atau brakiterapi.

II

Tumor lebih besar dari stadium I, namun terbatas pada kelenjar prostat; jika tidak diobati, kanker lebih mungkin menyebar ke luar prostat dan menyebabkan gejala

Untuk pria tanpa gejala atau mereka yang memiliki masalah kesehatan serius lainnya, perawatan yang sama seperti untuk tahap I, atau prostatektomi radikal, dan radiasi.

Untuk pria yang lebih muda dan sehat, prostatektomi radikal dengan pengangkatan kelenjar getah bening panggul diikuti dengan radiasi eksternal jika kanker telah menyebar pada saat operasi atau tingkat PSA masih terdeteksi beberapa minggu setelah operasi.

Jika ada peluang lebih besar untuk kambuh berdasarkan pemeriksaan patologi jaringan dan skor PSA, radiasi eksternal atau internal (atau keduanya), beberapa bulan terapi hormon, dan berpartisipasi dalam uji coba pengobatan klinis

12 of 37

STADIUM

DESKRIPSI

TREATMENT

III

Tumor telah menyebar ke luar prostat, tetapi belum mencapai kandung kemih, rektum, kelenjar getah bening atau organ lain; kemungkinan kambuh setelah pengobatan

Observasi untuk laki-laki tua tanpa gejala atau mereka dengan penyakit lain yang lebih serius; untuk orang lain, terapi hormon sendiri atau dikombinasikan dengan radiasi eksternal, prostatektomi radikal diikuti dengan radiasi, partisipasi dalam uji coba perawatan klinis

IV

Tumor telah menyebar ke kandung kemih, rektum, kelenjar getah bening, atau organ jauh seperti tulang; tidak dianggap dapat disembuhkan

Sama seperti tahap III; sebagai tambahan: TURP untuk meredakan gejala, kemoterapi untuk mengelola tumor yang terus tumbuh dan menyebar, dan pengobatan tambahan untuk meredakan nyeri tulang atau gejala lainnya, imunoterapi setelah disetujui FDA

13 of 37

Klasifikasi Kanker Prostat dengan TNM

14 of 37

GRADING 🡪 Menentukan Grade/ Derajat. Kemungkinan tumor berperilaku agresif secara klinis

Gleason Scale

  • Lima pola prognostik ditunjukkan oleh diagram sederhana yang digambar oleh Dr. Gleason
  • Didasarkan pada diferensiasi sel tumor yang tampak pada analisis mikroskopis/ pola histologisnya yang berbeda 🡪 diferensiasi buruk cenderung resiko tinggi agresif
  • Dihitung dengan menambah derajat yang paling banyak dari tumor yang tampak pada biopsy dengan derajat tumor kedua yang paling banyak.
    • Skor Gleason 6 – 7 berkaitan dengan 40% kemungkinan metastasis
    • Skor gleason 8 – 10 berkaitan dengan 75% kemungkinan metastasis

Sel Berukuran kecil dan sama dengan kelenjar prostat normal

Sel berdiferensiasi baik

lebih banyak space (stroma)

antar kelenjar

Sel berdiferensiasi buruk, anaplastik

infiltrasi sel dengan jelas dari kelenjar prostat perifer

Massa sel neoplastic ireguler dengan sedikit kelenjar

Sel berdiferensiasi sedang

15 of 37

-MANIFESTASI KLINIS-

  • Stadium Awal tidak menimbulkan tanda atau gejala
  • Stadium lanjut dapat menyebabkan tanda dan gejala :
    1. Kesulitan buang air kecil 🡪 retensi urine
    2. Penurunan kekuatan dalam aliran urin (menetes) dan “anyang-anyangan
    3. Darah dalam urin atau semen (hematuria atau hemospermia)
    4. Nyeri saat ejakulasi
    5. Dysuria dan nocturia
    6. Disfungsi ereksi
  • bermetastase ke tulang dan kelenjar limfe:
    • Nyeri punggung, nyeri panggul, tidak nyaman di gInjal, penurunan BB, weakness, nausea, oliguria

Potensial komplikasi

pembesaran prostat

16 of 37

Penatalaksanaan

Penatalaksanaan terapi atau pengobatan tergantung pada:

  1. Ukuran Tumor,
  2. Karakteristik mikroskopis,
  3. Metastasis
  4. Usia
  5. Status Kesehatan umum
  1. Prosedur Invasif
    • Pendekatan Transuretral
    • Pendekatan Operasi (Prostatectomy)
  2. Terapi Radiasi: terapi sinar radioaktif: eksternal, inplan (internal)
  3. Terapi Hormon: obat hormone Antiandrogen (estrogen), obat kombinasi estrogen dan antineoplastik
  4. Kemoterapi:

Terapi / Pengobatan

🡪

Kanker Prostat Lokal (Stadium I & II

Kanker Prostat anjutl (Stadium III & IV

17 of 37

Prosedur invasif pada pembesaran prostat

Prosedur

Deskripsi

  1. TRANSURETRAL

  • Transcystoscopic urethroplasty

Ujung balon kateter dipompa selama 10 – 20 menit untuk meregangkan Prastatic uretra.

  • Urethral stent or coils

Sebuah tabung fleksibel ditempatkan secara permanen di uretra untuk melebarkan lumen.

  • Thermotherapy

Instrumen yang dipanaskan yang dimasukkan ke dalam kateter uretra menghancurkan jaringan prostat tetapi mempertahankan uretra

  • Transurethral resection of the prostate (TURP)

prosedur operasi untuk membuang bagian dalam kelenjar prostat dengan memasukkan resectoscope melalui uretra untuk memotong jaringan prostat

  • Transurethral incision of the prostate (TUIP)

Tidak ada jaringan yang diangkat; outlet kandung kemih diperbesar dengan membuat sayatan di prostat, yang mengurangi tekanan pada uretra

  • Transurethral laser incision of the prostate (TULIP)

Laser digunakan untuk meninsisi dan menghancurkan jaringan prostat

  • Transurethral needle ablation (TUNA)

Jarum di dalam prostat memberikan energi frekuensi radio tingkat rendah untuk menghilangkan jaringan berlebih

18 of 37

Transurethral laser incision of the prostate (TULIP)

Transurethral needle ablation (TUNA)

19 of 37

Urethral stent or coils

Transurethral resection of the prostate (TURP)

20 of 37

Pengangkatan prostat dengan Operasi (pembedahan)

Prosedur Operasi

Deskripsi

Suprapubic prostatectomy

Kelenjar prostat diangkat dengan membuat sayatan garis tengah abdomien (area suprapubic) ke dalam vesika urinaria. Kateter suprapubik, dan kateter Foley dimasukkan

Retropubic prostatectomy

Kelenjar prostat diangkat melalui sayatan perut, tetapi kandung kemih tidak dimasukkan.

Perineal prostatectomy

Kelenjar prostat diangkat melalui sayatan yang dibuat antara skrotum dan anus (perineal).

Radical prostatectomy

Kelenjar prostat dan kapsulnya, vesikula seminalis, dan kelenjar getah bening dikeluarkan melalui sayatan retropubik atau perineum

21 of 37

Teknik Pembedahan Ca Prostat

  1. Transurethral resection of the prostate (TURP).
  2. Suprapubic prostatectomy.
  3. Perineal prostatectomy.
  4. Retropubic prostatectomy.
  5. Transurethral incision of prostate (TUIP).

22 of 37

Manajemen Medis Ca Prostat Lokal

  1. Terapi Radiasi
    • Radiasi sinar Eksternal
    • Brachyterapi 🡪 implantasi bibit radioaktif

Brachytherapy adalah jenis radioterapi yang digunakan untuk mengobati kanker dengan cara menaruh sumber radiasi secara langsung di dalam atau di dekat tumor ganas. Brachytherapy memberikan pengobatan yang lebih tepat dan mengurangi kerusakan di daerah jaringan yang sehat di sekitar tumo

  • Terapi Hormon
    • pada Ca stadium III atau IV
    • Dengan Hormon antiandrogenic atau estrogenic untuk menghambat perkembangan keganasan
    • Kombinasi estrogen dan antineoplastik

Mengurangi Pertumbuhan tumor

1

23 of 37

Efek samping terapi hormon

Terjadi “feminisasi” pada pasien

  1. Suara klien dapat menjadi lebih tinggi,
  2. distribusi rambut dan lemak dapat berubah, dan
  3. payudara dapat menjadi lunak dan membesar.
  4. Libido dan potensi juga berkurang.

Ketika estrogen digunakan dalam dosis yang lebih rendah, klien mungkin tidak mengalami masalah ini

24 of 37

PENGKAJIAN dan DIAGNOSIS

  • ANAMNESA
    • Kaji Riwayat lengkap ditekankan pada fungsi urinary dan dampak yang dipengaruhinya. Adakah riwayat keluarga kanker, penyakit jantung, atau penyakit ginjal, termasuk hipertensi, infeksi saluran kemih sebelumnya.
    • Keluhan: urgensi (ketikmampuan menahan BAK), frekuensi BAK, nokturia, disuria, retensi, hematuria, atau penurunan kemampuan untuk memulai berkemih.
    • Ketidaknyamanan yang berhubungan dengan episode retensi urin akut dan tiba-tiba 🡪 praoperasi segera. Tentukan hal-hal berikut sebelum operasi: Riwayat medis, obat-obatan, dan alergi
  • PEMERIKSAAN FISIK 🡪 head to toe
    • Pre Operasi 🡪 TTV, BB, Distensi Vesika urinaria (VU),
    • Pasca Operasi 🡪 Tingkat Kesadaran, TTV, tingkat ketidaknyamanan, lokasi kateter urin, volume dan warna urin
  • PEMERIKSAAN PENUNJANG
    • Digital Rectal Examination (DRE) 🡪 mendeteksi nodul prostat dengan colok dubur, melakukan palpasi hati hati pada prostat dan vesikula seminalis
    • Laboratorium: Prostate-specific antigen (PSA)
    • USG Transrectal (TRUS)
    • Biopsi 🡪 Analisis patologi
    • SCAN: tulang, sinar thoraks, CT atau MRI Abdomen dan pelvis 🡪 mengetahui metastasis nodul/organ jauh

25 of 37

DRE-

  1. normal – ukuran normal sesuai usia dengan permukaan yang halus
  2. lebih besar dari normal – ini bisa menjadi tanda pembesaran prostat
  3. keras atau kenyal –bisa menjadi tanda kanker prostat.

DRE bukanlah tes yang sepenuhnya akurat. Pemeriksa tidak dapat merasakan seluruh prostat 🡪 pria dengan kanker prostat mungkin memiliki prostat yang terasa normal.

DRE positif terutama pada tumor prostat yang berukuran besar sebagai massa padat berbenjol-benjol. Semakin tinggi stage, massa tumor semakin teraba

26 of 37

Prostate-specific Antigen (PSA)� 🡪 glikoprotein yang diproduksi oleh sel epitel pada asini dan ductus daru kelenjar prostat

Kadar PSA sangat sedikit dalam darah pada keadaan prostat normal, sedangkan pada keadaan abnormal (hiperplasia, prostatitis ataupun kanker) kadar PSA banyak dijumpai dalam darah

  • PSA Normal < 2,6 ng/mL
  • PSA > 4 ng/mL dasar untuk melakukan prosedur diagnostik yang lebih definitif,
  • PSA >10 ng/mL menunjukkan keganasan prostat.
  • PSA > 80 ng/mL menunjukkan penyakit metastasis lanjut

sel-sel di prostat sehat dan terorganisir dalam pola yang ketat. hanya sejumlah kecil PSA yang keluar dari prostat dan masuk ke aliran darah

sel-sel tidak teratur dan lapisan antara prostat dan pembuluh darah menjadi terganggu. Sehingga lebih banyak PSA bocor ke pembuluh darah

Pada Kanker Prostat

Kelanjar Prostat

Pembuluh darah

27 of 37

USG Transrectal (TRUS) 🡪 biopsy

Pemeriksaan transrectal ultrasound-guided biopsy pada kelenjar prostat

Area biopsi pada kelenjar prostat untuk mendapatkan sampel yang optimal

28 of 37

Prosedur transurethral resection pada prostat (TURP) yang biasanya dilakukan atas indikasi hiperplasia kelenjar prostat. Adenokarsinoma sering dijumpai secara insidental pada sampel TURP

29 of 37

Manajemen Keperawatan pada Klien Bedah Ca Prostat

  1. Tindakan Keperawatan fisik untuk klien kanker prostat 🡪 bedah abdominopelvis
  2. Klien terpasang kateter urine menetap post op
    • Monitor keluaran urin secara ketat selama bbrp hari pertama: warna, adakah bekuan darah,
  3. Op Prostatektomi perineal 🡪 pertahankan alat kompresi ekstremitas bawah selama 1 – 2 hari post op.
  4. Nyeri:
    • Intervensi non farmakologis, obat opioid oral, obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID)
  5. Cegah spasme kandung kemih
  6. Hindar konstipasi 🡪 menyebabkan stress berpotensi terhadap anastomosis uretra
  7. Diet lunak 🡪 hindari enema khusunya prostatektomi perineal radikal
  8. Ambulasi rutin 🡪 meningkatkan peristaltik

Mencegah cidera

1

30 of 37

  1. Perawatan psikososial dan emosional
  2. Perawatan mandiri pasca operasi di rumah 🡪 buat instruksi terperinci (SOP), saran-saran jika timbul kekhawatiran, distraksi, dll
  3. Dukungan obat-obatan (jika terjadi disfungsi seksual) setelah prostatektomi

Memberikan dukungan

2

31 of 37

DIAGNOSIS KEPERAWATAN, �LUARAN, INTERVENSI

FIKES-UMM

1

b/d distensi bladder

Nyeri Akut / Gangguan rasa nyaman

2

b/d ketidakmampuan untuk berkemih (BAK)

Ansietas

3

b/d peningkatan tekanan uretra, blok spinkter

Retensi urin

🡪

🡪

🡪

Pre Operasi

Post Operasi

1

b/d Insisi pembedahan, kateterisasi, dan spasme VU

Nyeri Akut / Gangguan rasa nyaman

2

b/d obstruksi kateter urin dengan puing-puing jaringan dan bekuan darah atau striktur uretra

Resiko retensi urin

🡪

🡪

Tujuan utama pra operasi untuk pasien:

mengurangi kecemasan dan belajar tentang gangguan prostat dan pengalaman perioperatif.

Tujuan utama pasca operasi: pemeliharaan keseimbangan volume cairan, menghilangkan rasa sakit dan ketidaknyamanan kemampuan untuk melakukan aktivitas perawatan diri, dan tidak adanya komplikasi.

32 of 37

Intervensi Keperawatan Pre OP

  1. Saat pasien bedrest, berikan agen analgesik; memulai tindakan untuk menghilangkan kecemasan.
  2. Pantau pola berkemih, perhatikan distensi kandung kemih.
  3. Masukkan kateter jika ada retensi urin atau jika hasil tes laboratorium menunjukkan azotemia.
  4. Persiapkan pasien untuk sistostomi jika kateter urin tidak dapat ditoleransi

Menghilangkan Ketidaknyamanan

Mengurangi Kecemasan

  1. Mengklarifikasi sifat operasi dan hasil pascaoperasi yang diharapkan.
  2. Memberikan privasi, dan membangun hubungan saling percaya dan profesional.
  3. Dorong pasien untuk mendiskusikan perasaan dan kekhawatirannya

A

B

33 of 37

  1. Ajarkan anatomi struktur yang terkena dan fungsinya dalam kaitannya dengan sistem kemih dan reproduksi, menggunakan diagram dan alat bantu pengajaran lainnya jika diindikasikan.
  2. Jelaskan pada pasien persiapan tes diagnostik dan pembedahan (tergantung pada jenis prostatektomi yang direncanakan).
  3. Perkuat informasi yang diberikan oleh ahli bedah.
  4. Jelaskan prosedur perioperatif, jawab pertanyaan pasien atau keluarga, dan berikan dukungan emosional.
  5. Berikan informasi tentang manajemen nyeri pascaoperasi.

Memberikan Instruksi

Mempersiapkan Pasien untuk Perawatan

  1. Terapkan stoking kompresi bertingkat.
  2. Berikan enema, jika diperintahkan

C

D

34 of 37

  1. Pantau secara ketat haluaran urin dan jumlah cairan yang digunakan untuk irigasi; mempertahankan catatan intake/output.
  2. Pantau ketidakseimbangan elektrolit (misalnya, hiponatremia), peningkatan tekanan darah, kebingungan, dan gangguan pernapasan

Menjaga Keseimbangan Cairan

Menghilangkan Nyeri

  1. Bedakan penyebab dan lokasi nyeri, termasuk spasme kandung kemih.
  2. Berikan agen analgesik untuk nyeri insisi dan relaksan otot polos untuk spasme kandung kemih.
  3. Pantau pipa drainase dan irigasi sistem drainase untuk memperbaiki obstruksi.
  4. Pasang kateter ke kaki atau perut.
  5. Pantau pembalut, dan sesuaikan untuk memastikan pembalut tidak terlalu pas atau tidak terlalu jenuh atau penempatannya tidak tepat.
  6. Berikan pelunak feses, jus prune, atau enema, jika diresepkan

E

F

35 of 37

  1. Perdarahan: Amati drainase kateter; perhatikan perdarahan merah cerah dengan peningkatan viskositas dan gumpalan; Pantau TTV dengan cermat; berikan obat-obatan, cairan IV, dan terapi komponen darah sesuai resep; pertahankan catatan asupan dan haluaran yang akurat; dan hati-hati memantau drainase untuk memastikan aliran urin yang memadai dan patensi sistem drainase. Berikan penjelasan dan kepastian kepada pasien dan keluarga.
  2. Infeksi: Gunakan teknik aseptik dengan mengganti balutan; hindari termometer rektal, tabung, dan enema; sediakan sitz bath dan lampu panas untuk mempercepat penyembuhan setelah jahitan dilepas; menilai infeksi saluran kemih (ISK) dan epididimitis; berikan antibiotik sesuai resep.
  3. Trombosis: Kaji adanya deep vein thrombosis dan emboli paru; menerapkan stoking kompresi. Bantu pasien untuk berkembang dari menggantung pada hari operasi menjadi ambulasi keesokan paginya; Anjurkan pasien untuk berjalan tetapi tidak duduk untuk waktu yang lama. Pantau pasien yang menerima heparin untuk perdarahan yang berlebihan.
  4. Kateter tersumbat: Observasi abdomen bawah untuk melihat adanya distensi kandung kemih; periksa kantong drainase, dressing, dan perdarahan sekitar insisi; pantau TTV untuk mendeteksi hipotensi; amati pasien untuk apakah gelisah, diaforesis, pucat, penurunan tekanan darah, dan peningkatan nadi. Menyediakan kepatenan drainase; lakukan irigasi untuk menghilangkan bekuan darah.

Memantau dan Mengelola Komplikasi

G

36 of 37

EVALUASI

Hasil yang diharapkan untuk klien yang dirawat karena kanker prostat adalah

  1. tidak ada bukti infeksi dan kontinensia urin pada pasien.
  2. Klien menemukan teknik yang dapat diterima untuk ekspresi seksual ketika impotensi permanen.
  3. Klien dapat mengidentifikasi teknik yang membantu dalam memantau kekambuhan kanker primer atau penyebaran metastasisnya

37 of 37

Terima Kasih…