Journal Reading
Departemen Ilmu Kegawat Daruratan
RSUD Karsa Husada Batu
Pembimbing
dr. Putra Agung Dewata Sp.EM
Oleh Kelompok 40:
Faza Saiqur Rahmah (230702120003)
Brillian Putra Syarifuddin (230702120009)
Kautsar Citra Nirmala (230702120010)
Romli Fadlil Muhammad (230702120013)
Dzakky Avecienna (230702120019)
Table of contents
00
04
03
01
05
02
Abstrak
Hasil
Pembahasan
Pendahuluan
Penutup
Metode
2
Abstrak
0
3
ABSTRAK
Latar Belakang: Pasien dengan diabetes melitus yang tidak terkontrol dengan baik dapat datang berulang kali ke Unit Gawat Darurat (UGD) untuk mendapatkan manajemen dan pengobatan episode hiperglikemik, termasuk ketoasidosis diabetikum dan keadaan hiperglikemik hiperosmolar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor risiko yang memprediksi kunjungan berulang ke UGD yang tidak direncanakan untuk hiperglikemia pada pasien diabetes dalam waktu 30 hari setelah presentasi awal.
Metode: Kami melakukan tinjauan rekam medis selama 1 tahun terhadap pasien berusia ≥18 tahun yang datang ke salah satu dari empat UGD tersier dengan diagnosis hiperglikemia, ketoasidosis diabetik, atau hiperglikemia hiperosmolar. Personel penelitian yang terlatih mengumpulkan data tentang karakteristik pasien dan menentukan apakah pasien memiliki kunjungan UGD berulang yang tidak direncanakan untuk hiperglikemia dalam waktu 30 hari sejak presentasi awal mereka. Model regresi logistik multivariat menggunakan persamaan estimasi umum untuk memperhitungkan pasien dengan beberapa kunjungan yang menentukan variabel prediktor yang secara independen terkait dengan kunjungan UGD berulang untuk hiperglikemia dalam waktu 30 hari.
4
Hasil: Terdapat 833 kunjungan UGD untuk hiperglikemia dalam periode 1 tahun. 54,6% adalah laki-laki dan usia rata-rata (SD) adalah 48,8 (19,5). Dari semua pengunjung, 156 (18,7%) mengalami kunjungan UGD berulang untuk hiperglikemia dalam waktu 30 hari. Faktor-faktor yang secara independen terkait dengan kunjungan hiperglikemia berulang termasuk kunjungan hiperglikemia sebelumnya dalam satu bulan terakhir (rasio odds [OR] 3,5, interval kepercayaan 95% [CI] 2,1-5. 8), usia <25 tahun (OR 2,6, 95% CI 1,5-4,7), glukosa >20 mmol/L (OR 2,2, 95% CI 1,3-3,7), memiliki dokter keluarga (OR 2,2, 95% CI 1,0-4,6), dan menggunakan insulin (OR 1,9, 95% CI 1,1-3,1). Memiliki tekanan darah sistolik antara 90-150 mmHg (OR 0,53, 95% CI 0,30-0,93) dan denyut jantung >110 bpm (OR 0,41, 95% CI 0,23-0,72) merupakan faktor protektif yang secara independen terkait dengan tidak adanya kunjungan hiperglikemia berulang.
Kesimpulan: Studi berbasis UGD yang unik ini melaporkan lima faktor risiko dan dua faktor protektif yang terkait dengan kunjungan UGD berulang untuk hiperglikemia dalam waktu 30 hari pada pasien diabetes. Faktor-faktor risiko ini harus dipertimbangkan oleh para dokter ketika membuat keputusan manajemen, prognostik, dan disposisi untuk pasien diabetes yang datang dengan hiperglikemia.
Kata Kunci: Diabetes mellitus, Pengobatan darurat, Faktor risiko, Kunjungan berulang, Ketoasidosis diabetik, Keadaan hiperglikemik hiperosmolar
5
Pendahuluan
01
6
LATAR BELAKANG
Diabetes mellitus adalah penyakit kronis yang pengobatannya diarahkan untuk membatasi potensi komplikasi jangka pendek dan komplikasi jangka panjang. Dengan meningkatnya prevalensi diabetes pada populasi umum, saat ini diabetes merupakan penyakit kronis yang paling penyakit kronis yang paling banyak ditemukan di antara semua pengunjung unit gawat darurat (UGD). Keadaan hiperglikemia emergency, termasuk ketoasidosis diabetik dan keadaan hiperglikemik hiperosmolar, diketahui dapat berulang pada pasien dengan diabetes yang tidak terkontrol dengan baik. Kemampuan untuk mengidentifikasi pasien hiperglikemia dengan risiko yang lebih tinggi risiko kunjungan kembali UGD mungkin berguna bagi dokter untuk memandu keputusan manajemen dan disposisi termasuk tindak lanjut yang lebih dekat dan kontrol glikemik yang lebih ketat.
7
RUMUSAN MASALAH & TUJUAN
RUMUSAN MASALAH
TUJUAN PENELITIAN
Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi prediktor kunjungan UGD berulang yang tidak direncanakan untuk hiperglikemia pada pasien dengan diabetes melitus dalam 30 hari setelah presentasi hiperglikemik awal. Hasil sekunder adalah untuk menggambarkan frekuensi konsultasi spesialis di UGD, pemulangan, dan rawat inap atau masuk unit perawatan intensif (ICU) untuk hiperglikemia.
8
Metode
02
9
Strategi Pencarian
Peneliti melakukan tinjauan rekam medis pasien yang datang ke salah satu dari empat UGD (dua pusat akademik, masing-masing dengan dua lokasi geografis berbeda) mulai bulan Januari sampai Desember 2014 dengan perkiraan gabungan sensus tahunan terhadap 300.000 pasien yang didiagnosa hiperglikemia, ketoasidosis diabetik, atau keadaan hiperglikemik hiperosmolar
10
Kriteria Inklusi dan Eksklusi
KRITERIA INKLUSI
KRITERIA EKSKLUSI
11
Ekstraksi dan Sintesis Data
Hasil utama
Hasil sekunder
12
Analisis Data
13
Hasil
03
14
Penilaian kualitas studi (Risiko bias)
15
Studi Inklusi
16
Kemungkinan Pemicu Hiperglikemi
17
Hasil Diagnosis Akhir pada 833 UGD dengan Hiperglikemia
18
Pembahasan
04
19
DISKUSI
20
LIMITASI
21
Kesimpulan
05
22
KESIMPULAN & SARAN
KESIMPULAN :
Penelitian ini melaporkan lima faktor risiko dan dua faktor pelindung yang secara independen terkait dengan kunjungan UGD berulang yang tidak direncanakan untuk hiperglikemia dalam waktu 30 hari pada pasien diabetes. Meskipun variabel-variabelnya tidak menunjukkan sebab akibat kunjungan hiperglikemia berulang, namun harus dipertimbangkan ketika membuat keputusan penatalaksanaan, prognostik, dan disposisi untuk pasien diabetes yang datang dengan hiperglikemia.
SARAN :
23
Terima kasih
24