Minhajul Ngabidin, S.Pd, M.Si
Tim Prirotas 5 Ditjen PDM - Penguatan Pendidikan Karakter
Ditjen PAUD, Dikdas dan Dikmen
2025
Program Prioritas
Penguatan Pendidikan Karakter melalui Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
Permasalahan dan Tantangan Penguatan Karakter di Indonesia
2
Generasi Stroberi/Instan adalah generasi muda yang memiliki karakteristik seperti kreativitas dan nilai estetika tinggi, tetapi dianggap kurang tangguh menghadapi tantangan atau tekanan
Obesitas, prevalensi obesitas pada remaja usia 13-15 tahun meningkat pesat, mencapai sekitar 21,8% pada 2018, dibandingkan dengan 10,5% pada 2007
Globalisasi dan Budaya Asing, Indonesia, sebagai negara yang kaya akan budaya dan nilai-nilai luhur, menghadapi ancaman yang dapat menggerus identitas dan karakter bangsanya. Ancaman ini datang dari berbagai sisi, mulai dari pengaruh budaya asing hingga permasalahan internal yang melibatkan moral, pendidikan, dan sosial.
Krisis Moral dan Etika, menjadi ancaman serius bagi penguatan karakter bangsa disebabkan berkurangnya pemahaman dan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari
Kemiskinan, Ketimpangan Sosial, dan Keteladanan tidak terpenuhi memicu konflik dan perpecahan, memperparah kondisi karakter bangsa yang seharusnya dibangun di atas fondasi persatuan dan keadilan.
Judi Online, November 2024, 960 ribu pelajar dan mahasiswa di Indonesia telah terjerat dalam praktik judi online
Pornografi, sekitar 66% anak-anak di Indonesia telah terpapar konten pornografi daring, 34,5% anak laki-laki dan 25% anak perempuan terlibat langsung dalam aktivitas seksual terkait pornografi. 39% anak pernah mengirimkan foto terkait aktivitas seksual melalui media daring.
Narkoba, 2021, sekitar 4,8 juta orang Indonesia, yang termasuk dalam kelompok usia 15 hingga 65 tahun, pernah menggunakan narkoba. Di antara mereka, sekitar 312.000 remaja terpapar narkoba
Kecanduan Gadget, sekitar 31,4% remaja di Jakarta mengalami kecanduan internet, 7 dari 10 remaja putri kecanduan media sosial, 9 dari 10 remaja putra kecanduan game online
Gangguan Mental, sekitar 1 dari 3 remaja mengalami masalah kesehatan mental, dan 15,5 juta remaja diperkirakan mengalami gangguan mental dalam satu tahun terakhir, seperti gangguan kecemasan, depresi, dan ADHD
1
3
5
7
2
4
6
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
GENERASI STRAWBERI
3
Menurut Rhenald Kasali dalam bukunya: Strawberry
Generation: Mengubah Generasi Rapuh Menjadi Generasi Tangguh.
Karakter:
Generasi ini cenderung memiliki ekspektasi tinggi, kurang rasa tanggung jawab, dan mudah menyerah
Hal ini berakar pada pola asuh yang terlalu melindungi, sehingga menghambat pengembangan resiliensi mereka dalam menghadapi kesulitan.
Solusi:
Penguatan resiliensi, termasuk kemampuan berpikir, fleksibel, dukungan sosial, serta keseimbangan emosional, menjadi langkah penting dalam membangun ketahanan generasi ini dalam berbagai aspek kehidupan
Generasi Stroberi adalah istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan generasi muda, terutama Generasi Z, yang memiliki karakteristik seperti kreativitas dan nilai estetika tinggi, tetapi dianggap kurang tangguh menghadapi tantangan atau tekanan.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
GENERASI NOKTURNAL
4
Penyebabnya
Ada banyak kekhawatiran di antara kita, bagaimana anak-anak generasi muda kita sekarang menjadi generasi nokturnal, generasi yang tidur lambat, dan bangun terlambat.
Prof. Abdul Mu’ti, M.Ed. Mendikdasmen
Dampak Negatif:
❌ Risiko gangguan kesehatan seperti kurang tidur dan kelelahan.�❌ Sulit beradaptasi dengan jam kerja atau sekolah yang berbasis siang hari.�❌ Potensi gangguan sosial karena jadwal hidup berbeda dengan kebanyakan orang.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Dasar Hukum
Konsep-Konsep Dasar Program PPK
PPK adalah gerakan pendidikan di bawah tanggung jawab satuan pendidikan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga dengan pelibatan dan kerja sama antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat.
PPK dilaksanakan dengan 3 basis:
Bagaimana Penerapan PPK melalui Kegiatan Intrakurikuler, Kokurikuler, dan Ekstrakurikuler?
Kebijakan�Penguatan Pendidikan Karakter melalui �Pembiasaan di Satuan Pendidikan��(SEB 3 Menteri – Mendikdasmen, Menag, Mendagri – No. 1 Tahun 2025)
SEB 3 Menteri (Mendikdasmen, Menteri Agama, Mendagri) tentang
Penguatan Pendidikan Karakter melalui Pembiasaan di Satuan Pendidikan
7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
17 April 2025
Penguatan Pendidikan Karakter dalam Kaitannya �dengan Deep Learning dan 8 Dimensi Profil Lulusan
PEMBELAJARAN MENDALAM �VS�PEMBELAJARAN “TIDAK MENDALAM”
Marton, F., & Saljo, R. (1976) : Surface Learning dan Deep Learning
Surface Learning
Deep Learning:
Apa Itu Pembelajaran Mendalam
Learning dalam Pendidikan
Transformasi Pembelajaran
Profil
Pelajar
Pancasila
Karakter
UU 20/2023: Sisdiknas
Pasal 3
…. manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
8 Dimensi Profil Lulusan
Penguatan Pendidikan Karakter melalui Gerakan Tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat
23
Proses Pembentukan Karakter (Kepribadian)
KONSISTENSI dalam usaha kecil sekalipun akan membuahkan hasil besar. Setiap perubahan yang terjadi itu diawali dengan langkah kecil yang dilakukan secara berulang dan berkelanjutan sehingga menghasilkan manfaat dan dampak yang dapat dirasakan baik secara personal maupun lebih luas lagi.
KOLABORASI satuan pendidikan, keluarga, masyarakat, media, dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk mengambil peran aktif dalam menanamkan
nilai-nilai karakter pada anak-anak Indonesia.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
24
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing. Lorem ipsum dolor sit.
16 Januari 2025
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing. Lorem ipsum dolor sit.
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing. Lorem ipsum dolor sit.
27 Des 2025
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing. Lorem ipsum dolor sit.
24 Januari 2025
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing. Lorem ipsum dolor sit.
11 April 2025
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing. Lorem ipsum dolor sit.
Soft Launching
SEB Kemendikdasmen, Kemendagri dan Kemenag: PPK melalui Pembiasaan di Satuan Pendidikan.
Kajian 7 KAIH (Naskah Kebijakan).
Peluncuran Gerakan 7KAIH, Senam Anak Indonesia Hebat dan Pemenang Lomba Kelana.
SE Mendikdasmen: Indikator Kinerja Urusan Pendidikan di Prov/Kab/Kota
Peluncuran Buku Panduan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
SE Dirjen PAUD Dikdas Dikmen tentang pelaksanaan PPK melalaui G7KIH
(17 April)
.
9 Nov s.d.13 Des 2024
Nov 2024 s.d. Jan 2025
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Sinergi Komponen Pendukung Pembinaan Karakter Peserta Didik
8
Dimensi
Profil Lulusan
Goals
Kemitraan
UKS
(Revitalisasi UKS melalui GSS)
Trias UKS
5 Pilar Sehat Revitalisasi UKS
G-7-KAIH
(Gerekan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat)
Ekstrakurikuler
Sekolah Aman
Sekolah Aman, Nyaman, dan Menggembirakan
BGN
“Makan Bergizi Gratis
Mitra
Strategi:
5
Sehat Fisik
Sehat Imunisasi
Sehat Jiwa
Sehat Lingkungan
Pilar Sehat Revitalisasi UKS
Sehat Gizi
Melalui Pembiasaan
Gerakan untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan positif pada anak-anak Indonesia sejak dini. Mendukung penguatan karakter utama bangsa dan mendukung tercapainya delapan dimensi profil lulusan.
Bangun pagi
Berolahraga
Gemar
Belajar
Beribadah
Makan Sehat dan Bergizi
Bermasyarakat
Tidur Cepat
2
3
4
5
6
7
Sekolah
Keluarga
Masyarakat
Media
Melalui Pelibatan Catur Pusat Pendidikan
Dengan Metode Pembiasaan yang Penuh Kesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan
Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
Target Penguatan Karakter
untuk Murid
Orang Tua (Keluarga)
Menguatkan penerapan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat di rumah
Masyarakat
Keterlibatan masyarakat kunci karakter hebat anak—dengan teladan, lingkungan aman, dan dukungan kebiasaan baik.
Sekolah dan Guru
Sekolah: Menerapkan kebijakan berbasis 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
Guru: Sebagai fasilitator 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat di lingkungan sekolah
Media
Media berperan penting menumbuhkan karakter anak lewat penyebaran teladan positif, praktik baik, dan dukungan pada kebiasaan baik.
Pemda dan Dinas Pendidikan berperan strategis dalam membangun karakter anak—dengan memastikan kebijakan, program, dan dukungan nyata bagi tumbuhnya kebiasaan baik di satuan pendidikan dan masyarakat.
32
misalnya: pramuka dan kepanduan lainnya, Latihan Kepemimpinan Siswa (LKS), Palang Merah Remaja (PMR), Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra), dan lainnya;
Gerakan Kepanduan dan Ekstrakurikuler Penguatan Karakter
misalnya: Kegiatan Ilmiah Remaja (KIR), kegiatan penguasaan keilmuan dan kemampuan akademik, penelitian, dan lainnya;
misalnya: pengembangan bakat olahraga, seni dan budaya, pecinta alam, jurnalistik, teater, teknologi informasi dan komunikasi, rekayasa, dan lainnya;
misalnya: pesantren kilat, ceramah keagamaan, retret, membaca dan/atau menulis kitab suci (Al-Quran, Injil, Weda, Tripitaka, dan Si-Shu), dan buku-buku keagamaan, dan lainnya;
dan bentuk kegiatan lainnya.
Krida
Karya ilmiah
Latihan olah-bakat atau latihan olah-minat,
Keagamaan
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
33
Pendidikan Formal
Pendidikan NonFormal
Pendidikan InFormal
Satuan Pendidikan
Keluarga
Masyarakat
Media
Kurikuler
kelola Sekolah
Pembiasaan dan Pengasuhan Positif
Produksi dan Pemanfaatan Media yang Beretika
TK, SD, SMP, SMA, SMK
PAUD, Paket A, Paket B, Paket C, Life
Skill
Home Schooling,
Pendidikan Keluarga
Metode
Pembiasaan yang Penuh Kesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan
Catur Pusat Pendidikan
Bentuk Kegiatan
Kebiasaan Baik
Jalur
Aktor
Guru, Tenaga Kependidikan, Orang Tua, Masyarakat
Sasaran
Peserta Didik
1
3
4
6
7
2
5
Bangun pagi
Beribadah
Strategi Implementasi 7 Kebiasaan Baik
Berolahraga
Makan Sehat dan Bergizi
Gemar Belajar
Bermasyarakat
Tidur Cepat
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Metode
34
34
Prinsip Penerapan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
Peserta didik terlibat secara menyeluruh dalam proses pembelajaran, meningkatkan kesadaran berpikir, perasaan, dan lingkungan sekitarnya.
Peserta didik dapat memahami materi secara menyeluruh, dapat menghubungkan suatu konsep atau informasi baru yang akan diajarkan dengan konsep atau informasi sebelumnya yang sudah dipahami sampai tahap aplikasi dalam kehidupan nyata.
Peserta didik mempunyai emosi positif yang berhubungan dengan proses pembelajaran termasuk rasa ingin tahu, semangat, dan motivasi.
Penuh Kesadaran
Bermakna
Menggembirakan
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
35
35
Pembentukan karakter seringkali dipengaruhi oleh kebiasaan dan pembiasaan yang diterapkan sejak dini.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Model Penguatan Karakter Berbasis Kebiasaan
Manfaat Kebiasaan Bangun Pagi
36
36
No | Tanda | 7 Kebiasaan | Manfaat | Nilai/Karakter | Aktivitas Sederhana |
1 | Malas | Bangun Pagi | Rajin | Meningkatkan Disiplin |
|
2 | Menunda-nunda pekerjaan | Produktif | |||
3 | Mudah stres | Percaya Diri | |||
4 | Tidak Tepat Waktu | Tepat Waktu | Meningkatkan Kemampuan dalam Mengelola Waktu | ||
5 | Kesulitan Mengatur Waktu | Keseimbangan hidup dan kualitas hubungan sosial yang baik | |||
6 | Emosi yang tidak stabil | Emosi stabil | Meningkatkan Pengendalian Diri | ||
7 | Mudah Stres | Bisa mengelola stres | |||
8 | Labil | Regulasi diri baik | Meningkatkan Keseimbangan Jiwa dan Raga | ||
9 | Kurang Fokus | Fokus dalam bekerja | |||
10 | Sakit-sakitan | Sehat | |||
11 | Generasi Strawberry/Instan | Empatik, Sabar, dan komunikatif | |||
12 | Perencanaan kurang matang | Perencanaan terstruktur | Meningkatakan Kesuksesan | ||
13 | Kurang konsentrasi | Konsentrasi optimal dan prima |
|
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
1
Manfaat Kebiasaan Beribadah
37
37
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
No | Tanda | 7 Kebiasaan | Manfaat | Nilai/Karakter | Aktivitas Sederhana |
1 | Pribadi yang tidak reiligius | Beribadah | Pribadi religus | Meningkatkan hubungan dengan Sang Pencipta | Aktifitas ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. |
2 | Penurunan moralitas | Moralitas baik (ketenangan batin dan cinta ciptaan Tuhan | |||
3 | Individualis | Empati dan Bermoral | Meningkatkan Nilai Etika, Moral, Spritual, dan Sosial | ||
4 | Tidak Percaya Diri | Percaya Diri dan Sopan | |||
5 | Tidak Berprinsip | Punya Prinsip dan Pendirian | |||
6 | Krisis Manajemen Stres | Bisa mengelola stress dan ikhlas | Meningkatkan pemahaman tujuan hidup dan arah yang bermakna | ||
7 | Mudah frustasi | Ketenangan batin | |||
8 | Kurang Bersyukur | Hidup lebih holistik | |||
9 | Eksklusif | Empati dan solidaritas | Meningkatkan kebersamaan dan soludaritas | ||
10 | Intoleran | Hormat dan Harmonis dalam pergaulan | |||
11 | Kurang komitmen perbaikan diri | Adanya komitmen dan motivasi perbaiki diri lebih baik | Peningkatan diri secara berkelanjutan | ||
12 | Kurang refleksi | Adanya kemampuan refleksi untuk pandangan hidup yang positif |
2
Manfaat Kebiasaan Berolahraga
38
38
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
No | Tanda | 7 Kebiasaan | Manfaat | Nilai/Karakter | Aktivitas Sederhana |
1 | Obesitas | Berolahraga | Tubuh sehat dan ideal | Mencapai kesehatan fisik dan mental |
|
2 | Gangguan Mental | Mental yang kuta | |||
3 | Pikiran kurang fokus | Pikiran fokus | |||
4 | Fisik yang lemah | Fisik kuat | |||
5 | Tidak percaya diri | Percaya diri akan tubuhnya | Menjaga kebugaran tubuh | ||
6 | Kurang menjaga kebugaran fisik | Fisik yang bugar | |||
7 | Tidak menjaga penampilan diri | Penampilan diri yang ideal | |||
8 | Tidak paham akan potensi diri | Tahu potensi diri dan bisa mengembangkannya | Meningkatkan potensi diri | ||
9 | Tidak punya rencana pengembangan bakat | Tahu bakat dan mengembangkannya | |||
10 | Sulit menghargai orang lain | Bisa bekerjasama dan menghargai orang lain | Meningkatkan nilai sportifitas | ||
11 | Curang | Jujur |
3
Manfaat Kebiasaan Makan Sehat dan Bergizi
39
39
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
No | Tanda | 7 Kebiasaan | Manfaat | Nilai/Karakter | Aktivitas Sederhana |
1 | Tidak peduli makan sehat dan bergizi | Makan Sehat dan Bergizi | Mencegah penyakut dan memperkuat tubuh | Menjaga kesehatan fisik sebagai investasi jangka panjang |
|
2 | Tidak menjaga asupan makanan | Meningkatkan kualias hidup | |||
3 | Tidak bisa menjaga tubuh ideal | Tubuh ideal dan sehat | Memaksimalkan potensi tubuh dan pikiran | ||
4 | Kurang gizi | Gizi Cukup | |||
5 | Kemampuan kognitif lemah | Pikiran dan Mental kuat | |||
6 | Pola tidak makan sehat | Pola makan sehat | Menjaga tubuh tetap sehat sebagai tanggung jawab individu | ||
7 | Obesitas | Mejaga asupan makan, kesehatan dan kebersihan | |||
8 | Tidak bisa memilih makanan sehat | Bisa dan paham makanan sehat dan bergizi | Meningkatkan Kemandirian | ||
9 | Makan tidak teratur | Bisa mengatur waktu makan dengan baik |
4
Manfaat Kebiasaan Gemar Belajar
40
40
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
No | Tanda | 7 Kebiasaan | Manfaat | Nilai/Karakter | Aktivitas Sederhana |
1 | Tidak tahu potensi diri | Gemar Belajar | Wawasan luas dan tahu potensi diri serta percaya diri | Pengembangan diri |
|
2 | Tidak adaptif | Adaptif dan empati | |||
3 | Kurang berani ambil resiko | Berani mencoba dan ambil resiko | Menumbuhkan kreatifitas dan imajinatif | ||
4 | Tidak kreatif | Kreatif dan solutif | |||
5 | Zumud atau taklid | Bernalar kritis dan objektif | Menemukan kebenaran dan pengetahuan | ||
6 | Ikut-ikutan | Mampu memecahkan solusi | |||
7 | Egosentris | Empati | Membentuk kerendahan hati dan empati | ||
8 | Intoleran | Toleran | |||
9 | Eksklusif | Inklusif dan peduli sesama |
5
Manfaat Kebiasaan Bermasyarakat
41
41
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
No | Tanda | 7 Kebiasaan | Manfaat | Nilai/Karakter | Aktivitas Sederhana |
1 | Eksklusif | Bermasyarakat | Inklusif | Menumbuhkan Nilai Gotong Royong dan Kerjasama | Projek berkelompok bakti sosial di masyarakat |
2 | Individualis | Empati | |||
3 | Tidak bisa bekerjasama | Kebersamaan | |||
4 | Intoleran | Toleran | Menumbuhkan nilai saling menghormati dan toleransi | ||
5 | Eksklusif | Bisa bekerjasama dengan orang lain | |||
6 | Bersikap tidak adil | Bisa bersikap adil dalam mengambil keputusan | Menumbuhkembangkan nilai keadilan dan kesetaraan | ||
7 | Cenderung Eksklusif | Menghormati perbedaaan | |||
8 | Tidak rasional dalam ambil keputusan | Bersikap objektif dalam mengambil keputusan | |||
9 | Tidak peduli terhadap lingkungan | Peduli dan melestarikan lingkungan | Meningkatkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan | ||
10 | Tidak mudah stress | Menyenangkan dan kolaboratif | Menciptakan kegembiraan |
6
Manfaat Kebiasaan Tidur Cepat
42
42
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
No | Tanda | 7 Kebiasaan | Manfaat | Nilai/Karakter | Aktivitas Sederhana |
1 | Tidak peduli akan kesehatan tubuh | Tidur Cepat | Mengakui keterbatasan tubuh dan menjaganya | Menjaga organ tubuh pulih dan berfungsi optimal |
|
2 | Tidak fokus | Mengurangi stress dengan istirahat | Memulihkan mental dan emosional | ||
3 | Emosi labil | Perasaan positif dan berpikir logis | |||
4 | Malas bergerak | Bekerja dengan baik | Menjaga keseimbangan antara aktifitas dan ketenangan | ||
5 | Kurang fokus dalam berpikir | Produktifitas meningkat | |||
6 | Mudah stress | Bisa mengatasi stress dan produktifitas meningkat | Meningkatkan produktifitas | ||
7 | Sulit menyelesaikan masalah | Solutif dan kreatif |
7
43
43
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Bangun Pagi |
|
Beribadah |
|
Berolahraga |
|
Makan Sehat dan Bergizi |
|
Menerapkan 7 KAIH yang Menyenangkan
44
44
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Gemar Belajar |
|
Bermasyarakat |
|
Tidur Cepat |
|
Catur Pusat Pendidikan
45
45
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Tua
Satuan Pendidikan
Keluarga
Masyarakat
Media
KELUARGA sebagai lingkungan pertama dan utama, teladan orang tua, penanaman nilai-nilai dan interaksi
SATUAN PENDIDIKAN
untuk pembelajaran formal, sosialisasi, nilai moral, dan pengembangan minat bakat.
MASYARAKAT sebagai lingkungan yang lebih luas, penanaman nilai sosial, peran model dan pengalaman langsung
MEDIA sebagai sumber informasi, sosialisasi, edukasi dan penyebaran dan pembentukan nilai dan karakter.
Catur Pusat Pendidikan
46
46
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Peran Media dan Kolaborasi Catur Pusat Pendidikan
Pusat | Peran | Bentuk Kolaborasi |
Media |
pembelajaran.
|
mendorong keterlibatan keluarga dalam penguatan karakter (keluarga). |
Indonesia Hebat (masyarakat). | ||
satuan pendidikan (satuan pendidikan). |
Pusat | Peran | Bentuk Kolaborasi |
Masyarakat |
|
dengan pakar pendidikan (media). |
pendidikan keluarga/Parenting (keluarga). | ||
dalam rangka aktifitas kegiatan sosial (satuan pendidikan). |
Peran Masyarakat dan Kolaborasi Catur Pusat Pendidikan
Catur Pusat Pendidikan
47
47
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Pusat | Peran | Bentuk Kolaborasi |
Satuan Pendidikan |
pendidikan (kurikulum)
|
|
penyebarlasan materi (media) | ||
kegiatan seni dan budaya (masyarakat) |
Peran Satuan Pendidikan dan Kolaborasi Catur Pusat Pendidikan
Peran Keluarga dan Kolaborasi Catur Pusat Pendidikan
Pusat | Peran | Bentuk Kolaborasi |
Keluarga |
karakter dan moral sejak dini
pembelajaran di rumah
|
memantau perkembangan anak (satuan pendidikan) |
kemampuan orang tua dalam mendidik melalui media (media) | ||
masyarakat, seperti membaca atau proyek kreatif (masyarakat) |
Panduan�Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
Media Sosial Pusat Penguatan Karakter
CERDASBERKARAKTER.KEMDIKBUD.GO.ID
CERDASBERKARAKTER.KEMDIKDASMEN
CERDASBERKARAKTER
CERDASBERKARAKTER.KEMDIKDASMEN
CERDASBERKARAKTER.KEMDIKDASMEN
Sumber Informasi, Sumber Belajar, dan Saling Interkasi terkait Penguatan Karakter dan pembinaan Peserta Didik dapat diakses melalui laman UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) Kemendikdasmen : uks.kemendikbud.go.id
TERIMA KASIH
Confidential
Copyright ©
51