1 of 6

A. SEMANGAT DAN KOMITMEN KEBANGSAAN PENDIRI NEGARA

PPKn kelas VIII BAB 6

CIVIC EDUCATION

2 of 6

PERJUANGAN PENDIRI NEGARA

YAITU, Ir Soekarno dan Muhammad Hatta dalam memperjuangakan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Walau masih banyak lagi para pendiri negara yang lainnya.

3 of 6

Ir. SOEKARNO

Presiden pertama Republik Indonesia, nama panggilan Bung Karno, lahir di Belitar, Jawa Timur, 6 Juni 1901 dan meninggal di Jakarta 21 Juni 1970. Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo dan Ibunya Ida Ayu Nyoman Rai.

Masa kecil Soekarno hanya beberapa tahun hidup bersama orang tuanya di Belitar. Semasa SD hingga tamat, beliau tinggal di Surabaya, indekos di rumah haji Oemar Said Tokroaminoto, politisi kawakan pendiri Syarikat Islam. kemudian lanjut sekolah di HBS, lulus tahun 1920, pindah kebandung melanjutkan ke THS yang sekarang ITB. Berhasil meraih gelar Ir pada 25 Mei 1926.

Perjuangan Ir Soekarno didasarkan semangat dan komitmen akan kemerdekaan Indonesia. untuk meraih kemerdekaan, pergerakan perjuangan harus terorganisasi. Maka, bersama temennya pd 4 Juli 1927 mendirikan PNI. Akibat komitmen dan perjuangannya ini Soekarno di jebloskan ke penjara Banceuy, Bandung oleh penjajah.

4 of 6

Penjara, dibuang, dan hidup dalam penderitaan

TIDAK membuat semangat dan tekad Soekarno untuk kemerdekaan dan kejayaan Indonesia surut.

Komitmen untuk hidup berjuang menciptakan perubahan yang lebih baik.

Selama 8 bulan dipenjara, atas tuduhan pemberontakan. Bersama rekan satu pergerakannya yaitu, R. Gatot Mangkoepradja, Maskoen Soemadiredja, dan Soepriadinata. Ruang pengap dan gelap di penjara Banceuy tidak meruntuhkan semangat dan komitmen Ir. Soekarno untuk terus berjuang bagi kemerdekaan Indonesia.

1930 dipindahkan ke penjara sukamiskin, Bandung. Ia menulis Pledoi (pembelaan) yang berjudul Indonesia menggugat, pledoi itu dibacakan di pengadilan kolonil (Lanraad) Bandung. Akbitnya memicu kemarahan belanda lagi. Hingga akhirnya PNI di bubarkan pada Juli 1930.

berselang dari pada itu Soekarno di bebaskan dan mengikuti Partindo sebagai gantinya karena PNI dibubarkan, namun hal itu juga memaksa Soekarno kembali ditangkap belanda dan kemudian diasingkan ke Flores dan 4 tahun kemudian ia dibuang ke Bengkulu dan dibebaskan pada 1942 menjelang kedatangan penjajah Jepang.

5 of 6

Mohammad Hatta

Lahir di Bukttinggi, 12 Agustus 1902. Moh Hatta merupakan wakil presiden pertama Indonesia.

Kiprahnya di bidang politik dimulai saat ia terpilih menjadi bendahara Jong Sumatera Bond 1916 wilayah padang. Sampai pada tahun 1921, Hatta menetap di Rotterdam, Belanda dan bergabung dengan sebuah perkumpulan pelajar tanah air di Belanda, Indische Vereeniging.

Selang beberapa lama perkumpulan tersebut berubah nama menjadi Perhimpunan Indonesia (PI). Di perhumpunan Indonesia, Hatta mulai meniti karir di jenjang politiknya sebagai Bendahara pada tahun 1922 dan menjadi ketua pada tahun 1925.

pada 1927, Hatta bergabung dengan liga menentang imperialism dan kolonialisme di Belanda. Aktivitas politik Hatta pada organisasi ini menyebabkan dirinya ditangkap tentara belanda rekannya sebelum akhinya dibebaskan setelah ia berpidato dengan pidato pembelaan berjudul: INDONESIA FREE

Selanjutnya, pada tahun 1932, Hatta kembali ke Indonesia. September 1932, Bung Hatta berjumpa Bung Karno untuk pertama kalinya. Pada 1933, Seokarno diasingkan ke Ende, Flores. Aksi ini menuai reaksi keras Hatta. Ia mulai menulis mengenai pengasingan Soekarno pada berbagai media. Hal ini memicu Kolonial Belanda yang selanjutnya diasingkan ke Digul, Papua.

Tahun 1935 pergantian pemerintahan Kolonial Belanda, Hatta dan Sjahrir dipindah lokasikan ke Bandaneira. Setelah 8 tahun diasingkan, Hatta dan sjahrir dibawa kemabli ke sukabumi pada tahun 1942. Selang satu bulan, pemerintah Kolonial Belanda menyerah pada Jepan. Pada saat itulah, Hatta da Sjahrir dibawa ke Jakarta.

Setelah Agresi Militer II tanggal 19 Desember 1948, Soekarno dan Hatta ditangkap dan diasingkan ke Giri Sasana Menumbing, di Muntok, Kabupaten Bangka Barat.

Pada tanggal 14 Maret 1980, Hatta wafat di RSUD dr. Cipto Mangunkusumo. Karena perjuangannya untuk negara Hatta mendapatkan tanda kehormatan tertinggi “Bintang Republik Indonesia Kelas I” yang diberikan Soeharto.

6 of 6

Terima kasih

Semangat dan Komitmen kebangsaan bukan hanya ditunjukkan oleh Soekarno dan Moh. Hatta. Banyak tokoh pendiri negara lainnya yang memiliki semangat dan komitmen kebangsaan yang kuat.