Perjuangan� Mempertahankan Kemerdekaan
PERIODE 1945 - 1950
Analisis Sejarah Indonesia Bab 1
Proklamasi 17 Agustus 1945
Indonesia memproklamasikan kemerdekaan, namun ini bukanlah akhir perjuangan, melainkan awal dari fase krusial pembentukan negara.
Tantangan Kedaulatan
Belanda (melalui NICA) ingin kembali berkuasa. Bangsa Indonesia harus mempertahankan kemerdekaan melalui jalur Fisik dan Diplomasi.
Konteks Sejarah
18 Agustus 1945
Mengesahkan UUD 1945, Memilih Soekarno-Hatta sebagai Presiden & Wapres.
19 Agustus 1945
Pembagian 8 Provinsi & Pembentukan 12 Kementerian Departemen.
22 Agustus 1945
Pembentukan KNI, PNI (Partai), dan BKR (Badan Keamanan Rakyat).
Pembentukan Pemerintahan (Sidang PPKI)
KNIP
Komite Nasional Indonesia Pusat. Awalnya pembantu Presiden, kemudian diberi hak legislatif (Maklumat Wapres No. X).
BKR ke TKR
Badan Keamanan Rakyat bertransformasi menjadi Tentara Keamanan Rakyat (5 Okt 1945) untuk menghadapi ancaman sekutu.
Kabinet
Perubahan dari Sistem Presidensial ke Parlementer (Nov 1945) dipimpin oleh Sutan Sjahrir sebagai Perdana Menteri.
Fondasi Institusi Negara
Kedatangan AFNEI
"Merdeka atau Mati!"
Pasukan Sekutu (AFNEI) datang untuk melucuti tentara Jepang.
NICA (Belanda) membonceng sekutu dengan niat menegakkan kembali kekuasaan Hindia Belanda.
Memicu "Revolusi Sosial" di berbagai daerah (pergolakan anti-feodal dan anti-kolonial).
Insiden Bendera di Hotel Yamato Surabaya.
Awal Revolusi & Kedatangan NICA
Pertempuran Surabaya
10 November 1945
Puncak perlawanan rakyat Indonesia terhadap ultimatum Inggris.
Dipimpin oleh Bung Tomo dengan pidato yang membakar semangat "Resolusi Jihad".
Peristiwa ini menjadi simbol Hari Pahlawan karena besarnya pengorbanan rakyat.
Palagan Ambarawa
Des 1945
Taktik "Supit Urang" Jenderal Soedirman berhasil memukul mundur sekutu. Simbol soliditas TKR dan rakyat.
Bandung Lautan Api
Maret 1946
Strategi "Bumi Hangus" oleh TRI dan rakyat Bandung Selatan untuk mencegah sekutu memanfaatkan kota sebagai basis militer.
Perjuangan Bersenjata di Jawa
Medan Area
Perlawanan terhadap batas wilayah yang dipasang sepihak oleh Sekutu ("Fixed Boundaries Medan Area").
Puputan Margarana
Bali (Nov 1946). Pasukan I Gusti Ngurah Rai melakukan perang habis-habisan (Puputan) melawan Belanda.
Peristiwa Makassar
Perlawanan Wolter Monginsidi dan rakyat Sulawesi Selatan menghadapi kekejaman pasukan Westerling.
Perlawanan di Berbagai Daerah
Perjanjian Linggarjati (1946)
Upaya diplomasi pertama yang diakui secara internasional.
Isi Pokok:
Belanda mengakui secara de facto wilayah RI: Jawa, Sumatera, dan Madura.
RI dan Belanda membentuk Negara Indonesia Serikat (RIS).
Dampak: Menimbulkan pro-kontra di dalam negeri, namun memberi waktu konsolidasi bagi RI.
Jalur Diplomasi Awal
Agresi Militer I (1947) | Perjanjian Renville (1948) |
Belanda melanggar Linggarjati. Menyerang wilayah RI untuk menguasai sumber daya ekonomi (Perkebunan & Minyak). | Dilakukan di atas kapal USS Renville. Wilayah RI semakin sempit (Hanya Yogyakarta & sebagian kecil Jawa Tengah/Timur). |
Reaksi Dunia: PBB turun tangan membentuk KTN (Komisi Tiga Negara). | Garis Van Mook: Garis demarkasi yang merugikan posisi militer Indonesia. TNI harus hijrah dari kantong gerilya. |
Agresi Militer I & Perjanjian Renville
Agresi Militer II (Des 1948)
Belanda menyerang Yogyakarta dan menawan Soekarno-Hatta. Tujuannya menghapus RI dari peta.
PDRI (Pemerintahan Darurat RI)
Syafruddin Prawiranegara membentuk pemerintahan darurat di Bukittinggi, Sumatera. Menunjukkan bahwa Pemerintahan RI Masih Ada.
Perang Gerilya & PDRI
Pembuktian kepada dunia bahwa TNI masih kuat dan utuh.
6
Jam Menguasai� Yogyakarta
Membuka Mata� Dunia (PBB)
Pukulan Telak� Politik Belanda
Serangan Umum 1 Maret 1949
Diplomasi Akhir
Konferensi Meja Bundar (KMB)
Den Haag, 1949. Puncak diplomasi Indonesia.
27 Desember 1949: Penyerahan Kedaulatan.
•
Belanda mengakui kedaulatan kepada RIS (Republik Indonesia Serikat).
•
Masalah Irian Barat ditunda 1 tahun.
•
RIS harus menanggung hutang Hindia Belanda.
Ketidakpuasan Rakyat
Bentuk negara federal (RIS) dianggap sebagai warisan kolonial untuk memecah belah bangsa (divide et impera). Rakyat menuntut kembali ke Negara Kesatuan.
Mosi Integral Natsir
3 April 1950
Moh. Natsir mengajukan mosi di parlemen RIS untuk membubarkan negara-negara bagian dan menyatu kembali dalam NKRI. Diresmikan 17 Agustus 1950.
Dari RIS Kembali ke NKRI
Sesi Tanya Jawab
Diskusikan Analisis Sejarah Perjuangan 1945-1950
https://cdn.observerid.com/2020/11/Screen-Shot-2020-11-14-at-16.33.51-473x580.png
Source: observerid.com
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/e7/Sudirman.jpg/1152px-Sudirman.jpg
Source: en.wikipedia.org
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/5/52/Ronde_Tafel_Conferentie_%2C_slotzitting_in_Ridderzaal%2C_duplikaat_overzicht%2C_Bestanddeelnr_903-6872.jpg
Source: gor.wikipedia.org
Image Sources