1 of 10

MANAJEMEN PEMASARAN

Oleh: Umi Arifah, S.Pd.I., M.M.

www.umiarifah.blogspot.com

08170140887

umiarifah.iainukebumen@gmail.com

2 of 10

HARGA DAN SALURAN DISTRIBUSI

4

3 of 10

MENENTUKAN HARGA UNTUK PRODUK, PROGRAM DAN JASA LAYANAN

4 of 10

STRATEGI PENYESUAIAN HARGA

Strategi

Uraian

Contoh Nyata

Diskon dan potongan harga

Mengurangi harga melalui penggunaan kupon diskon, tarif borongan, rabat dan lainnya

Sebuah kota menawarkan tarif parkir yang rendah untuk mobil hibrida

Segmentasi harga

Menyesuaikan harga berdasarkan perbedaan pelanggan, produk atau lokasi

Perusahaan milik negara memberikan tarif yang murah kepada warga yang berpendapatan rendah atas pemakaian fasilitas umum

Harga psikologis

Menyesuaikan harga agar memberikan dampak psikologis

Dinas Kesehatan mengenakan denda kepada pembuang puntung rokok di jalan raya

Harga promosi

Mengurangi harga untuk menaikkan penjualan jangka pendek

Memberikan harga murah kepada 3.000 pelanggan pertama

Harga geografis

Menyesuaikan harga berdasarkan lokasi geografis pelanggan

Pembayaran denda pembuangan puntung rokok di jalan raya di JABODETABEK

5 of 10

6 of 10

INSENTIF UNTUK MENURUNKAN BIAYA DAN/ ATAU MENINGKATKAN NILAI

Mendukung perilaku yang diinginkan

Menyerang perilaku yang tidak diinginkan

Perilaku

  • Membeli barang atau jasa
  • Mematuhi hukum
  • Sukarela berpartisipasi dalam perilaku yang diinginkan
  • Membeli produk pesaing
  • Mengabaikan hukum
  • Berpartisipasi dalam perilaku yang legal, tetapi merugikan

Taktik berkenaan dengan biaya

Insentif moneter mengurangi biaya perilaku yang diinginkan. Menawarkan kupon diskon laci penyimpanan senjata api pada berbagai outlet retail.

Disinsentif moneter meningkatkan biaya bersaing perilaku gaya yang tidak diinginkan. Menaiklah denda bagi pembuang puntung rokok sebesar $1,023.

Taktik berkenaan dengan nilai

Menganugerahkan produk pembersih kering sebagai penghargaan Enviro Star mencakup publisitas selain dikoran juga spanduk yang dipasang mereka.

Disinsentif non moneter mengurangi nilai perilaku yang tidak diinginkan. Membuat larangan merokok di area sekitar gedung yang tidak tertutup/ terlindungi

7 of 10

TEMPAT DAN KEPUTUSAN PENYALURAN DISTRIBUSI

Keputusan Saluran

Keputusan mengenai dimana dan bagaimana penduduk/ masyarakat mengakses program jasa anda.

  • Lokasi Fisik
  • Saluran ini menyediakan program dan jasa pelayanan langsung dan bertatap muka. Misal: dimana gedung sekolah akan didirikan

Telepon

  • Telepon sangat penting bagi pemasaran untuk membuat pesanan (placing orders)

Surat (mail)

  • Surat dikirimkan kepada para calon pemilih dalam PEMILU dan PILKADA uang menunjukkan tanggal, tempat
  • Mobil Units
  • Banyak instansi menggunakan mobil dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
  • Drive-thru
  • Di Jakarta membeli hamburger tidak perlu duduk di restoran tapi cukup berhenti sebentar didepan kios yang sudah disediakan.
  • Internet
  • Penggunakan internet sebagai suatu saluran distribusi bagi penduduk untuk menerima jasa pelayanan.
  • Video
  • Video digunakan untuk memudahkan akses

8 of 10

MEMPRIORITASKAN PEMILIHAN SALURAN DAN PERBAIKAN IDE/ GAGASAN

IDE PRIORITAS SEDANG

  • IDE PRIORITAS Menurunkan biaya dan/atau meningkatkan penerimaan netto.
  • Menurunkan atau tidak mempengaruhi perilaku dan kepuasan masyarakat yang diinginkan.

Contoh: menawarkan pembelian tiket bis dengan pengurangan secara otomatis dari tabungan.

IDE PRIORITAS UTAMA

  • Menurunkan biaya atau/ dan penerimaan netto.
  • Meningkatkan perilaku dan/ atau kepuasan masyarakat yang diinginkan.

Contoh: menawarkan pembelian tiket bis melalui on line.

IDE PRIORITAS RENDAH

  • Meningkatkan baiaya pengiriman dan/ atau tidak meningkatkan penerimaan netto atau menghindari pengeluaran.
  • Mengurangi atau tidak kepuasan masyarakat yang diinginkan.

Contoh: merenovasi lobi dimana tiket bisa bisa dibeli.

IDE PRIORITAS RENDAH

  • Meningkatkan baiaya dan/ atau tidak ada peningkatan netto.
  • Meningkatkan perilaku dan/ atau kepuasan masyarakat yang diinginkan.

Contoh: menyediakan hot line 24/7 untuk pembelian tiket bis.

Tinggi

Nilai ekonomi bagi lembaga

Rendah

Rendah

Kenyamanan bagi Masyarakat

Tinggi

9 of 10

Tingkatan dalam Pemasaran

10 of 10

KPPU (KOMISI PENGAWAS PERSAINGAN USAHA)

  • UU No 5 Tahun 1999 Pasal 35 huruf (f) tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat
  • Peraturan KPPU No 3 Tahun 2011 tentang Pedoman Pasal 19 Hurif D (Praktek Diskriminasi) UU No 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.
  • Peraturan KPPU No 4 Tahun 2011 tentang Pedoman Pasal 5 (Penetapan Harga) UU No 1999 Tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha tidak sehat