1 of 51

Minhajul Ngabidin, S.Pd, M.Si

Tim Prirotas 5 Ditjen PDM - Penguatan Pendidikan Karakter

Ditjen PAUD, Dikdas dan Dikmen

2025

Program Prioritas

Penguatan Pendidikan Karakter melalui Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH

2 of 51

Permasalahan dan Tantangan Penguatan Karakter di Indonesia

2

Generasi Stroberi/Instan adalah generasi muda yang memiliki karakteristik seperti kreativitas dan nilai estetika tinggi, tetapi dianggap kurang tangguh menghadapi tantangan atau tekanan

Obesitas, prevalensi obesitas pada remaja usia 13-15 tahun meningkat pesat, mencapai sekitar 21,8% pada 2018, dibandingkan dengan 10,5% pada 2007

Globalisasi dan Budaya Asing, Indonesia, sebagai negara yang kaya akan budaya dan nilai-nilai luhur, menghadapi ancaman yang dapat menggerus identitas dan karakter bangsanya. Ancaman ini datang dari berbagai sisi, mulai dari pengaruh budaya asing hingga permasalahan internal yang melibatkan moral, pendidikan, dan sosial.

Krisis Moral dan Etika, menjadi ancaman serius bagi penguatan karakter bangsa disebabkan berkurangnya pemahaman dan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari

Kemiskinan, Ketimpangan Sosial, dan Keteladanan tidak terpenuhi memicu konflik dan perpecahan, memperparah kondisi karakter bangsa yang seharusnya dibangun di atas fondasi persatuan dan keadilan.

Judi Online, November 2024, 960 ribu pelajar dan mahasiswa di Indonesia telah terjerat dalam praktik judi online

Pornografi, sekitar 66% anak-anak di Indonesia telah terpapar konten pornografi daring, 34,5% anak laki-laki dan 25% anak perempuan terlibat langsung dalam aktivitas seksual terkait pornografi. 39% anak pernah mengirimkan foto terkait aktivitas seksual melalui media daring.

Narkoba, 2021, sekitar 4,8 juta orang Indonesia, yang termasuk dalam kelompok usia 15 hingga 65 tahun, pernah menggunakan narkoba. Di antara mereka, sekitar 312.000 remaja terpapar narkoba

Kecanduan Gadget, sekitar 31,4% remaja di Jakarta mengalami kecanduan internet, 7 dari 10 remaja putri kecanduan media sosial, 9 dari 10 remaja putra kecanduan game online

Gangguan Mental, sekitar 1 dari 3 remaja mengalami masalah kesehatan mental, dan 15,5 juta remaja diperkirakan mengalami gangguan mental dalam satu tahun terakhir, seperti gangguan kecemasan, depresi, dan ADHD

1

3

5

7

2

4

6

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

3 of 51

GENERASI STRAWBERI

3

Menurut Rhenald Kasali dalam bukunya: Strawberry

Generation: Mengubah Generasi Rapuh Menjadi Generasi Tangguh.

Karakter:

Generasi ini cenderung memiliki ekspektasi tinggi, kurang rasa tanggung jawab, dan mudah menyerah

Hal ini berakar pada pola asuh yang terlalu melindungi, sehingga menghambat pengembangan resiliensi mereka dalam menghadapi kesulitan.

Solusi:

Penguatan resiliensi, termasuk kemampuan berpikir, fleksibel, dukungan sosial, serta keseimbangan emosional, menjadi langkah penting dalam membangun ketahanan generasi ini dalam berbagai aspek kehidupan

Generasi Stroberi adalah istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan generasi muda, terutama Generasi Z, yang memiliki karakteristik seperti kreativitas dan nilai estetika tinggi, tetapi dianggap kurang tangguh menghadapi tantangan atau tekanan.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

4 of 51

GENERASI NOKTURNAL

4

Penyebabnya

  • Perubahan pola hidup seperti kebiasaan bergadang karena pekerjaan, tugas sekolah, atau bermain games dan aktif di media sosial.
  • Dampak Teknologi, paparan layar gadget sebelum tidur dapat mengganggu ritme sirkadian.

Ada banyak kekhawatiran di antara kita, bagaimana anak-anak generasi muda kita sekarang menjadi generasi nokturnal, generasi yang tidur lambat, dan bangun terlambat.

Prof. Abdul Mu’ti, M.Ed. Mendikdasmen

Dampak Negatif:

❌ Risiko gangguan kesehatan seperti kurang tidur dan kelelahan.�❌ Sulit beradaptasi dengan jam kerja atau sekolah yang berbasis siang hari.�❌ Potensi gangguan sosial karena jadwal hidup berbeda dengan kebanyakan orang.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

5 of 51

6 of 51

Dasar Hukum

7 of 51

Konsep-Konsep Dasar Program PPK

PPK adalah gerakan pendidikan di bawah tanggung jawab satuan pendidikan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga dengan pelibatan dan kerja sama antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat.

PPK dilaksanakan dengan 3 basis:

  1. Berbasis kelas (Pembelajaran)
  2. Berbasis budaya sekolah
  3. Berbasis masyarakat
  • Berbasis kelas melalui: (1) integrasi proses pembelajaran di dalam kelas melalui isi kurikulum dalam mata pelajaran, baik secara tematik maupun terintegrasi, (2) memperkuat manajemen kelas dan pilihan metodologi dan evaluasi pengajaran, dan (3) Mengembangkan muatan lokal sesuai dengan kebutuhan daerah.
  • Berbasis budaya sekolah melalui: (1) Pembiasaan nilai-nilai dalam keseharian sekolah, (2) Keteladanan orang dewasa di lingkungan pendidikan Melibatkan ekosistem sekolah, (3) Ruang yang luas pada segenap potensi siswa melalui kegiatan ko kurikuler & ekstra-kurikuler, (4) Memberdayakan manajemen sekolah, dan (5) Mempertimbangkan norma, peraturan & tradisi sekolah.
  • Berbasis masyarakat melalui: (1) Potensi lingkungan sebagai sumber pembelajaran seperti keberadaan serta dukungan pegiat seni & budaya, tokoh masyarakat, dunia usaha dan dunia industri, (2) Sinergi PPK dengan berbagai program yang ada dalam lingkup akademisi, pegiat pendidikan dan LSM, dan (3) Sinkronisasi program dan kegiatan melalui kerja sama dengan pemerintah daerah dan juga masyarakat serta orangtua siswa

8 of 51

Bagaimana Penerapan PPK melalui Kegiatan Intrakurikuler, Kokurikuler, dan Ekstrakurikuler?

  • Intrakurikuler melalui kegiatan penguatan materi pembelajaran, metode pembelajaran sesuai dengan muatan kurikulum
  • Kokurikuler dilaksanakan untuk pendalaman dan/atau pengayaan melalui penugasan berbasis projek baik secara individu maupun kelompok, baik secara masing-masing mata pelajaran maupun terpadu lintas mata pelajaran
  • Ekstrakurikuler meliputi kegiatan kepanduan, krida, karya ilmiah, latihan olah bakat/olah minat, dan kegiatan keagamaan, serta kegiatan penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa

9 of 51

Kebijakan�Penguatan Pendidikan Karakter melalui �Pembiasaan di Satuan Pendidikan�(SEB 3 Menteri – Mendikdasmen, Menag, Mendagri – No. 1 Tahun 2025)

10 of 51

SEB 3 Menteri (Mendikdasmen, Menteri Agama, Mendagri) tentang

Penguatan Pendidikan Karakter melalui Pembiasaan di Satuan Pendidikan

7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

11 of 51

12 of 51

13 of 51

14 of 51

17 April 2025

15 of 51

16 of 51

Penguatan Pendidikan Karakter dalam Kaitannya �dengan Deep Learning dan 8 Dimensi Profil Lulusan

17 of 51

PEMBELAJARAN MENDALAM �VS�PEMBELAJARAN “TIDAK MENDALAM”

18 of 51

Marton, F., & Saljo, R. (1976) : Surface Learning dan Deep Learning

Surface Learning

  • Memorisasi dan reproduksi informasi
  • Kurangnya pemahaman dan refleksi
  • Tujuan jangka pendek

Deep Learning:

  • Pemahaman konsep n dan prinsip
  • Refleksi mendalam
  • Tujuan jangka panjang

Apa Itu Pembelajaran Mendalam

Learning dalam Pendidikan

  • pendekatan pembelajaran yang menumbuhkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan kepedulian sosial.
  • bertujuan untuk menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan nyata agar siswa lebih terlibat dan memiliki tujuan belajar yang lebih dalam.

Transformasi Pembelajaran

  • Mengubah peran guru dari sekadar pemberi informasi menjadi fasilitator yang membimbing siswa untuk mengeksplorasi, bertanya, dan mencari solusi dari masalah nyata.
  • Siswa tidak hanya belajar untuk ujian, tetapi juga mengembangkan keterampilan hidup yang relevan untuk masa depan.

19 of 51

Profil

Pelajar

Pancasila

Karakter

  • Imtaq & Takwa
  • Mandiri
  • Kebinekaan Global

UU 20/2023: Sisdiknas

Pasal 3

…. manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

  1. Keimanan dan ketakwaan
  2. Kewargaan
  3. Penalaran kritis
  4. Kreativitas
  5. Kolaborasi
  6. Kemandirian
  7. Komunikasi
  8. Kesehatan

8 Dimensi Profil Lulusan

20 of 51

21 of 51

Penguatan Pendidikan Karakter melalui Gerakan Tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat

22 of 51

23 of 51

23

Proses Pembentukan Karakter (Kepribadian)

KONSISTENSI dalam usaha kecil sekalipun akan membuahkan hasil besar. Setiap perubahan yang terjadi itu diawali dengan langkah kecil yang dilakukan secara berulang dan berkelanjutan sehingga menghasilkan manfaat dan dampak yang dapat dirasakan baik secara personal maupun lebih luas lagi.

KOLABORASI satuan pendidikan, keluarga, masyarakat, media, dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk mengambil peran aktif dalam menanamkan

nilai-nilai karakter pada anak-anak Indonesia.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

24 of 51

Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

24

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing. Lorem ipsum dolor sit.

16 Januari 2025

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing. Lorem ipsum dolor sit.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing. Lorem ipsum dolor sit.

27 Des 2025

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing. Lorem ipsum dolor sit.

24 Januari 2025

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing. Lorem ipsum dolor sit.

11 April 2025

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing. Lorem ipsum dolor sit.

Soft Launching

SEB Kemendikdasmen, Kemendagri dan Kemenag: PPK melalui Pembiasaan di Satuan Pendidikan.

Kajian 7 KAIH (Naskah Kebijakan).

Peluncuran Gerakan 7KAIH, Senam Anak Indonesia Hebat dan Pemenang Lomba Kelana.

SE Mendikdasmen: Indikator Kinerja Urusan Pendidikan di Prov/Kab/Kota

Peluncuran Buku Panduan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

SE Dirjen PAUD Dikdas Dikmen tentang pelaksanaan PPK melalaui G7KIH

(17 April)

.

9 Nov s.d.13 Des 2024

Nov 2024 s.d. Jan 2025

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

25 of 51

Sinergi Komponen Pendukung Pembinaan Karakter Peserta Didik

  1. Keimanan dan ketakwaan
  2. Kewargaan
  3. Penalaran kritis
  4. Kreativitas

  1. Kolaborasi
  2. Kemandirian
  3. Komunikasi
  4. Kesehatan

8

Dimensi

Profil Lulusan

Goals

Kemitraan

UKS

(Revitalisasi UKS melalui GSS)

Trias UKS

  • Pendidikan Kesehatan
  • Pelayanan Kesehatan
  • Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat

5 Pilar Sehat Revitalisasi UKS

  • Sehat Bergizi
  • Sehat Fisik
  • Sehat Imunisasi
  • Sehat Lingkungan
  • Sehat Jiwa

G-7-KAIH

(Gerekan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat)

  • Bangun Pagi
  • Beribadah
  • Berolahraga
  • Makan Sehat dan Bergizi
  • Gemar Belajar
  • Bermasyarakat
  • Tidur Cepat

Ekstrakurikuler

  • Kepemimpinan
  • Kepanduan
  • Ekstrakurikuler Lainnya

Sekolah Aman

Sekolah Aman, Nyaman, dan Menggembirakan

BGN

“Makan Bergizi Gratis

Mitra

Strategi:

  1. Penguatan Tatakelola
  2. Penguatan Kolaborasi Ekosistem Lintas K/L, dan Mitra
  3. Pelibatan Catur Pusat Pendidikan (Sekolah, Orangtua, Masyarakat, Media)

26 of 51

  1. Minum air putih yang cukup
  2. Pemahaman dan pembiasaan konsumsi makanan bergizi seimbang, terutama protein tinggi, buah, dan sayuran melalui sarapan/makan bersama
  3. Menghindari/meminimalisasi konsumsi makanan cepat saji; makanan/minuman berpemanis, berpengawet, kurang serat, tinggi gula, garam, dan lemak.
  4. Pembiasaan konsumsi Tablet Tambah Darah
  1. Pembiasaan peregangan, minimal 1 kali selama pembelajaran.
  2. Pembiasaan senam dan/atau kegiatan sejenis, minimal 1 kali seminggu.
  3. Pembiasaan permainan rakyat dan olahraga tradisional.
  4. Pembiasaan jalan kaki.
  5. Pelaksanaan Tes Kebugaran Peserta Didik.
  1. Pemetaan Status Imunisasi.
  2. Pemberian rekomendasi.
  3. Pelaksanaan Imunisasi di satuan (BIAS)
  1. Implementasi Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan
  2. Sosialisasi dan pembinaan kesehatan jiwa (perilaku, emosi, psikososial, NAPZA, Bijak Internet/Medos)
  3. Ibadah dan doa bersama
  4. Skrining kesehatan jiwa
  1. Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) 
  2. Tatakelola sampah (terpisah dan tertutup)
  3. Kerjabakti &/atau penghijauan sekolah
  4. Kawasan Tanpa Rokok/Vaping di lingkungan sekolah.
  5. Sanitasi & Toiliet terpias Pa/Pi
  6. Ventilasi raung dan penghawaan natural.

5

Sehat Fisik

Sehat Imunisasi

Sehat Jiwa

Sehat Lingkungan

Pilar Sehat Revitalisasi UKS

Sehat Gizi

27 of 51

Melalui Pembiasaan

Gerakan untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan positif pada anak-anak Indonesia sejak dini. Mendukung penguatan karakter utama bangsa dan mendukung tercapainya delapan dimensi profil lulusan.

Bangun pagi

Berolahraga

Gemar

Belajar

Beribadah

Makan Sehat dan Bergizi

Bermasyarakat

Tidur Cepat

2

3

4

5

6

7

Sekolah

Keluarga

Masyarakat

Media

Melalui Pelibatan Catur Pusat Pendidikan

Dengan Metode Pembiasaan yang Penuh Kesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan

Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

28 of 51

29 of 51

Target Penguatan Karakter

untuk Murid

Orang Tua (Keluarga)

Menguatkan penerapan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat di rumah

Masyarakat

Keterlibatan masyarakat kunci karakter hebat anak—dengan teladan, lingkungan aman, dan dukungan kebiasaan baik.

Sekolah dan Guru

Sekolah: Menerapkan kebijakan berbasis 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

Guru: Sebagai fasilitator 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat di lingkungan sekolah

Media

Media berperan penting menumbuhkan karakter anak lewat penyebaran teladan positif, praktik baik, dan dukungan pada kebiasaan baik.

Pemda dan Dinas Pendidikan berperan strategis dalam membangun karakter anak—dengan memastikan kebijakan, program, dan dukungan nyata bagi tumbuhnya kebiasaan baik di satuan pendidikan dan masyarakat.

30 of 51

31 of 51

32 of 51

32

misalnya: pramuka dan kepanduan lainnya, Latihan Kepemimpinan Siswa (LKS), Palang Merah Remaja (PMR), Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra), dan lainnya;

Gerakan Kepanduan dan Ekstrakurikuler Penguatan Karakter

misalnya: Kegiatan Ilmiah Remaja (KIR), kegiatan penguasaan keilmuan dan kemampuan akademik, penelitian, dan lainnya;

misalnya: pengembangan bakat olahraga, seni dan budaya, pecinta alam, jurnalistik, teater, teknologi informasi dan komunikasi, rekayasa, dan lainnya;

misalnya: pesantren kilat, ceramah keagamaan, retret, membaca dan/atau menulis kitab suci (Al-Quran, Injil, Weda, Tripitaka, dan Si-Shu), dan buku-buku keagamaan, dan lainnya;

dan bentuk kegiatan lainnya.

Krida

Karya ilmiah

Latihan olah-bakat atau latihan olah-minat,

Keagamaan

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

33 of 51

33

Pendidikan Formal

Pendidikan NonFormal

Pendidikan InFormal

Satuan Pendidikan

Keluarga

Masyarakat

Media

  • Intra–Ko –Ekstra –

Kurikuler

  • Penguatan tata

kelola Sekolah

Pembiasaan dan Pengasuhan Positif

  • Bermain dengan teman sebaya
  • Kegiatan socsial
  • Dukungan Pengasuhan Positif

Produksi dan Pemanfaatan Media yang Beretika

TK, SD, SMP, SMA, SMK

PAUD, Paket A, Paket B, Paket C, Life

Skill

Home Schooling,

Pendidikan Keluarga

Metode

Pembiasaan yang Penuh Kesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan

Catur Pusat Pendidikan

Bentuk Kegiatan

Kebiasaan Baik

Jalur

Aktor

Guru, Tenaga Kependidikan, Orang Tua, Masyarakat

Sasaran

Peserta Didik

1

3

4

6

7

2

5

Bangun pagi

Beribadah

Strategi Implementasi 7 Kebiasaan Baik

Berolahraga

Makan Sehat dan Bergizi

Gemar Belajar

Bermasyarakat

Tidur Cepat

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Metode

34 of 51

34

34

Prinsip Penerapan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

Peserta didik terlibat secara menyeluruh dalam proses pembelajaran, meningkatkan kesadaran berpikir, perasaan, dan lingkungan sekitarnya.

Peserta didik dapat memahami materi secara menyeluruh, dapat menghubungkan suatu konsep atau informasi baru yang akan diajarkan dengan konsep atau informasi sebelumnya yang sudah dipahami sampai tahap aplikasi dalam kehidupan nyata.

Peserta didik mempunyai emosi positif yang berhubungan dengan proses pembelajaran termasuk rasa ingin tahu, semangat, dan motivasi.

Penuh Kesadaran

Bermakna

Menggembirakan

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

35 of 51

35

35

Pembentukan karakter seringkali dipengaruhi oleh kebiasaan dan pembiasaan yang diterapkan sejak dini.

  • Kebiasaan adalah perilaku atau tindakan yang dilakukan secara berulang-ulang hingga dilakukan secara otomatis.
  • Pembiasaan adalah proses pembentukan sikap dan perilaku yang dilakukan secara berulang-ulang sehingga menjadi kebiasaan yang relatif menetap dan bersifat otomatis.
  • Karakter merupakan ciri-ciri atau sifat khas yang terbentuk dalam diri seseorang, ia bisa mencakup nilai-nilai dasar yang mempengaruhi perilaku individu dalam berinteraksi dengan lingkungan sosialnya.
  • Regulasi Diri dan Kemampuan Resilensi

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Model Penguatan Karakter Berbasis Kebiasaan

36 of 51

Manfaat Kebiasaan Bangun Pagi

36

36

No

Tanda

7 Kebiasaan

Manfaat

Nilai/Karakter

Aktivitas Sederhana

1

Malas

Bangun Pagi

Rajin

Meningkatkan Disiplin

  • Bangun Pagi sebelum matahari terbit
  • Membersihkan tempat tidur
  • Menyusun rencana harian

2

Menunda-nunda pekerjaan

Produktif

3

Mudah stres

Percaya Diri

4

Tidak Tepat Waktu

Tepat Waktu

Meningkatkan Kemampuan dalam Mengelola Waktu

5

Kesulitan Mengatur Waktu

Keseimbangan hidup dan kualitas hubungan sosial yang baik

6

Emosi yang tidak stabil

Emosi stabil

Meningkatkan Pengendalian Diri

7

Mudah Stres

Bisa mengelola stres

8

Labil

Regulasi diri baik

Meningkatkan Keseimbangan Jiwa dan Raga

9

Kurang Fokus

Fokus dalam bekerja

10

Sakit-sakitan

Sehat

11

Generasi Strawberry/Instan

Empatik, Sabar, dan komunikatif

12

Perencanaan kurang matang

Perencanaan terstruktur

Meningkatakan Kesuksesan

13

Kurang konsentrasi

Konsentrasi optimal dan prima

 

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

1

37 of 51

Manfaat Kebiasaan Beribadah

37

37

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

No

Tanda

7 Kebiasaan

Manfaat

Nilai/Karakter

Aktivitas Sederhana

1

Pribadi yang tidak reiligius

Beribadah

Pribadi religus

Meningkatkan hubungan dengan Sang Pencipta

Aktifitas ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.

2

Penurunan moralitas

Moralitas baik (ketenangan batin dan cinta ciptaan Tuhan

3

Individualis

Empati dan Bermoral

Meningkatkan Nilai Etika, Moral, Spritual, dan Sosial

4

Tidak Percaya Diri

Percaya Diri dan Sopan

5

Tidak Berprinsip

Punya Prinsip dan Pendirian

6

Krisis Manajemen Stres

Bisa mengelola stress dan ikhlas

Meningkatkan pemahaman tujuan hidup dan arah yang bermakna

7

Mudah frustasi

Ketenangan batin

8

Kurang Bersyukur

Hidup lebih holistik

9

Eksklusif

Empati dan solidaritas

Meningkatkan kebersamaan dan soludaritas

10

Intoleran

Hormat dan Harmonis dalam pergaulan

11

Kurang komitmen perbaikan diri

Adanya komitmen dan motivasi perbaiki diri lebih baik

Peningkatan diri secara berkelanjutan

12

Kurang refleksi

Adanya kemampuan refleksi untuk pandangan hidup yang positif

2

38 of 51

Manfaat Kebiasaan Berolahraga

38

38

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

No

Tanda

7 Kebiasaan

Manfaat

Nilai/Karakter

Aktivitas Sederhana

1

Obesitas

Berolahraga

Tubuh sehat dan ideal

Mencapai kesehatan fisik dan mental

  • Senam di pagi hari setiap hari
  • Jalan kaki 1000 langkah setiap hari

2

Gangguan Mental

Mental yang kuta

3

Pikiran kurang fokus

Pikiran fokus

4

Fisik yang lemah

Fisik kuat

5

Tidak percaya diri

Percaya diri akan tubuhnya

Menjaga kebugaran tubuh

6

Kurang menjaga kebugaran fisik

Fisik yang bugar

7

Tidak menjaga penampilan diri

Penampilan diri yang ideal

8

Tidak paham akan potensi diri

Tahu potensi diri dan bisa mengembangkannya

Meningkatkan potensi diri

9

Tidak punya rencana pengembangan bakat

Tahu bakat dan mengembangkannya

10

Sulit menghargai orang lain

Bisa bekerjasama dan menghargai orang lain

Meningkatkan nilai sportifitas

11

Curang

Jujur

3

39 of 51

Manfaat Kebiasaan Makan Sehat dan Bergizi

39

39

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

No

Tanda

7 Kebiasaan

Manfaat

Nilai/Karakter

Aktivitas Sederhana

1

Tidak peduli makan sehat dan bergizi

Makan Sehat dan Bergizi

Mencegah penyakut dan memperkuat tubuh

Menjaga kesehatan fisik sebagai investasi jangka panjang

  • Sarapan di pagi hari
  • Makan sehat dan bergizi di satuan pendidikan (program Pemerintah Prabowo-Gibran)
  • Makan sesuai dengan konsep Isi Piringku

2

Tidak menjaga asupan makanan

Meningkatkan kualias hidup

3

Tidak bisa menjaga tubuh ideal

Tubuh ideal dan sehat

Memaksimalkan potensi tubuh dan pikiran

4

Kurang gizi

Gizi Cukup

5

Kemampuan kognitif lemah

Pikiran dan Mental kuat

6

Pola tidak makan sehat

Pola makan sehat

Menjaga tubuh tetap sehat sebagai tanggung jawab individu

7

Obesitas

Mejaga asupan makan, kesehatan dan kebersihan

8

Tidak bisa memilih makanan sehat

Bisa dan paham makanan sehat dan bergizi

Meningkatkan Kemandirian

9

Makan tidak teratur

Bisa mengatur waktu makan dengan baik

4

40 of 51

Manfaat Kebiasaan Gemar Belajar

40

40

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

No

Tanda

7 Kebiasaan

Manfaat

Nilai/Karakter

Aktivitas Sederhana

1

Tidak tahu potensi diri

Gemar Belajar

Wawasan luas dan tahu potensi diri serta percaya diri

Pengembangan diri

  • Baca buku 15-30 menit setiap hari
  • Menulis 1-2 lembar setiap hari

2

Tidak adaptif

Adaptif dan empati

3

Kurang berani ambil resiko

Berani mencoba dan ambil resiko

Menumbuhkan kreatifitas dan imajinatif

4

Tidak kreatif

Kreatif dan solutif

5

Zumud atau taklid

Bernalar kritis dan objektif

Menemukan kebenaran dan pengetahuan

6

Ikut-ikutan

Mampu memecahkan solusi

7

Egosentris

Empati

Membentuk kerendahan hati dan empati

8

Intoleran

Toleran

9

Eksklusif

Inklusif dan peduli sesama

5

41 of 51

Manfaat Kebiasaan Bermasyarakat

41

41

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

No

Tanda

7 Kebiasaan

Manfaat

Nilai/Karakter

Aktivitas Sederhana

1

Eksklusif

Bermasyarakat

Inklusif

Menumbuhkan Nilai Gotong Royong dan Kerjasama

Projek berkelompok bakti sosial di masyarakat

2

Individualis

Empati

3

Tidak bisa bekerjasama

Kebersamaan

4

Intoleran

Toleran

Menumbuhkan nilai saling menghormati dan toleransi

5

Eksklusif

Bisa bekerjasama dengan orang lain

6

Bersikap tidak adil

Bisa bersikap adil dalam mengambil keputusan

Menumbuhkembangkan nilai keadilan dan kesetaraan

7

Cenderung Eksklusif

Menghormati perbedaaan

8

Tidak rasional dalam ambil keputusan

Bersikap objektif dalam mengambil keputusan

9

Tidak peduli terhadap lingkungan

Peduli dan melestarikan lingkungan

Meningkatkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan

10

Tidak mudah stress

Menyenangkan dan kolaboratif

Menciptakan kegembiraan

6

42 of 51

Manfaat Kebiasaan Tidur Cepat

42

42

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

No

Tanda

7 Kebiasaan

Manfaat

Nilai/Karakter

Aktivitas Sederhana

1

Tidak peduli akan kesehatan tubuh

Tidur Cepat

Mengakui keterbatasan tubuh dan menjaganya

Menjaga organ tubuh pulih dan berfungsi optimal

  • Refleksi sebelum tidur
  • Merencanakan kegiatan esok hari

2

Tidak fokus

Mengurangi stress dengan istirahat

Memulihkan mental dan emosional

3

Emosi labil

Perasaan positif dan berpikir logis

4

Malas bergerak

Bekerja dengan baik

Menjaga keseimbangan antara aktifitas dan ketenangan

5

Kurang fokus dalam berpikir

Produktifitas meningkat

6

Mudah stress

Bisa mengatasi stress dan produktifitas meningkat

Meningkatkan produktifitas

7

Sulit menyelesaikan masalah

Solutif dan kreatif

7

43 of 51

43

43

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Bangun Pagi

  1. Jurnal Pagi – Siswa mencatat jam bangun mereka setiap hari dan menuliskan perasaan mereka saat bangun lebih awal atau terlambat.
  2. Tantangan Pagi Sehat – Guru memberikan tantangan selama sebulan untuk bangun pagi dan datang ke sekolah tepat waktu, lalu memberikan apresiasi bagi yang konsisten.
  3. Senam Pagi Bersama – Memulai hari dengan aktivitas fisik yang menyenangkan agar anak merasa segar dan siap belajar.

Beribadah

  1. Zona Ibadah – Buat suasana ibadah di sekolah lebih nyaman dan menyenangkan agar anak-anak termotivasi untuk beribadah.
  2. Jadwal Ibadah Kelas – Siswa bergiliran menjadi pemimpin doa atau imam dalam ibadah harian di sekolah.
  3. Kartu Ibadah Harian – Siswa mencatat ibadah yang dilakukan dan berbagi pengalaman mereka di kelas.

Berolahraga

  1. Senam Kreatif – Menggunakan lagu-lagu anak untuk membuat olahraga lebih menarik.
  2. Game Edukatif Berbasis Gerak – Misalnya permainan matematika sambil melompat atau tebak kata dengan gerakan.
  3. Mini-Olimpiade Kelas – Mengadakan kompetisi kecil dengan olahraga sederhana seperti lari estafet atau lompat tali.

Makan Sehat dan Bergizi

  1. Hari Bekal Sehat – Siswa membawa bekal sehat dari rumah dan berbagi cerita tentang makanan sehat favorit mereka.
  2. Eksperimen Makanan – Membuat proyek kelas tentang gizi dengan membandingkan makanan sehat dan tidak sehat.
  3. Drama Nutrisi – Membuat drama pendek tentang pentingnya makan sehat.

Menerapkan 7 KAIH yang Menyenangkan

44 of 51

44

44

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Gemar Belajar

  1. Belajar Sambil Bermain – Menggunakan game edukatif seperti kuis, teka-teki, dan eksperimen sains sederhana.
  2. Metode Bercerita – Mengajarkan konsep sulit melalui cerita yang menarik.
  3. Tantangan Belajar – Memberikan tantangan belajar yang membuat anak penasaran dan termotivasi.

Bermasyarakat

  1. Proyek Sosial Kelas – Mengajak siswa melakukan aksi sosial seperti membersihkan lingkungan atau berbagi makanan dengan teman yang membutuhkan.
  2. Hari Persahabatan – Setiap siswa menulis surat apresiasi atau melakukan kebaikan kecil kepada teman sekelas.
  3. Diskusi Reflektif – Guru membimbing siswa untuk memahami pentingnya gotong royong dan sikap peduli.

Tidur Cepat

  1. Jurnal Tidur – Siswa mencatat pola tidur mereka dan efeknya pada konsentrasi belajar.
  2. Cerita Sebelum Tidur – Guru memberikan tugas mendengarkan atau membaca cerita sebelum tidur untuk meningkatkan kebiasaan tidur tepat waktu.
  3. Komitmen Tidur Sehat – Siswa membuat kesepakatan bersama tentang pentingnya tidur cukup dan tidak tidur larut malam.

45 of 51

Catur Pusat Pendidikan

45

45

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

  • Jaringan Masyarakat Sipil
  • DUDI
  • Tokoh Masyarakat
  • Tokoh Agama
  • Media Konvensional
  • Media Online/Sosial
  • Orang Tua/Wali Murid
  • Komite Sekolah
  • Komunitas Orang

Tua

  • Jalur Pendidikan Formal, Nonformal, dan Informal
  • Intra-Ko- Ekstra Kurikuler

Satuan Pendidikan

Keluarga

Masyarakat

Media

KELUARGA sebagai lingkungan pertama dan utama, teladan orang tua, penanaman nilai-nilai dan interaksi

SATUAN PENDIDIKAN

untuk pembelajaran formal, sosialisasi, nilai moral, dan pengembangan minat bakat.

MASYARAKAT sebagai lingkungan yang lebih luas, penanaman nilai sosial, peran model dan pengalaman langsung

MEDIA sebagai sumber informasi, sosialisasi, edukasi dan penyebaran dan pembentukan nilai dan karakter.

46 of 51

Catur Pusat Pendidikan

46

46

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Peran Media dan Kolaborasi Catur Pusat Pendidikan

Pusat

Peran

Bentuk Kolaborasi

Media

  • Menyediakan akses informasi dan sumber

pembelajaran.

  • Kampanye publik tentang karakter utama bangsa
  • Menyediakan ruang digital ramah anak
  • Penyebarluasan materi edukasi dan praktik baik pola asuh untuk

mendorong keterlibatan keluarga dalam penguatan karakter (keluarga).

  • Mendorong pelibatan publik dalam kampanye Gerakan 7 Kebiasaan Anak

Indonesia Hebat (masyarakat).

  • Penyebarluasan praktik baik impelementasi Gerakan 7 Kebiasaan pada

satuan pendidikan (satuan pendidikan).

Pusat

Peran

Bentuk Kolaborasi

Masyarakat

  • Menjadi sumber belajar
  • Memberikan pengalaman praktis dan nilai-nilai sosial
  • Ikut berperan dalam membangun lingkungan yang kondusif bagi pembelajaran
  • Menyediakan ruang publik untuk penguatan karakter, contohnya Taman Baca
  • Ikut mengembangkan materi dan konten edukatif kolaboratif

dengan pakar pendidikan (media).

  • Menyelenggarakan kampanye sosial untuk mendukung

pendidikan keluarga/Parenting (keluarga).

  • Bekerja sama dengan satuan pendidikan atau pemerintah

dalam rangka aktifitas kegiatan sosial (satuan pendidikan).

Peran Masyarakat dan Kolaborasi Catur Pusat Pendidikan

47 of 51

Catur Pusat Pendidikan

47

47

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Pusat

Peran

Bentuk Kolaborasi

Satuan Pendidikan

  • Menyediakan layanan

pendidikan (kurikulum)

  • Membangun keterampilan kognitif, afektif, dan psikomotorik
  • Menyelaraskan kurikulum dengan nilai budaya lokal dan pola asuh (orang tua/masyarakat)
  • Bermitra dengan media untuk menyediakan sumber pembelajaran tambahan dan

penyebarlasan materi (media)

  • Program penguatan karakter bersama dengan komunitas/mitra, seperti seminar atau

kegiatan seni dan budaya (masyarakat)

Peran Satuan Pendidikan dan Kolaborasi Catur Pusat Pendidikan

Peran Keluarga dan Kolaborasi Catur Pusat Pendidikan

Pusat

Peran

Bentuk Kolaborasi

Keluarga

  • Memberikan pendidikan tentang

karakter dan moral sejak dini

  • Memberikan tauladan
  • Mendukung sarpras untuk

pembelajaran di rumah

  • Memberikan dukungan emosional bila ada permasalahan
  • Memberikan pengawasan
  • Komunikasi rutin dengan satuan pendidikan untuk

memantau perkembangan anak (satuan pendidikan)

  • Mengadakan program parenting untuk meningkatkan

kemampuan orang tua dalam mendidik melalui media (media)

  • Mengadakan kegiatan keluarga bersama anak serta

masyarakat, seperti membaca atau proyek kreatif (masyarakat)

48 of 51

Panduan�Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

49 of 51

Media Sosial Pusat Penguatan Karakter

CERDASBERKARAKTER.KEMDIKBUD.GO.ID

CERDASBERKARAKTER.KEMDIKDASMEN

CERDASBERKARAKTER

CERDASBERKARAKTER.KEMDIKDASMEN

CERDASBERKARAKTER.KEMDIKDASMEN

50 of 51

Sumber Informasi, Sumber Belajar, dan Saling Interkasi terkait Penguatan Karakter dan pembinaan Peserta Didik dapat diakses melalui laman UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) Kemendikdasmen : uks.kemendikbud.go.id

51 of 51

TERIMA KASIH

Confidential

Copyright ©

51