1 of 31

Kompetensi dan Pengetahuan yang dibutuhkan untuk menjadi Konsultan Profesional

Laksono Trisnantoro

Minggu 1; Sesi b

2 of 31

1

  • Kompetensi Konsultan

2

3 of 31

Konsultan

  • Dapat perorangan (individual)
  • Dapat Lembaga Konsultan Manajemen (sebuah korporasi)

4 of 31

Pemahaman Kompetensi

Keadaan yang dianggap mampu secara fisik dan intelektual untuk mencapai hasil tertentu atau menyelesaikan tugas tertentu

5 of 31

Kerangka Secara Umum

6 of 31

Kompetensi konsultan manajemen kesehatan

2.1. Kompetensi teknis dan terkait dengan penggunanya: Mampu untuk apa (Disiplin teknis) dan siapa?

2.2.Kompetensi umum konsultan

2.3. Ketrampilan dan perilaku konsultan

7 of 31

Kerangka Secara Umum

8 of 31

2.1. Kompetensi teknis dan terkait dengan penggunanya

Mampu untuk apa dan siapa?

  • Manajemen merupakan bidang yang luas, dari manajemen umum, keuangan, sampai ke kepemimpinan
  • Sektor Kesehatan dan Rumahsakit mana yang membutuhkan?

9 of 31

2.2.Kompetensi umum konsultan�

Mencakup:

  • Kompetensi dalam memahami lingkungan organisasi (Politik, Ekonomi. Sosial, Teknologi, Hukum, Lingkungan)
  • Kompetensi dalam mengelola hubungan dengan Klien
  • Kompetensi mengelola proses konsultasi: membentuk hubungan, memberikan hasil konsultasi, dan mengakhiri hubungan kerja. Termasuk ketrampilan menulis.
  • Kompetensi dalam menggunakan berbagai fasilitas konsultasi
  • Kompetensi dalam mengelola praktek sebagai konsultan, termasuk hubungan interpersonal.

10 of 31

Kerangka Secara Umum

11 of 31

Contoh Kompetensi Umum

  • Memulai kegiatan konsultasi
  • Diagnosis di lembaga klien
  • Merencanakan kegiatan
  • Pelaksanaan kegiatan
  • Monitoring dan Evaluasi
  • Mengakhiri

12 of 31

Memulai Kegiatan

  • Kontak-kontak awal dengan klien
  • Diagnosis masalah secara awal
  • Perencanaan kegiatan
  • Menyusun Proposal untuk Klien
  • Menyusun kontrak dan menetapkannya dengan Klien

13 of 31

Melakukan diagnosis

    • Analisis tujuan
    • Analisis masalah
    • Pencarian fakta-fakta
    • Analisis Fakta dan Sintesis
    • Feedback ke Klien

14 of 31

Perencanaan Aksi�

    • Mengembangkan solusi untuk masalah yang ada
    • Mengevaluasi berbagai solusi
    • Menyajikan usulan aksi ke klien
    • Merencanakan program pelaksanaan

15 of 31

Pelaksanaan

- Membantu klien dalam pelaksanaan

    • Merencanakan dan melaksanakan pelaksanaan
    • Melakukan penyesuaian usulan kegiatan
    • Melakukan penulisan hasil secara kontinyu
    • Melatih dan mengembangkan staf klien
    • Melaksanakan perubahan-perubahan dalam metode kerja
    • Memelihara dan mengendalikan perubahan baru

15

16 of 31

Mengakhiri hubungan kerja

  • Mengikuti kontrak dilakukan persiapan hubungan kerja
  • Penulisan laporan akhir
  • Membantu klien untuk menetapkan exit strategy menghadapi masa tanpa konsultan
  • Melakukan pengakhiran kontrak
  • Melakukan monitoring dari luar

17 of 31

2.3. Ketrampilan dan perilaku konsultan

18 of 31

Kerangka Secara Umum

19 of 31

2.3. Ketrampilan dan perilaku konsultan

  • Ketajaman dan pemahaman mengenai business
  • Manajemen Proyek
  • Pengembangan pribadi dan professional
  • Cara berfikir proaktif dan analitis
  • Inteligensia emosional
  • Komunikasi efektif dan interpersonal
  • Profesionalisme dan Etika

20 of 31

Bagian 2:

  • Melakukan identifikasi calon klien atau profil klien, dan strategi pengembangan diri

21 of 31

Berdasarkan keahlian anda:

  • Siapakah Klien anda?
  • Pemerintah Pusat-Kemenkes
  • Pemerintah Daerah-Dinas Kesehatan
  • BKKBN
  • BPJS
  • Balai POM
  • Lembaga Swasta
  • Donor Agency
  • …..

22 of 31

Berdasarkan kebutuhan Klien anda dan Jenis keahlian anda:

Bagaimana cara pengembangan kompetensi anda sebagai konsultan?

  1. Peran Lembaga Konsultan dalam pengembangan konsultan individu
  2. Peran Perhimpunan Konsultan
  3. Peran Client dan asosiasi

23 of 31

1. Peran Lembaga Konsultan dalam pengembangan konsultan individu

Catatan untuk diperhatikan:

  • Konsultan ada dua macam: perorangan dan lembaga.
  • Apakah mungkin seorang konsultan manajemen bekerja sendirian?
  • Apakah mungkin menyelesaikan permasalahan manajemen dengan hanya satu orang konsultan?

24 of 31

Pengalaman empirik

  • Sulit untuk konsultan perorangan bekerja sendirian, khususnya untuk menyelesaikan masalah manajemen yang berat
  • Misal: Untuk mengatasi masalah kebocoran penerimaan rumahsakit diperlukan konsultan sistem keuangan dan sistem informasi dan teknologi yang bekerja bersama.
  • Membutuhkan lembaga konsultan yang melakukan kontrak kerja dengan client.
  • Kontrak dapat berbentuk konsorsium berbagai lembaga

25 of 31

     �Jenis-jenis lembaga konsultan:

Dalam sebuah Firma Konsultan yang berbasis pada nama besar:

  • Ada figur Kepala yang berfungsi sebagai penarik klien.
  • Figur ini dapat berfungsi sebagai seorang duta, yang berpergian, berhubungan dengan klien, dan membawa kontrak-kontrak untuk masuk ke lembaga.
  • Figur ini sering disebut sebagai Rain-maker

Dalam sebuah Firma Konsultan yang tidak bersandar pada nama besar:

  • Mempunyai nama yang menimbulkan kepercayaan
  • Mempunyai banyak konsultan
  • Berfungsi sebagai sebuah korporasi penyedia jasa konsultasi

25

26 of 31

       Dalam firma tersedia berbagai pelaku:�

  • - Pemimpin Projek konsultasi�- Penopang manajemen proyek, termasuk negosiator�- Penasehat konsepsual�- Para Analis�- Orang yang melakukan pekerjaan detil (termasuk menulis laporan dan hasil).�- Para pelaku di lapangan.�
  • Siapa yang menjadi konsultan Utama?
  • Siapa yang menjadi konsultan menengah
  • Siapa yang menjadi konsultan muda?

Tergantung pada perusahaannya. Terjadi pembelajaran secara magang.

26

27 of 31

Pertanyaan penting: dari mana asal konsultan?

  • Konsultan muda: Apakah dari S2?
  • Konsultan menengah: Apakah merupakan peningkatan karir dari konsultan muda?
  • Konsultan senior: Apakah dari mantan direktur/direksi/manajer rumahsakit/pejabat Kemenkes/DinKes?

Pengembangan Kompetensi konsultan di semua tingkatan:

Membutuhkan pelatihan bagi konsultan secara formal, dan magang.

27

28 of 31

2. Peran Perhimpunan Konsultan�

  1. Memberikan sertifikasi berdasarkan pelatihan dan pengembangan pribadi.
  2. Menyusun berbagai pelatihan untuk pengembangan konsultan perorangan dan kelembagaan (bekerjasama dengan asosiasi lembaga konsultan).

29 of 31

3. Peran Client dan Asosiasi RS

  • Memahami kebutuhan akan konsultan
  • Memahami mengenai peran dan fungsi konsultan
  • Mengalokasikan sumber daya (anggaran dan tenaga) untuk kegiatan bersama konsultan
  • Memberikan penilaian jujur terhadap kinerja konsultan.

30 of 31

Tugas Sebelum jam 12.00 Sabtu 28 Feb 2015, dikirim ke :�faisalmansur7@gmail.com

Tuliskan sebagai tugas perorangan:

  • Apa keahlian dan minat anda sebagai konsultan manajemen/teknis di sektor kesehatan?
  • Siapa calon klien atau klien anda.
  • Bagaimana cara anda mengembangkan diri sebagai konsultan: Sendirian? Atau bergabung dengan lembaga/kelompok yang sudah ada? Ataukah mengembangkan kelompok/firma konsultan sendiri?

31 of 31

Mulai Senin minggu depan:

  • Para peserta akan dikelompokkan untuk membahas “Pakem”.
  • Pembahasan dilakukan melalui miling-list per kelompok