1 of 8

2 of 8

Allah�Sumber Pembaruan Relasi dalam Hidup

Bulan Kitab Suci Nasional 2025

3 of 8

Tahun Yubileum

  • Bulla “Spes Non Confundit” : “Bagi semua orang, semoga Yubileum ini menjadi momen perjumpaan pribadi yang sejati dengan Tuhan Yesus, “pintu” keselamatan kita, yang selalu diwartakan oleh Gereja sebagai “pengharapan kita” (SNC 1). 
  • Orang beriman mengharapkan keselamatan (kebangkitan dan kehidupan kekal)
  • Allah mengaruniakan kehidupan kekal melalui Yesus yang mati di kayu salib. 🡺 Yesus = pintu keselamatan manusia.
  • Melewati pintu (Yesus) = percaya kepada Yesus
  • Yang percaya kepada Yesus dipanggil untuk hidup sesuai kehendak Allah (hidup dalam kasih kepada Allah dan kepada sesama)
  • 🡺 mengalami pembaruan hidup (dari hidup yang diwarnai dosa ke hidup yang diwarnai kasih)
  • 🡺 mengalam pembaruan relasi dengan Allah dan dengan sesama

4 of 8

  • Pembaruan hidup : menata hidup menjadi seperti yang dikehendaki oleh Allah
  • Pembaruan relasi dalam hidup: menata relasi dengan Allah dan dengan sesama, seperti dikehendaki oleh Allah 🡺 diwarnai kasih

5 of 8

Allah, Sumber Pembaruan Relasi

  • Allah membebaskan Israel dari perbudakan dan mengangkat mereka menjadi umat pilihan
  • Israel mendapatkan jatidiri baru: UMAT PILIHAN ALLAH
  • Allah memberikan Hukum menjadi pedoman hidup 🡺 Israel hidup sesuai jatidiri, sesuai kehendak Allah
  • Israel tidak setia kepada Allah, tidak hidup sesuai jatidiri (menyembah berhala, tidak adil kepada sesama
  • Allah mengutus para nabi untuk mengingatkan Israel: meninggalkan kejahatan dan dosa, lalu hidup sesuai jatidiri sebagai Umat Allah
  • 🡺 Israel membarui relasi dengan Allah dan dengan sesama

6 of 8

Pembaruan Relasi Dalam Hidup 

  • Seruan yang para nabi untuk memperbarui relasi dalam kehidupan itu berlaku untuk umat Allah sepanjang zaman.
  • Allah mengasihi manusia dan menghendaki manusia hidup dalam kemuliaan abadi bersama dengan Dia (Yoh. 3:16).
  • Allah mengaruniakan Anak Tunggal-Nya untuk membebaskan1manusia dari dosa dan kematian.
  • Orang yang telah mengambil keputusan untuk percaya kepada Allah yang mengasihi manusia ini masuk dalam relasi dengan Allah.
  • Karena Allah telah mengasihi dia, dia pun mengasihi Allah.
  • Orang yang mengasihi Allah, mewujudkan kasih dengan mengasihi sesama (perintah baru, Yoh. 13:14; 15:12).

Kehidupan yang dikehendaki oleh Allah adalah kehidupan yang diwarnai dengan kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama.

7 of 8

Pulang dari Pembuangan

538 SM

Pembangunan Bait Allah

(Selesai 515 SM)

Hidup keagamaan Israel mengalami kemerosotan

Pembaruan Keagamaan

(Nehemia, 445 SM)

ZAHKARIA

Setelah pembangunan BA, TUHAN kembali ke Sion, membawa orang Israel pulang, mereka hidup tenteram

=> Umat perhatikan hidup mereka: bertobat dan berlaku adil

MALEAKHI

Kecaman:

  • imam: tidak persembahkan kurban dengan benar (Mal. 1:7), tidak mengajar yang benar (Mal. 1:6-8)
  • Umat tidak memberikan persembahan => imam dan lewi harus kerja
  • Perceraian, perzinaan, kawin campur.

Serukan pertobatan, ingatkan Israel untuk takut akan Tuhan

  • Zerubabel
  • Mulanya bersemangat
  • Diganggu orang Samaria
  • Pembangunan terhambat
  • Nabi Hag. & Za. menyemangati
  • Neh. 13:10-14: Umat tidak memberi persembahan, Lewi bekerja di ladang, ibadah dilalaikan
  • Neh. 13:15-22: umat mengabakan Hukum Sabat
  • Neh. 13:23-27: perkawinan campur dgn perempuan asing
  • Menarik persembahan dari umat
  • Melarang orang kerja pada Hari Sabat
  • Memulangkan istri/peremp. asing

Zakharia dan Maleakhi

8 of 8

D. BKSN 2025 

Dalam Bulan Kitab Suci Nasional 2025 ini, kita akan belajar mengenai pembaruan hidup dari dua nabi yang berkarya sesudah Pembuangan Babel, yaitu Zakharia dan Maleakhi. 

  1. Pertemuan I: Zakharia menyampaikan seruan pertobatan agar orang Israel meninggalkan tingkah laku mereka yang jahat kembali kepada TUHAN (Za. 1:1-6). 
  2. Pertemuan II: Ia juga menyerukan agar umat Israel beribadah kepada Allah dengan benar dan menunjukkan kasih sayang kepada sesama (Za. 7:1-14). 
  3. Pertemuan III: Maleakhi mengingatkan orang Israel bahwa Allah menghendaki mereka hidup benar di dalam keluarga dengan berlaku setia kepada keluarganya (Mal. 2:10-16). 
  4. Pertemuan IV: Ia juga mengingatkan mereka bahwa Allah berkenan pada orang-orang yang takut akan Dia (Mal. 3:13-18).