1 of 28

TEORI & APLIKASI CAPITAL

BUDGETING

Pertemuan 9

2 of 28

DEFINISI

  • Istilah penganggaran modal digunakan untuk menggambarkan tindakan perencanaan dan pembelanjaan pengeluaran modal, seperti untuk pembelian peralatan baru, mesin baru, bisnis baru, inovasi produk baru.
  • Penganggaran modal juga dapat disebut sebagai suatu konsep investasi, sebab penganggaran modal melibatkan suatu pengikatan (penanaman) dana di masa sekarang dengan harapan memperoleh keuntungan yang dikehendaki di masa mendatang.
  • Keuntungan atau tingkat pengembalian yang diharapkan tidak lepas dari adanya risiko yang harus dihindari.

3 of 28

DEFINISI

  • Maka dari itu setiap usulan proyek investasi harus dinilai atau dipertimbangkan terlebih dahulu sehingga keputusan akan menerima atau menolak proyek investasi tersebut tepat atau sesuai denga n tujuan.
  • Maka pihak manajemen memerlukan banyak informasi pendukung untuk memilih investasi terbaik diantara berbagai alternative investasi yang tersedia.

4 of 28

Keputusan Capital Budgeting

  1. Capital Budgeting merupakan acuan untuk melakukan keputusan penanaman modal (Capital Investment)
  2. 2 Jenis Capital Budgeting:
  3. Independent Project : Bila diterima atau ditolak tidak mempengaruhi aliran Kas.

Misal : Manajer pemasaran dan penelitian dan pengembangan mengusulkan penambahan lini produk baru, yang akan memerlukan pengeluaran modal kerja dan peralatan yang signifikan, dan keputusan investasi untuk lini produk tidak tergantung sama lain.

  1. Mutually exclusive projects �Proyek khusus Bersama ini merupakan proyek unik yang, jika selesai, akan memberikan manfaat bagi semua proyek lainnya.

Misal suatu perusahaan akan menggunakan otomatisasi untuk membangun sistem baru. Sistem baru ini akan mengganggu kinerja sistem lain perusahaan karena merupakan sistem yang paling efektif.

5 of 28

JENIS CAPITAL BUDGETING

Ada beberapa metode untuk menilai perlu tidaknya suatu investasi atau untuk memilih berbagai macam alternatif investasi:

  1. Metode periode pengembalian (Payback Periode)
  2. Average return on investment
  3. Metode nilai sekarang bersih (Net Present Value)
  4. Metode indeks profitabilitas (Profitability Index)
  5. Metode internal rate of return – IRR
  6. Metode modified internal of return – MIRR

6 of 28

Pay Back Periode

  • Pay Back Periode Methode (Periode Pengembalian) adalah Jangka waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan nilai investasi melalui penerimaan–penerimaan yang dihasilkan oleh proyek investasi tersebut
  • Periode pengembalian adalah ukuran risiko, dengan periode yang lebih lama menunjukkan risiko yang lebih tinggi.
  • Perusahaan dengan arus kas berisiko mungkin memerlukan periode yang lebih pendek, sementara mereka yang memiliki masalah likuiditas mungkin lebih memilih proyek dengan pengembalian cepat.

7 of 28

Pay Back Periode

  • Usulan proyek investasi dengan menggunakan payback periode jika :
    • Periode pengembalian lebih cepat layak
    • Periode pengembalian lebih lama tidak layak
  • Jika usulan proyek investasi lebih dari satu, maka periode pengembalian yang lebih cepat yang dipilih

Pay back period = x 1 tahun

Investasi

Cash inflow

8 of 28

Payback period

Pada tahun ini cuci mobil CV.UR akan meluncurkan

ekspansi servis yaitu Robot cuci. Manajemen dihadapkan pada alternatif untuk menambah investasi 1 unit Robot cuci baru seharga Rp 100 juta per unit atau 2-unit Robot cuci bekas seharga Rp 50 juta per unit. Estimasi arus kas bersih masing-masing alternatif robot cuci adalah sebagai berikut :

9 of 28

Payback period

1. Alternatif 1 . Robot cuci baru.

10 of 28

Payback period

2. Alternatif 2 . Robot cuci bekas

11 of 28

Profitability Index

  • Profitability Index (PI), yang kadang-kadang disebut sebagai Cost-Benefit Ratio, menunjukkan profitabilitas relatif suatu proyek yang diperoleh dari nilai kini Incremental Cash Flow dibagi Initial Cash Flow.
  • Jika Profitability Index lebih besar dari 1, proyek dianggap layak investasi, karena tingkat profitabilitas Index yang lebih tinggi menunjukkan proyek yang lebih menguntungkan.
  • Profitability Index dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut.

12 of 28

Return On Investment

  • Pengembalian atas investasi (ROI) adalah ukuran kinerja yang digunakan untuk menilai profitabilitas atau efisiensi suatu investasi atau untuk membandingkan berbagai jenis investasi.
  • Tujuan ROI adalah untuk mengukur secara langsung jumlah pengembalian atas investasi tertentu dibandingkan dengan biaya investasi:

  • ROI memfasilitasi perbandingan kinerja suatu unit dengan segmen lain di dalam perusahaan atau dengan unit serupa di luar perusahaan. Mengapa? Karena, tidak seperti pendapatan saja, ROI memperhitungkan investasi yang diperlukan untuk menghasilkan pendapatan. Lebih lanjut, ROI adalah pengembalian per unit investasi dan tidak tergantung pada ukuran segmen yang dibandingkan

Laba setelah pajak

Investasi

ROI =

13 of 28

Net Present Value

  • Harga saat ini dari proses dan nilai saat ini dari investasi disebut sebagai Net Present Value.
  • Jika NPV saat ini lebih besar atau sama dengan nilai investasi saat ini dari investasi, maka proposal investasi diterima.
  • Jika nilai NPV saat ini investasi lebih kecil dari nilai investasi saat ini, maka proposal investasi tidak diterima.
  • Rumus berikut dapat digunakan:

Dimana : CF = Cash flow= total uang yang diterima

i = tingkat bunga

n = Lamanya investasi

I0= Nilai awal investasi (tahun 0)

14 of 28

Net Present Value

CV Pantang mundur berinvestasi Rp. 50.000,-

Kas masuk pertahun selama tiga tahun adalah Rp. 22.500,-.Tingkat suku bunga 10% maka

Present Valuenya adalah:

PV = 20.455 + 18.595 + 16.904 = Rp.55.954

NPV = Rp 55.954 – Rp 50.000 = Rp. 5954,00 (> 0)

Karena nilai NPV > 0 (positif) maka investasi diterima

15 of 28

Net Present Value (2)

CV Pantang mundur berinvestasi Rp. 120.000,-

Kas masuk selama tiga tahun tidak sama sbb :

Tingkat suku bunga 10% maka

16 of 28

Internal Rate of Return

  • Internal Rate of Return adalah tingkat bunga yang akan menjadikan jumlah nilai sekarang dari Kas masuk (cash inflow) sama dengan nilai sekarang dari Investasi.
  • Rumus yang dapat digunakan dalam IRR adalah:

Dimana:

P1 = nilai persentasi (i) yang menghasilkan NPV positif

P2 = nilai persentasi (i) yang menghasilkan NPV negatif

C1 = NPV positif

C2 = NPV negative

17 of 28

Internal Rate of Return

  • Pak Nopember memiliki sebidang tanah yang akan dibangun sebuah usaha yaitu Pabrik Mie. Adapun nilai investasi Pak Nopember adalah Rp.700 juta. Proyek penerimaan sbb

� Berapa IRR Pabrik Mie ini ?

  • Trial error untuk P1 maka dipakai Discount Factor (1/(1+r)n =16 %
  • Didapat PV = Rp.707 di atas nilai investasi Rp.700
  • NPV = PV Cash flow – PV investasi

= Rp.707.27 – Rp.700

= Rp.7.27 🡺 C1 pada P 1 = 16 %

18 of 28

Internal Rate of Return

  • Trial error untuk P2 maka dipakai Discount Factor (1/(1+r)n =17%
  • Didapat PV = Rp.683.88 di bawah nilai investasi Rp.700
  • NPV = PV Cash flow – PV investasi

= Rp.683.88 – Rp.700

= Rp.16.12 🡺 C2 pada P 2 = 17 %

Maka :

IRR = 16 % - 7.27 X = 16 % + (- 0.072 / -23.39) = 16.003 %

17 % - 16 %

-16.12 – 7.27

19 of 28

Modified Internal Rate of Return

  • Modified Internal Rate of Return (MIRR) diciptakan untuk mengatasi kelemahan asumsi dari metode internal rate of return (IRR).
  • Metode ini menggunakan faktor pengurangan sebagai indikator tingkat investasi untuk arus kas bersih masing-masing proyek, sehingga hasil yang diperoleh akan lebih realistis karena didasarkan pada asumsi yang sama.

Dimana:

COF= Kas keluar (investasi)

CIF = Kas inflow (increamental Cashflow)

PV of Cost = nilai kini dari initial cost

PV of Terminal Value = nilai mendatang dari incremental cash flow dengan discount rate.

  • Discount rate pada saat PV of cost = PV of Terminal value sama disebut MIRR

20 of 28

Sebuah PT berinvestasi di Perusahaan pakan ayam

Tahun 0: ($10.000) - modal awal

Tahun 1: $3.000

Tahun 2: $4.000

Tahun 3: $5.000

Tahun 4: $6.000 (nilai terminal)

Asumsikan tingkat diskon (tingkat bunga) untuk reinvestasi arus kas adalah 8% per tahun. Langkah-langkah perhitungan MIRR-nya adalah sebagai berikut:

  1. Hitung nilai masa depan (future value) dari setiap arus kas pada akhir tahun ke-4 dengan menggunakan tingkat diskon 8%:

Tahun 0: ($10.000) x (1 + 8%)^4 = ($12.597,08)

Tahun 1: $3.000 x (1 + 8%)^3 = $3.670,88

Tahun 2: $4.000 x (1 + 8%)^2 = $4.659,04

Tahun 3: $5.000 x (1 + 8%)^1 = $5.440

Tahun 4: $6.000 x (1 + 8%)^0 = $6.480

21 of 28

  1. Hitung nilai sekarang (present value) dari setiap arus kas pada saat tahun 0 dengan menggunakan tingkat diskon 8%:

Tahun 0: ($10.000)

Tahun 1: $3.000 / (1 + 8%)^1 = $2.777,78

Tahun 2: $4.000 / (1 + 8%)^2 = $3.174,60

Tahun 3: $5.000 / (1 + 8%)^3 = $3.820,68

Tahun 4: $6.000 / (1 + 8%)^4 = $4.160,95

22 of 28

  1. Hitung MIRR dengan menghitung tingkat diskon yang membuat total nilai sekarang dari arus kas menjadi sama dengan total nilai masa depan dari arus kas, yaitu:

CF0 = ($10.000)

CF1-CF3 = $2.777,78 + $3.174,60 + $3.820,68 = $9.773,06

CF4 = $6.480

MIRR = (CF4 / -PV(CF1-CF3, r))^(1/4) - 1

= ($6.480 / -PV($9.773,06, 8%))^(1/4) - 1

= 15,89%

23 of 28

Dengan demikian, MIRR investasi ini adalah 15,89%. Hal ini berarti bahwa investasi tersebut menghasilkan tingkat pengembalian sebesar 15,89% per tahun jika kas yang dihasilkan reinvestasi pada tingkat bunga 8% per tahun

24 of 28

Latihan 1

25 of 28

Latihan 2

  1. UR Corporation sedang mempertimbangkan untuk membeli sistem manufaktur berbantuan komputer. Manfaat tunai yang akan diberikan adalah Rp 1 milyar per tahun. Sistem tersebut berharga Rp 6.milyar dan akan bertahan selama delapan tahun. Hitunglah NPV dengan asumsi tingkat diskonto 10 persen. Haruskah perusahaan membeli sistem baru tersebut?

  • Tarno baru saja menginvestasikan Rp1.350 juta pada sebuah restoran yang mengkhususkan diri pada makanan Italia. Dia berharap untuk menerima Rp 217,35 juta per tahun selama delapan tahun ke depan. Biaya modalnya adalah 5,5 persen. Hitunglah tingkat pengembalian internal. Apakah Tarno membuat keputusan yang baik?�

26 of 28

Latihan 3

  1. PT URAI sedang mempertimbangkan investasi dalam peralatan yang mampu memproduksi komponen elektronik dua kali lebih cepat dari teknologi yang ada saat ini. Pengeluaran yang dibutuhkan adalah Rp 2.340 juta. Peralatan tersebut diharapkan dapat bertahan selama lima tahun dan tidak memiliki nilai sisa, arus kas yang diharapkan terkait dengan proyek tersebut adalah sebagai berikut:

Tahun Penerimaan Kas Pengeluaran Kas

1 Rp 3,042 juta Rp 2,340 juta

2 3,042 2,340

3 3,042 2,340

4 3,042 2,340

5 3,042 2,340

27 of 28

Latihan 3

Diperlukan

  1. Hitung periode pengembalian modal proyek.
  2. Hitunglah tingkat pengembalian akuntansi proyek tersebut:
        • Investasi awal
  3. Investasi rata-rata
  4. Hitung nilai bersih sekarang proyek, dengan asumsi tingkat pengembalian yang diperlukan sebesar 10 persen.
  5. Menghitung tingkat pengembalian internal (IRR) proyek

28 of 28

Thank You