PEMBAHASAN
01
PENGERTIAN PEMANASAN GLOBAL
02
PENYEBAB PEMANASAN GLOBAL
03
DAMPAK PEMANASAN GLOBAL
04
CARA MENGATASI PEMANASAN GLOBAL
PENGERTIAN PEMANASAN GLOBAL
01
Pemanasan Global
Pemanasan global atau global warming adalah ketidakseimbangan ekosistem di bumi akibat terjadinya proses peningkatan suhu rata – rata atmosfer, laut dan daratan di bumi.
Pemanasan global merupakan suatu proses yang ditandai dengan naiknya suhu atmosfer, laut dan daratan. Atmosfer bumi terdiri atas bermacam – macam gas dengan fungsi yang berbeda – beda.
Kelompok gas alamiah yang secara alamiah menjaga suhu permukaan bumi tetap hangat disebut dengan istilah “ gas rumah kaca “ yang meliputi uap air dan karbondioksida. Gas rumah kaca yang paling banyak meningkat adalah metana, nitrogen, oksida dan CFC. Sebenarnya gas – gas tersebut berfungsi mengatur suhu permukaan bumi agar tetap hangat untuk didiami.
Tetapi jika jumlahnya semakin banyak, maka semakin banyak pula radiasi IM yang akan dipancarkan ke arah permukaan bumi dan menyebabkan suhu permukaan bumi semakin meningkat.
Suhu rata – rata permukaan bumi telah meningkat 0,74 + 0,18° selama seratus tahun terakhir. IPCC (Intergovernal Panel on Climate Change) menyatakan bahwa meningkatnya konsentrasi gas – gas rumah kaca disebabkan oleh aktivitas manusia yang berasal dari karbondioksida yang merupakan hasil emisi pembakaran bahan bakar fosil.
EMISI GAS RUMAH KACA BERDASARKAN SEKTOR
PENYEBAB �PEMANASAN GLOBAL
02
1. KONSUMSI ENERGI BAHAN BAKAR FOSIL
Bahan bakar fosil mengandung karbon, sehingga pembakaran karbon pastilah menghasilkan gas rumah kaca yaitu karbondioksida.
Gas rumah kaca yang dibuang ke atmosfer berkaitan dengan gaya hidup dan jumlah penduduk.
2. SAMPAH ORGANIK
Sampah organik adalah sampah yang dapat mengalami pelapukan, misalnya daun, sayur, buah – buahan, kertas dan kayu.
Sampah organik menghasilkan gas rumah kaca yaitu metana yang diperkirakan bahwa 1 ton sampah organik menghasilkan 50 kg gas metana.
3. KERUSAKAN HUTAN
Salah satu fungsi tumbuhan yaitu menyerap karbondioksida dan mengubahnya menjadi oksigen. Gas karbondioksida merupakan gas rumah kaca sehingga kerusakan berarti hilangnya faktor penyerap gas rumah kaca karbondioksida di atmosfer.
Dengan kerusakan hutan, tentu saja penyerapan karbondioksida tidak optimal, sehingga akan mempercepat terjadinya pemanasan global.
4. PERTANIAN DAN PETERNAKAN
Sektor pertanian memberikan kontribusi terhadap peningkatan emisi gas rumah kaca melalui sawah – sawah yang tergenang, yang menghasilkan gas metana, penggunaan pupuk, pembakaran sisa – sisa tanaman dan pembusukan sisa – sisa pertanian.
Sektor peternakan menyumbangkan emisi gas rumah kaca melalui kotoran hewan. Emisi gas rumah kaca peternakan meliputi 9% karbondioksida, 37% gas metana, nitrogen oksida serta amonia penyebab hujan asam.
03
DAMPAK PEMANASAN GLOBAL
1. IKLIM TIDAK STABIL
Para ilmuwan memperkirakan bahwa selama pemanasan global, daerah bagian utara dari belahan Bumi Utara akan memanas lebih tinggi dibandingkan dengan daerah – daerah lain di bumi.
Akibatnya, gunung – gunung es akan mencair dan daratan akan berkurang. Musim tanam akan lebih panjang di beberapa daerah. Suhu pada musim dingin dan malam hari akan cenderung meningkat. Daerah hangat akan menjadi lembap karena banyak air yang menguap dari lautan. Kelembapan yang tinggi akan meningkatkan curah hujan, selain itu air akan lebih cepat menguap dari tanah, akibatnya daerah akan lebih kering dari sebelumnya. �
Angin akan bertiup lebih kencang dan mungkin dengan pola yang berbeda. Topan badai yang memperoleh kekuatannya dari penguapan air akan menjadi lebih besar. Dengan demikian, pola cuaca menjadi sukar diprediksi dan lebih ekstrem.
2. PENINGKATAN PERMUKAAN LAUT
Ketika atmosfer menghangat, air pada permukaan air laut juga menghangat yang berarti volume air di lautan membesar karena pemuaian sehingga menaikkan tinggi permukaan air laut.
Mencairnya daerah kutub membuat volume air laut naik, dampaknya akan terjadi peningkatan permukaan air laut, yang mungkin akan menenggelamkan sebagian daratan.
3. PERTANIAN
Orang berpikiran bahwa bumi yang hangat akan menghasilkan lebih banyak makanan dari sebelumnya, tetapi hal ini tidak berlaku di beberapa tempat.
Sebagai contoh, Kanada diuntungkan dengan lebih lamanya masa tanam. Di lain pihak, lahan pertanian tropis akan semi kering di beberapa bagian Afrika mungkin tidak dapat ditanami.
4. KEHIDUPAN HEWAN LIAR DAN TUMBUHAN
Hewan dan tumbuhan sulit untuk menghindari efek pemanasan global karena sebagian besar lahan telah dikuasai oleh manusia.
Akibat pemanasan global, hewan cenderung berimigrasi ke arah kutub atau pegunungan untuk mencari wilayah yang lebih dingin. Tumbuhan akan mengubah arah pertumbuhannya, mencari daerah baru karena habitat lamanya menjadi terlalu hangat. Tetapi, pembangunan yang dilakukan manusia akan menghambat perpindahan ini yang dapat membuat kemusnahan beberapa hewan.
5. KESEHATAN MANUSIA
Kenaikan suhu global telah memicu banyaknya penyakit yang berkaitan dengan panas dan kematian seperti stress, stroke dan gangguan kardiovaskular.
Penyakit DBD dan malaria juga memperluas wilayah serangan dan penularan yang lebih lama. Penyebabnya adalah dengan meningkatnya suhu daerah subtropis yang memungkinkan perkembangan patogen di daerah tersebut.
CARA MENGATASI PEMANASAN GLOBAL
04
Konservasi lingkungan dengan reboisasi, penanaman pohon dan melakukan penghijauan lahan secara kritis.
1
Memakai energi yang bersumber dari energi alternatif seperti air, matahari, angin dan bioenergi. Tujuannya agar penggunaan energi bahan bakar fosil berkurang.
2
Melakukan daur ulang dan efisiensi energi, serta upaya terhadap masyarakat luas dengan memberi pemahaman dan penerapan guna mencegah adanya pemanasan global.
3
GURU PEMBIMBING
SANTY OVRIANY, S.Pd, M.Si
EDITOR VIDEO
ARZELINA MAGHFIRA
ANGGOTA
BAGUS PRABOWO
ANGGOTA
MUHAMMAD PIKAR
ANGGOTA
NADYA SILFANI