1 of 43

Sloof, Kolom,Balok dan Plat Lantai

Hammam Rofiqi Agustapraja

2 of 43

sloof

  • Sloof adalah beton bertulang yang diletakkan secara horizontal di atas pondasi.  Gunanya ialah untuk meratakan beban yang diterima kolom menuju pondasi. Sehingga setiap beban yang diterima suatu kolom, akan tersebar merata pada seluruh pondasi dan tidak terjadi penurunan dan pergerakan yang menimbulkan dinding retak dan pecah. Selain itu, sloof berfungsi sebagai pengikat antara dinding pondasi dengan kolom

3 of 43

sloof

  • Dimensi sloof yang sering digunakan pada bangunan rumah tinggal lantai satu adalah lebar 15 cm, tinggi 20 cm, besi beton tulangan utama menggunakan 4 buah diameter 10 mm (4 d 10 ) sedangkan untuk begel menggunakan diameter 8 mm berjarak 15 cm ( d 8 – 15) dan untuk rumah lantai dua , dimensi sloof yang sering digunakan adalah lebar 20 cm tinggi30 cm, besi beton utama 6 d 12 mm, begel d8 – 10 cm.

4 of 43

sloof

5 of 43

sloof

Detil pertemuan

sloof dan kolom

6 of 43

sloof

Detil pertemuan

sloof dan kolom

Pada pondasi

Foot plat

7 of 43

sloof

Detil pertemuan

sloof detail sloof

pertemuan

dengan

kolom tengah penulangan

8 of 43

sloof

detail sloof

pertemuan dengan

kolom tengah

9 of 43

Kolom

  • Kolom adalah batang tekan vertikal dari rangka struktur yang memikul beban dari balok ( seperti yang kita lihat gambar diatas). Kolom merupakan suatu elemen struktur tekan yang memegang peranan penting dari suatu bangunan, sehingga keruntuhan pada suatu kolom merupakan lokasi kritis yang dapat menyebabkan runtuhnya (collapse) lantai yang bersangkutan dan juga runtuh total (total collapse) seluruh struktur .

  • SK SNI T-15-1991-03 mendefinisikan kolom adalah komponen struktur bangunan yang tugas utamanya menyangga beban aksial tekan vertikal dengan bagian tinggi yang tidak ditopang paling tidak tiga kali dimensi lateral terkecil. 

10 of 43

Kolom

  • Fungsi kolom adalah sebagai penerus beban seluruh bangunan ke pondasi. Bila diumpamakan, kolom itu seperti rangka tubuh manusia yang memastikan sebuah bangunan berdiri. Kolom termasuk struktur utama untuk meneruskan berat bangunan dan beban lain seperti beban hidup (manusia dan barang-barang), serta beban hembusan angin. Kolom berfungsi sangat penting, agar bangunan tidak mudah roboh. Beban sebuah bangunan dimulai dari atap. Beban atap akan meneruskan beban yang diterimanya ke kolom. Seluruh beban yang diterima kolom didistribusikan ke permukaan tanah di bawahnya. Kesimpulannya, sebuah bangunan akan aman dari kerusakan bila besar dan jenis pondasinya sesuai dengan perhitungan. Namun, kondisi tanah pun harus benar-benar sudah mampu menerima beban dari pondasi. Kolom menerima beban dan meneruskannya ke pondasi, karena itu pondasinya juga harus kuat, terutama untuk konstruksi rumah bertingkat, harus diperiksa kedalaman tanah kerasnya agar bila tanah ambles atau terjadi gempa tidak mudah roboh. 
  • �Struktur dalam kolom dibuat dari besi dan beton. Keduanya merupakan gabungan antara material yang tahan tarikan dan tekanan. Besi adalah material yang tahan tarikan, sedangkan beton adalah material yang tahan tekanan. Gabungan kedua material ini dalam struktur beton memungkinkan kolom atau bagian struktural lain seperti sloof dan balok bisa menahan gaya tekan dan gaya tarik pada bangunan.

11 of 43

Kolom

JENIS-JENIS KOLOM

Menurut Wang (1986) dan Fergusen (1986) jenis-jenis kolom ada tiga yaitu :

  1. Kolom Ikat (tie Column) - adalah kolom yang menggunakan pengikat sengkang lateral. Kolom ini merupakan kolom beton yang di beri tulangan dengan batang tulangan pokok memanjang yang pada jarak spasi tertentu diikat dengan sengkang lateral. Tulangan ini berfungsi memegang tulangan pokok memanjang agar tetap kokoh pada tempatnya
  2. Kolom Spiral (spiral column) - menggunakan pengikat spiral. Bentuknya sama dengan kolom ikat hanya saja pengikat tulangan memanjang adalah tulangan spiral yang dililitkan keliling membentuk heliks menerus disepanjang kolom. Fungsi dari tulangan spiral adalah memberi kemampuan terhadap kolom untuk menyerap deformasi cukup besar sebelum runtuh, sehingga mampu mencegah kehancuran seluruh struktur sebelum proses redistribusi momen dan tegangan terwujud
  3. Kolom Komposit (composite column) - adalah struktur kolom komposit yang merupakan komponen struktur tekan yang diperkuat pada arah memanjang dengan gelagar baja profil atau pipa dengan atau tanpa diberi batangan tulangan pokok memanjang

12 of 43

Kolom

Pada bangunan sederhana bentuk kolom ada 2 jenis yaitu kolom utama dan kolom praktis

1. Kolom Utama - yang dimaksud dengan kolom utama adalah kolom yang fungsi utamanya menyanggah beban diatasnya. untuk rumah tinggal disarankan jarak kolom utama adalah 3,5 meter, hal ini dimaksudkan agar dimensi balok untuk menopang lantai tidak terlalu besar, dan apabila jarak antara kolom dibuat lebih dari 3,5 meter maka struktur bangunan harus dihitung. Sedangkan untuk rumah tinggal lantai 2, dimensi kolom yang dipakai biasanya 20/20 dengan tulangan pokok 8 dia 12 mm, dengan besi begel dia 8-10 cm

Ket.: �8 dia 12mm = besi 12 mm jumlahnya 8 buah 

dia 8-10 cm = besi begel diameter 8 mm dengan jarak 10 cm 

�2. Kolom Praktis - adalah kolom yang berfungsi membantu kolom utama dan juga sebagai pengikat dinding agar stabil, jarak kolom maksimum 3,5 mtr atau pada pertemuan pasangan bata (sudut-sudut dinding). dimensi kolom praktis 15/15 cm dengan tulangan beton 4 dia 10 dan jarak begel dia 8 - 20 cm

13 of 43

Kolom

14 of 43

Kolom

15 of 43

16 of 43

17 of 43

Balok

  • Balok juga merupakan salah satu pekerjaan beton bertulang. Balok merupakan bagian struktur yang digunakan sebagai dudukan lantai dan pengikat kolom lantai atas. Fungsinya adalah sebagai rangka penguat horizontal bangunan akan beban-beban.��Apabila suatu gelagar balok bentangan sederhana menahan beban yang mengakibatkan timbulnya momen lentur akan terjadi deformasi (regangan) lentur di dalam balok tersebut. Regangan-regangan balok tersebut mengakibatkan timbulnya tegangan yang harus ditahan oleh balok, tegangan tekan di sebelah atas dan tegangan tarik dibagian bawah. Agar stabilitas terjamin, batang balok sebagai bagian dari sistem yang menahan lentur harus kuat untuk menahan tegangan tekan dan tarik tersebut karena tegangan baja dipasang di daerah tegangan tarik bekerja, di dekat serat terbawah, maka secara teoritis balok disebut sebagai bertulangan baja tarik saja

18 of 43

Balok

19 of 43

Ring Balk (balok ring)

  • Ring balok atau ring balk adalah struktur yang diletakkan di atas pasangan batu dan bata. Fungsi ring balok adalah sebagai tumpuan konstruksi atap dan sebagai pengikat pasangan dinding batu bata bagian atas agar tidak runtuh.

20 of 43

Ring Balk (balok ring)

  •  Pemasangan Ring balk maksimum 4 meter dari sloof, idealnya 3 meter. Dimensi ring balk yang biasa digunakan adalah lebar 15 cm dan tinggi 15 cm dengan tulangan pokok (besi beton) 4 dia 8 mm dengan begel dia 6 - 15 cm

21 of 43

Ring Balk (balok ring)

22 of 43

Ring Balk (balok ring)

23 of 43

Ring Balk (balok ring)

24 of 43

Plat lantai

  • Plat lantai adalah bagian dari eleman gedung yang berfungsi sebagai tempat berpijak. Perencanaan elemen pelat lantai tidak kalah pentingnya dengan perencanaan balok, kolom, dan pondasi. Pelat lantai yang tidak direncanakan dengan baik bisa menyebabkan lendutan dan getaran saat ada beban yang bekerja pada pelat tersebut .

25 of 43

Plat lantai

26 of 43

Plat lantai

  • Beton tahu (decking)
  • Beton yang dibuat dengan ketebalan 5 cm dan diameter 10 cm dan di tanam kawat bendrat, biasanya dibuat dari sisi slumop test atau sisa dari pengecoran

27 of 43

Plat lantai

  • Beton tahu (decking)
  • Fungsi dari beton tahu:
  • Untuk menjaga konsistensi ketebalan selimut beton berdasarkan dari spesifikasi yang telah ditetapkan saat perencanaan
  • Untuk mencegah menempelnya rangka plat lantai dengan bekisting lantai bagian bawah.

28 of 43

Plat lantai

  • Beton tahu (decking)

29 of 43

Plat lantai

30 of 43

Plat lantai

31 of 43

Plat lantai

32 of 43

Plat lantai

33 of 43

Plat lantai

  • Selain plat lantai menggunakan tulangan beton secara umum, metode pembuatan plat lantai juga ada beberapa alternatif lain seperti:
  • Panel plat lantai fabrikasi: plat lantai jadi, yang dikeluarkan pabrik seperti citicon dll
  • Bondek plat lantai : bahan galvanis yang dibentuk menyerupai “seng gelombang” tapi bukan sebagai fungsi material penutup atap seng. Bondek adalah material pelapis bawah cor lantai beton sebagai penganti bekisting kayu (triplek). Bondek juga sekaligus di desain untuk mengkonversi penggunaan besaran diameter besi dan mengkonversi ketebalan cor beton. Sistem tekuk (gelombang plat) di desain sekaligus membantu kekuatan struktur beton cor plat lantai.

34 of 43

Plat lantai

  • Panel plat lantai fabrikasi:

  • Bondek plat lantai :

35 of 43

Cara membaca dan menggambar �detil pembesian

36 of 43

Cara membaca dan menggambar �detil pembesian

37 of 43

Cara membaca dan menggambar �detil pembesian

38 of 43

CARA PERENCANAAN DIMENSI�SLOOF, KOLOM, BALOK

39 of 43

Cara menghitung besaran kolom, balok

Contoh Kasus Perhitungan Dimensi Balok dan Kolom :

  • - Bentangan antar kolom berjarak 6 meter�- Tentukan dimensi kolom�- Tentukan dimensi balok induk dan balok anak

40 of 43

Cara menghitung besaran balok

  • Semakin jauh jarak bentangan balok, semakin tinggi pula balok yang menopang (agar tidak melendut) dan semakin tinggi balok semakin lebar juga dimensi balok tersebut.��a. Tinggi Balok Induk = 1/12 bentang --> 1/12 x 6 m = 0,5 m = 50 cm�b. Lebar Balok  = 1/2 tinggi balok --> 1/2 x 50 cm = 25 cm�c. Tinggi Balok Anak = 1/15 bentang --> 1/15 x 6 m = 0,4 m = 40 cm�d. Lebar balok = 1/2 tinggi balok --> 1/2 x 40 cm = 20 cm�Jadi dimensi balok induk = 25 x 50 cm sementara balok anak 20 x 40 cm. Lebar balok bisa juga dihitung 2/3 tinggi balok.

41 of 43

Cara menghitung besaran kolom

Setelah mendapatkan dimensi balok, barulah bisa dihitung besaran penampang kolom untuk menopang balok tersebut.

a. Lebar penampang kolom = lebar balok + (2 x 5 cm) --> 25 cm + (2 x 5 cm) = 25 + 10 cm = 35 cm�Jadi ukuran kolomnya adalah 35x35 cm. Jika menggunakan kolom pipih (setebal tembok 15 cm) maka perhitungan luasnya harus tetap sama dengan luas ukuran yang didapat dari rumus di atas.

b. Dimensi jika menggunakan kolom pipih �35 x 35 cm = 15 x panjang pipih --> panjang pipih = 35 x 35 / 15 = 81,67 cm (dibulatkan menjadi 82 cm)�Jadi ukuran kolomnya (jika kolom pipih) menjadi 15 x 82 cm

42 of 43

Cara menghitung besaran plat lantai

Tebal pelat lantai tergantung struktur dan pembesian yang digunakan, namun umumnya berlaku rumus sebagai berikut :�a. Tebal pelat lantai = 1/40 bentang --> 1/40 x 6 m = 0,15 m = 15 cm�Jadi tebal pelat lantainya adalah 15 cm.

43 of 43

penutup

  • Perhitungan ini hanya untuk kepentingan perancangan atau bisa dikatakan untuk keperluan sketsa awal untuk memprediksi saja. Sementara perhitungan dimensi aslinya pastilah lebih rumit termasuk pertimbangan bahan dan kualitas beton