SOSIOLOGI PEDESAAN�10. Lapisan Sosial (Stratifikasi Sosial)
Oleh : Siti Sawerah, SP, M.Si
Telp : 08575016652
Email : sitisawerah@faperta.untan.ac.id
Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian
Fakultas Pertanian - Universitas Tanjungpura
PENGERTIAN LAPISAN SOSIAL (STRATIFIKASI SOSIAL)
Menurut Pitirim A. Sorokin
Sistem lapisan masyarakat merupakan ciri yang tetap dan umum dalam setiap masyarakat yang hidup teratur
Social stratification adalah pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas tinggi dan kelas yang lebih rendah
PENGERTIAN LAPISAN SOSIAL (STRATIFIKASI SOSIAL)
Keadaan ini membawa konsekuensi:
adanya ketidakseimbangan dalam pembagian hak dan kewajiban, serta nilai-nilai social, juga perpengaruh antar anggota masyarakat.
Perwujudannya: adanya kelas- kelas, kelas tinggi dan kelas yg lebih rendah
PROSES TERBENTUKNYA LAPISAN SOSIAL
Lapisan sosial terbentuk karena adanya penghargaan yang lebih tinggi terhadap sesuatu hal tertentu, dibandingkan hal lainnya
Makhluk sosial cenderung memberikan kedudukan yang lebih tinggi terhadap hal-hal yang lebih dihargainya dibandingkan hal lain yang kurang dihargai
Adanya pembedaan kedudukan tersebut yang membuat terbentuknya lapisan-lapisan di dalam masyarakat
PROSES TERBENTUKNYA LAPISAN SOSIAL
Ada 2 tipe sistem lapisan sosial :
Lapisan masyarakat mulai ada sejak manusia mengenal adanya kehidupan bersama di dalam suatu organisasi masyarakat
PROSES TERBENTUKNYA LAPISAN SOSIAL
1. Lapisan sosial yang terjadi dengan sendirinya
🡪 Merupakan penempatan setiap individu ke dalam lapisan sosial yang didasarkan pada pemahaman bersama, kebiasaan atau norma yang disepakati bersama
Stratifikasi yg terbentuk dengan sendirinya: perbedaan umur, sifat keaslian adat istiadat, atau harta benda karena warisan.
🡪 Contohnya adalah adanya pembedaan antara kaum kaya-miskin, golongan tua-muda, kaum intelektual-tidak terpelajar, dsb.
PROSES TERBENTUKNYA LAPISAN SOSIAL
2. Lapisan sosial yang sengaja disusun
🡪 Lapisan sosial yang sengaja disusun untuk mengejar tujuan-tujuan tertentu, biasanya berkaitan dengan pembagian kekuasaan dan wewenang dalam suatu organisasi formal (resmi)
🡪 Contohnya birokrasi pemerintah, universitas, sekolah, partai politik, perusahaan, dsb.
SIFAT LAPISAN SOSIAL
SISTEM LAPISAN SOSIAL
Semua orang dan keluarga yang sadar akan kedudukannya di dalam suatu lapisan, sedangkan kedudukan itu diketahui serta diakui oleh masyarakat umum
DASAR LAPISAN SOSIAL
Ukuran Kekayaan
Ukuran ilmu pengetahuan
Ukuran kehormatan
Ukuran kekuasaan
DASAR LAPISAN SOSIAL
Pada golongan masyarakat tradisional :
Golongan pembuka tanah dianggap menduduki lapisan tertinggi, disusul pemilik tanah (pribumi, sikep atau kuli kenceng), pemilik pekarangan/rumah saja (kuli gundul, lindung atau indung) dan mereka yang menumpang pada tanah milik orang lain
Pembuka tanah
Pemilik tanah
Pemilik pekarangan
Menumpang tanah
DASAR LAPISAN SOSIAL
Selama manusia membeda-bedakan penghargaan terhadap sesuatu yang dimiliki tersebut, pasti akan menimbulkan lapisan-lapisan dalam masyarakat
Pada hakikatnya manusia mempunyai sesuatu yang dihargai, misalnya kepandaian, kekayaan, kekuasaan, profesi, keaslian keanggotaan masyarakat dan sebagainya
BENTUK LAPISAN SOSIAL
Lapisan sosial dapat terbentuk berdasarkan 3 kriteria :
BENTUK LAPISAN SOSIAL�1. BERDASARKAN KRITERIA EKONOMI
Membedakan masyarakat menurut penguasaan dan pemilikan materi
Max Webber membagi lapisan masyarakat berdasarkan kriteria ekonomi menjadi :
Lapisan sosial ini bersifat terbuka, artinya siapa saja dapat berpindah lapisan dengan usahanya masing-masing
BENTUK LAPISAN SOSIAL�2. BERDASARKAN KRITERIA SOSIAL
Lapisan berdasarkan kriteria sosial bersifat tertutup
Dibedakan menjadi :
Terjadi pada masa pra-industri, dimana terbentuk pemisahan status antara tuan tanah dan budak. Biasanya terbentuk golongan atas (tuan tanah, kaum bangsawan), golongan menengah (prajurit, pegawai pemerintahan), dan golongan bawah (rakyat biasa)
Pembagian lapisan sosial berdasarkan kasta yang dipercayai oleh masyarakat secara religius
Pembagian lapisan sosial berdasarkan warna kulit
SISTEM KASTA
Mayoritas kasta Dalit masih hidup dalam diskriminasi dengan desa, tempat beribadah bahkan sekolah yang terpisah
Usaha mereka untuk mendapatkan hak yang sama sering berakhir pada kekerasan seksual, kriminal, dan vandalisme
Kasta Dalit 🡪 merupakan “kaum tak berkasta” dalam masyarakat India
RASISME
Di Amerika masyarakat keturunan afrika dan meksiko dianggap masyarakat “kelas dua”
Banyak mengalami pemisahan dari kulit putih
BENTUK LAPISAN SOSIAL�3. BERDASARKAN KRITERIA POLITIK
Berhubungan dengan kekuasaan yang dimiliki oleh anggota masyarakat, di mana ada pihak yang dikuasai dan ada pihak yang menguasai
Dibedakan menjadi :
Mobilitas sosial sangat tidak mungkin terjadi (lapisan tertutup)
Pembagian sangat tegas, berdasarkan kebudayaan masyarakat. Namun masih dimungkinkan terjadinya perpindahan lapisan sosial
Bersifat sangat terbuka, dimana kelahiran tidak menentukan kedudukan seseorang dalam lapisan masyarakat
UNSUR LAPISAN SOSIAL
Unsur lapisan sosial terdiri dari :
Kedudukan & Peranan
Kedudukan dan peran memiliki arti penting bagi sistem sosial
Sistem sosial adalah pola-pola yang mengatur hubungan timbal balik antar individu dalam masyarakat dan antara individu dengan masyarakatnya, dan tingkah laku setiap individu
Akibat sistem sosial yang tidak berjalan dengan baik
Akibat sistem sosial yang tidak berjalan dengan baik
Akibat sistem sosial yang tidak berjalan dengan baik
UNSUR LAPISAN SOSIAL : KEDUDUKAN (STATUS)
Kedudukan merupakan tempat atau posisi seseorang dalam suatu kelompok sosial
Masyarakat pada umumnya mengembangkan 3 macam kedudukan :
UNSUR LAPISAN SOSIAL : KEDUDUKAN (STATUS)
Ascribed Status
Achieved Status
Assigned Status
UNSUR LAPISAN SOSIAL : PERANAN (ROLE)
Merupakan aspek dinamis dari kedudukan, yaitu saat seseorang melaksanakan hak-hak dan kewajibannya sesuai dengan kedudukannya
Suatu peranan harus mencakup 3 aspek :
PENTINGNYA LAPISAN SOSIAL
Adanya lapisan sosial dapat memecahkan persoalan yang dihadapi masyarakat, yaitu :
Penempatan individu dalam posisi yang tersedia dalam struktur sosial dan mendorongnya agar melaksanakan kewajibannya yang sesuai dengan kedudukan serta peranannya
DIFERENSIASI SOSIAL
Tujuan Diferensiasi sosial:
adalah menunjukkan bahwa adanya keragaman dalam suatu lingkungan masyarakat di suatu wilayah.
Pengertian
CIRI DIFERENSIASI SOSIAL:
1. Ciri Fisik
2. Ciri Sosial.
��3. Ciri Budaya.��Indentitas Suatu Golongan Berdasarkan Adat Istiadat Dan Kebiasaan Yang Telah Berkembang Dari Generasi Ke Generasi Dalam Suatu Lingkungan Masyarakat.���Misalnya Aneka Ragam Suku Dan Budaya: Jawa, Melayu, Bugis Dll.���Sesuai Dengan Prinsip Diferensiasi Sosial, Setiap Budaya Memiliki Kedudukan Yang Sama, Tidak Ada Yang Lebih Hebat Atau Lebih Baik, Mereka Dianggap Sederajat.�
TERIMA KASIH