1 of 9

BAB 16 �PEMENTASAN TEATER �BERDURASI PENDEK

2 of 9

PRA PEMENTASAN

  1. Persiapan pekerjaan roduksi
  2. Pemimpin produksi melaksanakan koordinasi dengan seluruh tim tentang persiapan pementasan, menyusun rencana dan jadwal produksi serta melakukan kontrol pelaksnaan kerja yang berhubungan dengan produksi.
  3. Sekretaris menyusun dan menyediakan suarat-surat yang di perlukan untuk produksi teater.
  4. Melaksanakan kerja pembukuan pendanaan yang di perlukan.
  5. Seksi dokumentasi membuat perencanaan kebutuhan bahan dan peralatan dokumentasi yang di perlukan serta melaksanakan dokumentasi proses produksi dan proses artistik.
  6. Seksi publikasi merancang media publikasi yang akan di gunakan serta melaksanakan publikasi secara audio maupun visual.
  7. Seksi pendanaan merencanakan pencaian sumber dana yang di butuhkan serta meyakinkan calon penyandang dana.
  8. House manager melaksanakan koordinasi dengan seksi-seksi yang di bawahnya.
  9. Seksi keamanan merencanakan dan melaksanakan pekerjaan keamanan.
  10. Seksi konsumsi merancanakan dan mengadakan konsumsi sebelum maupun sesudah pementasan.
  11. Seksi transportasi mendata kebutuhan transportasi serta berkoodinasi dengan house manager.
  12. Ticketing merancang dan mencetak tiket yang akan di jual serta melaporkan hasil penjualan tiket dan menyerahkan dananya kepada seksi pendanaan.
  13. Penanggung jawab gedung bertanggung jawab untuk memersiapkan ruang latihan dan gedung pementasan serta menjaga kebersihan dan kenyamanan ruang tersebut.

3 of 9

  1. Persiapan pekerjaan artistik
  2. Penguasaan lakon

Penguasaa ini di lakukan dengan cara menganalisis naskah lakon yang kamu pilih. Unsur lakon yaitu struktur lakon dan tekstur lakon. Analisis naskah lakon dapat di lakukan dengan cara:

  1. Mencari tema dari lakon yang akan di mainkan
  2. Mencari plot dari lakon yang akan di mainkan
  3. Mencari latar cerita atau setting cerita lakon berlangsung
  4. Mencari penokohan yang ada dalam naskah lakon tersebut

4 of 9

  1. Penguasaan peran

Langkah kerja untuk dapat menguasai dan menghayati peran yang akan di mainkan antara lain:

  1. Mengumpulkan tindakan pokok peran.
  2. Mengumpulkan sifat dan watak peran dengan cara menganalis sifat dan watak peran dalam naskah lakon.
  3. Mencari penonjolan karakter peran dengan cara mencari bagian-bagian naskah yang memungkinkan untuk di tonjolkan karakter dari pean tersebut.
  4. Mencari makna dialog dari peran yang akan di mainkan.
  5. Menciptakan gerakan-gerakan dan ekspresi peran
  6. Menemukan timing gerak maupun dialog yang tepat.
  7. Mempertimbangkan teknik pengucapan dialog peran.
  8. Merancang garis pemeranan yang akan di mainkan sehingga mengalami perkembangan menuju titik klimaks
  9. Mengkompromikan rancangan peran yang akan di mainkan dengan sutradara.
  10. Menciptakan bisnis akting dan bloking yang mendukung gambaran peran yang di mainkan.
  11. Menghidupkan peran melalui imajinasi dengan cara menggambarkan eran mulai dari penampilan fisik yang di ciptakan dengan jelas.

5 of 9

  1. Penguasaan artistik
  2. Pimpinan artistik : memimpin dan mengkoordinasi pekerjaan yang bersifat keartistikan serta membahas rencana artistik dan pembagian kerja.
  3. Stage manager : mendata kebuthan artistik, merancang dan membuat jadwal acara selama pementasan serta berkoordinasi dengan seluruh kru yang bekerja. Selain itu membuat aturan dan tata cara keluar masuknya barang yang ada di panggung.
  4. penata panggung: merancang dan menyediakan barang yang di butuhkan untuk menata panggung pada waktu pementasan.
  5. Penata kostum atau busana: merancang dan menyediakan barang yang di butuhkan untuk menata kostum pada waktu pementasan.
  6. Penata rias : merancang dan menyediakan barang serta melaksanakan pekerjaan penata rias.
  7. Penata cahaya: merancang dan menyediakan barang yang di butuhkan untuk menata cahaya.
  8. Penata bunyi dan suara: meancang dan menyediakan barang yang di butuhkan.
  9. Penata musik dan sound: merancang dan menyediakan barang yang di butuhkan untuk menata musik dan sound.

6 of 9

PEMENTASAN

  1. Tim produksi
  2. Pimpinan produksi: mengontrol terlaksananya pementasan serta menyelesaikan masalah yang terkait di bidang produksi.
  3. Sekretaris: mencatat serta mengarsipkan segala dokumen yang berhubungan dengan roduksi pementasan.
  4. Bendahara: mengelola pendanaan yang ada baik dana keluar maupun dana masuk.
  5. Tim dokumentasi: melaksanakan pendokumentasian pementasan maupun acara yang sedang berlangsung.
  6. Seksi pendanaan: bekerja sama dengan ticketing dan bendahara dalam mengelola dana yang ada.
  7. Tim ticketing: menjual tket pada pennton.
  8. Seksi konsumsi: menyiapakan konsumsi sesuai dengan kebutuhan.
  9. Seksi keamanan: melaksanakan tugasnya baik dalam gedung maupun luar gedung peentasan serta mengatur kenyamanan dalam hal parkir kendaraan penonton.
  10. Seksi gedung mengontrol kenyamanan penonton dan pemain.
  11. Seksi transportasi:menyediakan transportasi jika di perlukan

7 of 9

  1. Tim artistik
  2. Sutradara mengawasi jalannya pementasan.
  3. Pemeran melaksanakan permainan peran sesuai yang di mainkan.
  4. Penata panggung dan kru mengontrol penataan panggung termasuk pergantian setting sesuai dengan rancangan yang telah di sepakati dengan sutradara.
  5. Penata cahaya bertanggung jawab terhadap pencahayaan dan menata sumber cahaya sesuai dengan rencana.
  6. Penata kostum melaksanakan penataan kostum pameran sebelum pementasan di mulai serta memperbaiki ulang apabila terjadi kerusakan kostum pada waktu pementasan.
  7. Penata rias melaksanakan penata rias pameran sebelum pementasan di mulai serta memperbaiki jika terjadi kerusakan.
  8. Penata bunyi dan suara bertanggung jawab terhadap bunyi dan suara agar enak dan nyaman di dengar oleh penonton serta mengatur dan menginstalasi sumber bunyi dan suara yang telah di rencanakan.
  9. Penata musik dan sound melaksanakan evaluasi kerja produksi, kerja artistik, serta menyusun laporan kerja sesuai bidang kerja.

8 of 9

PASCA PEMENTASAN

  • Evaluasi kerja di lakukan setelah pementasan selesai. Dalam pelaksanaan ini semua anggota tim menyamaikan kendala dan tantangan yang di hadapi selama menyiapakan pementasan dan pada wakt pementasan. Evaluas ini tidak saling menyalahkan tetapi memberikan solusi jika akan mengadakan pementasan teater lagi. Menyamaikan laporan kerja setiap bidang kerja yang merupakan bentuk pertanggung jawaban kerja yang telah dilaksanakan. Hasil evaluasi kerja akn menjadi catatan bersama dan media belajar jika menghadapi masalah yang sama di kemudian hari.
  • Evaluasi pementasan di lakukan dengan cara melihat kekurangan dan kelebihan dari pementasan yang telah di gunakan. Evaluasi ini di wujudkan dalam sebuah tulisan yang bisa di baca seluruh tim pementasan. Evaluasi ini di gunakan untuk memerbaiki pementasan yang akan datang.

9 of 9

  • Sekian