1 of 101

BADAN AKREDITASI NASIONAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

BADAN AKREDITASI NASIONAL

PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

Akreditasi 2024

2 of 101

Pembelajaran yang berpusat pada murid

Pendidik reflektif, gemar belajar, berbagi, dan berkolaborasi

Iklim sekolah yang aman, inklusif, dan merayakan kebinekaan

Kepemimpinan untuk perbaikan layanan berkelanjutan

Terdapat empat ciri utama dari sekolah berkualitas yang kita cita-citakan, yang selaras dengan Rapor Pendidikan.

1

2

3

4

3 of 101

BADAN AKREDITASI NASIONAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

Bagaimana proses akreditasi pada tahun 2024?

Sesi 1

4 of 101

5 of 101

Apa saja tahapan di dalam proses akreditasi?

Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

6 of 101

  1. BAN-PDM mengidentifikasi sasaran visitasi akreditasi jenjang pendidikan dasar dan menengah.
  2. BAN-PDM mengirimkan data sasaran visitasi akreditasi jenjang pendidikan dasar dan menengah kepada BAN-PDM Provinsi.
  3. BAN-PDM menetapkan sasaran akreditasi jenjang pendidikan dasar dan menengah.

BAN-PDM

  1. BAN-PDM Provinsi melakukan pemeriksaan/verifikasi sasaran visitasi akreditasi berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi/Kab/Kota dan Kanwil/Kankemenag, untuk verifikasi satuan/program pendidikan kesetaraan masih beroperasi.
  2. BAN-PDM Provinsi melaporkan hasil verifikasi sasaran akreditasi jenjang pendidikan dasar dan menengah kepada BAN-PDM.

BAN-PDM PROVINSI

01

IDENTIFIKASI DAN PENETAPAN SASARAN AKREDITASI

  1. Mengidentifikasi sasaran akreditasi jenjang pendidikan dasar dan menengah.
  2. Menetapkan sasaran akreditasi jenjang pendidikan dasar dan menengah.
  3. Menetapkan sasaran akreditasi yang akan dilakukan visitasi.
  4. Memberikan gambaran kebutuhan anggaran proses akreditasi untuk penentuan anggaran berbasis data.

TUJUAN

7 of 101

  1. Menginformasikan sasaran akreditasi jenjang pendidikan dasar dan menengah.
  2. Menetapkan jadwal tahapan pelaksanaan akreditasi melalui visitasi dengan memperhatikan sasaran akreditasi.
  3. Satdik mempelajari instrumen akreditasi tahun 2024 dan Panduan Akreditasi untuk Satdik yang dapat diunduh dari situs web BAN-PDM.
  4. Satdik mengunggah dokumentasi yang diperlukan dan mengisi deskripsi kinerja asesi melalui Sispena.
  5. Apabila dokumentasi yang diunggah tidak lengkap, Satdik tetap divisitasi dan diberi waktu untuk melengkapinya.

BAN-PDM Provinsi mengundang B2PMP/BPMP, Disdik Provinsi/Kab/Kota, Kanwil/KanKemenag, dan Sekolah/madrasah/program pendidikan kesetaraan sasaran akreditasi untuk mengikuti sosialisasi dengan langkah:

02

SOSIALISASI PELAKSANAAN AKREDITASI

  1. Menyampaikan daftar sasaran visitasi akreditasi jenjang pendidikan dasar dan menengah.
  2. Menjelaskan mekanisme pelaksanaan akreditasi jenjang pendidikan dasar dan menengah.
  3. Menjelaskan instrumen akreditasi jenjang pendidikan dasar dan menengah.
  4. Menjelaskan penggunaan aplikasi Sistem Penilaian Akreditasi (Sispena)
  5. Menginformasikan kepada Satdik untuk mengunggah dokumentasi yang diperlukan dan mengisi deskripsi kinerja asesi melalui aplikasi Sispena.

TUJUAN

8 of 101

03

PRA-VISITASI

  1. Ketua BAN-PDM Provinsi menugaskan tim asesor untuk melakukan pemeriksaan dan telaah dokumentasi dan deskripsi kinerja asesi. Setiap Satdik dilakukan pemeriksaan oleh 2 (dua) orang asesor.
  2. Ketua BAN-PDM Provinsi bersama anggota mengecek hasil pemeriksaan dan telaah dokumentasi dan deskripsi kinerja asesi yang dilakukan oleh tim asesor.
  3. BAN-PDM Provinsi menugaskan tim asesor untuk melaksanakan visitasi pada Satdik
  4. BAN-PDM Provinsi menyiapkan dokumen dan administrasi yang diperlukan oleh asesor.

BAN-PDM

  1. Asesor melakukan kegiatan pravisitasi (pemeriksaan dan telaah dokumentasi dan deskripsi kinerja asesi) melalui Sispena. Setiap 1 (satu) Satdik dilakukan asesmen oleh 2 (dua) orang asesor.
  2. Asesor melaporkan hasil kegiatan pravisitasi kepada Ketua BAN-PDM Provinsi.

BAN-PDM PROVINSI

  1. Asesor mendapatkan gambaran awal tentang kinerja asesi yang akan divisitasi agar proses pengambilan data efisien saat visitasi.
  2. Asesor mendapatkan kesempatan untuk menggali lebih dalam informasi substantif tentang asesi yang akan divisitasi.

TUJUAN

9 of 101

Apa yang dimaksud dengan dokumentasi wajib?

Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Dokumentasi Wajib

Dokumen/Dokumentasi yang perlu diunggah oleh asesi sebelum visitasi.

  1. Kurikulum di tingkat satuan pendidikan.
  2. Rencana kerja tahunan.
  3. Rencana kegiatan dan anggaran sekolah.
  4. Kalender tahunan kegiatan pendidikan/kalender akademik.
  5. Contoh perencanaan pembelajaran.
  6. Foto /video lingkungan belajar

No 1 -5 merujuk pada alat bantu pengelolaan dan pembelajaran yang esensial untuk ada di satuan pendidikan (sehingga memang seharusnya dimiliki);

serta

No 6 merujuk pada dokumentasi lingkungan belajar yang dapat menunjukkan potret asesi menyediakan layanan berkualitas.

10 of 101

  • Penjabaran asesi tentang kinerjanya dalam menyelenggarakan layanan sesuai dengan butir yang diukur.

  • Penjabaran ini dilakukan oleh asesi di dalam Sispena sebelum pelaksanaan visitasi. Penjabaran ini penting karena di sinilah kita dapat belajar memahami cara asesi berkinerja.

  • Memberikan kesempatan bagi asesi untuk mendeskripsikan caranya berkinerja adalah bentuk dari kekayaan wawasan kita tentang keragaman cara sekolah berkinerja, dan penghargaan kita terhadap pilihan asesi (prinsip kontekstual)

Ruang untuk mengunggah dokumen (disertai dengan catatan maks dokumen yang diunggah)

Rumusan butir: agar asesi memahami aspek kualitas yang diukur

Indikator untuk butir: agar asesi lebih memahami butir yang diukur

Instruksi: untuk memandu asesi dalam mengunggah bukti yang sesuai

Pada aplikasi akan muncul:

Apa yang dimaksud dengan deskripsi kinerja asesi?

Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Contoh Dok. Kinerja Asesi

11 of 101

  1. Melaksanakan visitasi ke sekolah/madrasah/program pendidikan kesetaraan.
  2. Memasukkan data hasil visitasi melalui aplikasi Sispena.
  3. Mengisi Berita Acara Pelaksanaan Visitasi dan menandatanganinya secara digital pada aplikasi Sispena.
  4. Melaporkan hasil visitasi kepada BAN-PDM Provinsi melalui aplikasi Sispena.
  5. Menyusun catatan dan saran hasil visitasi untuk Satdik melalui aplikasi Sispena.

ASESOR:

04

VISITASI DAN PENILAIAN

KEPALA SEKOLAH/MADRASAH/PROGRAM PENDIDIKAN KESETARAAN:

  1. Menerima tim asesor dalam melaksanakan visitasi.
  2. Menyiapkan dokumen yang diperlukan sebagai bukti fisik.
  3. Memberi kesempatan tim asesor bertanya kepada warga Satdik sesuai dengan pilihan asesor.
  4. Menandatangani Berita Acara Pelaksanaan Visitasi secara digital melalui aplikasi Sispena.
  5. Mengisi Kartu Kendali Proses Visitasi dan menandatanganinya secara digital melalui aplikasi Sispena.
  1. Mendapatkan data dan informasi tentang kondisi objektif Satdik untuk menentukan keterpenuhan indikator kinerja.
  2. Menyusun catatan dan saran hasil visitasi berdasarkan temuan dan fakta objektif di Satdik.

TUJUAN

12 of 101

05

VALIDASI HASIL VISITASI

  1. Menetapkan dan menugaskan Tim Validasi Hasil Visitasi.
  2. Mengoordinasikan kegiatan validasi hasil visitasi.
  3. Menjamin kegiatan validasi hasil visitasi tepat waktu dan sesuai dengan ketentuan.
  4. Menyetujui hasil validasi.
  5. Mengembalikan hasil penilaian visitasi kepada asesor yang bertugas setelah diketahui ada ketidakvalidan hasil penilaian visitasi.

BAN-PDM PROVINSI

  1. Setiap 1 (satu) Satdik divalidasi oleh 2 (dua) orang asesor.
  2. Satdik yang divalidasi bukan Satdik yang divisitasi oleh asesor tersebut.
  3. Tim validasi melaksanakan validasi hasil visitasi melalui aplikasi Sispena.
  4. Tim validasi mengisi berita acara validasi melalui aplikasi Sispena.

TIM VALIDASI (ASESOR)

Memastikan proses dan hasil visitasi kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan.

TUJUAN

13 of 101

06

PENETAPAN HASIL AKREDITASI

  1. Melakukan rapat pleno dalam rangka penetapan hasil akreditasi.
  2. Mengumumkan hasil akreditasi melalui situs web BAN-PDM
  3. Memantau proses pengaduan/keberatan dari satdik dan masyarakat terkait hasil akreditasi.
  4. Menetapkan dan mengumumkan hasil akhir akreditasi yang telah dilaksanakan surveilans.

BAN-PDM

  1. Menyiapkan dokumen hasil validasi.
  2. Menyiapkan berita acara rapat pleno penetapan hasil akreditasi.
  3. Menyiapkan surat keputusan penetapan hasil akreditasi.

TIM AHLI BAN-PDM

  1. Menetapkan status dan peringkat akreditasi satdik.
  2. Mengumumkan hasil akreditasi
  3. Memberikan kesempatan kepada satdik dan masyarakat untuk mengajukan pengaduan/keberatan atas hasil akreditasi.

TUJUAN

14 of 101

07

SOSIALISASI HASIL AKREDITASI

  1. Melaksanakan seminar/webinar nasional hasil akreditasi
  2. Menyosialisasikan hasil akreditasi kepada masyarakat melalui situs web, media massa/online, dan media sosial.

BAN-PDM

  1. Melaksanakan sosialisasi hasil akreditasi dan menyampaikan rekomendasi tindak lanjut kepada pemangku kepentingan di daerah.
  2. Menyosialisasikan hasil akreditasi kepada masyarakat melalui media massa/online dan media lainnya.

BAN-PDM PROVINSI

  1. Menyosialisasikan hasil akreditasi sekolah/madrasah/program pendidikan kesetaraan kepada masyarakat dan pemangku kepentingan.
  2. Merumuskan kebijakan dan implementasi kerja sama antara BAN-PDM Provinsi dan pemangku kepentingan di daerah.

TUJUAN

15 of 101

BADAN AKREDITASI NASIONAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

Sesi 2

Rencana Akreditasi 2024 BAN PDM Provinsi Banten?

16 of 101

Identifikasi dan Penetapan Sasaran

Row Labels

MA

MI

MTs

SD

SLB

SMA

SMK

SMP

SPK SD

SPK SMA

SPK SMP

Grand Total

Kab. Lebak

20

9

26

61

 

1

5

11

 

 

 

133

Kab. Pandeglang

7

12

17

68

 

1

5

3

 

 

 

113

Kab. Serang

12

12

32

146

 

6

14

15

 

 

 

237

Kab. Tangerang

7

21

12

109

2

8

20

45

 

 

1

225

Kota Cilegon

 

 

3

47

 

1

2

 

 

 

 

53

Kota Serang

8

3

5

50

 

1

2

9

 

 

 

78

Kota Tangerang

2

9

2

178

1

6

6

4

 

 

 

208

Kota Tangerang Selatan

1

9

6

37

 

8

9

5

1

1

 

77

Grand Total

57

75

103

696

3

32

63

92

1

1

1

1124

Prioritas 1

17 of 101

Identifikasi dan Penetapan Sasaran

Prioritas 2

Wilayah

MA

MI

MTS

SD

SLB

SMA

SMK

SMP

SPK SD A

SPK SMA A

SPK SMP A

Grand Total

Kab. Lebak

22

19

56

218

8

14

8

199

 

 

 

544

Kab. Pandeglang

17

25

60

163

13

14

13

99

 

 

 

404

Kab. Serang

9

12

61

182

4

25

10

114

 

 

 

417

Kab. Tangerang

13

45

40

156

9

54

36

174

2

 

2

531

Kota Cilegon

 

1

9

6

3

7

5

26

 

 

 

57

Kota Serang

1

2

18

50

2

9

6

36

 

 

 

124

Kota Tangerang

4

26

14

6

10

12

16

93

 

 

 

181

Kota Tangerang Selatan

2

2

15

47

12

30

13

76

7

5

7

216

Grand Total

68

132

273

828

61

165

107

817

9

5

9

2474

18 of 101

ASESMEN KECUKUPAN VISITASI (Pra Visitasi)

  • Sasaran : 404 Sekolah
  • Waktu : Tahap III : 13 sd 16 November 2024

Pengisian SisPenA Tahap III : batas akhir 16 November 2024

19 of 101

VISITASI KE SEKOLAH/MADRASAH

Visitasi Tahap III : 18 sd 30 November 2024

20 of 101

VALIDASI DAN VERIFIKASI HASIL VISITASI

Vaidasi dan Verifikasi : 2 sd 7 Desember 2024

21 of 101

BADAN AKREDITASI NASIONAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

Sesi 3

Bagaimana menggali data dan menentukan keterpenuhan indikator saat Visitasi?

22 of 101

Bagaimana cara menelaah data dan merekap bukti yang perlu digali saat pra visitasi?

Melakukan penelaahan dokumen. Fungsi penelaahan dokumen adalah:

1

Identifikasi apakah suatu layanan, program atau kondisi yang diharapkan dilakukan oleh sekolah telah direncanakan.

Misalnya, di dalam rencana kegiatan tahunan, ditemukan bahwa sekolah X akan menerapkan kelas orang tua, sebagai bukti upaya sekolah dalam bermitra dengan orang tua. Atau, di dalam kalender akademik, terdapat jadwal pelatihan guru sebagai bukti upaya sekolah mengembangkan kompetensi PTK.

2

Identifikasi apakah suatu layanan, program atau kondisi yang diharapkan dilakukan oleh sekolah telah terjadi.

Misalnya, terdapat dokumentasi pembelajaran berbasis projek, sebagai bukti upaya sekolah dalam memfasilitasi proses belajar yang kontekstual. Atau dokumentasi penyelenggaraan kelas orang tua/ materi pembekalan untuk kelas orang tua, sebagai bukti kelas orang tua sudah terjadi

Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

23 of 101

Apa saja langkah yang perlu dilakukan pada tahap visitasi?

Terdapat empat langkah yang dapat Anda lakukan sebagai berikut:

Perkenalkan diri Anda dan jelaskan tujuan akreditasi.

Gunakan protokol wawancara dan pertanyaan terbuka yang telah disediakan pada Panduan Akreditasi.

1

Persilahkan sekolah untuk presentasi.

Sekolah dapat mempresentasikan kinerjanya secara lebih lengkap.

Lakukan konfirmasi/pembuktian kinerja.

Dilakukan melalui penelaahan dokumentasi yang dipresentasikan, wawancara dengan berbagai pihak sekolah serta observasi.

Rekaplah hasil �temuan dan dokumentasikan.

Hal-hal yang menurut Anda dapat menjadi bukti pendukung dibalik penilaian Anda terhadap keterpenuhan indikator.

2

3

4

Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

24 of 101

Mari lihat contoh bukti yang berhasil ditemukan saat pra visitasi dan visitasi!

Pembuktian Indikator

Bukti yang Ditemukan

Melalui telaah dokumen diperoleh bukti yang menunjukkan adanya program/kegiatan/pembelajaran yang membangun sikap menghargai keberagaman siswa.

  • KSP -> sudah direncanakan namun belum menjadi bukti bahwa nilai-nilai tersebut sudah dibangun pada murid
  • Hasil karya peserta didik -> bukti bahwa nilai-nilai tersebut sudah dibangun melalui proses belajar

Melalui wawancara dengan minimal 3 siswa mereka dapat menceritakan contoh-contoh sikap menghargai keberagaman antar peserta didik yang diterapkan sekolah.

Saat wawancara, pendidik/murid dengan lancar dapat mengingat (recalling) pengalaman belajar yang membangun nilai-nilai ini ->bukti bahwa peristiwa ini (proses belajar yang membangun sikap positif terhadap keberagaman) sudah terjadi.

Melalui observasi ditemukan fakta bahwa sekolah membangun sikap menghargai keberagaman peserta didik.

Saat observasi, terlihat bahwa sejumlah poster dan hasil karya murid yang dipajang mencerminkan nilai-nilai keberagaman -> bukti bahwa proses belajar sudah menumbuhkan nilai-nilai ini dan tercermin melalui interaksinya

Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

25 of 101

A. Butir

B. Indikator

C. Rekap Dokumen/Dokumentasi yang digunakan sebagai bukti

D. Rekap Hasil Wawancara

E. Rekap hasil observasi

Butir 10.

Satuan pendidikan memastikan terbangunnya iklim kebinekaan bagi peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan.

Indikator kinerja 1.

membangun sikap menghargai keberagaman peserta didik.

Informasi saat visitasi:

Hasil karya: Sekolah menunjukkan sejumlah hasil karya peserta didik yang mencerminkan pemaknaan positif mereka terhadap kebinekaan. Hasil karya menjadi bukti bahwa proses belajar di sekolah membangun nilai-nilai tersebut..

Informasi saat visitasi:

Wawancara dengan 3 murid: Masing2 murid dengan lancar dapat menceritakan proses belajar yang sudah menyadarkan mereka bahwa keberagaman itu baik. Murid juga dapat bercerita dengan antusias tentang prosesnya membuat hasil karya

Data tambahan: Wawancara dengan pendidik: pendidik dengan lancar menjelaskan proses penyusunan RPP untuk mencapai nilai2 kebhinekaan. Pelaksanaan Pembelajaran sudah mengakomodasi kebhinekaan para murid

Informasi saat visitasi:

Hasil pengamatan:

Terlihat bahwa sejumlah poster dan hasil karya murid yang dipajang mencerminkan nilai-nilai keberagaman.

Pilihan buku di pojok baca juga mencerminkan nilai-nilai kebhinekaan

Bagaimana merekap data yang diperoleh saat visitasi?

Rekap bukti hasil telaah dokumen saat pra visitasi, dapat juga dimasukkan di sini agar seluruh bukti terekap di satu tempat.

Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

26 of 101

Contoh penentuan keterpenuhan indikator kinerja

Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Butir

Indikator

Terpenuhi atau Tidak

Alasan mencentang indikator

Bukti Teramati yang digunakan

[Isi dengan Butir yang sedang ditelaah]

[Isi dengan indikator kinerja yang sedang ditelaah]

[tentukan apakah indikator kinerja terpenuhi atau tidak]

[jelaskan alasan Anda menyimpulkan bahwa indikator kinerja terpenuhi atau tidak.

Dalam penjelasan Anda, rujuklah data (dokumentasi, hasil wawancara, hasil observasi) yang menjadi bukti yang mendasari penilaian Anda]

[Tuliskan Bukti teramati yang Anda gunakan]

Bukti dapat lebih dari satu. Yang utama, bukti yang terkumpul sudah membuat Anda yakin bahwa indikator kinerja telah terpenuhi.

27 of 101

Penilaian dilakukan secara INDEPENDEN oleh masing-masing asesor.

Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Aplikasi hanya menampilkan hasil pencentangan indikator yang berbeda untuk disepakati oleh asesor 1 dan 2 .

Butir

Indikator

Hasil Asesor 1

Hasil Asesor 2

Hasil kesepakatan kelompok

Rasional hasil penilaian kelompok

(Catatan: disusun ulang bersama dan kembali tentukan bukti yang digunakan sebagai pendukung)

1

..

X

………

2

3

..

………

Asesor 2

Asesor 1

Jika terdapat perbedaan penilaian dari asesor, maka kedua asesor perlu berdiskusi kembali untuk menentukan hasil akhir berdasarkan kesepakatan.

28 of 101

BADAN AKREDITASI NASIONAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

Sesi 4

SisPenA

29 of 101

Bagaimana alur program aplikasi Sispena-PDM?

30 of 101

https://bansm.kemdikbud.go.id/sispena3/login

31 of 101

Pra-Visitasi: Deskripsi Kinerja Asesi

  1. Deskripsi Kinerja Asesi adalah penjelasan satdik tentang kinerjanya dalam menyediakan aspek layanan sesuai dengan butir dan indikator yang diukur.
  2. Satdik dapat merujuk bagian mana dari dokumen wajib yang menjadi bukti ragam butir dalam instrumen serta menjelaskan rasionalnya mengapa bagian dari dokumen tersebut sebagai bukti performa satdik.
  3. Asesor mencermati Deskripsi Kinerja Asesi melalui Sispena untuk mempelajari berbagai informasi tentang sekolah yang menjadi target visitasi.

32 of 101

Pra-Visitasi: Dokumentasi Wajib

  1. Asesor mempelajari berbagai informasi tentang satdik melalui Dokumentasi Wajib yang diunggah dalam Sispena meliputi:
  2. Kurikulum di tingkat sekolah
  3. Rencana kerja tahunan
  4. Rencana kegiatan dan anggaran sekolah
  5. Kalender tahunan kegiatan pendidikan
  6. Contoh perencanaan pembelajaran
  7. Foto /video lingkungan belajar.

33 of 101

BADAN AKREDITASI NASIONAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH

Sesi 5

Instrumen Akreditasi 2024

34 of 101

35 of 101

Instrumen Akreditasi 2024

Komponen 1: Kinerja Pendidik dalam Mengelola Proses Pembelajaran yang berpusat pada peserta didik

Butir 1 : 4 Indikator

Butir 2 : 4 Indikator

Butir 3 : 6 Indikator

Butir 4 : 5 Indikator

Komponen 2: Kepemimpinan Kepala Satuan Pendidikan dalam Pengelolaan satuan pendidikan

Butir 5 : 4 Indikator

Butir 6 : 6 Indikator

Butir 7 : 4 Indikator

Butir 8 : 4 Indikator

Butir 9 : 3 Indikator

Komponen 3: Iklim Lingkungan Belajar

Butir 10 : 3 Indikator

Butir 11 : 3 Indikator

Butir 12 : 3 Indikator

Butir 13 : 4 Indikator

Butir 14 : 6 Indikator

Komponen4: Kompetensi Hasil Pembelajaran Lulusan dan/atau Peserta Didik (Diperhitungkan dari hasil analisis asesmen nasional)

36 of 101

IA 2024

37 of 101

IA 2024

38 of 101

IA 2024

39 of 101

Komponen 1: Kinerja Pendidik dalam Mengelola Proses Pembelajaran yang berpusat pada peserta didik

40 of 101

Butir 1. Pendidik menyediakan dukungan sosial emosional bagi peserta didik dalam proses pembelajaran.

Indikator: menciptakan interaksi yang setara dan saling menghargai antara pendidik dan peserta didik

Pembuktian Indikator:

  1. Melalui wawancara dengan minimal 3 guru dan/atau murid, didapatkan informasi bahwa murid mengalami proses pembelajaran yang saling menghargai antara guru dan murid.
  2. Melalui observasi kelas ditemukan fakta adanya interaksi yang setara dan saling menghargai antara guru dan murid sehingga murid merasa aman untuk bertanya, berpendapat, berdiskusi, dan tidak takut salah.

41 of 101

Butir 1. Pendidik menyediakan dukungan sosial emosional bagi peserta didik dalam proses pembelajaran.

Indikator : memberi perhatian kepada peserta didik yang memerlukan dukungan lebih/khusus

Pembuktian Indikator:

  • Melalui telaah dokumen diperoleh bukti yang menunjukkan berbagai cara guru dalam memberikan perhatian kepada murid yang memerlukan dukungan lebih/khusus seperti: instruksi pembelajaran yang berbeda, pendampingan tambahan, atau cara lain yang sesuai dengan kebutuhan murid.
  • Melalui wawancara dengan minimal 3 guru diperoleh informasi bahwa guru memberi perhatian kepada murid yang memerlukan dukungan lebih/khusus melalui berbagai cara.
  • Melalui observasi ditemukan fakta bahwa guru mampu mengidentifikasi adanya murid yang perlu mendapat perhatian khusus dan menerapkan cara yang berbeda untuk murid-murid tersebut.

42 of 101

Butir 1. Pendidik menyediakan dukungan sosial emosional bagi peserta didik dalam proses pembelajaran.

Pembuktian Indikator:

  1. Melalui telaah dokumen diperoleh bukti bahwa guru memfasilitasi murid untuk mengembangkan kemampuan sosial emosional yang bertanggung jawab, contohnya dalam RPP, KOSP, hasil karya murid, rapor, jurnal refleksi guru, dll
  2. Melalui wawancara dengan minimal 3 guru diperoleh informasi tentang bagaimana cara guru dalam mengembangkan kemampuan mengendalikan sosial emosional murid, seperti: teknik STOP, ambil nafas, mengambil waktu untuk menenangkan diri, dan lainnya
  3. Melalui wawancara dengan minimal 3 murid diperoleh informasi tentang bagaimana cara guru dalam mengembangkan kemampuan sosial emosional murid, seperti: teknik STOP, ambil nafas, mengambil waktu untuk menenangkan diri, dan lainnya.
  4. Melalui observasi ditemukan fakta bahwa guru memfasilitasi murid dalam mengembangkan kemampuan sosial emosional mereka seperti: membekali murid dengan teknik-teknik menyelesaikan konflik, merujuk pada kesepakatan kelas untuk mengelola perilaku murid, menumbuhkan kebiasaan refleksi dalam pembelajaran.

Indikator: memfasilitasi peserta didik untuk mengembangkan keterampilan sosial emosional

43 of 101

Butir 1. Pendidik menyediakan dukungan sosial emosional bagi peserta didik dalam proses pembelajaran.

Indikator: memberikan umpan balik yang membangun kepercayaan diri peserta didik bahwa kemampuan dirinya dapat terus berkembang ketika ia mau berusaha

Pembuktian Indikator:

  1. Melalui telaah dokumen ditemukan umpan balik guru yang konstruktif, misalnya dalam dokumen rapor, umpan balik tertulis atas hasil kerja murid, dan lain-lain.
  2. Melalui wawancara dengan minimal 3 orang guru, diperoleh informasi mengenai kapan guru memberikan umpan balik konstruktif dan bentuk-bentuk umpan balik konstruktif yang pernah ia berikan.
  3. Melalui wawancara dengan minimal 3 orang murid, diperoleh penuturan tentang pengalaman mendapatkan umpan balik (kapan, bentuknya seperti apa).
  4. Melalui observasi pembelajaran di kelas diperoleh bukti bahwa guru memberikan umpan balik konstruktif kepada murid.

44 of 101

Butir 2. Pendidik mengelola kelas untuk menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan mendukung tercapainya tujuan pembelajaran

Indikator: menyusun kesepakatan kelas secara partisipatif

Pembuktian Indikator:

  1. Melalui telaah dokumen diperoleh bukti bahwa terdapat kesepakatan kelas di beberapa kelas sampel. Kesepakatan kelas dapat berupa: pajangan kesepakatan kelas di ruang kelas, dan lainnya.
  2. Melalui wawancara dengan minimal 3 guru diperoleh informasi mengenai proses penyusunan kesepakatan kelas yang melibatkan murid.
  3. Melalui wawancara dengan minimal 3 murid diperoleh informasi bahwa ia turut berperan menyusun kesepakatan kelas dengan memberi usulan, menyampaikan persetujuan, dan ketidaksetujuan.

45 of 101

Butir 2. Pendidik mengelola kelas untuk menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan mendukung tercapainya tujuan pembelajaran

Indikator: tidak menggunakan tindakan agresif, baik secara verbal dan nonverbal dalam mengelola perilaku peserta didik

Pembuktian Indikator:

  1. Melalui telaah dokumen diperoleh bukti bahwa sekolah yang melarang tindakan agresif secara verbal dan nonverbal untuk mengelola perilaku murid.
  2. Melalui wawancara dengan minimal 3 guru, diperoleh informasi terkait contoh bagaimana guru mengelola perilaku murid tanpa tindakan agresif.
  3. Melalui wawancara dengan minimal 3 murid, diperoleh informasi bahwa guru berlaku lemah lembut, penuh kasih, sabar, namun tegas (bukan kasar atau keras) dalam mengelola atau mengoreksi perilaku murid.
  4. Melalui observasi diperoleh fakta bahwa guru tidak menggunakan tindakan agresif, baik secara verbal dan nonverbal dalam mengelola perilaku murid.

46 of 101

Butir 2. Pendidik mengelola kelas untuk menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan mendukung tercapainya tujuan pembelajaran

Indikator: mendorong terbangunnya perilaku positif peserta didik berbasis tanggung jawab dan konsekuensi

Pembuktian Indikator:

  1. Melalui telaah dokumen diperoleh bukti mengenai kebijakan sekolah tentang penggunaan disiplin positif.
  2. Melalui wawancara dengan pendidik/murid diperoleh informasi terkait dengan contoh penerapan disiplin positif.
  3. Melalui observasi diperoleh fakta terkait dengan contoh penerapan disiplin positif.

47 of 101

Butir 2. Pendidik mengelola kelas untuk menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan mendukung tercapainya tujuan pembelajaran

Indikator: membangun suasana belajar yang berfokus pada aktivitas belajar

Pembuktian Indikator:

  1. Melalui wawancara dengan minimal 3 guru diperoleh informasi tentang cara guru membangun suasana belajar yang minim gangguan dan berfokus pada aktivitas belajar di kelas.
  2. Melalui wawancara dengan minimal 3 guru dari kelas berbeda, diperoleh informasi tentang cara guru membangun suasana belajar yang minim gangguan dan berfokus pada aktivitas belajar di kelas.
  3. Melalui observasi kelas, dapat teramati bahwa perilaku, percakapan, dan kesibukan di dalam kelas adalah bagian dari aktivitas belajar.

48 of 101

Butir 3. Pendidik mengelola proses pembelajaran secara efektif dan bermakna

Indikator: merumuskan tujuan pembelajaran dengan mengacu pada kurikulum satuan pendidikan

Pembuktian Indikator:

  1. Melalui telaah dokumen diperoleh bukti berupa contoh tujuan pembelajaran yang selaras dengan kurikulum sekolah.
  2. Melalui wawancara dengan minimal 3 guru diperoleh informasi bahwa guru dapat menjelaskan tujuan pembelajaran dalam pembelajaran selaras dengan kurikulum sekolah

49 of 101

Butir 3. Pendidik mengelola proses pembelajaran secara efektif dan bermakna

Indikator: melakukan asesmen dengan menggunakan cara yang beragam

Pembuktian Indikator:

  1. Melalui telaah dokumen diperoleh bukti minimal 3 contoh bentuk asesmen pembelajaran yang pernah dilakukan guru misalnya: tes tertulis, produk, unjuk kinerja, projek dan lain-lain.
  2. Melalui telaah dokumen diperoleh bukti hasil karya murid dari cara asesmen yang berbeda.
  3. Melalui wawancara dengan minimal 3 guru diperoleh penjelasan tentang cara guru memilih metode asesmen yang digunakan.

50 of 101

Butir 3. Pendidik mengelola proses pembelajaran secara efektif dan bermakna

Indikator: menggunakan hasil asesmen untuk mendapatkan informasi tentang kebutuhan belajar peserta didik

Pembuktian Indikator:

  1. Melalui telaah dokumen diperoleh bukti bahwa guru mendokumentasikan hasil asesmen.
  2. Melalui wawancara diperoleh informasi bahwa guru memanfaatkan hasil asesmen untuk mengenali kebutuhan belajar murid.

51 of 101

Butir 3. Pendidik mengelola proses pembelajaran secara efektif dan bermakna

Indikator: menggunakan hasil asesmen sebagai dasar untuk merancang pembelajaran

Pembuktian Indikator:

  1. Melalui telaah dokumen diperoleh bukti berupa penggunaan hasil asesmen tersebut untuk merancang pembelajaran.
  2. Melalui wawancara dengan minimal 3 guru diperoleh informasi tentang cara guru menggunakan hasil asesmen untuk merancang pembelajaran sesuai kebutuhan belajar murid.

52 of 101

Butir 3. Pendidik mengelola proses pembelajaran secara efektif dan bermakna

Indikator: merancang kegiatan pembelajaran yang selaras dengan tujuan pembelajaran

Pembuktian Indikator:

  1. Melalui telaah dokumen diperoleh bukti kegiatan pembelajaran yang selaras dengan tujuan pembelajaran.
  2. Melalui wawancara dengan minimal 3 guru diperoleh penjelasan tentang upaya guru untuk menyelaraskan kegiatan pembelajaran dengan tujuan pembelajaran.

53 of 101

Butir 3. Pendidik mengelola proses pembelajaran secara efektif dan bermakna

Indikator: melibatkan peserta didik secara aktif dalam menentukan tujuan pembelajaran, kegiatan belajar, dan asesmen dengan menggunakan beragam pendekatan dan cara yang sesuai

Pembuktian Indikator:

  1. Melalui telaah dokumen diperoleh bukti keterlibatan murid dalam kegiatan pembelajaran untuk memenuhi tujuan belajar, misalnya dalam RPP tercermin bahwa murid diajak berdiskusi dalam memilih cara belajar, ditanya pendapatnya tentang apa yang mereka ingin tahu lebih lanjut, dll.
  2. Melalui wawancara dengan minimal 3 guru, ada penjelasan guru mengenai salah satu peristiwa saat guru melibatkan murid dalam menentukan tujuan pembelajaran dan/atau kegiatan pembelajaran, dan/atau asesmen pembelajaran
  3. Melalui wawancara dengan minimal 3 murid, ada informasi mengenai pengalaman murid ketika terlibat dalam menentukan tujuan pembelajaran dan/atau kegiatan pembelajaran dan/atau asesmen pembelajaran.

54 of 101

Butir 4. Pendidik memfasilitasi pembelajaran yang efektif dalam membangun keimanan, ketakwaan, komitmen kebangsaan, kemampuan bernalar dan memecahkan masalah, serta karakter dan kompetensi lainnya yang relevan bagi peserta didik

Indikator: memfasilitasi peserta didik untuk menguatkan keimanan dan ketakwaan pada Tuhan untuk membentuk akhlak yang mulia melalui beragam pengalaman belajar

Pembuktian Indikator:

  1. Melalui telaah dokumen diperoleh bukti kegiatan pembelajaran, kegiatan rutin maupun kegiatan insidental baik di tingkat kelas maupun tingkat sekolah, misalnya program pembinaan karakter, konservasi lingkungan, kegiatan pelayanan masyarakat, bimbingan dan konseling, dll, yang bertujuan untuk mengembangkan akhlak beragama, akhlak pribadi, akhlak kepada sesama manusia, dan akhlak kepada alam.
  2. Melalui wawancara dengan minimal 3 murid didapatkan informasi bahwa mereka telah berperan dalam penguatan keimanan dan ketakwaan yang dapat berupa kegiatan pembelajaran, kegiatan rutin maupun kegiatan insidental yang direncanakan guru dan murid baik di tingkat kelas maupun tingkat sekolah.
  3. Melalui observasi lingkungan sekolah teramati adanya kegiatan pembelajaran yang menguatkan keimanan dan ketakwaan, kegiatan rutin maupun kegiatan insidental yang direncanakan guru dan murid baik di tingkat kelas maupun tingkat sekolah.

55 of 101

Butir 4. Pendidik memfasilitasi pembelajaran yang efektif dalam membangun keimanan, ketakwaan, komitmen kebangsaan, kemampuan bernalar dan memecahkan masalah, serta karakter dan kompetensi lainnya yang relevan bagi peserta didik

Indikator: memfasilitasi peserta didik untuk menguatkan kecintaan terhadap sejarah, kekayaan budaya, alam Indonesia, pemikiran, dan karya anak bangsa melalui pengalaman belajar yang beragam

Pembuktian Indikator:

  1. Melalui telaah dokumen diperoleh bukti bahwa guru memfasilitasi pembelajaran murid untuk belajar tentang sejarah, kekayaan budaya, alam indonesia, pemikiran dan karya anak bangsa melalui kegiatan yang beragam seperti kunjungan lapangan, narasumber tamu, studi kasus, pembelajaran berbasis proyek, festival, dan lain-lain.
  2. Melalui wawancara dengan minimal 3 murid diperoleh informasi keterlibatan murid dalam berbagai kegiatan belajar terkait sejarah, kekayaan budaya, alam Indonesia, pemikiran dan karya anak bangsa

56 of 101

Butir 4. Pendidik memfasilitasi pembelajaran yang efektif dalam membangun keimanan, ketakwaan, komitmen kebangsaan, kemampuan bernalar dan memecahkan masalah, serta karakter dan kompetensi lainnya yang relevan bagi peserta didik

Indikator: memfasilitasi peserta didik untuk mengembangkan keingintahuan, serta kecintaan akan ilmu pengetahuan melalui pengalaman belajar yang bermakna dan reflektif

Pembuktian Indikator:

  1. Melalui telaah dokumen ditemukan bukti bahwa guru memantik rasa ingin tahu dan cinta pada pengetahuan pada murid melalui hal-hal yang relevan, bermakna, dan reflektif. Bukti dapat ditemukan antara lain pada RPP melalui penggunaan pertanyaan pemantik, mendiskusikan fakta-fakta yang yang menarik, dll.
  2. Melalui wawancara dengan murid diperoleh informasi bahwa mereka merasa senang belajar dan ingin tahu lebih banyak.
  3. Melalui observasi pada saat kegiatan pembelajaran, teramati bahwa murid antusias dan kegiatan pembelajarannya mendorong murid untuk bertanya dan ingin tahu.

57 of 101

Butir 4. Pendidik memfasilitasi pembelajaran yang efektif dalam membangun keimanan, ketakwaan, komitmen kebangsaan, kemampuan bernalar dan memecahkan masalah, serta karakter dan kompetensi lainnya yang relevan bagi peserta didik

Indikator: memfasilitasi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan bernalar dan memecahkan masalah melalui strategi pembelajaran yang mendorong peserta didik berani bertanya, mau mencoba, dan berkarya

Pembuktian Indikator:

  1. Melalui telaah dokumen diperoleh bukti bahwa guru memfasilitasi pembelajaran murid untuk mampu bernalar dan memecahkan masalah melalui berbagai strategi seperti pembelajaran berbasis proyek, studi kasus, dan lain-lain.(RPP, ragam penilaian, hasil karya murid, dokumentasi foto dan video)
  2. Melalui wawancara dengan minimal 3 guru ditemukan informasi bahwa guru telah memfasilitasi kegiatan yang memberi kesempatan murid mengutarakan pendapat, mengkritisi gagasan, berbagi pengetahuan dengan sesama, berani mencoba dan berkarya, atau kemampuan lain yang relevan.
  3. Melalui wawancara dengan murid diperoleh hasil bahwa ia merasa aman untuk bertanya, mau mencoba dan belajar dari kesalahan
  4. Melalui observasi di kelas diperoleh bukti bahwa murid didorong untuk melakukan 3 dari beberapa hal berikut ini: berani bertanya, mengutarakan pendapat, mengkritisi gagasan, berbagi pengetahuan, mau mencoba dan belajar dari kesalahan, atau kemampuan lain yang relevan.

58 of 101

Butir 4. Pendidik memfasilitasi pembelajaran yang efektif dalam membangun keimanan, ketakwaan, komitmen kebangsaan, kemampuan bernalar dan memecahkan masalah, serta karakter dan kompetensi lainnya yang relevan bagi peserta didik

Indikator: memfasilitasi pembelajaran yang mendorong peserta didik melakukan refleksi keterhubungan pembelajaran dengan konteks kehidupan nyata untuk dapat berperan dan memberikan manfaat di lingkungannya

Pembuktian Indikator:

  1. Melalui telaah dokumen diperoleh contoh perencanaan dan pelaksanaan pembelajaraan yang menggunakan metode pembelajaran berbasis proyek.
  2. Melalui wawancara dengan minimal 3 guru diperoleh informasi adanya penuturan murid tentang pengalamannya merefleksikan pembelajaran di kelas, yang memperlihatkan bahwa ia dapat melihat keterhubungan antara pembelajaran dengan kehidupan nyata.
  3. Melalui wawancara dengan minimal 3 guru diperoleh informasi tentang pengalaman guru menggunakan metode pembelajaran berbasis proyek.
  4. Melalui wawancara dengan minimal 3 murid diperoleh informasi tentang pengalaman murid tentang mengerjakan proyek pembelajaran yang sesuai dengan konteks kehidupannya sehari-hari, atau sesuai dengan masalah yang murid temui sehari-hari, atau dapat menyelesaikan masalah yang ditemui di sekitarnya.
  5. Melalui observasi di kelas/lingkungan sekolah teramati contoh-contoh hasil karya murid yang terdokumentasi.

59 of 101

Komponen 2: Kepemimpinan Kepala Satuan Pendidikan dalam Pengelolaan satuan pendidikan

60 of 101

Butir 5. Kepala satuan pendidikan menerapkan budaya refleksi untuk perbaikan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, serta evaluasi kinerja untuk rencana pengembangan profesional bagi pendidik dan tenaga kependidikan

Indikator: memberi waktu dan kesempatan bagi pendidik dan tenaga kependidikan untuk melakukan refleksi kinerja secara rutin

Pembuktian Indikator:

  1. Melalui telaah dokumen diperoleh bukti yang menunjukkan bahwa guru telah melakukan refleksi pembelajaran secara rutin dalam berbagai bentuk antara lain catatan pertemuan, jurnal guru, dll.
  2. Melalui wawancara dengan minimal 3 orang guru dan tenaga kependidikan, didapatkan informasi bahwa guru telah melakukan refleksi secara rutin melalui berbagai cara.

61 of 101

Butir 5. Kepala satuan pendidikan menerapkan budaya refleksi untuk perbaikan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, serta evaluasi kinerja untuk rencana pengembangan profesional bagi pendidik dan tenaga kependidikan

Indikator: melakukan kegiatan evaluasi kinerja secara berkala kepada pendidik dan tenaga kependidikan

Pembuktian Indikator:

  1. Melalui telaah dokumen diperoleh bukti adanya evaluasi kinerja guru yang terjadi secara berkala dalam 2 tahun terakhir dan didukung oleh jadwal evaluasi kinerja guru dan tenaga kependidikan dalam Rencana Kegiatan Tahunan.
  2. Melalui wawancara dengan guru dan tenaga kependidikan, didapatkan informasi bahwa guru dan tenaga kependidikan mengalami proses evaluasi kinerja secara berkala yang dilakukan oleh kepala sekolah.

62 of 101

Butir 5. Kepala satuan pendidikan menerapkan budaya refleksi untuk perbaikan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, serta evaluasi kinerja untuk rencana pengembangan profesional bagi pendidik dan tenaga kependidikan

Indikator: memastikan pendidik memiliki dokumen rencana pengembangan profesional diri berdasarkan hasil evaluasi kinerja dan refleksi.

Pembuktian Indikator:

  1. Melalui telaah dokumen diperoleh bukti adanya rencana pengembangan diri dari semua guru pada sekolah berdasarkan hasil evaluasi kinerja.
  2. Melalui wawancara dengan minimal 3 guru, didapatkan informasi bahwa guru mengalami proses evaluasi kinerja oleh kepala sekolah berdasarkan refleksi guru dan berhubungan dengan rencana pengembangan diri pendidik.
  3. Melalui wawancara pada minimal 3 guru, didapatkan informasi bahwa guru telah memanfaatkan umpan balik yang diperoleh dalam evaluasi kinerja untuk merencanakan pengembangan profesinya.

63 of 101

Butir 5. Kepala satuan pendidikan menerapkan budaya refleksi untuk perbaikan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, serta evaluasi kinerja untuk rencana pengembangan profesional bagi pendidik dan tenaga kependidikan

Indikator: mengembangkan program pengembangan profesional pendidik yang berdampak terhadap peningkatan kualitas pembelajaran

Pembuktian Indikator:

  1. Melalui telaah dokumen diperoleh bukti yang menunjukkan telah dilakukannya program pengembangan profesional guru, misalnya dalam RKT, RKAS, dll.
  2. Melalui wawancara dengan guru, diperoleh informasi bahwa guru telah mengikuti program pengembangan profesional guru.
  3. Melalui wawancara dengan guru diperoleh informasi tentang dampak program pengembangan profesional guru pada peningkatan kualitas pembelajaran.

64 of 101

Butir 6. Kepala satuan pendidikan menghadirkan layanan belajar yang partisipatif dan kolaboratif untuk tercapainya visi dan misi.

Indikator: memiliki visi dan misi yang jelas dan mengomunikasikan kepada pemangku kepentingan

Pembuktian Indikator:

  1. Melalui telaah dokumen diperoleh bukti yang menunjukkan bahwa kepala sekolah telah mengkomunikasikan visi dan misi kepada para pemangku kepentingan dengan berbagai cara; pertemuan dengan orang tua, surat pada orangtua, dll.
  2. Melalui wawancara dengan murid/guru/orang tua didapatkan informasi bahwa visi misi telah dikomunikasikan pada mereka.

65 of 101

Butir 6. Kepala satuan pendidikan menghadirkan layanan belajar yang partisipatif dan kolaboratif untuk tercapainya visi dan misi.

Indikator:membangun komunikasi dan interaksi antarwarga secara berkala

Pembuktian Indikator:

  1. Melalui telaah dokumen diperoleh bukti adanya kegiatan sebagai wadah komunikasi dan interaksi kepala sekolah dan warga sekolah secara berkala.
  2. Melalui telaah dokumentasi diperoleh bukti bahwa telah terlaksana kegiatan sebagai wadah komunikasi dan interaksi kepala sekolah dan warga sekolah secara berkala.
  3. Melalui wawancara dengan guru, didapatkan informasi bahwa mereka berkomunikasi dan berinteraksi secara berkala dengan kepala sekolah untuk berbagai konteks; seperti pertemuan rutin mingguan, supervisi akademik, pertemuan individu, dan pertemuan informal lainnya.
  4. Melalui wawancara dengan murid, didapatkan informasi bahwa mereka berkomunikasi dan berinteraksi secara berkala dengan kepala sekolah untuk berbagai konteks; menyapa di pintu masuk sekolah di pagi hari, upacara, pertemuan bersama, observasi kelas, pertemuan individu dan pertemuan informal lainnya.
  5. Melalui wawancara dengan orangtua murid didapatkan informasi bahwa mereka berkomunikasi dan berinteraksi secara berkala dengan kepala sekolah untuk berbagai konteks; presentasi program sekolah awal tahun, semester, acara kenaikan kelas, dll.

66 of 101

Butir 6. Kepala satuan pendidikan menghadirkan layanan belajar yang partisipatif dan kolaboratif untuk tercapainya visi dan misi.

Indikator: melakukan kolaborasi atau kemitraan dengan orang tua/wali dalam rangka mendukung penyelenggaraan layanan pendidikan

Pembuktian Indikator:

  1. Melalui telaah dokumen diperoleh bukti kegiatan kolaborasi atau kemitraan dengan orangtua murid untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan misalnya kegiatan orangtua berbagi pengalaman dengan murid-murid dengan menjadi narasumber di pelajaran-pelajaran tertentu, orangtua terlibat dalam kepanitiaan kegiatan sekolah, dll
  2. Dari wawancara dengan orangtua murid, didapatkan informasi yang menunjukkan bahwa telah dilakukan kolaborasi dengan orangtua dalam berbagai cara.
  3. Dari wawancara dengan kepala sekolah didapatkan informasi yang menunjukkan bahwa telah dilakukan kolaborasi dengan orangtua dalam berbagai cara.

67 of 101

Butir 6. Kepala satuan pendidikan menghadirkan layanan belajar yang partisipatif dan kolaboratif untuk tercapainya visi dan misi.

Indikator: melakukan kemitraan dengan pihak-pihak lain dalam rangka mendukung penyelenggaraan layanan pendidikan

Pembuktian Indikator:

  1. Melalui telaah dokumen diperoleh bukti kegiatan kemitraan dengan pihak-pihak lain untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan misalnya dengan unsur pemerintah setempat, perguruan tinggi, perusahaan, LSM, dalam bentuk narasumber kegiatan atau proses pembelajaran di kelas, sponsor kegiatan sekolah, dll.
  2. Dari wawancara dengan orangtua murid, didapatkan informasi yang menunjukkan bahwa telah dilakukan kemitraan dengan berbagai pihak dalam berbagai bentuk.
  3. Dari wawancara dengan kepala sekolah didapatkan informasi yang menunjukkan bahwa telah dilakukan kemitraan dengan pihak-pihak lain dalam berbagai bentuk.

68 of 101

Butir 6. Kepala satuan pendidikan menghadirkan layanan belajar yang partisipatif dan kolaboratif untuk tercapainya visi dan misi.

Indikator: melaksanakan evaluasi/refleksi berbasis data dengan melibatkan peserta didik, pendidik, tenaga pendidikan, dan orang tua

Pembuktian Indikator:

  1. Melalui telaah dokumen diperoleh bukti kegiatan evaluasi/refleksi berbasis data yang melibatkan pihak-pihak tersebut, misalnya melalui survey, pertemuan reguler, diskusi terpumpun tentang rapor pendidikan, dll
  2. Melalui wawancara dengan orangtua murid/murid/guru, didapatkan informasi bagaimana pelaksanaan survey, pertemuan reguler, diskusi terpumpun tentang rapor pendidikan, dll

69 of 101

Butir 6. Kepala satuan pendidikan menghadirkan layanan belajar yang partisipatif dan kolaboratif untuk tercapainya visi dan misi.

Indikator: menyusun rencana kegiatan tahunan berdasar evaluasi/refleksi berbasis data

Pembuktian Indikator:

  1. Melalui telaah dokumen diperoleh bukti adanya refleksi berbasis data, misalnya notulen pertemuan analisis hasil rapor pendidikan, hasil survey terhadap murid/ orangtua murid, hasil musyawarah bersama warga sekolah, dll.
  2. Melalui telaah dokumen diperoleh bukti bahwa hasil refleksi dan evaluasi dijadikan dasar untuk membuat rencana kegiatan tahunan.
  3. Dari wawancara dengan Kepala sekolah, didapatkan informasi mengenai proses penyusunan RKT berdasarkan hasil evaluasi dan refleksi.

70 of 101

Butir 7. Kepala satuan pendidikan memastikan pengelolaan anggaran dilakukan sesuai perencanaan berdasarkan refleksi yang berbasis data secara transparan dan akuntabel

Indikator:

mengelola anggaran satuan pendidikan dan dilaksanakan sesuai dengan perencanaan

Pembuktian Indikator:

  1. Melalui telaah dokumen RKT/RKAS diperoleh bukti adanya anggaran sekolah dilaksanakan sesuai dengan perencanaan.
  2. Melalui wawancara dengan kepala sekolah didapatkan informasi yang menunjukkan bahwa telah dilakukan pengelolaan anggaran berdasarkan perencanaan.

71 of 101

Butir 7. Kepala satuan pendidikan memastikan pengelolaan anggaran dilakukan sesuai perencanaan berdasarkan refleksi yang berbasis data secara transparan dan akuntabel

Indikator:

merencanakan anggaran satuan pendidikan yang disusun bersama dengan komite satuan pendidikan atau pihak terkait

Pembuktian Indikator:

  1. Melalui telaah dokumen diperoleh bukti adanya keterlibatan komite dalam penyusunan anggaran sekolah.
  2. Melalui wawancara dengan komite, didapatkan informasi yang menunjukkan bahwa pengelolaan anggaran disusun bersama dengan komite.

72 of 101

Butir 7. Kepala satuan pendidikan memastikan pengelolaan anggaran dilakukan sesuai perencanaan berdasarkan refleksi yang berbasis data secara transparan dan akuntabel

Indikator:

merencanakan rencana anggaran satuan pendidikan dan menunjukkan sumber pendanaan beserta alokasi pemanfaatannya

Pembuktian Indikator:

  1. Melalui telaah dokumen diperoleh bukti yang menunjukkan sekolah menunjukkan sumber pendanaan dan alokasi pemanfaatannya.
  2. Melalui wawancara dengan komite dan kepala sekolah didapatkan informasi yang menunjukkan bahwa pengelolaan menunjukkan sumber pendanaan dan alokasi pemanfaatannya.

73 of 101

Butir 7. Kepala satuan pendidikan memastikan pengelolaan anggaran dilakukan sesuai perencanaan berdasarkan refleksi yang berbasis data secara transparan dan akuntabel

Indikator:

mengelola anggaran yang dilaporkan secara berkala kepada pemangku kepentingan

Pembuktian Indikator:

  1. Melalui telaah dokumen diperoleh bukti yang menunjukkan telah terjadinya pelaporan pengelolaan anggaran kepada pemangku kepentingan; bisa berupa catatan pertemuan, foto-foto kegiatan, dokumen laporan, file ppt, dll
  2. Melalui wawancara dengan komite dan kepala sekolah didapatkan informasi yang menunjukkan bahwa telah terjadi pelaporan pengelolaan anggaran kepada pemangku kepentingan.

74 of 101

Butir 8. Kepala satuan pendidikan memimpin pengelolaan sarana dan prasarana sesuai dengan kebutuhan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik

Indikator:

menyusun perencanaan pengadaan sarana dan prasarana berdasar analisis kebutuhan pembelajaran

Pembuktian Indikator:

  1. Melalui telaah dokumen diperoleh bukti yang menunjukkan perencanaan dibuat berdasar analisis kebutuhan pembelajaran. Bukti dapat berupa catatan pertemuan, foto-foto kegiatan, dokumen laporan, file ppt, dll
  2. Melalui wawancara dengan kepala sekolah, didapatkan informasi yang menunjukkan bahwa telah terjadi perencanaan dengan berdasarkan analisis kebutuhan belajar.

75 of 101

Butir 8. Kepala satuan pendidikan memimpin pengelolaan sarana dan prasarana sesuai dengan kebutuhan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik

Indikator:

memanfaatkan sarana dan prasarana yang dimiliki secara optimal

Pembuktian Indikator:

  1. Melalui telaah dokumen diperoleh bukti yang menunjukkan sarpras dimanfaatkan secara maksimal dalam pembelajaran; misalnya: jadwal penggunaan laboratorium, daftar pengunjung perpustakaan, dan sebagainya.
  2. Melalui wawancara dengan perwakilan murid, didapatkan informasi yang murid telah mengalami menggunakan sarpras dalam belajar.
  3. Melalui observasi lingkungan sekolah, ditemukan bukti bahwa sarana prasarana dimanfaatkan secara optimal untuk pembelajaran; terlihat dipakai oleh murid-murid untuk belajar, tidak ada sarpras yang terlihat usang karena tidak dipakai

76 of 101

Butir 8. Kepala satuan pendidikan memimpin pengelolaan sarana dan prasarana sesuai dengan kebutuhan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik

Indikator:

memenuhi sarana dan prasarana untuk kebutuhan pembelajaran secara mandiri atau bermitra

Pembuktian Indikator:

  1. Melalui telaah dokumen diperoleh bukti yang menunjukkan daftar sarpras dan cara pemenuhannya.
  2. Melalui telaah dokumentasi diperoleh bukti tentang pemenuhan sarpras secara bermitra.
  3. Melalui wawancara dengan kepala sekolah, didapatkan informasi bahwa sekolah telah memenuhi kebutuhan sarpras untuk pembelajaran baik secara mandiri maupun bermitra.

77 of 101

Butir 8. Kepala satuan pendidikan memimpin pengelolaan sarana dan prasarana sesuai dengan kebutuhan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik

Indikator:

melaksanakan mekanisme pemeliharaan sarana dan prasarana di lingkungan satuan pendidikan

Pembuktian Indikator:

  1. Melalui telaah dokumen, diperoleh bukti yang berisi rencana, jadwal, dan pelaksanaan pemeliharaan sarpras.
  2. Melalui wawancara kepala sekolah atau penanggung jawab sarana prasarana sekolah, diperoleh informasi mengenai mekanisme pemeliharaan sarana dan prasarana di lingkungan sekolahnya.

78 of 101

Butir 9. Kepala satuan pendidikan mengembangkan kurikulum di tingkat satuan pendidikan yang selaras dengan kurikulum nasional

Indikator:

melakukan analisis karakteristik satuan pendidikan untuk penyusunan kurikulum satuan pendidikan

Pembuktian Indikator:

  1. Melalui telaah dokumen diperoleh bukti yang menunjukkan bahwa sekolah dapat menjabarkan karakteristik sekolahnya dalam kurikulum sekolah.
  2. Melalui wawancara kepala sekolah diperoleh penjelasan tentang cara sekolah menggunakan hasil analisis karakteristik sekolah dalam penyusunan pengorganisasian pembelajaran dan perencanaan pembelajaran.

79 of 101

Butir 9. Kepala satuan pendidikan mengembangkan kurikulum di tingkat satuan pendidikan yang selaras dengan kurikulum nasional

Indikator:

mengembangkan kurikulum satuan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan belajar peserta didik dan merujuk pada kurikulum nasional

Pembuktian Indikator:

  1. Melalui telaah dokumen, diperoleh bukti ada pertimbangan mengenai kebutuhan murid di dalam penyusunan kurikulum sekolah.
  2. Melalui telaah dokumen, diperoleh bukti bahwa kurikulum tingkat sekolah merujuk pada kurikulum nasional.
  3. Melalui wawancara kepala sekolah diperoleh hasil bagaimana proses mengembangkan kurikulum sekolah yang mempertimbangkan kebutuhan murid.

80 of 101

Butir 9. Kepala satuan pendidikan mengembangkan kurikulum di tingkat satuan pendidikan yang selaras dengan kurikulum nasional

Indikator:

menyusun dan melaksanakan mekanisme evaluasi berkala untuk memastikan kurikulum di tingkat satuan pendidikan relevan dengan kebutuhan belajar peserta didik

Pembuktian Indikator:

  1. Melalui telaah dokumen ditemukan bukti bahwa sekolah memiliki mekanisme evaluasi kurikulum tingkat sekolah.
  2. Melalui wawancara diperoleh informasi mengenai perubahan kurikulum tingkat sekolah sebelum dan setelah dilakukan evaluasi.

81 of 101

Komponen 3: Iklim Lingkungan Belajar

82 of 101

Butir 10. Satuan pendidikan memastikan terbangunnya iklim kebinekaan bagi peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan

Indikator:

membangun sikap menghargai keberagaman peserta didik

Pembuktian Indikator:

  1. Melalui telaah dokumen diperoleh bukti yang menunjukkan adanya program/kegiatan/pembelajaran yang membangun sikap menghargai keberagaman murid, seperti: kegiatan festival budaya, pertandingan antar kelas (class meeting), saling kunjung dengan sekolah lain, dan sebagainya
  2. Melalui wawancara dengan minimal 3 murid mereka dapat menceritakan contoh-contoh sikap menghargai keberagaman antar murid yang diterapkan sekolah.
  3. 3. Melalui observasi ditemukan fakta bahwa sekolah membangun sikap menghargai keberagaman murid.

83 of 101

Butir 10. Satuan pendidikan memastikan terbangunnya iklim kebinekaan bagi peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan

Indikator:

mengenali keberagaman profil pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik

Pembuktian Indikator:

  1. Melalui telaah dokumen diperoleh bukti berupa data demografi murid, guru, dan tenaga kependidikan yang meliputi keragaman, di antaranya jender, suku bangsa, agama, bahasa, sosial-ekonomi, lokasi tempat tinggal, dan lain-lain.
  2. Melalui wawancara dengan minimal 3 murid didapatkan informasi bahwa murid dapat menjelaskan contoh keberagaman di sekolah.
  3. Melalui wawancara dengan pendidik/tenaga kependidikan/orang tua murid diperoleh informasi bahwa keberagaman adalah bagian dari keseharian mereka di sekolah.

84 of 101

Butir 10. Satuan pendidikan memastikan terbangunnya iklim kebinekaan bagi peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan

Indikator:

membangun sikap menghargai kesetaraan gender pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik

Pembuktian Indikator:

  1. Melalui telaah dokumen diperoleh bukti kebijakan yang menunjukkan adanya kesempatan yang setara bagi warga sekolah antara laki-laki dan perempuan.
  2. Melalui wawancara dengan minimal 3 guru/murid/tenaga kependidikan diperoleh penjelasan bahwa laki-laki dan perempuan memiliki hak dan kesempatan yang setara di sekolah, misalnya dalam proses pemilihan ketua kelas atau ketua osis, kesempatan mengikuti lomba-lomba, kesempatan mengikuti ekstra kurikuler, dll
  3. Melalui observasi diperoleh fakta yang menunjukkan bahwa laki-laki dan perempuan memiliki hak dan kesempatan yang setara, misalnya situasi ruang kelas, interaksi murid di luar kelas, dll.

85 of 101

Butir 11. Satuan pendidikan menyediakan lingkungan belajar yang inklusif untuk memenuhi kebutuhan belajar peserta didik yang beragam

Indikator:

memiliki kebijakan dan/atau prosedur yang mengakomodasi lingkungan belajar yang inklusif bagi berbagai kebutuhan belajar peserta didik

Pembuktian Indikator:

  1. Melalui telaah dokumen diperoleh bukti adanya kebijakan yang menunjukkan visi-misi sekolah yang mengakomodasi lingkungan belajar yang inklusif.
  2. Melalui wawancara dengan minimal 3 murid/orangtua murid dari kelompok yang beragam didapatkan informasi tentang pengalaman terpenuhinya kebutuhan belajar mereka/anak-anak mereka oleh sekolah.
  3. Melalui observasi diperoleh fakta yang menunjukkan bahwa murid telah terpenuhi kebutuhan belajarnya dalam proses pembelajaran sehari-harinya.

86 of 101

Butir 11. Satuan pendidikan menyediakan lingkungan belajar yang inklusif untuk memenuhi kebutuhan belajar peserta didik yang beragam

Indikator:

melaksanakan program bagi pendidik, orang tua/wali, dan peserta didik untuk mengakomodasi kebutuhan belajar peserta didik yang beragam

Pembuktian Indikator:

  1. Melalui telaah dokumen diperoleh bukti yang menunjukkan bahwa sekolah telah menjalankan program untuk mengakomodasi keragaman kebutuhan belajar bagi murid, misalnya ada dokumen program khusus (IEP) untuk murid ABK.
  2. Terdapat dokumentasi yang menunjukkan bahwa sekolah menjalankan program untuk mengakomodasi keragaman kebutuhan belajar bagi murid.
  3. Melalui wawancara dengan minimal 3 murid/ orang tua wali/ guru didapatkan informasi tentang hal-hal apa saja yang telah dilakukan oleh sekolah dalam program tersebut.

87 of 101

Butir 11. Satuan pendidikan menyediakan lingkungan belajar yang inklusif untuk memenuhi kebutuhan belajar peserta didik yang beragam

Indikator:

melaksanakan kegiatan yang memfasilitasi pembelajaran untuk peserta didik dengan kebutuhan yang beragam

Pembuktian Indikator:

  1. Melalui telaah dokumen diperoleh bukti adanya dokumen RPP yang menunjukkan pemenuhan kebutuhan belajar murid yang beragam.
  2. Melalui wawancara pada minimal 3 guru diperoleh informasi yang menunjukkan bahwa guru telah menerapkan diferensiasi pembelajaran dengan menceritakan tentang tujuan, proses dan hasil pembelajaran.
  3. Melalui wawancara pada minimal 3 murid diperoleh informasi yang menunjukkan bahwa murid mengalami dan merasakan bahwa kebutuhan belajarnya telah terpenuhi.

88 of 101

Butir 12. Satuan pendidikan mewujudkan iklim lingkungan belajar yang aman secara psikis bagi peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan

Indikator: melaksanakan kebijakan dan program untuk mencegah dan menangani perundungan dan kekerasan lainnya

Pembuktian Indikator:

  1. Melalui telaah dokumen diperoleh bukti telah terbentuknya Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK)
  2. Melalui telaah dokumen diperoleh bukti adanya kebijakan atau pernyataan tentang nilai/budaya sekolah yang mendukung pencegahan/penanganan kekerasan di sekolah
  3. Terdapat dokumentasi kegiatan/program lintas jenjang untuk murid.
  4. Melalui wawancara dengan guru/tenaga kependidikan diperoleh informasi berdasarkan pengalaman mereka bahwa kebijakan telah dilaksanakan dan ada program-program untuk mencegah dan menangani perundungan dan kekerasan lainnya, misalnya ada satgas anti perundungan, ada penyuluhan anti perundungan, dll.

89 of 101

Butir 12. Satuan pendidikan mewujudkan iklim lingkungan belajar yang aman secara psikis bagi peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan

Indikator:

memiliki pendidik dan tenaga kependidikan yang memahami tata laksana penanganan perundungan dan kekerasan lainnya

Pembuktian Indikator:

  1. Melalui telaah dokumen, diperoleh bukti yang menunjukkan adanya tata laksana penanganan perundungan/ kekerasan di sekolah.
  2. Melalui wawancara dengan minimal 3 guru, guru dapat menjelaskan tata laksana penanganan perundungan/ kekerasan di sekolah dan contoh penerapan yang telah dilakukan.

90 of 101

Butir 12. Satuan pendidikan mewujudkan iklim lingkungan belajar yang aman secara psikis bagi peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan

Indikator:

melibatkan orangtua/wali dalam pencegahan dan penanganan perundungan dan kekerasan lainnya

Pembuktian Indikator:

  1. Melalui telaah dokumen didapatkan bukti adanya kegiatan/program yang melibatkan orangtua untuk memahami kebijakan dan tata laksana sekolah dalam penanganan perundungan dan kekerasan di sekolah, misalnya dalam bentuk pertemuan orangtua murid, seminar, dll.
  2. Melalui telaah dokumen, didapatkan bukti bahwa terdapat perwakilan orang tua dalam TPPK.
  3. Melalui wawancara dengan orangtua terlihat bahwa orangtua dapat menjelaskan contoh penerapan tata laksana penanganan perundungan/ kekerasan di sekolah.

91 of 101

Butir 13. Satuan pendidikan memastikan keselamatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan

Indikator:

memiliki/menggunakan bangunan dengan kondisi baik (tidak rusak sedang dan/atau rusak berat)

Pembuktian Indikator:

Melalui observasi diperoleh fakta bahwa semua bagian dari bangunan sekolah masih berfungsi baik dan tidak berpotensi membahayakan manusia

92 of 101

Butir 13. Satuan pendidikan memastikan keselamatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan

Indikator:

melaksanakan prosedur keselamatan peserta didik melalui pengawasan dan pemeliharaan terhadap sarana dan prasarana

Pembuktian Indikator:

  1. Melalui telaah dokumen diperoleh bukti yang menunjukkan adanya jadwal pemeliharaan sarana dan prasarana.
  2. Melalui telaah dokumen diperoleh bukti yang menunjukkan adanya alokasi anggaran untuk pemeliharaan sarana dan prasarana.
  3. Terdapat dokumentasi kegiatan pemeliharaan sarana dan prasarana.
  4. Melalui observasi diperoleh fakta bahwa sarana dan prasarana dalam kondisi terawat.

93 of 101

Butir 13. Satuan pendidikan memastikan keselamatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan

Indikator:

melaksanakan prosedur dan perlengkapan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K)

Pembuktian Indikator:

  1. Melalui telaah dokumen diperoleh bukti adanya terdapat dokumen yang menunjukkan pengadaan pelatihan P3K untuk guru dan tenaga kependidikan.
  2. Melalui wawancara dengan minimal 3 guru/ tenaga kependidikan diperoleh informasi pengalaman mereka ketika melakukan P3K di sekolah.
  3. Melalui observasi diperoleh fakta adanya perlengkapan P3K di sekolah.

94 of 101

Butir 13. Satuan pendidikan memastikan keselamatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan

Indikator:

melaksanakan prosedur simulasi evakuasi untuk ragam potensi bencana yang relevan dengan kondisi yang ada

Pembuktian Indikator:

  1. Terdapat dokumentasi (foto/video latihan melakukan simulasi evakuasi untuk ragam potensi bencana.
  2. Melalui telaah dokumen diperoleh bukti bahwa simulasi evakuasi secara rutin telah dilakukan di sekolah, misalnya; jadwal evakuasi.
  3. Melalui wawancara dengan guru/tenaga kependidikan/murid dapat bercerita tentang pengalaman melakukan simulasi evakuasi.

95 of 101

Butir 14. Satuan pendidikan menjamin lingkungan yang sehat dan memiliki/melaksanakan program yang membangun kesehatan fisik dan mental pada peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan

Indikator:

melaksanakan program untuk menjaga kebugaran peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan

Pembuktian Indikator:

  1. Terdapat dokumen/dokumentasi yang menunjukkan telah dilaksanakannya program untuk menjaga kebugaran murid, guru, dan tenaga kependidikan.
  2. Melalui wawancara dengan minimal 3 guru/murid didapatkan informasi bahwa telah dilaksanakan program untuk menjaga kebugaran murid, guru dan tenaga kependidikan, misalnya olahraga bersama mingguan, pekan olahraga, ekstra kurikuler olahraga

96 of 101

Butir 14. Satuan pendidikan menjamin lingkungan yang sehat dan memiliki/melaksanakan program yang membangun kesehatan fisik dan mental pada peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan

Indikator:

menyediakan layanan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) atau terhubung dengan fasilitas kesehatan terdekat

Pembuktian Indikator:

  1. Melalui telaah dokumen/dokumentasi terkait dengan layanan UKS, atau terdapat bukti-bukti kerjasama sekolah dengan faskes terdekat.
  2. Melalui wawancara dengan guru diperoleh informasi bahwa terdapat akses ke faskes terdekat bagi sekolah yang tidak memiliki UKS.
  3. Melalui observasi ditemukan fakta bahwa sekolah memiliki layanan UKS.

97 of 101

Butir 14. Satuan pendidikan menjamin lingkungan yang sehat dan memiliki/melaksanakan program yang membangun kesehatan fisik dan mental pada peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan

Indikator:

mendorong tersedianya pilihan makanan di lingkungan dan sekitar satuan pendidikan yang tidak mengandung pemanis buatan, zat pewarna dan pengawet makanan yang tidak aman

Pembuktian Indikator:

  1. Melalui wawancara dengan murid/orangtua ditemukan informasi bahwa sekolah telah mendorong warganya untuk tidak mengkonsumsi makanan yang mengandung pemanis buatan, zat pewarna dan pengawet makanan yang tidak aman.
  2. Melalui observasi ditemukan fakta bahwa sekolah yang memiliki kantin menyediakan pilihan makanan yang yang tidak mengandung pemanis buatan, zat pewarna dan pengawet makanan yang tidak aman.

98 of 101

Butir 14. Satuan pendidikan menjamin lingkungan yang sehat dan memiliki/melaksanakan program yang membangun kesehatan fisik dan mental pada peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan

Indikator:

melaksanakan program untuk membangun kesadaran tentang kesehatan mental pada peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan

Pembuktian Indikator:

  1. Melaui telaaah dokumentasi (video, foto, karya murid, atau lainnya) ditemukan bukti bahwa sekolah telah melaksanakan program untuk membangun kesadaran tentang kesehatan mental pada murid, guru, dan tenaga kependidikan contohnya dalam materi pembelajaran, program bimbingan dan penyuluhan, dll.
  2. Melalui wawancara minimal 3 guru/murid diperoleh informasi bahwa sekolah telah melaksanakan berbagai program untuk membangun kesadaran tentang kesehatan mental warga sekolah.

99 of 101

Butir 14. Satuan pendidikan menjamin lingkungan yang sehat dan memiliki/melaksanakan program yang membangun kesehatan fisik dan mental pada peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan

Indikator:

memberi kesempatan untuk kebutuhan istirahat dan bergerak aktif bagi peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan

Pembuktian Indikator:

  1. Melalui telaah dokumen diperoleh bukti bahwa sekolah telah memberi kesempatan bagi murid, guru, dan tenaga kependidikan untuk istirahat dan bergerak aktif, contohnya adanya jadwal kegiatan harian sekolah yang memuat waktu istirahat yang sesuai dengan kebutuhan usia murid dan beragamnya jenis kegiatan sehingga murid tidak hanya duduk sepanjang hari di dalam kelas.
  2. Melalui wawancara dengan minimal 3 murid, guru dan orang tua diperoleh informasi bahwa murid, guru, dan tenaga kependidikan memperoleh kesempatan untuk memenuhi kebutuhan mereka akan istirahat dan bergerak aktif.
  3. Melalui observasi ditemukan fakta yang menunjukkan bahwa murid, guru, dan tenaga kependidikan memperoleh kesempatan kesempatan untuk kebutuhan istirahat dan bergerak aktif

100 of 101

Butir 14. Satuan pendidikan menjamin lingkungan yang sehat dan memiliki/melaksanakan program yang membangun kesehatan fisik dan mental pada peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan

Indikator:

melaksanakan edukasi tentang kesehatan reproduksi dan pencegahan adiksi

Pembuktian Indikator:

  1. Terdapat dokumentasi (video, foto, karya murid, atau lainnya) diperoleh bukti kegiatan murid tentang kesehatan reproduksi, seperti kegiatan bimbingan, penyuluhan, seminar atau lainnya.
  2. Terdapat dokumentasi (video, foto, karya murid, atau lainnya) kegiatan untuk murid belajar tentang terkait pencegahan adiksi, seperti seperti bimbingan, penyuluhan, seminar atau lainnya.
  3. Melalui wawancara dengan minimal 3 murid/orang tua diperoleh informasi bahwa murid telah mengikuti kegiatan terkait dengan kesehatan reproduksi/pencegahan adiksi.

101 of 101

101

Mari berproses bersama

BADAN AKREDITASI NASIONAL

PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR, DAN PENDIDIKAN MENENGAH