1 of 8

BEKERJA DENGAN HATI

MINGGU 4

Efesus 6:5–8

2 of 8

Jika Kolose menekankan Tuhan sebagai Bos kita, Efesus menekankan sikap hati dalam bekerja. Paulus menulis kepada hamba-hamba agar mereka taat bukan karena terpaksa, tetapi dari hati yang mengasihi Kristus. Di era di mana banyak orang bekerja hanya untuk konten, pencitraan, dan validasi, firman ini menegur kita untuk kembali kepada integritas hati.

Apa yang nats ini ajarkan tentang bekerja dengan hati?

3 of 8

MELAYANI DENGAN HORMAT DAN KETULUSAN

(ay. 5)

“Taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut dan gentar, dan dengan tulus hati, sama seperti kamu taat kepada Kristus.” Bekerja dengan hati dimulai dari sikap hormat – hormat kepada atasan, rekan kerja, dan pekerjaan itu sendiri.

4 of 8

Orang yang bekerja dengan hati tidak meremehkan pekerjaan, tidak merendahkan pemimpin, dan tidak bekerja dengan bersungut-sungut.

Ketulusan hati membuat kita melakukan yang terbaik bahkan untuk hal-hal kecil.

Tuhan melihat hati, bukan hanya hasil akhir.

5 of 8

TIDAK BEKERJA UNTUK PENCITRAAN

(ay. 6)

“Jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan hati orang, tetapi sebagai hamba-hamba Kristus yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah.” Inilah penyakit generasi yang haus validasi: bekerja hanya saat dilihat, rajin hanya saat difoto/terekam CCTV.

6 of 8

Integritas kerja Kristen diuji saat tidak ada yang melihat. Apakah kita tetap jujur dalam laporan? Tetap rajin saat bos tidak di kantor? Tetap setia saat tidak ada yang memuji?

Tuhan memanggil kita keluar dari mentalitas pencitraan menuju mentalitas pengabdian.

Pekerja yang tulus tidak butuh panggung, karena ia tahu surga sedang menyaksikannya.

7 of 8

MELAYANI SEPERTI UNTUK TUHAN

(ay. 7-8)

“Yang dengan rela menjalankan pelayanannya seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia.” Kata ‘rela’ berarti dengan sukacita dan kerelaan hati, bukan dengan terpaksa.

8 of 8

Ketika kita mengubah mindset dari ‘bekerja untuk manusia’ menjadi ‘melayani Tuhan’, pekerjaan yang membosankan menjadi ibadah yang menyenangkan.

Dan ayat 8 menjanjikan bahwa kebaikan apa saja yang kita perbuat, Tuhan akan membalaskannya.

Jangan tunggu pekerjaan yang ideal untuk melayani Tuhan dengan maksimal. Muliakan Tuhan melalui pekerjaan yang ada padamu hari ini.