Sloof, Kolom,Balok dan Plat Lantai
Hammam Rofiqi Agustapraja
sloof
sloof
sloof
sloof
Detil pertemuan
sloof dan kolom
sloof
Detil pertemuan
sloof dan kolom
Pada pondasi
Foot plat
sloof
Detil pertemuan
sloof detail sloof
pertemuan
dengan
kolom tengah penulangan
sloof
detail sloof
pertemuan dengan
kolom tengah
Kolom
�
Kolom
Kolom
JENIS-JENIS KOLOM
Menurut Wang (1986) dan Fergusen (1986) jenis-jenis kolom ada tiga yaitu :
Kolom
Pada bangunan sederhana bentuk kolom ada 2 jenis yaitu kolom utama dan kolom praktis
1. Kolom Utama - yang dimaksud dengan kolom utama adalah kolom yang fungsi utamanya menyanggah beban diatasnya. untuk rumah tinggal disarankan jarak kolom utama adalah 3,5 meter, hal ini dimaksudkan agar dimensi balok untuk menopang lantai tidak terlalu besar, dan apabila jarak antara kolom dibuat lebih dari 3,5 meter maka struktur bangunan harus dihitung. Sedangkan untuk rumah tinggal lantai 2, dimensi kolom yang dipakai biasanya 20/20 dengan tulangan pokok 8 dia 12 mm, dengan besi begel dia 8-10 cm
Ket.: �8 dia 12mm = besi 12 mm jumlahnya 8 buah
dia 8-10 cm = besi begel diameter 8 mm dengan jarak 10 cm
�2. Kolom Praktis - adalah kolom yang berfungsi membantu kolom utama dan juga sebagai pengikat dinding agar stabil, jarak kolom maksimum 3,5 mtr atau pada pertemuan pasangan bata (sudut-sudut dinding). dimensi kolom praktis 15/15 cm dengan tulangan beton 4 dia 10 dan jarak begel dia 8 - 20 cm
Kolom
Kolom
Balok
Balok
Ring Balk (balok ring)
Ring Balk (balok ring)
Ring Balk (balok ring)
Ring Balk (balok ring)
Ring Balk (balok ring)
Plat lantai
Plat lantai
Plat lantai
Plat lantai
Plat lantai
Plat lantai
Plat lantai
Plat lantai
Plat lantai
Plat lantai
Plat lantai
Cara membaca dan menggambar �detil pembesian
Cara membaca dan menggambar �detil pembesian
Cara membaca dan menggambar �detil pembesian
CARA PERENCANAAN DIMENSI�SLOOF, KOLOM, BALOK
Cara menghitung besaran kolom, balok
Contoh Kasus Perhitungan Dimensi Balok dan Kolom :
Cara menghitung besaran balok
Cara menghitung besaran kolom
Setelah mendapatkan dimensi balok, barulah bisa dihitung besaran penampang kolom untuk menopang balok tersebut.
�a. Lebar penampang kolom = lebar balok + (2 x 5 cm) --> 25 cm + (2 x 5 cm) = 25 + 10 cm = 35 cm�Jadi ukuran kolomnya adalah 35x35 cm. Jika menggunakan kolom pipih (setebal tembok 15 cm) maka perhitungan luasnya harus tetap sama dengan luas ukuran yang didapat dari rumus di atas.
�b. Dimensi jika menggunakan kolom pipih �35 x 35 cm = 15 x panjang pipih --> panjang pipih = 35 x 35 / 15 = 81,67 cm (dibulatkan menjadi 82 cm)�Jadi ukuran kolomnya (jika kolom pipih) menjadi 15 x 82 cm
Cara menghitung besaran plat lantai
Tebal pelat lantai tergantung struktur dan pembesian yang digunakan, namun umumnya berlaku rumus sebagai berikut :�a. Tebal pelat lantai = 1/40 bentang --> 1/40 x 6 m = 0,15 m = 15 cm�Jadi tebal pelat lantainya adalah 15 cm.
penutup