PENGANTAR WEB SCIENCE
- DESSY TRI ANGGRAENI -
WEB, INTERNET,
DAN DAMPAK EKONOMI
Dunia internet, terutama web telah mengalami alih fungsi yang signifikan. Awal teknologi internet dan web digunakan untuk kepentingan militer. Kemudian berkembang untuk kebutuhan publikasi dan media, seperti email, berita online, company profile, web marketing, dll. Setelah itu, internet dan web mulai digunakan sebagai media dalam bersosialisasi (media social). Hingga kini web dan internet menjadi pilar penting dalam bidang ekonomi.
Bahkan untuk mengantisipasi perkembangan internet dan web, pemerintah Indonesia secara khusus mengeluarkan peraturan untuk mempercepat pengembangan ekonomi digital melalui “Kerangka Nasional Ekonomi Digital”.
Hal ini membuktikan bahwa masa depan ekonomi ada pada ekonomi digital, yang salah satu pilar pentingnya adalah teknologi internet dan web.
Ekonomi
Ekonomi
Ekonomi adalah studi tentang bagaimana individu, bisnis, dan masyarakat mengalokasikan sumber daya terbatas untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka. Bidang ekonomi mempelajari perilaku manusia dalam konteks produksi, distribusi, dan konsumsi barang dan jasa.
Ekonomi melibatkan analisis tentang bagaimana keputusan ekonomi dibuat, seperti bagaimana harga ditentukan, bagaimana pasar bekerja, dan bagaimana kebijakan pemerintah mempengaruhi kegiatan ekonomi. Sehingga studi tentang ekonomi tidak bisa dilepaskan dari bidang lain seperti politik, keamanan, transportasi, sosial, dan lain-lain.
Ekonomi Digital
Ekonomi digital merujuk pada aspek ekonomi yang terkait dengan penggunaan teknologi digital, terutama internet, dalam kegiatan ekonomi. Ini melibatkan penggunaan teknologi digital untuk menciptakan, mentransfer, dan mengelola sumber daya.
Ekonomi digital mencakup berbagai bidang dan fenomena, termasuk e-commerce (perdagangan elektronik), fintech (teknologi keuangan), layanan daring (online), platform digital, pertukaran mata uang kripto, big data, dan kecerdasan buatan.
Ekonomi digital melibatkan penggunaan teknologi digital dalam proses produksi, distribusi, pemasaran, dan konsumsi barang dan jasa.
Ekonomi Digital
Pasca Covid-19, pemerintah menyadari bahwa The Next Big Thing adalah Ekonomi Digital. Dimana, teknologi digital benar-benar menjadi salah satu pilar penting ekonomi hari ini dan di masa yang akan datang.
Untuk mendukung percepatan ekonomi digital, pemerintah melalui Kementerian Perekonomian membuat Kerangka Nasional Ekonomi Digital.
Melalui peraturan ini diharapkan semua lini dapat bekerjasama untuk menciptakan iklim ekonomi digital yang kondusif.
Ekonomi Digital
Kerangka Ekonomi Digital Nasional ini mengerucut pada tiga pilar yaitu :
Ekonomi vs Bisnis
Ekonomi dan bisnis sering disalahartikan sebagai satu entitas yang sama, akan tetapi sejatinya berbeda.
Ekonomi adalah segala hal yang merujuk kepada keseluruhan proses produksi, distribusi, dan konsumsi masyarakat. Sedangakn bisnis adalah bidang ekonomi yang fokus proses mencari keuntungan, baik dari salah satu proses produksi, distribusi, maupun konsumsi, mauapun gabungan dari beberapa proses ekonomi.
Secara lingkup, ekonomi mencakup keseluruhan sistem, termasuk sistem politik, kebijakan di suatu wilayah, negara, bahkan dunia. Sedangkan bisnis hanya terfokus pada satu entitas perusahaan, termasuk manajemen, sumber daya, pemasaran, keuangan, dll.
Bisnis adalah bagian dari ekonomi, yang turut menggerakan roda perekonomian.
Bisnis Digital
Bisnis digital, juga dikenal sebagai e-business, mengacu pada segala jenis kegiatan bisnis yang dilakukan melalui platform digital dan internet. Ini melibatkan penggunaan teknologi digital untuk menghubungkan perusahaan dengan pelanggan, mitra bisnis, dan proses internal.
Bisnis digital mencakup berbagai model bisnis, termasuk e-commerce (penjualan produk atau layanan secara online), layanan digital, aplikasi mobile, media sosial, pemasaran digital, dan banyak lagi.
Contoh :�E-Commerce, seperti Tokopedia dan Bukalapak yang melakukan kegiatan penjualan/distribusi barang melalui platform digital baik web maupun mobile.
WEB SEBAGAI
CORE BUSINESS (BISNIS INTI)
Core Business (Bisnis Inti)
Core Business (bisnis inti) adalah kegiatan utama dalam sebuah bisnis yang diharapkan memberikan keuntungan pada perusahaan.
Sebelum masa Covid-19, kebanyakan perusahaan menempatkan unit IT (khususnya internet dan web) hanya sebagai support business. Akan tetapi pada masa Covid-19 banyak start-up yang muncul dengan IT (khususnya internet dan web) sebagai core business.
�Contoh :�Facebook, Instagram, PayPal, Alibaba, Amazon, Youtube,�Tokopedia, Gojek, OVO, Bank Digital, dll.
E-Commerce
E-commerce adalah singkatan dari "electronic commerce" yang mengacu pada kegiatan jual beli barang dan jasa yang dilakukan secara elektronik melalui internet. Ini melibatkan proses penjualan, pembelian, dan pertukaran informasi komersial antara penjual dan pembeli melalui platform online.
Dalam e-commerce, transaksi bisnis dilakukan secara virtual, dengan menggunakan situs web e-commerce, aplikasi mobile, atau platform elektronik lainnya. Pelanggan dapat menjelajahi dan memilih produk atau layanan yang mereka inginkan, melakukan pembayaran secara online, dan menerima pengiriman barang melalui jasa pengiriman.
E-Commerce
Beberapa kelebihan E-Commerce yang tidak bisa disaingi model tradisional :
E-Commerce
Model bisnis E-Commerce sama seperti model bisnis tradisional, meliputi : B2B, B2C, C2B, C2C, B2G.�
Contoh platform E-Commerce :
Dimiliki oleh satu entitas bisnis yang melakukan penjualan kepada consumen.�Contoh : Lazada, Bhineka.com, Amazon, Zalora
Didalamnya terdapat banyak entitas bisnis dan konsumen.�Contoh : Tokopedia, Bukalapak, Blibli (awalnya Toko Online), Shopee, Go-Food, Grab-Food, iStockphoto.com, dll.
Menawarkan produk jasa�Contoh : sribulancer.com, freelancer.co.id
Infrastruktur Web
Infrastruktur Web juga dapat dijadikan sebagai Core Business itu sendiri. Misalnya penyediaan layanan Cloud, Data Center, Telekomunikasi, Internet Service Provider, dll.�
Bidang layanan Cloud, dibadi menjadi tiga yaitu:
dimana perusahaan menjual layanan software saja secara cloud. Seperti : Office 365, Web Hosting (Niaga Hoster, Dewa Web, RumahWeb, dll), Google Workspace (Google Drive, Google Docs, Gmail, dll), Zoom, DropBox, SAP, dll.
Infrastruktur Web
2. Platform as a Service
Dimana perusahaan menjual layanan berupa platform untuk bekerja. User bisa mengcustomize aplikasi di dalamnya. Contoh : Microsoft Azure (menyediakan Azure App Service untuk pengembangan aplikasi dan web, Azure SQL Databases untuk pengembangan database, dll), Google Cloud Platform, IBM Cloud Platform, dll.
3. Infrastructur as a Service
Dimana perusahaan menjual layanan berupa penyewaan infrastruktur server. Disini konsumen bisa menyewa server dengan spesifikasi memory, processor, storage, yang diinginkan. �Contoh : Amazon Web Services (AWS), Google Cloud Compute Enginer, Microsoft Azure Virtual Machine, dll
Pengembangan Software/Aplikasi
Selain infrastruktur, pembuatan website dan web services juga bisa dijadikan core business. Dengan semakin banyaknya website, jasa pembuatan website juga semakin banyak. Hal ini bisa dimanfaatkan sebagai ladang bisnis.
Saat ini jasa pembuatan website bisa dikategorikan menjadi dua yaitu :
Financial Technology
Fintech adalah singkatan dari financial technology (keuangan teknologi ), yaitu industri yang menggunakan teknologi digital untuk memberikan layanan keuangan yang inovatif, efisien, dan mudah digunakan.
Fintech mencakup berbagai macam aplikasi dan platform, termasuk perbankan digital, pembayaran elektronik, investasi online, pinjaman peer-to-peer, asuransi digital, manajemen keuangan pribadi, dan banyak lagi.
Contoh Fintech :
Bank Digital
Bank Digital adalah bagian dari FinTech. Kegiatan pada Bank Digital sebagian besar dilakukan secara digital, tanpa ada interaksi antar manusia. Bank Digtial tidak perlu memiliki Bank Cabang, Pegawai, Mesin ATM, dll, sehingga Bank Digital dapat melakukan efisiensi yang signifikan dibanding Bank Konvensional.
Bank Digital berbeda dengan aplikasi Mobile Banking. Bank Digital, seluruh transaksinya dilakukan secara digital. Sedangkan Aplikasi Mobile Banking hanya mendigitalisasi kegiatan konvensional.
Saat ini Bank Digital masih dalam proses adaptasi. Masyarakat belum terbiasa dan masih ada isu terkait jaminan keamanan.
Contoh Bank Digital : �Sea Bank, Allo Bank, Bank Jago, Jenius by BTPN, dll
Hiburan
Dunia hiburan juga terdistrupsi dengan adanya teknologi internet dan web. Selain media social, platform-platform hiburan juga bermunculan.
Beberapa contoh platform hiburan yang mengandalkan teknologi internet dan web sebagai core business nya adalah :
Film dan Video : Netflix, Disney +, Vidio, Youtube Premium,
Lagu : Spootify, Joox, langitmusik,
Podcast : Noice
WEB SEBAGAI
SUPPORT SYSTEM DALAM BUSINESS
Web Sebagai
Support System
Support System adalah sistem yang digunakan sebagai penunjang Bisnis Utama. Support System tidak secara langsung menghasilkan “laba” untuk perusahaan. Akan tetapi tetap berkontribusi terhadap “laba” perusahaan.
�Contoh :�Perusahaan kontraktor Wijaya Karya (WIKA), core businessnya adalah konstruksi. Akan tetapi WIKA memiliki website yang digunakan sebagai media promosi dan publikasi. Website ini tidak menghasilkan laba secara langsung terhadap WIKA. Akan tetapi bisa jadi customer menjadi mitra berkat informasi dari Website tersebut.
Media Pemasaran dan publikasi
Saat ini website dan media social sudah umum digunakan sebagai media pemasaran sebuah perusahaan. Website dipilih karena murah, mudah, dan dapat menjangkau pasar yang luas.
Setiap perusahaan saat ini, umumnya memiliki website “company profile” yang digunakan sebagai media pemasaran dan publikasi.
Beberapa website bahkan dibuat khusus untuk melakukan pemasaran, seperti :�rumah123.com => untuk memasarkan rumah
Agar website ini mudah dicari pada mesin pencarian, maka terdapat strategi Search Engine Optimation (SEO), Pay per Click, dll.
Media Pemasaran
Media social juga berperan besar dalam bidang pemasaran. Media social menjadi bidang baru yang sangat “tepat” dalam melakukan pemasaran.
Berbagai bentuk pemasaran di media social antara lain :
E-Banking
E-Banking adalah digitalisasi dari proses konvensional di perbankan. Melalui E-Banking nasabah dapat melakukan berbagai aktifitas perbankan secara terbatas. Artinya tidak semua aktifitas bisa dilakukan melalui aplikasi/web e-banking.
Contoh aktifitas yang bisa dilakukan antara lain : melihat informasi saldo, transfer, pembayaran, dll. Contoh aktifitas yang tidak bisa dilakukan antara lain : pembukaan rekening (beberapa bank sudah bisa), pembuatan kartu ATM, terintegrasi secara langsung dengan platform lain, dll.
E-Banking
E-Banking dan Bank Digital adalah dua hal yang berbeda. E-Banking adalah produk dari Bank Konvensional, yang mana masih ada aktifitas fisik perbankan nya, masih ada kantor fisiknya (kantor pusat, kantor cabang, dll). Sedangkan bank digital, sepenuhnya dilakukan secara digital, tanpa ada aktifitas fisiknya (termasuk tidak ada kantor cabang).
Akan tetapi kita tidak tahu ke depannya, apakah akan tetap bertahan seperti sekarang ini, atau akan beralih ke bank digital sepenuhnya.
Pelatihan
Pelatihan dan seminar-seminar juga mengalami disrupsi seiring berkembangnya internet dan web. Sejak hadirnya media seperti Zoom dan Google Meet, aktifitas pelatihan yang biasanya dilakukan secara fisik, saat ini bisa dilakukan secara virtual ataupun gabungan (hybrid).
Hal ini membuat lembaga pelatihan menjadi lebih efisien dan dapat menjangkau lebih banyak orang.
SI dalam perusahaan
Internet dan Web juga menjadi penopang Sistem Informasi di banyak perusahaan.
Aktifitas keuangan, akuntansi, supply chain management, dll di dalam perusahaan juga banyak ditopang aplikasi komputer berbasis web.
Contoh ERP yang terkenal adalah :�SAP, Oracle Net Suite, dll.
DAMPAK EKONOMI
TEKNOLOGI WEB
Disrupsi Bisnis dan Ekonomi
Teknologi Internet dan Web telah mendistrupsi berbagai lini bisnis dan mempengaruhi perekonomian di seluruh dunia. Disrupsi ini membuat beberapa bidang pekerjaan hilang yang berakibat pada meningkatnya jumlah pengangguran. Tapi di sisi lain juga menghadirkan banyak kesempatan baru.
Beberapa bidang pekerjaan yang terancam antara lain :
Call Center, digantikan Chat Bot
Admin/Operator, digantikan otomatisasi system
Pekerja pabrik, digantikan robot
Beberapa bidang baru yang dibutuhkan :
Engineer di bidang data, data enginer, IoT, dll
Business Analyst
Influencer, Content Creator, dll
Keuntungan di bidang ekonomi
Resiko
ada pertanyaan
?
Referensi
�https://aderoni.com/pemrograman/pengertian-dan-struktur-dasar-html/
https://frieyadie.web.id/struktur-navigasi-pada-website/
https://www.niagahoster.co.id/blog/struktur-website-seo/
https://support.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2017/03/Modul-Pelatihan-Pengembangan-Website.pdf
https://www.instacap.co/post/how-to-annotate-a-website